Eragon (2006)

Eragon 1

Film Eragon (2006) adalah film yang disandur dari novel laris karangan Christopher Paolini dengan judul yang sama, Eragon. Siapakah itu Eragon? Eragon (Edward Speleers) adalah seorang bocah desa pemberani yang tinggal di negara Alagaesia. Kehidupan Eragon berubah 180 derajat ketika ia menemukan sebutir telur naga. Eragon mendapatkan sebuah tanda misterius menempel di tangannya ketika ia berusaha untuk menyentuh telur naga pada saat telur naga tersebut akan menetas. Peristiwa ini langsung memberikan perasaan khusus kepada seluruh penunggang naga yang masih hidup sehingga mereka semua langsung mengetahui bahwa telah lahir seorang penunggang naga baru di wilayah Alagaesia. Naga yang baru menetas tersebut adalah seekor naga biru betina yang bernama Saphira. Saphira cepat sekali tumbuh besar, hanya dalam hitungan hari, Saphira sudah memiliki tubuh yang jauh lebih besar daripada Eragon.

Eragon 5

Eragon 16

Eragon 12

Galbatorix (John Malkovich) dan Brom (Jeremy Irons) adalah 2 mantan penunggang naga yang langsung merespons kelahiran penunggang naga baru tersebut dengan tujuan yang bertolak belakang. Galbatorix, raja Alagaesia yang jahat, langsung memburu Eragon dan Saphira untuk ditangkap atau dibunuh. Sementara itu Brom menghampiri Eragon untuk memandu Eragon agar dapat menjadi Eragon kelak dapat menjadi seorang penunggang naga yang handal.

Eragon 13 Eragon 6

Eragon dan Saphira saat ini sudah terikat. Apabila Eragon tewas, maka Saphira akan tewas. Eragon pun dapat melihat apa yang Saphira lihat, selain itu Eragon dan Saphira dapat berkomunikasi lewat telepati. Kemampuan sihir yang ada pada Saphira akan mengalir melalui Eragon asalkan Eragon memiliki tubuh dan mental yang kuat. Sebenarnya banyak sekali kemampuan-kemampuan lain yang dapat Eragon dan Saphira miliki sebagai pasangan naga dan penunggang naga, namun itu membutuhkan latihan yang panjang.

Brom bermaksud mengantarkan Eragon dan Saphira ke wilayah yang dikuasai Varden, pemberontak penentang raja Galbatorix. Di sana, Eragon & Saphira dapat memperoleh dukungan yang lebuh baik. Dalam perjalannya, mereka bertemu dengan Arya (Sienna Guillory), putri dari bangsa peri yang berusaha membebaskan Alagaesia dari kekuasaan Galbatorix. Sudah dapat ditebak, Arya dan Eragon saling suka dan jatuh cinta. Selain Arya, rombongan ini bertemu juga dengan Murtagh (Garrett Hedlun), putra seorang penghianat yang langsung memancing amarah petinggi Verdun begitu melihatnya. Ketika sudah tiba di Verdun pun, Eragon ternyata belum aman karena Galbatorix memerintahkan pasukannya menyerbu markas Verdun dengan dipimpin oleh Durza (Robert Carlyle), penyihir sakti yang merupakan tangan kanan Galbatorix.

Eragon 15 Eragon 14 Eragon 11 Eragon 8

Eragon 9

Eragon 7 Eragon 4 Eragon 3 Eragon 2

Eragon 10

Memang sulit merangkum perjalanan panjang Eragon yang dikisahkan dalam sebuah buku menjadi 1 film dengan durasi yang terbatas. Eragon (2006) memperoleh ulasan yang kurang bagus dari banyak kritikus. Namun bagi saya yang belum pernah sekalipun membaca versi bukunya, Eragon (2006) adalah jenis film from zero to hero yang bagus dan keren. Jalan ceritanya bagus meskipun banyak menggunakan nama daerah atau istilah aneh yang mungkin dijelaskan lebih lengkap pada bukunya. Akting para pemainnya pun lumayan ok meskipun tidak banyak nama terkenal mengisi daftar pemeran Eragon (2006). Dengan dukungan special effect yang mencukupi, Eragon (2006) pun berhasil menjadi salah satu film favorit saya dan layak mendapat nilai 5 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus Sekali”. Saya suka dengan adegan penjelajahan dan pertempuran di atas naga, ingin rasanya memiliki kawan seekor naga seperti Eragon :). Sayang sekuelnya tak kunjung diproduksi :(.

Sumber: www.alagaesia.com

Iklan

8 thoughts on “Eragon (2006)

  1. sepertinya sekuelnya memang tdk akan pernah dibuat, menilik film pertamanya yg rada jeblok dipasaran. pasalnya banyak penonton yg kecewa setelah menonton filmnya (termasuk saya), apalagi bagi yg sudah membaca novelnya. dr sudut pandang saya sih, karena karakter dr dalam novel (terutama protagonisnya) gagal disuguhkan, karena perubahan yg keterlaluan (hehe). padahal, tokoh itu faktor utama dlm sebuah kisah. sayang sekali….

    Suka

  2. special effect dan akting pemainnya memang bagus. tetapi saya (yg sudah membaca novelnya) kecewa setelah nonton filmnya kala itu. bbrp penggambaran tokohnya berbeda dr yg ada di novel, dan sayangnya justru tokoh protagonis. pdhl tokoh itu faktor utama sebuah cerita 🙂
    saya kira, sekuelnya ga bakalan ada scr film pertamanya kabarnya rada jeblok dipasaran.

    Suka

    • Mungkin akan lebih baik kalau film ini tidak dianggap sebagai versi film sebuah novel karena pasti akan ada perbandingan, yaah resiko si pembuat x__x. Eragon jilid 2 memang sudah pasti tidak akan dirilis.

      Suka

      • cuman mo bilang, itu film jg diangkat dr novel, mmg ga sama persis dg novel, tp penggambaran tokoh2nya bagus, sesuai dg yg digambarkan penulis novelnya 🙂

        Suka

      • Baik LOTR maupun Eragon terbilang sama-sama bagus bagi saya yang sama sekali belum pernah membaca novel kedua film tersebut hehehe. Saya lebih banyak baca komik daripada novel soalnya, sekalinya baca novel, novelnya Alfred Hitchcock, Agatha Christie dan Star Wars paling :’D. Resiko membuat film yg dibuat dari novel adalah pasti akan dibandingkan dengan novelnya dan dituntut untuk memiliki banyak kesamaan dengan novelnya. Menurut saya pembuat film Eragon gagal memuaskan pecinta novel Eragon. Popularitas karena menggunakan Eragon sebagai judul justru menjadi bumerang. Saya pribadi baru tahu bahwa Eragon ada novelnya ketika baru membuat tulisan di blog ini, jadi yaa pendapat di tulisan tersebut adalah pendapat dari orang awam yang belum membaca novelnya :).

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s