I Saw the Devil (2010)

Kali ini saya akan membahas I Saw the Devil (2010) atau 악마를 보았다, sebuah film aksi asal Korea Selatan yang sempat memenangkan berbagai penghargaan. Kalau dilihat dari jalan ceritanya, has I Saw the Devil (2010) sepertinya hanya film aksi mengenai balas dendam saja. Sesuatu yang sudah sering ada pada film-film aksi lainnya. Kok bisa memenangkan banyak penghargaan ya?

Film ini diawali dengan perbuatan keji Jang Kyung-chul (Min-sik Choi) kepada seorang ibu hamil. Korban Kyung-chul kali ini ternyata istri Kim Soo-hyeon (Byung-hun Lee), seorang agen senior NIS yang handal. NIS sendiri merupakan semacam organisasi intelejennya Korea Selatan. Dapat dibayangkan seberapa kuat dan ahlinya Soo-hyeon. Dalam waktu singkat ia sudah dapat menemukan Kyung-chul dan membalaskan dendam istrinya.

Uniknya, Soo-hyeon ingin agar Kyung-chul merasakan sakit yang mendiang istri Soo-hyeon rasakan. Langsung datang dan membunuh Kyung-chul bukanlah pilihan. Soo-hyeon ingin melakukan balas dendam yang sangat menyakitkan. Agen NIS ini menggunakan keahliannya jauh di luar jalur hukum yang ada.

Hebatnya, kekejaman yang Soo-hyeon lakukan kepada Kyung-chul menjadi sesuatu yang memuaskan bagi saya. Biasanya saya kurang suka dengan film-film sadis, walaupun film tersebut memiliki kejutan yang keren seperti Saw (2004). Semua itu terjadi karena kehandalan Min-sik Choi dalam memerankan Kyung-chul. Karakter antagonis yang satu ini kerap melakukan hal hina. Sumpah, Kyung-chul seolah pantas memperoleh hukuman yang ia terima.

Tidak sampai di sana, I Saw the Devil (2010) berhasil mempertunjukkan transformasi yang halus bagimana reputasi Kyung-chul dihadapan penonton perlahan berubah. Psikopat yang pada awalnya nampak seolah hanya seseorang yang lemah, perlahan menunjukkan jati dirinya yang sesungguhnya. Sepertinya balas dendam ala Soo-hyeon memiliki dampak negatif yang akan Soo-hyeon sesali seumur hidup.

Tidak hanya berisi adegan aksi yang keras, film ini pun memberikan pelajaran mengenai balas dendam. Cara Soo-hyeon berduka memang panjang dan ternyata memberikan dampak negatif pula bagi lingkungan sekitarnya. Kesedihan seakan terus melekat pada Soo-hyeon, sampai akhir film. Inilah yang membuat I Saw the Devil (2010) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Tak heran film Korea yang satu ini memenangkan berbagai penghargaan.

Sumber: http://www.showbox.co.kr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s