Fifty Shades of Gray (2015)

Grey 0

Fifty Shades of Grey (2015) bercerita mengenai pertemuan antara Anastasia Steele (Dakota Johnson), seorang mahasiswi jurusan sastra yang masih innocent dan polos, dengan Christian Grey (Jamie Dornan), seorang pengusaha muda yang kaya raya, sukses, tampan dan penuh misteri. Kisah percintaan Anastasia dan Grey agak unik karena Grey ternyata memiliki kebiasaan seks yang agak menyimpang dan tabu, Grey adalah seseorang yang gemar melakukan sadomasokisme ketika sedang berhubungan seks. Kalau saya lihat di wikipedia, sadomasokisme adalah tindakan memberi atau menerima kenikmatan dengan cara menyebabkan atau menderita rasa sakit dan atau rasa malu. Grey pun memiliki banyak sekali aneka alat penyiksa seks di dalam 1 ruangan khusus demi mendukung hobinya.

Grey 4

Grey 1

Berbeda dengan Grey, Anastasia masih perawan dan sama sekali tidak tahu akan sadomasokisme. Grey-lah yang memperkenalkan Anastasia pada dunia sadomasokisme.
Hubungan Anastasia dan Grey dihambat oleh peraturan-peraturan tak wajar yang Grey ajukan. Karena sudah terlanjur jatuh hati, Anastasia rela mempertimbangkan untuk menerima peraturan-peraturan tersebut. Semakin hari, Grey semakin suka dengan Anastasia. Ia juga mencium keengganan Anastasia untuk menyetujui peraturan-peraturan yang ia ajukan. Nah disinilah terjadi tarik ulur yang mewarnai Fifty Shades of Gray (2015) yang katanya termasuk film romantis erotis ini.

Grey 5

Romantis? Menurut saya pribadi tidak. Erotis? Mungkin, tapi tidak terlalu. Adegan dewasanya memang ada tapi tidak terlalu banyak dan tidak terlalu vulgar, porsinya disesuaikan untuk menunjukkan sadomasokisme yang Grey dan Anastasia lakukan, jadi jangan samakan Fifty Shades of Gray (2015) dengan film porno ;).

Grey 6

Masalahnya penggambaran sadomasokisme pada Fifty Shades of Gray (2015) dapat merusak jalan pikiran generasi muda yang masih labil dan suka coba-coba. Kalau sebuah bangsa mau dihancurkan, hancurkanlah generasi mudanya. Terlalu berlebihan? Mungkin ya, mungkin tidak.

Grey 2

Saya dibesarkan di lingkungan dengan budaya ketimuran dan sedikit banyak tahu agama. Bagi saya pribadi, maaf, rasanya Fifty Shades of Gray (2015) hanyalah kisah tentang eksploitasi wanita. Grey hanyalah seorang predator seks yang ingin memangsa Anastasia. Ketampanan, kekuasaan dan kekayaan duniawi, Grey jadikan senjata untuk mentransformasi Anastasia dari wanita terhormat menjadi budak seks.

Saya setuju dengan keputusan pemerintah yang melarang Fifty Shades of Gray (2015) untuk masuk ke bioskop-bioskop Indonesia. Sebenarnya ada negara-negara lain juga yang melarang Fifty Shades of Gray (2015). Film yang diadaptasi dari buku karangan E. L. James dengan judul yang sama ini memang sudah menuai kontroversi sejak awal. E. L. James alias Erika Mitchell menulis cerita tersebut di sebuah situs bagi para penggemar Twilight. Just info, Twilight adalah buku karangan Stephenie Meyer mengenai kisah cinta antara Bella Swan dan seorang vampir yang bernama Edward Cullen, Twilight sangat populer dan versi film layar lebarnya sudah pernah hadir di bioskop-bioskop Indonesia. Cerita yang E. L. James tulis dinilai terlalu erotis dan terlalu menyimpang dari jalan cerita Twilight, bukah situs tempat E. L. James merupakan situs bagi penggemar Twilight? Maka E. L. James kemudian memindahkan cerita karangannya ke dalam sebuah buku novel erotis yang berjudul Fifty Shades of Grey. Karena berawal dari cerita di situs penggemar Twilight, maka terdapat kemiripan pada karakter utamanya. Bella mirip dengan Anastasia, sama-sama wanita baik-baik yang kalem. Edward dan Grey sama-sama pria tampan yang penuh misteri gelap. Bedanya adalah Edward merupakan seorang vampir penghisap darah, sedangkan Grey memiliki perilaku seks yang menyimpang. Keoriginalan kisah cinta Anastasia dan Grey memang sudah menjadi perdebatan sejak dahulu.

Namun bagaimana pun juga, versi novelnya laris manis, versi filmnya pun masuk ke dalam jajaran box office Amerika. Padahal menurut saya, jalan cerita Fifty Shades of Grey (2015) sangat membosankan. Ending-nya pun tidak jelas, yaaaaah begitu saja. Maaf bagi para penggemar Mas Grey di luar sana, menurut saya Fifty Shades of Grey (2015) pantas untuk mendapat nilai 1 dari skala maksimum 5 yang artinya “Buruk Sekali”. Film ini termasuk film terburuk yang pernah saya tulis, hohoho.

Sumber: http://www.fiftyshadesofgreymovie-intl.com/ww/

Iklan

7 thoughts on “Fifty Shades of Gray (2015)

  1. Biasa banget filmnya, sisi romantisnya ga dapet, erotismenya pun ya demikian. Emg iya, menurutku ga bagus tuh. Justru, karna ga boleh tayang disini biasanya org jadi penasaran, ternyata pas udh nonton, yah gtu aja :)))

    Suka

    • Betul, orang pada nonton gara-gara penasaran. Kontroversinya sukses dijadikan media maeketing x__x. Selama menonton film ini, rasanya pengen dicepetin aja, kok gak selesai-selesai. Begitu selesai, lha cuman gini doang nih, ampun deh :’D.

      Suka

    • Aq malah belum pernah baca novelnya, tidak tertarik. Tapi kok bisa laris ya? Padahal kan novel erotis bukan hanya Fifty Shades of Grey saja. Entah karena penasaran atau ada kelompok sadomasokisme yang ngeborong itu buku supaya laris dan terkenal?

      Suka

  2. yaaa….mungkin karena si Grey millionaire…coba si grey…mamang di pengkolan…tattoan…ngomong kasar…langsung deh…ditangkap polisi sbg pemangsa wanita lugu…hehehe…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s