Tips Memilih Undangan Pernikahan

Sebuah acara pernikahan tentuka tidak akan ramai apabila tamu yang datang sedikit. Agar para tamu mau datang, mereka harus diberikan undangan yang tepat tapi tentunya tidak membuat kantong mempelai kebobolan. Teman-teman yang seumuran dengan saya sebenarnya cukup mudah diundang, bisa melalui email atau facebook atau SMS. Namun bagaimana dengan orang-orang yang sudah tua? Sopasti mereka harus diberikan undangan fisik. Walaupun undangan fisik itu tidak mendukung go green, ketika akan melangsungkan resepsi pernikahan kemarin, saya berburu undangan fisik, bagaimana ya caranya?

Berdasarkan pengalaman beberapa bulan yang lalu, hal plaing pertama yang saya lakukan adalah melihat beberapa undangan yang pernah mampir ke rumah, adakah yang modelnya bagus & sesuai dengan selera?

Dari beberapa undangan pernikahan tersebut, saya catat nama & informasi dari vendor yang membuat undangan tersebut. Biasanya di bagian bawah undangan, terdapat nama vendor beserta alamat, email & nomor telefonnya. Untuk mengetahu harga & detail lain dari undangan yang pernah kita terima, kita dapat hubungi vendor undangan tersebut dan tinggal menyebutkan siapa nama mempelai dari model undangan yang pernah kita terima, biasanya mereka menyimpan databasenya.

Selain itu, saya juga survei di internet & datang langsung ke beberapa tempat penjual undangan di Pasar Kalibata. Banyak sekali hal-hal yang harus ditanyakan kepada vendor undangan menyangkut harga & kualitas undangan. Biasanya harga & kualitas itu berbanding terbalik yaaah x__x.

Berikut adalah beberapa hal yang mempengaruhi harga suatu undangan:

  • Apakah menggunakan huruf timbul atau tidak.
  • Apakah menggunakan lulisan cetak emas/perak atau tidak sama sekali.
  • Undangan Hardcover/softcover. Kalau softcover biasanya bisa laminating atau tidak, namun baik dilaminating ataupun tidak, harganya tetap lebih murah daripada hardcover.
  • Pakai ucapan terimakasih yang berupa kertas kecil atau tidak.
  • Tingkat kesulitan dari model undangan.
  • Kuantitas undangan yang dipesan.
  • Ukuran undangan.  Beberapa toko ada yg memiliki jangka ukuran standard tertentu dimana bila undangan pesanan kita masih memiliki ukuran di dalam jangka ukuran tersebut, biayanya sama. Namun bila diluar, baru lah dikenakan biaya. Contoh ukuran standard adalah antara 0x0 sampai 25×15, bila ukuran undangan pesanan kita ada di dalam range 0x0 sampai 25×15, tidak kena biaya tambahan, namun selain itu kena biaya tambahan.
  • Berat kertas.
  • Jenis kertas.
  • Warna cetak, apakah 1 warna, 2 warna, 3 warna atau full color.
  • Sudah termasuk finishing atau belum. Maksud termasuk Finishing adalah bila sudah termasuk penempelan label nama undangan yang sudah rapi diketik & undangan tersebut sudah dimasukkan ke dalam plastik, tinggal kirim saja. Label nama yang dipergunakan juga sering disebut dengan istilah Tom Jerry sebab merk label yang biasa ditempelkan di undangan bermerk Tom & Jerry. Label tersebut ada yang berwarna putih polos, ada pula yang transparan.

Setelah memilih model undangan & vendor undangan, kemarin saya langsung bayar DP (Down Payment). Setelah itu saya & vendor undangan melakukan diskusi mengenai disain, warna dan detail undangan lainnya sampai terjadi kesepakatan atau acc desain. Kadang untuk model tertentu hanya tersedia warna tertentu saja. Sebelum acc, biasanya vendor mencetak 1 contoh fisik untuk kita tinjau apakah sudah memuaskan atau belum. Kalau sudah memuaskan, maka dapat dilanjutkan untuk pencetakan masal dan biasanya kita diminta untuk membayar sekitar 50% dari biaya total. Pembayaran lunas dilaksanakan ketika semua undangan sudah tiba di rumah saya. Contoh fisik ini sangat penting untuk ditinjau, jangan percaya kata-kata bahwa ini hanya contoh jadi kalau ada yang jelek, nanti diperbaiki ketika cetak masal. weeehhh, gombal tuuh! Pokoknya contoh fisik harus sempurna & bagus sesuai kesepakatan, daripada ketika sudah cetak masal eh ternyata salah semua, waduuhhh.

Naaahhh ada lagi hal yang paling menyebalkan dari vendor-vendor undangan yang saya lihat, mereka sering sekali menyelesaikan order undangannya mepet dengan hari H, sudah mepet waktu hasilnya belum tentu benar, kadang ada salah disana & disini. Mungkin sengaja diselesaikan ketika menjelang hari H yaahhh supaya kalaupun ada salah-salah, konsumen agak maklum atau “terpaksa” menerima saja. Ini berdasarkan pengalaman pribadi & beberapa teman saya loooh. Payaaaahhhh.

Untuk mencegah hal ini, adabaiknya panitia pernikahan yang mengurusi undangan, secepatnya menyelesaikan diskusi desian dengan vendor undangan agar proses pencetakan masal dapat secepatnya dilaksanakan. Setahu saya, semua vendor undangan itu mencetak masal undangan ke perusahaan percetakan lain.Selain itu, sebaiknya jangan memilih vendor undangan di tempat yang jauh, apalagi beda kota. Selain biaya pengiriman yang membutuhkan biaya juga, sebaiknya ada panitia yang sesring mungkin datang ke kantor vendor undangan untuk “menekan” mereka agar dapat menyelesaikan order undangan kita sesuai kesepakatan. Awalnya saya tidak percaya bahwa sebagian vendor undangan sebegitu ngawur kerjanya sampai saya mengalami sendiri.

Undangan pernikahan saya sendiri hasilnya cukup memuaskan, namun sayang proses dari diterimanya contoh cetak fisik undangan sampai hasil cetak masal benar-benar tiba di rumah orang tua saya, dipenuhi dengan ketegangan & pakai acara marah-marah dengan vendor undangan yang dengan sangat menyesal telah saya & istri saya pilih pada waktu itu. Semoga tulisan ini bermanfaat & tidak ada yang salah memilih vendor undangan pernikahan :).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s