Software Defined Radio as Solution for Future Telecommunication Base Station

Tulisan ini dibuat oleh rekan-rekan saya dari Magister Manajemen Telekomunikasi & Magister Manajemen Tenaga Listrik dan Energi Universitas Indonesia yaitu Budiono, Erfin Budi Sulistyanto & Fauzan Baskoro untuk memenuhi tugas mata kuliah Pemodelan & Simulasi Lanjut yang wajib dimuat di media massa atau blog. Formatnya sudah saya ubah tapi isinya kurang lebih masih original, selamat menikmati dan semoga dapat bermanfaat 😀

Software Defined  Radio (SDR) merupakan teknologi di bidang telekomunikasi. SDR didefinisikan sebagai sebuah teknologi yang muncul untuk membangun sistem radio yang fleksibel,  multiservice,  multistandard, multiband, reconfigurable dan reprogrammable dengan menggunakan software.Perkembangan teknologi telekomunikasi khususnya teknologi selular pada dewasa ini membuat menjamurnya BTS di seluruh Indonesia. Banyaknya BTS ini akan menambah penggunaan energi yang digunakan untuk mengoprasikan BTS tersebut. Terlebih BTS adalah suatu perangkat yang beroprasi fulltime 24 jam per hari dan 7 hari seminggu.  Pada paper ini akan dibahas teknologi SDR pada vendor ZTE untuk meningkatkan efisiensi penggunaan power BTS.

Teknologi SDR

SDR Forum mengklasifikasikan SDR Menjadi 5 (Lima) Level: HR, SCR, SDR dan USR. Masing-masing memiliki feature yang berbeda  sesuai dengan dimana software mengontrol funsi BTS. SDR Sendiri diimplementasikan pada domain digital yakni pada sisi baseband processing.

HR (Hardware radio), SDR belum berperan banyak di level ini, contohnya adalahh tradisional BTS. SCR (Software choose radio), SDR mengontrol dan mengintegrasikan beberapa mode BTS. SDR (Software defined radio), software dapat memilih mode demodulasi, sinyal broadband atau narrowband. ISR (ideal software radio), software dapat mengontrol seluruh system BTS, kecuali antenna. USR (Ultimate software radio), versi penyempurnaan dari ISR dimana mode dapat beralih dalam waktu range millisecond, akan tetapi teknologi ini masih belum sempurna.

Gambar 1. SDR yang diimplementasikan pada sisi digital domain (baseband processing)

Perbedaan mendasar SDR dan teknologi BTS konvensional adalah pemisahan BBU (baseband unit) dan RRU (Remote Radio Unit). Dengan pemisahan ini, sisi radio BTS dapat dikontrol secara terpusat (gambar 1 dan 2).

Gambar 2. Sistem Tradisional BTS

Gambar 3. Software Defined Radio BTS

Keuntungan SDR

Pemisahan BBU dan RRU:

  1. BBU dapat melakukan integrasi secara maksimal dan RRU dapat fokus pada tranceiving signal radio ke handset. Dengan demikian konsumsi daya akan lebih efektif.
  2. BBU dan RRU dapat didistribusikan secara efektif sehingga mengintungkan di sisi design network.

Keuntungan di sisi hardware BBU:

  1. Mendukung multi mode radio
  2. Design yang lebih sederhana
  3. Prosessing lebig maksimal
  4. Kemudahan perawatan/manage
  5. Mudah untuk bebagi resource
  6. Murah
  7. Kemudah untuk berevolusi pada teknologi baseband

Keuntungan disisi RRU/ RF Unit:

  1. Fungsi yang sederhana
  2. Kemudahan perawaran
  3. Meningkatkan power amplifier, karena tidak ada lagi power yang terkomsumsi oleh unit BBU.
  4. Lebih dekat ke antenna sehingga dapat memperbesar power
  5. Memperkecil ukuran BTS
  6. Murah

Secara umum SDR memiliki beberapa keuntungan:

  1. Green Base Station / BTS Hijau dimana membutuhkan lebih sedikit batterai pada pengoprasiannya
  2. Biaya lebih rendah
  3. Wireless integration  serta mendukung teknologi IP
  4. Full compatibility

Skenario

Berikut ini skenario untuk membandingkan penggunaan BTS konvensional dengan SDR.

A. Efisiensi CAPEX

B. Efisiensi Penggunaan Baterai

C. Efisiensi Penggunaan Energi

Kesimpulan

  1. SDR adalah teknologi masa depan di bidang telekomunikasi yang dapat secara signifikan mengurangi biaya operasi dan pengadaan.
  2. SDR memisahkan fungsi broadband processing (BBU) dan fungsi radio transmit (RRU), sehingga di sisi BTS power  lebih maksimal untuk transceiver karena tidak ada lagi perangkat BBU yang perlu dicatu.
  3. SDR mampu mengefisienkan pemakaian power dari penggunaan batterai sekitar 18-26 %, dan menekan CAPEX hingga 58%
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s