Awas Ada Sei’Tan!

Sebenarnya sudah sejak akhir tahun 2020 saya ingin mencicipi hidangan Sei yang semakin menjamur. Akan tetapi baru pertengahan 2021 ini saya sempat mencicipinya. Sei sendiri merupakan hidangan khas daerah Rote Ndao, NTT (Nusa Tenggara Timur). Daging babi liar diolah dengan diasapi sampai matang. Karena saya tidak makan babi, Maka saya tentunya mencari sei non babi, sesuatu yang mudah diperoleh di Jakarta. Saat ini banyak sekali restoran sei yang menggunakan daging sapi dan ayam di Jakarta. Mungkin juga karena sedang trend.

Karena saya baru saja sembuh dari Covid-19 dan masih harus isolasi di rumah, saya lebih memilih sei yang spesialis pesan antar saja. Saya pun memilih untuk mencicipi Sei’Tan yang memiliki konsep cloud kitchen. Jadi Sei’Tan hanya melayani pesan antar. Untuk memesannya saya sendiri menggunakan jasa ojek online. Namun titik pengambilan Sei’Tan baru ada di Jakarta dan belum terlalu banyak. Titiknya antara lain Kota Kasablanka, Kuningan City, Setiabudi One, Kemang Village, Mall of Indonesia, Grand Indonesia, Gunawarman, Food Centrum, Cilandak Town Square, Pasaraya Blok M, AEON Jakarta Garden City, Senayan City.

Ada apa saja di Sei’Tan? Tentunya hidangan sei yang menggunakan daging sapi dan ayam. Kita dapat memilih mau menggunakan daging apa, kemudian kita memilih sambalnya, mau sambal apa. Untuk nasi, hanya ada nasi putih, belum ada nasi rasa macam-macam. Nasi dan daging, diletakkan bersama sayur daun singkong dan telur dadar, di dalam box yang cukup menarik.

Begitu membuka box Sei’Tan, wuuuaaaahh, semerbak harum daging atau ayam asapnya, ganassss. Konon proses daging sei tersebut berlangsung selama 3 hari dan diasapi menggunakan daun rambutan. Baik sei yang menggunakan daging sapi maupun ayam, keduanya sama-sama harum, apalagi ketika sedang kita makan, wuuahhh, wangi abis deh pokoknya. Tapi untuk tekstur dan rasa, saya lebih suka daging sapi ketimbang daging ayam. Daging sapinya menggunakan wagyu dengan sedikit lemak disana, sehinga terasa empuk dan juicy. Kalau suka dengan daging ayam dan sapi, kita dapat memilih mix alias menggunakan daging sapi dan ayam.

Telur dadarnya memiki tekstur khas yang mengingatkan saya pada dadar telur di Warteg. Bagian pinggir telur dadar di Warteg ada yang renyah-renyah. Nah bagian itulah yang terdapat di dalam box Sei’Tan. Sebuah telur dadar dengan kerenyahan dan tekstur yang unik :).

Sayur singkongnya memberikan aroma segar dan sedikit manis. Namun menurut ibu saya, sayur singkong tersebut pedas. Yaah mungkin memang ada pedasnya tapi hampir tidak terasi bagia saya. Karena ada hal lain yang jauh terasa lebih pedas, sambal sei-nya.

Pada dasarnya semua sambal dari Sei’Tan terbilang pedas, tapi masih bisa dinikmati. Jadi, pedasnya tidak keterlaluan. Beberapa sambal yang Sei’Tan tawarkan antara lain adalah sambal belimbing wuluh, sambal rica, sambal matah dan sambal andaliman.

Sambal matah memberikan rasa pedas dengan aroma daun jeruk yang sangat segar & harum. Ketika bertemu dengan daging sei dan kawan-kawan, terasa pedas, aroma khas sei, asam segar yang enak & khas. Aromanya sangat Indonesia sekali. Tapi bagi yang kurang suka dengan tekstur dan aroma dedaunan, sebaiknya hindari pilihan menu yang satu ini. Serba serbi dedaunannya sangat dominan pada pilihan menu yang satu ini.

Sambal belimbing wuluh terasa cukup pedas dengan sedikit rasa asam yang segar. Aroma sambal ini cukup khas, kaya dan harum, yummmm. Gabungan rasanya bersama daging sei dan kawan-kawan, menghasilkan sebuah hidangan yang kaya akan aroma khas, disertai dengan rasa pedas asam yang enak sekali. Saya suka sekali dengan aroma yang disebabkan oleh sambal belimbing wuluh, pas sekali dengan harumnya daging asap, mantab. Inilah salah satu hidangan favorit saya di Sei’Tan.

Sei Daging Wagyu Sambal Belimbing Wuluh + Matah

Sambal andaliman warnanya merah dan terasa pedas manis. Sambal ini hadir dengan aroma cabe yang … anehnya harum, aroma cabainya tidak menyengat. Takarannya pas sekali bagi saya. Bertemu dengan daging sei dan kawan-kawan, terdapat rasa pedas manis dengan aroma harum yang lebih kalem dibanding varian sambal lainnya. Lebih kalem bukan berarti lebih tidak enak lohhh, kalemnya di sini justru memberikan ruang yang lebih bagi daging sei. Semuanya terasa pas dan enak loh. Bertambahlah 1 lagi menu enak dari Sei’Tan, favorit saya juga nih.

Sei Campur Sambal Andaliman + Matah

Bagaimana dengan sambal rica-rica? Aaah, saya pernah memesan sei’daging sambal rica-rica dan yang datang justru sei’daging sambal matah. Agak kecewa sih, tapi berhubung perut saya lapar ahhh ya sudah….

Hidangan Sei’Tan tidak saja bermain di rasa, tapi bermain pula di aroma. Sei’Tan berhasil memanjakan rasa dan aroma dengan sesuatu yang unik dan sangat Indonesia. Dengan demikian, saya rasa secara keseluruhan, Sei’Tan layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”

Moon Chicken, Flavors of Galaxy

Sebagai salah satu perusahaan kuliner multi-brand cloud kitchen pertama di Indonesia, Hangry terus berinovasi. Sekitar tahun 2020, mereka pun menelurkan brand kelima mereka, Moon Chicken. Mirip seperti produk Hangry lainnya Moon Chicken hanya melayani pesan antar. Semua dapat dipesan dan diantar oleh ojek online. Wilayah layanan Moon Chicken sudah cukup banyak dan tersebar di penjuru Jakarta. Beberapa titik layanannya pun sudan mulai metambah Bekasi, Depok, Tangerang dan Bogor.

Ada apa di Moon Chicken? Pada dasarnya mereka menyajikan ayam goreng tepung yang sudah dilimuri aneka bumbu. Dari berbagai variasi bumbu ayam gorengnya, saya sendiri baru mencicipi ayam bumbu smokey comet, honey galaxy, gonjenun dan samyang byeol.

Ayam bumbu smokey comet tampil kering kemerahan dengan aroma barberque & paprika yang harum. Rasanya tidak pedas tapi justru sedikit gurih. Saya lebih suka menyantap ayam ini tanpa nasi agar rasa bumbunya yang halus tetap terasa utuh.

Ayam bumbu honey galaxy nampak agak basah kecokelatan. Rasanya manis dan ada sedikit aroma bawangnya. Rasa manisnya sangat pas dan enak ketika disantap bersama dengan saus tomat, saus sambal, kulit ayam yang renyah, daging ayam yang empuk dan nasi putih yang hangat. Ayam honey galaxy kurang pas kalau dijadikan cemilan tanpa nasi.

Ayam bumbu gonjenun menggunakan gochujang khas Korea sehingga memilki rasa manis beras. Rasa dan aromanya mengingatkan saya kepada hidangan Korea yang pernah saya santap. Disantap dengan nasi atau tanpa nasi, rasanya lumayanlaah.

Sebagai pecinta mie samyang sopasti saya langsung tertarik untuk mencicipi ayam bumbu samyang byeol. Ayam tersebut memiliki rasa dan aroma samyang buldak yang terasa manis pedas. Tapi pedasnya tidak sepedas mie instant samyang ya, aman untuk lambung. Yang bahaya itu adalah aroma dan rasanya, benar-benar membuat saya ketagihan. Ternyata rasa samyang itu tudak harus pedas luar biasa untuk dapat dinikmati, yummmm, enak sekali rasanya. Ini dia menu favorit saya di Moon Chicken ;).

Apapun bumbunya, saya rasa ada bumbu yang meresap ke dalam dagingnya. Rasa dagingnya tidak polos seperti daging ayam goreng biasa. Daging ayamnya meresap bumbu sehingga rasa dagingnya agak berbeda.

Kelemahan ayam-ayamnya Moon Chicken adalah harus langsung disantap ketika tiba. Karena dilumuri bumbu yang terkadang agak basah, maka kulit ayam lama kelamaan akan kehilangan kerenyahannya.

Dengan demikian, menurut saya Moon Chicken layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimal 5 yang artinya “Enak”. Bagaimanapun juga, Moon Chicken adalah salah satu alternatif yang tepat bagi keluarga saya yang sedang isolasi mandiri akibat Covid-19.

Tek Tek Tek Tok .. Hidangan Segar Koi Teppanyaki Dimasak Langsung di Depan Mata

Saya masih ingat ketika berkunjung ke Kobe Jepang, saya menyantap steak Jepang yang dimasak di hadapan pengunjung. Semuanya sangat mirip dengan bagaimana Koi Teppanyaki menyajikan hidangannya. Kita duduk mengelilingi seorang koki yang memasak di atas plat besi yang besar. Cara memasak seperti itulah yang disebut Teppanyaki, yaaah sesuai judul restorannya dong ya ;).

Saya biasa menemukan cabang Koi Teppanyaki di tengah-tengah mall seperti ITC Fatmawati, Mall of Indonesia, Mall Ambassador, ITC Cempaka Mas, Pondok Indah Mall 2, Kelapa Gading Mall 3, Mall Artha Gading, Plaza Senayan, Senayan City, Emporium Pluit Mall, ITC Permata Hijau, ITC Roxy, Central Park, Mall Taman Anggrek, Mall Summarecon Bekasi, Mall Summarecon Serpong, Mall Alam Sutra, ITC Bumi Serpong Damai, Tha Park Sawangan dan Ruko Emerald Bintaro. Wah banyak juga yaaaa.

Mau makan apa di Koi Teppanyaki? Pada dasarnya di sana kita dapat memesan mie dan berbagai teppanyaki set. Teppanyaki set sendiri terdiri dari nasi, sup miso, toge, pakcoy dan sebuah tipe lauk. Toge, pakcoy dan sebuah tipe lauk dimasak langsung di depan pengunjung dengan menggunakan plat besi sehingga hidangan disajikan hangat dan segar. Tipe lauk yang saya maksud bisa bermacam-macam seperti slice beef, squid, seafood combo, sirloin, tenderloin dan lain-lain. Saya sendiri biasa memesan seafood combo di sana.

Teppanyaki Set Seafood Combo menggunakan udang, cumi dan potongan daging ikan yang dimasak menggunakan sebuah saus kecokelatan. Saus tersebut memberikan rasa gurih yang sangat pas ketika kita santap bersama aneka seafood-nya, nasi, miso, toge dan pakcoy. Wuih rasanya segar dan mantab, benar-benar nagih.

Saya rasa metode memasak langsung di depan pengunjung berhasil menambah nafsu makan. Kemudian cara ini pun menyebabkan hidangan disajikan dengan segar serta hangat. Dengan begitu, Koi Teppanyaki sudah selayaknya memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.

Selamat Ngikan!

Ngikan pertama kali hadir pada 2019 di Jalan Tebet Utara Dalam, Jakarta Selatan. Saya ingat betul pada saat pertama buka, tempat makan yang satu ini menimbulkan antrian panjang. Yah mungkin pada saat itu banyak orang masih penasaran dan cabang Ngikan sedikit sekali. Sekarang Ngikan sudah berkembang pesat dan memiliki berbagai cabang di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Semarang, Bandung, Surabaya, Sukabumi, Majalengka, Yogyakarta, Makassar, Pontianak, Palembang dan Bukittinggi. Saya sendiri memilih memesan Ngikan melalui aplikasi online seperti Go Food, Grab Food dan Shopee Food. Toh Ngikan memang menggunakan konsep take away dimana kalaupun makan di tempat, tidak disediakan piring dan perlengkapan makan. Hanya ada meja dan bangku. Kita makan dari kardus packingnya.

Packing Ngikan

Menu dasar yang Ngikan tawarkan adalah ikan nila berbalut tepung crispy dengan nasi liwet dan sambal. Nasi liwetnya sedikit harum namun tidak terlalu terasa apa-apa. Tepungnya ikan nila relatif tebal tapi masih ok-lah, daging ikannya masih terasa. Lalu terdapat pilihan sambal matah, sambal oseng mercon, sambal acar kuning & sambal woku.

Sambal oseng mercon berwarna kemerahan dan memiliki kesan pedassss sekali. Eeeee ternyata semua itu hanya hoax, sambal ini lebih ternyata terasa gurih dan sedikit manis. Pedasnya bagaimana? Ada sih tapi sedikit.

Sambal woku berwarna kehijauan dan memiliki rasa gurih yang khas. Sekilas tercium aroma daun jeruk. Rasanya lumayan ok kalau disantap dengan nasi liwet dan ikan krispy-nya. Rasa dan aroma rempahnya cukup terasa tapi tetap saja berbeda dengan bumbu woku khas Manado.

Sambal matahnya terbuat dari aneka bumbu seperti bawang, cabai, daun jeruk dan minyak serta berwarna kehijauan. Tapi saya lihat sepertinya cabai, minyak dan daun jeruk nampak dominan walaupun aroma daun jeruknya tipis sekali. Sambal yang satu ini merupakan sambal yang paling pedas di Ngikan, tapi pedasnya masih masuk akal yaaa, bukan pedas yang bisa membuat diare :’D. Rasa pedas hangat sambal ini pas sekali ketika disantap dengan ikan krispy yang renyah beserta nasi liwetnya. Sejauh ini sambal matah adalah salah satu sambal favorit saya di Ngikan.

Paket Ngikan Saus Sambal Matah & Paket Ngikan Saus Oseng Mercon
Paket Ngikan Sambal Woku dan Ngikan Salero Padang Plus Keju

Bagaimana dengan sambal acar kuning? Yang pasti warnanya kuning hehehehe, saya belum sempat mencicipinya. Saat ini Ngikan sudah memiliki beberapa menu baru yang polanya sedikit berbeda dengan menu dasar di atas. Diantaranya adalah ngikan salero padang, ngikan pop, nasi lamongan kandas, dan ngikan mie goreng. Saya sendiri baru sempat mencicipi ngikan salero padang saja hehehe.

Ngikan salero padang pada dasarnya terdiri dari ikan nila krispy, nasi putih, daun singkong, kuah gulai, bumbu rendang dan sambal hijau yang biasa ada di restoran padang. Kemudian menu yang satu ini bisa ditambahkan telur, keju, kornet. Kemudian nasi putihnya pun dapat ditukar menjadi nasi liwet pula. Saya pribadi biasa hanya menambahkan keju dan kornet. Bagaimana rasanya? Ngikan salero padang ini tidak pedas tapi kaya akan rasa yang gurih dan harum. Saya suka dengan bumbu gulai dan bumbu rendangnya, keduanya terasa menonjol dalam membuat menu ini terasa enak. Sementara ini, ngikan salero padang merupakan menu favorit saya di Ngikan.

Setelah beberapa kali mencoba beberapa menu Ngikan, rasanya tempat makan yang satu ini layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Packingnya praktis dan aman disantap di masa pandemi. Jangan lupa mencuci tangan yaa kawans.

Lumpia Bandung Mang Ucup, Street Food with Attitude

Setiap pulang dari acara keluarga, saya sering sekali melewati daerah TPU Layur. Tapi saya sama sekali tidak pernah menyadari keberadaan Lumpia Bandung Mang Ucup yang terletak tak jauh dari TPU, tepatnya di depan Toserba Berkah, Jl. Gurame No. 31, Jati, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Seorang rekan istri saya yang memperkenalkan kami kepada Lumpia Bandung Mang Ucup.

Menu dari Lumpia Bandung Mang Ucup cukup sederhana. Ada lumpia basah dan ada lumpia goreng. Kemudian apakah hendak ditambahkan daging sapi, ayam, udang, atau campuran semuanya. Lalu, apakah mau yang pedas atau tidak.

Lumpia basah hadir dengan tekstur kulit lumpia yang lembut. Bengkuang, toge, tahu, telur dan bumbu lain yang ada di dalamnya terasa manis legit dan istimewa :). Favorit saya adalah lumpia basah pedas daging sapi, yummmm, mantab. Lumpia basah ini dapat dikatakan sebagai wajib saya setiap mampir ke Lumpiia Bandung Man Ucup.

Sementara itu lumpia goreng hadir dalam kulit renyah yang tebal dengan isian yang sama dengan lumpia basah. Hanya saja, lumpia gorengnya ditemani oleh saus kacang yang gurih. Paduannya memberikan rasa gurih renyah yang tebal dan tidak pelit. Hanya saja rasa isiannya jadi agak terkubur dan tidak semantab lumpia basah. Lumpia goreng bisa dijadikan alternatif kalau sedang ingin makan yang kriuk-kriuk. Tapi saya pribadi lebih suka lumpia basahnya.

Belakangan saya baru mengetahui bahwa Lumpia Bandung Mang Ucup ternyata sudah memiliki beberapa cabang di tempat lain. Saya bisa melihat ini dari tag line yang tertulis di gerobaknya, “Street Food with Attitude”, gaya euy hehehe. Kita dapat menemukan Lumpia Bandung Mang Ucup tersebat di Jabodetabek seperti di Jalan Bintaro Utama 5 Tangerang, Jalan Manggarai Utara 1 Tebet & Jalan Jati Mahoni Rawamangun.

Lumpia ini berhasil menjadi hidangan pengganjal perut setiap saya pulang dari acara keluarga. Lumpia Bandung Mang Ucup tentunya layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.

Wakacao, Pepper Rice Lokal Pertama Indonesia

Pernah makan Pepper Lunch? Ok singkat kata, Wakacao menyajikan menu yang mirip seperti Pepper Lunch, franchise pepper rice asal Jepang. Hanya saja, Wakacao memiliki menu yang lebih sederhana dan 100% masih milik Indonesia. Berawal dari tugas akhir untuk lulus dari Universitas Prasetya Mulya, sekelompok anak muda Indonesia membuka cabang pertama Wakacao di Pasar Modern BSD. Lama kelamaan Wakacao sudah memiliki berbagai cabang di wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Bandung. Selain lokasi yang di Pasar Modern BSD, Wakacao dapat ditemukan pula di Pasar 8 Alam Sutera, Pasar Modern Bintaro, Taman Jajan Bintaro, Pasar Modern Intermoda BSD, Ruko Pasar Modern Paramount, Villa Permata Lippo Karawaci, Mall Artha Gading, Bella Terra, Food Market Sunter, Ruko Grand Galaxy City, Jl. Sultan Tirtayasa Bandung, Jl. Cibadak Bandung, dan Pasar Segar Taman Kopo Indah.

Bagian Dalam
Bagian Dalam Lagi

Wah banyak juga ya. Ada apa sih di Wakacao? Pada dasarnya menu utama Wakacao berupa pepper rice. Nasi dengan lada, seledri, bawang, jagung telur dan daging yang disajikan diatas hotplate. Dagingnya bisa daging sapi, ayam atau ikan salmon. Kemudian bisa pula memesan paket pepper rice yang menggunakan gulai, rendang, balado, atau kari. Tak lupa terdapat pula pilahan untuk menambah topping seperti keju mozzarella, jamur, sosis, dobel daging dan dobel telur.

Salmon Peppr Rice Gulai
Beef Pepper Rice Gulai

Saya pribadi menyantap hidangan Wakacao, sama seperti ketika saya sedang makan di Pepper Lunch. Selagi masih mendidih, hidangannya saya aduk sambil menambahkan cabai, lada, saus madu dan saus bawang. Dengan demikian, hidangan Wakacao akan semakin memiliki rasa yang enak dan tidak kalah dengan Pepper Lunch. Toh, Wakacao sebenarnya memang kw supernya Pepper Lunch. Menu dan deretan pilihan bumbunya sangat mirip sekali.

Saya rasa, Wakacao layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Restoran ini dapat dijadikan alternatif bagi teman-teman yang sedang ingin makan pepper rice di atas hotplate yang mendidih :).

Genki Sushi, Sushi Canggih dari Jepang

Tahukan teman-teman bahwa banyak dari restoran sushi ternama di Indonesia, ternyata bukan berasal dari Jepang? Jepang, sebagai negara asal Sushi, sebenarnya memang memiliki lidah yang sedikit berbeda dengan lidah Indonesia kita. Selain itu, budaya Jepang memang sangat perfeksionis sehingga kalau mereka biasanya hendak membuat sesuatu, pastilah dibuat dengan kualitas yang tinggi. Kualitas tinggi yaaa sama dengan harga yang tinggi juga bukan? Mungkin itulah yang menyebabkan tidak banyak restoran sushi asli Jepang hadir di Indonesia.

Tidak banyak bukan berarti tidak ada loh. Genki Sushi adalah salah satu contohnya. Berdiri sejak 1968 di Jepang, Genki Sushi sudah melebarkan sayapnya sampai ke Amerika, Australia, Timur Tengah dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Sampai saat ini saja, Genki Sushi dapat kita temui di beberapa mall besar di Indonesia seperti Grand Indonesia, Central Park, Kota Kasablanka, Mall Kelapa Gading, Plaza Senayan, Pondok Indah Mall 2, Kemang Village, Plaza Indonesia, Pacific Place, Trans Studio Mall Cibubur, Lippo Mall Puri, Bintaro Jaya Xchange Mall, Emporoum Pluit Mall, Cilandak Town Square, Sunter Mall, Lotte Shopping Avenue Karet, Summarecon Mall Bekasi, Supermall Karawaci. Beberapa cabang Genki Sushi dapat ditemukan di dalam atau berdampingan dengan Sogo Departemen Store. Entah mengapa, mungkin karena pemilik merk dagangnya sama? Sogo juga dulunya berasal dari Jepang loh, Osaka tepatnya.

Bagian Dalam Genki

Bagian Dalam

Aneka Perlengkapan Makan

Masih ingat dengan conveyor belt yang biasa kita lihat pada beberapa restoran sushi di Indonesia? Nah, coveyor belt atau meja berjalan yang di atasnya terdapat piring-piring sushi tersebut, dipelopori oleh Genki Sushi looh. Sejak awal, Genki Sushi memang mengusung konsep Kaiten yang artinya selalu berevolusi, selalu menggunakan kemajuan teknologi dalam setiap restorannya. Tapi jangan harap untuk melihat conveyor belt berputar membawa piring-piring sushinya Genki Sushi ya. Menolak untuk sama dengan pesaing lainnya, Genki Sushi menggunakan kereta Shinkansen mini untuk mengantarkan sushi ke meja pengunjung. Untuk memesan, melihat menu, memanggil petugas, sampai membayar, pengunjung Genki Sushi menggunakan sebuah perangkat layar sentuh seperti Galaxy Tabs jaman dulu ;). Tak disangka hal ini menjadi daya tarik bagi anak-anak kecil untuk pergi ke Genki Sushi. Karena lambangnya yang seperti orang marah, anak saya biasa menyebut Genki Sushi sebagai “Sushi Marah” :D.

Menu Genki Sushi

Kereta Genki

Apakah keunggulan Genki Sushi hanya pada gimmick-gimmick di atas? Yang namanya restoran yaa rasanya harus enak bukan? Sampai saat ini saya baru mencicipi ebiko gunkan, supreme crunchi shrimp tempura roll, tempura with tamago roll, garlic salmon roll dan tropical roll.

Ebiko gunkan adalah menu wajib anak sulung saya. Di restoran sushi manapun ia pasti memesan sushi dengan taburan telur ikan ini. Bagi saya pribadi, rasa salmon roe gunkan agak flat dengan aroma telur ikan yang sedikit amis bagi beberapa orang. Jelas sudah ini bukan menu favorit saya.

Ebiko Gunkan

Supreme crunchi shrimp tempura roll dan tempura with tamago roll sama-sama menggunakan tempura atau udang goreng tepung dengan sedikit saus manis di sana. Perbedaan diantara keduanya adalah digunakannya potongan telur dadar pada tempura with tamago roll. Sementara itu pada supreme crunchi shrimp tempura roll, tidak ada potongan telur, posisi telur digantikan oleh telur ikan. Keduanya memiliki rasa yang sama-sama manis, agak unik dibandingkan sushi pada umumnya. Kedua varian sushi ini adalah menu favorit anak-anak saya. Mereka langsung lahap menghabiskan si sushi manis ini :).

Tempura Tamago Roll

Supreme Crunchy Shrimp Tempura Roll

Garlic salmon roll merupakan sushi dengan daging salmon, saus bawang dan lelehan keju di dalamnya. Yummmm, sushi ini terasa gurih dan atomanya sungguh harum. Kejunya terasa mantabb, sangat cocok bagi teman-teman yang suka dengan keju. Inilah menu favorit saya di Genki Sushi.

Garlic Salmon Roll

Tropical roll adalah sushi modern yang unik karena menggunakan potongan buah mangga dan alpukat di dalamnya. Tanpa saya duga sebelumnya, ternyata sushi buah ini terasa menyegarkan dan lumayan enak loh. Ibu saya suka sekali dengan varian sushi yang satu ini ;).

Tropikal Roll

Dari berbagai hidangan sushi di atas, terlihat sekali bahwa Genki Sushi menggunakan bahan-bahan yang cukup berkualitas. Berbeda dengan sushi-sushi lain, nasi yang Genki Sushi gunakan, agak lembut dan tidak terlalu lengket sehingga mudah terceraiberai kalau direndam ke dalam kecap asin terlalu lama. Berbeda pula dengan sushi di tempat lain, setiap sushi di Genki Sushi ini rasanya kurang enak kalau dicelupkan kecap asin telalu lama. Saran saya, cukup gunakan saja kecap asin secukupnya.

Maka, saya pribadi merasa bahwa Genki Sushi layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Adanya beberapa promo di sana, membuat saya tambah sering mampir hehehe.

Berkeju-ria dengan Kue Tart Keju Hokkaido

Hokkaido adalah pulau terbesar kedua Jepang dan penghasil keju natural terbesar Jepang. Jadi tidak heran kalau di Hokkaido sana terdapat banyak kue tart keju yang lezat. Nah, kini kue tart keju ala Hokkaido hadir di Indonesia melalui gerai-gerai mungil dari Hokkaido Baked Cheese Tart.

Tapi apakah Hokkaido Baked Cheese Tart memang berasal dari Jepang? Mengejutkan, jawabnya tidak. Pembuat kue keju ala Hokkaido ini membuka cabang di Cina pada 2009, walaupun ternyata mereka merupakan perusahaan Malaysia. Kehadiran Hokkaido Baked Cheese Tart di Indonesia pun baru terlaksana pada 2016 lalu. Saat ini di Indonesia sendiri, Hokkaido Baked Cheese Tart sudah dapat ditemukan di Kota Kasablanka, Senayan City, Mall Kelapa Gading 3, Pondok Indah Mall 2, Lippo Mall Puri, Metropolitan Mall, Botani Square, Margo City, Supermall Karawaci, Living World Alam Sutera, Paris Van Java, Trans Studio Mall dan 23 Paskal Shopping Center.

Pada setiap gerai Hokkaido Baked Cheese Tart, terdapat aneka kue keju mungil dengan berbagi aneka pilihan rasa. Pada dasarnya kue yang mereka sajikan merupakan kue yang bentuknya seperti kue mangkok dimana terdapat lapisan keju pada biskuit bagian pinggirnya, dan terdapat krim dengan berbagai pilihan rasa pada bagian tengahnya. Nah, rasa krim yang ditawarkan memiliki berbagai variasi seperti rasa original, duren, redbean macha, blueberry dan dark chocolate.

Kue tart keju rasa original memiliki krim yang terasa sangaaaat keju sekali. Dengan bagian pinggir kue yang memang sudah memiliki rasa keju, varian yang satu ini tentunya sangat cocok bagi pecinta keju di luar sana. Tapi jangan salah, rasa keju di sini memiliki takaran yang pas tidak pringus bagi mulut Indonesia, dan tidak membuat perut menjadi mual. Kue yang satu ini dengan mudahnya menjadi varian favorit saya di sana.

Original

Sebagai pecinta duren, kue tart keju rasa duren akan menjadi varian yang paling saya sukai. Ahhh ternyata rasa durian dari krimnya ternyata sangat dominan sehingga rasa keju dari biskuitnya hanya akan terasa pada kunyahan terakhir. Rasa duren dan kejunya tidak terlalu menyatu dengan baik.

Duren

Kue tart keju rasa blueberry terasa agak masam dan tidak terlalu cocok ketika bertemu dengan keju. Yah, maaf tapi ini bukanlah varian hikkaido yg saya suka.

Blueberry

Bagaimana dengan kue tart keju rasa dark chocolate? Dalam hal ini, coklat hitam ternyata tidak dapat berteman dengan keju. Varian yang satu ini tak ubahnya seperti kue coklat biasa saja. Plus rasa pahit dari coklat hitamnya seperti mematikan rasa keju yang biasanya masih terada pada varian rasa lainnya. Mungkin bagi pecinta coklat hitam akan memiliki pendapat yang berbeda.

Dark Chocolate

Kue tart keju rasa redbean matcha terasa memikiki perpaduan rasa antara matcha di tengah dan biskuit keju yang terasa klop. Unsur red bean -nya sendiri tudak terlalu memberikan dampak apapun bagi kue yang satu ini. Tidak hanya berhasil menjadi salah satu varian favirot saya, konon rasa ini disukai oleh sebagian besar pengunjung karena rasa matcha-nya yang unik ketika bertemu dengan keju-kejuan.

Redbean Matcha

Apapun rasanya, kue-kue tersebut tetap terasa lembut semua. Semua krim isinnya pun sangat pekat dan mantab semua. Jangan remehkan ukurannya yang mungul. Cukup memakan 2 saja sudah mebuat perut terasa berisi loh :’D. Secara keseluruhan, kue-kue yang tahun lalu sempat hits ini pantas untuk memperoleh nilai 3 dari skala masimum 5 yang artinya “Lumayan”, yaaah not bad laaaa.

Chicking Dubai, Restoran Fastfood Ala Timur Tengah

Chicking

Hadir di UEA (Uni Emirates Arab) pada tahun 2000, Chicking Dubai saat ini telah melebarkan sayap sampai ke Asia, termasuk Indonesia. Setelah membuka cabang Indonesia pertamanya di Royal Plaza Shopping Mall Surabaya, saat ini Chicking Dubai sudah memiliki cabang lain di Jabodetabek yaitu Bassura, Mega Bekasi Hypermall, Lulu Hypermarket QBIG BSD, Cibinong City Mall dan Plaza Kalibata. Dengan lokasi yang tersebar di dalam pusat perbelanjaan, maka sudah pasti tempatnya nyaman dan bersih.

Chicking

Bagian Dalam

Hidangan yang Chicking Dubai tawarnya, cukup beragam. Sekilas mereka mirip sekali dengan hidangan restoran fastfood pada umumnya. Apakah rasanya sama? Diantara varian hidangan tersebut, saya sudah mencicipi royal wrap, tandoori burger sandwich, kopi arab, nasi chicking, ayam goreng dan ayam panggang.

Ayam goreng Chicking Dubai pada dasarnya merupakan ayam goreng crispy yang sudah biasa ada di mana-mana. Saya tidak melihat sesuatu yang istimewa di sana selain ukurannya yang besar. Saya rela menunggu 15 menit demi ayam goreng yang besar. Kalau mau yang bagian sayap, biasanya bisa langsung tersedia dan dapat potongan harga ;).

Nasi chicking (chicking rice) dan ayam panggang (grilled chicken) merupakan hidangan yang saya santap ketika pertama kali mampir di Chicking Dubai. Nasi chicking nampak unik, karena menggunakan beras basmati yang bentuknya panjang-panjang. Nasi yang berwarna kuning ini sebenarnya sudah dibumbui, tapi rasanya agak flat. Rasanya yaa memang tidak mungkin kalau kita makan nasi saja tanpa lauk. Maka saat itu saya memesan ayam panggang untuk menemani nasi chicking. Ayamnya tidak renyah tapi seperti sudah direndam oleh rempah-rempah bumbu nasi kebuli. Kalau nasi dan ayam tersebut digabung, maka hidangan ini akan terasa seperti nasi kebuli ayam yang lumayan rasanya. Ini jelas berbeda dengan ayam-ayam di restoran fastfood sebelah.

Chicking

Nasi Chicking & Ayam Panggang

Royal wrap pada dasarnya adalah balutan roti tortila dengan 2 chicken strip yang besar memanjang, sedikit sayur dan saus ala timur tengah di dalamnya. Potongan daging ayamnya, empuk dan besar sehingga sangat terasa ketika digigit. Saus khas timur tengahnya terasa sangat cocok dengan ayam dan tekstur roti tortila yang juga khas. Hidangan inilah yang menjadi hidangan favorit saya di Chicking Dubai.

Royal Wrap

Tandoori burger sandwich pada dasarnya sangat mirip dengan royal warp, hanya saja ia menggunakan roti burger, fillet ayamnya hanya 1 tapi super besar, dan ada tambahan saus tandoori di sana. Karena komposisi lainnya mirip dengan royal wrap, maka praktis rasa tandoori burger sandwich akan mirip dengan royal wrap. Hanya saja, rasa tandoori burger sandwich sedikit lebih asam. Rasa asam ini diperoleh dari saus tandoori yang pada umumnya terbuat dari yogurt, bawang, garam masala, saffron dan lain-lain. Hidangan ini terasa seperti burger India. Tandoori sendiri memang banyak digunakan di India. Kalau dibandingkan dengan royal wrap, ukuran tandoori burger sandwich memang lebih besar dan mengenyangkan. Tapi kalau soal rasa, royal wrap tetap lebih unggul. Potongan ayam dan rempah-rempah ala Timir Tengah memang tetap terasa, tapi tekstur roti tortila tetap lebih unggul dan saya sendiri tidak terlalu suka dengan rasa asam dari saus tandoori-nya.

Tandoori Burger Sandwich

Kopi arab pada dasarnya adalah kopi pahit dengan kapulaga di dalamnya. Saya sendiri tidak terlalu suka dengan kopi ini. Penggunaan kapulaga tidak memberikan nilai tambah atau rasa yang unik. Kapulaga tetap lebih enak kalau digunakan pada sop kambing seperti Warung Sate H. Mansur yang sering saya kunjungi hehehehehe.

Chicking

Kopi Arab

Secara keseluruhan, Chicking Dubai memang memberikan cita rasa yang berbeda dibandingkan restoran fastfood lainnya. Saya rasa Chicking Dubai pantas untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Flip Burger is Flippin Good

Sejak tahun lalu saya sudah mendengar Flip Burger dari beberapa teman. Pada waktu itu Flip Burger hanya buka di daerah Jalan Senopati yang agak jauh dari rumah atau kantor saya. Kemudian saat ini Flip Burger sudah berkembang dan mampu memiliki cabang di:

  • Jl. Senopati No. 27, RT/RW: 06/03, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12190. Telp. 021-5279936.Jl. Panjang Arteri Kelapa Dua No. 18, RT/RW: 02/02, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, 11530. Telp. 021-22123832.
  • Kota Kasablanka, Lantai 2, Jl. Casablanca Kav 88, Menteng Dalam, Jakarta Selatan.
  • Mall Pondok Indah 1 Lt. 1, Jl. Metro Pondok Indah Blok 3B, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, 12310. Telp. 021-7512369.
  • Jl. Margaguna Raya No. A2, RW 15, Pondok Pinang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12140. Telp. 021-75816581.
  • World Trade Center 6, Lantai Ground, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Telp 021-5228966.
  • Jl. Boulevard Raya Blok LA 4/18 – 19 (Samping Menara Satu Sentra / Seberang Mall Kelapa Gading), Jakarta Utara. Telp. 021-22455700.
  • Jl. Boulevard Diponegoro No. 106, Bencongan, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, 15810.
  • Jl. R.E. Martadinata No. 81A (Depan Sekolah Taruna Bakti), Bandung, Jawa Barat. Telp. 022-20545111.
  • Jl. Candrakirana No. 23, Sagan (Utara SMA 9 Yogyakarta), Yogyakarta. Telp 081212349154.
  • Tunjungan Plaza 6, Lantai 3, Surabaya, Jawa Timur. Telp. 031-99251647.

Pick Up & Kasir

Bagian Dalam

Wha, salah satunya ternyata ada di bawah kantor saya. Tapi karena lokasinya yang mungil, dipojok dan jauh dari restoran lain, saya hampir melewatkannya. Flip Burger nampak ramai meski sulit ditemui. Saya semakin penasaran, ada apa yaaa di sana? Flip Burger menyajikan aneka fastfood western. Saya sendiri baru sempat mencicipi crinkle cut fries, cik’n, smacker, kulit ayam, double cheese burger dan eggsy beef strips.

Cik’n pada dasarnya merupakan ayam goreng tepung renyah yang biasa kita temui di banyak restoran ayam goreng sebelah. Tidak ada yang istimewa di sana kecuali sambal yang menemani cik’n. Sambalnya terasa manis asin pedas dengan aroma yang sedikit berbeda dengan sambal ABC dan kawan-kawan. Rasanya yaaa lumayanlaaah ;).

Flip Burger

Cik’N

Kulit ayam merupakan salah satu makanan ringan terlarang yang saya sukai :’D. Tinggi akan lemak, tapi renyah dan tekstur kulitnya terasa enak. Potongan kulit ayam dari Flip Burger cukup besar, tak berminyak dan kerenyahaannya tahan lama. Saya suka memakan menu ini sambil melakukan pekerjaan malam di kantor. Sayang, kalau saya lihat dari dekat, masih terdapat bulu-bulu halus menempel di kulit ayamnya. Tapi paling tidak, harganya tidak semahal snack kulit ayam keluaran artis yang kulit ayamnya memiliki bulu halus seperti ini ;).

Kulit Ayam

Dibandingkan french fries, crinkle cut fries memiliki potongan yang lebih besar dengan motif zig-zag pada potongannya. Rasanya sendiri agak tawar, saya lebih suka french fries heheheh.

Crinkle Cut Fries

Smacker merupakan menu burger dengan roti yang di tengahnnya terdapat 2 lapis beef patty, beef strips, keju, dan bawang bombay bersaus manis. Bentuknya tinggi ke atas sehingga mulut saya harus menganga lebar untuk menyantapnya ;). Rasa manis dan aroma khas cukup dominan di sini. Hal ini disebabkan penggunaan bawang bombay yang dikaramelisasi. Rasa yang hadir adalah rasa daging dan manis, tidak ada sayuran pada menu ini. Bagi saya pribadi, sampai 3/4 burger, saya masih suka sekali dengan smacker, rasanya enak sekali. Smacker berhasil memberikan rasa manis dan aroma lain yang berbeda dengan burger di toko sebelah. Tapi setelah 3/4 burger habis saya santap, saya merasa kok menu ini sepertinya terlalu daging dan manis, jadi kalau kebanyakan akan sedikit mual. Walaupun saya kurang suka makan sayur, saya rasa sayuran tetap harus ada di dalam sebuah burger ukuran jumbo seperti smacker. Rasa segar dari sayur mungkin dapat mengurangi efek rasa daging manis yang berlebih. Bahkan menu karnivora seperti steak saja membutuhkan buncis atau jagung sebagai temannya bukan? ;).

Flip Burger

Smacker Burger

Double cheese burger merupakan burger dengan 2 beef patty, keju, bawang bombay dan saus manis. Berbeda dengan smacker, rasa manis tidak terlalu dominan pada burger ini. Rasa dan aroma keju justru nampak lebih terasa, digabungkan dengan rasa daging yang mantabbb, yuuummmm, sepertinya saya sudah menemukan menu favorit saya di Flip burger ;).

Flip Burger

Double Cheese Burger

Eggsy beef strips merupakan burger yang isinya menggunakan telur, beef strips, keju, dan bawang bombay bersaus manis. Mirip seperti smacker, wujud burger ini kurang cantik. Bagaimana rasanya? Sayang rasanya agak flat walaupun beef strips mampu memberikan aroma daging yang sedikit harum. Rasa manis tetap ada tapi tidak terlalu dominan. Saya pun tidak mual sama sekali ketika menyantap eggsy beef strips. Tapi saya tetap lebih suka smacker, eggsy beef strips terlalu tawar bagi saya. Sepertinya telur memang kurang pas kalau ditaruh di dalam burger bersama dengan beef strips.

Flip Burger

Eggsy Beef Strips Burger

Flip Burger memang memberikan sesuatu yang berbeda dari para pesaingnya. Hal ini memang berhasil menjadi modal dasar bagi Flip Burger untuk meraih pelanggan walaupun masih ada kekurangan dari inovasi yang mereka sajikan. Saya rasa Flip Burger layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Flip Burger tidak amazing dan tidak pula bad, tapi good laaah, flippin goood ;).