Skyfall (2012)

Skyfall adalah film Bond yang ke-23, cerita tentang agen mata-mata Inggris yang legendaris dan sudah ada sejak saya belum lahir. Film ini diawali dengan adegan kejar-kejaran antara James Bond (Daniel Craig) dengan seseorang yang bernama Patrice. Patrice berhasil mencuri hardisk yang memuat daftar nama agen-agen MI6 yang sedang melakukan penyamaran, sedangkan Bond sendiri jatuh ke sungai setelah secara tidak sengaja tertembak oleh peluru dari senapan agen MI6 lainnya. Bond dinyatakan tewas dan London dilanda teror bom. Otak dari teror di London dan pencurian daftar agen MI6 adalah orang yang sama, orang yang memendam rasa dendam kepada atasan Bond, M (Judi Dench).
Sudah bisa ditebak, Bond pasti tidak tewas meski sudah dinyatakan tewas oleh MI6. Bond kembali ke London untuk merebut kembali daftar nama agen-agen MI6 dan menghentikan teror yang melanda London. Q mengizinkan Bond untuk langsung kembali bertugas meski Bond belum 100% pulih, menembak tepat ke sasaran saja belum bisa (x_x). Dalam melakukan misinya, Bond tentunya tidak sendiri tapi dibantu oleh Q yang baru (Ben Whishaw) & Moneypenny (Naomi Harris).

Menurut saya sejauh ini Skyfall adalah film Bond terbaik yang pernah saya tonton karena film ini tidak terus menerus menunjukkan adegan action, sesekali ada adegan atau kata-kata yang lucu, jadi kan tidak membosankan. Jalan ceritanya sendiri lumayan bagus, tidak terlalu mudah ditebak seperti film-film Bond terdahulu yang pernah saya tonton. Bond pada Skyfall tidak dilengkapi oleh peralatan yang canggih-canggih, cukup simple dan klasik, tapi justru hal ini yang menarik, jaman sekarang sudah terlalu banyak film yang menampilkan si jagoan menang dengan dibantu alat-alat yang futuristik & canggih. Filmnya Mister Bond kali ini layak mendapat nilai 4 dari skala nilai maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Good job Mister Bond!

Sumber:Β http://www.skyfall-movie.com/site/

Lamaknyo Gulai Itiak Lado Mudo Ngarai

Beberapa hari yang lalu, saya sempat berlibur ke Bukittinggi. Di sana saya mengunjungi Jam Gadang dan Ngarai Sianok. Berhubung saya dan rombongan berangkat kurang pagi dari Pekanbaru, maka ketika jam makan siangpun kami masih di Payakumbuh. Ketika melewati Ngarai pada sekitar pukul 2 siang, kami tergoda untuk mampir ke sebuah restoran yang bernama Gulai Itiak Lado Mudo Ngarai, letaknya di Jalan Ngarai Binuang No. 41, Bukittinggi, SumBar, di dekat objek wisata Ngarai Sianok. Bentuk restorannya sederhana, tidak mewah, namun bersih. πŸ™‚
Menu andalan restoran ini adalah gulai itiak lado mudo atau bebek muda cabai hijau. Bebek muda yang akan disajikan, digodok bersama dengan bumbu & sambal selama 48 jam. Restoran ini tidak menggunakan santan, jadi yang digunakan untuk melumuri bebek adalah sambal & bumbu racikan pemilik restoran. Sekilas penampilannya mirip sekali dengan itiak lado mudo yang dijual di Kramat, Jakarta, namun ketika saya cicipi, wuuuih beda benarr, sambalnya lebih pedas, gurih, lebih mantablah pokoknya. Bebeknya juga besar, empuk & tidak amis. b(^_^)

Gulai itiak lado mudo disajikan di meja makan bersama dengan nasi putih yang mengepul, potongan timun, cacahan bawang & cancang daging. Pas sekali kombinasinya. Ini menu paling enak selama saya liburan kemarin.Β Konon restoran ini melayani pesanan ke Jakarta, sehari sampai. Tidak heran restoran ini berani melayani pesanan ke Jakarta, lidah Jakarta saya cocok sekali dengan menu yang disajikan. Pelayanan yang cepat dan makanan yang lezat merupakan alasan kenapa restoran ini layak mendapat nilai 4 dari skala nilai maksimal 5 yang artinya “Enak”. Bagi yang sedang mengunjungi Bukittinggi, wajib datang ke restoran ini, kecuali kalau tidak kuat makan makanan pedas.

Lembutnya Patin Asam Pedas Pondok Patin HM Yunus Riau

Ketika sedang berkunjung ke Pekanbaru beberapa hari yang lalu, saya direkomendasikan seorang kawan untuk mencicipi Pondok Patin HM Yunus, katanya itu juaranya restoran di Pekanbaru. Restoran itu sudah berdiri sejak sekitar 1985 di Jalan Nangka, kemudian sempat beberapa kali pindah tempat hingga akhirnya sekarang berlokasi di Jalan Kaharuddin Nasution No. 1, Simpang Tiga, Pekanbaru, Riau. Restoran tersebut memiliki tempat parkir yang luas dan bagian dalamnya juga luas sehingga mampu menampung banyak tamu. Konon presiden pun dijamu di restoran itu bila sedang berkunjung ke Pekanbaru.

Suasana di Dalam

Aneka Menu

Patin Asam Pedas

Ketika saya masuk duduk di dalam restoran, pelayan restoran dengan sigap langsung menyajikan berbagai menu langsung di atas meja makan, seperti di restoran padang. Menu-menunya memang banyak, namun berhubung menu andalan tempat itu adalah patin asam pedas, maka saya langsung mengambil potongan ikan patin yang ada di meja. Ikan patin yang disajikan diambil dari sungai Kampar, bukan dari tempat yang jauh sehingga segar dan menurut saya rasanya tidak amis, empuk & lembut pula. Namun sayang bumbunya agak datar, kurang “nendang”, harganya juga relatif mahal kalau menurut dompet saya. Jadi kesimpulannya tempat itu layak mendapat nilai 3 dari skala nilai maksimal 5 yang artinya “Lumayan”. Kalau sedang di Pekanbaru, mampirlah ke restoran patinnya HM Yunus, supaya tidak penasaran. πŸ˜€