Serial Dark

Perjalanan menembus waktu dan dunia lain dengan berbagai alternatif, sudah sering saya jumpai pada berbagai film seri dan film layar lebar. Mulai dari yang klasik seperti franchise film-film Back to the Future dan Terminator, sampai film superhero seperti The Flash. Tentunya semuanya memiliki alur cerita yang lumayan kompleks dan berputar-putar. Namun selama ini tidak ada kisah perjalanan waktu sekompleks Serial Dark :’D. Uniknya, Dark berbicara pula mengenai dunia lain, bukan hanya perjalanan menggunakan mesin waktu saja.

Latar belakang film seri berbahasa Jerman ini adalah Winden, sebuah kota kecil di Jerman yang terkenal akan pembangkit listrik tenaga nuklirnya. Semua terasa aman dan tentram sampai terdapat kasus bunuh diri dan hilangnya anak-anak kecil. Dari sana terkuak pula bahwa sekitar 30 tahun yang lalu terdapat kasus yang serupa.

 

Ow ow ow, tunggu dulu. Kok jadi mirip Serial Stranger Things ya? Melihat kasus hilangnya anak kecil, kota kecil sebagai latar belakang dan misteri akan dunia lain, memang membuat banyak orang mengkait-kaitkan kedua serial tersebut. Apalagi keduanya memang hadir di saat yang hampir bersamaan. Bagi saya pribadi, keduanya adalah 2 serial yang berbeda jauh. Semakin lama, semakin terlihat jelas perbedaannya. Mulai dari inti cerita, nuansa film, sampai tingkat kerumitannya.

Berbeda dengan Serial Stranger Things, pada awalnya, semua misteri pada Serial Dark nampak berhubungan dengan misteri sebuah gua misterius. Gua tersebut berperan penting dalam semua kegilaan yang akan terjadi kepada beberapa keluarga di kota Winden.

Kegilaan macam apa? Paradoks dan perjalanan waktu yang membuat garis keturunan beberapa keluarga menjadi kacau. Tapi lama kelamaan, saya melihat bahwa gua tersebut hanyalah potongan kecil dari semua masalah yang ada. Ada pula masalah reaktor nuklir, pencurian identitas, cinta segitiga, perselingkuhan dan lain-lain.

Semuanya merupakan bagian dari berbagai misteri dan kejutan yang Dark berikan kepada para penontonnya. Film ini selalu memiliki misteri yang membuat saya penasaran. Ketika suatu misteri terkuak, Dark memberikan misteri lain yang menarik. Hal ini terus berlangsung pada akhirnya Dark menjadi salah satu film seri paling rumit yang pernah saya tonton.

Kerumitan Dark membuat saya kebingungan ketika menonton beberapa episode dari film seri tersebut. Saya pun beberapa kali harus menonton ulang beberapa episode untung mengerti akan misteri yang disuguhkan. Beruntung kerumitan Dark diimbangi dengan kualitas cerita yang memukau. Jadi mengulang menonton beberapa episode dan membahas kisah-kisahnya merupakan hal yang menyenangkan. Terlibih lagi, nasib yang beberapa karakter hadapi dapat berubah-ubah. Mayoritas memang harus berhadapan dengan takdir yang kelam. Itulah yang harus mereka ubah, keluar dari kegelapan.

Karakter pada Dark terhitung beragam. Apalagi terkadang ada karakter yang muncul dalam umur yang berbeda dan versi yang berbeda pula hehehehe. Yah pada dasarnya semuanya berputar pada garis keturunan keluarga Nielsen, Doppler, dan Tiedemann. Semua berhasil digambarkan dengan cara yang kelam. Saya pun semakin faham kenapa film seri tersebut berjudul Dark.

Sampai saat ini, Dark dikabarkan akan tamat di musim pemutaran ketiga dengan sebuah akhir yang mengejutkan. Dark diputuskan untuk berhenti ketika sedang berada di puncak, dan dengan penuh perhitungan. Berbeda dengan Serial Game of Throne yang sama-sama berhenti ketika di puncak tapi terlihat terburu-buru, aaahhh sangat disayangkan. Saya salut dengan pilihan yang diambil bagi oleh tim pencipta Dark. Semuanya seolah sudah diperhitungkan dengan matang. Akhir dari Dark seperti sudah direncanakan arahnya sejak episode pertama dibuat.

Dengan demikian Dark layak untuk memperoleh nilai 5 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus Sekali”. Sebuah film seri yang membuat saya ingin belajar bahasa Jerman hehehehe.

Sumber: darknetflix.io