Pengabdi Setan (2017)

Setelah sempat beberapa kali kecewa melihat wajah film horor Indonesia, saya agak skeptis melihat kesuksesan Pengabdi Setan (2017) besutan sutradara ternama tanah air, Joko Anwar. Saya sendiri kurang menyukai serial misteri horor karya Om Joko yang sempat tayang di HBO yaitu Halfworlds. Apakah kali ini akan berbeda bagi saya?

Pada Pengabdi Setan (2017) dikisahkan bahwa Rini (Tara Basro), Tony (Endy Arfian), Bondi (Nasar Annus) dan Ian (M. Adhiyat) harus menghadapi penampakan dan teror dalam wujud mendiang ibu mereka yang sudah meninggal, Mawarni Suwono (Ayu Laksmi). Mawarni adalah penyanyi tempo dulu yang sudah lama sakit parah. Sakitnya Mawarni membuat keuangan keluarga terpuruk sampai mereka harus menggadaikan rumah tua mereka. Setelah Mawarni dikebumikan, Sang Bapak (Bront Palarae) pergi ke kota untuk memperbaiki kondisi keuangan keluarganya. Sebagai anak tertua, Rini menggantikan peran orang tuanya di rumah. Di sinilah awal teror-teror menimpa Rini dan adik-adiknya. Setelah penguburan selesai dan Sang Bapak pergi ke kota, terjadi banyak keanehan di rumah mereka. Almarhumah ibu mereka sering menampakkan diri dalam wujud yang menyeramkan. Mau apa ya? Kok malah menteror anak sendiri.

Keadaan semakin mencekam ketika nenek mereka, Rahma Saidah (Elly D. Luthan), ditemukan tewas di dalam sumur rumah. Sebelum meninggal, Nenek Rahma ternyata sudah mencurigai bahwa akan terjadi sesuatu. Ia sudah meminta Budiman (Egy Fedly), sahabat Nenek sejak kecil, untuk melakukan penyelidikan. Budiman memberitahukan bahwa almarhumah Mawarni terlibat dengan sekte pemgabdi setan. Mereka bermaksud untuk membawa anak Mawarni untuk sebuah tujuan yang …..

Tujuan para pengabdi setan inilah yang saya rasa menjadi salah satu faktor kejutan dari Pengabdi Setan (2017). Film ini memang memiliki beberapa twist atau kejutan yang bagus namun sayang kurang dieksekusi dengan baik. Seharusnya ada sedikit adegan kilas balik agar unsur kejutannya lebih terasa. Ada kejutan-kejutan yang tidak penonton sadari. Saya sendiri baru menyadarinya beberapa jam setelah selesai menonton film. Ternyata ada lebih dari 1 twist tho, ternyata ada penjelasan kenapa si A kesurupan, …

Film ini sudah menggunakan “jump scare” yang sangat baik, sudah seperti film Hollywood jaman sekarang. Tapi saya terus terang lebih seram melihat “jump scare” pada Pengabdi Setan (2017) dibandingkan “jump scare” film-film luar negeri. Aroma mistik Indonesianya terasa sekali. Latar belakang rumah tua di era 90-an, ditambah suara lagu dari piringan hitam dan … bunyi lonceng .. bisa membuat bulu kunduk berdiri :’D.

Film ini nuansa tahun 90-annya benar-benar terasa. Saya bahkan melihat mainan masa kecil saya dimainkan oleh katakter pada Pengabdi Setan (2017). Awalnya saya pikir Pengabdi Setan (2017) merupakan remake atau reboot dari Pengabdi Setan (1980). Munculnya tokoh antagonis utama pada akhir Pengabdi Setan (2017), menjelaskan kepada saya bahwa peristiwa pada Pengabdi Setan (2017) berlangsung sebelum peristiwa pada Pengabdi Setan (1980) terjadi. Untunglah Om Joko Anwar tidak menggunakan plot dan tokoh antagonis yang sama seperti pada Pengabdi Setan (1980), sudah basi dan mudah ditebak.

Tidak hanya soal plot dan tokoh antagonis saja, Pengabdi Setan (2017) memberikan peranan dan gambaran yang berbeda mengenai tokoh agama setempay. Baik pada Pengabdi Setan (2017) maupun Pengabdi Setan (1980), Keluarga yang diteror memang sama-sama tidak taat beribadah kepada Allah. Namun kemampuan dan peranan ustad pada Pengabdi Setan (2017) nampak lebih manusiawi. Pak ustad juga manusia biasa dan bukan orang suci. Orang yang dianggap masyarakat sebagi ustad pun belum tentu benar-benar ustad atau ulama bukan?

Saya rasa Pengabdi Setan (2017) jelas jauh lebih baik ketimbang Halfworlds. Film ini mampu memberikan ketakutan dan misteri mistik Indonesia dengan cara yang modern dan mengikuti jaman. Terlepas dari kekuranggamblangannya mengungkap misteri yang sudah ada, Pengabdi Setan (2017) pantas untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Wha ini film Indonesia pertama yang dapat nilai 3 dari saya hehehe.

Sumber: www.rapifilms.com/page/detail/409/pengabdi-setan

Iklan

Menjual Isuzu Panther LS Turbo Diesel 2009

Langsung saja, tanpa basa-basi, dijual, Isuzu Panther LS 2.5L warna coklat muda metalik keluaran tahun 2009.

  • Tangan pertama, dipakai sendiri.
  • Masih standard, tidak pernah dimodifikasi.
  • AC Double Blower masih dingin bin adem.
  • Radio FM/AM, CD Player lengkap.
  • Transmisi manual.
  • Mesin diesel sehingga biaya bahan bakarnya bisa lebih hemat.
  • Body bagus, tidak keropos.
  • Kondisi prima, siap digunakan sehari-hari.
  • Service berkala di bengkel Izusu resmi tidak pernah telat.
  • Surat-surat lengkap dan siap balik nama ke owner baru, tidak bermasalah.
  • Plat B dan lokasi ada di Jakarta.

Mobil Panther ini masih bertenaga dan biasa keluarga saya pakai kalau keluar kota. Kapasitas yang besar dan bahan bakar yang murah karena bisa diisi Solar, merupakan fitur yang paling saya suka dari mobil ini. Kami berniat untuk menjual mobil ini dengan harga Rp. 140.000.000, nego. Silahkan hubungi Pras di 081806011554 bila berminat. Nuhun ;).