Menjual Unit Tipe Studio Hadap Danau di Apartemen Tifolia

Istimewa

Tifolia

Kebetulan rumah sepupu-sepupu saya dan rumah almarhum nenek saya dulu terletak di sekitar Rawamangun. Salah satu hiburan kami pada waktu itu adalah berjalan-jalan ke mall terdekat yaitu Mall Kelapa Gading. Setiap saya tiba di perempatan antara Jl. Perintis Kemerdekaan dan Jl. Kayu Putih Raya, tepat di muka gerbang Kelapa Gading, saya melihat Rumah Susun Pulomas bermotif batu bata merah yang ramai sekali. Statusnya memang rumah susun tapi setiap rumah ada AC dan parkir mobilnya ramai. Pada waktu itu AC adalah hal yang eksklusif bagi saya dan belum ada yang namanya apartemen di Jakarta. Yang tinggal di rumah susun tersebut pastilah bukan orang tak mampu pikir saya. Lama kelamaan zaman berganti dan rumah susun tersebut pun dirubuhkan.

Naaah, beberapa tahun yang lalu, saya dan famili saya mendapatkan penawaran untuk membeli unit Apartemen Tifolia yang akan dibangun tepat di bekas lokasi Rumah Susun Pulomas. Karena menurut saya dan famili saya lokasi tersebut cukup strategis dan kebetulan famili saya tersebut sedang memiliki dana yang menganggur, maka beliau memutuskan untuk membeli 1 unit studio di Apartemen Tifolia.

Saat ini pembayaran untuk unit studio Apartemen Tifolia tersebut sudah lunas. Unit yang famili saya miliki pun sudah jadi dan sudah serah terima pada pertengahan tahun 2014 lalu. Berhubung ada beberapa kebutuhan dan alasan lain, akhirnya sekarang famili saya memutuskan untuk menjual unit tersebut. Berikut spesifikasi dari unit apartemen yang beliau jual beserta lingkungannya:

  • Lokasi: Apartemen Tifolia, area Pulomas Park Center, Jl. Perintis Kemerdekaan, perempatan pintu gerbang Kelapa Gading.
  • Tipe: Studio A2.
  • Luas: 21m2.
  • Lantai: Lantai 31 dari 39 lantai.
  • Sertifikat: Sertifikat Hak Milik Strata Title (Sertifikat setara SHM).
  • Kondisi: Masih baru dan tanpa furniture.
  • Hadap: Selatan (view Danau di tengah Pacuan Kuda Pulomas).
  • Kolam Renang: Ada 1 di Ground Floor.
  • Air Minum : PAM.
  • Listrik : 1300 KV
  • Genset Darurat: Tersedia.
  • Unit per Lantai : 42.
  • Jumlah Lift : 6.
  • Tangga Darurat : 2.

Tifolia 8

Tifolia 2

Tifolia 1

Walaupun saya belum pernah merasakan tinggal di unit tersebut, saya memiliki beberapa pengalaman terkait apartemen. Kebetulan saat ini saya dan istri saya tinggal di apartemen lain. Selain itu saya juga memiliki teman yang tinggal di apartemen lain dan pernah survey keluar masuk apartemen lain juga. Kurang lebih ada beberapa kelebihan dari unit yang famili saya jual berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya pribadi yaitu:

Lokasi Strategis
Lokasi adalah unsur yang paling penting ketika kita memilih tempat tinggal. Tapi strategis atau tidaknya suatu apartemen tentunya berbeda-beda bagi setiap orang. Bagi saya pribadi, Apartemen Tifolia memiliki lokasi yang strategis karena tidak terlalu jauh dari rumah famili saya dan sangat dekat dengan kawasan Kelapa Gading. Bagi saya yang hobi makan dan menonton bioskop, lokasi yang dekat dengan Kelapa Gading merupakan sebuah nilai plus. Kelapa Gading merupakan wilayah yang dipenuhi oleh kuliner-kuliner yang ok serta memiliki pilihan bioskop yang lebih dari 1.

Tifolia 16

Total, dari Apartemen Tifolia kita dapat dengan mudah menjangkau Mall Kelapa Gading, La Piaza, ITC Cempaka Mas, Rumah Sakit Gading Pluit, RS Mitra Keluarga, Sekolah BPK Penabur, Sekolah Al Azhar & kawasan kuliner Kelapa Gading tentunya.

Aksesbilitas Bagus Sekali
Banyak apartemen yang terletak di pinggir jalan raya namun yang dekat itu pagarnya saja atau lobi dari apartemen tersebut? :P. Ada loooh apartemen yang jarak dari lift tempat pemilik unit tiba di lantai dasar sampai ke jalan raya, sangat jauh. Kalau tidak punya kendaraan, mungkin terpaksa naik ojeg :P. Syukurlah jarak dari lift Apartemen Tifolia sampai ke halte busway yang terletak di Jl. Perintis kemerdekaan tidaklah jauh, dekat ; ). Berhubung di timur dari Jl. Perintis Kemerdekaan terdapat Terminal Pulo Gadung, maka sudah pasti banyak angkutan umum berbagai jurusan yang melewati Apartemen Tifolia, bukan hanya Busway. Sementara itu di barat dari Jl. Perintis Kemerdekaan terdapat Tol Dalam Kota yang sering sekali saya lewati ketika saya pergi dengan kendaraan pribadi. Baik Tol Dalam Kota maupun Terminal Pulo Gadung dapat ditempuh dengan mudah sekali, tinggal luruuuuuus mengikuti jalan di depan Apartemen Tufolia, tinggak pilih saja mau ke kanan (arah timur) atau ke kiri (arah barat) ; ).

Fasilitas Umum Lengkap & Bagus
Apartemen Tifolia dilengkapi oleh sarana keamanan dan perlindungan terhadap kebakaran. Saya lihat terdapat kamera pengaman di beberapa lorong dan di setiap lift. Semua kamera tersebut termasuk ke dalam layanan keamanan 24 jam yang tersedia di Apartemen Tifolia. Sarana pengamanan dari kebakaran pun lengkap tersedia. Semuanya menggunakan merk yang dari vendor yang cukup ternama sehingga kualitasnya tidak perlu diragukan lagi.

Tifolia 14

Tifolia 3

Tifolia 13

Tifolia 6

Tifolia 5

Tifolia 4

Selain itu saya juga dapat menemukan rumah genset yang dapat memberikan listrik bagi penghuni unit meskipun listrik PLN mati.

Tifolia 15

Seperti apartemen-apartemen lain pada umumnya, terdapat kolam renang yang dapat langsung saya lihat bila saya melihat ke bawah dari balkon unit yang dimiliki famili saya.

Tifolia 9

Selain fasilitas-fasilitas yang saya sebutkan di atas, akan dibangun pula Children Playground, Jogging Track, aneka toko & Access Card. Entah kapan dan dimana dibangunnya tapi itu sudah masuk ke dalam rencana pihak pengembang. Percaya atau tidak, tidak semua apartemen memiliki semua fasilitas seperti di atas lhooo, baik yang saya lihat sudah terbangun maupun yang belum terbangun. Jangan samakan Apartemen Tifolia dengan apartemen subsidi atau rusunami yang sempat menjamur setelah rusunami kalibata sukses dihuni dan diminati oleh banyak orang :’D.

Pemandangan
Keunggulan utama dari unit yang famili saya miliki adalah faktor pemandangan. Dari dalam unit tersebut, saya dapat melihat danau di tengah Pacuan Kuda Pulomas yang ternyata nampak kereeen bila dilihat dari atas, saya baru tahu ;).

Tifolia 7

Tifolia 10

Pandangan yang dapat dinikmati bila saya menoleh ke kiri dan ke kanan dari balkon pun bagus sekali. Pemandangannya lepas tidak tertutup oleh bangunan lain, mantabbbb :).

Tifolia 11

Tifolia 12

Tak ada gading yang tak retak, pasti ada sisi negatif dari semua yang ada, kekurangan dari unit yang saat ini famili saya jual adalah kurang luas bagi keluarga besar. Bagi saya yang sudah berkeluarga, apartemen dengan luas 21 m2 terlalu sempit bagi kami semua. Saya pasti lebih memilih unit apartemen dengan 2 kamar seperti unit apartemen yang saya tempati saat ini.

Sayang sebenarnya mau menjual unit ini karena walaupun tidak tempati, unit tersebut dapat disewakan, lumayan dapat pemasukan tambahan :). Unit studio yang kecil biasanya lebih laku disewakan dibandingkan unit lain yang luasnya lebih besar. Di samping Apartemen Tifolia memang sedang dibangun Apartemen Calia tapi unit-unit yang dijual pada apartemen tersebut memiliki ukuran yang lebih besar, tidak ada unit dengan ukuran studio 21m2 tersedia di sana. Yaaa semuanya sesuai dengan kebutuhan dan tujuan ketika membeli unit apartemen, butuhnya yang besar atau yang kecil luasnya, nantinya untuk disewakan atau ditempati sendiri, hidup adalah pilihan hehehe.

Apabila ada rekan-rekan yang berminat untuk membeli/menyewa unit apartemen milik famili saya tersebut dapat menghubungi langsung famili saya yang merupakan pemilik langsung dari unit tersebut, Pak Pras, di nomor telefon 081380001919, bisa lihat unit langsung di lokasi sesuai perjanjian. Ooooh iya, beliau buka harga Rp. 300.000.000 bersih :). Silahkan sebarkan tulisan ini bagi rekan-rekan lain yang mungkin berminat, siapa tahu jodoh. Jarang-jarang nih menulis blog yang buntutnya jualan heheheheehe ;).

Sumber: http://www.duta.com/eng/ppulomas.html

Mortal Kombat (2021)

Mortal Kombat telah berhasil menjadi permainan favorit saya di era tahun 90-an. Permainan fighting 1 lawan 1 besutan Ed Boon & John Tobias ini, termasuk yang revolusioner pada eranya. Grafik yang mirip seperti petarung sungguhan dan mode permainan yang brutal dan sedikit sadis, menjadikan Mortal Kombat sebagai permainan yang sangat populer. Saya sendiri memainkan permainan Mortal Kombat mulai dari Mortal Kombat, MK II, MK 3 sampai Mortal Kombat X. Entah mengapa, permainan ini tidak usai-usainya membuat saya berhenti bermain x_x.

Kesuksesan versi video game pada akhirnya menelurkan Mortal Kombat (1995). Aaahhhh, sebuah film layar lebar yang saya tonton di bioskop, hehehehe. Kemudian hadir sekuelnya, Mortal Kombat: Annihilation (1997), sebuah sekuel buruk yang seharusnya dimusnahkan dari sejarah :P. Lama tak terdengar kabarnya, Mortal Kombat hadir kembali di layar lebar melalui Mortal Kombat (2021). Terus terang, saat ini, popularitas Mortal Kombat tidak segemerlap dahulu lagi. Akankah film yang satu ini akan menjadi film yang menarik?

Sedikit pengantar, Mortal Kombat merupakan kompetisi antara earthrealm dengan outworld. Para petarung terbaik dari kedua dunia tersebut, harus bertarung demi kelangsungan hidup dunia masing-masing. Kompetisi yang diawasi oleh dewa-dewa kuno ini, telah berlangsung selama beberapa generasi.

Berbeda dengan Mortal Kombat (1995), pada Mortal Kombat (2021), undangan untuk memasuki Mortal Kombat diperoleh melalui tanda naga yang tiba-tiba muncul seperti tato. Lalu, apakah Mortal Kombat (2021) mengisahkan mengenai jalannya kompetisi tersebut? Lucunya, tidak, hmmmm agak menjengkelkan ya. Mortal Kombat (2021) seperti pengantar sebelum pejuang earthrealm dan outworld benar-benar bertarung di Mortal Kombat.

Beberapa tokoh ikonik Mortal Kombat dihadirkan pada film yang satu ini. Sayang 1000 sayang, saya lihat tokoh utama Mortal Kombat (2021) justru berasal dari karangan si sutradara film :(. Karakter tersebut tidak pernah ada pada versi video game. Dari sekian banyak karakter Mortal Kombat yang keren-keren, kenapa justru memilih membuat karakter baru yang sangat asing?

Fokus utama Mortal Kombat (2021) bukanlah pada kompetisinya. Melainkan kisah zero to hero dari Cole Young (Lewis Tan). Seorang atlit MMA gurem yang ternyata memiliki kaitan yang erat dengan salah satu karakter kuat Mortal Kombat. Biasanya saya suka dengan kisah zero to hero. Tapi kali ini, ahh, sangat membosankan.

Aaaaahh tapi tenang, tokoh-tokoh seperti Liu Kang, Kung Lao, Shang Tsung, Kano, Sonya Blade, Jax, Mileena, Kabal, Goro tetap hadir dengan efek spesial yang keren. Hanya saja, melihat mereka bertarung, seperti melihat petarung yang sedang latihan. Adegan pertarungan pada Mortal Kombat (2021) dibuat cantik dan penuh efek spesial, tapi kurang brutal. Mereka tidak seperti sedang bertarung demi sesuatu yang berharga.

Semua terselamatkan oleh Sub-Zero (Joe Taslim) dan Scorpion (Hiroyuki Sanada). Kualitas pertarungan keduanya jauh berada di atas pertarungan antar petarung lainnya. Kedua karakter ini lebih cocok dijadikan hidangan utama Mortal Kombat (2021). Permusuhan dan kebencian di antara keduanya sedikit mengobati beberapa kekecewaan saya terhadap Mortal Kombat (2021).

Sayang sekali, saya tetap hanya dapat memberikan Mortal Kombat (2021) nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”. Film ini didesain agar memiliki sekuel. Semoga sekuelnya bisa lebih seru lagi.

Sumber: http://www.mortalkombatmovie.net

Onward (2020)

Onward (2020) adalah film animasi keluaran Disney yang … akhirnya memiliki pria sebagai tokoh utamanya :’D. Yaaah, coba lihat saja, akhir-akhir ini Disney rajin menetaskan film animasi dengan tokoh utama seorang putri atau pejuang wanita. Memang sih ada campur tangan Pixar pada Onward (2020), tapi tetap .. akhirnya tokoh utamanya mas-mas, bukan mbak-mbak terus :).

Latar belakang film animasi yang satu ini adalah dunia dongeng yang dihuni oleh, peri, naga, kurcaci, faun, cyclop, maticore, goblin dan berbagai mahluk dongeng lainnya. Pada awalnya mereka hidup berdampingan dengan sihir beserta hal-hal fantasi lainnya. Namun bagaimana ketika mahluk-mahluk dongeng tersebut semakin lama semakin berkembang? Ilmu pengetahuan mereka semakin tinggi hingga akhirnya mereka mampu memiliki berbagai teknologi dan sistem yang modern. Sihir pun telah menjadi masa lalu dan terlupakan begitu saja.

Namun di tengah-tengah hingar bingar dunia dongeng yang sudah modern, terdapat Barley Lightfoot (Chris Pratt) yang masih percaya bahwa sihir itu ada. Barley memiliki pengethuan yang luas akan sihir dan berbagai legenda yang meliputinya. Namun ternyata bukan Barley yang berhasil membangkitkan sihir. Adik Barley, yaitu Ian Lightfoot (Tom Holland) justru ternyata memiliki kemampuan sihir. Ian yang memiliki masalah kepercayaan diri, berhasil menggunakan sebuah tongkat sihir untuk membangkitkan mendiang ayah mereka. Sayang Ian hanya mampu mengembalikan bagian bawah sang ayah. Dari sini, Barley & Ian berkelana demi membangkitkan tubuh ayah mereka dengan lengkap.

Hubungan kakak adik yang renggang, menjadi semakin erat akibat petualangan ajaib tersebut. Di sana, Ian belajar untuk lebih percaya diri dan lebih menyayangi Barley. Semua tingkah yang Barley lakukan selama ini ternyata ia lakukan untuk memberikan figur ayah bagi Ian. Sebuah akhir yang mengharukan dan bagus sekali.

Onward (2020) berhasil memberikan cerita yang lumayan menarik dengan berbagai pesan moral yang bagus sekali. Saya rasa Onward (2020) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: http://www.pixar.com/onward

Nobody (2021)

Nobody (2021) memiliki judul yang sangat berkaitan dengan tokoh utamanya. Hutch Mansell (Bob Odenkirk) berusaha menjadi “nobody” atau “bukan siapa-siapa”. Ia berusaha tampil sebagai kepala keluarga biasa yang hidup dengan istri dan kedua anaknya. Ia bahkan rela terlihat lemah demi menutupi rahasinya. Pada bagian awal film, Mansell memang sedikit mendapat cibiran sebagai laki-laki lemah. Tapi tenang, itu tidak berlangsung lama dan cibirannya tidak berlebihan. Semuanya nampak cukup wajar dan secukupnya. Biasanya, pada film-film lain yang sejenis, cibiran kepada si tokoh utama dibuat banyak dan berlebihan supaya penonton kesal dan terbawa emosi. Kali ini penonton tidak dibawa ke arah itu.

Di sini, sejak awal Mansell seperti menyembunyikan sesuatu di dalam dirinya. Beberapa tokoh yang mengetahui rahasia Mansell, terlihat ketakutan ketika melihat Mansell muncul. Siapakah Mansell sebenarnya? Mafia? Gangster? CIA? FBI? KGB? atau BIN? :’D

Apapun organisasinya, yang pasti Mansell mampu menghabisi banyak orang ketika ia sedang serius. Jangan salah, Nobody (2021) tidak tampil seperti mayoritas film aksi di era 90-an. Semua adegan aksinya ditampilkan dengan sangat wajar dan masuk akal. Tokoh Mansell seolah-olah memang benar ada di dunia nyata. Saya dapat melihat dengan jelas ekspresi kaget takut dan kesakitan dari Mansell. Saya acungkan 2 jempol deh bagi akting Bob Odenkirk.

Adegan aksi Nobody (2021) terbilang keren sekali. Dari awal sampai akhir, semuanya sukses menghibur malam minggu saya. Sekilas, Nobody (2021) memiliki beberapa kesamaan dengan film-filmnya John Wick. Hal ini tidak mengherankan sebab penulis dan produser Nobody (2021) adalah bagian dari tim yang terlibat pada film-film John Wick. Saya pribadi sedikit lebih senang dengan Nobody (2021) dibandingkan kedua film John Wick yang sudah dirilis. Mansell berjuang dengan keluarga sebagai taruhannya. Sementara itu John Wick berjuang untuk keselamatan dirinya sendiri, tidak ada keluarga lagi di sisi John. Pertaruhan Mansell terasa lebih besar dan beresiko.

Dibalut dengan jalan cerita yang bagus dan tidak membosankan, film yang satu ini sangat layak untuk ditonton. Nobody (2021) sudah sepantasnya untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Sampai saat saya menulis tulisan ini, Nobody (2021) adalah film terbaik yang saya tonton sepanjang awal tahun 2021.

Sumber: http://www.nobody.movie

Zack Snyder’s Justice League (2021)

Selama ini Zack Snyder telah menjadi tokoh kunci dari terbentuknya DCEU (DC Extended Universe). DCEU sendiri secara singkat dapat dikatakan sebagai kumpulan dari film-film superhero DC Comics yang saling berhubungan. Hubungan-hubungan tersebut tentunya ada kalanya akan dijadikan satu pada sebuah titik. Kalau Marvel Comics memiliki The Avengers, maka DC Comics memiliki Justice League sebagai titik pemersatu DCEU. Justice League adalah sebuah perkumpulan yang terdiri dari berbagai superhero kenamaan yang pernah DC Comics buat. Tentunya versi film layar lebar dari Justice League, seharusnya menjadi perhelatan besar bagi Zack Snyder. Semua hal yang telah ia tanamkan atau sisipkan pada film-film DCEU sebelumnya, akan bertemu kembali pada titik ini. Namun, pada proses akhir dalam pembuatan film Justice League, keluarga Snyder harus menghadapi sebuah musibah. Pada Maret 2017, salah satu anak Snyder dikabarkan melakukan bunuh diri. Hal ini sangat memukul Snyder dan ia memutuskan untuk mundur dari proyek DCEU yang telah lama ia rintis.

Pihak studio terus melanjutkan proyek yang Snyder tinggalkan dan lahirlah Justice League (2017). Film yang satu ini gagal memperoleh sambutan yang meriah dari sebagain besar penonton. Bagi saya sendiri film tersebut yah hanya lumayan saja, tidak terlalu spesial. Agar DCEU dapat terus berjalan, film penting seperti Justice League (2017) diharapkan hadir sebagai film yang spektakuler. Justice League (2017) dapat dikatakan sebagai lambang “kematian” dari DCEU.

Beberapa tahun kemudian, terkuak bahwa hengkangnya Snyder di akhir proses produksi Justice League (2017), membuat film tersebut kurang optimal. Film tersebut dikabarkan agak melenceng dai visi Snyder. Banyak sekali detail yang diubah. Para fans menyuarakan agar pihak studio dan produser berkenan untuk merilis Justice League versi Snyder. Setelah melalui proses yang panjang, hadirlah Zack Snyder’s Justice League (2021).

Tidak tanggung-tanggung, durasi Zack Snyder’s Justice League (2021) adalah 4 jam. Ini jauh berbeda dengan film lepas lain yang rata-rata memiliki durasi rata-rata antara 1,5 jam sampai 2 jam. Dengan durasi sepanjang itu, Snyder’s Justice League (2021) tentunya berhasil memberikan detail yang lebih banyak. Saya lihat porsi The Flash (Ezra Miller) dan Cyborg (Ray Fisher) menjadi jaih lebih banyak. Pentingnya peranan kedua superhero tersebut terlihat menanjak drastis pada Snyder’s Justice League (2021). Padahal secara garis besar, cerita pada Zack Snyder’s Justice League (2021) dan Justice League (2017), tidak jauh berbeda.

Snyder membubuhkan berbagai detail kecil yang membuat Zack Snyder’s Justice League (2021) memiliki keterkaitan yang erat dengan film-film DCEU sebelumnya. Otomatis Snyder mengubah-ubah beberapa bagian cerita. Sebenarnya bagian yang diubah terasa tidak terlalu banyak, tapi memiliki makna yang luas. Kemudian, peranan superhero Justice League lain selain Superman, terasa jauh bermakna pada Zack Snyder’s Justice League (2021). Akhir ceritanya saja lebih memiliki klimaks. Nampak jelas bahwa film ini mampu menunjukkan bahwa semua anggota Justice League memang memiliki peranan masing-masing yang sama pentingnya. Mereka bukan hanya “bantalan” Superman saja. Dari segi cerita, Zack Snyder’s Justice League (2021) jauh lebih berkualitas dibandingkan Justice League (2017).

Apa saja sih yang Snyder ubah? Yang pasti rasio gambar film Zack Snyder’s Justice League (2021) menggunakan rasio 4:3 yang saat ini jarang digunakan film lain. Kemudian warna-warna pada film tersebut dibuat lebih gelap dan kelam. Humor-humor kecil pada Justice League (2017) pun dipangkas habis-habisan. Zack Snyder’s Justice League (2021) lebih banyak menunjukan bagaimana para superhero dan supervillain menggunakan kekuatannya. Tak lupa, peramu musik pada Zack Snyder’s Justice League (2021) dibuat berbeda pula.

Cerita boleh sama, tapi Snyder sukses memberikan rasa yang sangat berbeda pada Zack Snyder’s Justice League (2021). Durasi yang panjang, dipecah ke dalam beberapa Chapter kok. Saya sendiri mengambil istirahat sejenak ketika pertama kali menonton film tersebut. Zack Snyder’s Justice League (2021) sudah selayaknya memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Dengan kehadiran film ini, denyut nadi DCEU kembali berdetak ;).

Sumber: http://www.snydercut.com

Mulan (2020)

Hua Mulan (花木蘭) merupakan legenda dari negeri Tingkok yang sampai saat ini masih diperdebatkan keberadaannya. Apakah Mulan merupakan tokoh karangan atau tokoh nyata? Terlepas dari itu, Mulan telah beberapa kali diangkat ke dalam berbagai media. Kurang lebih ceritanya mirip. Ketika negeri kampung halaman Mulan berperang, ayah Mulan yang sudah tua diharuskan ikut maju ke medan tempur. Mulan kemudian menyamar menjadi pria dan ikut bertempur membela tanah airnya.

Pemberdayaan wanita selalu menjadi topik utama dari kisah petualangan Mulan. Mulan hidup di jaman kerajaan dimana para wanita diharapkan untuk menjadi istri yang baik. Mampu mengurus rumah tangga beserta anak-anak. Menjadi tentara kerajaan, bukanlah hal yang lazim pada saat itu. Maka Mulan menjadi lambang pemberdayaan wanita di tengah-tengah dominasi pria.

Mulan (1998) versi animasi Disney, merupakan salah satu film putri Disney favorit saya. Pesan moralnya dapat, romansanya dapat, komedinya juga dapat. Apakah Mulan (2020) akan sama bagusnya dengan Mulan (1998)?

Cerita boleh sama, tapi cara penyampaian dan eksekusi dapat merubah segalanya. Mulan (2020) bisa jadi dikatakan sebagai versi live action dari Mulan (1998). Ceritanya bisa dibilang mirip. Hanya saja Mulan (2020) seolah menghilangkan hal baik dari Mulan (1998) dan menggantinya dengan hal yang kurang ok.

Saya mulai dari sisi komedi. Kehadiran naga mungil yang mendampingi petualangan Mulan memang berhasil membuat Mulan (1998) lebih menghibur. Banyak sekali humor-humor jenaka yang dilontarkan sang naga. Bagaimana dengan Mulan (2020)? Karakter naga ini tidak ada, dan tak ada sosok penggantinya. Otomatis Mulan (2020) terasa lebih serius dan kering dari yang namanya komedi.

Unsur romansa yang biasa dihadirkan pada kisah-kisah Mulan pun, relatif hilang pada Mulan (2020). Saya pribadi tidak ada masalah akan hal ini. Hanya saja, saya merasa seperti ada seorang tokoh pria yang “nanggung”. Entah maksudnya dia hendak dijadikan love interest dari Mulan atau apa. Jatuhnya sih jadi agak janggal.

Dari sisi adegan aksinya, Mulan (2020) memang nampak cantik dan bagus. Semuanya nampak realistis dan tepat takarannya. Yah, rasanya inilah satu-satunya poin positif dari Mulan (2020).

Sayang, adegan yang lumayan ok, harus bekerja keras mendukung jalan cerita yang penuh lubang. Terdapat beberapa bagian yang terlihat terlalu dipaksakan. Perubahan sikap dari karakternya, terlalu drastis dan kurang masuk akal x_x.

Bagaimana dari sisi pesan moralnya? Inilah bagian terburuk dari Mulan (2020) :(. Saya mulai dari pesan moral positifnya ya. Mulan tampil sebagai wanita mandiri yang berbakti kepada orang tua dan cinta tanah air. Bayangkan saja, ia berani menyamar menjadi pria demi menggantikan posisi ayahnya di program wajib militer kerajaan. Sayang semuanya seolah-olah Mulan lalukan tanpa melihat apakah kerajaan yang ia dukung, berada di pihak yang benar atau tidak. Pada Mulan (1998), tidak tanggung-tanggung, lawan Mulan adalah kerajaan lain yang ingin menginvasi dan menjajah tanah air Mulan. Jahat? Jelassss, Mulan pada Mulan (1998) terlihat membela pihak yang benar.

Bagaimana posisi Mulan pada Mulan (2020)? Sekilas, dikisahkan bahwa lawan dari kerajaan Mulan merupakan sekumpulan dari suku-suku yang wilayahnya dikuasai oleh sang kaisar, pemimpin kerajaan tempat Mulan tinggal. Tak lupa kaisar pun telah membunuh kepala suku mereka di masa lalu. Yang terjadi adalah benih dari yang sang kaisar tanam dahulu kala. Tidak ada kisah yang menyatakan bahwa sang kaisar melakukan ini demi kebaikan atau hal-hal lain yang menunjukkan bahwa kaisar tidak salah. Kalau kita balik, bisa saja lawan-lawan Mulan hanyalah suku-suku yang menuntut kemerdekaan atas kampung halaman mereka. Tidak semua manusia yang penampilan fisiknya menyeramkan, memiliki hati yang buruk bukan?

Kesan di atas semakin dipertegas ketika pemeran Mulan pada Mulan (2020) menyatakan dukungannya atas tindakan repesif kepolisian Hongkong terhadap para demonstran. Mulan (2020) memang dirilis di tengah-tengah ketengangan antara penduduk Hongkong dengan pemerintah Cina daratan.

Saya sangat suka dengan Mulan (1998), tapi saya kurang suka dengan Mulan (2020). Kedua film tersebut boleh mengambil legenda yang sama, bahkan keduanya sama-sama buatan Disney. Tapi hasilnya ternyata sangat berbeda. Maaf dear Disney, bagi saya, Mulan (2020) hanya memperoleh nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”.

Sumber: movies.disney.com/mulan-2020

Charlie’s Angels (2019)

Charlie’s Angels pada awalnya merupakan film seri yang hadir antara tahun 1976 sampai 1981, jauh sebelum saya lahir hehehehe. Kemudian hadir Charlie’s Angels versi layar lebar pada tahun 2000 dan 2003. Saya sudah pernah menonton kedua versi Charlie’s Angels tersebut dan saya lebih suka dengan versi film seri yang tahun 70-an. Mereka hadir dengan berbagai kasus dan akting yang wajar. Bagaimana dengan versi layar lebarnya? Bagi saya pribadi, film layar lebar Charlie’s Angels tahun 2000 dan 2003, terlalu bombastis dan penuh dengan humor yang garing seperti kanebo kering. Masuk akal kalau saya kurang antusias terhadap Charlie’s Angels (2019). Apalagi sebelum Charlie’s Angels (2019) dirilis, Stasiun TV ABC sempat menayangkan reboot serial Charlie’s Angels di 2011 yang tenyata memperoleh rating rendah dan hanya bertahan 13 episode.

Apapun versinya, semua film-film Charlie’s Angels pada dasarnya sama. Semuanya mengisahkan bagaimana 3 wanita cantik bekerjasama dalam menyelesaikan berbagai kasus kejahatan. Ketiga wanita tersebut memilki keahlian masing-masing dan disebut Charlie’s Angels. Sesuai namanya, mereka dipimpin oleh Charlie, seseorang yang hanya hadir dalam wujud suara saja. Melalui pengeras suara, Charlie memberikan misi baru bagi ketiga anggotanya. Sebagai penghubung antara Charlie dan ketiga malaikatnya, hadir Bosley. Selain sebagai penghubung, Ia berfungsi pula sebagai pendamping & pengawas ketiga Charlie’s Angels pada setiap misinya.

Dari berbagai versi filmnya Charlie’s Angels, semua pemerannya selalu berubah-ubah. Baik anggota Charlie’s Angels maupun siapa yang menjadi Bosley. Semuanya seakan hendak dirangkum pada Charlie’s Angels (2019), dimana kali ini dikisahkan bahwa Charlie’s Angels telah menjadi organisasi internasional dengan banyak anggota. Terdapat beberapa Bosley dan beberapa Charlie’s Angels pula tentunya. Foto kenangan akan Charlie’s Angels pada versi film seri dan layar lebar terdahulu, ikut hadir pula pada Charlie’s Angels (2019).

Pada Charlie’s Angels (2019), dikisahkan bahwa Charlie mengirim Jane Kano (Ella Balinska) & Sabina Wilson (Kristen Stewart) untuk menyelidiki Proyek Calisto. Proyek tersebut mampu menghasilkan sebuah teknologi canggih yang dikhawatirkan dapat dimanfaatkan sebagai senjata. Dalam perjalannya, Elena Houghlin (Naomi Scott) sebagai ketua pengembang Proyek Calisto, ikut bergabung dengan Jane & Sabina. Lengkap sudah, inilah 3 Charlie’s Angels kali ini, ada Jane, Sabina & Elena. Tak lupa hadir Bosley mereka yang diperankan oleh Elizabeth Banks. Wah semuanya kok jadi perempuan? Sepertinya Charlie’s Angels (2019) ingin berbicara lantang mengenai pemberdayaan perempuan. Bagaimanapun juga, Charlie’s Angels (2019) menunjukkan bahwa wanita mampu melakukan berbagai hal, termasuk di bidang yang didominasi oleh kaum Adam.

Bagaimana dengan ceritanya? Di sini hadir plot twist yang berusaha mengecoh penonton. Di luar dugaan, Charlie’s Angels (2019) ternyata memiliki jalan cerita yang lumayan ok dan masuk akal. Adegan aksinya pun terbilang wajar dan tidak berlebihan, …. namun tidak spesial. Bagaimana humornya? yaaah, not bad laaah, humornya tidak terlalu banyak tapi tidak segaring Charlie’s Angels tahun 2000 & 2003. Pendapat saya ini, saya utarakan tanpa melihat perilaku negatif salah satu pemeran Charlie’s Angels (2019) di kehidupan nyata yaaa ;).

Dengan demikian, saya rasa Charlie’s Angels (2019) layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Sayangnya, melihat pendapatan awal Charlie’s Angels (2019) yang kurang memuaskan, sepertinya film ini tidak akan menelurkan sekuel. Apakah ini akhir dari franchise Charlie’s Angels?

Sumber: http://www.sonypictures.com/movies/charliesangels2019

Mengurus Perpanjangan SIM 2021 di SIM Keliling

Tidak terasa, sudah saatnya saya memperpanjang masa berlaku SIM saya pada tahun 2021 ini. Pada 2016 lalu saya memperpanjang di Pelayanan SIM Keliling pada tulisan Mengurus Perpanjangan SIM 2016. Saya pikir, kali ini saya dapat memperpanjang SIM lewat aplikasi online. Ohhh ternyata, aplikasinya belum siap. Saya pun akhirnya kembali memperpanjang di Pelayanan SIM keliling seperti 5 tahun yang lalu.

Jeda 5 tahun ternyata membuat beberapa peraturan sudah berubah. Saat ini, perpanjangan SIM dapat dilakukan kapan saja dan efektif berlaku 5 tahun setelah tanggal perpanjangan. Kita diperbolehkan memperpanjang kapan saja, bisa 6 bulan, 1 tahun, atau bahkan 2 tahun sebelum masa berlaku habis. Hanya saja masa berlakunya efektif ikut bergeser mengikuti tanggal kita memperpanjang SIM. Contohnya adalah, ketika masa berlaku SIM saya habis pada 1 April 2021, saya memilih memperpanjang pada 15 Februari 2021. Maka, otomatis masa berlaku SIM saya akan berakhir pada 15 Februari 2026. Jadi kedepannya, batas akhir masa berlaku SIM tidak akan selalu sama dengan tanggal ulang tahun.

Semua itu dapat saya lakukan selama kondisi SIM tidak habis masa berlakunya, tidak rusak dan tidak hilang. Kini SIM tidak dapat diperpanjang setelah masa berlakunya habis, walaupun hanya telat 1 hari sekalipun. SIM yang masa berlakunya sudah habis mengharuskan pemiliknya untuk mengikuti alur seperti membuat SIM baru.

Dengan demikian, saya memilih untuk memperpanjang SIM saya seminggu sebelum masa berlakunya habis. Selanjutnya memperpanjang dimana ya enaknya? Saya biasa memperpanjang di SIM Keliling karena lokasinya yang relatif dekat dengan Posisi SIM keliling pun sudah berubah-ubah. Untuk SIM Keliling yang ada di Jakarta, lokasinya ada di Mall Grand Cakung, Kantor Pos Lapangan Banteng, LTC Glodok, Kampus Trilogi Kalibata dan Jalan M. Saidi Raya. Sekarang SIM manapun boleh diperpanjang di mana saja. Jadi, SIM dari wilayah lain di luar Jakarta, bisa memperpanjang di SIM Keliling Jakarta, berlaku pula sebaliknya. Saya sendiro memilih untuk memperpanjang di SIM Keliling yang berada di Parkiran Mall Grand Cakung.

Pelayanan SIM keliling Mall Grand Cakung beroperasi pada 08:00 sampai 14:00 di hari kerja. Pada saat akhir pekan, mereka beroperasi pada 08:00 sampai 12:00. Saya tiba di sana pukul 08:00 tepat dan antriannya sudah cukup panjang :’D.

Hal yang pertama saya lakukan adalah mengantri nomor. Di sana, saya memgantri berdiri sampai ke meja petugas. Saya kemudiam menyerahkan SIM lama dan 2 lembar fotokopi KTP kepada petugas. Tak lupa saya menulis nama lengkap, tanda tangan tipe SIM dan golongan darah. Dari meja pertama itu saya memperoleh nomor urut. Kebetulan kemarin saya memperoleh nomor urut 48.

Selanjutnya saya ikut mengantri untuk masuk ke dalam mobil SIM Keliling. Saya duduk di kursi hijau yang tersedia, sesuai nomor urutnya. Saya bergeser dari kursi ke kursi sampai akhirnya saya sampai di kursi terdepan. Prosesnya mudah, saya hanya mengikuti arahan petugasnya saja. Setelah tiba gilirannya, saya masuk ke dalam mobil SIM Keliling untuk melakukan foto, tanda tangan dan pengamban sidik jari. Tak lupa pembayaran juga yaaaa.

Setelah keluar dari mobil SIM Keliling, saya menunggu di pelataran Mall sampai nama saya dipanggil melalui pengeras suara. Saya datang ke arah petugas yang memanggil untuk mengambil SIM baru saya. Ahhh selesai, prosesnya memang lama tapi tidak terlalu melelahkan karena semuanya diatur dengan tertib dan teratur. Sampai jumpa di tahun 2026, mungkin tata caranya sudah bergeser lagi nanti :’D.

Serial My Little Pony: Pony Life

Sebagai franchise yang sudah ada sejak lama, My Little Pony sudah hadir dalam berbagai bentuk film. Film serinya saja sudah ada berapa jenis. Kali ini saya membahas film seri dari My Little Pony yang paling imut yaitu Pony Life. Kelima karakter utama My Little Pony tentunya kembali hadir di sini. Di sini ada Twilight Sparkle (Tara Strong), Pinkie Pie (Andrea Libman), Apple Jack (Ashleigh Ball), Rarity (Tabitha St. Germain), Fluttershy (Andrea Libman) dan Rainbow Dash (Tabitha St. Germain).

Formasi lengkap sudah hadir. Lalu apa bedanya Pony Life dengan serial Little Pony lainnya? Serial ini hadir dilengkapi oleh animasi yang lucu. Fokus serial ini pun lebih ke arah hiburan dan humor. Dalam setiap episodenya, kita tidak akan selalu disuguhkan mengenai bagaimana persahabatan dapat mengalahkan kejahatan dan menyelamatkan dunia. Sebagian besar episodenya justru berhubungan dengan hobi dan keseharian kelima karakter utama Pony Life.

Keenam karakter utama hadir dengan masalahnya masing-masing. Semuanya diselesaikan dengan berbagai kelucuan di mana-mana. Penonton dewasa tidak akan kebosanan ketika ikut menonton film seri ini.

Pesan moral dari film kartun ini tidaklah banyak dan hanya itu-itu saja sih. Animasi dan kisah yang lucu, menjadi daya tarik serial ini. Pony Life merupakan versi My Little Pony yang tidak serius. Dengan demikian, serial imut ini masih layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: mylittlepony.hasbro.com/en-us/characters/ponylife

Sate Lawu, Nikmatnya Sampai di Hati

Setiap berlibur ke arah Tawangmangu, saya dan keluarga sudah beberapa kali mampir ke Sate Lawu. Biasanya kami sampai sana menjelang sore. Restoran yang satu ini hadir di tengah-tengah kabut dan dinginnya daerah sekitar Gunung Lawu. Yah lokasinya memang di bagian atas wilayah wisaya Tawangmangu. Tepatnya di Jl. Baru No. 2, Kramat, Kalisoro, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Patokannya adalah persimpangan antara jalan lama dengan jalan baru antara Cemoro Kandang dan Tawangmangu. Selain itu restoran ini sudah memiliki cabang lain di Jl. Bhayangkara Sriwedari Solo dan Assalaam Hypermarket Pabelan Solo.

Saya sendiri belum pernah berkunjung di cabang Solo. Saya hanya pernah berkunjung ke Sate Lawu yang di Tawangmangu saja. Restorannya nyaman dan menyedikan pendopo private untuk lesehan. Sebuah lokasi yang sangat pas untuk makan malam setelah seharian berwisata di Tawangmangu. Bagaimana dengan menunya? Yaaa jelas ada sate ayam dan sate kambing. Selain itu saya dapat pula menemukan gongso wedang dan lain-lain.

Tempat Duduk Lesehan
Bagian Dalam Sate Lawu

Sate kambing hadir dengan nama sate lawu. Tusukan sate hadir di atas hotplate yang hangat. Kemudian cabai, kecap dan bawangnya diberikan terpisah. Tanpa bumbu apapun, daging satenya memiliki aroma yang menggugah selera, tidak ada bau prengusnya. Kemudian terdapat pula rasa juicy dan rasa segar yang halus ketika saya menggigit daging satenya. Memang dagingnya sedikit kenyal, tapi justru itulah yang membua satenya terasa nikmat. Tingkat kekenyalan dagingnya passss. Ditambah bawang, cabai dan cabe, hidangan yang satu ini terasa enak :).

Sate Lawu

Sementara itu, sate ayamnya tidak hadir di atas hotplate. Potongan daging ayam yang matang, dilumuri oleh bumbu kacang yang lumayan kental. Rasa manis dan rasa kacangnya cukup dominan. Lumayan sih, tapi saya jauh lebih suka dengan sate kambingnya. Yah sate ayam ini tentunya dapat menjadi alternatif bagi pengunjung yang kurang suka daging kambing.

Sate Ayam

Ok, selanjutnya saya menyantap sebuah hidangan yang agak asing, gongso daging pedas. Apaan tuhh?? Gongso daging pedas di sini ternyata merupakan potongan daging sate kambing yang disajikan tanpa tusuknya, melainkan dengan kuah manis yang pedas. Aroma merica sangat dominan pada hidangan yang satu ini. Rasa manis dan pedas pada hidangan yang satu ini benar-benar nagih. Bagi saya sendiri, pedasnya masih wajarlah, tidak akan membuat perut mules-mules hehehehe.

Gongso

Dengan begitu, saya ikhlas untuk memberikan Sate Lawu nilai 4 dari skala maksimum 5 yabg artinya “Enak”. Suasananya ok, rasanya pun bisa dibilang ok :).

Serial Bluey

Bluey adalah film seri animasi anak keluaran Australia yang biasa putri kecil saya saksikan di Stasiun TV Disney. Serial asal Australia ini mengisahkan keseharian sebuah keluarga anjing yang tediri dari Bandit sang ayah (David McCormack), Chili sebagai sang ibu (Melanie Zanetti) , Bingo sebagai adik Bluey, dan tentunya Bluey sendiri. Bluey adalah anjing heler berwarna biru yang energik, ceria dan kreatif. Ahh sebuah karakter yang biasa dimiliki oleh banyak protagonis utama sebuah film anak. Lalu apa istimewanya Bluey?

Sebagai anak anjing, Bluey tentunya senang bermain. Kegiatan bermain Bluey bersama keluarga dan temannya, dipertontonkan dengan cara yang menghibur. Serial ini menunjukkan bagaimana kreatifnya Bluey dan kawan-kawan ketika sedang bermain. Tidak hanya bermain, terkadang kegian Bluey lainnya pun terlihat segar dan tidak repetitif. Sebagai penonton dewasa, saya sendiri tidak merasa bosan ketika sedang menemani anak saya menonton Bluey.

Sebagai film seri untuk anal-anak, Bluey tentunya menyisipkan berbagai pelajaran yang positif bagi penontonnya. Sebuah contoh yang tak ada salahnya untuk ditiru oleh anak-anak.

Saya rasa serial anak yang satu ini layal untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yabg artinya “Bagus”. Durasi per episode-nya memang tidak terlalu panjang, tapi itu cukuplah untuk dijadikan tontonan segar bersama anak kita di rumah.

Sumber: http://www.bluey.tv