Sate Lawu, Nikmatnya Sampai di Hati

Setiap berlibur ke arah Tawangmangu, saya dan keluarga sudah beberapa kali mampir ke Sate Lawu. Biasanya kami sampai sana menjelang sore. Restoran yang satu ini hadir di tengah-tengah kabut dan dinginnya daerah sekitar Gunung Lawu. Yah lokasinya memang di bagian atas wilayah wisaya Tawangmangu. Tepatnya di Jl. Baru No. 2, Kramat, Kalisoro, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Patokannya adalah persimpangan antara jalan lama dengan jalan baru antara Cemoro Kandang dan Tawangmangu. Selain itu restoran ini sudah memiliki cabang lain di Jl. Bhayangkara Sriwedari Solo dan Assalaam Hypermarket Pabelan Solo.

Saya sendiri belum pernah berkunjung di cabang Solo. Saya hanya pernah berkunjung ke Sate Lawu yang di Tawangmangu saja. Restorannya nyaman dan menyedikan pendopo private untuk lesehan. Sebuah lokasi yang sangat pas untuk makan malam setelah seharian berwisata di Tawangmangu. Bagaimana dengan menunya? Yaaa jelas ada sate ayam dan sate kambing. Selain itu saya dapat pula menemukan gongso wedang dan lain-lain.

Tempat Duduk Lesehan
Bagian Dalam Sate Lawu

Sate kambing hadir dengan nama sate lawu. Tusukan sate hadir di atas hotplate yang hangat. Kemudian cabai, kecap dan bawangnya diberikan terpisah. Tanpa bumbu apapun, daging satenya memiliki aroma yang menggugah selera, tidak ada bau prengusnya. Kemudian terdapat pula rasa juicy dan rasa segar yang halus ketika saya menggigit daging satenya. Memang dagingnya sedikit kenyal, tapi justru itulah yang membua satenya terasa nikmat. Tingkat kekenyalan dagingnya passss. Ditambah bawang, cabai dan cabe, hidangan yang satu ini terasa enak :).

Sate Lawu

Sementara itu, sate ayamnya tidak hadir di atas hotplate. Potongan daging ayam yang matang, dilumuri oleh bumbu kacang yang lumayan kental. Rasa manis dan rasa kacangnya cukup dominan. Lumayan sih, tapi saya jauh lebih suka dengan sate kambingnya. Yah sate ayam ini tentunya dapat menjadi alternatif bagi pengunjung yang kurang suka daging kambing.

Sate Ayam

Ok, selanjutnya saya menyantap sebuah hidangan yang agak asing, gongso daging pedas. Apaan tuhh?? Gongso daging pedas di sini ternyata merupakan potongan daging sate kambing yang disajikan tanpa tusuknya, melainkan dengan kuah manis yang pedas. Aroma merica sangat dominan pada hidangan yang satu ini. Rasa manis dan pedas pada hidangan yang satu ini benar-benar nagih. Bagi saya sendiri, pedasnya masih wajarlah, tidak akan membuat perut mules-mules hehehehe.

Gongso

Dengan begitu, saya ikhlas untuk memberikan Sate Lawu nilai 4 dari skala maksimum 5 yabg artinya “Enak”. Suasananya ok, rasanya pun bisa dibilang ok :).

Wakacao, Pepper Rice Lokal Pertama Indonesia

Pernah makan Pepper Lunch? Ok singkat kata, Wakacao menyajikan menu yang mirip seperti Pepper Lunch, franchise pepper rice asal Jepang. Hanya saja, Wakacao memiliki menu yang lebih sederhana dan 100% masih milik Indonesia. Berawal dari tugas akhir untuk lulus dari Universitas Prasetya Mulya, sekelompok anak muda Indonesia membuka cabang pertama Wakacao di Pasar Modern BSD. Lama kelamaan Wakacao sudah memiliki berbagai cabang di wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Bandung. Selain lokasi yang di Pasar Modern BSD, Wakacao dapat ditemukan pula di Pasar 8 Alam Sutera, Pasar Modern Bintaro, Taman Jajan Bintaro, Pasar Modern Intermoda BSD, Ruko Pasar Modern Paramount, Villa Permata Lippo Karawaci, Mall Artha Gading, Bella Terra, Food Market Sunter, Ruko Grand Galaxy City, Jl. Sultan Tirtayasa Bandung, Jl. Cibadak Bandung, dan Pasar Segar Taman Kopo Indah.

Bagian Dalam
Bagian Dalam Lagi

Wah banyak juga ya. Ada apa sih di Wakacao? Pada dasarnya menu utama Wakacao berupa pepper rice. Nasi dengan lada, seledri, bawang, jagung telur dan daging yang disajikan diatas hotplate. Dagingnya bisa daging sapi, ayam atau ikan salmon. Kemudian bisa pula memesan paket pepper rice yang menggunakan gulai, rendang, balado, atau kari. Tak lupa terdapat pula pilahan untuk menambah topping seperti keju mozzarella, jamur, sosis, dobel daging dan dobel telur.

Salmon Peppr Rice Gulai
Beef Pepper Rice Gulai

Saya pribadi menyantap hidangan Wakacao, sama seperti ketika saya sedang makan di Pepper Lunch. Selagi masih mendidih, hidangannya saya aduk sambil menambahkan cabai, lada, saus madu dan saus bawang. Dengan demikian, hidangan Wakacao akan semakin memiliki rasa yang enak dan tidak kalah dengan Pepper Lunch. Toh, Wakacao sebenarnya memang kw supernya Pepper Lunch. Menu dan deretan pilihan bumbunya sangat mirip sekali.

Saya rasa, Wakacao layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Restoran ini dapat dijadikan alternatif bagi teman-teman yang sedang ingin makan pepper rice di atas hotplate yang mendidih :).

Sonabest, Sajian Khas Nusantara dengan Resep Turun Temurun

Berkunjung ke wilayah Depok, saya mampir ke restoran sederhana yang bernama Sonabest. Sementara ini setahu saya Sonabest dapat ditemukan di:

  1. Jl. Raya Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelataran Kompleks Ruko Grand Jagakarsa Residence.
  2. Jl. KH. M. Usman, Beji, Depok. Bagian depan parkiran Superindo Express Beji.

Nah kemarin saya mampir ke cabang yang di Beji. Lokasinya di ruangan terbuka dan bersih. Ada apa saja sih di Sonabest? Menu unggulannya adalah sate maranggi dan sop iga. Wuah bagaimana ya rasanya?

Sate maranggi hadir dengan balutan bumbu yang kental dan menempel pada daging atau gajih. Satu tusuk sate maranggi Sonabest, isinya cukup padat loh. Daging yang dipergunakan adalah daging sapi tenderloin yang empuk. Gajihnya pun tak kalah lembut dan legit. Ditambah bumbu rempah yang Sonabest gunakan, yuuummmmm, enak. Saya merasakan ada sebuah rasa khas ketika menyantap sate maranggi yang satu ini. Kalau kurang manis atau pedas, bisa menambahkan kecap dan sambal khusus yang ada di setiap meja. Ini adalah salah satu sate favorit saya.

Sop iga hadir dengan kuah hangat dan gurih. Dagingnya pun tidak pelit, jadi isinya bukan tulang saja hehehehe. Pasuan rasanya enak loh, apalagi kalau sedang hujan, wuih, mantab.

Restoran yang baru dibuka pad 2021 ini memiliki menu yang sedikit namun terasa spesial di lidah saya. Konon masakannya dibuat berdasarkan resep dari leluhur si pemilik. Sopasti Sonabest layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.

Gurih & Manisnya Ayam Panggang 3 Berku

Ketika saudara saya pergi ke Yogyakarta, saya beberapa kali memperoleh oleh-oleh berupa ayam panggangnya Restoran Ayam Panggang 3 Berku. Kalau kata ibu saya, ayam ini mirip seperti hidangan yang dulu sempat ia santap ketika masih kecil. Saya pribadi, yaah baru kali ini saja merasakan ayam panggang model begini.

Bagi saya yang tinggal di wilayah Jabodetabek, ayam panggangnya 3 Berku ini agak beda. Ayamnya terasa manis gurih sampai ke dagingnya. Mungkin ini dikarenakan proses pembuatannya yang memakan waktu sekitar 8 jam. Ayam direbus dengan bumbu bacem. Itulah kenapa dagingnya terasa sedikit manis dan lembut. Sementara itu, bagian luar ayam dilapisi oleh bumbu campuran santan yang nikmat. Bumbu ini pun disediakan terpisah untuk dicocol ketika sedang menikmati ayam panggangnya. Kemudian, tersedia pula sambal yang terasa manis asin dengan potongan usus di dalamnya, yummmm. Paduannya membuat rasa ayam panggang 3 Berku terasa spesial.

Sayang 3 Berku terletak agak jauh dari tempat tinggal saya. Restoran tersebut terletak di Jl. Kusumanegara No. 185, Muja Muju, Umbulharyo, Yogyakarta. Ketika saya ke sana 3 minggu yang lalu, tulisan 3 Berku memang sudah agak pudar. Patokannya restoran mungil di dekat Kebun Binatang Gembira Loka. Walaupun tidak terlalu besar, restorannya bersih dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

Saya rasa Ayam Panggang 3 Berku layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimal 5 yang artinya “Enak”. Oh ya, cita rasa hidangan di sana itu relatif jauh dari kata pedas. Jadi jangan berharap menemukan hidangan yang pedas di sana. Selamat icip-icip :).

Tom Sushi, Bukan Sushi Biasa

Di tengah-tengah hirukpikuk keramaian dari berbagai restoran sushi yang sudah lebih dahulu ada, Tom Sushi hadir dan langsung terlihat cukup ramai. Sushi memang sudah tidak hype atau trend lagi, tapi restoran sushi terus saja hadir silih berganti. Well, apa yang membuat Tom Sushi berbeda?

Sejak 2017 hadir di Jakarta Pusat, restoran ini rajin membuka cabang baru sampai ke daerah pinggiran Jakarta. Sampai saat ini Tom Sushi sudah dapat kita temui di Grand Indonesia, Mall of Indonesia, Pluit Village, Grand Galaxy Park, Pondok Indah Mall 2, Dmall Depok dan Palembang Icon. Saya pribadi hampir setiap minggu datang ke Tom Sushi Grand Galaxy Park. Restoran yang nyaman tentunya menjadi salah satu keunggulannya. Meski yaaaaa tak jarang saya dan keluarga terpaksa antri di waiting list yang kurang nyaman -_-. Ketika restoran penuh, maka kita harus masuk waiting list dengan berdiri antri di luar restoran, tak ada tempat duduk, tak ada pula daftar waiting list tertulis. Semua harus berdiri antri seperti antri sembako :’D.

Wah-wah, dengan kondisi waiting list yang kurang ok begitu, kok saya maumaunya datang hampir setiap minggu ke Tom Sushi? Anak saya sangat super duper ketagihan dengan sushinya Tom Sushi (x_x). Sushi mana yah yang paling ok di sana. Yaaah, sampai saat ini kami baru mencicipi tobikko gunkan, spicy ebi fried roll, inari spicy salmon, inari kani mentai, inari spicy beef, unagi cheese fried, kani mentai sushi, takoyaki, oase roll, corn butter, aburi spicy salmon hako dan aburi salmon tuna salad cheese.

Corn butter sebenarnya merupakan menu yang sederhana karena terdiri dari jagung dan mentega. Tapi rasanya ternyata lumayan enak juga loh, mungkin efek menteganya yang sangat kental dan melimpah yaaa. Putri kedua saya yang tidak terlalu doyan sushi, biasa menyantap menu yang satu ini sambil menemani kakaknya menyantap menu lain.

Corn Butter

Tobikko gunkan adalah sushi dengan taburan telur ikan di atasnya. Terkadang, telur ikannya terasa sedikit amis. Yaaah rasanya sih standard seperti sushi telur ikan di tempat lain.

Tobikko Gunkan

Takoyaki disajikan dengan sedikit mustard di atasnya. Rasa adonan tepungnya lembut dan tebal. Cumi yang terdapat di dalamnya pun terasa cukup banyak. Not bad laaah.

Takoyaki

Aburi salmon sushi merupakan sushi yang terdiri dari nasi dan potongan salmon dengan taburan rumput laut di atasnya. Menu yang satu ini memang sederhana, tapi ternyata rasanya enak loh, apalagi ketika sudah dipadukan dengan kecap dan wasabi ;). Menu ini cukup klasik dan cocok bagi teman-teman yang gemar dengan hidangan yang tidak terlalu gurih.

Aburi Salmon Sushi

Inari spicy salmon & inari kani mentai pada dasarnya merupakan sushi yang bagian pinggirnya menggunakan tahu manis, bukan rumput laut pada umumnya. Nah pada bagian tengahnya terdapat daging ikan, nasi dan aneka bumbu. Konon, inari spicy salmon menggunakan sambal, sehingga akan terasa sedikit pedas. Sedangkan inari kani mentai tidak menggunakam sambal sehingga tidak pedas dan rasanya dominan manis. Rasa manis kedua hidangan ini cukup khas karena didapatkan dari tahu yang berada di ujungnya. Paduan rasanya benar-benar lezat. Kedua sushi ini sopasti masuk menjadi sushi favorit saya sepanjang masa hehehehe.

Inari Spicy Salmon

Inari Kani Mentai

Inari spicy beef & unagi cheese fried merupakan usaha Tom Sushi untuk berkreasi dengan boba. Whoa, boba? Ini sushi atau ChatTime?? Boba atau bola tapioka akhir-akhir ini digunakan oleh penjual minuman ke dalam produk mereka. Nah bagaimana kalau boba dimasukkan ke dalam sushi? Inari spicy beef dan unagi cheese fried sama-sama menggunakan boba di dalamnya, tapi saya memiliki pendapat yang jauh berbeda mengenai keduanya.

Pada dasarnya, inari spicy beef sangat mirip dengan inari kani mentai, hanya saja inari spicy beef menggunakan daging sapi dan boba pada bagian tengahnya. Rasa manis dari tahunya ternyata terasa cukup nikmat ketika bertemu dengan boba, daging sapi, nasi dan aneka bumbu yang terdapat di tengahnya. Rasa kenyal si boba sendiri masih terasa dan menambah keunikan hidangan yang satu ini.

Inari Spicy Beef

Bagaimana dengan unagi cheese fried? Sushi ini merupakan nasi, belut, keju dan boba yang dibalut dengan rumput laut. Ingat yaaa, unagi itu belut, jadi yang tidak suka belut, hindarilah menu yang satu ini. Bagi saya pribadi, belutnya terasa agak amis dan menutup rasa gurihnya si keju dan kekenyalan si boba. Maaf tapi saya kurang suka dengan kreasi sushi yang satu ini.

Unagi Cheese Fried

Kani mentai sushi & oase roll merupakan 2 varian sushi yang menggunakan crab stick di dalamnya. Perbedaannya adalah bahwa kani mentai sushi lebih sederhana karena hanya terdiri dari nasi, crab stick dan mustard saja. Sementara itu oase roll terdiri dari nasi, ctab stick, telur rumput laut dengan taburan campuran sambal hijau di atasnya. Oase roll memang terasa sedikit lebih pedas dan masam, tapi kedua varian sushi ini tidak terlalu cocok dengan lidah saya. Entah kenapa, crab stick di sini menjadi faktor yang membuat sushi terasa kurang enak.

Oase Roll

Kani Mentai Sushi

Aburi spicy salmon hako adalah varian sushi pedas lagi dari Tom Sushi. Sushi ini terdiri dari nasi, salmon dengan taburan telur ikan, sambal, bubuk cabai dan sedikit kremesan. Rasanya agak pedas-pedas renyah, lumayan juga. Tidak setiap hari saya dapat menemukan sushi pedas seperti ini ;).

Aburi Spicy Salmon Hako

Spicy ebi fried roll memang tidak sepedas aburi spicy salmon hako, tapi spicy ebi fried roll ini terasa lebih gurih. Sayang rasa tempuranya tidak terlalu terasa, mungkin karena tepungnya agak tebal ya hehehe. Tapi saya relatif lebih cocok dengan tingkat kepedasan spicy ebi fried roll yang hanya mengandalkan bubuk cabai sebagai sumber rasa pedasnya, lumayan ok laaah.

Spicy Ebi Fried Roll

Aburi salmon tuna salad cheese merupakan sushi salmon dengan krim dan lapisan keju, tak lupa ada sedikit keremesan dan telur ikan di atasnya. Rasanya keju sekali, ternyata salmon dikasih keju itu enakkkkkkk, yummm. Inilah salah satu sushi paling enak yang pernah saya santap. Ok ini memang lebih ke arah sushi modern dan bukan syshi original, tapi ya memang rasanya enak, mau dibilang apa lagi hehehehe. Sekali datang keluarga saya biasa memesan menu ini langsung 3 atau 5 piring. Aburi salmon runa salad cheese adalah salah satu menu wajib kami di Tom Sushi.

Aburi Salmon Tuna Salad Cheese Sushi

Secara garis besar, saya menikmati kunjungan saya ke Tom Sushi. Keberanian Tom Sushi untuk berinovasi patut diacungi jempol. Restoran ini tentunya layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.

Nasi Uduk Khas Betawi Asli, Gurihnya Poooll

Sering melewati deerah Jl. Pahlawan Revolusi Jakarta Timur, membuat saya dan keluarga melihat ramainya sebuah restoran sederhana. Namanya pun agak umum yah, Nasi Uduk Khas Betawi. Lokasinya tepat di seberang Rumah Sakit Bunda Aliyah Pondok Bambu. Restoran ini hanya buka di malam hari karena lokasinya digunakan oleh bengkel pada pagi hari.

Lokasi

Restoran yang ramai ini, berhasil dikelola dengan baik sekali karena semuanya dibuat teratur menggunakan nomor antrian. Jadi, sesampainya di sana, silahkan isi form kecil terkait nama pemesan, apakah mau dibungkus atau makan di sama, dan menu yang akan dipesan. Nahhh, masalahnya di sana memang tidak ada daftar menu wkwkwkwkw. Yahhh kalau mau tahu menu yang ada, silahkan lihat di etalase kaca, atau tanyakan kepada petugas. Menu pada Nasi Uduk Khas Betawi Asli ini cukup umum kok. Di sana ada nasi uduk, ayam goreng, paru, semur tahu, tahu goreng, tempe godeng, perkedel jagung dan empal.

Nasi Uduk Betawi

Form Pemesanan

Etalase Kaca

Dapur

Bagian Dalam Restoran

Keunggulan restoran yang satu ini adalah pada nasi uduknya. Bumbu pada nasi uduknya ini sangat berani, gurihnya tidak tanggung-tanggung. Tapi walaupun gurih sekali, nasi uduknya tidak membuat eneg atau mual loh.

Nasi Uduk

Bagaimana dengan lauk pauknya? Standard sih sebenarnya. Hanya saja, rasanya jadi enak ketika bertemu dengan nasi uduknya. Saya dan istri biasanya menyantap nasi uduk dengan salah satu menu goreng-gorengan (ayam goreng, tahu goreng, empal, perkedel dan lain-lain), plussss satu menu semur. Saya sih biasanya memesan semur tahu. Kuah semur yang manis terasa lezat ketika bertemu si nasi uduk dan lauk lainnya, yummmm :D.

Semur Tahu

Untuk lauk selain nasi uduk dan semur, saya sendiri lebih senang dengan ayam gorengnya. Sedangkan istri saya suka dengan empalnya. Nahhh kalau favorit orang-orang yang saya lihat justru perkedel jagung dan paru, hhhmmm, saya sih tidal terlalu suka :). Yahhh selera orang kan boleh berbeda-beda.

Ayam Goreng, Tahu Goreng, Tempe Goreng, Perkedel Jagung & Empal

Bagaimana dengan sambalnya?? Bagi saya pribadi, tidak ada rasa pedas di sana, rasanya agak asam manis, mirip dengan sambal-sambal di restoran nasi uduk Betawi pada umumnya. Sambal ini tentunya terasa sagat cocok ketika bertemu dengan si nasi uduk dan berbagai lauk pauk pendampingnya. Bagi saya yang asam lambungnya terkadang bermasalah, sambal seperti ini relatif cocok bagi lambung saya ;).

Sambal

Restoran ini jelaaaas sudah pasti memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Sementara ini, paling tidak seminggu sekali saya dan keluarga mampir ke sana :D.

Menyantap Buburna Budak UNPAD, Bubur Ayam Parantina

Ketika menemani istri saya yang sedang melakukan kunjungan kerja ke UNPAD, kami tiba di sekitar Jatinangor, Bandung sekitar pukul 7 pagi. Wah wah wah agak kepagian nih, acaranya masih sekitar jam 9. Maka kami pun mampir ke bubur ayam yang sudah lama saya dengar namanya, Bubur Ayam Parantina. Bubur ayam tersebut terletak di Jalan Raya Jatinangor, Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sekilas, lokasinya agak terhimpit di antara deretan pertokoan. Pokoknya, patokannya adalah Kantor Kecamatan Jatinangor. Karena sempitnya parkiran mobil di depan Bubur Ayam Parantina, saya menumpang parkir di Kecamatan hehehehe.

Dulu, bubur ayam yang satu ini berjualan di depan Minimarket Fay, olehkarena itulah pada awalnya disebut Bubur Ayam Fay. Setelah Minimarket Fay tutup, bubur ini pindah ke depan Toko Amanda, samping Kantor Kecamatan Jatinangor. Sejak pagi saya melihat para pengunjung sampai duduk di tangga Toko Amanda, wah ramainyaaaa.

Bagaimana rasanya? Buburnya agak encer bergaya bubur Cina. Di atasnya terdapat taburan potongan daging ayam, cakwee, bawang goreng dan seledri. Walau terlihat sederhana, bubur ayamnya sudah terasa gurih dan lumayan kok, memang rasanya agak lembut, yaaah gaya-gaya bubur Cina.

Tak lupa terdapat berbagai tapping seperti telur, sate usus dan sate jeroan, tidak ada yang spesial atau unik di sana. Topping yang agak beda justru datang dari kerupuk bayam, yaah tidak setiap hari saya menyantap bubur ayam dengan kerupuk bayam. Kerupuk bayamnya memberikan rasa yang lumayan beda meski agak berminyak.

Kita sampai pada bagian terunik dari Bubur Ayam Parantina. Apa itu? Sambalnya uang menggunakan cabai kering. Cabai kering ini memberikan aroma yang unik dan …. super pedassss. Jangan terlalu banyak menaburkan cabai tersebut, bisa sakit perut nanti ;’).

Secara keseluruhan, Bubur Ayam Parantina layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Ini penilaian dari saya yang bukan penduduk Bandung atau mantan anak UNPAD yaa. Bagi sebagian mahasiswa atau mantan mahasiswa UNPAD, bubur ayam yang satu ini memiliki poin khusus karena ada nostalgia di sana ;).

Genki Sushi, Sushi Canggih dari Jepang

Tahukan teman-teman bahwa banyak dari restoran sushi ternama di Indonesia, ternyata bukan berasal dari Jepang? Jepang, sebagai negara asal Sushi, sebenarnya memang memiliki lidah yang sedikit berbeda dengan lidah Indonesia kita. Selain itu, budaya Jepang memang sangat perfeksionis sehingga kalau mereka biasanya hendak membuat sesuatu, pastilah dibuat dengan kualitas yang tinggi. Kualitas tinggi yaaa sama dengan harga yang tinggi juga bukan? Mungkin itulah yang menyebabkan tidak banyak restoran sushi asli Jepang hadir di Indonesia.

Tidak banyak bukan berarti tidak ada loh. Genki Sushi adalah salah satu contohnya. Berdiri sejak 1968 di Jepang, Genki Sushi sudah melebarkan sayapnya sampai ke Amerika, Australia, Timur Tengah dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Sampai saat ini saja, Genki Sushi dapat kita temui di beberapa mall besar di Indonesia seperti Grand Indonesia, Central Park, Kota Kasablanka, Mall Kelapa Gading, Plaza Senayan, Pondok Indah Mall 2, Kemang Village, Plaza Indonesia, Pacific Place, Trans Studio Mall Cibubur, Lippo Mall Puri, Bintaro Jaya Xchange Mall, Emporoum Pluit Mall, Cilandak Town Square, Sunter Mall, Lotte Shopping Avenue Karet, Summarecon Mall Bekasi, Supermall Karawaci. Beberapa cabang Genki Sushi dapat ditemukan di dalam atau berdampingan dengan Sogo Departemen Store. Entah mengapa, mungkin karena pemilik merk dagangnya sama? Sogo juga dulunya berasal dari Jepang loh, Osaka tepatnya.

Bagian Dalam Genki

Bagian Dalam

Aneka Perlengkapan Makan

Masih ingat dengan conveyor belt yang biasa kita lihat pada beberapa restoran sushi di Indonesia? Nah, coveyor belt atau meja berjalan yang di atasnya terdapat piring-piring sushi tersebut, dipelopori oleh Genki Sushi looh. Sejak awal, Genki Sushi memang mengusung konsep Kaiten yang artinya selalu berevolusi, selalu menggunakan kemajuan teknologi dalam setiap restorannya. Tapi jangan harap untuk melihat conveyor belt berputar membawa piring-piring sushinya Genki Sushi ya. Menolak untuk sama dengan pesaing lainnya, Genki Sushi menggunakan kereta Shinkansen mini untuk mengantarkan sushi ke meja pengunjung. Untuk memesan, melihat menu, memanggil petugas, sampai membayar, pengunjung Genki Sushi menggunakan sebuah perangkat layar sentuh seperti Galaxy Tabs jaman dulu ;). Tak disangka hal ini menjadi daya tarik bagi anak-anak kecil untuk pergi ke Genki Sushi. Karena lambangnya yang seperti orang marah, anak saya biasa menyebut Genki Sushi sebagai “Sushi Marah” :D.

Menu Genki Sushi

Kereta Genki

Apakah keunggulan Genki Sushi hanya pada gimmick-gimmick di atas? Yang namanya restoran yaa rasanya harus enak bukan? Sampai saat ini saya baru mencicipi ebiko gunkan, supreme crunchi shrimp tempura roll, tempura with tamago roll, garlic salmon roll dan tropical roll.

Ebiko gunkan adalah menu wajib anak sulung saya. Di restoran sushi manapun ia pasti memesan sushi dengan taburan telur ikan ini. Bagi saya pribadi, rasa salmon roe gunkan agak flat dengan aroma telur ikan yang sedikit amis bagi beberapa orang. Jelas sudah ini bukan menu favorit saya.

Ebiko Gunkan

Supreme crunchi shrimp tempura roll dan tempura with tamago roll sama-sama menggunakan tempura atau udang goreng tepung dengan sedikit saus manis di sana. Perbedaan diantara keduanya adalah digunakannya potongan telur dadar pada tempura with tamago roll. Sementara itu pada supreme crunchi shrimp tempura roll, tidak ada potongan telur, posisi telur digantikan oleh telur ikan. Keduanya memiliki rasa yang sama-sama manis, agak unik dibandingkan sushi pada umumnya. Kedua varian sushi ini adalah menu favorit anak-anak saya. Mereka langsung lahap menghabiskan si sushi manis ini :).

Tempura Tamago Roll

Supreme Crunchy Shrimp Tempura Roll

Garlic salmon roll merupakan sushi dengan daging salmon, saus bawang dan lelehan keju di dalamnya. Yummmm, sushi ini terasa gurih dan atomanya sungguh harum. Kejunya terasa mantabb, sangat cocok bagi teman-teman yang suka dengan keju. Inilah menu favorit saya di Genki Sushi.

Garlic Salmon Roll

Tropical roll adalah sushi modern yang unik karena menggunakan potongan buah mangga dan alpukat di dalamnya. Tanpa saya duga sebelumnya, ternyata sushi buah ini terasa menyegarkan dan lumayan enak loh. Ibu saya suka sekali dengan varian sushi yang satu ini ;).

Tropikal Roll

Dari berbagai hidangan sushi di atas, terlihat sekali bahwa Genki Sushi menggunakan bahan-bahan yang cukup berkualitas. Berbeda dengan sushi-sushi lain, nasi yang Genki Sushi gunakan, agak lembut dan tidak terlalu lengket sehingga mudah terceraiberai kalau direndam ke dalam kecap asin terlalu lama. Berbeda pula dengan sushi di tempat lain, setiap sushi di Genki Sushi ini rasanya kurang enak kalau dicelupkan kecap asin telalu lama. Saran saya, cukup gunakan saja kecap asin secukupnya.

Maka, saya pribadi merasa bahwa Genki Sushi layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Adanya beberapa promo di sana, membuat saya tambah sering mampir hehehe.

Rumah Makan Sederhana Rawamangun, Cita Rasa Unggulan Sejak 1978

Pada tahun 1972, H. Bustaman yang bermigrasi dari Jambi, berjualan nasi padang di sebuah gerobak yang terletak di Pasar Bendungan Hilir. Lama kelamaan, gerobak nasi padang tersebut menjelman menjadi sebuah rumah makan yang diberi nama Rumah Makan Sederhana, mengambil nama rumah makan tempat H. Bustaman dulu bekerja di Jambi. Pemilik Rumah Makan Sederhana ini memang pernah menggeluti berbagai bidang pekerjaan di Jambi, meski Sumatera Barat tetap merupakan kampung halaman beliau.

Kini, Rumah Makan Sederhana sudah memiliki ratusan cabang di mana-mana. Sayang, bagi saya pribadi, terkadang rasa hidangaan pada cabang-cabang tersebut agak berbeda. Ada cabang yang menurut saya, sukses menghidangkan masakan yang lebih nikmat ketimbang cabang lainnya. Saya sadar benar bahwa Rumah Makan Sederhana cabang Bendungan Hilir adalah cabang pertama dan tertua, tapi menurut saya justru hidangan Rumah Makan Sederhana cabang Rawamangun lah yang paling enak. Ketika sedang hamil, istri saya saja hampir setiap hari makan di sana :’D.

Berdiri sejak 1978, Rumah Makan ini berdiri di Jalan Balai Pustaka Nomor 1, RT.7/RW.15, Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur, tepat di seberang Pasar Sunan Giri. Bangunannya cukup luas dan memiliki lebih dari 2 tingkat lengkap dengan lift. Restoran ini selalu ramai terutama di hari libur.

Ramainya Cabang Sederhana yang Satu Ini

Hal tersebut tidak mengherankan karen hidangannya memiliki bumbu yang tidak terlalu pedas dan takaran yang cocok bagi lidah warga Jakarta. Semuanya nampak menggunakan bahan yang berkualitas. Di antara berbagai menu yang ada di sana, menu favorit saya adalah ayam pop dan gule kepala kakap.

Aneka Hidangan Rumah Makan Sederhana

Gule kepala kakap memiliki daging yang lembut meski kadang memang terselip di sela-sela tulang. Saya sendiri kadang sampai menyedot-nyedot tulangnya untuk memakan dagingnya hehehe. Bagi yang sensitif terhadap amis, hidangan ini memang sedikit amis, tapi semua itu langsung luntur ketika kita menyantapnya dengan nasi hangat dan kuah gule yang gurih. Semua terasa serasi dan nikmat sekali :D.

Gule Kepala Kakap

Ayam pop memiliki rasa asam gurih dengan aroma lembut yang harum di dalam mulut. Itulah mengapa, spesial untuk menu yang satu ini, saya tidak mencampurnya dengan bumbu atau hidangan lain. Kalau dicampur, kadang aromanya jadi hilang terkubur oleh bumbu dari menu lain. Biasanya saya hanya menyantap ayam pop dengan sambal oranyenya dan nasi hangat saja, yummmm enakkk ^_^.

Ayam Pop

Secara keseluruhan, Rumah Makan Sederhana cabang Rawamangun ini layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Saya dan keluarga rela berkelana ke daerah Pasar Sunan Giri walaupun sebenarnya sudah ada cabang Rumah Makan Sederhana di dekat rumah hehehe.

Ahhh, Ramainya Mie Ayam Pak Jony Pondok Kelapa

Sudah lama saya selalu melewati pedagang kaki lima mie ayam yang cukup ramai, di sekitar daerah Lampiri, tak jauh dari rumah orang tua saya. Berbagai kesibukan membuat saya tidak pernah sedikitpun mencicipi mie ayam yang lama kelamaan sudah mampu menyewa ruko, sehingga sekarang sudah tidak hanya berupa gerobak mie pinggir jalan saja.

Setahu saya, pada tahun 90-an mie ayam ini hanya berupa gerobak pinggir jalan dan tidak memiliki nama. Yaaah hanya dikenal sebagai mie ayam di lurusan Lampiri Pondok Kelapa. Saat ini mie ayam tersebut sudah memiliki nama yaitu Mie Ayam Pak Jony dengan lokasi di sebuah ruko di Jalan Pondok Kelapa Raya Blok D2 Nomor 1, Duren Sawit, Jakarta Timur, tempatnya di samping Bank Mandiri.

Warung mie sederhana tersebut nampak bersih dan rapih. Saya dan istri pun akhirnya mampir ketika kami melewati Jalan Pondok Kelapa Raya di siang hari. Yaaah, mie ayam ini memang hanya buka di pagi hari, dan sekitar jam 3 sore biasanya sudah tutup.

Seperti pedagang mie ayam pada umumnya, Mie Ayam Pak Jony yang satu ini menyajikan mie ayam, mie bakso, mie pangsit dan kombinasinya. Sebenarnya semuanya terada standard yaaa. Hanya saja, potongan daging ayamnya terbilang besar dan sepeetinya tidak dicampur oleh gajih atau kulit atau jeroan. Dengan demikian, setiap kunyahan akan memberikan rasa daging ayam yang mantab.

Secara keseluruhan, saya rasa Mie Ayam Pak Jony oni masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Lokasi yan bersih dan potongan daging ayam yang besar tentunya dapat dijadikn pertimbangan kalau teman-temn mencari sarapan di sekitar Pondok Kelapa Jakarta Timur :).

Standard hanya potonhan daging ayamnya cukup vesar dan banyak untuk ukuran mie pinggir jalan sehingga setiap kunyahan, akan tearsa daging ayam yg lev8h mantanlb