Luca (2021)

Luca (2021) adalah film animasi jebolan Walt Disnet & Pixar yang mengisahkan petualangan si monster laut cilik, Luca Paguro (Jacob Tremblay). Ia dan keluarganya tinggal jauh di dasar laut. Uniknya, bangsa monster laut pada Luca (2021) dapat berubah menjadi manusia biasa ketika berada di darat dan tidak terkena air.

Selama ini, manusia dan monster air memang bermusuhan. Manusia akan menangkap atau menyerang monster air ketika mereka melihatnya. Itulah mengapa para monster air memilih untuk hidup damai di dasar laut, jauh dari jangkauan manusia. Perbedaan membuat kedua jenis mahluk ini saling menjauh dan tidak bersahabat.

Berbeda dengan monster air lain, Luca justru tertarik dengan dunia manusia. Setelah berkenalan dengan Alberto Scarfano (Jack Dylan Grazer), Luca memilih untuk diam-diam pergi ke darat dan berbaur dengan manusia. Alberto sendiri merupakan monster laut yang sering pergi ke daratan. Kedua sahabat baru ini pergi ke sebuah kota nelayan kecil di Italia. Selama Luca dan Alberto tidak basah, tidak akan ada yang mengetahui bahwa keduanya bukan manusia.

Dalam perjalanannya, Luca dan Alberto menjadi terobsesi dengan Vespa. Untuk memperoleh Vespa idamannya, mereka akhirnya menjalin persahabatan dengan beberapa penduduk kota. Apakah tali persahabatan tersebut akan terceraiberai bila semuanya mengetahui bahwa Luca dan Alberto merupakan monster air?

Fokus utama kisah Luca (2021) adalah mengenai bagaimana perbedaan tidak seharusnya menghalangi persahabatan. Monster laut atau manusia, semuanya sebenarnya bisa hidup damai berdampingan. Sebuah pesan moral yang sangat baik bagi para penontonnya.

Sayangnya, dunia yang menjadi latar belakang Luca (2021), tidak terlalu dibahas dengan jelas. Kenapa kok monster laut kalau tidak terkena air, bisa berjalan layaknya manusia biasa? Memang mereka semua anak cucunya Ariel si Putri Duyung? Rasanya, masih banyak hal yang dapat memperkaya Luca (2021) tapi tidak dipergunakan. Bagi saya pribadi, kisah Luca (2021) agak terlalu sederhana dan mudah ditebak. Ditambah dengan humor yang agak tipis, Luca (2021) terkadang membosankan.

Dengan demikian Luca (2021) layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Jarang-jarang nih tokoh utama film Pixar dan Disney menggunakan anak laki-laki sebagai protagonis utamanya, biasanya perempuan.

Sumber: http://www.pixar.com

Serial Only Murders in The Building

Serial Only Murders in The Building merupakan serial komedi misteri yang pertama kali hadir pada akhir 2021 lalu. Semua diawali dengan kasus pembunuhan di dalam Apartemen Arconia yang luas dan megah. Beberapa penghuni pun melakukan penyelidikan mandiri dan berhasil menemukan berbagai fakta yang belum pihak kepolisian ungkap.

Tanpa disadari, beberapa penghuni apartemen sebenarnya memiliki petunjuk akan kasus tersebut. Beberapa diantaranya justru memiliki rahasia yang mengaitkan kasus pembunuhan ini dengan kasus-kasus lain di masa lalu. Pengungkapan berbagai fakta, justru membuat lebih banyak orang terlibat dan terkait. Bahkan pada akhirnya menghasilkan kasus-kasus kriminal lain di gedung tersebut.

Walaupun setiap episodenya bersambung, serial ini berhasil menampilkan aksi penyelidikan yang menyenangkan untuk ditonton. Beberapa humor ringan yang diselipkan pun, mampu membuat Only Murders in The Building semakin menarik untuk diikuti.

Terlebih lagi karakter-karakternya terbilang menarik dan berhasil membuat saya peduli. Paling tidak pada musim perdananya terdapat 3 tokoh utama yang diperankan oleh Steve Martin, Steve Short dan Selena Gomez. Ketiganya berhasil menampilkan pertunjukan yang sangat bagus. Chemistry trio ini menjadi salah satu kelebihan dari serial ini. Ternyata Selena Gomez jago berakting juga.

Sudah lama saya tidak mengikuti film seri misteri komedi seperti Only Murders in The Building. Saya yang kurang suka dengan film seri bersambung, merasa tidak keberatan menonton serial bersambung yang satu ini. Setiap episodenya mampu memnghibur walaupun sopasti akan bersambung pada bagian akhirnya. Saya pribadi ikhlas untuk memberikan Only Murders in The Building nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: http://www.hulu.com

No Time to Die (2021)

Terhitung sejak 2006 sampai 2015, sudah lebih dari 15 tahun Daniel Craig memerankan James Bond, agen mata-mata Inggris legendaris karangan Ian Fleming. Sudah banyak aktor-aktor terkenal silih berganti memerankan James Bond, mulai dari Roger Moore, Sean Connery, Pierce Brosnan dan lain-lain. Masing-masing memiliki ciri khasnya sendiri. Namun sampai saat ini hanya film-film James Bond era Daniel Craig yang memiliki kesinambungan. Antara 1 film Bond dengan film Bond lainnya memiliki 1 benang merah yang sama.

Hanya saja hal ini terkadang membuat penonton agak kebingungan di awal film. Termasuk saya ketika menonton film terakhir dari James Bond era Daniel Craig, No Time to Die (2021). Padahal saya tidak pernah absen menonton film-filmnya James Bond loh.

Sebagai pengantar, James Bond (Daniel Craig) adalah agen rahasia IM6 dengan kode 007. Ia berkali-kali menyelamatkan dunia dari berbagai tokoh jahat. Ketika dirunut, ternyata semuanya bermuara pada Spectre, sebuah organisasi kriminal yang dipimpin oleh Ernst Stavro Bloveld (Christoph Waltz). Pada film James Bond sebelumnya, Bloveld berhasil ditangkap meskipun M harus gugur dan digantikan oleh M yang lain. M adalah sebutan atau kode bagi pimpinan James Bond di IM6. Setelah ini, Bond pun pensium meninggalkan IM6. Sedangkan Spectre masih tetap berdiri meskipun pimpinan mereka sudah dipenjara.

Untuk urusan asmara, Bond jatuh cinta kepada Vesper Lynd (Eva Green) yang Bond temui pada Casino Royale (2006), film pertamanya Bond versi Daniel Craig. Sayang Vesper tewas, dan hal-hal terkait Vesper selalu ada dalam setiap film Bond era Daniel Craig.

Dengan informasi di atas, maka semua karakter di awal No Time to Die (2021) adalah karakter yang baru diperkenalkan. Ketika saya menonton No Time to Die (2021), saya lupa dengan karakter-karakter pada film Bond sebelumnya. Maka, saya agak kebingungan melihat awal film yang menggunakan 2 kali flashback. Tanpa saya sadari kedua flashback tersebut ternyata merupakan perkenalan dari 2 karakter yang benar-benar baru.

Agak klise dengan berbagai film agen rahasia yang pernah saya tonton. Bond harus kembali menyelidiki sebuah kasus besar setelah sebelumnya ia pensiun dari IM6. Sebuah virus yang sangat berbahaya telah dicuri. Tentunya, di tangan yang salah, virus ini dapat membunuh ratusan atau bahkan ribuan umat manusia. Hilangnya virus ini terkait dengan Spectre, Bloveld dan Vesper. Maka Bond pun kembali beraksi menyelamatkan dunia dari seorang penjahat misterius.

Pada awalnya kelupaan saya mengenai kisah Bond sebelumnya dan hadirnya tokoh antagonis baru ini, berhasil membuat film ini seolah penuh misteri. Sebuah misteri yang membuat saya nyaman untuk mengikuti alur cerita sambil mengingat-ingat siapa saja karakter yang muncul. Entah siapa yang benar-benar berbahaya di sini. Apakah Spectre, IM6 atau sebuah organisasi kriminal baru. Saya akui penghianatan berlapis pada No Time to Die (2021) terbilang menghibur. Ini adalah nilai plus yang sangat besar. Saya suka dengan bagaimana berbagai kejutan hadir pada film ini.

Sayang di pertengahan film, semua terungkap dengan sangat jelas. Seorang tokoh antagonis kehilangan kemisteriusannya hehehehe. Tokoh antagonis yang pada awalnya menjanjikan, kemudian menjadi tokoh antagonis standard. Sekilas ia seolah seperti digambarkan seperti Dr. Julius No pada Dr. No (1962), tokoh antagonis pada film James Bond pertama. Lama kelamaan terlohat bahwa motif penjahat Bond kali ini agak absurd dan kurang menarik. Yaaah begitu-begitu saja.

Tokoh jahat pada No Time to Die (2021) melakukan kesalahan-kesalahan klasik. Ia terlalu banyak berbicara ketika memiliki kesempatan untuk membunuh Bond. Kemudian beberapa adegan aksinya masih seperti film aksi tahun 90-an. Ketika lawan Bond menembak dengan jangkauan yang baik dan jelas, tembakannya meleset. Tapi kalau giliran Bond, …. yah begitulah.

Terlepas dari beberapa kelemahan No Time to Die (2021), saya tetap suka dengan plot yang penuh misteri dengan berbagai kejutan yang tidak saya duga. No Time to Die (2021) masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Ini merupakan film James Bond terakhir yang diperankan Daniel Craig. Tapi sayang ini bukanlah sebuah film penutup yang spektakuler. Kita tunggu saja, siapa yang akan memerankan James Bond berikutnya.

Sumber: http://www.mgm.com

Encanto (2021)

Pada pergantian tahun 2021 menuju 2022 ini Disney dan Pixar melahirkan film animasi dengan judul Encanto (2021). Kali ini film animasinya tidak mengisahkan mengenai kerajaan atau putri-putrian. Dengan latar belakang daerah Kolombia pada era peperangan, Encanto (2021) mengisahkan keluarga Madrigal. Karena kerusuhan dan peperangan, keluarga Madrigal mengungsi ke sebuah wilayah terpencil di balik pegunungan. Melalui sebuah peristiwa menyedihkan, mereka menemukan sebuab rumah dan sebuah lilin ajaib.

Rumah baru keluarga Madrigal seolah hidup dan memiliki nyawa. Di dalamnya terdapat banyak kamar dengan pintu yang unik. Mayoritas pintu-pintu tersebut bercahaya dan menunjukkan kekuatan si pemilik kamar. Keluarga Madrigal memang memiliki kekuatan unik secara turun temurun. Ketika sudah mencapai umur tertentu, setiap anggota keluarga Madrigal menjalankan sebuah upacara. Upacara tersebut dilakukan di dalam rumah dan di depan lilin ajaib. Ini bukan upacara pesugihan atau babi ngepet yah :’D.

Setelah upacara selesai, anak-anak keluarga Madrigal memiliki kekuatan ajaib dan pintu kamar mereka pun akan bercahaya terang. Setiap keturunan keluarga Madrigal memiliki kekuatan yang berbeda. Ada yang super kuat, ada yang dapat menumbuhkan berbagai tanaman, ada yang mampu melihat masa depan, ada yang dapat mengendalikan cuaca, ada yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit, ada yang dapat merubah wujud, ada yang memiliki pendengaran super, dan ada yang dapat berbicara dengan hewan. Mereka semua menggunakan keajaiban tersebut untuk membantu masyarakat sekitarnya.

Tak lama, lingkungan sekitar keluarga Madrigal dapat tumbuh dan berkembang. Keluarga Madrigal pun menjadi pilar penyangga kehidupan masyarakat. Seluruh penduduk menghormati keluarga Madrigal.

Tinggal di tengah-tengah keluarga terpandang yang memiliki kekuatan ajaib, akan menjadi beban bagi Mirabel Madrigal (Stephanie Beatriz). Ia adalah satu-satunya anggota keluarga Madrigal yang nampak tidak memiliki kekuatan ajaib. Tanpa Mirabel sadari, saudara-saudarinya pun memikul beban karena kekuatan ajaib yang mereka miliki. Memiliki kekuatan ajaib atau tidak, setiap individu mengalami tekanan tertentu dalam mengarungi badai kehidupan. Apakah mereka menjadi seseorang karena keajaiban mereka atau karena kualitas diri sendiri?

Tidak banyak yang tahu, tapi rumah keluarga Madrigal memiliki keretakan yang semakin hari semakin banyak. Kepala keluarga Madrigal sendiri diam-diam merasa bahwa keajaiban keluarga mereka sedang sekarat. Mirabel pun harus bertindak untuk menyelamatkan keajaiban keluarga Madrigal. Berdasarkan penglihatan pamannya Mirabel yang dapat meramal, kehancuran dan keberlangsungan keajaiban ini berkaitan erat dengan Mirabel. Sayangnya, sang paman menghilang tak lama setelah ia melihat masa depan Mirabel.

Alur cerita Encanto (2021) berhasil membuat saya penasaran karena misteri bagaimana cara Mirabel menyelamatkan keajaiban keluarganya, kemudian mengapa paman Mirabel yang dapat meramal justru menghilang tanpa jejak, terakhir … sepanjang film saya ingin mengetahui apa sih kekuatan atau keistimewaan Mirabel. Lha masak tokoh utamanya malah tidak memiliki kekuatan apa-apa, hehehehehe. Pada akhirnya semua dapat terjawab dengan sederhana. Film ini memang mengandung misteri tapi misterinya tidak rumit kok. Semua sangat mudah dipahami dan agak mudah ditebak di pertengahan film.

Film ini didukung oleh aneka nyanyian yang bersahabat bagi kuping saya. Encanto (2021) memang terbilang film animasi yang banyak menggunakan nyanyian. Di tengah-tengah film akan banyak sekali nyanyian. Biasanya saya kurang suka dengan hal ini. Tapi spesial untuk Encanto (2021), nyanyian-nyanyian tersebut mampu menghibur dan enak di kuping saya :).

Ditambah dengan animasi yang cantik, Encanto (2021) semakin nyaman untuk dilihat. Kali ini Disney dan Pixar bermain dengan warna-warni yang cerah dan sangat halus. Film ini nampak dipersiapkan dengan sangat serius.

Saya sendiri ikhlas untuk memberikan Encanto (2021) nilai 4 dari skala maksimum 5 yabg artinya “Bagus”. Dengan pesan moral akan keluarga dan kemampuan diri sendiri, Encanto (2021) sangat layak untuk ditonton bersama seluruh anggota keluarga.

Sumber: http://www.encantoencines.com

Sruput Hangat & Segarnya SSB Hj. Widodo

Ketika sedang dalam perjalanan dari Solo ke Semarang pada beberapa tahun yang lalu, saya sempat singgah di Boyolali untuk makan siang. Ada apa di Boyolali? Pada saat itu saya singgah di Soto Sedap Haji Fatimah. Sejak saat itulah saya mengenal bahwa ada sote yang enak di Boyolali.

Lama berselang, saya yang tinggal di Jabodetabek sangat jarang menyantap soto. Pada dasarnya saya memang kurang suka dengan soto. Pada suatu pagi, saya mencari sarapan sambil mengantar istri praktek di klinik. Pada saat itu, nama sotonya terpampang SSB Hj. Widodo. SSB masih menggunakan kepanjangan dari Soto Sedaap. Belakangan kepanjangannya berubah menjadi Spesial Soto Boyolali. Entah karena hak paten nama atau apa, saya kurang paham. Yang pasti tetap menggunakan merek SSB Hj. Widodo.

Sejak berdiri pada 2002 lalu, SSB Hj. Widodo dengan cepat sudah membuka cabang dimana-mana. Sampai saat ini SSB Hj. Widodo sudah dapat ditemukan di sekitar Jalan Pandanaran Boyolali, Alun-Alun Klaten, samping RS Cakra Husada Klaten, Pasar Nongko Surakarta, Colomadu Karanganyar, Komplek Ruko Jalan Perumnas Seturan Yogya, selatan Pintu Kereta Bendan Pekalongan, utara Alun-Alun Pemalang, samping Adira Finance Tegal, Jalan Trunojoyo Bandung, depan SMPN 7 Cirebon, timur Hotel Sultan Cirebon, samping DPRD Pati, Jalan Buah Batu Bandung, samping RSUD Cibabad Cimahi, samping Masjid Daarut Tauhid Bandung, Jalan Salak Bogor, Ruko Grand Galaxy City Bekasi, depan Mall Bekasi, Komplek Puri Gading Bekasi, Ruko Puskopad Serang, Jalan Raya Ciracas JakTim, samping Kampus UnTam JakSel, depan SMP Al Azhar Cibubur, Kios Puskopad Cijantung JakTim, depan SMP Santa Maria JakPus, depan PDAM BenHil JakPus, depan Sekolah Insan Cendikia Madani Tangerang, depan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, selatan Puri Cikeas, depan Kantor Bus Prima Jasa Pamulang Tangerang, Jalan Balap Sepeda Palembang, Jalan Brigjen Hasan Kasim Palembang, samping Ganesha Operation Bandar Lampung dan barat Polda Bali. Wah banyak yah, jauh lebih banyak dari soto yang dahulu kala saya santap di Boyolali. Saya pribadi biasa mampir ke cabangnya yang di Bekasi.

Selama pandemi Covid 19 berlangsung SSB Hj. Widodo memberikan pelayanan dengan protokol kesehatan yang sangat baik. Mulai dari layanan pesan dan makan di kendaraan, sampai penggunaan pembatas kaca acrylic di setiap mejanya. Kondisi restorannya pun nampak terang, terbuka dan bersih.

Menu SSB Hj. Widodo sendiri sebenarnya sangat sederhana. Pada dasarnya di sana terdapat soto ayam kampung dan soto daging sebagai menu andalannya. Sebenarnya ayam kampung dan daging tidak terlalu jauh memberikan perbedaan. Namun saya pribadi lebih suka dengan tekstur dagingnya. Jadi saya selalu memesan soto daging di sana. Tipenya tipe soto bening dengan rasa dan aroma segar yang khas dari bawang kathing.

Rasa sotonya sih ok. Tapi semua terasa kurang lengkap tanpa gorengan dan sate. Favorit saya adalah sate ati ampelanya. Potongan hati dan ampela dibalut oleh lapisan dadar telur. Tekstur dan rasanya yang gurih berhasil membuat si soto menjadi spesial.

Secara keseluruhan SSB Hj. Widodo layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimal 5 yang artinya “Enak”. Rasa, kondisi restoran dan pelayanan yang baik, membuat saya sering mampir ke sana.