Space Jam: A New Legacy (2021)

Dalam dunia bola basket, era 90-an adalah era kejayaan Michael Jeffrey Jordan dan Chicago Bulls. Jordan berhasil membawa Bulls menjadi juara NBA (National Basketball Association) 6 kali yaitu pada tahun 1991, 1992, 1993, 1996, 1997, 1998, 1999. Wah sepanjang tahun 90-an, Bulls gagal menjuarai pada tahun 1994 dan 1995. Itupun karena pada tahun tersebut, Jordan jenuh menjadi atlet baseball profesional. Peristiwa kejenuhan inilah yang menjadi latar belakang Space Jam (1996). Demi menyelamatkan anaknya, Jordan yang sedang menjadi atlet baseball, harus bermain bola basket lagi. Jordan harus bermain basket bersama tokoh-tokoh Looney Toons seperti Bugs Bunny, Porky Pig, Tweety, Elmer Fud, Lola Bunny, Daffy Duck, Tasmanian Devil, Road Runner dan lain-lain. Dengan kepopuleran Jordan saat itu, film ini sukses besar. Hampir semua teman sekelas saya di SD menonton film tersebut :’D.

25 tahun kemudian, Space Jam: A New Legacy (2021) hadir tapi tanpa Jordan. Posisi Jordan pada Space Jam: A New Legacy (2021), digantikan oleh LeBron Raymone James. Pada saat Space Jam: A New Legacy (2021), LeBron memang bisa dibilang pemain basket yang paling menonjol dan memenangkan berbagai trofi. Walaupun belum melegenda seperti Jordan, LeBron patut bangga dengan 4 gelar juara NBA Bersama Miami Heat, Cleveland Cavaliers dan Los Angles Lakers.

Mirip seperti Space Jam (1996), LeBron harus menyelamatkan Dominic “Dom” James (Cedric Joe), anak bungsunya yang diculik oleh sebuah AI (Artificial Intelligence) milik Warner Bros, yaitu AI-G Rythm (Don Cheadle). AI ini dilengkapi oleh algoritma super canggih sehingga ia memiliki kekuasaan absolut terhadap semua karakter-karekter yang hidup di dalam server-server super mewahnya Warner Bros. Ia bahkan mampu membubarkan Looney Toons dan membuat dunia Toons menjadi dunia yang sekarat. AI-G Rythm mengganggap Looney Toons sudah kuno dan kurang menjual. Para Looney Toons di pecah-pecah untuk bermain di dunia The Matrix, DC Comics, Game of Thrones dan dunia-dunia lain di dalam server Warner Bros.

Uniknya, kali ini tim LeBron tidak melawan monster yang super besar. Mereka akan melawan karakter video game ciptaan Dom, anak LeBron sendiri. Selama ini, LeBron menuntut dan mendorong agar semua anaknya mengikuti langkahnya sebagai pemain profesional NBA. Namun Dom memiliki minat yang agak berbeda. Ia ingin menjadi developer video game. Dengan menggunakan rekaman gerakan dan gaya bermain rekan-rekan ayahnya di NBA, Dom berhasil membuat berbagai karakter video game yang piawai bermain basket.

AI-G Rythm memanfaatkan konflik antara Dom dan LeBron untuk memenangkan pertandingan. Dom sendiri merasa bahwa ini adalah kesempatan baginya untuk membuktikan bahwa ia mampu menghasilkan sesuatu yang spektakuler dari bidang di luar basket.

Pertandingan basketnya sendiri sangat berbeda dengan pertandingan NBA. Mereka bermain di dalam dunia imajinasi. Terdapat berbagai peraturan yang tidak mungkin ada di dunia nyata. Masing-masing pemain memiliki semacam ilmu atau jurus spesial. Hal-hal seperti ini juga memang ada di Space Jam (1996), tapi tidak sebanyak ini. Saya rasa semua jurus dan aturan tambahan tersebut agak overdosis ya. Pertandingan yang disuguhkan terasa seperti bukan pertandingan basket lagi. Beruntung semua hal di atas dapat ditampilkan dengan jelas dan baik. Paling tidak saya tidak kebingungan ketika melihat film ini.

Secara visual, Space Jam: A New Legacy (2021) memang memanjakan para penonton dengan special effect yang cantik, megah & halus. Karakter kartun beserta dunia yang menjadi latar belakang Space Jam: A New Legacy (2021), berhasil menyatu dengan karakter non kartun seperti LeBron dan keluarganya. Jurus-jurus super para pemain basket ini pun dapat ditampilkang dengan dengan sangat baik. Semuanya berhasil menjadi keunggulan utama Space Jam: A New Legacy (2021).

Jalan ceritanya sendiri memang sangat mirip dengan Space Jam (1996). Mirip bukan berarti sama. Paling tidak Space Jam: A New Legacy (2021) berhasil mengangkat sesuatu yang berbeda melalui konflik antara LeBron dengan Dom. Sayang beberapa aksi konyol dari Looney Tunes dirasa kurang lucu. Kemudian akting LeBron sendiri terlihat sedikit kaku, maklumlah dia kan dasarnya atlet, bukan aktor.

Melihat hal-hal di atas, Space Jam: A New Legacy (2021) masih dapat memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Bagaimanapun juga film ini merupakan nostalgia bagi penonton-penonton seperti saya. Sebagus atau sejelek apapun Space Jam: A New Legacy (2021) , sopasti saya akan tetap tonton.

Sumber: http://www.spacejam.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s