The Babadook (2014)

The Babadook (2014) sudah dirilis sejak 2014, namun baru tahun 2020 saya menontonnya. Beberapa rekan saya sudah merekomendasikan film ini, namun karena keterbatasan waktu, entah mengapa saya memilih menonton film lain yang nampak lebih berkilau. Maklum, The Babadook (2014) bukanlah film Hollywood yang bertaburan bintang film ternama. Film ini merupakan film horor asal Australia dengan anggaran yang tidak terlalu besar. Setiap saya hendak menonton The Babadook (2014), selaluuu saja ada film lain yang sepertinya lebih bagus hehehe.Aaahh, di tengah-tengah pandemi COVID-19 dan puasa Ramadhan, akhirnya saya menonton The Babadook (2014).

Film horor ini ternyata mengisahkan sebuah teror yang dihadapi Amelia Vanek (Essie Davis) dan anak Amelia, Samuel Vanek (Noah Wiseman). Pada bagian awal film, Amelia nampak sebagai seorang ibu yang berusaha membesarkan anak semata wayangnya, walaupun Amelia sendiri masih mengalami trauma terkait kematian suaminya. Amelia nampak sebagai wanita lembut yang mengalami berbagai masalah kehidupan. Sementara itu Samuel tampil sebagai anak yang bermasalah. Obsesi Samuel terhadap monster selalu menimbulkan masalah bagi Amelia.

Semua semakin parah ketika Amelia menbacakan Samuel, sebuah buku anak-anak yang berjudul Mister Babadook. Buku tersebut mengisahkan mengenai keberadaan The Babadook, mahluk misterius yang mengintai dan menteror pembacanya. Disinilah perlahan terjadi perubahan karakter Amelia dan Samuel. Semua dieksekusi dengan sangat baik dan rapi. Penonton seolah dibuat bertanya-tanya apakah Babadook itu memang monster nyata ataukah hanya manusia biasa yang sedang stres?

Saya sangat suka pada film ini adalah bagaimana The Babadook (2014) membangun nuansa mencekam. Semua dibangun tanpa banyak memunculkan wujud monster-monsteran atau dentuman suara yang mengagetkan. Horor pada film ini adalah horor psikologis yang bagus sekali. Memang sih temponya terkadang agak lambat dan berpotensi membuat tertidur, tapi rasa penasaran dan nuansa horornya berhasil membuat saya terjaga sepanjang menonton film ini.

Semua semakin keren karena hubungan ibu dan anak yang sedikit mengharukan, ditampilkan pula dengan sangat baik pada The Babadook (2014). Ikatan Amelia dan Samuel menjadikan The Babadook (2014) nampak spesial. Film ini bukan film horor biasa.

Tanpa saya duga, film asal Australia ini sangat pantas untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Bagi yang mencari horor sadis, horor monster atau horor kaget-kagetan, jangan tonton The Babadook (2014) sebab ini bukanlah film horor untuk anda ;).

Sumber: http://www.youcantgetridofthebabadook.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s