Jumanji: Welcome to the Jungle (2017)

Dibuat berdasarkan novel tahun 1981 karya Chris Van Allsburg dengan judul yang sama, Jumanji (1995) berhasil menembus tangga box office dan meraih keuntungan. Film tersebut mengisahkan bagaimana kakak-adik Judith “Judy” Shepherd (Kirsten Dunst) dan Peter Shepherd (Bradley Pierce) bermain Jumanji. Jumanji adalah semacam papan permainan dengan menggunakan dadu yang biasa dimainkan oleh anak-anak zaman dahulu. Tapi Jumanji ternyata bukanlah papan permainan biasa karena setiap mereka melempar dadu, terjadi tantangan dan kekacauan di mana-mana. Mereka pun akhirnya bertemu dengan Alan Parish (Robin Williams) yang sudah terjebak di dalam permainan Jumanji sejak puluhan tahun lalu. Judy, Peter dan Alan harus menyelesaikan permainan Jumanji yang mereka mulai bila mereka ingin kehidupan mereka kembali normal. Terus terang Jumanji (1995) memang menjanjikan plot yang menarik dan menggunakan special effect yang bagus untuk film tahun 90-an, tapi cerita yang kurang kuat landasannya, membuat saya pribadi tidak terlalu senang dengan film tersebut.

Entah bagaimana, 10 tahun kemudian hadir Zathura (2005) dengan plot cerita yang mirip. Hanya saja Zathura (2005) menggunakan luar angkasa sebagai latar belakangnya. Zathura sendiri merupaka nama papan permainan yang dimainkan oleh kakak-adik Walter Browning (Josh Hutcherson) dan Danny Browning (Jonah Bobo). Sangat mirip dengan Jumanji (1995), kedua bersaudara tersebut bertemu dengan, Sang Astronot (Dax Shepard), seseorang yang entah bagimana sudah lama sekali terperangkap di dalam Zathura. Sang Astronot merupakan tokoh misterius yang mampu memberikan sedikit kejutan bagi Zathura (2005). Tapi yaaa mirip seperti Jumanji (1995), ceritanya kurang kuat dan alur sebab-akibat-nya tidak jelas. Ahhhh, bukan film favorit saya.

Lalu apa hubungan antara Jumanji (1995) dengan Zathura (2005)? Kenapa keduanya relatif mirip ya? Zathura (2005) bukan sekuel Jumanji (1995) tapi Zathura (2005) ternyata merupakan adaptasi dari novel lain karya Chris Van Allsburg, pengarang novel Jumanji. lebih dari 10 tahun kemudian, barulah muncul sekuel dari Jumanji (1995), yaitu Jumanji: Welcome to the Jungle (2017).

Pada abad 21 dimana semua semakin modern, papan permainan semakin menurun popularitasnya. Kalau ada anak-anak melihat papan permainan kayu dan video game, sudah hampir dipastikan mereka akan lebih memilih video games. Papan permainan ajaib Jumanji ternyata memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan mengubah bentuknya menjadi console video game :’D.

Pemain Jumanji versi console kali ini adalah 4 murid Brantford High School yaitu Spencer Gilpin (Alex Wolff), Bethany Walker (Madison Iseman), Anthony “Fridge” Johnson (Ser’Darius Blain) dan Martha Kaply (Morgan Turner). Bethany dan Fridge termasuk murid populer yang terpandang di sekolah. Sedangkan Spencer dan Martha adalah kutu buku yang diam-diam saling menyukai. Baik Martha maupun Spencer, sama-sama termasuk tipe siswa cerdas yang kemampuan fisiknya kurang baik. Martha sampai dihukum karena menolak mengikuti pelajaran olahraga dan secara tidak sengaja mendiskreditkan guru olahraganya. Spencer yang berbadan kecil dan agak penakut, terkena hukuman dari sekolah karena ia mengerjakan PR Fridge demi mendapatkan pengakuan. Spencer berharap bahwa ia akan menjadi teman Fridge bila Spencer menolong Fridge di bidang akademis. Kenapa Fridge? Fridge sendiri merupakan pemuda berbadan tegap yang terkenal akan kepiawaiannya bermain American Football di sekolah. Kepopuleran di sekolah bukan hanya milik Fridge, Bethany pun termasuk siswi yang populer karena kecantikannya. Sayang Bethany terkena kecanduan gadget. Berthany yang sangat narsis tidak dapat hidup tanpa social media. Social media pulalah yang membuat Bethany terkena hukuman di hari yang sama dengan Martha, Spencer dan Fridge.

Keempat murid Brantford High School tersebut dihukum harus membereskan sebuah ruangan yang sangat berantakan. Di sanalah mereka menemukan console video game Jumanji dan memutuskan untuk memainkannya. Berbeda dengan papan permainan Jumanji pada Jumanji (1995) yang menggunakan dadu dan mirip ular tangga, permainan Jumanji kali ini lebih mirip RPG (Role-Playing Games). Para pemain diharuskan memilih avatar atau karakter permainan dengan kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Keempatnya kemudian diterjunkan ke dalam hutan Jumanji untuk menyelesaikan sebuah misi agar dapat pulang ke dunia nyata. Misi para pemain kali ini adalah mengembalikan artefak Mata Jaguar yang sempat dicuri Russel Van Pelt (Bobby Cannavale). Mereka harus membawa Mata Jaguar kembali ke Bukit Jaguar demi mengangkat kutukan yang menimpa dunia Jumanji. Perjalanan keempat pemain tersebut tidaklah mudah karena dipenuhi oleh berbagai rintangan dan masing-masing karakter hanya memiliki 3 nyawa. Mereka harus menyisihkan perbedaan yang ada demi dapat menyelesaikan misi dan kembali pulang ke dunia nyata. Semuanya memiliki kemampuan dan kelemahan yang saling melengkapi.

Uniknya, keempat pemain Jumanji justru memperoleh karakter permainan yang bertolak belakang dengan kondisi mereka di dunia nyata. Spencer memilih karakter Dr. Smolder Bravestone (Dwayne Johnson), Martha memilih karakter Ruby Roundhouse (Karen Gillan), Fridge memilih karakter Franklin “Mouse” Finbar (Kevin Hart) dan Bethany memilih Sheldon “Shelly” Oberon (Jack Black). Bravestone dan Ruby memiliki kemampuan fisik di atas rata-rata. Sedangkan Fridge justru memperoleh karakter yang lemah secara fisik, tapi memiliki pengetahuan yang sangat luas terkait hewan-hewan penghuni hutan. Terakhir, Bethany memperoleh karakter seorang lelaki paruh baya yang gendut dan kurang menarik secara fisik, namun memiliki kemampuan membaca peta Jumanji yang tidak dapat dilakukan oleh karakter-karakter lainnya.

Jelas sudah, keempatnya saling membutuhkan satu sama lain untuk menuntaskan permainan Jumanji. Tanpa dukungan pemain lain, mustahil permainan ini dapat diselesaikan. Hal ini terlihat jelas ketika keempatnya bertemu Alex Vreeke (Mason Guccione) yang menggunakan karakter Jefferson “Seaplane” McDonough (Nick Jonas). Alex memang menggunakan satu-satunya karakter yang dapat menerbangkan pesawat terbang, tapi tanpa bantuan karakter-karakter lain, Alex terjebak tidak dapat menuntaskan sebuah rintangan selama lebih dari 20 tahun. Alur cerita dimana pemain-pemain baru bertemu dengan seorang pemain lama yang sudah lama sekali terjebak, sangat mirip sekali dengan apa yang saya tonton di Jumanji (1995) dan Zathura (2005), sekuel sih sekuel tapi kan tidak harus semirip ini juga seharusnya :’/. Tokoh Alex pada film sekuel ini ibaratnya adalah tokoh Alan Parish pada Jumanji (1995) dan tokoh Sang Astronot pada Zathura (2005). Tapi Alan dan Sang Astronot sama-sama menjadi tokoh yang relatif dominan, sedangkan Alex tidak. Alex menjadi tokoh yang setara dengan keempat rekan-rekan barunya. Di sana Alex membantu Bethany untuk belajar agar lebih tidak egois, tidak narsis dan mau peduli terhadap sesama. Bethany membantu Martha untuk lebih percaya diri. Kepercayaan diri jugalah yang Spencer dan Fridge sama-sama saling ajarkan satu sama lain ketika keduanya memiliki tubuh yang jauh berbeda dari yang mereka miliki di dunia nyata. Kelucuan demi kelucuan terjadi akibat perbedaan ini, saya sendiri sempat tertawa melihatnya :D.

Tidak hanya komedi, Jumanji: Welcome to the Jungle (2017) berhasil menunjukkan nilai baik dari dua sisi yaitu sisi si kutu buku dan sisi si anak populer. Ternyata tidak ada yg 100% baik dan 100% buruk pada keduanya, bahkan mereka dapat saling melengkapi dan bersahabat satu sama lain.

Selain itu, Jumanji: Welcome to the Jungle (2017) memiliki akar cerita yang kuat dan jelas. Ini kenapa dan itu bagaimana, dapat dijelaskan dengan baik dan rapi. Ditambah aroma permainan genre RPG yang kental, film ini tentunya akan memperoleh nilai plus tambahan di mata para pecinta permainan-permainan bergenre RPG :).

Bagi saya, Jumanji: Welcome to the Jungle (2017) lebih berkualitas ketimbang Jumanji (1995) dan Zathura (2005). Jumanji: Welcome to the Jungle (2017) tentunya layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Jarang-jarang nih, sekuel lebih bagus daripada film pertamanya.

Sumber: jumanjimovie.com

Iklan

Ghostbusters: Answer the Call (2016)

ghostbusters1

Ghostbusters merupakan judul komik yang saya baca ketika masih SD dulu. Disana dikisahkan bagaimana sekelompok ilmuwam menggunakan energi proton untuk menangkap hantu yang mengganggu warga New York. Selain itu Ghostbusters kemudiam hadir pula dalam bentuk film kartun di TV-TV. Ternyata baik Ghostbusters versi komik maupun film seri, keduanya dibuat berdasarkan film layar lebar Ghostbusters (1984) yang menuai berbagai pujian dan berhasil memperoleh nominasi piala Oscar. Kemudian beberapa tahun kemudian hadir sekuelnya yaitu Ghostbusters II (1989).

ghostbusters3Lama tak terdengar suaranya, Ghostbusters kembali hadir ke layar lebar melalui Ghostbusters: Answer the Call (2016). Tapi film ini tidak ada hubungannya dengan kedua film pendahulunya. Ghostbusters: Answer the Call (2016) lebih ke arah reboot sehingga tidak ada yang namanya trilogi Ghostbusters. Karakternya saja berbeda, tokoh utama yang dahulu diisi oleh 4 laki-laki, kini digantikan oleh 4 wanita.

ghostbusters10Dikisahkan bahwa Dr. Jillian Holtzmann (Kate McKinnon), Dr. Erin Gilbert (Kristen Wiig) dan Dr. Abigail “Abby” Yates (Melissa McCarthy) merupakam ilmuwan yang dicibir karena penelitian mereka mengenai hantu. Komunitas ilmuwan tidak menganggap bahwa hantu itu ada dan pantas untuk diteliti sampai pada suatu hari Abby dan kawan-kawan menemukan bahwa terjadi peningkatan kemunculan hantu di kota New York. Dalam perjalanannya mereka bertemu dengan Patty Tolan (Leslie Jones) yang memang tidak memiliki gelar doktoral namun memiliki pengetahuan akan sejarah dan keadaan kota New York. Keempatnya kemudian semakin sering melihat penampakan hantu-hantu di sekitar New York. Ada apa dengan New York? Apakah hantu-hantu ini muncul secara acak dengan tiba-tiba? Tentu tidak, ada seseorang yang memang sengaja membangkitkan hantu-hantu untuk menguasai kota New York.

ghostbusters7ghostbusters17

ghostbusters4

GHOSTBUSTERS

ghostbusters5

ghostbusters16

Abby, Holtzmann, Erin dan Patty akhirnya menggunakan senjata proton dan berbagai senjata modifikasi ciptaan Holzmann untuk menangkap hantu-hantu yang menteror New York. Kemudian mereka pun dikenal dengan nama Ghostbusters. Tak lupa keempat wanita ini merekrut Kevin Beckman (Chris Hemsworth) sebagai sekretaris untuk mengangkat telefon dan memgatur perjanjian dari pelanggan.

ghostbusters6ghostbusters9ghostbusters13ghostbusters11ghostbusters14ghostbusters15 Langkah Ghostbusters dalam menangkap hantu memperoleh perlawanan dari pihak pemerintah yang selalu menutup-nutupi keberadaan hantu-hantu dan selalu mendiskreditkan Ghostbusters di berbagai media masa. Sebuah masalah yang pernah diangkat pula pada Ghostbusters II (1989).

Mirip seperti 2 film pendahulunya, Ghostbusters: Answer the Call (2016) bukan termasuk film horor, genrenya lebih ke arah komedi. Saya beberapa kali tertawa melihat tingkah konyol pada film ini, terutama terkait kebodohan Kevin sang sekretaris :D. Pantas saja judul filmnya menggunakan kata-kata “answer the call” yang memang merupakan pekerjaan Kevin.

Kelucuan-kelucuan pada film ini dibalut dengan kostum dan special effect yang lumayan keren. Pada awalnya saya sempat sangsi akan kualitas adegan action film ini ketika tokoh utamanya diganti wanita semua. Ternyata saya salah sebab Ghostbusters masih mampu menampilkan berbagai keseruan ketika mereka berusaha menyelamatkan New York.

Di luar dugaan saya. Ghostbusters: Answer the Call (2016) ternyata masih layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala makaimum 5 yang artinya “Bagus”. Who you gonna call? Ghostbusters! ūüôā.

Sumber: www.ghostbusters.com

Kung Fu Panda 3 (2016)

Panda31

Po (Jack Black), the dragon warrior, dan kawan-kawan kembali hadir pada Kung Fu Panda 3 (2016). Kali ini Po kedatangan tamu yang sosoknya menyerupai dirinya, apakah masih ada panda selain Po di luar sana? Ternyata tamu tersebut adalah Li Shan (Bryan Cranston), ayah kandung Po yang mengembara mencari Po. Ternyata Li Shan tinggal di desa panda yang lokasi terpencil sehingga tidak banyak yang tahu lokasi desa misterius tersebut.

Panda311

Panda316

Panda314

Panda315

Panda313

Panda32

Panda321

Panda320

Panda38

Panda310

Panda317

Di desa itu pulalah dahulu Oogway (Randall Duk Kim) dan Kai (J.K. Simmons) belajar chi. Oogway kemudian menjadi ahli kung fu yang termasyur, sejarah mencatat nama harum Oogway yang pada Kung Fu Panda (2008) meramalkan bahwa Po akan menjadi dragon warrior. Bagaimana dengan Kai? Oogway memastikan agar nama Kai tidak tercatat di sejarah manapun, tidak ada kenangan akan Kai yang ada di muka bumi. Kenyataan ini membuat Kai marah ketika ia berhasil kembali dari dunia roh dengan kekuatan chi yang besar sekali. Kai menggunakan chi untuk mengambil kekuatan guru besar Рguru besar kung fu yang Kai temui saat Kai berjalan menuju istana giok, lokasi tempat mayoritas peninggalan Oogway berada. Kai hendak memusnahkan semua hal yang berbau Oogway. Sebagai penerus Oogway, Po tentunya menjadi salah satu target utama Kai. Mau tak mau Po harus berhadapan dengan Kai walaupun Po sama sekali belum menguasai chi. 

Panda312

Panda36

Panda319

Panda318

Po masih hadir sebagai karakter yang ceria, humoris dan hobi makan. Saya melihat beberapa kelucuan hadir di sana dan di sini :D. Kecerian ala Kung Fu Panda masih muncul pada Kung Fu Panda 3 (2016) meskipun sudah agak hambar dan tidak selucu 2 film pendahulunya. Dukungan animasi yang halus dan bagus tidak dapat menyelamatkan Kung Fu Panda 3 (2016). 

Panda35

Dari segi jalan cerita pun sebenarnya Kung Fu Panda 3 (2016) agak mirip dengan Kung Fu Panda (2008) dan Kung Fu Panda 2 (2011), di sana pasti terdapat keadaan dimana Po menghadapi lawan kuat yang sulit dikalahkan dan akhirnya Po harus mempelajari jurus atau kekuatan baru untuk menghadapi lawan tersebut, yaaaah semacam semi zero to hero story. Selain itu penyelesaian pada Kung Fu Panda 3 (2016) rasanya terkesan menggampangkan dan terdapat kurangnya alur alasan yang kuat di mana-mana.

Panda33

Panda34

Panda37

Panda39

Saya rasa film ketiga Kung Fu Panda ini hanya mampu memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Cocok untuk dijadikan hiburan pelepas lelah bersama anak istri, tapi agak rugi kalau menonton film seperti ini sampai ke bioskop. ūüôā

Sumber: www.dreamworks.com/kungfupanda/

Deadpool (2016)

Deadpool1

Satu lagi pahlawan super keluaran komik Marvel yang hadir di layar lebar di awal tahun 2016 ini, Deadpool (2016). Siapa tuh Deadpool? Karakter ini memang kalah populer dari Hulk, Thor dan Spiderman. Saya pun baru mendengar Deadpool beberapa tahun belakangan ini. Promosi yang dilakukan pihak produser Deadpool (2016) terkesan agresif dan kreatif yaitu mulai dari Deadpool mencorat-coret poster fim Batman Versus Superman yang akan hadir 2016 ini, lelucon bahwa Deadpool merupakan film valentine x__x, Deadpool ikut kampanye kanker, sampai Poster yang menunjukkan pose Deadpool dan Green Lantern, perlu diketahui bahwa pemeran Green Lantern dan Deadpool adalah orang yang sama namun Green Lantern merupakan tokoh komik rival abadi Marvel Comics, yaitu DC Comics.

Deadpool3

Deadpool4

Deadpool6

Deadpool2

Saya rasa promosi-promosi seperti ini memang diperlukan, mengingat kurang dikenalnya Deadpool oleh mayoritas penduduk dunia. Tentu saja, Deadpool baru muncul di buku komik pada tahun 1990-an, tidak dapat dibandingkan dengan Spiderman yang sudah hadir di buku komik sejak tahun 1962 atau jagoan-jagoan komik Marvel lainnya yang sudah hadir sebelum Deadpool.

Dari poster-poster promosi yang telah diedarkan, dapat terlihat bahwa Deadpool bukanlah superhero yang serius. Deadpool cenderung nyeleneh dan agak gila. Kegilaan Deadpool inilah yang membuat namanya naik daun dan cepat memperoleh basis penggemar, hingga akhirnya ada produser Hollywood yang bersedia membuat film layar lebarnya. Sebenarnya sebelum Deadpool hadir di Deadpool (2016), ia pun pernah hadir pula pada X-Men Origins: Wolverine (2009). Di sana Weapon X atau Deadpool atau Wade Wilson muncul sebagai lawan terakhir Wolverine.

Deadpool5

Wade Wilson atau Deadpool memang dapat dikatakan sebagai penyempurnaan dari Wolverine. Ia memang tidak memiliki tulang adamantium, tapi kemampuan menyembuhkan diri Deadpool sangat fantastis, ia hanya akan mati bila ia dihancurkan tak bersisa karena Deadpool dapat menumbuhkan anggota tubuhnya yang putus, patah, atau rusak.

Nah pada Deadpool (2016), dikisahkan bagimana Wade Wilson (Ryan Reynolds) dapat bertransformasi menjadi Deadpool. Awalnya Wade adalah mantan pasukan khusus Amerika yang banting setir menjadi tentara bayaran. Penyakit kanker yang ia derita memaksa Wade untuk ikut serta pada pengobatan eksperimental misterius yang konon tidak hanya akan menyembuhkan kanker Wade, tapi akan mengubah Wade menjadi pahlawan super pembela kebenaran.

Ternyata proses pengobatan eksperimental tersebut sangat menyakitkan dan maksud dibaliknya ternyata tidak baik. Setelah lolos dari laboratorium tempat eksperimen dilaksanakan, Wade yang sudah memiliki kekuatan super kemudian memburu orang-orang yang melakukan eksperimen kepadanya. Dengan menggunakan pedang dan senjata api, Wade kemudian mengenakan kostum merah-hitam dan menggunakan nama Deadpool.

Deadpool16

Deadpool14

DEADPOOL

Deadpool10

Deadpool7

Deadpool12

Deadpool8

Tidak sendirian, Deadpool dibantu oleh 2 anggota X-Men yang amat sangat tidak terkenal yaitu Colossus (Stefan Kapińćińá) dan Negasonic Teenage Warhead (Brianna Hildebrand). Colossus sangat bersemangat untuk merekrut Deadpool ke dalam X-Men walaupun sifat mereka bertolak belakang. Colossus sangat menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan, sedangkan Deadpool agak gila, konyol dan cenderung seenaknya sendiri. Deadpool memang tidak selalu ada dipihak yang baik, terkadang ia memang berpihak kepada kejahatan. Saya rasa sampai kiamat pun, usaha Colossus akan gagal. Bagaimana dengan Negasonic Teenage Warhead? Mutant remaja yang satu ini agak dingin dan cuek, ia sering menjadi bahan lelucon Deadpool :’D.

Deadpool17

Deadpool15

Deadpool18

Kedua anggota X-Men tersebut ikut serta membantu Deadpool menuntaskan perburuannya. Kenapa kok Deadpool dendam sekali dengan orang-orang yang melakukan eksperimen terhadap dirinya? Akibat eksperimen tersebut, Wade memang sembuh dari kanker dan memiliki kekuatan menyembuhkan diri sendiri, namun badan dan wajah Wade hancur. Wade merasa tidak pantas bersanding dengan kekasih hatinya yang cantik, Vanessa (Morena Baccarin). Wade pun merasa bahwa dirinya tidak bisa lagi bergaul di tengah-tengah masyarakat layaknya orang normal. Kemana pun ia pergi, orang-orang menstempel Wade sebagai orang aneh. Apakah Vanessa akan memberikan stempel yang sama kepada Wade?

Deadpool11

Deadpool13

Walaupun dibungkus dengan adegan penuh aksi yang sadis, kata-kata kasar yang tak pantas didengar anak-anak dan tingkah Deadpool yang konyol, saya melihat Deadpool (2016) tetap memiliki unsur romansa dan pesan moral yang baik. Dari segi jalan cerita, Deadpool (2016) memang sangat sederhana dan dapat ditebak, tapi penyajian cerita ala Deadpool yang konyol termasuk lucu dan menarik untuk ditonton. Mirip seperti versi komiknya, Deadpool sering berinteraksi dan mengajak penonton untuk berbincang, seolah-olah ia sadar bahwa ia adalah karakter film :D.

Film ini layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Saya optimis Deadpool (2016) akan ada sekuelnya. Oooh yaa, seperti film-film Marvel lainnya, jangan lewatkan cuplikan bocoran akan film Marvel berikutnya pada bagian paling akhir film, yaitu setelah deretan tulisan pendukung film ini selesai ditampilkan, hehehehe.

Sumber: www.foxmovies.com/movies/deadpool

Bad Words (2013)

BadWords1

Nun jauh di Amerika sana, kegiatan mengeja telah menjadi sebuah kompetisi yang cukup bergengsi. Setiap peserta harus menyebutkan huruf dari sebuah kata yang diucapkan oleh si pembawa acara. Kompetisi ini lazim diikuti oleh anak-anak dengan orang tua mereka yang tidak segan-segan untuk membayar biaya les agar anak-anaknya dapat memenangkan kompetisi tersebut. Betapa kesalnya para orang tua tersebut ketika mereka menemui kenyataan bahwa anak mereka harus berlomba dengan seorang pria dewasa berumur 40-an. Pada Bad Words (2013), Guy Trilby (Jason Bateman) menjadi satu-satunya pria dewasa yang berhasil masuk ke dalam kompetisi mengeja yang bergengsi dan diliput oleh media masa, National Golden Quill Spelling Bee.

BadWords9

BadWords4

BadWords3

Dengan dibantu oleh Jenny Widgeon (Kathryn Hahn), seorang wartawan, Trilby berhasil mengakali pasal-pasal yang mengatur batasan peserta kompetisi mengeja. Trilby pun menggunakan cara-cara licik untuk mengalahkan lawan-lawannya yang notabene masih anak-anak (x__x). Walaupun dibenci oleh mayoritas peserta kompetisi beserta orang tuanya, Trilby ternyata mampu memperoleh teman baru di sana. Ia menjalin persahabatan dengan anak kecil sesama peserta kompetisi, Chaitanya Chopra (Rohan Chand). Di sini sebenarnya Trilby banyak mengajarkan hal-hal yang kurang baik bagi Chaitanya, hal ini yang membuat Bad Words (2013) rasanya kurang pantas ditonton anak-anak.

BadWords10

BadWords6

BadWords5

BadWords11

BadWords7

BadWords8

Selain itu perilaku dan kata-kata Trilby memang agak kasar juga. Komedi yang Bad Words (2013) tampilkan merupakan komedi dewasa yang sebenarnya agak lucu dan cukup mengena sindirannya. Trilby harus menghadapi kesinisan dan kekasaran orang lain, dan lucunya Trilby membalas mereka dengan lebih sinis dan lebih kasar lagi. Yaaah sebenarnya konflik utama dari semua ini adalah keikutsertaan Trilby pada kompetisi mengeja tingkat nasional yang lazim diikuti oleh anak-anak. Entah kenapa diskriminasi yang Trilby dapat karena ulah Trilby sendiri ternyata cukup menarik untuk diikuti. Para petinggi organisasi mengeja dan para orang tua peserta lainnya pasti akan melakukan segala cara agar Trilby tersingkir. Alasan sesungguhnya kenapa Trilby rela mengikuti kompetisi tersebut pun, agak misterius sampai bagian akhir film.

 

Saya pribadi cukup terhibur dengan prilaku tercela Trilby dan kecerian Chaitanya :). Terlepas dari perilaku kurang baik yang Bad Words (2013) contohkan, jalan cerita Bad Words (2013) sebenarnya terbilang bagus dan tidak membosankan, terkadang mampu membuat saya tersenyum. Secara keseluruhan, Bad Words (2013) masih layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: www.badwordsmovie.com

Can’t Hardly Wait (1998)

Can't Hardly Wait 1

Ada yang bilang bahwa masa-masa SMA adalah masa-masa indah yang tak tergantikan. Sebagian orang setuju, dan sebagian lagi kurang setuju, saya termasuk yang kurang setuju sih karena masa-masa kuliah saya jauh lebih menyenangkan dibandingkan masa-masa SMA saya hehehe :P. Setuju tak setuju, diakhir masa SMA biasa diadakan perayaan atau pesta. Nah Can’t Hardly Wait (1998) bercerita mengenai kejadian-kejadian yang berlangsung pada malam pesta perpisahan sebuah SMA di pinggiran kota Philadelphia. Para siswa SMA tersebut berpesta di rumah salah satu siswa yang kaya raya sebelum mereka mungkin harus berpisah demi mengejar mimpi masing-masing.

Pesta ini merupakan kesempatan terakhir Preston Meyers (Ethan Embry) untuk menyatakan perasaannya kepada Amanda Beckett (Jennifer Love Hewitt) sebelum Preston harus pergi ke kota lain untuk kuliah. Preston datang ke pesta ditemani oleh sahabatnya yang agak skeptis terhadap pesta perpisahan, Denise Fleming (Lauren Ambrose). Denise yang awalnya tidak sudi datang ke pesta perpisahan justru bertemu dengan orang yang bisa jadi akan Denise paling benci atau paling suka, Kenny Fisher (Seth Green). Kenny adalah anak konyol yang berniat untuk memperoleh pacar di pesta perpisahan tersebut. Namun Kenny malah terjebak di dalam toilet bersama Denise yang awalnya benci dengan Kenny. Denise pun tidak dapat membantu Preston menemukan Amanda padahal Preston telah membuat surat khusus bagi Amanda, . . . aaahhh ABG jaman lawas nih, masih maen surat-suratan, maklum inikan film tahun 1998 :P.

Can't Hardly Wait 15

Can't Hardly Wait 8

Can't Hardly Wait 14

Amanda sendiri sedang gundah dan tak tahu mau ke mana setelah ia dicampakkan oleh Mike Dexter (Peter Facinelli), siswa kurang cerdas yang berhasil mendapat beasiswa atas prestasinya di bidang olah raga. Tingkah Mike selama SMA terbilang kurang baik terutama terhadap sekelompok kutu buku. Diam-diam para kutu buku merencanakan aksi balas dendam pada pesta perpisahan yang akan Mike datangi.
Rencana hanyalah rencana, karena pada saat pesta berlangsung, semua rencana yang masing-masing karakter di atas rencanakan menjadi berantakan.

Can't Hardly Wait 9

Can't Hardly Wait 12

Can't Hardly Wait 13

Can't Hardly Wait 10

Can't Hardly Wait 11

Saya melihat banyak lelucon yang lucu pada Can’t Hardly Wait (1998), sayang beberapa diantaranya terbilang lelucon dewasa. Walaupun Can’t Hardly Wait (1998) mengangkat kisah pesta perpisahan anak-anak SMA, tapi banyak hal-hal yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia sehingga Can’t Hardly Wait (1998) bukanlah film untuk anak sekolahan, ini film dewasa.

Can't Hardly Wait 3

Can't Hardly Wait 2

Can't Hardly Wait 4

Can't Hardly Wait 7

Can't Hardly Wait 5

Tapi bagaimanapun juga, Can’t Hardly Wait (1998) berhasil menyuguhkan tontonan yang menghibur walaupun film ini memang bukanlah film komedi remaja terbaik yang pernah saya tonton. Bagi saya pribadi film ini pantas untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum yang artinya “Bagus”.

The God Must Be Crazy (1980) & The God Must Be Crazy 2 (1989)

Gods Must Crazy 1

The God Must Be Crazy (1980) merupakan film komedi Afrika Selatan tersukses sepanjang masa. Sekuelnya, The God Must Be Crazy 2 (1989), sama suksesnya sehingga keduanya masih menjadi karya tersukses Jamie Uys, sutradara kawakan asal Afrika Selatan.

The God Must Be Crazy (1980) dan The God Must Be Crazy 2 (1989) mengisahkan petualangan Xi (N!xau), anggota sebuah suku primif di Gurun Kalahari. Xi dan sukunya hidup sederhana dan terisolasi dari dunia luar.

Gods Must Crazy 9

Gods Must Crazy 5

Pada The God Must Be Crazy (1980), Xi dan sukunya menemukan botol Coca Cola yang dibuang oleh seorang pilot pesawat ketika ia sedang melewati Gurun Kalahari. Xi dan sukunya mengira bahwa botol tersebut berasal dari Tuhan dan mulai menggunakan botol tersebut untuk berbagai keperluan. Karena botol tersebut hanya ada satu, lama kelamaan muncul perebutan dan perkelahian akan botol tersebut di antara sesama anggota suku. Akhirnya Xi memulai petualangan menuju ujung dunia untuk mengembalikan botol tersebut kepada Tuhan. Padahal kita semua tahu bahwa Bumi itu bulat, tidak datar, mana ada ujungnya? Yaaaah namanya juga suku primitif :’D.

Gods Must Crazy 3

Pada The God Must Be Crazy 2 (1989), anak-anak Xi tidak sengaja terjebak di dalam truk pengangkut air yang sedang melewati Gurun Kalahari. Maka dimulailah petualangan Xi menyelamatkan anak-anaknya dari sebuah mahluk buas alias truk pengangkut air :’D.

Gods Must Crazy 7

Gods Must Crazy 10

Baik pada The God Must Be Crazy (1980) maupun The God Must Be Crazy 2 (1989), Xi bertemu dengan beberapa karakter unik yang mampu memancing tawa mulai dari tentara bodoh, ahli biologi yang tertarik dengan guru sekolah, pemburu ilegal, zoologist yang terdampar bersama dengan seorang pengacara dan lain-lain. Keluguan Xi dan ketidakmengertian Xi akan dunia luar berhasil membuat saya tertawa ketika menonton kedua film ini :D.

Gods Must Crazy 2

Gods Must Crazy 8

Gods Must Crazy 4

Gods Must Crazy 6

Sampai saat ini, The God Must Be Crazy (1980) dan The God Must Be Crazy 2 (1989) menjadi salah satu film terlucu yabg pernah saya tonton dan layak untuk memperoleh nilai 5 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus Sekali”. Kepopuleran The God Must Be Crazy (1980) dan The God Must Be Crazy 2 (1989) di wilayah Asia menarik produser film Hongkong untuk membuat film-film tentang petualangan Xi yang tidak ada hubungannya dengan The God Must Be Crazy (1980) dan The God Must Be Crazy 2 (1989) karya Jamie Uys. Film-film produksi Hongkong tersebut kurang lucu dan kurang bagus, level-nya masih di bawah The God Must Be Crazy (1980) dan The God Must Be Crazy 2 (1989).

Sumber: www.godsmustbecrazy.com