Sate Ayam & Kambing RSPP, Sate Legendarisnya Jakarta Selatan

Setelah seharian mengurus rekening Bank saya yang bermasalah, beberapa hari yang lalu, saya mampir di Sate Ayam & Kambing RSPP yang terletak di Jl. Kyai Maja No. 21, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sesuai dengan judulnya, Sate Ayam & Kambing RSPP terletak tepat di depan Rumah Sakit Pusat Pertamina. Di tempat inilah Pak Romli dan Pak Muri bergantian berjualan sate ayam dan kambing. Jadi kalau pagi, yang berjualan itu Pak Romli. Sedangkan mendekati ba’da Asar, yang berjualan adalag adik Pak Romli, yaitu Pak Muri. Karena adik-kakak, rasa keduanya ya sama saja, toh mereka sama-sama bernaung di bawah nama besar Sate Kambing & Ayam RSPP.

Bagian Luar

Bagian Dalam

Sate Kambing & Ayam RSPP ini sudah terkenal sejak lama sekali. Awalnya, Pak Romli berjualan sate keliling pada tahun 1960-an. Kemudian seiring dengan berjalannya waktu, ia berhasil memiliki lapak yang menetap di depan RSPP. Sate ini ramai sekali. Kalau tidak datang pagi atau jam 3 ketika pergantian tim tukang sate, yah pastilah kita akan pengal mengantri, bersaing dengan abang-abang ojeg on-line yang bermunculan :’D.

Bagaimana rasa satenya? Sate ayamnya merupakan sate yang sering menemani acara-acara keluarga besar saya. Daging sate dan gajihnya dibakar matang, empuk dan ukurannya relatif standard, tidak bisa dibilang jumbo yaah. Bumbu kacangnya juga lumayan enak tapi terlalu sedikit :(. Nilai plus dari sate ayam ini adalah aromanya yang super harum, yuuuummmm. Konon, daging ayamnya dibakar di atas arang, menggunakan kipas tradisional, dan ditambahkan minyak ayam khusus selama dibakar. Sate yang empuk, bumbu kacang yang mantab, plus aroma barbeque unik yang harum. Inilah sate ayam yang membuat banyak orang rela mengantri di depan sebuah lapak kecil di seberang RSPP.

RSPP

Sate Ayam

Sudah jelas, saya pasti ikhlas untuk memberikan Sate Ayam & Kambing RSPP nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Ini dia, rajanya sate di daerah Jakarta Selatan ;).

Iklan

Ngebubur di Bubur Ayam Barokah Mas Anto Nyok

Tak jauh dari kebun milik orang tua saya, terdapat tukang bubur ayam yang entah mengapa setiap pagi terlihat kok ramai. Lapak tukang bubur yang satu ini bernama Bubur Ayam Barokah Mas Anto atau Bubur Ayam Barokah Bang Anto. Seperti tukang bubur pada umumnya, Mas Anto buka setiap pagi, dan sudah tutup di siang hari. Bubur ayam ini terletak di Jl. Taman Malaka Selatan No. 8B, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Karena terletak di dalam ruko, Bubur Ayam Barokah Mas Anto ini tentunya bersih dan relatif nyaman.

Bagaimana dengan buburnya? Seporsi standard bubur ayam terdiri dari suwiran daging ayam, cakwe,seledri,bawang goreng, kacang, kerupuk dan bubur tentunya. Di atas meja, tersedia bumbu kaldu cokelat yang terasa gurih seperti kare. Nah, saya rasa, bumbu cokelat inilah yang menjadi nilai plus bubur ayam racikan Mas Anto ini. Dengan menambahkan bumbu cokelat, bubur ayam terasa lezat. Apalagu suwiran daging ayamnya tidak pelit sehingga bubur ayam ini benar-benar terasa ayamnya ;).

Bagi yang tidak takut asam urat, bisa menambahkan pula satu usus, ampela dan usus ;). Sate jeroan di sana itu sudah direndam dengan bumbu yang guruh sehingga dapat menambah rasa bubur ayam yang ada. Kalaupun digado tanpa buburnya, sate jeroan ini tetap terasa nikmat loh ;). Oh bagaimana dengan sate telurnya? Saya pribadi kurang suka menambahkan telur puyuh ke dalam bubur ayam, enakan jeroan laaaah hehehehe.

Wah wah wah, tak heranlah kalau Bubur Ayam Barokah Mas Anto ini laris manis diserbu pelanggan. Saya rasa Mas Anto dan kawan-kawan pantas untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang arrinya “Enak”.

Sushi Knight, Sushi On-Line yang Ekonomis

Dengan bergugurannya warung sushi murah meriah di dekat rumah saya, maka saya harus mencari warung sushi murah meriah baru. Kantong bisa jebol juga kalau setiap ingin makan sushi harus pergi ke restoran sushi sejenis Sushi Tei :’D. Akhirnya saya menemukan warung sushi yang lokasinya tak jauh dari kantor baru saya yaitu Sushi Knight. Yaah, tak dapat yang di dekat rumah tak apalah, paling tidak yang satu ini dekat dari kantor.

Warung sushi ini terletak di lorong kecil di ITC Kuningan Jakarta Selatan lantai 4, jembatan 2 nomor 57. Karena dulu saya biasa ke daerah ini untuk makan siang, maka menemukan Sushi Knight bukanlah hal yang sulit. Area sekitar Sushi Knight memang bisa digunakan untuk makan siang pekerja kantor di sekitar Mega Kuningan. Tapi bagi yang jarang ke ITC Kuningan atau Mall Ambassador, pasti pusing tujuh keliling :’D.

Dapur

Bentuk warungnya sendiri bersih tapi agak sempit dan terlihat sangat sederhana. Saya sendiri pernah makan di tempat dan pernah pula membawa pulang sushi pesanan saya ke rumah. Kalau saya lihat, mayoritas pelanggan Sushi Knight memang banyak yang memesan melalui aplikasi ojeg on-line, bukan datang sendiri seperti saya. Sushi Knight lebih populer sebagai restoran sushi yang produknya diantar dan disantap di rumah. Bukan disantap sambil bersantai di restorannya. Kalau saya lihat, packing take-away Sushi Knight memang sederhana tapi kuat dibawa jauh. Jadi tidak perlu khawatir kalau kita membawa pulang dengan naik motor atau naik angkot.

Packing

Kalau soal harga, saya rasa Sushi Knight termasuk warung sushi yang relatif murah di Jakarta. Tapi murahnya bukan yang jauuuuuh murah sekali ya. Tetap masuk range murah yang reasonable. Yah namanya juga sushi, bahan-bahannya terbuat dari salmon, tuna, abon, daging sapi dan bahan-bahan lain yang tidak murah.

Hhhmmmm, memangnya ada apa saja sih di Sushi Knight sana? Mirip seperti warung sushi pada umumnya, Sushi Knight menyajikan beranekaragam jenis fusion sushi, nigiri sushi, makimono, carpaccio dan lain-lain. Saya sendiri baru sempat mencicipi mentaiko crunchy salmon, unagi maki, volcano sushi, salmon cheese maki, spicy hanami dan salmon carpaccio.

Mentaiko crunchy salmon terdiri dari gulungan nasi, abon dan tempura dengan salmon dan saus mayo di atasnya. Tempura memberikan kerenyahan ketika saya menggigit sushi ini. Terasa sedikit aroma daging dari abon dan terasa pula tekstur abon dan salmon yang semakin lembut dengan keberadaan saus mayo. Rasanya realtuf lembut dan akan terasa lebih enak dengan tambahan kecap dan wasabi. Yuuuumm, enaaaakkkk. Tapi sayang wasabinya kurang terasa sehingga saya harus menggunakan agak banyak wasabi.

Mentaiko Crunchy Salmon

Spicy hanami terdiri dari gulungan nasi, kepiting, salmon, telur ikan dan saus merah. Saus tersebut memberikan rasa gurih, manis dan sedikit pedas. Ditambah tekstur dan aroma dari bahan-bahan lain, sushi ini terasa enak. Spicy hanami sudah cukup kaya akan rasa sehingga tidak perlu menambahkan kecap atau wasabi. Saya suka sekali dengan menu yang satu ini, yummmm enak.

Spicy Hanami

Sekilas, saya kira salmon carpaccio itu sashimi dengan topping mayonaise. Oh ternyata saya salah, salmon carpaccio merupakan potongan ikan tuna yang dibakar bersama-sama dengan mayonaise, abon, lemon, minyak zaitun dan daun bawang. Aroma dagingnya benar-benar harum dan mampu memperkaya hidangan ini. Salmonnya memang terlihat basah, tapi tidak ada rasa amis di sana. Paduan rasanya ternyata benar-benar enak walaupun hidangan ini praktis tidak melibatkan nasi atau bahan karbohidrat lainnya ;).

Salmon Carpaccio

Unagi maki merupakan gulungan nasi, belut dan saus kabayaki. Saya tidak jijik dengan belut tapi hidangan yang satu ini agak amis dan aromanya kurang ok. Yang pasti ini bukanlah hidangan favorit saya di Sushi Knight.

Sushi Knight

Unagi Maki

Volcano sushi merupakan sushi yang terdiri dari gulungan nasi, kepiting, tempura dan ebi kering, dengan siraman mayonaise dan tobiko di atasnya. Tempura dan ebi kering memberikan rasa renyah kriuk kriuk ketika saya menggigit sushi ini. Mayonaise yang melumuri sushi ini mampu memberikan rasa masam yang enak. Gabungan dari semua bahan yabg ada, memberikan sebuah sushi yang renyah dan lezat. Inilah sushi favorit istri saya di Sushi Knight ;).

Sushi Knight

Volcano Sushi

Salmon cheese maki merupakan gulungan nasi, salmon dan keju cair. Rasa kejunya benar-benar terasa. Tak disangka, salmon dan keju ternyata mampu memberikan rasa sederhana yang lumayan enak.

Sushi Knight

Salmon Cheese Maki

Ketika saya menunggu hidangan-hidangan di atas, saya mencium sedikit bau amis dari dalam dapur. Tapi ternyata, kecuali unahi maki, hidangan yang mereka sajikan ternyata tidak amis. Saya justru suka dengan beberapa hidangan yang mereka sajikan. Kondisi tempat makan yang sederhana sekali, tidak menjadi masalah yang berarti di mata saya. Saya rasa Sushi Knight layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.

Chicking Dubai, Restoran Fastfood Ala Timur Tengah

Chicking

Hadir di UEA (Uni Emirates Arab) pada tahun 2000, Chicking Dubai saat ini telah melebarkan sayap sampai ke Asia, termasuk Indonesia. Setelah membuka cabang Indonesia pertamanya di Royal Plaza Shopping Mall Surabaya, saat ini Chicking Dubai sudah memiliki cabang lain di Jabodetabek yaitu Bassura, Mega Bekasi Hypermall, Lulu Hypermarket QBIG BSD, Cibinong City Mall dan Plaza Kalibata. Dengan lokasi yang tersebar di dalam pusat perbelanjaan, maka sudah pasti tempatnya nyaman dan bersih.

Chicking

Bagian Dalam

Hidangan yang Chicking Dubai tawarnya, cukup beragam. Sekilas mereka mirip sekali dengan hidangan restoran fastfood pada umumnya. Apakah rasanya sama? Diantara varian hidangan tersebut, saya sudah mencicipi royal wrap, tandoori burger sandwich, kopi arab, nasi chicking, ayam goreng dan ayam panggang.

Ayam goreng Chicking Dubai pada dasarnya merupakan ayam goreng crispy yang sudah biasa ada di mana-mana. Saya tidak melihat sesuatu yang istimewa di sana selain ukurannya yang besar. Saya rela menunggu 15 menit demi ayam goreng yang besar. Kalau mau yang bagian sayap, biasanya bisa langsung tersedia dan dapat potongan harga ;).

Nasi chicking (chicking rice) dan ayam panggang (grilled chicken) merupakan hidangan yang saya santap ketika pertama kali mampir di Chicking Dubai. Nasi chicking nampak unik, karena menggunakan beras basmati yang bentuknya panjang-panjang. Nasi yang berwarna kuning ini sebenarnya sudah dibumbui, tapi rasanya agak flat. Rasanya yaa memang tidak mungkin kalau kita makan nasi saja tanpa lauk. Maka saat itu saya memesan ayam panggang untuk menemani nasi chicking. Ayamnya tidak renyah tapi seperti sudah direndam oleh rempah-rempah bumbu nasi kebuli. Kalau nasi dan ayam tersebut digabung, maka hidangan ini akan terasa seperti nasi kebuli ayam yang lumayan rasanya. Ini jelas berbeda dengan ayam-ayam di restoran fastfood sebelah.

Chicking

Nasi Chicking & Ayam Panggang

Royal wrap pada dasarnya adalah balutan roti tortila dengan 2 chicken strip yang besar memanjang, sedikit sayur dan saus ala timur tengah di dalamnya. Potongan daging ayamnya, empuk dan besar sehingga sangat terasa ketika digigit. Saus khas timur tengahnya terasa sangat cocok dengan ayam dan tekstur roti tortila yang juga khas. Hidangan inilah yang menjadi hidangan favorit saya di Chicking Dubai.

Royal Wrap

Tandoori burger sandwich pada dasarnya sangat mirip dengan royal warp, hanya saja ia menggunakan roti burger, fillet ayamnya hanya 1 tapi super besar, dan ada tambahan saus tandoori di sana. Karena komposisi lainnya mirip dengan royal wrap, maka praktis rasa tandoori burger sandwich akan mirip dengan royal wrap. Hanya saja, rasa tandoori burger sandwich sedikit lebih asam. Rasa asam ini diperoleh dari saus tandoori yang pada umumnya terbuat dari yogurt, bawang, garam masala, saffron dan lain-lain. Hidangan ini terasa seperti burger India. Tandoori sendiri memang banyak digunakan di India. Kalau dibandingkan dengan royal wrap, ukuran tandoori burger sandwich memang lebih besar dan mengenyangkan. Tapi kalau soal rasa, royal wrap tetap lebih unggul. Potongan ayam dan rempah-rempah ala Timir Tengah memang tetap terasa, tapi tekstur roti tortila tetap lebih unggul dan saya sendiri tidak terlalu suka dengan rasa asam dari saus tandoori-nya.

Tandoori Burger Sandwich

Kopi arab pada dasarnya adalah kopi pahit dengan kapulaga di dalamnya. Saya sendiri tidak terlalu suka dengan kopi ini. Penggunaan kapulaga tidak memberikan nilai tambah atau rasa yang unik. Kapulaga tetap lebih enak kalau digunakan pada sop kambing seperti Warung Sate H. Mansur yang sering saya kunjungi hehehehehe.

Chicking

Kopi Arab

Secara keseluruhan, Chicking Dubai memang memberikan cita rasa yang berbeda dibandingkan restoran fastfood lainnya. Saya rasa Chicking Dubai pantas untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Flip Burger is Flippin Good

Sejak tahun lalu saya sudah mendengar Flip Burger dari beberapa teman. Pada waktu itu Flip Burger hanya buka di daerah Jalan Senopati yang agak jauh dari rumah atau kantor saya. Kemudian saat ini Flip Burger sudah berkembang dan mampu memiliki cabang di:

  • Jl. Senopati No. 27, RT/RW: 06/03, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12190. Telp. 021-5279936.Jl. Panjang Arteri Kelapa Dua No. 18, RT/RW: 02/02, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, 11530. Telp. 021-22123832.
  • Kota Kasablanka, Lantai 2, Jl. Casablanca Kav 88, Menteng Dalam, Jakarta Selatan.
  • Mall Pondok Indah 1 Lt. 1, Jl. Metro Pondok Indah Blok 3B, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, 12310. Telp. 021-7512369.
  • Jl. Margaguna Raya No. A2, RW 15, Pondok Pinang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12140. Telp. 021-75816581.
  • World Trade Center 6, Lantai Ground, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Telp 021-5228966.
  • Jl. Boulevard Raya Blok LA 4/18 – 19 (Samping Menara Satu Sentra / Seberang Mall Kelapa Gading), Jakarta Utara. Telp. 021-22455700.
  • Jl. Boulevard Diponegoro No. 106, Bencongan, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, 15810.
  • Jl. R.E. Martadinata No. 81A (Depan Sekolah Taruna Bakti), Bandung, Jawa Barat. Telp. 022-20545111.
  • Jl. Candrakirana No. 23, Sagan (Utara SMA 9 Yogyakarta), Yogyakarta. Telp 081212349154.
  • Tunjungan Plaza 6, Lantai 3, Surabaya, Jawa Timur. Telp. 031-99251647.

Pick Up & Kasir

Bagian Dalam

Wha, salah satunya ternyata ada di bawah kantor saya. Tapi karena lokasinya yang mungil, dipojok dan jauh dari restoran lain, saya hampir melewatkannya. Flip Burger nampak ramai meski sulit ditemui. Saya semakin penasaran, ada apa yaaa di sana? Flip Burger menyajikan aneka fastfood western. Saya sendiri baru sempat mencicipi crinkle cut fries, cik’n, smacker, kulit ayam, double cheese burger dan eggsy beef strips.

Cik’n pada dasarnya merupakan ayam goreng tepung renyah yang biasa kita temui di banyak restoran ayam goreng sebelah. Tidak ada yang istimewa di sana kecuali sambal yang menemani cik’n. Sambalnya terasa manis asin pedas dengan aroma yang sedikit berbeda dengan sambal ABC dan kawan-kawan. Rasanya yaaa lumayanlaaah ;).

Flip Burger

Cik’N

Kulit ayam merupakan salah satu makanan ringan terlarang yang saya sukai :’D. Tinggi akan lemak, tapi renyah dan tekstur kulitnya terasa enak. Potongan kulit ayam dari Flip Burger cukup besar, tak berminyak dan kerenyahaannya tahan lama. Saya suka memakan menu ini sambil melakukan pekerjaan malam di kantor. Sayang, kalau saya lihat dari dekat, masih terdapat bulu-bulu halus menempel di kulit ayamnya. Tapi paling tidak, harganya tidak semahal snack kulit ayam keluaran artis yang kulit ayamnya memiliki bulu halus seperti ini ;).

Kulit Ayam

Dibandingkan french fries, crinkle cut fries memiliki potongan yang lebih besar dengan motif zig-zag pada potongannya. Rasanya sendiri agak tawar, saya lebih suka french fries heheheh.

Crinkle Cut Fries

Smacker merupakan menu burger dengan roti yang di tengahnnya terdapat 2 lapis beef patty, beef strips, keju, dan bawang bombay bersaus manis. Bentuknya tinggi ke atas sehingga mulut saya harus menganga lebar untuk menyantapnya ;). Rasa manis dan aroma khas cukup dominan di sini. Hal ini disebabkan penggunaan bawang bombay yang dikaramelisasi. Rasa yang hadir adalah rasa daging dan manis, tidak ada sayuran pada menu ini. Bagi saya pribadi, sampai 3/4 burger, saya masih suka sekali dengan smacker, rasanya enak sekali. Smacker berhasil memberikan rasa manis dan aroma lain yang berbeda dengan burger di toko sebelah. Tapi setelah 3/4 burger habis saya santap, saya merasa kok menu ini sepertinya terlalu daging dan manis, jadi kalau kebanyakan akan sedikit mual. Walaupun saya kurang suka makan sayur, saya rasa sayuran tetap harus ada di dalam sebuah burger ukuran jumbo seperti smacker. Rasa segar dari sayur mungkin dapat mengurangi efek rasa daging manis yang berlebih. Bahkan menu karnivora seperti steak saja membutuhkan buncis atau jagung sebagai temannya bukan? ;).

Flip Burger

Smacker Burger

Double cheese burger merupakan burger dengan 2 beef patty, keju, bawang bombay dan saus manis. Berbeda dengan smacker, rasa manis tidak terlalu dominan pada burger ini. Rasa dan aroma keju justru nampak lebih terasa, digabungkan dengan rasa daging yang mantabbb, yuuummmm, sepertinya saya sudah menemukan menu favorit saya di Flip burger ;).

Flip Burger

Double Cheese Burger

Eggsy beef strips merupakan burger yang isinya menggunakan telur, beef strips, keju, dan bawang bombay bersaus manis. Mirip seperti smacker, wujud burger ini kurang cantik. Bagaimana rasanya? Sayang rasanya agak flat walaupun beef strips mampu memberikan aroma daging yang sedikit harum. Rasa manis tetap ada tapi tidak terlalu dominan. Saya pun tidak mual sama sekali ketika menyantap eggsy beef strips. Tapi saya tetap lebih suka smacker, eggsy beef strips terlalu tawar bagi saya. Sepertinya telur memang kurang pas kalau ditaruh di dalam burger bersama dengan beef strips.

Flip Burger

Eggsy Beef Strips Burger

Flip Burger memang memberikan sesuatu yang berbeda dari para pesaingnya. Hal ini memang berhasil menjadi modal dasar bagi Flip Burger untuk meraih pelanggan walaupun masih ada kekurangan dari inovasi yang mereka sajikan. Saya rasa Flip Burger layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Flip Burger tidak amazing dan tidak pula bad, tapi good laaah, flippin goood ;).

Menikmati Ojju K-Food, Hidangan Ala Korea Porsi Jumbo

Ojju

Meskipun Ojju K-Food mulai membuka cabang pertamanya di Mall Kota Kasablanka pada tahun 2016 dan kantor saya berada di atas Mall tersebut, saya baru sempat mencoba makan di Ojju pada awal tahun 2018. Saya lihat restoran ini selalu terlihat ramai pada jam-jam istirahat dan hari libur, antriannya amit-amit deh. Hal ini sangat jauh berbeda dibandingkan restoran lain yang dulu sempat menempati lokasi Ojju di Lantai UG Food Society Mall Kota Kasablanka. Saat ini Ojju sudah memiliki cabang lain selain cabang Mall Kota Kasablanka, yaitu Gandaria City, Margo City, Grand Indonesia. Semua cabangnya terletak di mall-mall besar yang nyaman. Restorannya pun dipenuhi oleh dekorasi ala Korea tentunya.

Restoran ini menyajikan aneka hidangan Korea modern seperti budae jjigae, rolling cheese, dosirak, ramyeon, seafood pajeon, gyeran bbang, oi muchim dan lain-lain. Menu unggulan Ojju adalah menu-menu yang porsinya relatif besar yaitu budae jjigae dan rolling cheese. Saya sendiri baru sempat mencicipi rolling cheese saja, menu ini dipesan oleh mayoritas pengunjung.

Ketika memesan rolling cheese, kita harus memilih lauk utama pada rolling cheese, apakah ingin menggunakan sayap ayam, paha ayam dan iga sapi. Kemudian kita akan memilih tingkat kepedasan dari saus yang akan menyertai. Setelah itu, akan ada petugas yang meletakkan lauk utama, potongan keju, kentang dan saus spesial ala Ojju. Semuanya diletakkan di atas kompor yang tersedia di setiap meja. Kemudian semua bahan makanan tersebut dimasak dan diolah sedemikian rupa hingga berubah wujudnya menjadi rolling cheese yang matang, harum dan penampilannya menggugah selera. lauk utama yang dipilih, terasa gurih-gurih manis dan enak ketika bertemu dengan saus, lelehan keju dan kentang, yuummmm uenaaakk :D. Saya memilih saus yang paling pedas dan setelah saya cicipi, ternyata tidak pedas sama sekali. Sayang jumlah sausnya kalah jauh dibandingkan jumlah lelehan kejunya. Terlalu banyak keju dalam satu suapan akan membuat rasa keseluruhan terlalu asin. Memang sih lelehan kejunya lembut, tidak pringus dan harum, tapi kalau terlalu banyak yaaa kurang ok jadinya. Jumlah kentangnya juga terlalu sedikit bila dibandingkan dengan lauk utama dan lelehan kejunya. Kentangnya pasti habis lebih dulu. Saran saya, pesan tambahan kentang saja, jangan menambah nasi. Menu ini terasa hambar kalau ditambahkan nasi x_x, kentang itu sudah paling passss. Oh yaaaa, 1 porsi rolling cheese dimaksudkan untuk disantap 2 atau 3 orang, kalau makan sendirian ya pasti kekenyangan pangkat tiga, porsinya jumboooo.

Selain terdapat kompor kecil, di setiap meja, terdapat terdapat pula 4 jenis banchan. Apa itu banchan? Banchan merupakan hidangan pendamping berporsi mungil yang biasa disantap bersama-sama dengan menu utama di Korea Selatan sana. Nah 4 banchan yang tersedia pada setiap meja adalah kimchi, krim jagung, salad makaroni dan oi muchim (asinan timun). Dari dulu saya memang kurang suka dengan banchan ala Korea yang kecut dan keasaman seperti kimchi dan oi muchim (asinan timun). Saya lebih suka menyantap hidangan utama saya dengan krim jagung dan salad makaroni yang sedikit manis. Rasanya tidak dominan sehingga mampu mendampingi rasa dari menu utama tanpa merusaknya.

Menurut saya pribadi, Ojju K-Food memang sudah sepantasnya dipenuhi pengunjung. Hanya saja memang sayangnya menu-menu unggulannya hanya tersedia dalam porsi jumbo sehingga sulit kalau datang ke Ojju sendirian :’D. Namun bagaimanapun juga, restoran ini masih layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.

Pezzo Pizza, A Carnival In Every Bite

Pezzo Pizza mulai berdiri di Singapura pada tahin 2012. Kemudian Pezzo Pizza mulai hadir di indonesia sekitar tahun lalu, kalau tidak salah. Salah satu cabangnya kebetulan terletak tepat di depan Masjid Mall yang biasa saya kunjungi. Berbeda dengan Pizza Hut, Domino Pizza dan Pizza Express, Pezzo Pizza relatif tidak menyediakan fasilitas untuk makan di tempat. Mereka membuka gerai-gerai mungil yang saat ini sudah tersedia di pusat-pusat perbelanjaan seperti Mall Ciputra, Mall Artha Gading, Kuningan City, Kota Kasablanka, Plaza Blok M, Pejaten Village Mall, Mall Kalibata City Square, harmoni Exchange, Plaza Atrium Senen, Cibubur Square, AEON Garden City, Living World, Summarecon Serpong, Mall Ciputra Cibubur, Lippo Mall Puri, Lippo Mall Kemang, Pasaraya Blok M.

Dari beberapa varian pizza yang ada, saya baru mencicipi hola hawaian, supremo, hot chick, chicken delight, pepperoni party dan meat munchers. Wha hampir semua yaaaa hehehee, saya memang pernah membeli banyak pizza di Pezzo Pizza pada waktu ada promo ulang tahun ;).

Hola hawaian merupakan pizza yang terdiri dari chicken ham, chiken Rasher, nanas dan keju mozarella. Rasa nanas yang manis asam ternyata terasa enak ketika dipadukan dengan chicken ham, chiken Rasher dan lelehan keju mozarella. Rasa asin dari keju mozarella dapat dimbangin dengan rasa nanas yang relatif dominan. Walaupun penampakannya nampak kurang menarik, ternyata rasanya pas sekali di lidah, ini merupakan salah satu pizza favorit saya di Pezzo.

Supremo merupakan pizza yang terdiri dari chicken ham, chiken Rasher, salami, pepperoni, bawang, paprika hijau, jamur dan keju mozzarella. Karena sepertinya menu ini terbilang sebagai menu yang paling lengkap, saya pikir rasanya akan seperti super supreme tempo dulu milik Pizza Hut. Ahhh saya ternyata salah, supremo terdiri dari aneka bahan tapi rasa asin dari lelehan keju mozarellanyalah yang justru relatif dominan. rasa paprika hijau dan bawang memang memberikan sedikit rasa yang berbeda apalagi potongannya besar-besar, tapi secara keseluruhan supremo terasa lumayan enak. Rasanya akan sedikit terlalu asin kalau tidak ditambahkan sambal belibis yang tersedia.

Hot chick merupakan pizza yang terdiri dari spicy shredded chicken, saus cabai merah, paprika merah, paprika hijau, keju mozzarella plus lumuran saus cabai di atasnya. Walaupun pada deskripsi di atas banyak menggunakan kata-kata hot, cabai dan spicy, sumpah pizza ini sama sekali tidak pedas bagi lidah Indonesia saya :D. Tapi patut saya akui, pizza hot chick memang lebih terasa berbumbu dibandingkan pizza-pizzanya Pezzo lainnya. Saya merasakan daging ayam empuk yang berbumbu cukup dominan pada hidangan ini. Rasanya ternyata enak juga loh :).

Chicken delight merupakan pizza yang terdiri dari potongan oregano chicken, chicken rasher, bawang, jamur dan keju mozzarella. Potongan ayam yang besar dan banyak membuat rasa ayam menjadi dominan pada pizza ini. Dengan menambahkan sambal, rasa pizza ini akan terasa lebih enak lagi :).

Meat munchers merupakan pizza yang terdiri dari daging cincang, pepperoni, chicken rasher, chicken ham, sosis dan tak lupa, keju mozzarella. Walaupun ada daging ayamnya, ternyata aroma dan rasa daging sapi relatif lebih terasa pada varian pizza yang satu ini :).

Pepperoni party merupakan varian pizza yang isiannya paling sederhana, hanya pepperoni dan keju saja. Tekstur pepperoni yang kasar dan dan aroma daging sapi yang harum, ternyata lumayan enak juga bila bertemu dengan keju dan sambal, yummm :).

Apapun varian rasanya, pizza yang dibuat Pezzo Pizza memiliki adonan roti yang empuk, rasa keju yang kental terasa, topping dengan potongan yang besar dan melimpah, serta porsi potongan yang besar per-potongnya. Karena pizzanya Pezzo Pizza memang dimaksudkan untuk menemani jalan-jalan di Mall atau di rumah, maka 1 potong pizza saja sudah cukup besar untuk mengisi perut, tidak beli per loyang kecil yang bentuknya bundar dan tidak praktis untuk disantap di jalan ;).

Tema karnaval yang penuh kegembiraan nampaknya cocok juga bagi pizza asal Singapura ini. Saya rasa Pezzo Pizza layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.