Citizen Kane (1941)

Citizen Kane 1

Konon Citizen Kane (1941) adalah film hitam putih terpopuler dan terbaik di masanya. Film yang disutradarai, diproduseri dan diperankan oleh Orson Welles ini berhasil memenangkan berbagai penghargaan di masanya. Hal inilah yang membuat saya tertarik untuk menonton Citizen Kane (1941) beberapa hari yang lalu.

Citizen Kane 14

Film ini diawali dengan kematian seorang konglomerat media massa, Charles Foster Kane (Orson Welles). Sebelum meninggal, Kane mengucapkan sepatah kata misterius yang janggal, tak ada orang yang mengerti apa maksud perkataan terakhir Kane tersebut. Apa kata-kata Kane itu? Rosebud adalah kata-kata terakhir Kane sebelum ia tewas di dalam rumahnya yang megah dan bergelimang harta. Apa itu rosebud? Orang? Tempat? Atau hanya ucapan tanpa arti dari orang yang sekarat? Inilah awal dari penyelidikan yang dilakukan oleh Jerry Thompson (William Alland), seorang reporter surat kabar yang bertekad untuk menyingkap apa arti dari kata terakhir Kane tersebut.

Thompson pergi mencari informasi dan mewawancarai orang-orang yang mengenal Kane dengan harapan salah satu dari mereka mengetahui apakah rosebud itu. Dengan alur cerita maju-mundur yang mudah dipahami, kisah hidup Kane ditampilkan mulai dari saat Kane masih anak-anak, membeli perusahaan surat kabar, menikah dengan keponakan presiden, menjadi calon walikota hingga menikah untuk yang kedua kalinya dengan seorang penyanyi. Apakah Thompson memperoleh jawaban yang ia cari? Aaahhh sebenarnya salah satu potongan informasi mengenai rosebud ada di depan mata Pak Thompson ;). Kalau teman-teman sudah menonton film ini sampai habis, maka temen-teman akan mengetahui betapa besar arti rosebud bagi Kane. Inilah salah satu keunggulan Citizen Kane (1941), mampu membuat saya penasaran sampai akhir.

Citizen Kane 4

Citizen Kane 9

Citizen Kane 2

Citizen Kane 8 Citizen Kane 10

Citizen Kane 13

Citizen Kane 6

Citizen Kane 7

Citizen Kane 5

Citizen Kane 12

Tapi terus terang saya sendiri kurang suka dengan karakter Kane, ia adalah orang yang idealis dan optimis tapi harus kehilangan kedua sifatnya karena ingin mengejar hal-hal yang belum ia peroleh. Diluar dugaan saya, Citizen Kane (1941) bukan film from zero to hero atau success story, tapi film ini merupakan film dengan muatan drama yang cukup kental mengenai jalan hidup seorang Kane sehingga saya agak sedikit mengatuk ketika menonton film ini hehehe. Maaf, tapi bagi saya pribadi, Citizen Kane (1941) mulai membosankan pada bagian tengahnya. Penyelidikan akan arti rosebud mulai kurang menarik. Lagipula, kalau saya pikir-pikir, darimana yaa si reporter tahu bahwa kata terakhir Kane adalah rosebud? Padahal pada bagian awal film, Kane meninggal di tempat tidurnya seorang diri. Saya tidak melihat orang lain di sana selain suster yang datang sesaat setelah Kane menghembuskan nafas terakhirnya. Hhhhhmmmm, silakan coba perhatikan ketika menonton bagian awal Citizen Kane (1941), siapa tahu saya salah lihat heheheh.

Kalau dilihat dari sinematografi, Citizen Kane (1941) terbilang unggul dan kreatif untuk ukuran film hitam putih di era tahun 1940-an, untuk itu saya acungi jempol. Tapi sayang saya hanya dapat memberi Citizen Kane (1941) nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Perlu dicatat bahwa film ini dinobatkan sebagai film terbaik sepanjang masa oleh banyak kritikus film di luar sana, jadi Citizen Kane (1941) tetap layak dijadikan tontonan yang berkualitas, jauh lebih berkualitas ketimbang sinetron-sinetron abal-abal di TV nasional saat ini.

Sumber: www.warnerbros.com/citizen-kane

Iklan

4 thoughts on “Citizen Kane (1941)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s