Outcast (2014)

imageBeberapa hari yang lalu saya menonton film produksi Cina, Kanada & Amerika yang berjudul Outcast (2014). Sebenarnya kalau dilihat dari judul, trailer dan poster, Outcast (2014) kurang menarik. Tapi kehadiran Nicolas Cage & Hayden Christensen, 2 nama yang relatif tak asing bagi saya, memberikan sedikit harapan bagi Outcast (2014), sepertinya boleh juga untuk ditonton.

Dikisahkan Jacob (Hayden Christensen) & Gallain (Nicolas Cage) ikut berperang pada perang salib di Timur Tengah. Jacob yang pada saat itu berperan sebagai pemimpin pasukan mengambil keputusan yang mengakibatkan timbulnya korban-korban tak berdosa. Keputusan Jacob tersebut memberikan trauma & perseteruan bagi Jacob & Gallain. Kedua kesatria ini pun berpisah dan mengambil jalan masing-masing.

imageimageBertahun-tahun kemudian, jauh di negeri Tiongkok, terjadi kudeta terselubung yang dilakukan oleh Shing (Andy Oh). Shing marah dan membunuh ayahnya, sang raja, karena tahta kerajaan bersama dengan segel kerajaan diwariskan kepada adik laki-laki Shing yang masih kecil. Sang pangeran kecil pun diburu oleh Shing dan ia hanya mendapat bantuan dari Lian (Yifei Liu), kakak perempuannya yang sekaligus merupakan adik Shing juga. Dibutakan oleh ambisi dan keserakahan, Shing melakukan berbagai cara untuk menangkap kedua adiknya tersebut.

imageimageDi tengah-tengah pelariannya, sang pangeran kecil dan tuan putri bertemu dengan Jacob yang akhirnya bersedia melindungi keduanya. Terdesak oleh kejaran pasukan Shing, Jacob terpaksa meminta bantuan Gallain yang sudah beralih profesi menjadi ketua sekelompok gerombolan bandit. Disini, Jacob dan Gallain kembali bertemu untuk bekerja sama.

imageimageimageimageimageSayang sekali saya tidak melihat chemistry diantara Jacob dan Gallain. “Dosa” kedua kesatria tersebut pun tidak nampak menyeramkan, kurang ditonjolkan. Alur cerita Outcast (2014) tergolong membosankan dan tidak ada gregetnya sama sekali, flat. Adegan perkelahian dan penyelesaian dari Outcast (2014) pun terkesan sangat biasa sekali. Sayang ya, padahal kan latar belakang Outcast (2014) adalah Tiongkok tempo dulu, kenapa tidak ada unsur kungfu di Outcast (2014)? Yang saya lihat hanyalah film aksi kebule-bulean yang mengambil latar negeri Tiongkok. Yahhh sorry to say, nampaknya Outcast (2014) hanya layak untuk mendapat nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”.

Sumber: http://www.arclightfilms.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s