Inside Out (2015)

Inside Out 1

Akhir-akhir ini saya mendapat rekomendasi dari teman-teman blogger untuk menonton film animasi terbaru Walt Disney & Pixar, Inside Out (2015). Tapi saya sendiri sebenarnya kurang tertarik untuk menonton Inside Out (2015) setelah beberapa kali menonton trailer-nya, apalagi kakak ipar saya mengatakan bahwa Inside Out (2015) biasa saja. Hhhhmmm karena penasaran, akhirnya akhir pekan lalu saya dan istri menonton Inside Out (2015) dengan harapan film animasi tersebut sebagus Up (2009), film animasi karya Pixar dengan trailer yang kurang meyakinkan dan konyol tapi ternyata memiliki cerita yang mampu memukau saya.

Berbeda dengan Up (2009), Inside Out (2015) menampilkan emosi-emosi manusia sebagai tokoh utamanya, aneh yaaaaa :’D. Ada Joy (Amy Poehler), Sadness (Phyllis Smith), Anger (Lewis Black), Fear (Bill Hader) dan Disgust (Mindy Kaling). Kelima emosi ini hadir di ruang kontrol utama setiap manusia termasuk Riley Anderson (Kaitlyn Dias). Diawali ketika Riley baru lahir, munculah Joy yang mengatur emosi kegembiraan Riley. 33 detik kemudian Riley menangis dan munculah Sadness yang mengatur emosi kesedihan Riley. Selanjutnya muncul Anger yang mengatur emosi marah Riley, lalu Fear yang mengatur rasa takut Riley dan Disgust yang mengatur emosi jijik Riley. Selama masa-masa awal pertumbuhan Riley, emosi kegembiraan mendominasi keseharian Riley sehingga peranan Joy sangat dominan di dalam ruang kontrol Riley.

Inside Out 3

Inside Out 11

Inside Out 13

Inside Out 8

Inside Out 4

Inside Out 2

Inside Out 9

Semua berubah ketika keluarga Riley pindah ke kota lain. Riley harus menghadapi lingkungan baru yang belum tentu ia sukai. Karena perubahan lingkungan tersebut, entah kenapa Sadness pelan-pelan mulai mendominasi ruang kontrol, hal ini berusaha Joy cegah karena Sadness adalah lambang dari kesedihan, Joy tidak ingin Riley sedih. Melalui sebuah pertikaian, Joy dan Sadness tidak sengaja terlempar keluar dari ruang kontrol. Kedua emosi yang bertolak belakang ini harus menemukan jalan pulang ke ruang kontrol karena tanpa adanya Joy di sana, Riley tidak dapat gembira. Bagaimana dengan Sadness? Bukankah terkadang manusia harus merasa sedih dulu agar dapat bahagia? 😉

Inside Out 6

Inside Out 14

Inside Out 5

Inside Out 10

Inside Out 7

Inside Out 16

Inside Out 12

Inside Out 15

Saya suka dengan pelajaran yang Inside Out (2015) berikan kepada penontonnya, cocok sekali kalau ditonton bersama anak-anak kecil. Saya melihat anak-anak beberapa kali tertawa ketika menonton Inside Out (2015). Sayang saya pribadi jarang tertawa ketika menonton film ini, mungkin hanya tersenyum terutama pada bagian awal film. Pada bagian tengah saya merasa bosan dan agak mengantuk. Nah pada bagian akhir ada bagian mengharukan yang bagus dan mendidik.

Ide kreatif film ini memang bagus dan unik tapi saya masih lebih senang dan terhibur oleh Up (2009) ketimbang Inside Out (2015). Pada akhirnya, saya setuju dengan pendapat kakak ipar saya, Inside Out (2015) biasa saja. Tapi film ini tetap bagus dan cocok untuk ditonton anak-anak kecil :). Bagi saya pribadi, Inside Out (2015) hanya mempu untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”, not bad laaahh :).

Sumber: movies.disney.com/inside-out

Iklan

4 thoughts on “Inside Out (2015)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s