The Cobbler (2014)

Cobbler1

Cobbler dalam bahasa Indonesia artinya adalah tukang memperbaiki sepatu. Jadi sudah dapat ditebak bahwa The Cobbler (2014) mengisahkan mengenai kehidupan profesi yang satu itu. Ah yang benar? Ya, benar, tapi bukan cobbler sembarangan lho, cobbler ajaib.

Dikisahkan bahwa profesi sebagai tukang memperbaiki sepatu sudah lama digeluti oleh Max Simkin (Adan Sandler) dan 3 generasi di atasnya termasuk ayah Max, Abraham Simkin (Dustin Hoffman), yang menghilang secara misterius sejak Max masih kecil. Max kini hidup men-jomblo dan masih tinggal bersama ibunya. Sehari-hari Max membuka toko spesialis perbaikan sepatu di tengah kota, tepat disebelah salon cukur rambut milik Jimmy (Steve Buscemi) yang setiap hari berbincang dengan Max dan menyemangati Max ketika Max sedang bosan. Max memang merasa bosan dengan kehidupannya yang sangat biasa sekali.

Cobbler10

Cobbler12

Kehidupan Max berubah 180 derajat ketika ia secara tidak sengaja menggunakan mesin jahit sepatu peninggalan leluhurnya. Ia menggunakan mesin tersebut untuk menjahit sepatu salah satu pelanggannya. Ketika Max mencoba menggunakan sepatu tersebut, tiba-tiba ia berubah menjadi si pemilik sepatu tersebut. Tiba-tiba Max memiliki wajah, badan, suara sampai aksen dari si pemilik sepatu.

Cobbler3

Cobbler4

Cobbler5

Dengan menggunakan mesin ajaib tersebut, Max melakukan berbagai keisengan sampai pada akhirnya ia terlibat ke dalam masalah yang besar. Anehnya, Max selalu mendapatkan pertolongan ajaib setiap ia masuk ke dalam kondisi yang terbilang berbahaya. Apakah ini merupakan efek dari mesin ajaib yang belum Max ketahui? Atau ayah Max-kah yang menolong Max?

Cobbler6

TC_120613_MP-2146.nef

Cobbler8

Cobbler9

Pertanyaan-pertanyaan di atas akan terjawab di bagian akhir dari The Cobbler (2014). Memang pada bagian tersebut akan terdapat sedikit kejutan yang tidak saya duga sebelumnya, sayang paling suka bagian itu dari seluruh cerita The Cobbler (2014). Namun sayang jalan cerita The Cobbler (2014) agak datar dan saya tidak tertawa sepanjang film diputar, saya hanya tersenyum disaat Max mengalami perubahan untuk pertama kalinya, tapi bukan genre The Cobbler (2014) adalah komedi?

Walaupun demikian, The Cobbler (2014) tidak sampai membuat saya mengantuk, saya masih tertarik untuk menontonnya sampai akhir. Olehkarena itulah maka The Cobbler (2014) masih mampu untuk mendapatkan nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s