Moana (2016)

moana1

Moana (2016) merupakan film pertama yang anak saya tonton di bioskop. Terus terang awalnya saya pesimis anak saya yang baru berumur 14 bulan bisa diajak menonton film di dalam bioskop tanpa menangis. Saya dan istri memutuskan untuk mencoba mengajak anak saya tersebut untuk menonton Moana (2016) bukan karena judul film Moana (2016) sangat mirip dengan nama istri saya yaa :P, tapi karena film tersebut merupakan film animasi terbaru Walt Disney yang menuai banyak pujian dan trailer-nya menunjukan gambar-gambar yang bagus dan menarik bagi anak-anak.

Di awal film, anak saya terpukau dan senang melihat gambaran kehidupan sebuah suku di kepulauan polinesia yang damai, tentram dan bahagia. Wha saya juga cukup terpukau melihat animasi Moana (2016) yang terbilang cantik. Lautannya nampak indah dan halus, jadi ingin berlibur ke pantai nih hehehehe. Selanjutnya,..  ..  ..  untunglah anak saya tetap bisa bertahan di dalam gedung bioskop tanpa menangis sampai film habis walaupun ia hanya semangat menonton Moana (2016) di bagian awalnya saja.

moana10

moana6

moana5

Apakah bagian tengah dan akhirnya membosankan? Menurut saya sih tidak yaa. Moana (2016) memang diawali dengan keadaan sebuah suku di pulau Motunui yang bahagia karena hasil pertanian dan tangkapan ikan yang melimpah. Namun sayang kebahagiaan tersebut tidak bertahan lama karena tangkapan ikan tiba-tiba menurun drastis dan hasil pertanian pulau semakin memburuk.

Konon peristiwa buruk ini disebabkan karena pencurian yang dilakukan oleh manusia separuh dewa, Maui (Dwayne Johnson). Apa yang Maui lakukan? Ia mencuri hati Te Fiti untuk diberikan kepada umat manusia. Sayang apa yang Maui lakukan justru membawa kutukan sebab setelah Maui mencuri hati Te Fiti, ia dihadang oleh raksasa lava, Te Ka. Maui kalah dan terpaksa kehilangan senjata pusakanya dan hati Te Fiti. Senjata Maui dan hati Te Fiti hilang dilautan hingga pada suatu hari, lautan memilih seorang gadis cilik untuk memperoleh hati Te Fiti yang berbentuk batu hijau dengan ukiran lambang Te Fiti pada permukaannya. Gadis yang terpilih itu adalah Moana Waialiki (Auli’i Cravalho) anak kepala suku pulau Motunui.

Lama kelamaan segala jenis kehidupan di pulai Motunui memang akan terpengaruh oleh hilangnya hati Te Fiti sebab Te Fiti merupakan dewi kehidupan. Konon dahulu kala di dunia ini hanya ada lautan saja. Kemudian hadirlah dewi Te Fiti yang mmberikan kehidupan bagi umat manusia. Tanpa hatinya, Te Fiti menjadi lumpuh dan keseimbangan dunia terancam.

Apa yang harus Moana lakukan? Ia harus menemukan Maui dan membawa Maui beserta hati Te Fiti kembali kepada Te Fiti. Bagaimanapun juga, Maui bukanlah mahluk setengah dewa yang jahat. Moana membutuhkan bantuan Maui untuk dapat melewati Te Ka yang berada sangat dekat dengan tempat dewi Te Fiti tidur. Dalam perjalanannya saya melihat berbagai hal lucu yang jauh dari kata membosankan. Mulai dari tingkah ayam peliharaan Moana, kenarsisan Maui sampai tingkah tato Maui yang memiliki kehendak sendiri :D.

moana3

moana2 moana4

 

moana9

Tak lupa Moana (2016) pun memperdengarkan lagu-lagu sepanjang petualangan Moana berlangsung. Lagu-lagunya cepat sekali akrab di kuping saya walaupun baru pertama kali saya dengar, baik lagu dalam bahasa Inggris maupun lagu dalam bahasa asli polinesia. Semuanya mampu memberikan nilai tambah bagi Moana (2016) secara keseluruhan sebab cerita Moana (2016) menjadi semakin hidup, tidak semakin membosankan seperti beberapa film musikal yang pernah saya tonton.

Tak heran anak saya yang sebenarnya belum 100% paham akan kisah Moana (2016) bisa betah menonton film tersebut. Saya sendiri betah kok menonton Moana (2016). Dengan cerita yang bagus, animasi yang cantik, lagu yang mendukung tema cerita dan pesan moral akan keteguhan hati, saya rasa Moana (2016) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yamg artinya “Bagus”. Recommended untuk ditonton bersama keluarga :).

Sumber: movies.disney.com/moana

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s