Pengalaman Tinggal di Apartemen

Papan, sandang & pangan adalah kebutuhan primer manusia. Pada blog ini rasanya saya sering membahas pangan alias makanan dan minuman. Kali ini saya hendak membahas papan alias tempat tinggal, tempat tinggal yang saat ini saya tempati yaitu apartemen.

Tifolia 8

Gambar Salah Satu Apartemen di Jakarta Utara

Saya pribadi sementara ini lebih memilih untuk tinggal di apartemen bersubsidi atau rusunami karena saya masih berdua saja dengan istri, belum ada anak. Unit apartemen saya hanya berukuran 33 meter persegi, mungil yah :’D. Jadi pendapat saya mengenai apartemen di tulisan ini berdasarkan pengalaman saya tinggal di apartemen bersubsidi, bukan apartemen mewah ya. Di Jakarta banyak terdapat apartemen, mulai dari yang kelas lux sampai kelas sederhana seperti rusunami. Kelebihan tinggal di apartemen yang paling menonjol bagi keluarga saya adalah karena lokasinya yang dekat dengan berbagai fasilitas umum seperti akses jalan tol, pusat perbelanjaan, bioskop dan lain-lain. Namun entah kenapa sekarang ini banyak apartemen-apartemen yang dibangun nun jauh di sana, di pinggir kota, bahkan ada yang di pegunungan seperti Sentul, weleh-weleh. Kalau apartemen dibangun di Bekasi, kemungkinan fungsinya mirip seperti apartemen di tengah Jakarta, dekat keramaian, dekat tempat kerja pula. Di Bekasi sana banyak pabrik lohhh. Nah kalau apartemen yang dibangun di lokasi seperti Sentul, kemungkinan fungsinya seperti vila atau tempat liburan.

Selain karena istri saya senang memandang kota dari atas atau istilah kerennya city view, saya pribadi senang sekali dengan posisi apartemen saya karena dengan dekatnya jarak ke kantor, bukan karena alasan yang lain seperti tempat liburan dan wisata. Semakin cepat saya sampai rumah dan semakin siang saya bisa berangkat ke kantor, maka semakin banyak pula waktu saya bersama istri di apartemen, tidak tua di jalan, maklum Jabodetabek macetnya minta ampun.

Apapun fungsinya, unit apartemen biasanya memiliki luas yang mungil dibandingkan rumah. Tapi kalau keluarga kita masih mungil juga, luas unit apartemen yang mungil tersebut akan terasa cukup efisien. Luas yang harus dibersihkan otomatis kecil juga, tidak perlu bantuan pembantu rumah tangga. Kalaupun kita tidak sempat bersih-bersih, kita dapat membayar mas-mas atau mba-mba cleaning service untuk membersihkan unit kita di pagi dan sore hari. Di apartemen semua ada dan serba instan bin cepat asalkan ada fulus :P.

Mau makan? Selain laundry, supermarket, kantor travel, kantor ormas dan supermarket, di lantai bawah atau di pelataran apartemen biasanya bertebaran warung makan, mulai dari yang tidak punya nama sampai franchise ternama. Kalau malas keluar, tenaaang saja, kan ada layanan cathering & delivery order. Hampir setiap hari saya bertemu dengan pengantar KFC, Pizza Hut dan kawan-kawan di lift apartemen :P.

Tidak hanya sebatas pesan makan dan bersih-bersih saja, kalau ada AC rusak atau pipa rusak pun penghuni apartemen bisa langsung angkat telefon saja dan akan ada petugas datang memperbaiki. Tapi memang terkadang, petugas yang terlibat dalam layanan-layanan tersebut meminta tip meskipun tidak secara terang-terangan, yaaah macam di hotel saja mungkin. Masalahnya memang banyak juga unit apartemen yang disewakan mingguan atau harian, nah penghuni-penghuni mingguan/harian ini yang sering merusak kebiasaan petugas-petugas tersebut. Karena penghuni temporer ini terkadang merasa bahwa apartemen sama dengan hotel mungkin, jadi apa-apa langsung kasih tip, tip lagi, tip lagi kepada petugas yang datang walaupun sudah membayar ke pihak manajemen dari petugas tersebut :'(. “Situ uenak ae duite akeh & ga tinggal di sini tahunan, lha aku piye jal???”.

Masalah tip ini terjadi pula dalam hal parkiran apartemen yang terkenal ruwet. Saya akui mencari parkir di area apartemen itu susah untuk jam-jam tertentu, maka saya tidak keberatan memberikan tip kepada petugas parkir yang menolong saya, bukan oknum satpam yang hanya “nongkrong” sambil “awey-awey” kemudian menghampiri “sok-sok ngajak ngobrol gak penting blasss” yang secara halus artinya mau bilang “bagi tip duong bos” :’P, bah!

Mencari parkir di apartemen saya yang hanya 3 tower itu saja sudah cukup susah, entahlah bagaimana nasib kawan-kawan yang tinggal di apartemen dengan lebih dari 3 tower seperti superblock apartemen kalibata. Pada jam-jam tertentu, teman saya yang tinggal di sana membutuhkan sekitar 45 menit untuk parkir sampai tuntas atau untuk keluar dari area parkir apartemen menggunakan mobil. Andaikan 1 unit apartemen hanya diperbolehkan membawa 1 kendaraan, masalah ini tidak akan terjadi. Saya lihat sendiri ada 1 unit mungil berisikan 3 orang dan masing-masing orang pulang pergi mengunakan mobil. Selain 3 mobil tersebut mereka memiliki 1 motor dan 1 mobil lagi, waduh mau buka showroom apa?

Saya sendiri lebih sering naik angkot atau bus. Selain murah, banyak angkot atau bus melewati depan apartemen :). Tapi saya agak segan kalau naik ojeg atau bajaj dari depan apartemen, harganya relatif tinggi dan tidak mau ditawar. Berbeda kalau kalau abang ojeg atau bajaj melihat saya keluar dari jalan di seberang apartemen, harganya relatif lebih bisa ditawar :P.

Sayang sekali harga apartemen sekarang tidak bisa ditawar seperti tarif bajaj atau ojeg :P. Harga apartemen baru terus naik tapi terkadang sulit dijual, tergantung lokasi dan faktor-faktor lain. Mungkin karena status apartemen adalah Strata Tile? Sebenarnya Strata Tile sejajar dengan SHM. Karena statusnya yang sejajar, sertifikat Stratra Tile bisa dijadikan sebagai jaminan usaha juga lhooo. Sertifikat Strata Tile menjelaskan kepemilikan unit lengkap dengan panjang, lebar, batas utara, batas timur, batas barat, batas selatan, di bawah ada apa dan di atas ada apa. Bagimana dengan tanah, lift, koridor dan fasilitas umum yang ada di area apartemen? Dimiliki bersama oleh semua pemilik unit apartemen yang pengaturan dan pengelolaannya dilakukan oleh Perhimpunan Penghuni.

Perhimpunan Penghuni biasanya menjadi wadah yang mengatur kepentingan  penghuni termasuk asuransi. Undang-Undang No. 16 tahun 1985 dan Peraturan Pemerintah No. 4 tahun 1988 memang mewajibkan Perhimpunan Penghuni untuk mengasuransikan apartemen. Biasanya biaya asuransi ini diambil dari iuran bulanan. Setahu saya, iuran bulanan yang dimaksud biasa disebut service fee. Service fee wajib dibayar per bulan dan per meter persegi dari unit yang dimiliki.

Selain service fee, terdapat pula biaya listrik dan air. Jangan harap harga listrik dan air sama seperti harga PLN dan PAM. Masing-masing apartemen memiliki peraturan dan tarif yang berbeda terkait hal ini, namun biasanya harga listrik dan air di apartemen lebih mahal daripada harga listrik dan air di rumah.

Saya sendiri berencana untuk pindah ke pilihan tempat tinggal yang berbentuk rumah ketika keluarga kecil saya sudah bertambah besar. Kalau saya sudah pindah nanti, unit apartemen saya akan saya sewakan saja entah bulanan atau mingguan, yang pasti tidak harian apalagi jam-jam-an, saya tidak ingin unit apartemen saya dipergunakan untuk hal-hal yang negatif. Masalahnya sekarang saja saya sering mendapat selebaran iklan pijat diselipkan lewat bagian bawah pintu depan unit saya. Iklan tersebut berisikan layanan pijat siap dipanggil 24 jam oleh wanita/pria muda dan menarik. Ada pijat erotik, vitalitas dan lain-lain. Wah-wah, kok agak “menjurus” begini iklannya? Terkadang pelaku penyebar iklan seperti ini kena “grebek” warga apartemen karena meresahkan, tapi sayang mati 1 tumbuh 1000, iklan seperti ini tidak berhenti beredar. Mungkin karena ada penghuni yang menjadi konsumennya ya?

Saya sendiri tidak terlalu tahu siapa saja tetangga saya yang doyan pijit-pijitan karena lingkungan apartemen memang relatif lebih individualistis dibandingkan lingkungan perumahan. Tetangga sebelah rumah saya saja tidak pernah membalas senyum saya, apalagi bisa saling kenal. Hal ini dialami pula oleh teman saya yang tinggal di apartemen sebelah. Kalaupun bertemu di bus atau jalan, yaa pasti tidak akan saling sapa.

Hal inilah yang menyebabkan PP atau Perhimpunan Penghuni sering dikuasai oleh pihak pengembang. Kepengurusan PP terkadang diputuskan melalui voting, lha kalau sesama penghuni cuek semua ya hampir dipastikan pihak pengembang akan menang. Ada pengembang yang nakal, ada pula pengembang yang baik-baik saja. Saya dengar ada apartemen-apartemen yang penghuninya demo dikarenakan keputusan PP yang dianggap “memeras” dan mencampuri kehidupan sehari-hari penghuni. Beruntung hal tersebut tidak terjadi di apartemen tempat saya tinggal. Ada baiknya kita menyelidiki terlebih dahulu pihak pengembang apartemen kepada orang estimator bank, biasanya mereka mengetahui apakah pengembang tersebut bermasalah atau tidak.

Demikian sekelumit pengalaman saya selama saya tinggal di sebuah apartemen murah meriah yang terletak di Jakarta Pusat. Semoga bermanfaat bagi rekan-rekan yang berniat untuk membeli atau menyewa apartemen.

Iklan

15 thoughts on “Pengalaman Tinggal di Apartemen

    • Masuk Jakarta Pusat pokoke :). Service fee 300rb/bln. Misal tidak ada pemakaian air dan listrik, tetep kena biaya abodemen. Selama apartemen kosong, tagihan bulanan total jadi 500rb-an. Kalau saya pakai, tagihan bulanannya jadi 600rb-an. Kebetulan pembelian dilakukan dulu sekali ketika apartemen masih dalam tahap perencanaan jadi harganya relatif murah, di bawah 300jt. Sekarang kalau saya lihat di rumah123 harganya sekitar 600jt mungkin. Apartemen kalibata juga kenaikannya lumayan yahud. Tapi ada beberapa apartemen juga yang kenaikannya kurang bagus, biasanya yang bermasalah atau lokasinya kurang strategis.

      Suka

  1. Hai mas, mau tanya mas.. Aku rencana mau ngutang buat beli Callia (sebelahnya Tifolia), harganya yahud (bikin puyeng) tp saya suka krn bagus bgt bangunannya. Nah, masalahnya mas, saya khawatir nantinya bakalan ada Perhimpunan Penghuni (yg bukan dipegang Developernya) nggak ya? Karena kalau saya lihat kok semakin mahal unitnya, semakin individualis (krn semakin tajir) penghuninya ya… Menurut mas gimana? Pertimbangan saya mau beli itu krn suka dgn gedungnya yg bersih,nyaman, terlihat kokoh (wah), dan saya udh capek ngekos (pgn punya tempatku sndiri). Makasih mas buat jawabannya… Semisal mas ada info ttg Perhimpunan Penghuni atau Asosiasi apartemen bisa email saya mas di bow.ni.rizm@gmail.com. Kebetulan sy masih single mas, jd sy sangat butuh info yg memadai krn tabungan mau dihabisin buat beli unit ini 😦

    Suka

    • Menghabiskan tabungan buat beli apartemen? Waduh, kalau bisa jangan kecuali kalau sudah punya rumah atau tanah. Bagaimanapun juga, biaya maintenance apartemen relatif lebih mahal dibandingkan rumah. Kalaupun hendak disewakan, biaya bulanannya lumayan gede padahal margin untungnya ga jauh beda dari rumah. Saya sendiri memiliki apartemen setelah memiliki rumah. Kebetulan famili saya juga ada yg punya unit di Tifolia, sejauh ini belum ada yg namanya perhimpunan penghuni oleh penghuni sendiri karena penghuni tetapnya blm banyak. Setahu saya, yang namanya apartemen itu penghuni tetapnya tidak banyak, mayoritas hanya sewa jadi berganti-ganti. Kalau tidak salah, setelah 5 atau 6 tahun, perhimpunan penghuni diserahkan kepada penghuni, itu aturannya. Tapi kalau rapat perhimpunan penghuni saja si penghuni malas semua yaaa paling bisa jadi yang mengurus tetap vendornya developer. Setahu saya malah ada penghuni yang prefer perhimpunan dikelola oleh penghuni sendiri, mirip dengan beberapa cluster perumahan di serpong, yg ngurus security dll adalah beberapa penghuni yang ditunjuk. Apartemen saya yang di Menteng pun masih dipegang oleh vendor2nya developer wlo sudah lama berdiri. Saya sendiri tidak aktif di perhimpunan penghuni, begitupula teman-teman kuliah dan kantor saya yang tinggal di tower sebelah, tidak sempat hehehehe.

      Suka

      • Awalnya marketing blg plg mentok 700 1BR unfurnish, furnish nambah 60jt yg kt dia udh bagus bgt. Eeh lalu hari kemarin sy dipatok harga 1BR 800 unfurnish, furnishnya trs jd 90 mas. Pedih rasanya di-php… Hiks

        Suka

      • Setahu saya, furnish untuk ukuran 36m2 bisa abis 40-60 tergantung mau yg merk apa. Kalau mau yg bagus dengan harga yg tidak terlalu mahal sebaiknya milih sendiri tidak langsung bli dari vendor furniture yg pameran di dkt apartemen. Calia sendiri ukuran unitnya kayaknya lebih besar dari 36m2 ya, mungkin agak sedikit lebih mahal.

        Suka

      • Ooo… Boleh minta saran nggak mas? Kalau menempati apartemen kan msh bayar biaya2 bulanan ya (ipl/maintenance, asuransi, air&listrik) itu bisa sampai berapa ya mas (utk 1BR 43m)…? Trus, air&listrik itu di apartemen non subsidi tarifnya bisa dibikin sndiri ya mas sama developer? (Bisa dicharge tarif premium?) Makasih mas… Sy gajinya cuma skitar 5jutaan soalnya mas, fiuh~~<

        Suka

      • Kayaknya agak mepet ya. Biasanya yg harus dibayar adalah service fee dihitung per meter persegi, tarif listrik dan tarif air. Nah abodemen taruf air dan listrik ditentukan oleh developer sebagai pengurus. Kalau sudah diurus oleh perhimpunan penghuni, perhimpunan penghunilah yg menentukan. Sebagai ilustrasi, biaya bulanan apartemen bersubsidi seluas 36 m2 di JakPus adalah sekitar 400rb – 500rb belum termasuk parkir langganan. Itu kalau keadaan apartemennya kosong, kalau isi habisnya bisa 500-600rb, biaya abodemennya memang tinggi, mirip seperti kalau sebulan diisi orang x__x. Kalau apartemen non subsidi seperti Calia sepertinya memiliki tarif di atas itu.

        Suka

  2. Saya dan suami Tinggal diapartemen ini baru 3 bulanan,sewa selama 1 tahun tapi jujur tempatnya kurang nyaman karna berisik dan kaca atau pun tembok sepertinya tembus suara..sering kebangun pas lagi tidur gara-gara bunyi klakson mobil besar yang lewat dijalan depan dan kalau seberang lagi ada live musik buseet suara kenceng sampai ke unit saya dan itu menganggu sekali…sampai suara motor dibawah saja masih tembus..kadang bangun tidur muka kucel karna kondisi tidur yang terganggu dan tidak nyenyak..mungkin karna kondisi gedung yang sangat dekat dengan jalanan dan ditambah lagi jalanan utama jadi yaa begitulah yaa…dan gedung banyak yang rembes jujur bikin ngeri hahaha
    Fasilitas disana juga gak lengkap..kantin cuma ada 1 itu aja untuk rasa kurang dan fasilitas lain cuma ada indomart..intinya susah cari makanan haha✌
    Tapi untuk lokasi saya akuin sangat strategis dekat dengan fasilitas umum,apalagi mau ada LRT (mungkin itu kelebihannya)deket rumah sakit,mall (meskipun harus nyebrang)
    Managenent juga suka susah dimengerti..kadang tagihan listrik jatuh tempo tanggal 10 tapi ditagihnya ditanggal 20 bulan yang sama suka heran hahaha

    Begitulah kurang lebih
    Thank you

    Suka

    • Suara berisik dari kendaraan bermotor dan sebagainya biasanya akan terasa di unit yang lantainya lantai bawah. Saya pernah di lantai 22 dan 31, tidak ada suara berisik tapi ya memang agak ngeri kalau ada apa-apa ya. Kalau soal rembesan bocor dari atas, nah biasanya alur pipa setiap Apartemen dibuat perbeberapa lantai. Kalau dibuat per 4 lantai sedangkan lantai paling atasnya adalag lantai 31, maka usahakan menyewa unit di lantai 31, 17, 13, … untuk meminimalisir terkena bocor rembesan dari atas. Keterangan ini bisa diperoleh dari agen atau orang engineering yang biasa bertapa di basement hehehe. Kalau mau Apartemen dengan fasilitas kantin lengkap, coba pilih Apartemen yang diplankan sebagai superblock dengan tower lebih dari 3. Tapi resikonya ya lebih rumit cari parkirnya dan ada kemungkinan tarif parkir bulanannya agak mahal serta penuh aturan. Yaaah memilih Apartemen memang susah-susah gampang. Banyak pro and cons. :’D

      Suka

      • Gan saya lantai 29 haha…tapi jujur fasilitas yang saya suka disini lift..karna liftnya gak pernah tunggu lama,jadi gak terlalu sakit hati tunggu liftnya

        Suka

      • lantai 29 masih berisik? apa bahan temboknya kurang bisa meredam ya hohoho. Saya pernah tinggal di lantai 22 sebuah Apartemen di perempatan yang ada flyover dan underpass nya, biang macet di workdays. weekend saja sepinya. depannya persis ada restoran besar yang ramai. Itu ga berisik. x_x. beda-beda siy ya.

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s