Luca (2021)

Luca (2021) adalah film animasi jebolan Walt Disnet & Pixar yang mengisahkan petualangan si monster laut cilik, Luca Paguro (Jacob Tremblay). Ia dan keluarganya tinggal jauh di dasar laut. Uniknya, bangsa monster laut pada Luca (2021) dapat berubah menjadi manusia biasa ketika berada di darat dan tidak terkena air.

Selama ini, manusia dan monster air memang bermusuhan. Manusia akan menangkap atau menyerang monster air ketika mereka melihatnya. Itulah mengapa para monster air memilih untuk hidup damai di dasar laut, jauh dari jangkauan manusia. Perbedaan membuat kedua jenis mahluk ini saling menjauh dan tidak bersahabat.

Berbeda dengan monster air lain, Luca justru tertarik dengan dunia manusia. Setelah berkenalan dengan Alberto Scarfano (Jack Dylan Grazer), Luca memilih untuk diam-diam pergi ke darat dan berbaur dengan manusia. Alberto sendiri merupakan monster laut yang sering pergi ke daratan. Kedua sahabat baru ini pergi ke sebuah kota nelayan kecil di Italia. Selama Luca dan Alberto tidak basah, tidak akan ada yang mengetahui bahwa keduanya bukan manusia.

Dalam perjalanannya, Luca dan Alberto menjadi terobsesi dengan Vespa. Untuk memperoleh Vespa idamannya, mereka akhirnya menjalin persahabatan dengan beberapa penduduk kota. Apakah tali persahabatan tersebut akan terceraiberai bila semuanya mengetahui bahwa Luca dan Alberto merupakan monster air?

Fokus utama kisah Luca (2021) adalah mengenai bagaimana perbedaan tidak seharusnya menghalangi persahabatan. Monster laut atau manusia, semuanya sebenarnya bisa hidup damai berdampingan. Sebuah pesan moral yang sangat baik bagi para penontonnya.

Sayangnya, dunia yang menjadi latar belakang Luca (2021), tidak terlalu dibahas dengan jelas. Kenapa kok monster laut kalau tidak terkena air, bisa berjalan layaknya manusia biasa? Memang mereka semua anak cucunya Ariel si Putri Duyung? Rasanya, masih banyak hal yang dapat memperkaya Luca (2021) tapi tidak dipergunakan. Bagi saya pribadi, kisah Luca (2021) agak terlalu sederhana dan mudah ditebak. Ditambah dengan humor yang agak tipis, Luca (2021) terkadang membosankan.

Dengan demikian Luca (2021) layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Jarang-jarang nih tokoh utama film Pixar dan Disney menggunakan anak laki-laki sebagai protagonis utamanya, biasanya perempuan.

Sumber: http://www.pixar.com

Serial Only Murders in The Building

Serial Only Murders in The Building merupakan serial komedi misteri yang pertama kali hadir pada akhir 2021 lalu. Semua diawali dengan kasus pembunuhan di dalam Apartemen Arconia yang luas dan megah. Beberapa penghuni pun melakukan penyelidikan mandiri dan berhasil menemukan berbagai fakta yang belum pihak kepolisian ungkap.

Tanpa disadari, beberapa penghuni apartemen sebenarnya memiliki petunjuk akan kasus tersebut. Beberapa diantaranya justru memiliki rahasia yang mengaitkan kasus pembunuhan ini dengan kasus-kasus lain di masa lalu. Pengungkapan berbagai fakta, justru membuat lebih banyak orang terlibat dan terkait. Bahkan pada akhirnya menghasilkan kasus-kasus kriminal lain di gedung tersebut.

Walaupun setiap episodenya bersambung, serial ini berhasil menampilkan aksi penyelidikan yang menyenangkan untuk ditonton. Beberapa humor ringan yang diselipkan pun, mampu membuat Only Murders in The Building semakin menarik untuk diikuti.

Terlebih lagi karakter-karakternya terbilang menarik dan berhasil membuat saya peduli. Paling tidak pada musim perdananya terdapat 3 tokoh utama yang diperankan oleh Steve Martin, Steve Short dan Selena Gomez. Ketiganya berhasil menampilkan pertunjukan yang sangat bagus. Chemistry trio ini menjadi salah satu kelebihan dari serial ini. Ternyata Selena Gomez jago berakting juga.

Sudah lama saya tidak mengikuti film seri misteri komedi seperti Only Murders in The Building. Saya yang kurang suka dengan film seri bersambung, merasa tidak keberatan menonton serial bersambung yang satu ini. Setiap episodenya mampu memnghibur walaupun sopasti akan bersambung pada bagian akhirnya. Saya pribadi ikhlas untuk memberikan Only Murders in The Building nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: http://www.hulu.com

No Time to Die (2021)

Terhitung sejak 2006 sampai 2015, sudah lebih dari 15 tahun Daniel Craig memerankan James Bond, agen mata-mata Inggris legendaris karangan Ian Fleming. Sudah banyak aktor-aktor terkenal silih berganti memerankan James Bond, mulai dari Roger Moore, Sean Connery, Pierce Brosnan dan lain-lain. Masing-masing memiliki ciri khasnya sendiri. Namun sampai saat ini hanya film-film James Bond era Daniel Craig yang memiliki kesinambungan. Antara 1 film Bond dengan film Bond lainnya memiliki 1 benang merah yang sama.

Hanya saja hal ini terkadang membuat penonton agak kebingungan di awal film. Termasuk saya ketika menonton film terakhir dari James Bond era Daniel Craig, No Time to Die (2021). Padahal saya tidak pernah absen menonton film-filmnya James Bond loh.

Sebagai pengantar, James Bond (Daniel Craig) adalah agen rahasia IM6 dengan kode 007. Ia berkali-kali menyelamatkan dunia dari berbagai tokoh jahat. Ketika dirunut, ternyata semuanya bermuara pada Spectre, sebuah organisasi kriminal yang dipimpin oleh Ernst Stavro Bloveld (Christoph Waltz). Pada film James Bond sebelumnya, Bloveld berhasil ditangkap meskipun M harus gugur dan digantikan oleh M yang lain. M adalah sebutan atau kode bagi pimpinan James Bond di IM6. Setelah ini, Bond pun pensium meninggalkan IM6. Sedangkan Spectre masih tetap berdiri meskipun pimpinan mereka sudah dipenjara.

Untuk urusan asmara, Bond jatuh cinta kepada Vesper Lynd (Eva Green) yang Bond temui pada Casino Royale (2006), film pertamanya Bond versi Daniel Craig. Sayang Vesper tewas, dan hal-hal terkait Vesper selalu ada dalam setiap film Bond era Daniel Craig.

Dengan informasi di atas, maka semua karakter di awal No Time to Die (2021) adalah karakter yang baru diperkenalkan. Ketika saya menonton No Time to Die (2021), saya lupa dengan karakter-karakter pada film Bond sebelumnya. Maka, saya agak kebingungan melihat awal film yang menggunakan 2 kali flashback. Tanpa saya sadari kedua flashback tersebut ternyata merupakan perkenalan dari 2 karakter yang benar-benar baru.

Agak klise dengan berbagai film agen rahasia yang pernah saya tonton. Bond harus kembali menyelidiki sebuah kasus besar setelah sebelumnya ia pensiun dari IM6. Sebuah virus yang sangat berbahaya telah dicuri. Tentunya, di tangan yang salah, virus ini dapat membunuh ratusan atau bahkan ribuan umat manusia. Hilangnya virus ini terkait dengan Spectre, Bloveld dan Vesper. Maka Bond pun kembali beraksi menyelamatkan dunia dari seorang penjahat misterius.

Pada awalnya kelupaan saya mengenai kisah Bond sebelumnya dan hadirnya tokoh antagonis baru ini, berhasil membuat film ini seolah penuh misteri. Sebuah misteri yang membuat saya nyaman untuk mengikuti alur cerita sambil mengingat-ingat siapa saja karakter yang muncul. Entah siapa yang benar-benar berbahaya di sini. Apakah Spectre, IM6 atau sebuah organisasi kriminal baru. Saya akui penghianatan berlapis pada No Time to Die (2021) terbilang menghibur. Ini adalah nilai plus yang sangat besar. Saya suka dengan bagaimana berbagai kejutan hadir pada film ini.

Sayang di pertengahan film, semua terungkap dengan sangat jelas. Seorang tokoh antagonis kehilangan kemisteriusannya hehehehe. Tokoh antagonis yang pada awalnya menjanjikan, kemudian menjadi tokoh antagonis standard. Sekilas ia seolah seperti digambarkan seperti Dr. Julius No pada Dr. No (1962), tokoh antagonis pada film James Bond pertama. Lama kelamaan terlohat bahwa motif penjahat Bond kali ini agak absurd dan kurang menarik. Yaaah begitu-begitu saja.

Tokoh jahat pada No Time to Die (2021) melakukan kesalahan-kesalahan klasik. Ia terlalu banyak berbicara ketika memiliki kesempatan untuk membunuh Bond. Kemudian beberapa adegan aksinya masih seperti film aksi tahun 90-an. Ketika lawan Bond menembak dengan jangkauan yang baik dan jelas, tembakannya meleset. Tapi kalau giliran Bond, …. yah begitulah.

Terlepas dari beberapa kelemahan No Time to Die (2021), saya tetap suka dengan plot yang penuh misteri dengan berbagai kejutan yang tidak saya duga. No Time to Die (2021) masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Ini merupakan film James Bond terakhir yang diperankan Daniel Craig. Tapi sayang ini bukanlah sebuah film penutup yang spektakuler. Kita tunggu saja, siapa yang akan memerankan James Bond berikutnya.

Sumber: http://www.mgm.com

Encanto (2021)

Pada pergantian tahun 2021 menuju 2022 ini Disney dan Pixar melahirkan film animasi dengan judul Encanto (2021). Kali ini film animasinya tidak mengisahkan mengenai kerajaan atau putri-putrian. Dengan latar belakang daerah Kolombia pada era peperangan, Encanto (2021) mengisahkan keluarga Madrigal. Karena kerusuhan dan peperangan, keluarga Madrigal mengungsi ke sebuah wilayah terpencil di balik pegunungan. Melalui sebuah peristiwa menyedihkan, mereka menemukan sebuab rumah dan sebuah lilin ajaib.

Rumah baru keluarga Madrigal seolah hidup dan memiliki nyawa. Di dalamnya terdapat banyak kamar dengan pintu yang unik. Mayoritas pintu-pintu tersebut bercahaya dan menunjukkan kekuatan si pemilik kamar. Keluarga Madrigal memang memiliki kekuatan unik secara turun temurun. Ketika sudah mencapai umur tertentu, setiap anggota keluarga Madrigal menjalankan sebuah upacara. Upacara tersebut dilakukan di dalam rumah dan di depan lilin ajaib. Ini bukan upacara pesugihan atau babi ngepet yah :’D.

Setelah upacara selesai, anak-anak keluarga Madrigal memiliki kekuatan ajaib dan pintu kamar mereka pun akan bercahaya terang. Setiap keturunan keluarga Madrigal memiliki kekuatan yang berbeda. Ada yang super kuat, ada yang dapat menumbuhkan berbagai tanaman, ada yang mampu melihat masa depan, ada yang dapat mengendalikan cuaca, ada yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit, ada yang dapat merubah wujud, ada yang memiliki pendengaran super, dan ada yang dapat berbicara dengan hewan. Mereka semua menggunakan keajaiban tersebut untuk membantu masyarakat sekitarnya.

Tak lama, lingkungan sekitar keluarga Madrigal dapat tumbuh dan berkembang. Keluarga Madrigal pun menjadi pilar penyangga kehidupan masyarakat. Seluruh penduduk menghormati keluarga Madrigal.

Tinggal di tengah-tengah keluarga terpandang yang memiliki kekuatan ajaib, akan menjadi beban bagi Mirabel Madrigal (Stephanie Beatriz). Ia adalah satu-satunya anggota keluarga Madrigal yang nampak tidak memiliki kekuatan ajaib. Tanpa Mirabel sadari, saudara-saudarinya pun memikul beban karena kekuatan ajaib yang mereka miliki. Memiliki kekuatan ajaib atau tidak, setiap individu mengalami tekanan tertentu dalam mengarungi badai kehidupan. Apakah mereka menjadi seseorang karena keajaiban mereka atau karena kualitas diri sendiri?

Tidak banyak yang tahu, tapi rumah keluarga Madrigal memiliki keretakan yang semakin hari semakin banyak. Kepala keluarga Madrigal sendiri diam-diam merasa bahwa keajaiban keluarga mereka sedang sekarat. Mirabel pun harus bertindak untuk menyelamatkan keajaiban keluarga Madrigal. Berdasarkan penglihatan pamannya Mirabel yang dapat meramal, kehancuran dan keberlangsungan keajaiban ini berkaitan erat dengan Mirabel. Sayangnya, sang paman menghilang tak lama setelah ia melihat masa depan Mirabel.

Alur cerita Encanto (2021) berhasil membuat saya penasaran karena misteri bagaimana cara Mirabel menyelamatkan keajaiban keluarganya, kemudian mengapa paman Mirabel yang dapat meramal justru menghilang tanpa jejak, terakhir … sepanjang film saya ingin mengetahui apa sih kekuatan atau keistimewaan Mirabel. Lha masak tokoh utamanya malah tidak memiliki kekuatan apa-apa, hehehehehe. Pada akhirnya semua dapat terjawab dengan sederhana. Film ini memang mengandung misteri tapi misterinya tidak rumit kok. Semua sangat mudah dipahami dan agak mudah ditebak di pertengahan film.

Film ini didukung oleh aneka nyanyian yang bersahabat bagi kuping saya. Encanto (2021) memang terbilang film animasi yang banyak menggunakan nyanyian. Di tengah-tengah film akan banyak sekali nyanyian. Biasanya saya kurang suka dengan hal ini. Tapi spesial untuk Encanto (2021), nyanyian-nyanyian tersebut mampu menghibur dan enak di kuping saya :).

Ditambah dengan animasi yang cantik, Encanto (2021) semakin nyaman untuk dilihat. Kali ini Disney dan Pixar bermain dengan warna-warni yang cerah dan sangat halus. Film ini nampak dipersiapkan dengan sangat serius.

Saya sendiri ikhlas untuk memberikan Encanto (2021) nilai 4 dari skala maksimum 5 yabg artinya “Bagus”. Dengan pesan moral akan keluarga dan kemampuan diri sendiri, Encanto (2021) sangat layak untuk ditonton bersama seluruh anggota keluarga.

Sumber: http://www.encantoencines.com

Sruput Hangat & Segarnya SSB Hj. Widodo

Ketika sedang dalam perjalanan dari Solo ke Semarang pada beberapa tahun yang lalu, saya sempat singgah di Boyolali untuk makan siang. Ada apa di Boyolali? Pada saat itu saya singgah di Soto Sedap Haji Fatimah. Sejak saat itulah saya mengenal bahwa ada sote yang enak di Boyolali.

Lama berselang, saya yang tinggal di Jabodetabek sangat jarang menyantap soto. Pada dasarnya saya memang kurang suka dengan soto. Pada suatu pagi, saya mencari sarapan sambil mengantar istri praktek di klinik. Pada saat itu, nama sotonya terpampang SSB Hj. Widodo. SSB masih menggunakan kepanjangan dari Soto Sedaap. Belakangan kepanjangannya berubah menjadi Spesial Soto Boyolali. Entah karena hak paten nama atau apa, saya kurang paham. Yang pasti tetap menggunakan merek SSB Hj. Widodo.

Sejak berdiri pada 2002 lalu, SSB Hj. Widodo dengan cepat sudah membuka cabang dimana-mana. Sampai saat ini SSB Hj. Widodo sudah dapat ditemukan di sekitar Jalan Pandanaran Boyolali, Alun-Alun Klaten, samping RS Cakra Husada Klaten, Pasar Nongko Surakarta, Colomadu Karanganyar, Komplek Ruko Jalan Perumnas Seturan Yogya, selatan Pintu Kereta Bendan Pekalongan, utara Alun-Alun Pemalang, samping Adira Finance Tegal, Jalan Trunojoyo Bandung, depan SMPN 7 Cirebon, timur Hotel Sultan Cirebon, samping DPRD Pati, Jalan Buah Batu Bandung, samping RSUD Cibabad Cimahi, samping Masjid Daarut Tauhid Bandung, Jalan Salak Bogor, Ruko Grand Galaxy City Bekasi, depan Mall Bekasi, Komplek Puri Gading Bekasi, Ruko Puskopad Serang, Jalan Raya Ciracas JakTim, samping Kampus UnTam JakSel, depan SMP Al Azhar Cibubur, Kios Puskopad Cijantung JakTim, depan SMP Santa Maria JakPus, depan PDAM BenHil JakPus, depan Sekolah Insan Cendikia Madani Tangerang, depan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, selatan Puri Cikeas, depan Kantor Bus Prima Jasa Pamulang Tangerang, Jalan Balap Sepeda Palembang, Jalan Brigjen Hasan Kasim Palembang, samping Ganesha Operation Bandar Lampung dan barat Polda Bali. Wah banyak yah, jauh lebih banyak dari soto yang dahulu kala saya santap di Boyolali. Saya pribadi biasa mampir ke cabangnya yang di Bekasi.

Selama pandemi Covid 19 berlangsung SSB Hj. Widodo memberikan pelayanan dengan protokol kesehatan yang sangat baik. Mulai dari layanan pesan dan makan di kendaraan, sampai penggunaan pembatas kaca acrylic di setiap mejanya. Kondisi restorannya pun nampak terang, terbuka dan bersih.

Menu SSB Hj. Widodo sendiri sebenarnya sangat sederhana. Pada dasarnya di sana terdapat soto ayam kampung dan soto daging sebagai menu andalannya. Sebenarnya ayam kampung dan daging tidak terlalu jauh memberikan perbedaan. Namun saya pribadi lebih suka dengan tekstur dagingnya. Jadi saya selalu memesan soto daging di sana. Tipenya tipe soto bening dengan rasa dan aroma segar yang khas dari bawang kathing.

Rasa sotonya sih ok. Tapi semua terasa kurang lengkap tanpa gorengan dan sate. Favorit saya adalah sate ati ampelanya. Potongan hati dan ampela dibalut oleh lapisan dadar telur. Tekstur dan rasanya yang gurih berhasil membuat si soto menjadi spesial.

Secara keseluruhan SSB Hj. Widodo layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimal 5 yang artinya “Enak”. Rasa, kondisi restoran dan pelayanan yang baik, membuat saya sering mampir ke sana.

Sarapan di Bubur Ayam Billymoon 7R yang Penuh Kenangan

Sejak saya masih sekolah, saya dan keluarga saya sering mampir sarapan di gerobak Bubur Ayam yang terletak di dekat Pos Satpam Kompleks Billymoon, Jakarta Timur. Biasanya kami hadir disaat kami selesai jalan pagi di akhir pekan. Tukang bubur yang satu ini memang cukup ramai dipenuhi warga yang sedang olahraga pagi. Waktu berselang, setelah saya lulus kuliah dan menikah, tukang bubur ini pindah ke bangunan bekas TK Kak Seto, tak jauh dari lokasi yang sebelumnya. Setiap makan di sana, yah biasanya saya bertemu kawan lama dan tetangga yang sudah kama tak berjumpa. Menjelang kedatangan Covid di Jakarta, tukang bubur tersebut hilang entah kemana.

Ternyata sekarang mereka sudah pindah ke sebuah sudut di antara Jalan Kelapa Sawit 1 dan Jalan Kelapa Hibrida Raya, Billymoon, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Mereka pun sekarang sudah memiliki nama yaitu Bubur Ayam Billymoon 7R. Lokasinya agak tersembunyi dan jauh dari lokasi yang sebelumnya. Kondisinya pun lebih sederhana dan tidak senyaman dulu. Sekarang teman-teman saya lebih banyak membeli bubur ini melalui aplikasi ojek online.

Yah tapi paling tidak rasanya tetap sama kok. Kalau makan di tempat, biasanya krupuk, kacang kedelai, sambal dan kaldu kuning disajikan terpisah. Dengan demikian, ketiganya dapat ditambahkan sesuai selera. Krupuk dan kacang kedelai pun akan hadir dalam keadaan paling renyah karena tidak langsung tercampur. Pada dasarnya cita rasa buburnya agak gurih lembut. Kalau kurang “nendang”, tinggal menambahkan kaldu kuning dan sambalnya deh.

Tak lupa terdapat sate jeroan dan sate telur puyuh yang mampu memperkaya rasa bubur. Semua sate-satean sudah dibumbui sehingga rasanya tidak polos. Saya sendiri sula dengan sate usus dan sate hati. Keluarga saya yang lain lebih senang dengan sate telur puyuh.

Secara keseluruhan, Bubur Ayam Billymoon 7R masih pantas untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Sudah bertahun-tahun tukang bubur yang satu ini bermigrasi, tapi rasanya tetap nikmat ;).

Zenbu, House of Mozaru

Sejak bekerja di Kota Kasablanka di awal 2012 lalu, saya sudah sering melewati Zenbu. Restoran ini berada dipojokan tapi survive dan selalu ada pengunjungnya. Tapi yah namanya juga lewat sana hanya bersama teman kantor saja, saya tidak pernah mampir ke Zenbu. Baru ketika kemarin Zenbu membuka cabang baru di Bekasi, saya dan keluarga mampir ke sana.

Bagian Dalam Zenbu
Meja Zenbu

Sampai saat ini Zenbu sudah dapat ditemui di sekitar Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, Bandung, Surabaya, Pekanbaru dan Medan. Tepatnya, restoran Zenbu ada berbagai mall dan pusat perbelanjaan seperti Mall of Indonesia, Plaza Indonesia, Senayan City, Kota Kasablanka, AEON Mall JGC, AEON Mall Sentul, AEON Mall BSD, Gandaria City, PIK Avenue, Emporium, Central Park, Living World, Lippo Mall Puri, Pesona Square Depok, Grand Metropolitan Mall, Paskal 23 Bandung, Paris Van Java, Tunjungan Plaza 6, Pakuwon Mall, SKA Mall Pekanbaru, Centre Point Mall Medan, Sun Plaza dan Deli Park Mall Medan.

Zenbu menyajikan berbagai hidangan seperti strawberry milkshake, lemon squash, teh hijau, mozaru ayam, mozaru jamur, mozaru zenbu, kidzen ebi furai dan lain-lain. Wow, semuanya nampak unik dan nikmat.

Strawberry milkshake hadir dengan susu strawberry dan eskrim. Minuman ini memiliki tingkat kemanisan yang pas. Sedangkan lemon squash terasa asam segar di mulut.

Strawberry Milkshake & Lemon Squash

Teh hijau yang hangat, hadir lengkap dengan kue cokelat. Memang tehnya tidak terlalu pekat. Tapi rasa teh ini cukuplah bagi seseorang yang bukan maniak teh seperti saya heheheheh, lumayan.

Teh Hijau

Zenbu menyediakan beberapa menu anak. Diantara variannya, kidzen ebi furai adalah menu anak yang paling menarik. Porsinya relatif banyak dan terdiri dari berbagai makanan yang sudah dihias semenarik mungkin. Di sana terdapat katsu, nugget, kentang goreng, susis, edamame, brokoli, tomat, jeruk. Anak-anak saya langsung ketagihan dengan menu ini. Selain melimpah, rasanya juga enak loh. Favoritnya adalah pada katsunya ;).

Kidzen Ebi Furai

Berbicara soal katsu, Mozaru merupakan menu andalan Zenbu yang menggunakan katsu. Pada dasarnya, Mozaru merupakan nasi dan katsu yang dikubur di bawah lelehan keju mozzarela yang lezat.

Nasi pada mozaru dapat berupa yakimeshi atau nasi mentega. Bagi yang ingin mencoba sesuatu yang baru, spaghetti pun dapat menggantikan posisi nasi di dalam mozaru. Nasi mentega memang relatif flat, spaghetti sedikit gurih, dan yakimeshi terasa gurih manis. Nasi goreng Jepang atau yakimeshi, berhasil menjadi favorit saya. Gurih dan manisnya pas sekali.

Kemudian terdapat 2 varian saus yaitu butter dan dynamite. Saus butter terasa lebih halus dan agak flat. Sedangkan saus dynamite lebih agresif dengan rasa pedas, manis dan gurih. Otomatis saya paling suka dengan saus dynamite.

Untuk jenis mozaru-nya sendiri saya baru mencicipi zenbu mozaru, mushroom mozaru, dan chicken mozaru. Mushroom mozaru menggunakan jamur dan katsu ayam di dalamnya. Chicken mozaru menggunakan katsu ayam di dalamnya. Zenbu mozaru adalah yang paling lengkap untuk urusan katsu karena di dalamnya terdapat katsu ayam, katsu daging dan tempura. Bagi saya pribadi sih juaranya jelas zenbu mozaru dengan isian yakimeshi dan saus dynamite. Gabungan rasanya juaraaa, rasa manis, pedas dan gurih terasa menari di lidah dengan takaran yang seimbang. Ditambah aroma barberque dan keju yang menambah kekayaan rasa dari mozaru yang saya santap. Yummmmmm, saya sudah menemukan menu favorit saya di Zenbu :).

Chicken Mozaru dengan Yakimeshi & Saus Dynamite
Mushroom Mozaru dengan Spaghetti & Saus Butter
Zenbu Mozaru dengan Yakimeshi & Saus Dynamite

Secara keseluran saya puas dengan Zenbu terutama mozaru-nya. Maka, saya rasa Zenbu layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Sekarang saya tahu kenapa restoran ini selalu ada pengunjungnya :).

Angkringan Mbah Kromo, Murah Rego Raos Eco

Tak jauh dari Pasar Sumber Artha Jakarta Timur, baru saja berdiri angkringan baru yang bernama Angkringan Mbah Kromo. Angkringan ini tepatnya berada di Jl. Inspeksi Kalimalang No. 3 RT1/RW3, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Bagian dalamnya memiliki interior bernuansa Jawa. Berbeda dengan angkringan pada umumnya, Angkringan Mbah Kromo ini relatif lebih besar, bersih dan nyaman. Angkringan ini memamg cocok untuk dijadikan tempat bersantai, kalau tidak sedang penuh ya.

Di sana terdapat berbagai hidangan khas angkringan seperti nasi kucing, gorengan dan sate. Semuanya terlihat bersih dan sepertinya terbuat dari bahan-bahan yang berkualitas, bukan bahan murahan.

Untuk nasi kucingnya ada nasi pete, nasi sambal teri, nasi sambal pete, nasi ikan peda, nasi bandeng, nasi orek, nasi ayam suwir, nasi sambal teri. Packing-nya sangat bersih dan rapih, tapi porsinya relatif lebih kecil dibandingkan nasi kucing pada umumnya. Semua varian nasi kucing tersebut menggunakan sambal yang jauh dari kata pedas, rasanya justru sedikit manis. Lumayanlaah.

Nasi kucingnya tidak akan terasa nikmat tanpa gorengan dan sate. Gorengan dan sate dapat di panaskan sebelum kita makan. Pilihannya banyak ya, mulai dari jeroan, bakso sampai tahu tempe. Saya sendiri suka dengan sate paru yang lembut dan juicy ketika saya gigit. Sate kulitnya terlalu tebal dan kenyal, biasanya sate kulit menjadi favorit saya, namun kali ini tidak. Pilihan lain yang cukup enak adalah sate bakso keju, sate usus dan sate ati. Untuk gorengannya siy, saya belum pernah makan. Anak saya yang setiap ke sana pasti menyantap tahunya

Saya senang dengan hadirnya Angkringan Mbah Kromo yang dapat menambah opsi kulineran keluarga saya. Saya sendiri ikhlas untuk memberikan nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Ayam Keprabon, Juaranya Pergeprekan

Konon hidangan ayam geprek pertama hadir di Yogyakarta pada 2003. Kemudian baru pada sekitar 2017-an ayam geprek semakin populer di berbagai daerah, termasuk Jakarta. Saya sendiri pernah mencicipi 1 brand ayam geprek yang saat itu populer. Namun entah mengapa, saya kurang terkesan dan malas untuk menulisnya di sini :’D.

Bertahun-tahun kemudian, barulah saya mendapatkan rekomendasi untuk mencicipi ayam geprek asal Solo yang bernama Ayam Keprabon. Brand ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2015 lalu. Sampai sekarang saja Ayam Keprabon sudah dapat ditemui di Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bandung, Jabodetabek, Medan, Jambi, Makassar, dan Banjarmasin.

Saya sendiri belum pernah makan di restorannya. Saya biasa memesan Ayam Keprabon melalui aplikasi ojeg online. Sekalipun datang, saya pernah datang ke Ayam Keprabon yang Express, jadi restorannya mungil sekali. Saya lebih nyaman menyantap Ayam Keprabon di rumah atau kantor saja. Packagingnya bagus dan rapi kok.

Dapur
Tempat Makan

Pada intinya, hidangan Ayam Keprabon adalah ayam geprek. Mayoritas hidangan Ayam Keprabon memang terkait dengan dengan dunia pergeprekan. Di sana antara lain terdapat ayam geprek sambal bohay, ayam geprek blenger sambal karca, ayam geprek blenger matah, ayam serasi dan sushi geprek.

Ayam geprek sambal bohay terdiri dari nasi, ayam geprek yang susah dibubuhi sambal bohay dan potongan timun. Hidangan yang satu ini memberikan sensasi rasa pedas, gurih dan sedikit manis yang khas. Saya sendiri memesan tingkat kepedasan level 3 yang cukup bersahabat bagi perut saya. Untuk dagingnya, ada pilihat apakah hendak menggunakan paha atas atau ada. Saya memilih yang paha atas sehingga sedikit lebih juicy. Daging dada terkadang terasa agak kering, tapi lebih sehat sih. Kerenyahan dari si ayamnya pun masih terasa. Secara keseluruhan, hidangan ini terasa enak meskipun terbilang simple sekali.

Ayam Geprek sambal Bohay

Ayam geprek blenger sambal karca terdiri dari nasi, ayam geprek plus sambal karca (kari-rica) yang sudah tertutup oleh lelehan keju mozzarella. Penampilanya sih sudah menggugah selera, terutama para pencinta keju. Rasa sambal karca yang pedas dan beraroma khas agak terkubur oleh kejunya. Kerenyahan si ayam pun otomatis berkurang bila dibandingkan dengan hidangan ayam geprek non blenger alias tanpa keju. Tekstur dan aroma keju mozzarella memang lebih dominan di sini. Tapi sesekali saya masih dapat merasakan rasa pedasnya si sambal karca. Hilangnya kerenyahan si ayam, terobati dengan paduan rasa pedas dari sambal dan rasa gurih dari kejunya. Wah, enak juga hidangan yang satu ini, yummmm, favorit nih.

Ayam Geprek Blenger Sambal Karca

Ayam geprek blenger matah sangat mirip dengan ayam blenger sambal karca. Bedanya, sambal matahnya berada di bagian atas dari lelehan keju mozzarella. Sambal ini pun lumayan pedas dan harum sekali. Rasa gurih dan pedas relatif mendominasi rasa dari hidangan ini. Namun entah kenapa, aromanya kurang pas bagi saya pribadi. Yah bukan berarti tidak loh ya. Saya bisa bilang ini termasuk lumayaaaan.

Ayam Geprek Blenger Sambal Matah

Selanjutnya saya mencicipi menu non geprek dari Ayam Keprabon, yaitu ayam serasi. Menu yang satu ini terdiri dari ayam goreng kremes yang ditemani oleh sambal terasi. Kremesan dari menu ini twrasa renyah dan gurih. Sedangkan sambal terasinya terasa gurih juga. Keduanya sama-sama gurih tapi memberikan aroma dan rada khas yang berbeda. Saya yang suka dengan hidangan gurih, sopasti ok-ok saja dengan ayam serasi. Namun bagi teman-teman yang kurang suka atau sedang menghindari rasa gurih atau asin, sepertinya tidak akan terlalu suka dengan ayam serasi.

Ayam Serasi

Sushi geprek adalah sushi yang bagian tengahnya terdapat ayam geprek. Kita dapat memilih apakah ingin ada lelehan keju mozzarellanya? Apakah ingin yang pedas? Saya sendiri lebih suka dengan yang versi lengkap yaitu sushi geprek blenger spicy. Pakai keju? Ya. Pedas? Ya juga ;). Rasa gurih, pedas dan manis yang khas menyelimuti hidangan yang satu ini. NoriSushi pinggiran ada nori, tengah ada ayam geprek samval dan lelehan keju mozzarela. Plus sambal pesas kalau masih kurang pedas. Gurih, pedas, manis dengan aroma dan rasa yang khas, terasa enak di mulut saya. Kemudian karena ini bentuknya sushi, maka hidangan ini menggunakan nori atau rumput laut juga. Teenyata Nori memberikan kekenyalan ketika saya mengunyah si sushi geprek ini. Hal ini memperkaya rasa sushi geprek yg sudah juara rasanya. Wah, bertambah lagi deh hidangan favorit saya di Ayam Keprabon.

Sushi Geprek Blenger Spicy

Secara keseluruhan, saya agak menyesal. Kenapa kok pada 2017 lalu saya tidak mencicipi Ayam Keprabon. Saya justru kapok dan ogah makan geprek-geprekan. Maka, pada akhir 2021 ini saya memberikan Ayam Keprabon nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak” :D.

Venom: Let There Be Carnage (2021)

Ketika masih kecil dulu, saya sering memainkan Spider-Man and Venom: Separation Anxiety di console Sega Mega Drive 2. Sebenarnya, permainan itulah yang memperkenalkan Venom kepada saya. Tak lupa, lawan terakhir permainan tersebut pun ikut memperkenalkan saya kepada Carnage. Begitu Venom: Let There Be Carnage (2021), tentunya film ini lanngsung masuk ke dalam daftar tonton saya.

Carnage sebenarnya memiliki kemampuan yang sangat mirip dengan Venom. Hanya saja, kali ini Carnage bersimbiosis dengan Cletus Kasady (Woody Harrelson), seorang pembunuh berantai. Dengan demikian Carnage dan Cletus hidup di dalam 1 tubuh yang sama. Baik Carnage mapun Venom, memang merupakan mahluk luar angkasa yang membutuhkan inang atau tubuh manusia untuk hidup. Carnage sendiri lahir dari ketika bagian dari Venom tercampur dengan darah Cletus melalui gigitan. Terlahir dan hidup di dalam tubuh seorang pembunuh berantai melahirkan seorang Carnage yang kejam dan tega berbuat apa saja tanpa batasan apapun.

Sangat jauh berbeda dengan Venom yang hidup di dalam tubuh Eddie Brock (Tom Hardy). Eddie memang tidak ramah atau baik hati seperti Peter Parker. Namun, Eddie maih memiliki moral dan kebaikan jauh di dalam lubuk hatinya. Hal inilah yang membuat Venom terpengaruh untuk membatasi diri dari berbuat semena-mena. Venom selalu lapar dan haus akan daging dan darah manusia. Selama ini, Eddie selalu menahan Venom dari berbuat kejam. Ia bahkan berusaha mengganti hidangan makan malam Venom dari manusia menjadi ayam atau coklat.

Lama kelamaan Venom merasa bahwa Eddie membelenggunya. Bila terus menerus bersama dengan Eddie, Venom tidak dapat menjadi diri sendiri. Eddie sendiri sudah muak dengan berbagai kekacauan yang Venom lakukan. Padahal tanpa Venom dan Eddie sadari, mereka memang saling membutuhkan satu sama lain. Hubungan benci tapi sayang inilah yang menjadi inti dari Venom: Let There Be Carnage (2021).

Eddie dan Venom pun berusaha memperbaiki hubungan mereka ketika Cletus dan Carnage memburu Eddie. Ternyata Eddie adalah reporter yang bertanggung jawab dalam menyingkap lokasi para korban dari kekejaman Cletus. Tak lupa Cletus dan Carnage dibantu pula oleh Frances Barrison / Shriek (Naomie Harris). Walau nampak seperti 2 lawan 1, sebenarnya duo Venom dan Eddie jauh lebih kuat bila mereka bisa bersatu.

Komedi segar antara Eddie dan Venom, menghiasi jalannya film ini. Semua hadir disaat yang tepat sehingga Venom: Let There Be Carnage (2021) berhasil membuat saya tertawa beberapa kali. Akting Tom Hardy dalam memerankan Eddie yang praktis banyak berbicara sendiri, sunggu prima dan menonjol. Saya sadar betul bahwa formula ini sudah pernah dilakukan pada Venom (2018). Tapi saya masih tetap menikmatinya dan sama sekali tidak merasa bosan.

Jalan cerita yang mudah ditebal dan akhir yang sudah jelas terlihat pun, seolah tidak membuat film ini menjadi membosankan. Eddie pada semesta yang satu ini jauh lebih menyenangkan dibandingkan Eddie pada semesta Trilogi Spider-Man versi Sam Raimi yang hadir pada tahun 2007 lalu.

Saya ikhlas untuk memberikan Venom: Let There Be Carnage (2021) nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Akibat film pertama dan kedua Venom sukses di pasaran, kabarnya akan ada film kerita Venom yang melibatkan Multiverse. Konon pada akhirnya Venom akan kembali bertemu dengan Spider-Man. Wah, kemungkinan saya akan menonton kerjasama Venom dan Spider-Man seperti permainan yang saya mainkan di console e Sega Mega Drive 2 dahulu kala ;).

Sumber: http://www.venom.movie