Serial My Little Pony: Pony Life

Sebagai franchise yang sudah ada sejak lama, My Little Pony sudah hadir dalam berbagai bentuk film. Film serinya saja sudah ada berapa jenis. Kali ini saya membahas film seri dari My Little Pony yang paling imut yaitu Pony Life. Kelima karakter utama My Little Pony tentunya kembali hadir di sini. Di sini ada Twilight Sparkle (Tara Strong), Pinkie Pie (Andrea Libman), Apple Jack (Ashleigh Ball), Rarity (Tabitha St. Germain), Fluttershy (Andrea Libman) dan Rainbow Dash (Tabitha St. Germain).

Formasi lengkap sudah hadir. Lalu apa bedanya Pony Life dengan serial Little Pony lainnya? Serial ini hadir dilengkapi oleh animasi yang lucu. Fokus serial ini pun lebih ke arah hiburan dan humor. Dalam setiap episodenya, kita tidak akan selalu disuguhkan mengenai bagaimana persahabatan dapat mengalahkan kejahatan dan menyelamatkan dunia. Sebagian besar episodenya justru berhubungan dengan hobi dan keseharian kelima karakter utama Pony Life.

Keenam karakter utama hadir dengan masalahnya masing-masing. Semuanya diselesaikan dengan berbagai kelucuan di mana-mana. Penonton dewasa tidak akan kebosanan ketika ikut menonton film seri ini.

Pesan moral dari film kartun ini tidaklah banyak dan hanya itu-itu saja sih. Animasi dan kisah yang lucu, menjadi daya tarik serial ini. Pony Life merupakan versi My Little Pony yang tidak serius. Dengan demikian, serial imut ini masih layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: mylittlepony.hasbro.com/en-us/characters/ponylife

Serial Bluey

Bluey adalah film seri animasi anak keluaran Australia yang biasa putri kecil saya saksikan di Stasiun TV Disney. Serial asal Australia ini mengisahkan keseharian sebuah keluarga anjing yang tediri dari Bandit sang ayah (David McCormack), Chili sebagai sang ibu (Melanie Zanetti) , Bingo sebagai adik Bluey, dan tentunya Bluey sendiri. Bluey adalah anjing heler berwarna biru yang energik, ceria dan kreatif. Ahh sebuah karakter yang biasa dimiliki oleh banyak protagonis utama sebuah film anak. Lalu apa istimewanya Bluey?

Sebagai anak anjing, Bluey tentunya senang bermain. Kegiatan bermain Bluey bersama keluarga dan temannya, dipertontonkan dengan cara yang menghibur. Serial ini menunjukkan bagaimana kreatifnya Bluey dan kawan-kawan ketika sedang bermain. Tidak hanya bermain, terkadang kegian Bluey lainnya pun terlihat segar dan tidak repetitif. Sebagai penonton dewasa, saya sendiri tidak merasa bosan ketika sedang menemani anak saya menonton Bluey.

Sebagai film seri untuk anal-anak, Bluey tentunya menyisipkan berbagai pelajaran yang positif bagi penontonnya. Sebuah contoh yang tak ada salahnya untuk ditiru oleh anak-anak.

Saya rasa serial anak yang satu ini layal untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yabg artinya “Bagus”. Durasi per episode-nya memang tidak terlalu panjang, tapi itu cukuplah untuk dijadikan tontonan segar bersama anak kita di rumah.

Sumber: http://www.bluey.tv

Raya and the Last Dragon (2021)

Raya and the Last Dragon (2021) merupakan film animasi Disney terbaru yang hadir di bioskop dan media streaming eksklusif. Tokoh utamanya adalah Raya (Kelly Marie Tran) dan Sisu (Nora Lum). Raya adalah putri dari kepala suku Negeri Heart. Dahulu kala, Heart dan 4 negeri lainnya bersatu membentuk sebuah kesatuan yang disebut Kumandra. Semua berubah ketika sebuah mahluh misterius yang bernama Druun, datang dan mengubah banyak rakyat Kumandra menjadi batu. Para naga yang menjadi pelindung Kumandra tidak tinggal diam. Mereka pun rela gugur demi menghancurkan Druun. Akhirnya, kemenangan jatuh ke tangan para naga melalui sihir Sisu, naga terakhir Kumandra yang masih tersisa.

Setelah insiden tersebut, Kumandra mengalami perpecahan dan terbagi ke dalam 5 wilayah termasuk Heart, kampung halaman Raya. Beberapa tahun kemudian, perseteruan diantara 5 negeri tersebut membuat Druun hidup kembali dan menteror kelima negeri yang dahulu bersaudara. Dimanakah para naga Kumandra yang dahulu menolong mereka? Putri Raya memutuskan untuk berkelana demi mencari keberadaan Sisu, naga terakhir yang kabarnya masih hidup. Ia berharap Sisu masih memiliki kekuatan untuk kembali mengalahkan Druun.

Tanpa raya duga, kekuatan Sisu ternyata adalah kekuatan yang berasal dari persatuan, kepercayaan dan persaudaraan. Hal-hal yang saat ini sudah punah dari kelima negeri yang ada.

Raya sendiri mengalami masalah dengan yang namanya kepercayaan. Dahulu, ia pernah dihianati oleh putri negeri lain. Sehingga Raya sangat sulit percaya dengan orang yang baru ia temui. Sepanjang perjalanannya, Raya harus belajar untuk memberikan kepercayaan kepada orang lain. Bersama Sisu, ia pun banyak belajar mengenai pentingnya persatuan dan persaudaraan.

Sebuah petualang epik yang berhasil disajikan dengan sangat baik oleh Disney. Berbeda dengan mayoritas putri-putri Disney lainnya, Raya tidak menyanyi. Tidak ada adegan menyanyi sedikitpub pada pertengahan film ini. Hebatnya, Disney menggantinya dengan adegan pertarungan yang keren. Raya bukanlah putri yang memiliki kekuatan sihir seperti Elsa. Namun ia mampu berkelahi dengan sangat baik. Dengan kualitas animasi di atas rata-rata untuk film keluaran tahun 2021, film ini tampak menakjubkan. Adegan perkelahian bisa jadi merupakan bagian yang paling saya suka dari Raya and the Last Dragon (2021).

Apalagi, film putri Disney yang satu ini dapat dikatakan merupakan putri Disney pertama yang berasal dari Asia Tenggara. Pada film ini, saya melihat proses pembuatan batik, keris, pencak silat, wayang, gamelan, istana ala Thailand/Vietnam, rumah gadang, rice cake Vietnam, sawah terasering dan lain-lain. Wah, akhirnya ada juga perwakilan kita di sana.

Pengisi suara kedua karakter utamanya pun merupakan keturunan Asia. Nora Lum berhasil memberikan karakter suara yang membuat Sisu nampak hidup. Naga yang konyol dan murah senyum sungguh pas sekali dengan suara Nora. Sementara itu Marrie yang keturunan Vietnam, tidak terlalu nampak menonjol. Suara Raya yang diisi oleh Marrie terbilang okelah tapi tidak sekeren apa yang Nora lakukan kepada karakter Sisu.

Salah satu hal yang saya tidak terlalu suka dari film ini sebenarnya adalah akhir yang agak antiklimaks. Kemudian, alur ceritanya agak mudah ditebak. Tapi ini dapat dipahami karena bukankah ini merupakan film keluarga? Kalau terlalu kompleks, ya sopasti penonton cilik tidak akan betah.

Berbagai kelebihan dan kekurangan di atas membuat saya ikhlas untuk memberikan Raya and the Last Dragon (2021) nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Ini adalah tontonan wajib di tahun 2021 ;).

Sumber: movies.disney.com/raya-and-the-last-dragon

Serial Kiko

Berawal dari cerita pendek di majalah, Kiko diangkat ke TV oleh MNC pada tahun 2014 lalu. Sampai saat saya menulis tulisan ini, serial Kiko adalah salah satu film seri animasi yang anak saya gemari. Di tengah-tengah hiruk pikuk film animasi macanegara, ternyata ada 1 animasi lokal yang mampu bersaing. Yang lebih membanggakan lagi adalah kenyataan bahwa Kiko sudah diputar pula di Stasiun TV berbayar Disney. Selain itu serial inipun sudah dialihbahasakan dan diputar di negara-negara lain looh. Yah tidak kalahlah dengan Serial Ipin & Upin dari Malaysia.

Berbeda dengan Serial Ipin & Upin, semua karakter pada Serial Kiko bukanlah manusia. Mereka semua pada awalnya merupakan penghuni sebuah danau yang sangat luas. Akibat kelalaian manusia, mayoritas penghuni danau tersebut terkena limbah dan berubah menjadi mutant. Seketika itu mereka memiliki wujud seperti manusia dan hidup tersembunyi di dasar danau. Mereka kemudian membangun sebuah peradaban lengkap dengan rumah, jalan, pertokoan dan sebagainya. Lahirlah Kota Asri, tempat tinggal Kiko (Anastasia Amelia), seekor ikan mas koki yang sekarang memiliki wujud menyerupai anak manusia dan gemar bermain bola.

Sehari-hari, Kiko bersahabat dengan Poli (Leni Marlina Tarra), Lola (Siti Balqis), Ting-Ting (Leni Marlina Tarra) dan Patino (Suherman). Poli merupakan ninja cilik yang dingin namun sportif dan sangat setia kawan. Lola merupakan pengusaha kuliner yang senang merawat aneka bunga, cewek banget deh pokoknya. Sementara ini Patino adalah sahabat Kiko yang terkuat, terpolos dan hobi sekali dengan gulat dan komik. Terakhir, Ting-Ting merupakan peneliti yang super jenius dan ahli akan teknologi terbaru. Perbedaan, membuat Kiko dan kawan-kawan dapat tetap bersatu dan saling melengkapi. Kiko sering kali bertindak sebagai pemimpin. Kecekatan, kepintaran dan kebaikannya berhasil beberapa kali membawa teman-temannya keluarnya dari masalah. Tapi terkadang, ulah Kiko yang usil dan suka ikut campur, membawa petaka. Yah tak ada yang sempurna. Tokoh utama film seri anak ini bukan malaikat.

Kebaikan menang melawan kejahatan. Persahabatan dan kebersamaan, berhasil memecahkan berbagai masalah. Itulah tema pokok yang saya lihat pada setiap episodenya. Semua yang diajarkan pada Serial Kiko memang baik dan patut untuk dicontoh. Dibalut dengan animasi yang lumayan bagus, semuanya nampak seperti sebuah paket yang menarik.

Namun, semua yang ada pada serial ini, seolah dapat saya temukan pula pada serial animasi lain. Tidak ada yang istimewa dari karakter dan ceritanya. Ooohhh tunggu dulu, keistimewaan Kiko adalah … made in Indonesia :D.

Dengan demikian, serial anak yang satu ini layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Ayo cintai produk Indonesia hehehehe.

Sumber: mncanimation.com/products/view/kiko

Soul (2020)

Kali ini saya akan membahas mengenai film animasi terbaru Pixar & Walt Disney, yaitu Soul (2020). Tokoh utama film animasi yang satu ini adalah Joe Gardner (Jamie Foxx) dan Paul (Daveed Diggs). Keduanya bertemu di dunia roh … Stop, ini film horor? Wkwkwkw. Tema film ini memang dunia roh. Tapi semua digambarkan dengan sangat cerah dan gamblang. Semuanya sangat mudah dipahami baik oleh orang dewasa maupun anak-anak. Ini film Walt Disney loh, bukan filmnya Om Nolan.

Joe merupakan seorang pemusik Jazz yang sekarat. Jiwanya pun pergi ke alam roh. Ia berbaris bersama roh-roh lain yang sudah sekarat. Berbarus menuju sebuah pintu yang melambangkan kematian bagi tubuh Joe dan kehidupan baru bari roh Joe di akhirat. Namun, Joe masih belum ikhlas pergi meninggalkan dunia fana untuk selamanya. Maka, dengan keinginan yang kuat, Joe melarikan diri dan justru terjatuh ke alarm roh lain. Sebuah alarm roh dimana berkumpul roh-roh mungil yang belum lahir ke dunia. Di sinilah awal Joe bertemu dengan Paul.

Bertolakbelakang dengan Joe, roh Paul justru tidak mau pergi ke dunia nyata. Paul hendak menetap di dunia roh saja untuk selama-lamanya. Di sinilah awal mula dari persahabatan yang mengharukan antara 2 roh yang berbeda.

Melalui Soul (2020) kita diingatkan mengenai apa arti hidup. Bagaimana kita memanfaatkan anugrah ini. Selain itu, Soul (2020) memiliki unsur pengorbanan, keikhlasan, dan tentunya, persahabatan. Sebuah film dengan banyak sekali pesan moral yang baik tanpa harus tampil menggurui.

Film ini tampil dengan animasi yang bagus, jalan cerita yang mudah dipahami, dan segudang pesan moral yang baik. Maka, saya pun ikhlas untuk memberikan Soul (2020) nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Film ini baik untuk ditonton oleh seluruh anggota keluarga.

Sumber: http://www.pixar.com/soul

Serial Mighty Little Bheem

Sejak tahun 2008, karakter Chotta Bheem menjadi salah satu karakter andalan Green Gold Animation, sebuah perusahaan film India. Serial Chotta Bheem telah melahirkan beberapa film lepas dan spin-off. Saya sendiri tidak terlalu terkesan dengan hasil dari franchise Chotta Bheem kecuali satu. Apa itu? Serial Mighty Little Bheem tentunya.

Kalau saya hitung-hitung, Serial Mighty Little Bheem merupakan spin-off keempat dari Serial Chotta Bheem. Biasanya, Chotta Bheem digambarkan sebagai anak-anak yang memiliki kekuatan di atas rata-rata. Ia pun menggunakan kekuatanya untuk mengalahkan tokoh jahat yang berupa manusia dan siluman.

Pendekatan yang dilakukan pada serial yang satu ini agak berbeda dengan film-film Chotta Bheem lainnya. Bheem masih balitadan tinggal di gubuk sederhana bersama ibunya. Suasana pedesaan India tentunya menjadi latar belakang Bheem si balita super kuat.

Kali ini ia menggunakan kekuatan supernya untuk melakukan hal-hal yang lebih sederhana. Dalam prosesnya, kelucuan terjadi dimana-mana. Saya pun beberapa kali tertawa melihat tingkah Bheem dan kawan-kawan. Serial yang satu ini memang sama sekali jauh dari kata serius.

Komedi menjadi cara Mighty Little Bheem menyampaikan pesan positif bagi para penontonnya. Ditambah dengan animasi yang menawan, Mighty Little Bheem berhasil menjadi salah satu film seri anak yang berhasil memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: http://www.mightylittlebheem.com

Serial Talking Tom Heroes

Ponsel Android beserta layar sentuhnya baru bisa saya miliki sekitar tahun 2011. Menggunakan layar sentuh merupakan hal baru saat itu, termasuk untuk bermain. Layar sentuh melahirkan berbagai gameplay baru yang unik. Maklum, dahulu kala saya bermain dengan menekan tombol-tombol, tidak seperti sekarang dimana semuanya sudah menggunakan layar sentuh :’D. Nah, Talking Tom Cat merupakan salah satu permainan pertama yang saya mainkan di Android dan berhasil memberikan pengalaman bermain yang baru.

Pada awalnya, Talking Tom Cat adalah permainan hewan peliharaan virtual yang cukup sukses, karena konsep permainan yang diangkat masih tergolong baru dan pesaingnya belum banyak. Kesuksesan Talking Tom melahirkan permainan lain seperti Talking Angela, Talking Ginger, Talking Hank, Talking Ben dan Talking-Talking lainnya. Semuanya dikembangkan oleh perusahaan asal Slovenia, yaitu Outfit 7.

Lama kelamaan Talking Tom Cat dan kawan-kawan hadir dalam berbagai varian permainan yang hadir di platform Andoid dan IOS. Tidak puas sampai di sana, Outfit 7 sebagai pihak pengembang Talking Tom Cat pun, sudah sejak lama melakukan perluasan dengan bekerjasama dengan pihak lain untuk membuat film-film seri Talking Tom Cat seperti Talking Friends, Talking Tom and Friends, Talking Tom Shorts, Talking Tom and Friends Minis dan Talking Tom Heroes.

Perlu diingat, tidak semua konten terkait Talking Tom Cat, pantas ditonton anak kecil. Terkadang ada permainannya atau filmnya yang mengisahkan percintaan karakter Tom dan Angela serta kisah cinta-cintaan lainnya. Saya sendiri sudah menonton beberapa versi dari film seri Talking Tom Cat. Dari sana saya menemukan bahwa sementara ini, Talking Tom Heroes merupakan serial yang paling menghibur dan relatif aman ditonton anak-anak.

Film seri Talking Tom Heroes mengangkat tema penyelamatan dan kepahlawanan. Di sana, dikisahkan bahwa Tom, Hank, Angela dan Ben memiliki kekuatan super. Tom memiliki kekuatan yang sangat besar, Angela dapat bergerak secepat kilat, Ben dapat memanipulasi berbagai peralatan canggih dari jarak jauh, dan Hank memiliki kantung ajaib yang dapat mengeluarkan berbagai barang yang dibutuhkan. Selain keempat pahlawan super tersebut, hadir pula Ginger yang ingin ikut membantu, walaupun ia tidak memiliki kekuatan apa-apa.

Ginger merupakan cara film seri ini untuk menyampaikan bahwa, kekuatan super bukanlah persyaratan mutlak untuk menolong orang lain. Selain itu, film ini menyampaikan pesan moral terkait kejahatan melawan kebaikan dengan cara yang menghibur.

Yaaah, pesan moral dan pelajaran yang disampaikan Talking Tom Heroes memang standard ya hehehe. Saya rasa kelebihan serial ini adalah dari segi hiburan. Film seri yang semua karakternya tidak berbicara, berhasil menyampaikan berbagai kisah yang menarik dan tidak membosankan, termasuk bagi orang dewasa. 

 

Saya pribadi, tidak merasa bosan ketika menemani anak saya menonton Talking Tom Heroes. Saya bahkan merasa terhibur ketika menonton setiap episodenya yang hanya berdurasi sekitar 10 menit. Itulah mengapa film ini layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Film seri ini dapat dijadikan sebagai hiburan segar bagi seluruh anggota keluarga.

Sumber: outfit7.com

Serial Barbie Dreamhouse Adventures

Boneka barbie sudah menjadi salah satu mainan terpopuler anak perempuan sejak dahulu kala. Sampai sekarang, Barbie masih menjadi sebuah franchise yang laris manis. Barbie pun sudah memiliki beberapa film seri, mulai dari Life in the Dreamhouse, Dreamtopia, sampai yang terbaru yaitu Barbie Dreamhouse Adventure.

Kalau dari segi cerita, Barbie Dreamhouse Adventure pun menampilkan cerita yang relatif dapat dinikmati oleh penonton dengan rentang umur yang lebih lebar. Apa bedanya dengan kedua serial Barbie sebelumnya? Life in the Dreamhouse bercerita mengenai kehidupan Barbie dengan teman-temannya yang sudah bukan anak-anak. Serial tersebut lebih cocok untuk ditonton oleh remaja sebab terlalu dewasa bila ditonton oleh anak TK atau SD. Sedangkan Dreamtopia bercerita mengenai petualangan Barbie dan adiknya dinegeri dongeng. Serial ini tentunya lebih menargetkan penonton yang jauh lebih muda.

Nah, Barbie Dreamhouse Adventure mengisahkan keseharian dan petualangan Barbie bersama keluarga dan sahabatnya. Di sana terdapat nilai-nilai kekompakan keluarga dan hubungan persahabatan antar sahabat. Topik yang dihadirkan memang sedikit klise, tapi paling tidak kisahnya tidak terlalu dewasa, relatif masih bersahabat untuk ditonton anak kecil. Barbie Dreamhouse Adventure memiliki jalan cerita yang tidak terlalu membosankan bagi orang dewasa, dan tetap dapat dinikmati oleh anak-anak, terutama anak perempuan yah, namanya juga Barbie hohohohoho.

Film ini berasal dari sebuah produk, maka tak heran apabila unsur konsumerism sangat melekat pada Barbie Dreamhouse Adventure. Hampir semua yang ditampilkan pada serial tersebut, ada produknya dan dapat dibeli di toko mainan :’D. Sepertinya film-film Barbie memang tidak hanya berniat memperoleh laba dari filmnya, namun melalui penjualan produk mainannya. Terkadang, anak-anak memang lebih senang membeli mainan yang ada filmnya. Yah hitung-hitung menyelam sambil minum air.

Melihat dari segi kualitas gambar dan cerita, saya rasa serial Barbie yang satu ini masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Hanya saja, jangan kaget kalau anak kita meminta mainan Barbie setelah menonton serial ini. Yah tak apalah, cari yang diskonan saja hehehehe.

Sumber: play.barbie.com/en-us

Serial Daniel Tiger’s Neighborhood

Sebenarnya sudah beberapa kali saya hendak memutar Daniel Tiger’s Neighborhood di rumah. Namun nampaknya film seri asal benua Amerika tersebut kalah pamor dengan film-film kartun anak lain yang diputar di Netflix, Nickelodeon dan Disney. Yaah, Daniel Tiger’s Neighborhood memang hanya dapat ditemukan di saluran TV berbayar PBS atau Amazone, agak susah yaaa hehehehe. Film seri ini bercerita tentang apa sih? Film seri anak Daniel Tiger’s Neighborhood mengisahkan keseharian Daniel (Jake Beale) dan bagaimana ia berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Daniel merupakan seorang anak harimau berjaket merah yang hidup bersama dengan papa, mama dan adik perempuannya. Sehari-hari Daniel berinteraksi pula dengan beraneka karakter lain seperti anak kelinci, anak kucing, pangeran dan lain-lain. Sekilas, saya jadi ingat dengan film kartun anak-anak lainnya, yaitu Shimajiro. Ahhh, tapi semakin lama, semakin jelas bahwa Daniel Tiger’s Neighborhood jauh berbeda dengan Shimajiro.

Pada setiap episodenya, Daniel menemukan masalah dan ia pun memperoleh cara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Masalah tersebut dihadirkan dengan berbagai cara yang kreatif, tidak selalu dengan menampilkan kesalahan karakter tertentu. Tidak ada karakter antagonis pada Daniel Tiger’s Neighborhood. Semuanya digambarkan sebagai karakter-karakter dengan keunikan, kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kemudian aplikasi dari topik yang diangkat, dihadirkan pula di dunia nyata dengan anak-anak sebagai tokoh utamanya. Semua dimaksudkan agak anak-anak dapat lebih memahami topik & masalah yang disajikan. Yang paling kerennya dari serial ini, topik & masalah yang diangkat adalah sesuatu yang sangat detail dan jarang saya temui pada film kartun anak-anak lainnya. Daniel Tiger’s Neighborhood mengajarkan berbagai hal baik bagi anak-anak, bahkan hal-hal yang tidak saya sadari. Saya rasa orang dewasa pun masih dapat mengambil pelajaran dan menikmati alur cerita Daniel Tiger’s Neighborhood. 

Pembawaan nuansa yang halus dan santai memang membuat film seri yang satu ini sebagai salah satu film seri teraman untuk ditonton anak kecil. Dibandingkan film-film serupa seperti Shimajiro, jelas terlihat bahwa fokus utama dari Daniel Tiger’s Neighborhood adalah lebih menitikberatkan pada unsur pendidikan. Tapi ini bukan berarti tidak ada unsur hiburannya sama sekali looh. Unsur hiburannya memang terasa sebagai pelengkap, tapi tetap mengena dan mampu membuat film seri ini nyaman untuk ditonton anak-anak bersama orang dewasa yang menemaninya :).

Saya rasa Daniel Tiger’s Neighborhood layak untuk memperoleh nilai 5 dari skala maksimum 5 yag artinya “Bagus Sekali”. Saat ini saya sering menonton Daniel Tiger’s Neighborhood bersama kedua anak saya yang masih balita :). 

Sumber: pbskids.org/daniel/

Scoob! (2020)

Entah sudah berapa banyak episode film kartun Scooby-Doo yang sejak kecil saya tonton. Film-film tersebut memang nampak seperti film jadul, tapi tetap berhasil menjadi hiburan bagi saya, di era tahun 90-an dulu. Melihat jauh ke belakang, film-film Scooby-Doo ternyata sudah diproduksi oleh Hanna-Barbera sejak tahun 1969. Bahkan sampai sekarang pun Hanna-Barbera terus memproduksi serial dan film layar lebar Scooby-Doo.

Baik versi serial klasiknya, maupun versi-versi terbarunya, film-film Scooby-Doo selalu menampilkan penyelidikan kasus-kasus misteri oleh sekelompok detektif muda bernama Mystery Inc. Scooby-Doo adalah bagian dari adalah satu-satunya anjing di Mystery Inc. Ia dapat berbicara dan sering melakukan kekonyolan bersama dengan sahabatnya, Shaggy. Scooby & Shaggy adalah anggota Mystery Inc yang paling penakut dan sering dijadikan umpan bagi para lawan Mysteri Inc. Biasanya, lawan Mystery Inc adalah manusia yang melakukan tindak kejahatan dengan menggunakan kostum hantu atau monster. Apakah Scoob! (2020) akan melakukan hal yang sama?

Film animasi terbaru Scooby-Doo tersebut mengisahkan awal pertemuan Shaggy Rogers (Will Forte) dengan Scooby-Doo (Frank Welker). Kemudian dikisahkan pula bagaimana keduanya bergabung dengan Mystery Inc. Cerita kemudian bergerak jauh ke depan dimana Mystery Inc harus menghadapi sebuah kasus yang menguji tali persahabatan Scooby dan Shaggy.

Kasus yang diselidiki pula oleh Blue Falcon Junior (Mark Wahlberg) dan rekan-rekannya ini, menempatkan Scooby-Doo dalam sebuah posisi yang sangat penting. Semua mata tertuju kepada Scooby. Hal ini menjadi masalah ketika Shaggy merasa seperti dibuang.

Persahabatan antara anjing dan manusia menjadi tema utama Scoob! (2020). Tidak hanya persahabatan antara Shaggy dengan Scooby-Doo saja, melainkan persahabatan antara Blue Falcon dengan anjing robotnya, serta persahabatan antara tokoh antagonis dengan anjing kesayangannya. Jalan ceritanya berjalan seperti film animasi yang mengajarkan mengenai persahabatan, Sebuah topik yang baik untuk ditonton bersama dengan keluarga.

 

Loh bagaimana dengan unsur misterinya? Lupakan itu, semuanya seolah tenggelam dan tidak terlihat. Peranan anggota Mystry Inc lainnya jauh menciut dibandingkan biasanya. Tokoh antagonis pada film Scooby-Doo yang satu ini pun agak berbeda. Kemudian teknologi terkini dan hal-hal yang bersifat kekinian, nampak dipaksakan masuk ke dalam cerita.

 

Perubahan mengenai tokoh antagonis dan bagaimana film ini berakhir merupakan membaharuan yang bagus. Tapi bagaimana dengan yang lainnya? Saya melihat bahwa Scoob! (2020) mencoba hal-hal baru agar tidak ketinggalan zaman. Tapi sayang sekali sebagian dilakukan dengan kurang halus. Kekhasan film-film Scooby-Doo seakan sengajar dipudarkan melalui Scoob! (2020). 

Saya rasa Scoob! (2020) hanya dapat memberikan Scoob! (2020) nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Perlu diingat, dari segi animasi, film ini memang bagus sekali. inti ceritanya pun memberikan nilai postif bagi penontonnya. Tapi, menonton Scoob! (2020) rasanya seperti bukan menonton film Scooby-Doo hohohohoho.

Sumber: http://www.scoob.movie