Hari Kedua Membawa Bayi Ketika Wisata Bangkok & Pattaya Saat Songkran – Noong Noch, Laser Buddha, Sanctuary of Truth, Wat Phra Yai & Pattaya View Point

Bangkok

Setelah kemarin tiba di Bangkok dan berjalan-jalan di Asiatique The Riverfront pada Hari Pertama Membawa Bayi Ketika Wisata Bangkok & Pattaya, hari ini kami memilih untuk berangkat ke Pattaya. Pattaya adalah sebuah kota yang terletak sekitar 150 km dari Bangkok. Kota ini terkenal akan pantai dan pertunjukan ladyboy-nya. Tapi kami tidak ke sana untuk melihat keduanya hehehehehe. Aneh bukan? Terus terang Pantai yang Pattaya miliki, ada juga di Indonesia. Bahkan Indonesia memiliki pantai yang lebih cantik daripada Pattaya. Kami datang ke Thailand untuk melihat sesuatu yang tidak ada di Indonesia ;). Bukankah pertunjukkan ladyboy tidak ada di Indonesia? Ya, betul, tapi pertunjukkan tersebut kurang cocok bagi bayi. Selain itu, saya pribadi kurang suka dengan pertunjukan-pertunjukan seperti itu. Kami datang ke Pattaya untuk mengunjungi objek lain selain kedua hal tersebut.

Awalnya, kami berencana untuk naik bus dari Terminal Bus Mo Chit ke Pattaya. Lalu naik songthaew setibanya di sana. Songthaew adalah mobil bak terbuka yang bagian belakangnya diberi bangku dan atap. Tapi karena kami membawa bayi di saat Songkran, akan sangat sulit untuk naik bus umum dan songthaew. Cuaca Thailand di saat Songkran biasanya sangat panas, kasihan bayi kami. Maka, akhirnya kami memutuskan untuk menyewa taksi selama seharian penuh di hari kedua kunjungan kami ini. Melalui Group Backpacker Indonesia di Facebook, kami memperoleh nomor supir taksi Thailand yang harganya sangat ekonomis. Di dalam grouo Facebook tersebut, banyak sekali nomor supir taksi beserta tarif dan testimoninya. Kalau saya perhatikan, supir taksi yang bisa berbahasa Indonesia akan menarik harga yang lebih mahal ketimbang supir taksi yang hanya bisa berbahasa Inggris dan Thailand saja. Dengan demikian, kami memilih supir taksi yang tidak bisa berbahasa Indonesia tapi memiliki testimoni yang bagus hehehehe, lebih hemat.

Setelah sarapan di penginapan, saya mampir ke 7-Eleven yang terletak di samping penginapan untuk membeli onigiri. Mirip seperti onigiri yang pernah dijual di 7-Eleven Indonesia dan Lawson Indonesia, onigiri-nya 7-Eleven Thailand terbuat dari ikan tuna/salmon, nasi, rumput laut dan saus. Mulai hari kedua ini, onigiri menjadi bekal kami setiap kami berangkat di pagi hari.

Setelah keluar dari 7-Eleven, saya bertemu dengan pak supir yang sudah datang tepat waktu, pukul 7 pagi. Kami membooking untuk berkeliling sesuai keinginan kami sejak pukul 7 pagi hingga 7 malam untuk beberapa ribu Bath. Akan ada biaya tambahan sebesar ratusan bath per jam kalau kami masih menggunakan jasanya di atas pukul 7 malam. Tujuan kami di hari kedua ini sudah kami rencanakan dan tiket masuknya sudah kami beli sejak di Indonesia secara on-line.

Taksi yang kami gunakan adalah mobil sedan yang nyaman dan bersih, bayi kami tidak rewel selama perjalanan. Perjalanan dari Bangkok ke Pattaya kami tempuh kurang lebih selama 2 jam. Tapi sebelum sampai di sana, saya baru menyadari bahwa saya lupa membawa print-out tiket online yang sudah saya siapkan, semua tiket masih berada di smartphone dan flashdisk saya. Maka kami berkeliling kota Pattaya sejenak untuk mencari toko yang menerima jasa print. Mayoritas penjaga toko di sana tidak bisa berbahasa Inggris, untunglah pak supir dengan cekatan membantu sampai akhirnya kami dapat mem-print tiket-tiket kami.

Setelah memperoleh print-out tiket, kami berangkat menuju Noong Noch. Setibanya di sana, saya memberikan print-out tiket saya kepada pak supir untuk ditukarkan dengan tiket fisik. Persaingan berbagai objek wisata di Pattaya menyebabkan adanya tip bagi orang yang membawa tamu ke objek wisata tersebut. Kemungkinan besar pak supir memperoleh tip dari pengelola objek wisata ketika ia menukarkan tiket. Kami tidak masalah dengan hal ini, toh beliau tepat waktu, ramah dan helpful. Setelah kami memperoleh tiket fisik, kami ke dalam Noong Noch, sementara pak supir standby menunggu di parkiran. Noong Noch adalah taman tropis seluas 2 kilometer persegi. Di sana terdapat berbagai taman tropis dengan tema yang berbeda-beda. Cuaca yang sangat panas, tentunya sangat menyulitkan bila kita harus berjalan mengitari taman-taman tersebut. Kami akhirnya memutuskan untuk naik mobil wisata yang berputar ke seluruh taman dan berhenti di 2 titik terpopuler. Taman tropis ini mungkin akan sangat menarik bagi pecinta tanaman dan turis yang berasal dari negara non tropis. Saya pribadi tidak melihat sesuatu yang menakjubkan di sana, tapi paling tidak memang ada beberapa ornamen yang unik. Alasan utama kami ke sana bukanlah untuk melihat taman, tapi melihat pertunjukan dan binatang.

Bangkok

Bangkok

Bangkok

Kedua hal itulah yang kemungkinan akan disukai oleh bayi kecil kami. Dalam perjalanan wisata ini, paling tidak harus ada objek yang memang untuk dia. Di sana kami menonton pertunjukkan budaya yang menunjukkan perkembangan budaya Thailand dari masa lalu hingga sekarang dalam bentuk tarian dan nyanyian. Pertunjukkannya lumayanlaaah, memang tidak sedahsyat pertunjukkan China Folk Culture Village di Shenzen sih, tapi pertunjukkan Noong Noch ini tetap merupakan sesuatu yang tidak dapat kami saksikan di Indonesia. Kemudiam kami melihat berbagai binatang yang membuat si kecil tertawa riang. Atraksi dari berbagai gajah merupakan sesuatu yang menarik. Anak kami memang agak takut tapi ia nampak penasaran. Pertunjukkan gajah di Noong Noch lebih variatif dan melibatkan lebih banyak gajah dibandingkan pertunjukkan gajah di Taman Safari atau Singapore Zoo. Tak lupa kami mampir ke studio di dekat pertunjukkan gajah untuk membuat foto keluarga menggunakan baju daerah Thailand, yaaaah buat kenang-kenangan.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang padahal kami baru mengunjungi 1 objek wisata, jauh meleset dari itenari kami :’D. Untuk menghemat waktu, kami menyantap bekal kami di dalam mobil sambil melanjutkan perjalanan menuju Khao Chi Chan atau lebih dikenal dengan nama Laser Buddha. Pada dasarnya tidak banyak hal yang dapat dilakukan di sana. Kami hanya turun sejenak untuk melihat ukiran Buddha di Gunung Khao Chi Chan. Ukiran ini dibuat dengan memggunakan laser pada tahun 1996 dan konon merupakan ukiran buddha terbesar di dunia. Kami hanya melihat-lihat sebentar dan berfoto-foto untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Sanctuary of Truth. Kalau kita memilih menggunakan jasa travel, sudah hampir pasti kita akan diajak ke Kebun Anggur karena Noong Noch, Laser Buddha dan Kebun Anggur memang berdekatan. Terus terang kami tidak tertarik untuk melihat kebun-kebun yang hijau-hijau lagi, sudahlah cukup di Noong Noch saja hehehehehe. Objek-objek selanjutnya bukanlah objek yang biasa dikunjungi oleh turis asal Indonesia ;).

Bangkok

Tapi sebelumnya, kami makan siang dulu. Bekal yang kami bawa sepertinya kurang apabila digunakan untuk menambal isi perut sampai malam. daripada kelaparan di sore hari, kami mampir ke restoran tom yam halal atas rekomendasi pak supir. Saya lupa apa namanya, yang pasti restoran ini terletak di samping masjid dan dipenuhi turis asal Malaysia. Rasa tom yam seafood yang kami pesan terasa asam-kecut-pedas dengan takaran yang pass. Yuummmm, ini tom yam paling enak yang pernah saya makan sekaligus termahal yang pernah saya makan juga. Tal apalah, rasa sepadan dengan rasanya kok. Lucunya, di tempat inilah kami membeli sepatu bebek yang sampai tulisan ini saya buat, menjadi sepatu kesayangan anak kami :’D.

Setelah kenyang, kami melanjutkan perjalanan ke Sanctuary of Truth. Berkat bantuan Waze, kami akhirnya tiba di Sanctuary of Truth atau Prasat Sajja Tham. Sepanjang perjalanan, pak supir sebenarnya beberapa kali menawarkan untuk mampir di objek wisata lain. Tapi karena kami sudah membeli tiket dan memiliki itenari yang fix, maka saya menolak semua tawaran tanpa rasa sungkan. Pak supirnya tidak marah kok, toh tiket online Sanctuary of Truth kami, dia yang menukarkan menjadi tiket fisik. Melihat raut mukanya yang sumringah ketika membawakan kami tiket fisiknya, mungkin beliau memperoleh tip? Atau memang mereka sangat sopan? Orang Thailand pada dasarnya memang sopan dan murah senyum seperti orang Indonesia ;).

Sanctuary of Truth adalah istana megah yang 100% terbuat dari kayu dan dipenuhi oleh ukiran dan patung dengan tema budaya Thailand. Bangunan yang terletak di pinggir laut ini mulai dibangun pada masa pemerintahan Raja Rama IX dan belum selesai sampai sekarang. konon, istana ini akan terus diperluas tanpa ada batasan kapan selesainya. Kami sendiri harus menggunakan helm ketika mengunjungi objek wisata ini. Ketika saya ke sana, saya melihat banyak seniman yang masih mengerjakan beberapa bagian. Hal ini tidak mengurangi keindahan dan keunikan Sanctuary of Truth karena saat itu saja bangunannya sudah besar dengan ukiran dan patung yang beranekaragam. Di sini banyak sekali spot foto yang unik dan beda. Sebenarnya, di sana terdapat pertunjukkan tari, perang pedang, penyewaan gajah, penyewaan kuda dan penyewaan baju adat. Tapi karena telat, kami hanya dapat berfoto dan bersantai sejenak di sana, menikmati pemandangan yang ada.

Bangkok

Bangkok

Bangkok

Bangkok

Bangkok

Bangkok

Bangkok

Bangkok

Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, setelah Sanctuary of Truth, kami melanjutkan perjalanan menuju Wat Phra Yai Pattaya yang terletak di Bukit Pratumna, di antara Pattaya dan Pantai Jomtien. Terletak tinggi di atas bukit, Kuil Buddha yang dibangun pada tahun 1940 ini memiliki tangga masuk yang unik. Di atas, terdapat banyak patung-patung dan dekorasi berwarna emas. Dari atas, kami juga dapat melihat Pantai Jomtien dan sekitarnya.

Bangkok

Pemandangan Pattaya dan Pantai Jomtien akan nampak lebih indah lagi dari Pattaya View Point. Objek tersebut sebenarnya tidak masuk ke dalam radar kami. Pak supir yang menyarankan kami untuk ke sana karena lokasinya tak jauh dari Wat Phra Yai Pattaya dan tempat tersebut sangat bagus untuk melihat sunset. Pak supir berkata, “You go to Pattaya, you must see sunset near the sea”. Pak supir ada benarnya juga sih, daripada melihat sunset di Wat Phra Yai Pattaya, lebih baik pindah ke spot yang lebih ok. Sama seperti Laser Budda dan Wat Phra Yai Pattaya, objek ini gratis dan sedikit ramai, hore! Paling seneng deh kalau dengar kata-kata gratis hehehehehe. Di sana, kami dapat menikmati sunset tanpa harus berdesak-desakan. Pemandangan sore hari di sana benar-benar cantik, kami tidak menyesal deh ke sana.

Bangkok

Ini adalah objek wisata terakhir kami di hari kedua ini. Kami kemudian melanjutkan perjalanan pulang menuju penginapan. Sesuai informasi yang kemarin kami dapatkan, jalanan depan penginapan menjadi arena perang air. Karena kami naik taksi dan langsung berhenti di depan penginapan, kami tidak kebasahan. Sebenarnya saya sendiri tergoda untuk ikut bermain air, sepertinya seru. Tapi mengingat saya harus menjaga stamina dan ingat bahwa masih ada 3 hari lagi di Thailand, saya memilih untuk naik ke kamar setelah berpamitan dengan pak supir yang baik, sigap dan ramah :D. Saya rasa keputusan untuk menyewa taksi adalag keputusan yang paling tepat untuk kondisi kami karena penggunaan waktu kami menjadi lebih efisien sehingga kami dapat memperoleh banyak objek wisata dalam 1 hari. Besok, kami akan mengunjungi objek-objek wisata di jantung kota pada Hari Ketiga Membawa Bayi Ketika Wisata Bangkok & Pattaya.

Baca juga:
Hari Ketiga Membawa Bayi Ketika Wisata Bangkok & Pattaya
Hari Pertama Membawa Bayi Ketika Wisata Bangkok & Pattaya
Ringkasan Objek Wisata Bangkok & Pattaya
Bagaimana Cara Naik Kereta di Bangkok?
Bagaimana Cara Naik Chao Praya Express di Bangkok?

Iklan

One thought on “Hari Kedua Membawa Bayi Ketika Wisata Bangkok & Pattaya Saat Songkran – Noong Noch, Laser Buddha, Sanctuary of Truth, Wat Phra Yai & Pattaya View Point

  1. Ping balik: Hari Ketiga Membawa Bayi Ketika Wisata Bangkok & Pattaya Saat Songkran – Grand Palace, Wat Phra Kaew, Wat Pho, Wat Arun & Pratunam | Alief Workshop

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s