Cemilan Malam Ala Kedai Ketan Susu & Wedang Ronde Mbok Ne An Cuk

Mbok Ne An Cuk 1

Di sekitar rumah orang tua saya terdapat sebuah kedai yang bukanya di malam hari dan terlihat penuh. Awalnya saya kira itu kucingan, setelah saya coba ke sana, eh ternyata tempat tersebut adalah kedai ketan susu & wedang ronde yang namanya agak aneh bagi saya, Mbok Ne An Cuk (mbok’ne-an-cuk) yang merupakan kepanjangan dari Mbok’ ne, anak, cucu.

Meskipun mungil dan semi kaki lima, Mbok Ne An Cuk terbilang bersih dan nyaman. Setahu saya, kedai yang baru berdiri pada 2013 lalu ini sudah dapat ditemui di:

  1. Jl. Radin Inten II (Depan Buaran Plaza), JakTim.
  2. Jl. Kalimalang Raya F/18 (Samping PHD), JakTim.
  3. Jl. Fatmawati 168, Jaksel.
Mbok Ne An Cuk 2

Bagian Luar Mbok Ne An Cuk

Mbok Ne An Cuk 3

Bagian Dalam Mbok Ne An Cuk

Mbok Ne An Cuk 4

Ruang AC

Saya lihat lokasi dan bentuk kedai yang welcome, berhasil membuat banyak ABG betah berlama-lama di Mbok Ne An Cuk. Selain itu, hidangan utama yang Mbok Ne An Cuk sajikan bukan ketan susu biasa. Ketan yang lengket dan lembut disajikan di atas wajan kecil yang berfungsi sebagai piring. Kemudian bagian atasnya dilumuri aneka topping mulai dari yang manis sampai yang asin sesuai pilihan kita seperti duren, srikaya, keju cokelat, abon, serundeng, sosis, nangka, telur kornet keju, sosis keju dan lain-lain. Dari berbagai varian rasa topping tadi, saya relatif lebih suka dengan topping srikaya yang berwarna kehijauan, saya suka dengan rasa manis dan aroma srikayanya.

Mbok Ne An Cuk 5

Ketan Susu Coklat Keju dengan Kuah Susu

Mbok Ne An Cuk 7

Ketan Susu Srikaya tanpa Kuah Susu

Sebagai tambahan, kita dapat memilih untuk ditambahkan kuah susu atau tidak. Berhubung tidak terlalu suka manis, saya pribadi lebih memilih untuk tidak menambahkan kuah susu kalau saya memilih topping yang manis seperti coklat keju, srikaya, duren dan lain-lain, terlalu manis nantinya.

Varian topping pada ketan susu memang menarik dan berhasil mengubah ketan susu dari cemilan jadul menjadi cemilan masa kini. Kalau soal paduan rasa ketan susu secara keselurusan, saya tidak melihat sesuatu yang menonjol, rasanya yaaa lumayan ok laaah.

Tidak hanya ketan susu, Mbok Ne An Cuk juga menyajikan hidangan lain seperti wedang ronde. Wedang ronde nya terasa lebih pedas dan hangat daripada wedang ronde yang biasa istri saya santap di Solo, mungkin jahenya lebih banyak, cocok untuk disantap di malam yang dingin :).

Mbok Ne An Cuk 6

Wedang Ronde

Secara keseluruhan, Mbok Ne An Cuk pantas untuk memdapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Tempatnya pas untuk dijadikan tempat kumpul-kumpul bersama teman-teman :).

Gurih Sedap Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana

Kebon Kacang Maulana 1

Nasi uduk adalah hidangan tradisional Indonesia yang sampai saat ini dapat kita jumpai dengan mudah. Dari beberapa restoran nasi uduk yang pernah saya jumpai, Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana merupakan salah satu restoran nasi uduk yang saya lihat cukup ramai dan lokasinya tidak jauh dari rumah saya. Sepengetahuan saya, Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana dapat ditemui di:

  1. Jalan Pemuda No.03 (depan UNJ & Lab School), Pulo Gadung, Jakarta Timur, Telp. (021) 4716415.
  2. Jalan Raya Jatiwaringin, Jakarta Timur.

Berhubung Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana menggunakan pola frachise jadi terkadang ada perubahan dan penambahan cabang dalam waktu yang terbilang cepat, saya kurang tahu ada di mana lagi cabang Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana. Yang pasti, sejak dulu sampai sekarang saya selalu makan di Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana yang terletak di depan UNJ, dekat dengan rumah dan mantan kampus saya dulu ;).

Nasi uduk yang Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana sajikan, dhidangkan di atas daun. Rasanya memang gurih dan mantab, namun sayang porsinya kecil sekali, keponakan saya saya saja mampu menghabiskan 3 piring nasi uduk @__@.

Kebon Kacang Maulana 2

Nasi Uduk

Di samping seporsi nasi uduk yang kecil, tak lupa Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana menyajikan pula sepisin sambal khusus yang merupakan ciri khas Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana. Sambal tersebut terdiri dari sambal kacang berwarna kecoklatan dan sambal cabe berwarna kemerahan. Tak lupa sambal tersebut dilengkapi oleh sedikit kecap dan taburan bawang goreng, rasanya manis-manis pedas dan memiiliki aroma kacang yang sedap :).

Kebon Kacang Maulana 3

Sambal

Nasi uduk beserta sambalnya, tentunya kurang pas kalau hanya berdua saja masuk ke mulut kita. Di Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana, terdapat aneka lauk pendamping nasi uduk seperti ayam goreng, udang goreng, tahu, tempe, ati, ampela, semur jengkol, sayur asem dan lain-lain. Istri saya sangat suka dengan udang goreng-nya karena kesegaran udang yang dipergunakan dan rasa udang yang khas cocok juga bila disantap dengan nasi uduk dan sambalnya. Saya sendiri biasanya memilih lauk sejuta umat, ayam goreng :). Ayam goreng yang digunakan Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana adalah ayam pejantan, tapi dagingnya tetap empuk dan terasa sangat enak ketika dipadukan dengan nasi uduk dan sambalnya.

Kebon Kacang Maulana 4

Ayam Goreng & Udang Goreng

Semua lauk di atas sebenarnya tidak terlalu spesial kalau dimakan sendirian tanpa nasi uduk dan sambalnya. Menurut saya kekuatan utama Nasi Uduk Kebon Kacang A. Maulana adalah di sambalnya. Statusnya memang hanya pendamping, tapi paduan rasa yang sambal tersebut bantu tampilkan, jarang saya temui di restoran nasi uduk lainnya.

Saya lihat memang banyak restoran yang menggunakan nama nasi uduk kebon sirih dan setahu saya Nasi Uduk Kebon Sirih A. Maulana memang bukanlah yang pertama menggunakan nama tersebut. Terlepas dari keaslian nama nasi uduk kebon kacang yang dipergunakan, saya rasa restoran yang didirikan oleh keluarga Agung Maulana pada 2007 ini layak untuk mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.

Dying of the Light (2014)

Dying Light 1

Dying of the Light (2014) adalah film bergenre thriller yang mengisahkan mengenai perburuan seorang musuh lama oleh Evan Lake (Nicolas Cage), seorang mantan agen lapangan CIA. Ketika masih muda dulu, Evan sempat ditangkap dan disiksa oleh Muhammad Banir (Alexander Karim). Beruntung bala bantuan yang datang berhasil membebaskan Evan dan membunuh Banir.

Ketika Evan sudah menua dan sudah tidak bekerja lagi di lapangan, Evan mendapatkan informasi yang mengindikasikan bahwa sebenarnya Banir masih hidup, namun saat ini Banir sedang sakit parah. Kesempatan ini Evan gunakan untuk memburu Banir meskipun ia tidak mendapatkan restu dari CIA.

Dying Light 7

DYING OF THE LIGHT

Evan tidak sendirian, ia didampingi oleh seorang agen muda, Milton Schultz (Anton Yelchin). Keduanya berangkat ke Eropa Timur dan Afrika untuk memburu seorang musuh tua yang sedang sakit.

Dying Light 4

Dying Light 3

D02_0271.NEF

Awalnya saya pikir kisah perburuan ini akan seru, sayang ternyata kisah perburuan ini ternyata relatif sederhana dan terlihat mudah. Walaupun Evan sudah tua, pikun dan sering mengalami tremor tangan, musuh utama yang Evan hadapi sudah sakit tergelatak tak berdaya. Jiaaaaah, payah, kurang seru, tidak ada greget dan tidak ada faktor X yang mengejutkan. Ketika saya menonton bagian akhir Dying of the Light (2014), saya hanya dapat berkomentar “gini aja nih?”.

Dying Light 2

Dying Light 8

Dying Light 9

Dying of the Light (2014) hanya dapat memperoleh nilai 2 dari skalam maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”. Untunglah saya tidak menontonnya di bioskop. Sayang sekali aktor papan atas pemenan Academy Awards seperti Nicolas Cage akhir-akhir ini turun derajat bermain di film-film kelas B yang sering mendapat nilai 2 dari saya :(.

Kidnapping Mr. Heineken (2014)

Kidnapping Heineken 1

Mendengar judul Kidnapping Mr. Heineken (2014) mengingatkan saya pada merk minuman keras berwarna hijau, Heineken. Film ini sendiri tidak berbicara mengenai lomba minum bir atau bisnis bir, melainkan peristiwa penculikan CEO dari perusahaan minuman keras Heineken, Freddy Heineken (Anthony Hopkins) yang memang benar-benar terjadi di Belanda pada tahun 80-an. Peristiwa ini menjadi populer pada masanya karena besarnya tebusan yang dibayarkan dan tingginya posisi dari orang yang berhasil diculik.

Penculikan Heineken dilakukan oleh 5 sahabat yang gagal menjalani bisnis halal dan beralih ke bisnis kriminal. Kelima sahabat tersebut adalah Willem Holleeder (Sam Worthington), Cor van Hout (Jim Sturgess), Jan Boellaard (Ryan Kwanten), Martin Erkamps (Thomas Cocquerel) & Frans Meijer (Mark van Eeuwen). Aksi mereka disetarakan dengan aksi teroris internasional padahal mereka hanyalah penjahat kelas teri pada saat itu.

Kidnapping Heineken 9

Kidnapping Heineken 2

Film-film yang mengambil tema penculikan biasanya mengisahkan penculikan dari sisi polisi atau si korban. Kalau pun dari sisi si penculik, biasanya dikisahkan bahwa orang yang diculik itu jahat atau si penculik itu memiliki alasan yang baik atau sangat terpaksa. Saya tidak melihat itu semua pada Kidnapping Mr. Heineken (2014). Kidnapping Mr. Heineken (2014) seolah-olah hanya memperlihatkan sejarah peristiwa penculikan dari sisi si penculik dan orang yang diculik tanpa ada sesuatu yang spesial, semua terasa hambar dan datar.

Kidnapping Heineken 10

Kidnapping Heineken 5

Kidnapping Heineken 8

Kidnapping Heineken 7

Kidnapping Heineken 6

Kidnapping Heineken 11

Kidnapping Heineken 4

Kidnapping Heineken 3

Sorry to say tapi Mr. Heineken dan kawan-kawan hanya layak untuk mendapat nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”. Beruntung saya tidak menonton Kidnapping Mr. Heineken (2014) di bioskop. Kalaupun ditayangkan di TV, Kidnapping Mr. Heineken (2014) paling cocok kalau ditayangkan di History Channel, bukan Fox atau HBO.

Sumber: http://www.beckerfilmgroup.com/kidnapping-mr-heineken/

Divergent (2014)

Divergent 1

Sebenarnya saya tergolong telat menonton Divergent (2014). Film ini sudah hadir sejak tahun lalu tapi saya baru sempat menontonnya kemarin di TV ketika sedang mudik ke rumah orang tua saya. Well, late is better than never ;).

Apakah Divergent (2014) itu? Judulnya agak asing di telinga saya. Divergent (2015) meeupakan film yang diadaptasi dari novel best seller karangan Veronica Roth dengan judul yang sama. Dikisahkan bahwa setelah sebuah perang terjadi, masyarakat di sebuah kota yang merupakan gambaran masa depan dari Chicago, dipecah ke dalam 5 fraksi berdasarkan sifat dasar manusia yaitu Abnegation (suka memberi), Amity (cinta damai), Candor (jujur), Dauntless (pemberani) dan Erudites (pintar). Anak-anak muda yang telah menginjak usia 16 tahun harus mengikuti sebuah tes yang akan menunjukkan di fraksi manakah sebaiknya ia bergabung. Setelah tes tersebut, mereka harus memilih untuk bergabung ke fraksi yang mana. Masing-masing fraksi memiliki tes inagurasi bagi para anggota baru. Siapapun yang gagal dari inagurasi tersebut akan tinggal di jalanan dan menjadi fractionless.

Divergent 9

Hasil tes yang telah dilaksanakan pada awal proses ini diharapkan mampu membantu para anak muda tersebut untuk memilih fraksi yang pas dengan hati nuraninya dan tidak gagal dalam proses inagurasi. Hal ini mudah saja bagi para anak muda yang memperoleh hasil tes yang meyakinkan. Namun bagaimana bila hasil tes menunjukkan bahwa ia pantas untuk menjadi Dauntless, Erudites dan Abnegation? Hal inilah yang dialami oleh Beatrice “Tris” Prior (Shailene Woodley). Hasil tes yang Tris dapatkan tersebut menunjukkan bahwa Tris adalah seorang Divergent. Ia memutuskan untuk merahasiakan hal ini dan memilih untuk bergabung dengan fraksi Dauntless sebab Divergent dianggap sebagai orang-orang berbahaya yang dapat merusak tatanan masyarakat yang saat ini sedang berjalan.

Sebelum resmi menjadi seorang Dauntless, Tris harus lolos dari tes inagurasi Dauntless yang keras. Tidak hanya harus lolos inagurasi, Tris harus berusaha agar identitas rahasianya sebagai Divergent tidak terungkap karena ternyata setiap penduduk yang terdeteksi sebagai Divergent akan ditangkap dan dihukum. Beruntung di sana Tris bertemu Tobias “Four” Eaton (Theo James), instruktur Dauntless yang misterius. Four bersedia membantu Tris karena mereka berdua ternyata memiliki banyak kesamaan.

DIVERGENT

Divergent 7

Divergent 3

Divergent 6

DIVERGENT

Divergent 2

Belakangan Tris dan Four mencium gelagat mencurigakan dari fraksi Erudites yang dipimpin oleh Jeanine Matthews (Kate Winslet). Erudites memang sedang berusaha menggulingkan kekuasaan yang saat ini dipegang oleh Abnegation, fraksi dari kedua orang tua Tris. Fraksi Erudites pulalah yang paling keras menyerukan hukuman bagi setiap Divergent yang hidup. Apakah rencana Erudites yang sebenarnya? Silahkan tonton Divergent (2014) untuk memperoleh jawabannya :).

Divergent 10

Saya menikmati jalan cerita Divergent (2014), usaha Tris untuk lulus inagurasi Dauntless sekaligus menyembunyikan identitasnya sebagai seorang Divergent, Divergent memiliki beberapa kelebihan lhoo. Ketika Erudites melancarkan aksinya, cerita agak sedikit hambar, syukurlah Divergent (2014) diakhiri dengan aksi yang cerdas :).

Melihat Divergent (2014) mengingatkan saya kepada Hunger Games (2012). Mungkin karena latar belakangnya yang sama-sama menggunakan alam & kota Amerika yang mirip seperti sekarang tapi ada sedikit atribut tambahan yang tak terlalu mencolok atau menonjol sekali, atribut tambahan yang cukup menunjukkan bahwa kejadian pada film tersebut terjadi pada suatu waktu di masa depan. Selain itu, baik Divergent (2014) maupun Hunger Games (2012) memiliki seorang wanita sebagai tokoh utamanya. Kedua tokoh utama tersebut memiliki sifat yang mirip, sama-sama kalem tapi pemberani. Keduanya juga sama-sama berawal dari bukan siapa-siapa, kemudian menjadi seseorang yang dikenal dan memiliki kelebihan.

Divergent 8

Tapi kalau boleh memilih, saya lebih suka Divergent (2014) ketimbang Hunger Games (2012) walaupun Hunger Games (2012) lebih dahulu hadir sehingga Divergent (2014) nampak kurang original. Secara keseluruhan, rasanya Divergent (2014) layak untuk mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Sudah pasti saya akan menonton kelanjutan Divergent (2014), yaitu Insurgent (2015) yang konon akan hadir akhir bulan ini ;).

Sumber: divergentthemovie.com

Draft Day (2014)

Draft Day 1

Begitu melihat poster Draft Day (2014), saya kira saya akan disuguhkan film yang mengisahkan bagaimana sekelompok tim American football bertanding demi meraih kemenangan seperti yang ditunjukkan pada The Replacements (2000) atau Remember The Titans (2000) atau The Longest Yard (2005). Dugaan saya meleset, Draft Day (2014) adalah film drama olahraga, bukan action olahraga. Draft Day (2014) mengambil sepenggal kisah yang unik dari sebuah proses kompetisi NFL, kompetisi olahraga American football profesional terbesar di Amerika Serikat.

Awalnya saya agak bingung ketika menonton Draft Day (2014) karena saya belum tahu apa itu draft? Menonton pertandingan NFL saja jarang. Neskipun American football sangat populer di Amerika sana, olahraga tersebut tidak populer di negara tanah air saya, Indonesia. Seharusnya Draft Day (2014) memberikan prolog yang lebih lengkap di awal film, memangnya yang menonton orang Amerika semua? Memangnya kompetisi NFL populer sampai ke seluruh dunia? Masih kalah populer laaaah kalau dibandingkan dengan Piala Dunia, Liga Champion, Liga Italia, Olimpiade atau kompetisi NBA.

Setelah menonton Draft Day (2014) saya akhirnya tahu tata cara draft NFL seperti apa. Setiap tahun semua tim yang mengikuti kompetisi NFL diperbolehkan merekrut 7 orang pemain American football kuliahan melalui sebuah sidang besar yang disebut NFL Draft. Perekrutan dilakukan satu per satu. Tim pertama berhak memilih 1 pemain, kemudian setelah itu tim kedua memilih pemain lain yang belum dipilih oleh tim pertama. Proses ini berputar dan berulang sampai 7 kali sampai semua tim memiliki 7 pemain muda baru. Setiap tim memiliki pilihan pertama, kedua, ketiga sampai ketujuh. Urutan pemilihan pemain dan urutan kesempatan memilih pemain ini dapat diubah, ditukar dan dinegosiasikan dengan kesepakatan-kesepakan tertentu diantara tim-tim yang terlibat. NFL Draft sangat berpengaruh bagi masa depan para anak muda yang bermimpi untuk bermain di kompetisi NFL karena setiap orang hanya diperbolehkan mengikuti draft sekali.

Draft Day 2

Pada Draft Day (2014) dikisahkan bahwa tim Seattle Seahawks mendapatkan urutan pertama untuk memilih pemain baru pada NFL Draft 2014. Kemungkinan besar Seattle Seahawks akan memilih Bo Callahan (Josh Pence), pemain quarterback yang tampil gemilang pada kejuaraan Piala Heisman. Pemilik Cleveland Browns, Anthony Molina (Frank Langella), menganggap Browns tidak memiliki quarterback yang bagus dan dalam kondisi fit. Molina meminta Sonny Weaver (Kevin Costner), General Manager Brown, untuk membuat kesepakatan dengan Seahawks untuk mendapatkan urutan pertama dalam pemilihan pemain sehingga Browns mendapatkan Bo Callahan.

DRAFT DAY

 Draft Day 5

DRAFT DAY

Draft Day 4

Draft Day 7

Harga yang harus Browns bayar untuk mendapatkan urutan pertama tersebut terbilang mahal karena Seahawks meminta jatah pilihan pemain pertama Browns untuk draft tahun 2015, 2016 dan 2017. Sonny sendiri sebenarnya masih meragukan apakah Bo merupakan pemain yang tebat bagi Browns, ia pun masih ragu dan tak segan untuk melakukan negosiasi-negosiasi dengan para General Manager tim NFL lainnya sampai pada menit-menit terakhir.

Draft Day 9

Draft Day 8

Draft Day 10

Disela-sela kesibukannnya, Sonny juga mengalami masalah lain seperti kehamilan kekasihnya, Ali Parker (Jennifer Garner), serta meninggalnya ayah Sonny yang merupakan legenda dari Browns. Ironisnya, beberapa minggu sebelum ayahnya tewas, Sonny-lah yang memecat ayahnya sendiri dari kursi pelatih Browns.

Saya tidak tahu bahwa ternyata intrik-intrik dibalik NFL Draft dapat menjadi sesuatu yang menarik untuk ditonton meskipun saya tidak terlalu faham American football. Sayang pengaruh dari negosiasi yang Sonny lakukan tidak dikisahkan lebih lanjut, apakah hal tersebut memang memberi pengaruh yang baik bagi Browns atau justru sebaliknya. Sebagai informasi, pada kenyataannya Seattle Seahawks adalah pemenang Super Bowl NFL 2013-2014 dan runner up Super Bowl NFL 2014-2015. Bagaimana dengan Cleveland Browns? Sampai saat ini Browns belum pernah memenangkan Super Bowl :’/. Tapi bagaimana pun juga, Draft Day (2014) sudah memberikan hiburan yang pantas untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan” :).

Sumber: www.draftdaythemovie.com

Reclaim (2014)

Reclaim 1

Bencana terjadi dimana-mana tanpa memandang batas negara. Anak-anak yatim piatu semakin bertambah jumlahnya ketika bencana besar hadir di Bumi ini. Beberapa keluarga yang tergolong mampu, tergerak hati nuraninya untuk mengadopsi satu atau beberapa anak yatim piatu tersebut. Hal inilah yang dilakukan oleh pasangan suami istri Steven (Ryan Phillippe) dan Shannon (Rachelle Lefevre). Mereka datang ke Puerto Rico untuk mengadopsi Nina (Briana Roy), anak yatim piatu dari sebuah bencana besar di Haiti.

Reclaim 2

Reclaim 3

Reclaim 4

Ketika sedang menyelesaikan surat-surat adopsi dan kepindahan Nina, Steven dan Shannon bertemu dengan Benjamin (John Cusack), Salo (Jandrez Burgos) dan Paola (Veronica Faye Foo). Pertemuan tersebut ternyata membawa Steven & Shannon ke dalam lingkaran hitam jaringan penipuan. Terjadilah aksi kucing-kucingan di Puerto Rico yang memiliki alam yang sangat mirip dengan Indonesia.

Reclaim 8

Reclaim 6

Reclaim 7

Reclaim 5

Reclaim 9

Saya melihat banyak sekali kelemahan dalam jalan cerita Reclaim (2014) seperti buat apa ada perkenalan antara Steven dan Shannon dengan Benjamin dan kawan-kawannya? Buat apa ada perkelahian di bar? Hal-hal ini tidak terlalu penting dan tidak memiliki korelasi yang nyata dengan taktik penipuan yang terjadi.

Reclaim (2014) sama sekali tidak menegangkan atau penuh kejutan sebab ceritanya memang sederhana. Saya rasa Reclaim (2014) hanya mampu untuk mendapatkan nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”. Ternyata poster iklan Reclaim (2014) memang sama kurang bagusnya dengan filmnya. Nama besar John Cusack gagal menyelamatkan Reclaim (2014).

Tracers (2015)

Tracers 9

Kali ini saya akan membahas mengenai Tracers (2015), film action thriller yang diadaptasi dari buku karangan J. J. Howard dengan judul yang sama. Karakter utama Tracers (2015) diperankan oleh Taylor Lautner, bintang muda yang melejit namanya setelah ia memerankan Jacob si manusia serigala dalam 4 film Twilight.

Dikisahkan Cam (Taylor Lautner), seorang pengantar pesan bersepeda, mengalami kesialan dalam hidupnya. Ia terbelit hutang dan diambang kebangkrutan. Dalam sebuah insiden kecelakaan, Cam bertemu dengan Nikki (Marie Avgeropoulos), seorang ahli parkour yang memikat hati Cam. Pertemuan tersebut membuat Cam termotivasi untuk berlatih parkour sampai akhirnya ia bergabung dengan sebuah kelompok parkour yang dipimpin oleh Miller (Adam Rayner).

Tracers 4

Tracers 5

Ternyata kelompok parkour tersebut melakukan tindakan-tindakan kriminal untuk mencari uang. Kesulitan finansial yang Cam alami membuat Cam tertarik untuk ikut melakukan tindakan kriminal bersama teman-teman barunya. Masalahnya, sejauh mana Cam mau berpartisipasi? Jauh di lubuk hatinya, Cam sebenarnya bukan orang jahat. Akankah Cam bertahan? Atau akankah Cam akan keluar?

Tracers 1

Bagian paling akhir dari Tracers (2015) akan mampu menjawab pertanyaan tersebut ;). Cam berhasil mengambil keputusan dengan melakukan tindakan yang cerdas. Meskipun saya suka dengan bagian akhirnya, tapi cerita yang Tracers (2015) suguhkan relatif biasa-biasa saja. Romantisme yang dihadirkan oleh Cam dan Nikki kurang kental dan terlalu dipaksakan.

Tracers 7

Hal yang menarik dari Tracers (2015) adalah aksi parkour yang disajikan sepanjang film berlangsung. Aksi akrobatik sepeda yang Cam lakukan pun lumayan ok, mirip aksi-aksi sepeda yang ada di Premium Rush (2012).

Taylor Lautner defies gravity on the set of "Tracers" **USA, Canada, Australia ONLY**

????????????

Tracers 3

Tracers 2

Tracers 9

Secara keseluruhan, Tracers (2015) dapat dijadikan hiburan yang layak untuk mendapatkan nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Ngomong-ngomong, saya masih kurang faham kenapa kok judul film ini Tracers? Seingat saya kata-kata tracers tidak pernah disebut-sebut sepanjang film. Ada yang tahu jawabnya? ;).

Sumber: http://www.lionsgatepublicity.com/theatrical/tracers/

Tips Mencari Rumah

Memiliki rumah adalah pilihan tempat tinggal nomor 1 bagi mayoritas orang Indonesia, termasuk saya. Rumah yang saya maksud di sini adalah rumah yang sudah berdiri, entah itu rumah second atau rumah baru gress. Keuntungan membeli rumah yang sudah jadi antara lain adalah dapat ditinggali dengan cepat, kecuali kalau rumah barunya sedang dibangun pengembang atau rumah bekasnya sedang direnovasi.

Kelebihan dan kekurangan dari rumah yang dipilih semuanya bergantung dari lokasi, lingkungan, harga dan lain-lain. Kesemuanya adalah pedang bermata dua, bisa jadi merupakan keuntungan, bisa jadi merupakan kekurangan.

Yang pasti, rumah itu berdiri di atas tanah yang kian hari harganya terus naik. Dari segi finansial, untuk jangka panjang, membeli rumah tetap relatif lebih menguntungkan daripada membeli apartemen ;). Tapi memilih rumah yang pas untuk kita tidaklah mudah, saya pernah merasakannya :’D. Berikut hal-hal yang menjadi pertimbangan saya ketika mencari rumah dulu:

1. Lokasi, Lokasi & Lokasi
Lokasi saya tulis 3 kali, bukan sekali, karena lokasih adalah hal yang paling penting dalam memilih rumah. Lokasi dari rumah yang kita pilih sebaiknya strategis. Tapi strategis dalam hal apa? Strategis itu subjektif sekali loooooh. Strategis dalam hal kenaikan harga di masa depan, atau strategis dalam hal jauh dekatnya ke tempat-tempat tertentu.
Strategis dalam hal kenaikan harga tentunya sangat menggiurkan. Biasanya rumah yang seperti ini memiliki lokasi yang beberapa tahun kedepan akan ada fasilitas tambahan dibangun di dekatnya seperti pusat perbelanjaan, jalan tol dan lain-lain. Memprediksikan hal-hal yang seperti ini sulit namun tidak mustahil. Saya sendiri pernah membeli rumah yang pada saat saya beli hanya terdapat 2 mall dan 1 akses gerbang tol di dekatnya, kemudian sekitar 5 tahun kemudian sudah ada 6 mall, 1 akses gerbang tol di dekat rumah yang saya beli. Harga rumah pun melonjak sekitar 4 kali lipat :). Entah kapan saya bisa menemukan yang seperti itu lagi, susahhh.
Nah strategis dalam hal jaraknya dengan tempat-tempat tertentu pastilah setiap orang tidak sama. Ada yang lebih memilih kalau rumahnya dekat dengan kantor atau dekat dengan rumah famili. Perlu diingat bahwa ada kalanya kita pindah tempat kerja, jadi kalau memilih rumah berdasarkan jaraknya ke kantor, rasanya kurang pas, tapi kalau terlalu jauh dari kantor ya kurang bagus juga, bisa tua di jalan nanti x_x. Sebaiknya seimbang saja, relatif tidak jauh dari kantor atau rumah famili.
Bagaimana kalau kita pendatang dan tidak punya famili? Biasanya pasti kita bertanya kepada teman yang tinggal di kota tersebut perihal lokasi mana yang strategis. Nah disinilah biasanya muncul pendapat-pendapat lebay yang terlalu membangga-banggakan tempat tinggal masing-masing, pokoknya lokasi tempat tinggal saya lebih baik dari lokasi mana pun di Bumi :P. Apabila hal ini terjadi, sebaiknya cukup ingat saja plus minusnya, tetaplah objektif dan jangan terpancing apalagi langsung terhipnotis, dengarlah pendapat orang lain juga :).

2. Pendanaan
Harga rumah semakin hari semakin mahal. Hampir dipastikan karyawan biasa seperti saya harus kredit ke bank apabila ingin memiliki rumah di Jabodetabek, wilayah yang jaraknya dari kantor, relatif masuk akal untuk saya tempuh setiap hari. Kalau dulu saya masih mampu membeli rumah di Bekasi, maka junior-junior saya sekarang mungkin mampunya membeli rumah-rumah yang lebih ke pinggir lagi. Olehkarena itulah, saran saya bagi teman-teman yang baru mulai bekerja, kalau bisa, kredit rumahlah dahulu, baru kredit kendaraan kemudian. Harga rumah akan terus naik, harga kendaraan akan turun per tahunnya.
Membeli rumah dengan tunai memang akan lebih murah dibandingkan dengan kredit ke bank karena ada bunga bank. Masalahnya apakah kita memiliki dana sebesar itu saat akan membeli rumah? Kalau tidak, ya terpaksa meminjam dana dari bank melalui KPR (Kredit Pemilikan Rumah).
Kalau mengajukan permohonan KPR ke bank, sebaiknya langsung ajukan permohonan kepada lebih dari 1 bank. Kenapa? Biasanya maksimal bank hanya meminjamkan 70% dari harga rumah untuk rumah pertama. Kalau kita sedang mencicil properti lainnya, maksimal bank hanya akan meminjamkan 60% dari harga rumah. Harga rumah yang dimaksud disini adalah harga rumah menurut estimator bank yang bersangkutan. Nah hasil taksiran ini bermacam-macam, tidak sama untuk setiap bank sehingga dana yang cair pun berbeda-beda untuk setiap bank. Kalau kita mengajukan permohonan ke beberapa bank, maka kita akan memiliki opsi dalam waktu yang singkat. Belum tentu pemilik rumah yang hendak kita beli, bersedia menunggu terlalu lama lho.
Persyaratan KPR relatif serupa tapi tak sama untuk setiap bank. Berdasarkan pengalaman saya, berikut persyaratan KPR:
a. WNI dan berdomisili di Indonesia
b. Telah berusia 21 tahun atau telah menikah.
c. Memiliki Pekerjaan dan Penghasilan Tetap sebagai pegawai tetap/wiraswasta/profesional dengan masa kerja/usaha minimal 1 tahun.
d. Memiliki NPWP Pribadi.
Setiap bank memiliki kebijakan dan persyaratan lain yang tentunya tidaklah sama. Yang sama adalah pasti ada bunganya, eeeng inggg eeeng x__x. Wahduh, bunga bank ada yang fix untuk beberapa tahun pertama, ada pula yang fluktuatif mengikuti BI rate. Sayangnya kalau rate naik, bunga akan naik tapi kalau rate turun bunganya ogah ikutan turun, kira harus rajin komplain :(.
Dana yang kita cicil ke bank pun ada yang berbentuk piramida, ada pula yang berbentuk piramida terbalik. Singkat kata, dari total dana yang kita cicil pada tahun pertama, bisa saja 90%-nya digunakan untuk membayar bunga bank, 10%-sisanya dipergunakan untuk membayar hutang pokok. Bank ingin cepat untung dan tetap untung besar apabila kita ingin melunasi KPR sebelum waktunya. Harga rumah terus naik dan bank juga ingin mengambil keuntungan dari keadaan ini. Kalau ada jalan lain, sebaiknya tidak usah KPR.
Saran saya adalah sebaiknya kita cari pinjaman dana dari saudara terdekat dahulu, pinjaman tanpa bunga. Lumayan khan kalau bisa dapat, asalkan kita tetap amanah, jangan mentang-mentang dana dari famili dekat, tidak dibayar-bayar, bisa rusak tuh hubungan persaudaraannya ;’/.

4. Sumber Informasi
Bagimana kita mengetahui rumah mana saja yang dijual? Cara yang paling tradisional adalah berkeliling mencari rumah yang dipasangi spanduk dengan tulisan “Dijual”. Wahh tapi itu sangat melelahkan yaaaa.
Cara yang murah meriah dan cukup tepat adalah meminta bantuan satpam untuk mencarikan rumah yang dijual. Biasanya satpam-satpam memiliki info yang akurat untuk hal ini. Komisinya pun tidak semahal broker rumah. Tapi cakupan wilayahnya tidak besar dan mereka tidak bisa diajak diskusi mengenai KPR dan lain-lain.
Kalau meminta bantuan broker rumah, sudah pasti kita akan ditanyakan perihal anggaran dan spesifikasi dari rumah yang dicari. Cakupan wilayah pencarian luaaaasss tapi komisinya besaaaarrr, amit-amit deh. Banyak rumah di lingkungan rumah orang tua saya harganya “rusak” gara-gara broker rumah :'(. Broker rumah dapat berperan mencarikan rumah, dapat pula berperan menjualkan rumah. Harga rumah menjadi mahal, mahal karena mereka menjanjikan bahwa mereka mampu menjualkan sebuah rumah dengan harga yang tinggi. Selain ini komisi mereka pun membuat harga rumah yang sudah dibuat tinggi tersebut semakin tinggi :(. Sebenarnya tidak semua broker rumah melakukan hal ini, ada juga broker rumah yang lebih rasional dan fair. Membeli lewat broker rumah ada positifnya juga lho, mereka membantu proses KPR, surat-surat dan lain-lain. Pas sekali bagi teman-teman yang ingin cepat dan tidak repot. Semoga teman-teman ketemu dengan broker rumah yang tidak terlalu memberatkan :).
Pertama kali saya berhubungan dengan broker rumah adalah ketika saya mencari rumah lewat internet. Daripada mencari iklan rumah di koran, lebih praktis mencarinya di internet. Selain karena dapat dengan mudah dibuka di HP, saya suka mencari rumah melalui internat karena di sana saya dapat langsung melihat gambar, alamat, harga dan detail-detail lainnya. Search-nya pun dapat difilter semau kita. Berikut daftar situs pencarian rumah yang pernah saya pergunakan:
http://www.trovit.co.id
http://www.urbanindo.com
http://www.rumah123.com
http://www.rumahku.com
http://www.kaskus.co.id
http://www.olx.co.id
http://www.rumah.com
http://www.propertiproperti.com
http://www.griyakita.com
carirumah.net
http://www.lamudi.co.id
rumahdijual.com
http://www.rumahcitra.com
Jangan kaget kalau disana banyak terdapat broker rumah karena memang lebih banyak broker rumahnya ketimbang pemilik rumah langsung ;). Kalau ada rumah yang kita minati sebaiknya langsung telefon saja karena bisa saja rumah yang diiklankan langsung laku atau bisa saja itu iklan palsu. Iklan agar kita menghubungi yang bersangkutan. Nanti dia akan menanyakan spesifikasi rumah yang kita cari. Dia akan bantu carikan dengan imbalan dalam bentuk komisi ;). Mencari rumah itu tidak mudah looh, ada kalanya kita memang membutuhkan bantuan dari broker profesional.
Sebenarnya iklan di situs-situs jual rumah tidak hanya berisikan broker atau pemilik langsung, ada pula pihak marketing dari real estate, mulai dari real estate kecil-kecilan sampai yang sudah punya nama. Tidak ada salahnya membeli rumah dari real estate kecil-kecilan, siapa tahu cocok ;).

5. Kualitas Rumah
Membeli rumah baru dari siapapun, baik dari real estate kecil-kecilan maupun real estate ternama membutuhkan pengawasan yang teliti. Apakah spesifikasi dari rumah baru yang dibeli sesuai dengan perjanjian dimuka? Contohnya adalah apakah dengan menggunakan batako di lantai 1, rumah tersebut dapat direnovasi menjadi rumah 2 lantai dikemudian hari? Apa yang harus dilakukan? Pastilah berbeda untuk setiap kasus.
Kalau kita membeli rumah dari perorangan, pastilah akan ada biaya renovasi keluar dari kantong kita, yaaaah namanya juga rumah bekas.
Kemungkinan-kemungkinan ini harus dijadikan bahan pertimbangam ketika akan membeli rumah. Syukur-syukur gejala ketidak beresan dapat terlihat dimuka. Terkadang, ada gejala yang tidak terlihat kasat mata karena si penjual sangat jago memoles rumah yang hendak dijualnya.
Pengalaman seorang kawan saya, dia membeli rumah dan sekitar 3 bulan kemudian salah satu bagian rumah tersebut miring. Semakin lama, semakin miring, hanya waktu robohnya saja yang belum nampak x__x. Saran saya adalah berdoa dan berusaha. Teliti sebelum membeli dan berdoa sebelum tanda tangan surat jual beli di kantor notaris ;).

6. Waspada Terhadap Penipu!
Penipu ada dimana-mana, ketika dulu saya sedang mencari rumah saya beberapa kali berpapasan dengan penipu. Secara garis besar ada 2 jenis kasus terkait hal ini.
Kasus pertama adalah ketika saya melihat iklan rumah dijual dengan harga yang sangat murah. Iklan tesebut dilengkapi dengan spesifikasi rumah, alamat rumah, gambar rumah. Dari alamatnya saya tahu itu dekat rumah orang tua saya, namun karena iklan dipasang pada pagi hari, saya sudah terlanjur ke kantor. Sekitar 1 jam setelah iklan dipasang, saya mencoba telefon si pemasang iklan beberapa kalo. Namun sayang, nada sibuk saja yang saya dapatkan. Ketika menjelang jam makan siang, saya coba telefon lagi dan hasilnya ada yang menjawab. Ketika saya menanyakan perihal rumah yang dijual, si penjual mengatakan bahwa tadi pagi rumah tersebut sudah ada yang lihat dan langsung bayar DP. Kemudian dia mengatakan kepada saya bahwa kalau saya minat serius, sebaiknya transfer uang DP ke dia saat ini juga sebelum DP dari orang yang katanya sudah melihat rumah tadi pagi, lunas terbayarkan. Siapa yang tercepat memberikan DP, dialah yang disahkan menjadi pembelinya. Bah, belum lihat rumah, belum ketemu langsung kok minta transfer uang??? Karena curiga, saya desak untuk bertemu sekarang juga atau paling tidak alamat lengkap rumah yang dijual supaya famili saya saja yang datang langsung untuk melihat-lihat. Apa jawabnya? 1000 alasan dikeluarkan, pokoknya intinya si penjual ini mengaku bahwa dia tidak mau pusing-pusing lagi, kalau minat transfer saja, kalau tidak ya silahkan tutup telefon. Saya pun memilih untuk menutup telefon. Keesokan harinya, karena penasaran, saya menghampiri alamat dari rumah yang katanya dijual itu dan apa hasilnya? Tidak ada rumah yang dijual dia alamat tersebut. Ya, sah! Si penjual yang kemarin saya telefon adalah penipu. Beberapa minggu kemudian saya melihat aksi penjual dengan modus yang sama. Saya tetap berusaha menelefon karena siapa tahu benar-benar ada penjual yang sedang butuh dana cepat. Tapi kalau si penjual langsung minta transfer tanpa saya lihat dahulu rumahnya, maka saya memilih mundur dengan alasan takut ditipu dan tidak percaya dengan si penjual :).
Kasus kedua adalah ketika saya telah menghubungi si penjual dan sudah setuju untuk bertemu di depan runah yang dijual. Sayangnya, saya tidak dapat masuk ke dalam rumah tersebut dengan alasan rumah tersebut sedang dikontrakan dan kontraknya baru akan habis bulan depan. Sebelum saya datang, sudah ada orang lain yang melihat ke dalam, jadi tak elok rasanya kalau di hari yang sama saya masuk lagi ke dalam. Si pengontrak pastilah tidak senang. Alhasil saya hanya dapat melihat bagian depan rumah secara langsung tapi informasi sisanya dalam wujud foto saja. Kemudian si penjual mengatakan bahwa calon pembeli yang datang sebelum saya sudah mentransfer DP untuk pembelian rumah tersebut dengan harga tertentu. Apabila saya berminat, maka saya diminta untuk membayar DP untuk pembelian dengan harga di atas harga yang sudah disetujui oleh si penjual dan calon pembeli sebelum saya. Saya pribadi langsung menolak meskipun rumah tersebut memang dijual dengan harga awal sedikit di bawah harga rata-rata, tidak terlalu mencurigakan. Masalahnya apakah rumah tersebut benar-benar milik si penjual? Kalaupun benar milik si penjual, apakah benar rumah tersebut sedang dikontrakkan? Jangan-jangan itu hanya alasan supaya saya tidak melihat kelemahan dari rumah tersebut, entah dalamnya sudah keropos, lapuk, miring atau . . . Kalaupun rumah tersebut dalam kondisi baik dan memang benar sedang dikontrakkan, apakah si penjual dapat saya percaya? Saya rasa tindakan si penjual yang menawarkan saya untuk membeli dengan harga yang lebih tinggi dari calon pembeli sebelum saya, bukanlah tindakan gentelmen, calon pembeli sebelum saya tersebut sudah lunas membayar DP lho, saya pun diperlihatkan kuitansinya. Nanti kalau saya sudah lunas membayar DP, jangan-jangan saya akan “dikhianati” seperti calon pembeli sebelum saya, ogaaah.
Dari kedua contoh kasus di atas, pada intinya jangan mentransfer uang kepada siapapun sebelum kita benar-benar melihat langsung rumah yang akan dibeli. Selain itu kita juga harus tahu betul bahwa yang bersangkutan adalah pemilik sah dari rumah yang dijual. Jangan mau ditekan untuk memutuskan suatu hal dengan terburu-buru. Usaha boleh maksimal, tapi kalau itu rumah memang bukan rezeki kita, apa mau dikata ;).

7. Kondisi Lingkungan
Lingkungan dari rumah yang akan kita beli tentunya sangat penting karena hal ini akan mempengaruhi tingkat kenyamanan ketika kita menghuni rumah tersebut nantinya. Apakah lingkungannya rawan kejahatan? Apakah lingkungannya merupakan sarang bandit? Lingkungan dapat mempengaruhi kita juga terutama bagi kawan-kawan yang memiliki anak. Nanti anak-anak saya akan bergaul dengan anak yang seperti apa ya kalau tinggal di rumah itu? Anak-anak yang berpendidikan atau anak-anak tukang mabuk? Hal ini harus dipikirkan juga, jangan sampai menyesal dikemudian hari.

8. Probabilitas Terjadinya Bencana
Bencana memang tak dapat ditolak, tapi manusia harus berusaha mencegahnya. Kalau kita memang besar di suatu daerah tertentu, kita pasti tau daerah mana yang rawan banjir dan daerah mana yang rawan longsor. Tapi bagimana dengan orang luar daerah yang belum tahu apa-apa? Cobalah bertanya kepada tukang becak, warung atau tukang ojeg terdekat mengenai kondisi daerah rumah yang akan kita beli. Jangan bertanya kepada pemilik rumah atau broker rumah. Biasanya mereka akan bengatakan bahwa rumah tersebut bebas banjir. Kalaupun daerah dekat rumah tersebut sudah terkenal langganan banjir, biasanya mereka akan “ngeles” yaaa hanya jalannya yang banjirlah, yaaa sudah ada BKT-laaah, yaaa sudah ada tanggul-laaaah, yaaa . . . . yang pasti rumahnya belum tenggelam :P. Tapi kalau teman-teman tidak keberatan apabila harus menghadapi banjir tahunan atau 4 tahunan, ya tidak masalah ;).

9. Gengsi
Di setiap daerah pasti ada suatu wilayah yang dianggap bergengsi bagi beberapa orang tertentu. Contohnya adalah Jakarta Selatan, Bintaro, Cinere.
Jakarta Selatan saya akui memang relatif lebih hijau dibandingkan dengan kawasan Jakarta lainnya tapi tidak semua wilayah di Jakarta Selatan itu lebih baik. Saya ingat ada beberapa teman sekolah dulu yang merasa hebat karena rumahnya masuk Jakarta Selatan padahal lokasi rumahnya super macet, banjir dan aksesnya kurang baik. Bagi si empunya merasa bangga, tapi bagi teman-temannya yang sudah datang ke sana merasa prihatin. Di sini saya kadang merasa sedih :P.
Agak lebih ke Selatan Jakarta lagi ada wilayah yang disebut Bintaro. Bintaro memang masuk ke dalam wilayah Jakarta Selatan tapi kemudian bermunculan perumahan-perumahan di selatan Bintaro original dengan menggunakan nama perumahan yang ada kata-kata Bintaro-nya. Lama kelamaan daerah yang dulunya masuk Serpong coret pun diakui sebagai Bintaro, Bintaro KW :P. Nama Bintaro terus digunakan mungkin karena gengsi dan lebih menjual? Buktinya beverapa orang yang tinggal di wilayah Bintaro KW kalau ditanya rumahnya dimana pasti akan menjawab Bintaro padahal rumahnya sudah masuk Tangerang Selatan atau Serpong :). Selama 4 tahun bekerja di wilayah Bintaro KW, saya akui pertumbuhannya sangat pesat, harga tanahnya naik dengan cepat juga, cocok untuk investasi :). Sayang ada pertimbangan-pertimbangan pribadi lain yang membuat saya enggan untuk membeli properti di sana.
Tidak jauh berbeda dengan Bintaro KW, ada sebuah wilayah yang bernama Cinere. Cinere itu masuk Depok looooh, tapi kenapa kebanyakan teman-teman saya yang tinggal di Cinere selalu menyebut Cinere sebagai lokasi rumahnya, bukan Depok. Sementara itu mayoritas teman-teman saya yang tinggal di wilayah lain tapi termasuk Depok, menyebutkan Depok sebagai lokasi rumahnya. Apakah mungkin karena Cinere lebih terkenal? Maaf tapi bagi saya pribadi, Cinere itu terasa jauuuuuhh dari kantor atau tempat tinggal saya, hehee. Jadi tidak semua orang memiliki respon yang wow ketika mendengar kata Cinere. Banyak sekali famili saya yang tinggal di sana sehingga saya memang beberapa kali merasakan perjalanan menuju Cinere.
Mohon maaf bagi teman-teman yang rumahnya di Jakarta Selatan, Bintaro atau Cinere, contoh di atas adalah contoh gengsi lokasi. Ini hanya pendapat pribadi dari seseorang yang sudah terlanjur nyaman tinggal di Jakarta Pusat. Saya rasa dari sudut pandang lain pastilah ada yang mengatakan bahwa Jakarta Pusat bergengsi atau tidak nyaman atau rawan maling atau . . . tapi menurut saya pribadi, Jakarta Pusat sama seperti wilayah-wilayah lainnya, ada baik dan buruknya. Sebaiknya jangan memasukkan faktor gengsi ketika sedang mencari rumah, baik gengsi lokasi, bentuk rumah, lingkungan dan lain-lain. Lingkungan bergengsi yang penuh artis, belum tentu lingkungannya sehat bagi keluarga kita. Bentuk rumah yang keren, siapa tahu justru mudah bocor atau rusak karena desainnya aneh-aneh.

Akhir kata, sebaiknya lihatlah poin nomor 1 sampai 8 di atas. Poin nomor 9? Jangan dijadikan pertimbangan, jadikanlah pengingat saja agar jangan membeli rumah karena gengsi. Tapi belilah karena hal lain terlepas apakah rumah tersebut memiliki gengsi dalam hal tertentu dan bagi orang-orang tertentu. Selamat berburu rumah ;).

Fifty Shades of Gray (2015)

Grey 0

Fifty Shades of Grey (2015) bercerita mengenai pertemuan antara Anastasia Steele (Dakota Johnson), seorang mahasiswi jurusan sastra yang masih innocent dan polos, dengan Christian Grey (Jamie Dornan), seorang pengusaha muda yang kaya raya, sukses, tampan dan penuh misteri. Kisah percintaan Anastasia dan Grey agak unik karena Grey ternyata memiliki kebiasaan seks yang agak menyimpang dan tabu, Grey adalah seseorang yang gemar melakukan sadomasokisme ketika sedang berhubungan seks. Kalau saya lihat di wikipedia, sadomasokisme adalah tindakan memberi atau menerima kenikmatan dengan cara menyebabkan atau menderita rasa sakit dan atau rasa malu. Grey pun memiliki banyak sekali aneka alat penyiksa seks di dalam 1 ruangan khusus demi mendukung hobinya.

Grey 4

Grey 1

Berbeda dengan Grey, Anastasia masih perawan dan sama sekali tidak tahu akan sadomasokisme. Grey-lah yang memperkenalkan Anastasia pada dunia sadomasokisme.
Hubungan Anastasia dan Grey dihambat oleh peraturan-peraturan tak wajar yang Grey ajukan. Karena sudah terlanjur jatuh hati, Anastasia rela mempertimbangkan untuk menerima peraturan-peraturan tersebut. Semakin hari, Grey semakin suka dengan Anastasia. Ia juga mencium keengganan Anastasia untuk menyetujui peraturan-peraturan yang ia ajukan. Nah disinilah terjadi tarik ulur yang mewarnai Fifty Shades of Gray (2015) yang katanya termasuk film romantis erotis ini.

Grey 5

Romantis? Menurut saya pribadi tidak. Erotis? Mungkin, tapi tidak terlalu. Adegan dewasanya memang ada tapi tidak terlalu banyak dan tidak terlalu vulgar, porsinya disesuaikan untuk menunjukkan sadomasokisme yang Grey dan Anastasia lakukan, jadi jangan samakan Fifty Shades of Gray (2015) dengan film porno ;).

Grey 6

Masalahnya penggambaran sadomasokisme pada Fifty Shades of Gray (2015) dapat merusak jalan pikiran generasi muda yang masih labil dan suka coba-coba. Kalau sebuah bangsa mau dihancurkan, hancurkanlah generasi mudanya. Terlalu berlebihan? Mungkin ya, mungkin tidak.

Grey 2

Saya dibesarkan di lingkungan dengan budaya ketimuran dan sedikit banyak tahu agama. Bagi saya pribadi, maaf, rasanya Fifty Shades of Gray (2015) hanyalah kisah tentang eksploitasi wanita. Grey hanyalah seorang predator seks yang ingin memangsa Anastasia. Ketampanan, kekuasaan dan kekayaan duniawi, Grey jadikan senjata untuk mentransformasi Anastasia dari wanita terhormat menjadi budak seks.

Saya setuju dengan keputusan pemerintah yang melarang Fifty Shades of Gray (2015) untuk masuk ke bioskop-bioskop Indonesia. Sebenarnya ada negara-negara lain juga yang melarang Fifty Shades of Gray (2015). Film yang diadaptasi dari buku karangan E. L. James dengan judul yang sama ini memang sudah menuai kontroversi sejak awal. E. L. James alias Erika Mitchell menulis cerita tersebut di sebuah situs bagi para penggemar Twilight. Just info, Twilight adalah buku karangan Stephenie Meyer mengenai kisah cinta antara Bella Swan dan seorang vampir yang bernama Edward Cullen, Twilight sangat populer dan versi film layar lebarnya sudah pernah hadir di bioskop-bioskop Indonesia. Cerita yang E. L. James tulis dinilai terlalu erotis dan terlalu menyimpang dari jalan cerita Twilight, bukah situs tempat E. L. James merupakan situs bagi penggemar Twilight? Maka E. L. James kemudian memindahkan cerita karangannya ke dalam sebuah buku novel erotis yang berjudul Fifty Shades of Grey. Karena berawal dari cerita di situs penggemar Twilight, maka terdapat kemiripan pada karakter utamanya. Bella mirip dengan Anastasia, sama-sama wanita baik-baik yang kalem. Edward dan Grey sama-sama pria tampan yang penuh misteri gelap. Bedanya adalah Edward merupakan seorang vampir penghisap darah, sedangkan Grey memiliki perilaku seks yang menyimpang. Keoriginalan kisah cinta Anastasia dan Grey memang sudah menjadi perdebatan sejak dahulu.

Namun bagaimana pun juga, versi novelnya laris manis, versi filmnya pun masuk ke dalam jajaran box office Amerika. Padahal menurut saya, jalan cerita Fifty Shades of Grey (2015) sangat membosankan. Ending-nya pun tidak jelas, yaaaaah begitu saja. Maaf bagi para penggemar Mas Grey di luar sana, menurut saya Fifty Shades of Grey (2015) pantas untuk mendapat nilai 1 dari skala maksimum 5 yang artinya “Buruk Sekali”. Film ini termasuk film terburuk yang pernah saya tulis, hohoho.

Sumber: http://www.fiftyshadesofgreymovie-intl.com/ww/