Sruput Hangat & Segarnya SSB Hj. Widodo

Ketika sedang dalam perjalanan dari Solo ke Semarang pada beberapa tahun yang lalu, saya sempat singgah di Boyolali untuk makan siang. Ada apa di Boyolali? Pada saat itu saya singgah di Soto Sedap Haji Fatimah. Sejak saat itulah saya mengenal bahwa ada sote yang enak di Boyolali.

Lama berselang, saya yang tinggal di Jabodetabek sangat jarang menyantap soto. Pada dasarnya saya memang kurang suka dengan soto. Pada suatu pagi, saya mencari sarapan sambil mengantar istri praktek di klinik. Pada saat itu, nama sotonya terpampang SSB Hj. Widodo. SSB masih menggunakan kepanjangan dari Soto Sedaap. Belakangan kepanjangannya berubah menjadi Spesial Soto Boyolali. Entah karena hak paten nama atau apa, saya kurang paham. Yang pasti tetap menggunakan merek SSB Hj. Widodo.

Sejak berdiri pada 2002 lalu, SSB Hj. Widodo dengan cepat sudah membuka cabang dimana-mana. Sampai saat ini SSB Hj. Widodo sudah dapat ditemukan di sekitar Jalan Pandanaran Boyolali, Alun-Alun Klaten, samping RS Cakra Husada Klaten, Pasar Nongko Surakarta, Colomadu Karanganyar, Komplek Ruko Jalan Perumnas Seturan Yogya, selatan Pintu Kereta Bendan Pekalongan, utara Alun-Alun Pemalang, samping Adira Finance Tegal, Jalan Trunojoyo Bandung, depan SMPN 7 Cirebon, timur Hotel Sultan Cirebon, samping DPRD Pati, Jalan Buah Batu Bandung, samping RSUD Cibabad Cimahi, samping Masjid Daarut Tauhid Bandung, Jalan Salak Bogor, Ruko Grand Galaxy City Bekasi, depan Mall Bekasi, Komplek Puri Gading Bekasi, Ruko Puskopad Serang, Jalan Raya Ciracas JakTim, samping Kampus UnTam JakSel, depan SMP Al Azhar Cibubur, Kios Puskopad Cijantung JakTim, depan SMP Santa Maria JakPus, depan PDAM BenHil JakPus, depan Sekolah Insan Cendikia Madani Tangerang, depan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, selatan Puri Cikeas, depan Kantor Bus Prima Jasa Pamulang Tangerang, Jalan Balap Sepeda Palembang, Jalan Brigjen Hasan Kasim Palembang, samping Ganesha Operation Bandar Lampung dan barat Polda Bali. Wah banyak yah, jauh lebih banyak dari soto yang dahulu kala saya santap di Boyolali. Saya pribadi biasa mampir ke cabangnya yang di Bekasi.

Selama pandemi Covid 19 berlangsung SSB Hj. Widodo memberikan pelayanan dengan protokol kesehatan yang sangat baik. Mulai dari layanan pesan dan makan di kendaraan, sampai penggunaan pembatas kaca acrylic di setiap mejanya. Kondisi restorannya pun nampak terang, terbuka dan bersih.

Menu SSB Hj. Widodo sendiri sebenarnya sangat sederhana. Pada dasarnya di sana terdapat soto ayam kampung dan soto daging sebagai menu andalannya. Sebenarnya ayam kampung dan daging tidak terlalu jauh memberikan perbedaan. Namun saya pribadi lebih suka dengan tekstur dagingnya. Jadi saya selalu memesan soto daging di sana. Tipenya tipe soto bening dengan rasa dan aroma segar yang khas dari bawang kathing.

Rasa sotonya sih ok. Tapi semua terasa kurang lengkap tanpa gorengan dan sate. Favorit saya adalah sate ati ampelanya. Potongan hati dan ampela dibalut oleh lapisan dadar telur. Tekstur dan rasanya yang gurih berhasil membuat si soto menjadi spesial.

Secara keseluruhan SSB Hj. Widodo layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimal 5 yang artinya “Enak”. Rasa, kondisi restoran dan pelayanan yang baik, membuat saya sering mampir ke sana.

Zenbu, House of Mozaru

Sejak bekerja di Kota Kasablanka di awal 2012 lalu, saya sudah sering melewati Zenbu. Restoran ini berada dipojokan tapi survive dan selalu ada pengunjungnya. Tapi yah namanya juga lewat sana hanya bersama teman kantor saja, saya tidak pernah mampir ke Zenbu. Baru ketika kemarin Zenbu membuka cabang baru di Bekasi, saya dan keluarga mampir ke sana.

Bagian Dalam Zenbu
Meja Zenbu

Sampai saat ini Zenbu sudah dapat ditemui di sekitar Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang, Bandung, Surabaya, Pekanbaru dan Medan. Tepatnya, restoran Zenbu ada berbagai mall dan pusat perbelanjaan seperti Mall of Indonesia, Plaza Indonesia, Senayan City, Kota Kasablanka, AEON Mall JGC, AEON Mall Sentul, AEON Mall BSD, Gandaria City, PIK Avenue, Emporium, Central Park, Living World, Lippo Mall Puri, Pesona Square Depok, Grand Metropolitan Mall, Paskal 23 Bandung, Paris Van Java, Tunjungan Plaza 6, Pakuwon Mall, SKA Mall Pekanbaru, Centre Point Mall Medan, Sun Plaza dan Deli Park Mall Medan.

Zenbu menyajikan berbagai hidangan seperti strawberry milkshake, lemon squash, teh hijau, mozaru ayam, mozaru jamur, mozaru zenbu, kidzen ebi furai dan lain-lain. Wow, semuanya nampak unik dan nikmat.

Strawberry milkshake hadir dengan susu strawberry dan eskrim. Minuman ini memiliki tingkat kemanisan yang pas. Sedangkan lemon squash terasa asam segar di mulut.

Strawberry Milkshake & Lemon Squash

Teh hijau yang hangat, hadir lengkap dengan kue cokelat. Memang tehnya tidak terlalu pekat. Tapi rasa teh ini cukuplah bagi seseorang yang bukan maniak teh seperti saya heheheheh, lumayan.

Teh Hijau

Zenbu menyediakan beberapa menu anak. Diantara variannya, kidzen ebi furai adalah menu anak yang paling menarik. Porsinya relatif banyak dan terdiri dari berbagai makanan yang sudah dihias semenarik mungkin. Di sana terdapat katsu, nugget, kentang goreng, susis, edamame, brokoli, tomat, jeruk. Anak-anak saya langsung ketagihan dengan menu ini. Selain melimpah, rasanya juga enak loh. Favoritnya adalah pada katsunya ;).

Kidzen Ebi Furai

Berbicara soal katsu, Mozaru merupakan menu andalan Zenbu yang menggunakan katsu. Pada dasarnya, Mozaru merupakan nasi dan katsu yang dikubur di bawah lelehan keju mozzarela yang lezat.

Nasi pada mozaru dapat berupa yakimeshi atau nasi mentega. Bagi yang ingin mencoba sesuatu yang baru, spaghetti pun dapat menggantikan posisi nasi di dalam mozaru. Nasi mentega memang relatif flat, spaghetti sedikit gurih, dan yakimeshi terasa gurih manis. Nasi goreng Jepang atau yakimeshi, berhasil menjadi favorit saya. Gurih dan manisnya pas sekali.

Kemudian terdapat 2 varian saus yaitu butter dan dynamite. Saus butter terasa lebih halus dan agak flat. Sedangkan saus dynamite lebih agresif dengan rasa pedas, manis dan gurih. Otomatis saya paling suka dengan saus dynamite.

Untuk jenis mozaru-nya sendiri saya baru mencicipi zenbu mozaru, mushroom mozaru, dan chicken mozaru. Mushroom mozaru menggunakan jamur dan katsu ayam di dalamnya. Chicken mozaru menggunakan katsu ayam di dalamnya. Zenbu mozaru adalah yang paling lengkap untuk urusan katsu karena di dalamnya terdapat katsu ayam, katsu daging dan tempura. Bagi saya pribadi sih juaranya jelas zenbu mozaru dengan isian yakimeshi dan saus dynamite. Gabungan rasanya juaraaa, rasa manis, pedas dan gurih terasa menari di lidah dengan takaran yang seimbang. Ditambah aroma barberque dan keju yang menambah kekayaan rasa dari mozaru yang saya santap. Yummmmmm, saya sudah menemukan menu favorit saya di Zenbu :).

Chicken Mozaru dengan Yakimeshi & Saus Dynamite
Mushroom Mozaru dengan Spaghetti & Saus Butter
Zenbu Mozaru dengan Yakimeshi & Saus Dynamite

Secara keseluran saya puas dengan Zenbu terutama mozaru-nya. Maka, saya rasa Zenbu layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Sekarang saya tahu kenapa restoran ini selalu ada pengunjungnya :).

Ayam Keprabon, Juaranya Pergeprekan

Konon hidangan ayam geprek pertama hadir di Yogyakarta pada 2003. Kemudian baru pada sekitar 2017-an ayam geprek semakin populer di berbagai daerah, termasuk Jakarta. Saya sendiri pernah mencicipi 1 brand ayam geprek yang saat itu populer. Namun entah mengapa, saya kurang terkesan dan malas untuk menulisnya di sini :’D.

Bertahun-tahun kemudian, barulah saya mendapatkan rekomendasi untuk mencicipi ayam geprek asal Solo yang bernama Ayam Keprabon. Brand ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2015 lalu. Sampai sekarang saja Ayam Keprabon sudah dapat ditemui di Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bandung, Jabodetabek, Medan, Jambi, Makassar, dan Banjarmasin.

Saya sendiri belum pernah makan di restorannya. Saya biasa memesan Ayam Keprabon melalui aplikasi ojeg online. Sekalipun datang, saya pernah datang ke Ayam Keprabon yang Express, jadi restorannya mungil sekali. Saya lebih nyaman menyantap Ayam Keprabon di rumah atau kantor saja. Packagingnya bagus dan rapi kok.

Dapur
Tempat Makan

Pada intinya, hidangan Ayam Keprabon adalah ayam geprek. Mayoritas hidangan Ayam Keprabon memang terkait dengan dengan dunia pergeprekan. Di sana antara lain terdapat ayam geprek sambal bohay, ayam geprek blenger sambal karca, ayam geprek blenger matah, ayam serasi dan sushi geprek.

Ayam geprek sambal bohay terdiri dari nasi, ayam geprek yang susah dibubuhi sambal bohay dan potongan timun. Hidangan yang satu ini memberikan sensasi rasa pedas, gurih dan sedikit manis yang khas. Saya sendiri memesan tingkat kepedasan level 3 yang cukup bersahabat bagi perut saya. Untuk dagingnya, ada pilihat apakah hendak menggunakan paha atas atau ada. Saya memilih yang paha atas sehingga sedikit lebih juicy. Daging dada terkadang terasa agak kering, tapi lebih sehat sih. Kerenyahan dari si ayamnya pun masih terasa. Secara keseluruhan, hidangan ini terasa enak meskipun terbilang simple sekali.

Ayam Geprek sambal Bohay

Ayam geprek blenger sambal karca terdiri dari nasi, ayam geprek plus sambal karca (kari-rica) yang sudah tertutup oleh lelehan keju mozzarella. Penampilanya sih sudah menggugah selera, terutama para pencinta keju. Rasa sambal karca yang pedas dan beraroma khas agak terkubur oleh kejunya. Kerenyahan si ayam pun otomatis berkurang bila dibandingkan dengan hidangan ayam geprek non blenger alias tanpa keju. Tekstur dan aroma keju mozzarella memang lebih dominan di sini. Tapi sesekali saya masih dapat merasakan rasa pedasnya si sambal karca. Hilangnya kerenyahan si ayam, terobati dengan paduan rasa pedas dari sambal dan rasa gurih dari kejunya. Wah, enak juga hidangan yang satu ini, yummmm, favorit nih.

Ayam Geprek Blenger Sambal Karca

Ayam geprek blenger matah sangat mirip dengan ayam blenger sambal karca. Bedanya, sambal matahnya berada di bagian atas dari lelehan keju mozzarella. Sambal ini pun lumayan pedas dan harum sekali. Rasa gurih dan pedas relatif mendominasi rasa dari hidangan ini. Namun entah kenapa, aromanya kurang pas bagi saya pribadi. Yah bukan berarti tidak loh ya. Saya bisa bilang ini termasuk lumayaaaan.

Ayam Geprek Blenger Sambal Matah

Selanjutnya saya mencicipi menu non geprek dari Ayam Keprabon, yaitu ayam serasi. Menu yang satu ini terdiri dari ayam goreng kremes yang ditemani oleh sambal terasi. Kremesan dari menu ini twrasa renyah dan gurih. Sedangkan sambal terasinya terasa gurih juga. Keduanya sama-sama gurih tapi memberikan aroma dan rada khas yang berbeda. Saya yang suka dengan hidangan gurih, sopasti ok-ok saja dengan ayam serasi. Namun bagi teman-teman yang kurang suka atau sedang menghindari rasa gurih atau asin, sepertinya tidak akan terlalu suka dengan ayam serasi.

Ayam Serasi

Sushi geprek adalah sushi yang bagian tengahnya terdapat ayam geprek. Kita dapat memilih apakah ingin ada lelehan keju mozzarellanya? Apakah ingin yang pedas? Saya sendiri lebih suka dengan yang versi lengkap yaitu sushi geprek blenger spicy. Pakai keju? Ya. Pedas? Ya juga ;). Rasa gurih, pedas dan manis yang khas menyelimuti hidangan yang satu ini. NoriSushi pinggiran ada nori, tengah ada ayam geprek samval dan lelehan keju mozzarela. Plus sambal pesas kalau masih kurang pedas. Gurih, pedas, manis dengan aroma dan rasa yang khas, terasa enak di mulut saya. Kemudian karena ini bentuknya sushi, maka hidangan ini menggunakan nori atau rumput laut juga. Teenyata Nori memberikan kekenyalan ketika saya mengunyah si sushi geprek ini. Hal ini memperkaya rasa sushi geprek yg sudah juara rasanya. Wah, bertambah lagi deh hidangan favorit saya di Ayam Keprabon.

Sushi Geprek Blenger Spicy

Secara keseluruhan, saya agak menyesal. Kenapa kok pada 2017 lalu saya tidak mencicipi Ayam Keprabon. Saya justru kapok dan ogah makan geprek-geprekan. Maka, pada akhir 2021 ini saya memberikan Ayam Keprabon nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak” :D.

Akhirnya Bisa Icip-Icip Gabus Puncung-nya Mpok Eni Timan

Ketika membesuk saudara saya yang sakit kemarin, saya mampir ke rumah makan gabus pucung terdekat. Konon gabus pucung-nya enak, tapi jalannya kecil dan macet. Itulah alasan kenapa saya belum pernah mampir ke sana walaupun saya sudah beberapa kali jalan-jalan ke arah sana. Ternyata lokasinya tidak terlalu sempit kok jalannya. Sekarang jalannya sudah bagus dan bisa dilewati 2 mobil. Restoran gabus pucung yang saya maksud adalah Rumah Makan Gabus Pucung Khas Betawi Ibu Eni Timan. Rumah makan tersebut terletak di Jl. Benda No. 73, Kampung Pedurenan, Jatiluhur, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.

Kondisi Rumah Makannya sederhana tapi bersih, luas dan nyaman. Maish pantaslah kalau dipergunakan sebagai tempat untuk menjamu tamu dari jauh hehehe. Di dalamnya terdapat berbagai menu lain selain gabus pucung seperti aneka pepes dan pecak. Saya sendiri baru sempat mencicipi pecak gabus dan gabus pucung saja. Maklum, lokasinya agak jauh dari rumah saya hehehehehe.

Pecak gabusnya tampil dengan kuah cari berwarna kemerahan. Ikannya sendiri lembut dan tidak amis. Namun kuahnya memiliki aroma dan rasa bawang yang sangat dominan. Hidangan yang satu ini membutuhkan pendamping yang lebih netral atau plain. Kadar bawangnya agak overdosis siy bagi lidah saya pribadi.

Bagaimana dengan hidangan unggulannya, yaitu gabus pucung? Hidangan khas betawi yang satu ini tampil dengan kuah kehitaman seperti rawin. Tak lupa tersedia sambal yang hadir menemani. Ikan gabusnya sendiri super lebut dan jauh dari rasa amis, sipasti ini ikan gabus kualitas unggul. Kuahnya terasa sedikit asam dengan aroma dan tektur rempah-rempah yang unik. Sambalnya sendiri tidak terasa pedas, malahan terasa sedikit manis. Kalau semua digabungkan, hadirlah sebuah hidangan khas yang layak untuk disantap bersama keluarga, yuummmm.

Dengan demikian, rumah makan khas betawi yang satu ini layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Saya pasti akan mampir ke sana lagi kalau sedang jalan-jalan ke rumah saudara saya lagi.

Penasaran dengan Hidangan Palestina di Emado’s Shawarma

Tak jauh dari rumah orang tua saya, terdapat restoran masakan Palestina yang dulu sempat memberikan promo besar-besaran. Sayang, promo tersebut harus saya lewatkan karena saya sendiri sedang sakit. Beberapa bulan setelah pulih, saya menyempatkan diri untuk mampir ke sana. Emado’s Shawarma namanya.

Dalam waktu singkat, jaringan restoran yan dimiliki oleh warga Palestina ini sudah berkembang sampai dengan dekat kos-kosaan saya ketika masih kuliah dulu. Wah-wah cepat sekali yah. Berikut cabang-cabang Emado’s Shawarma yang saya ketahui:

  • Jl. Jatiwaringin Raya Blok A No. 3, Jakarta Timur.
  • Jl. Raya Condet No. 31, Kramat Jati, Jakarta Timur.
  • Jl. Bendungan Hilir No. 144, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
  • Jl. Kemang Selatan VIII No. 66, Kemang, Jakarta Selatan.
  • Jl. Bintaro Utara No. 20, Jakarta Selatan.
  • Jl. Ciledug Raya No. 3, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
  • Jl. Cipete Raya Blok A No. 3, Fatmawati, Jakarta Selatan.
  • Jl. Veteran Raya No. 11, Jakarta Selatan.
  • Jl. Karang Tengah Raya No. 49, Jakarta Selatan.
  • Jl. Tebet Barat Dalam Raya No. 15A, Tebet, Jakarta Selatan.
  • Jl. Ciputat Raya No. 7 Jakarta Selatan.
  • Jl. Green Ville Blok AS No. 28, Green Ville, Jakarta Barat.
  • Jl. Raya Pos Pegumben No. 36, Jakarta Barat.
  • Grand Galaxy City, Jl. Pulo Sirih Utama Blok FE No. 457, Bekasi Selatan, Bekasi, Jawa Barat.
  • Jl. Anggrek Loka Blok AL No. 25, BSD, Serpong, Banten.
  • Jl. Ir. H Juanda No. 25, Ciputat Timur, Banten.
  • Jl. Boulevard Graha Raya, Banten.
  • Jl. Margonda Raya No. 379, Beji, Depok, Jawa Barat.
  • Jl. Siliwangi No. 129, Bogor Timur, Bogor, Jawa barat.
  • Jl. Jendral Ahmad Yani, Karawang, Jawa Barat.
  • Jl. Citarum No. 2, Citarum, Bandung, Jawa barat.
  • Jl. Pasir Kaliki No. 142, Pasir Kaliki, Bandung, Jawa barat.
  • Jl. Buah Batu No. 167, Buah Batu, Bandung, Jawa barat.
  • Jl. Setiabudhi No. 194, Setiabudi, Bandung, Jawa barat.
  • Jl. Tuparev No. 46, Cirebon, Jawa barat.
  • Jl. AR Hakim No. 138, Tegal, Jawa Tengah.
  • Jl. Overste Isdiman, Jatiwinangun, Puwokerto, Jawa Tengah.
  • Jl. Ngesrep Timur V No. 27, Semarang, Jawa Tengah.
  • Jl. Singosari Raya No. 36, Semarang, Jawa Tengah.
  • Jl. Pamularsih raya No. 71, Semarang, Jawa Tengah.
  • Jl. Monginsidi No.93, Solo, Jawa Tengah.
  • Jl. Seturan Raya No. 7, Yogyakarta, Jawa Tengah.
  • Jl. Sultan Agung No. 49, Yogyakarta, Jawa Tengah.
  • Jl. Kaliurang, Sleman, Yogyakarta, Jawa Tengah.
  • Jl. Merbabu No. 18, Klaten, Jawa Tengah.
  • Jl. Tentara Pelajar No. 53, Magelang, Jawa Tengah.

Pada bagian depan restorannya terdapat ayam-ayam yang sedang berputar. Jadi, walaupun nama restorannya menggunakan nama Shawarma, restoran ini lebih terkenal pada hidangan ayamnya. Ada ayam nasi mandhi, ayam nasi butter & ayam kentang goreng.

Saya sendiri baru sempat mencicipi ayam nasi mandhi. Nasi mandhi versi Emado’s ini menggunakan beras basmati dan berwarna kekuningan. Ayamnya sendiri dibalut oleh bumbu berwarna merah tua yang harum. Kalau digabung, keduanya menghasilkan rasa gurih dengan aroma rempah yang ringan tapi tetap terasa jelas keunikannya.

Sementara itu, shawarma-nya sendiri terbagi 2 yaitu beef roll dan chicken roll. Saya baru mencicipi yang menggunakan daging sapi yaitu beef roll. Setelah saya cicipi, jelas sekali rasa kacangnya. Kacang? Ya, apapun dagingnya, shawarmanya Emado’s menggunakan kacang. Inilah yang membuat shawarma terasa beda dengan shawarma pada umumnya.

Saya rasa, Emado’s layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Hidangan yang unik dengan lokasi yang banya dan nyaman, membuat Emado’s menjadi salah satu alternatif untuk mengisi perut di saat lapar.

Mutiara Tersembunyi di Balik Toko Bunga, Sate Maranggi Sabakota

Selama pandemi berlangsung, terdapat Sate Maranggi Sabakota yang berjualan di sekitar rumah orang tua saya, di dalam wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur. Karena masih baru, warung sate tersebut memang hanya berbentuk dapur saja. Semua serba pesan antar saja. Lama kelamaan, warung tersebut mampu membuka toko di sebuah area ruko.

Sayang sekali, lokasinya yang baru ini terbilang susah dicari. Koordinat googlemaps-nya meleset, papan namanya super kecil sekali. Saya pun tidak akan menemukannya, tanpa bantuan juru parkir setempat. Kalau dilihat dar alamat, lokasinya terletak di Jl. Rukan Sentra Niaga 8, RGA No. 98, Area Ruko Grand Galaxy City, Jaka Setia, Bekasi Selatan. Lokasinya sangat tersembunyi di bawah pepohonan rindang dan di belakang toko bunga. Sepintas, warung sate yang satu ini seperti penjual tanaman. Padahal dalamnya nyaman sekali looh. Lokasi boleh sulit dicari, tapi tempatnya enak juga kalau dijadikan tempat kumpul-kumpul, apalagi bagi para pecinta tanaman.

Ada apa di Sate Maranggi Sabakota? Sate maranggi tentunya menjadi menu utama di sana. Terdapat pilihan apakah hendak menggunakan daging sapi atau daging kambing. Saya pribadi biasa menyantap versi daging sapinya. Rasanya sungguh luar biasa, bumbu sate menempel dan menyerap ke dalam dagingnya. Rasa yang manis dengan cita rasa Indonesia yang khas, membuat sate ini terasa enak. Apalagi aromanya sungguh menggugah selera.

Sudah pasti, Sate Maranggi Sabakota memperoleh nilai 4 dari skala maksimal 5 yang artinya “Enak”. Sekali datang, pasti ketagihan dan datang lagi ;).

Menemukan Ci Cong Fan Halal di Bekasi

Saya mengenal Ci Cong Fan sebagai jajanan sekitar Gereja yang non halal karena menggunakan daging babi. Di sekitar rumah saya pun, jajanan yang satu ini terbilang langka. Jadi selama saya tinggal di Jakarta, saya belum pernah menyantap jajanan asal Medan tersebut.

Baru beberapa hari yang lalu saya menemukan gerobak Ci Cong Fan yang cukup ramai di Jalan Gardenia Timur, Villa Galaxy, Jaka Setia, Bekasi Selatan. Tepatnya di jalan kecil antara Gereja Bartolomeus dan SD Harapan Mulia. Lokasinya memang tidak terlalu mencolok, dan kita harus mendekat untuk mengetahui bapak-bapak ini jualan apa.

Di sana terdapat Ci Cong Fan dan kawan-kawan. Ci Cong Fan sendiri berbentuk seperti lembaran putih yang tipis dan memanjang. Tepung beras dan tepung pati gadum adalah komoponen utama dari Ci Cong Fan, tidak ada dagingnya yaaa. Tak lupa hadir pula kawan-kawan Ci Cong Fan yaitu siomay, uyen, lumpia dan caipan. Semuanya terbuat dari sayuran seperti wortel dan talas, tidak ada dagingnya. Ini benar-benar cocok bagi teman-teman vegetarian di luar sana.

Ci Cong Fan dan kawan-kawan kemudian dipotong-potong dan disiram oleh bawang goreng, kecap asin dan sambal, tidak ada penggunaan Ang Ciu di sana. Jadi harusnya sih hidangan yang satu ini terbilang halal.

Bagaimana rasanya? Saya menyarankan agar Ci Cong Fan dan kawan-kawan ini langsung di santap ketika baru disajikan. Masih sangat renyah dan lembut. Untuk siomay dan caipannya memiliki rasa dan tekstur sayuran yang cukup dominan. Sementara itu lumpia dan oyen terasa renyah gurih dengan tekstur khas yang tidak seperti sayur. Ci Cong Fan sendiri tetasa lembut di mulut dan agak netral rasanya. Kalau harus memilih, saya paling suka dengan oyen dan lumpia, terutama oyen-nya ya, itu favorit saya di sana.

Secara keseluhan, hidangan ini layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Dengan harga yang ekonomis, Ci Cong Fan ini worhted-lah untuk dijadikan cemilan ketika mampir ke sekitar Villa Galaxy atau Kompleks Galaxy Bekasi.

Menyantap Hidangan Ala Swedia di IKEA

IKEA merupakan peritel perabot rumah tangga yang sudah hadir di lebih dari 46 negara, termasuk Indonesia. Desainnya yang unik dan praktis menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjungnya. Mengunjungi IKEA, tidak hanya melihat perabotan saja loh. Ternyata di IKEA terdapat makanan-makanan ala Swedia yang hadir di food market, bistro, restoran dan kafe. Hhhmmmm, memang sih terkesan terpisah-pisah, tapi pada dasarnya makanan tersebut sama-sama ada di dalam gedung IKEA, hanya beda lantai saja. Yang menjual pun yah IKEA-IKEA juga :’D.

Tempat Makan
Tempat Memilih Menu di Restoran & Kafe

Sementara ini, berbagai hidangan IKEA dapat dijumpai di IKEA, Jakarta Garden City, IKEA Sentul Selatan Bogor, IKEA Alam Sutra Banten, dan IKEA Parahyangan Bandung. Ketika mampir ke IKEA, saya sendiri baru sempat mencicipi sausage bun, es krim matcha plant-based, es krim cone, tuna puff, kladdkaka, Swedish meatball with cream sauce, gronsaksbullar, fish & chips.

Mengambil Hidangan

Sausage bun dapat ditemukan di area Bistro IKEA. Hidangan ini sangat mirip dengan hot dog karena hanya terdiri dari roti, sosis dan saus tomat atau sambal. Semua terasa biasa saja, termasuk sosisnya yang terasa sedikit gurih dengan aroma yang tidak terlalu menyengat.

Sausage bun

Es krim matcha plant-based memang terbilang sehat dan memiliki aroma yang unik. Namun sayang rasanya terlalu tawar dan kurang nendang. Jauh berbeda dengan es krim cone yang berwarna putih. Rasa manis vanila terasa pas ketika bertemu dengan kerenyahan cone. Lidah Indonesia saya pribadi lebih cocok dengan es krim cone hehee. Yang pasti baik matcha maupun cone, keduanya diambil melalui mesin koin unik yang terdapat di Bistro IKEA.

Mengambil Es Krim Cone
Es Krim Matcha Plant-based

Tuna puff sebenarnya mirip dengan roti isi tuna. Hanya saja rotinya terasa lembut dengan tekstur yang khas. Bagi saya pribadi, tunanya tidak amis dan tetap terasa enak ketika digigit, yummm :).

Tuna Puff

Kladdkaka atau kue coklat goey merupakan brownies ala Swedia yang biasa dijadikan hidangan penutup. Perbedaannya dengan brownies lainnya adalah kandungan gula yang lebih besar dan tidak dipergunakannya baking soda. Dengan demikian kladdkaka akan terasa lebih padat dan lengket dibandingkan brownies pada umumnya. Tak lupa terdapat taburan gula vanila di atasnya. Saya pribadi, memang tidak terlalu suka coklat dan brownies. Jadi Kladdkaka tidak terlalu spesial bagi saya pribadi.

Kladdkaka

Swedish metball with creamy sauce atau bakso Swedia dengan saus krim, bisa jadi merupakan trademark dari makanan di IKEA. Hadir sejak 1980, konon hidangan ini merupakan hidangan terpopuler di IKEA. Sangat berbeda dengan bakso pada umumnya. Bakso Swedia hadir dengan ditemani oleh saus gravy kecokelatan, mash potato dan saus lingonberry. Baksonya sendiri hadir dengan tekstur unik, rasa gurih dan aroma daging yang berani. Ditambah dengan saus gravy dan mash potato, rada bakso akan gurih dan cremy sekali. Maka, hadirlah saus lingonberry yang terasa manis dan sedijit pahit. Lingonberry adalah buah mirip strawberry yang tumbuh di Swedia sana. Saya rasa, menu ini terasa kurang ok tanpa kehadiran saus lingonberry, sebab hidangan akan terasa terlalu creamy. Sayang, terkadang kegurihan dari hidangan ini memang sangat agresif sehingga saya tidak menyarankan untuk menyantap lebih dari 1 porsi. Karena sempat ketagihan, saya penah menyantap 1,5 porsi dan hasilnya, ada rada eneg setelah makan, yaah bisa saja perut saya yang memang kurang bagus. Tapi bagi saya pribadi sih, 1 porsi itu cukup, pas sekali ;). Ini adalah hidangan favorit anak-anak saya. Mereka menyantap semua bakso dan sausnya dengan lahap.

Bakso Swedia dengan Saus Krim

Gronsaksbullar pada dasarnya versi menu vegetariannya bakso Swedia dengan saus krim. Jadi, bakso yang dipergunakan adalah plant-based meatball. Baksonya otomatis tidak memiliki aroma daging, namun masih memiliki tekstur khas yang sama persis. Yang pasti, gronsaksbullar akan terasa lebih tawar dan saya kurang suka itu hehehehe.

Gronsaksbullar

Fish & chips sekilas seperti fish & chips pada umumnya ya. Ada ikan dori berbalut tepung renyah, kentang goreng dan potongan lemon. Tapi tanpa saya duga, ternyata IKEA menyelipkan keju mozzarella di antara ikan dorinya. Tepung renyah, daging ikan dori yang lembut dan tidak amis, kini ditemani pula oleh keju mozzarella yang melar ketika digigit. Rasa gurih-gurih keju pun hadir dan berhasil membuat fish & chips terasa semakin enak. Inilah salah satu fish & chips paling enak yang pernah saya makan :).

Fish & Chips

Secara keseluruhan, saya rasa hidangan di IKEA layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimal 5 yang artinya “Lumayan”. Bakso Swedia dan fish & chips-nya layak untuk dicoba.

Mie Gacoan, Mie Pedas dari Malang

Ketika mudik ke Solo kemarin, saya menemukan sebuah jaringan restoran mie yang belum ada di Jakarta, Mie Gacoan namanya. Seingat saya, terakhir saya ke Solo, mie ini belum ada, ahhh apa sayanya yang sudah lama tidak ke Solo yah x_x.

Ternyata Mi Gacoan bukan berasal dari Solo. Jaringan restoran yang satu ini berasal dari Malang. Kemudian Mi Gacoan menggurita hingga memiliki cabang pula di wilayah sekitar Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Cirebon dan Bali. Wha cabang-cabangnya banyak juga yah. Saya sendiri beberapa kali melewati cabang Mie Gacoan yang ada di Ruko Jl. Ir. Soekarno, Sukoharjo.

Saya sendiri, akhirnya memesan Mie Gacoan melalui aplikasi ojek online. Jadi saya tidak tahu sama sekali bagian dalam Mie Gacoan seperti apa. Kalau dilihat dari luar siy, sepertinya cukup besar bersih dan nyaman.

Hidangan apa saja yang Mie Gacoan sajikan? Pada dasarnya siy mereka menyajikan mie dan dinsum. Saya sendiri baru mencicipi mie iblis, mie angel, mie setan dan udang keju.

Mie setan merupakan mie tanpa kuah yang ditaburi oleh bawang goreng, pangsit goreng dan daging olahan. Kalau dilihat, mie ini sepertinya tidak pedas. Padahal mie setan memamg menggunakan cabai halus sehingga tidak ada potongan cabai yang terlihat. Tingkat kepedasan varian mie yabg satu ini cukup banyak loh. Daripada asam lambung kambuh, saya lebih memilih level 1 saja. Pedasnya cukup terasa tanpa mengubur rasa-rasa bagian lain dari mie setan. Renyahnya pangsit goreng beserta keunikan rasa sari daging olahan berwarna putih, mampu menbuat mie yang satu ini terasa lumayan enak.

Mie Setan

Tidak suka pedas sama sekali? Tenang, ada mie angel. Mie angel merupan mie setan tanpa cabai. Saya pribadi siy lebih suka mie setan. Tanpa cabai, mie ini terasa kurang greget.

Mie Angel

Bagaimana dengan mie iblis? Mie iblis pada dasarnya sama persis dengan mie setan, hanya saja mienya dibuat mie yamin. Otomatis mie iblis terasa lebih manis. Inilah mie favorit saya di Mie Gacoan. Ada pedas, manis, kriuk kriuk dan raaa daging olahan yang khas, yummm, enak.

Mie Iblis

Terakhir, udang keju merupakan hidangan Mie Gacoan yang wujudnya sangat tidak menarik. Dari luar, bentuknya seperti nugget biasa. Namun, begitu saya gigit, wowww, di dalamnya ternyata terdapat dinsum lembut yang sukses memadukan rasa udang dengan rasa keju. Whah, bertambah lagi deh menu favorit saya di Mie Gacoan.

Udang Keju

Dengan demikian, saya ikhlas untuk memberikan Mie Gacoan nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Yaaah kapan-kapan saya akan mencoba makan di restorannya, kalau saya sudah divaksin Covid-19 :).

Traffic Bun, Makanan Pinggir Jalan yang Sedap

Traffic Bun merupakan restoran cepat saji yang sudah lama saya kenal dari Instagram. Cabangnya pun sudah tersebar di dekat rumah saya. Tapi kok tidak terlihat? Ahhh ternyata lokasi-lokasinya memang di pinggibjalan ramai. Namun ukurannya terbilang mungil-mungil, plus sharing pula dengan franchise lain dari Group Nikmat. Traffic Bun ternyata memang bernaung di bawah group franchise restoran tersebut.

Dalam waktu singkat, cabang-cabang Traffic Bun dengan cepat tersebar di wilayah Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, Cikarang, Karawang, Bandung, Cimahi, Sidoarjo, Malang, Surabaya, Bali, Lombok, Makassar, dan Samarinda. Saya sendiri biasa ke Traffic Bun yang terletak di Jalan Jatiwaringin Raya No. 234, tak jauh dari Universitas Krisnadwipayana dan Universitas Islam Assyafiiyyah.

Ada apa di Traffic Bun? Hidangan unggulannya adalah aneka burger seperti Chicago Cheese Burger, Black Montana Burger dan lain-lain. Burger-burgernya Traffic Bun memiliki stempel pada bagian atas rotinya. Kemudian semuanya menggunakan patty dari daging olahan yang khas.

Chicago Cheese Burger terdiri dari roti burger, saus keju, potongan bawang, tomat dan beff party. Saus Kejunya sedikit manis dengan aroma keju yang harum. Yummm, burger ini terada Lumayan enak, beda deh dengan cheese burger pada umumnya. Inilah burger favorit anak sulung saya :).

Black Montana Burger terdiri dari roti burger, saus lada hitam, potongan bawang, tomat, keju dan beff patty. Saus lada hitamnya sangat berani. Jadi, rasa burger ini memang lada hitam sekali, mantab deh. Rasa pedasnya tidak terlalu menyengat sehingga burger ini ramah juga bagi teman yang kurang suka pedas. Rasa dan tekstur dari beef patty, berhasil mendampingi saus lada hitam yang dominan. Inilah burger favort saya di Traffic Bun.

Dengan demikian, Traffic Bun layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Kalau teman-teman kesulitan mencari lokasi Tarffic Bun, pesan saja lewat aplikasi ojek online, gampang ;).