Pengalaman Suntik Meningitis di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional

Meningitis

Sebentar lagi saya dan keluarga akan menunaikan ibadah umroh di Arab Saudi sana. Berdasarkan peraturan dari Pemerintah Arab Saudi, setiap Warga Negara Indonesia yang hendak memasuki wilayah Arab Saudi harus disuntik vaksi meningitis terlebih dahulu. Hal ini telah diatur pula oleh Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 13 Tahun 2016. Pemberian vaksin meningitis dilakukan maksimal 2 minggu sebelum keberangkatan karena vaksin tersebut baru bekerja efektif pada 10 sampai 14 hari setelah pemberian. Setelah pemberian vaksin, kita akan memperoleh buku kuning kecil yang disebut ICV (International Certifacate of Vaccination).

Kenapa sih kok harus suntik segala? Repot! Sepertinya tidak semua negara dikenakan peraturan ini bukan? Arab Saudi termasuk negara endemis Meningitis Meningokokus. Meningitis adalah sebuah penyakit yang berupa gejala peradangan yang menyerang lapisan selaput pelindung jaringan otak dan sumsum tulang belakang yang di akibatkan oleh bakteri atau virus, sebuah penyakit yang konon merenggut nyawa Olga Syahputra. Ketika dulu ke Mesir dan Turki, saya tidak pakai suntik-suntik seperti ini sih. Padahal bukankah kedua negara tersebut relatif dekat dengan Arab Saudi? Konon kita dapat membeli kartu kuning ICV secara ilegal, tanpa suntik lho, tapi hanya gosip yang tidak jelas kebenarannya ;). Ahhh, saya pribadi lebih memilih untuk mengikuti aturan saja lah. Toh saya yang sudah bertahun-tahun hidup di negara kepulauan tropis. Saya memang akan bertemu dengan berbagai manusia dari penjuru dunia di Mekah dan Madinah nanti, kota-kota di tengah gurun pasir dengan iklan dan keadaan yang berbeda dengan rumah saya. Tidak ada salahnya berjaga-jaga, meskipun saya yakin kuman penyakit di sana tidak semenyeramkan itu. Semua ada adalah tamu Allah yang sama-sama berniat untuk beribadah atas panggilan Allah.

Berhubung saya tinggal di wilayah Jabodetabek, maka saya mempertimbangkan untuk melakukan suntik meningitis di:

  • KKP Tanjung Priok Wilker Marunda, Jl. Raya Jayapura No. 1, Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara, Telepon 021-44853773.
  • KKP Tanjung Priok Wilker Sunda Kelapa, Jln. Baruna Raya No. 1, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Telepon 021-6917647.
  • KKP Kelas I Tanjung Priok, Jl. Raya Nusantara No. 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Telepon 021-43931045.
  • KKP Bandara Soekarno Hata, Jl. Area Perkantoran Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Telepon 021-5506068.
  • KKP Bandara Halim Perdana Kusuma, Jl. Jengki No. 45, RT/RW: 08/02, Kebon Pala, Cililitan, Jakarta Timur, Telepon 021-8000166.
  • Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Jl. MT Haryono Kav. 11, RT/RW: 01/06, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Telepon 021-29373377.
  • Rumah Sakit Persahabatan, Jl. Persahabatan Raya No. 1, Rawamangun, Jakarta Timur, Telepon 021-4891708.
  • Rumah Sakit Fatmawati, Jl. Rumah Sakit Fatmawati No. 1, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Telefon 021-7501524.
  • Rumah Sakit Haji Jakarta, Jl. Pondok Gede No. 4, Pinang Ranti, Jakarta Timur, Telefon 021-8000694.
  • Asrama Haji Bekasi, Jl. Kemakmuran No. 72, Bekasi, Jawa Barat, Telefon 021-88960946.

Banyak orang menyarankan untuk suntik di KKP Pelabuhan Tanjung Priok karena di sana tidak ada batas kuota vaksin per hari dan relatif sepi. Beberapa mengatakan bahwa kalau proses di sana hanya 15 menit saja, asalkan jangan di pagi hari ketika loket baru dibuka. Datanglah agak siang sedikit tapi di bawah pukul 12 karena ada waktu makan siang petugas antara pukul 12 sampai 1 siang.

Walaupun KKP Pelabuhan Tanjung Priok terletak nun jauh di ujung dunia dari rumah, saya awalnya berniat untuk melakukan vaksin di sana. Tapi sebelum saya berangkat ke sana, saya tergoda untuk suntik di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON), setelah melihat sebuah tulisan di Kompasiana. Katanya sih suntik meningitis di RS PON lantai 4, datang sekitar pukul 06:40 saja dapat nomor urut 1 dan pukul 9-an sudah selesai suntik. Tidak perlu antri dari jam 4 seperti di KKP Halim. Wow! Fantastis! Amazing! Kalau saya lihat, tulisan tersebut terakhir diperbaharui pada bulan Juli 2017. Walaupun si penulis tidak mencantumkan bulan atau tahun dia suntik, saya mengasumsikan bahwa kejadian yang beliau tulis itu terjadi pada Juli 2017. Pada tulisan ini, saya mengisahkan vaksinasi meningitis yang saya lakukan pada bulan Januari 2018, ahhh hanya berbeda sekitar 6 bulan, sepertinya RS PON boleh nih. Apakah kondisinya masih sama???

Sehari sebelum kedatangan, kami menelefon pihak RS PON di 021-29373377 dan memperoleh informasi bahwa RS PON melayani penyuntikan vaksin meningitis setiap hari senin, rabu dan jumat di lantai 2. Pemberian nomor antrian dilakukan mulai pukul 6 pagi dan pemanggilan sesuai antrian dilakukan mulai pukul 8 pagi. Persyaratan yang wajib dibawa adalah fotokopi passport, fotokopi KTP dan foto 4 x 6. Hhhmmmm pelayanan suntik meningitis di RS PON sudah pindah dari lantai 4 ke lantai 2.

Keesokan harinya, saya dan orang tua saya datang ke RS PON dan mengambil nomor antrian di loket informasi lantai 1. Di sana kami memperoleh formulir yang harus diisi dan nomor antrian yang …….. mengejutkan. Betapa kagetnya kami ketika kami memperoleh nomor antriam 50-an padahal waktu baru menunjukkan pukul 06:15. Cetakan waktu yang tertera pada kertas nomor antrian agak aneh, ahhh mungkin salah yaaa. Jangan-jangan nomor antriannya mulai di angka 50. Setelah berbincang-bincang dengan satpam yang ada di sana, kami memperoleh informasi bahwa pelayanan suntik meningitis dipindahkan dari lantai 4 ke lantai 2 karena semakin bertambahnya peminat, dan ternyata pembagian nomor antrian memang dimulai pukul 6 pagi tapi sebelum pukul 6, sudah ada yang menumpuk berkas, jam 5 pagi juga sudah ada. Jiaaahhhh, kalau begini caranya, ya sama saja seperti KKP Halim dong. Jadi sebelum antrian dibuka, orang-orang ada yang sudah datang menumpuk berkas dan nomor antrian dibuat mengikuti siapa yang menumpuk berkas paling awal. Selain itu ada pula orang-orang yang sudah melakukan pendaftaran secara online di kespel.depkes.go.id, aaah kenapa tidak terpikirkan oleh saya. RS PON sendiri hanya memiliki kuota 100 vaksin per hari, jadi nomor urut 101 sudah hampir pasti tidak akan memperoleh vaksin. KKP lain yang sudah lama melayani suntik meningitis seperti KKP Halim, memiliki kuota 250 vaksin per hari. Sedangkan khusus KKP Pelabukan Tanjung Priok tidak memiliki batas kuota. Aaahhhh kenapa kami tidak tetap di rencana awal ya? Seharusnya kami mengacuhkan tulisan di Kompasiana tentang meningitis di RS PON yang saya baca, dan tetap ke KKP Tanjung Priok saja. Aahhh apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, terpaksa kami melanjutkan proses suntik meningitis di RS PON. Toh katanya kan pada sekitar bulan Juli 2017 tersebut dikatakan bahwa suntik di RS PON hanya akan memakan waktu 15 menit saja bukan? Sejauh apa sih bedanya setelah sekitar 6 bulan berselang?

Meningitis

Meningitis

Kami lalu menunggu di lantai 2 RS PON sambil memakan sarapan yang kami beli dari pedagang kaki lima tak jauh dari RS PON. Pemanggilan nomor antrian ternyata tidak dilakukan pada pukul 8 pagi, melainkan pada pukul 07:30. Kami baru dipanggil pada pukul 09:30 di loket penerimaan yang letaknya tepat di depan tangga berjalan. Disana kami mengembalikan formulir dan semua persyaratan yang sudah kami siapkan. Fotokopi KTP, fotokopi Passport dan 1 lembar foto 4 x 6 itu memang benar-benar syarat mutlak dan diminta. Disana kami ditawarkan apakah kami hendak suntik meningitis saja atau meningitis plus flu. Harga suntik meningitis adalah Rp. 305.000 dan harga suntik flu adalah Rp. 275.000.

Meningitis

Meningitis

Setelah memilih suntik apa saja yang hendak kami pilih, kami diarahkan menuju ke loket pembayaran yang letaknya berada di belakang loket penerimaan. Di depan loket tersebut, kami memberikan berkas dari loket sebelumnya, lalu kembali duduk menanti nama kami dipanggil. Kami dipanggil dan membayar pada pukul 09:30. Di sana mereka menerima debit BCA dan Mandiri, jadi saya tidak khawatir disaat saya sadar bahwa saya kehabisan uang tunai :’D.

Meningitis

Setelah selesai membayar kami diarahkan menuju ruang tunggu pemeriksaan yang berada di samping loket pembayaran. Di sana kami menyerahkan surat-surat dari loket pembayaran kecuali kertas kuitansi berwarna kuning karena kertas tersebut diperuntukkan bagi kami selaku pasien. Lalu kami kembali duduk menunggu dipanggil untuk ditensi. Kami dipanggil pada pukul 10:20 dan Alhamdulillah hasilnya bagus sehingga kami dapat melanjutkan ke langkah berikutnya. Apabila hasil tensinya kurang baik, maka harus diperiksa dan dicek agar tensinya baik, barulah dapat melanjutkan ke langkah selanjutnya. Setelah ditensi, kami kembali menunggu sampai akhirnya pada pukul 10:40, kami dipanggil ke dalam ruang dokter.

Meningitis

Di sana kami ditanyakan mengenai alergi dan riwayat penyakit. Untuk ibu-ibu muda, harus menyertakan hasil testpack. Hal ini untuk mendeteksi dini apakah yang bersangkutan sedang mengandung atau tidak. Untuk ibu hamil, setahu saya, setelah suntik, akan diberikan obat tambahan yang harus diminum setelah pulang dari Arab Saudi.

Selanjutkan kami dipersilahkan untuk kembali memgantri di depan ruangan penyuntikan yang letaknya tepat di samping ruangan sebelumnya. Kami mulai masuk ruangan penyuntikan pada sekitar pukul 11:10. Proses penyuntikannya cepat sekali, hanya saja proses administrasinya sedikit lama. Jadi setelah disuntik, si penyuntik harus mengisi beberapa data ke dalam kartu kuning atau ICV yang akan diberikan kepada kami. Proses ini selesai sekitar pukul 11:20.

Meningitis

Wah, kok saya selalu mencantumkan waktu yaaaa. Ya jelas, saya menulis sebagian besar tulisan ini, sambil menunggu dan mengantri :’D. Ini merupakan pengalaman saya pada akhir Januari 2018. Memang sih, agak di luar ekspektasi. Saya terlalu terlena membaca “lucky story” bisa suntik meningitis super cepat padahal orang yang berangkat ke Arab Saudi semakin bertambah jumlahnya dan aliran informasi sudah semakin cepat sehingga memang semakin hari, akan semakin banyak orang yang mengetahui bahwa RS PON menerima suntik meningitis. Walaupun begitu, saya tetap bersyukur Alhamdulillah proses suntik meningitis sudah terlampaui. Walaupun banyak menunggunya, ruang tunggu RS PON terbilang nyaman, bersih dan yang terpenting, saya selalu memperoleh tempat duduk dengan mudah :). Para petugas pun ramah dan sangat membantu sehingga kami tidak kebingungan mencari lokasi loket atau ruangan tertentu.

Ketika saya hendak keluar dari RS PON, saya bertemu sepupu saya yang tidak dapat kuota vaksin di RS PON karena datang terlalu siang. Untuk dapat suntik meningitis di RS PON memang harus datang pagi dan ikhlas menghabiskan waktu untuk mengantri. Bagi rekan-rekan yang hendak suntik meningitis, saya sarankan untuk mencoba datang ke KKP Tanjung Priok dan atau mendaftar terlebih dahulu secara online di kespel.depkes.go.id. Selamat mencoba! 🙂

Sumber: 
kespel.depkes.go.id
kkppriok.blogspot.com/p/pelayana-vaksin.html
mencegahpenyakit.com/pengertian-dan-definisi-penyakit-meningitis-serta-kenali-gejalanya/
http://www.depkes.go.id/development/site/jkn/index.php?cid=2274&id=kemenkes-ketatkan-pengawasan-international-certificate-of-vaccination-(icv)-meningitis.html

Iklan

Mengurus Perpanjangan SIM 2016

SIM1

Selain orang yang lahir pada tanggal 29 Februari, pasti akan mengalami hari ulang tahun seriap tahunnya. Momen ulang tahun bisa jadi menjadi momen yang menyenangkan atau justru momen yang menyebalkan, tergantung situasi. Terlepas dari menyebalkan atau menyenangkan, ketika mendekati waktu ulang tahun, ada baiknya periksalah masa berlaku SIM teman-teman, apakah akan habis tahun ini? Tanggal masa berlaku SIM (Surat Izin Mengemudi) biasanya mengikuti tanggal ulang tahun lho. Tahun ini masa berlaku SIM dan KTP saya habis sebagaimana tertulis di kartunya. Syukurlah e-KTP sekarang berlaku seumur hidup jadi tulisan masa berlaku di e-KTP saya dapat saya abaikan. Pasal 64 ayat (7) huruf a UU No 24 Tahun 2013 menyatakan bahwa KTP-elektronik untuk warga negara indonesia masa berlakunya seumur hidup, hore, saya tak perlu ke Kelurahan :D.

Untuk SIM, perpanjangan harus tetap dilakukan sesuai dengan Pasal 214 PP 44/1993 yang menerangkan bahwa Surat Izin Mengemudi (SIM) berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang. Berdasarkan Surat Telegram dari Korlantas no 271/II/2015, perpanjangan SIM dapat dilakukan mulai 14 hari sebelum masa berlaku SIM habis. Nah itu kan batas minimal, berapa maksimal toleransi perpanjangan SIM? Perpanjangan SIM dapat dilakukan hingga maksimal 3 bulan dari habisnya masa berlaku SIM. Bila sudah melewati 3 bulan, maka kita harus membuat SIM baru di Polres domisili asal sesuai KTP-nya, tidak dapat memperpanjang lewat SIM online.

Apa itu SIM online? Maksud online di sini bukan berarti kita dapat memperpanjang lewat komputer pribadi yaa. Online disini artinya adalah kita dapat memperpanjang SIM di lokasi yang telah ditentukan tanpa melihat domisili asal kita di KTP, asalkan perpanjangan SIM-nya masih di bawah 3 bulan setelah masa berlaku berakhir. Contohnya adalah penduduk ber-KTP Jayapura dapat memperpanjang SIM di Jakarta, lumayan, tidak perlu repot-repot mudik bukan?

Untuk wilayah Jakarta, perpanjangan SIM dengan online sudah dapat dilakukan di Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas SIM) yang terletak di:
1.Jakarta Selatan: Kantor Polres Metro Jakarta Selatan, Jl. Wijaya 2, Mall Blok M dan Gandaria City
2. Jakarta Timur: Kantor Sat Wil Lantas Polres Metro Jakarta Timur, Kebon Nanas
3. Jakarta Utara: Jl. Gorontalo Raya, Tanjung Priuk
4. Jakarta Barat: Kantor SatPas Daan Mogot KM 11
5. Jakarta Pusat: Kantor Polsek Metro Kemayoran, Jl. Landasan Pacu
Untuk lokasi di daerah lainnya, dapat dilihat di https://www.polri.go.id/layanan-sim.php.

Selain di Satpas SIM, perpanjangan SIM konon sudah dapat dilakukan pula di Gerai SIM yang terletak di dalam Mall, yaitu:
1. Jakarta Barat: Mall Taman Palm, Jl. Kamal Raya Outer Ring Road, Cengkareng, No. Telepon 021-5435181
2. Jakarta Timur: Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jl. Mayjen. Soetoyo No. 76 (Lt.7) Kramat Jati, Cililitan No. Telepon 021-30019792
3. Jakarta Utara: Mall Artha Gading (Lt.1), Jl. Boulevard Artha Gading, No. Telepon 021-45864131
4. Jakarta Selatan: Mall Blok M Square dan Mall Gandaria City
Berdasarkan info dari http://www.poldametrojaya.info/bidang/bid-humas/gerai-stnk-dan-sim-di-lima-wilayah-dki-jakarta.html, gerai-gerai SIM diatas buka pada pukul 08:00 sampai pukul 14:00 WIB untuk hari kerja dan buka pada pukul 08:00 sampai pukul 11:00 WIB. Namun alangkah baiknya bila kita menelefon dahulu gerai-gerai tersebut atau bertanya-tanya dahulu karena konon jam operasionalnya sudah ada yang bergeser dan bahkan sudah tutup :P.

Terakhir, 1 lagi alternatif bagi yang hendak memperpanjang SIM adalah SIM Keliling yang untuk daerah Jakarta sendiri terdapat di:
1. Jakarta Pusat : Kantor Pos & Giro Lapangan Banteng
2. Jakarta Utara : PosPol Jembatan III
3. Jakarta Selatan : Depan Taman Makam Pahlawan Kalibata
4. Jakarta Barat : LTC Glodok (Minggu I, II) dan Citraland (Minggu III, IV)
5. Jakarta Timur : Astra Honda Dewi Sartika
Jam operasional untuk SIM Keliling adalah 08:00 – 14:00 pada hari kerja dan 08:00 – 12:00 untuk hari sabtu. Untuk Lebih info lengkapnya, kita dapat mengunjungi situs http://www.simkeliling.info atau menghubungi telefon 1500669.

Mau pilih perpanjang SIM di mana? Mau di Satpas SIM, Gerai SIM, atau SIM Keliling? 5 tahun yang lalu, saya melakukan perpanjangan SIM di Satpas SIM Jakarta Timur. Pada saat itu saya datang pada hari kerja sehingga hampir tidak ada antrian, sepi sekali. Prosesnya cukup cepat, hanya mengisi formulir, ke kasir, tes kesehatan lalu foto. Nah berdasarkan informasi yang saya peroleh, memperpanjang SIM di SIM Keliling biayanya lebih murah dan relatif cepat karena tidak ada tes kesehatan dan tidak diajak ikut asuransi bhayangkara. Namun SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C saja. Berhubung SIM saya adalah SIM A, maka tidak masalah jika tahun ini saya ingin mencoba memperpanjang SIM di SIM Keliling. Dengan demikian, beberapa minggu yang lalu, saya mampir ke SIM Keliling yang ada di Jakarta Timur.

SIM Keliling tersebut terletak di parkiran Astra Honda Dewi Sartika (seberang Rumah Sakit Budhi Asih) yang lumayan luas. Karena saya datang pada pukul 9 di hari sabtu, maka SIM Keliling tersebut sudah ramai, hiks! :(.

SIM3

Langkah pertama yang saya lakukan adalah datang ke mobil petugas dengan membawa 2 fotokopi KTP dan SIM lama. Dari sana, saya memperoleh formulir yang harus diisi.

SIM4 SIM5

Setelah selesai mengisi, saya kembalikan formulir tersebut kepada petugas. Kemudian saya harus menunggu sampai nama saya dipanggil lewat TOA. Menunggu ooh menunggu, inilah proses terlama dari perpanjangan SIM di SIM Keliling. Saya sampai bosan menunggu sambil bermain HP dan membuat kerangka tulisan ini ;).

Setelah hampir 2 jam menunggu, senang rasanya ketika nama saya dipanggil untuk masuk ke dalam mobil SIM Keliling. Di dalam mobil tersebut dilakukan proses foto, ambil sidik jari, tanda tangan, pembayaran dan KTP yang baru langsung diberikan, cepat.

Kalau dihitung-hitung, memperpanjang SIM di SIM Keliling memang lebih murah dibandingkan di Satpas SIM. 5 tahun lagi, kemungkinan besar saya akan kembali memperpanjang SIM di SIM Keliling, tapi tidak di hari sabtu tentunya. Hal tersebut akan saya lakukan kalau aplikasi memperpanjang SIM di HP Android masih belum sempurna. Sekedar informasi saja, saat ini sudah ada aplikasi Simobo di HP Android, namun banyak yang mengeluhkan bahwa proses registrasi dan input data pada Simbodo masih gagal dan tidak tersimpan. Sayang sekali kalau kemajuan ICT tidak dimanfaatkan dengan maksimal, padahal propabilitas terjadinya pencaloan, pungli dan korupsi dapat dikurangi dengan penyempurnaan aplikasi ini. Perlu keseriusan dan konsistensi dari pihak terkait, jangan asal buat lalu tidak dirawat, kapan mau maju :’D.

SIM2

SMS Aneh di Hari Selasa

Selama ini saya menggunakan HP dual SIM dengan nomor XL dan Telkomsel di dalamnya. Nomor XL biasanya saya pergunakan bagi orang-orang yang benar-benar saya kenal seperti famili, rekan kerja dan teman sekolah. Nah nomor Telkomsel saya biasa dipergunakan untuk jualan, mendaftar fitnes, TV kabel, undian berhadiah dan lain-lain yang sifatnya umum dan rawan disebarluaskan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Nomor Telkomsel biasa saya gunakan untuk telefon saja, jarang sekali saya cek SMS-nya karena sudah dipenuhi oleh spam-spam murahan yang sudah basi. Untuk email, WA, BBM, Line dan lain-lain saya pergunakan nomor XL saya.

Pada suatu pagi yang cerah, nomor Telkomsel saya tiba-tiba menerima SMS seperti berikut:

SMS1

Aneh sekali, saya langsung berpendapat bahwa ini hanya SMS “mama minta pulsa” model baru, maklum nomor Telkomsel saya sering menerima SMS-SMS tak jelas.

Tak sampai 30 menit, muncul lagi SMS-SMS dari nomor tersebut.

SMS2

Ahhh tetap saja saya yakin bahwa 100% ini adalah SMS penipu. Orang ini mau SMS ke siapa? Nama saya saja tidak tahu. Siapa nama orang ini? Tidak ada perkenalan tuh. Siapa anaknya? Sekolah apa? Di mana? Tidak ada keterangan yang jelas dan valid. Ahhh, saya lebih berfikiran logis, daripada memberikan sejumlah uang kepada orang yang tidak jelas asal usulnya, lebih baik saya memberikan sedekah ke masjid atau panti asuhan yang jelas manfaat dan penggunaannya.

Tak lama kemudian, munculah yang saya tunggu-tunggu, nomor rekening BCA tempat menampung sumbangan.

SMS3

Hafni? Wha siapa itu? Tidak kenah tuh. Sudah pasti ini bukan famili dekat saya. Sebenarnya dari bahasa SMS-nya saja saya sudah dapat menebak asal daerah mahluk yang meng-SMS saya hari itu ;), letaknya jauuuuuh dari rumah saya :’P.

Kemudian muncul kembali rentetan SMS-SMS dari orang tak dikenal tersebut.

SMS4

Kalau dilihat, orang ini berhenti mengirim SMS pada sekitar pukul 2 siang. Sejak pagi hingga sekitar pukul 2 siang, ia mengirim SMS terus menerus dengan rata-rata interval setiap 5 menit sampai 30 menit, jam 12 sampai jam 1 siang sempat vakum sejam mungkin karena makan siang atau tidur siang :P.

Tak tahukah beliau bahwa HP saya selalu menerima SMS-SMS alert dari server sehubungan dengan pekerjaan saya? Alhamdulillah sepertinya tidak. Mau SMS berapa kalipun, SMS-nya pasti akan terkubur dengan SMS-SMS alert pekerjaan, mesin kok dilawan :P. Untuk komunikasi dengan keluarga dan rekan kerja pun saya menggunakan WA, hanya almarhum ayah saya yang suka meng-SMS saya. Jadi ceritanya mau neror nih? Silahkan saja, “bodo amet”, toh saya baru membaca keseluruhan SMS ini pada sore hari. Saya bukan tipe orang yang memeriksa HP setiap ada SMS masuk. Kalau ada pesan WA masuk, nah itu pasti langsung saya cek, kerjaan gitu loh.

SMS6

Saya kurang tahu apakah orang ini adalah penipu atau orang salah sambung atau orang iseng atau orang tak tahu malu. Ahhh, keesokan paginya saya SMS saja beliau, siapa tahu ini memang salah SMS, mungkin dia mau meng-SMS famili atau kawannya. Dan ternyata dia menjawab dengan jawaban yang membuat saya yakin orang ini tidak salah SMS.

SMS5

Entah penipu atau orang iseng atau orang tak tahu malu, sudah pasti saya dan dia tidak saling mengenal, ia pun hanya mau meminta tanpa menjelaskan jati diri yang valid. Meminta bantuan kok terkesan seperti mem-push dan separuh memaksa begini ya, tak ubahnya seperti oknum-oknum pengamen di angkot yang bergaya sok sangar supaya penumpang angkot takut. Customer saya yang jelas-jelas berkontribusi terhadap gaji bulanan saya saja, tidak seperti itu ketika memberikan request.

Saat itu kebetulan saya memang punya 400 ribu, tapi saya tidak sudi memberikannya kepada mahluk yang cara memintanya kurang elok seperti ini. Menyumbangkan 400 ribu memang tidak sebanyak menyumbangkan 400 juta atau 400 milyar, tapi tetap jumlah itu lebih banyak dari 40 puluh ribu atau 4 ribu bukan? Semua bisa dipandang relatif, termasuk mengaku miskin, apa benar anda miskin? Jangan menyombongkan kemiskinan bung! Sombong itu 2 arah, bisa dilakukan si kaya dan bisa juga dilakukan si miskin :’).

Kalau ini memang modus penipuan, semoga tidak ada yang menjadi korbannya. Kalau ini memang ulah orang iseng atau orang tak tahu malu, semoga beliau cepat memperoleh hidayah. Bagaimana menurut teman-teman? Ada yang pernah memperoleh SMS seperti ini? 🙂

Perjalanan Berliku Berburu Stroller Perdana di Awal 2016

Diantara berbagai perlengkapan bayi, kereta bayi atau stroller dapat menjadi salah satu barang yang dicari oleh hampir setiap pasangan suami istri yang akan atau sudah memiliki bayi meskipun benda yang satu ini sebenarnya tidak wajib dimiliki. Maksud penggunaan stroller tentunya berbeda bagi setiap keluarga. Bagi saya, stroller akan dipergunakan tidak hanya di dalam rumah, tapi ketika kita membawa dedek bayi ke luar rumah juga. Lama kelamaan pegal juga kalau harus menggendong. Memang sih, beberapa mall di Jakarta sudah menyediakan penyewaan stroller gratis, tapi kan tidak semuanya, rasanya stroller gratis hanya tersedia di mall-mall yang agak mewah, itupun kebersihannya entah ok atau tidak, yaaah namanya juga dipakai bergantian x_x.

Sebagian famili dan kawan saya mengatakan bahwa stroller itu berguna dan terpakai. Tapi sebagian lagi berpendapat bahwa stroller itu tidak terpakai karena anak mereka tidak betah di dalam stroller. Bingung? Sooopasti, apalagi kami belum pernah memiliki stroller sebelumnya. Saya jadi ingat, ketika saya bayi dulu, saya menggunakan Stroller besar berwarna merah, heheheh, nah itu sepertinya terpakai. Setelah dipikir-pikir, aaahh sepertinya stroller akan terpakai juga asalkan strollernya nyaman, toh budgetnya ada . . . . . . . Pemikiran saya perihal budget tadi, ada di benak saya ketika saya belum melihat semua varian stroller-stroller yang ada di pasaran :’P.

Saya dam istri berburu stroller setelah pada akhir tahun lalu istri saya baru saja melahirkan anak pertama kami. Sebelum ia melahirkan, sebetulnya kami sudah beberapa kali pergi melihat-lihat stroller di ITC Cempaka Mas dan Bekasi Square. Karena kami masih belum berpengalaman, maka kami datang tanpa memiliki kriteria mau stroller yang seperti apa. Di sana kami melihat bahwa mayoritas toko-toko memajang dan menjual stroller-stroller merk Chocolatte, Elle, Baby Elle dan Aprica. Pada masa-masa awal perburuan stroller, setahu kami stroller merknya ya hanya 4 itu, harganya sekitar ratusan ribu hingga dua jutaan, yaaah masih cocok di kantong ;). Sewaktu itu sebenarnya kami tertarik pada stroller Elle Malibu 2 karena dapat dipergunakan oleh bayi yang baru lahir, dapat sekaligus berfungsi menjadi baby carrier, dapat didorong bolak balik 2 arah, terlihat cukup kokoh dan harganya terjangkau. Pada waktu itu kami hampir memutuskan untuk membeli Elle Malibu 2 seharga 1,3 juta. Namun ada rasa ragu karena yang tersedia hanya warna pink saja, tidak ada warna lain yang lebih netral. Berdasarkan hasil USG, anak kami memang kemungkinan besar perempuan, lha tapi bagaimana kalau tiba-tiba keluar laki-laki? Masak pakai stroller pink @__@.

Elle Malibu 2

Elle Malibu 2

Beberapa bulan kemudian, setelah putri pertama kami lahir dan berumur 3 bulan, dimulailah kembali perburuan stroller, eeng iing eeeng :D. Kami langsung berangkat menuju ITC Cempaka Mas untuk mencari Elle Malibu 2 warna pink. Godaan baru muncul ketika kami melihat Baby Elle Citylite 2 yang ringan dan nampak bagus. Elle Malibu 2 ternyata lebih berat dan ketika dilipat memakan tempat yang lebih banyak dibandingkan Baby Elle Citylite 2. Mengingat ketika pergi keluar rumah kami tidak selalu menggunakan mobil yang besar, tapi sering juga menggunakan mobil hatchback yang mungil, maka nampaknya kurang pas kalau kami membeli Elle Malibu 2 yang besaaaar.

Baby Elle Citylite 2 pun pada waktu itu dapat ditawar sampai ke harga Rp. 940.000 di toko online. Kami datang langsung ke toko di ITC untuk melihat dan menyentuh langsung barang yang hendak dibeli. Kalau di toko online ternyata bisa lebih murah yaaaa lebih baik beli di toko online saja ;). Karena pada waktu itu dedek bayi ikut kami bawa, maka ia dapat kami coba letakkan di dalam Baby Elle Citylite 2, seperti apa sih jadinya? Dan hasilnya ternyata kurang ok karena stroller ini terlalu kecil bagi putri saya yang memang agak besar dan panjang untuk bayi berumur 3 bulan. Ia nampak tidak bebas bergerak di sana, sempit. Nah kalau dia diletakkan di dalam Elle Malibu 2, ia tidak kesempitan tapi yaaa Elle Malibu 2 kan tidak muat dan repot kalau dibawa-bawa menggunakan mobil mungil kami :(. Karena bingung, maka kami kembali ke rumah, bertapa menunggu ilham hendak membeli stroller yang seperti apa karena paling tidak sekarang ini kategori dari stroller yang hendak kami cari semakin bertambah.

Kemudian kebingungan kami semakin bertambah setelah kami berburu stroller di Mothercare Kelapa Gading, ITC Kuningan, Mothercare Kokas dan yukibabyshop.com. Whaaaa ternyata stroller itu merk, fungsi dan harganya beragam yaa @__@. Ada merk Quinny, Mamas Papas, Joie, GB. Peg Perego, Combi, Maclaren, Pliko, Nuna, Bogaboo, Silver Cross, Mima, Combi dan lain-lain. Harga stroller ternyata banyak juga yang sampai di atas 5 juta, bahkan saya lihat ada yang sampai puluhan juta, ampun DJ hohohoho.

Berdasarkan pengamatan-pengamatan di berbagai toko tersebut, maka kami akhirnya memiliki kriteria dari stroller yang akan menjadi stroller perdana kami, yaitu:
1. Memiliki ukuran bagian dalam yang luas sehingga putri kami tidak kesempitan ketika berada di dalam stroller.
2. Memiliki dimensi yang kecil dan berat yang ringan ketika dilipat sehingga dapat masuk ke dalam bagasi mobil kami yang mungil. Banyak stroller-stroller mahal yang gagal memenuhi kategori ini. Yaaah mungkin logikanya adalah kalau mampu membeli stroller mahal, ya berarti mampu membeli mobil yang agak luas untuk jalan-jalan dengan anak.
3. Dapat didorong bolak balik dua arah sehingga dedek bayi dapat ditaruh di dalam stroller sambil melihat orang yang mendorong stroller tersebut. Dengan demikian kami dapat berinteraksi dengan bayi kami ketika kami sedang jalan-jalan menggunakan stroller.
4. Dapat dipasang mendatar sehingga bayi baru lahir dan bayi 3 bulan dapat menggunakan stroller tersebut. Ada beberapa stroller yang hanya dapat dipergunakan oleh anak 6 bulan ke atas.
5. Memiliki rangka yang kokoh dan kuat.
6. Memiliki bentuk yang menarik. Paling tidak bentuk strollernya tidak terlalu ketinggalan zaman sehingga tidak malu-maluin misalkan kami bawa ke tempat kerja istri atau resepsi pernikahan.
7. Harganya tidak lebih 5 juta, kalau bisa jauh lebih rendah dari angka 5 juta hehehehe. Rasanya terlalu berlebihan bila kami harus merogoh lebih dari 5 juta hanya untuk stroller yang kami sendiri tidak tahu akan benar terpakai atau tidak.
8. Rodanya tidak perlu yang besar karena toh kami kemungkinan besar hanya akan menggunakan stroller di rumah, mall atau klinik tempat praktek istri saya. Stroller beroda besar dapat dipergunakan di jalanan aspal dengan lebih nyaman, kalau hanya ke mall saja ya tidak terlalu perlu.
9. Tidak berwarna biru. Biru itu warna laki-laki, kasian ah kalau putri kami harus menggunakan stroller warna biru.

Saya yakin tidak mungkin ada stroller yang 100% mampu memenuhi kemauan kami di atas. Pasti terdapat kelemahan dan kami harus mau mentolelir itu. Pada akhirnya terdapat beberapa kandidat kuat calon stroller perdana kami yang mampu paling tidak mendekati beberapa kriteria yang tadi telah saya sebutkan, yaitu;

Baby Elle Citylite 2
Stroller besutan Baby Elle yang satu ini terbilang ringan, murah (bisa kurang dari sejuta), dapat didorong bolak balik 2 arah, dapat digunakan bayi berumur 3 bulan dan disainnya menarik terutama yang berwarna unggu. Ketika dilipat, stroller inipun nampak tidak terlalu besar. Tapi yaaa seperti pernah saya bahas sebelumnya di atas, Baby Elle Citylite 2 hanya memiliki ukuran seatbox 46 cm x 27 cm. Memang sih putri saya tidak akan selalu ada di dalam stroller, tapi kalau dia merasa kesempitan dan tidak nyaman di sana, yaaa bisa jadi dia tidak betah dan otomatis stroller ini masa pakainya akan pendek, sayang khan.

Baby Elle Citylite 2

Baby Elle Citylite 2

Quinny Zap Xtra 2
Melihat kelemahan pada Baby Elle Citilite 2 terkait ukuran seatbox-nya, Quinny Zap Xtra 2 mampu mengatasi itu karena stroller yang satu ini luas sekali seatboxnya yaitu 62 cm x 81 cm, putri saya terlihat nyaman ketika ditaruh di dalam Quinny Zap Xtra 2 meskipun harus ditambahkan bantalan. Seatbox Quinny Zap Xtra 2 memang hadir tanpa bantalan dan agak njeglong bentuknya sehingga untuk bayi berumur 3 bulan yang membutuhkan posisi tidur lurus, harus ada tambahan bantalan bayi. Opsi lain kalau tidak mau menggunakan bantalan tambahan adalah mengganti seatbox dengan car seat maxi cosi. Quinny Zap Xtra 2 memang compatible dengan car seat maxi cosi, ada adaptornya lho. Kalau saya perhatikan, desain Quinny Zap Xtra 2 terbilang lebih keren dibandingkan Citilite 2, namun kok seatbox-nya nampak agak tipis yaa. Melihat reputasi Quinny yang buatan luar negeri dan ada situs resminya, saya yakin seatbox tersebut akan kuat dan awet menahan berat putri saya :). Perlu dicatat pula, walaupun seatbox stroller ini besar ukurannya, dimensi Quinny Zap Xtra 2 ketika dilipat terbilang kecil lho, rasanya inilah stroller dengan dimensi lipatan terkecil yang pernah saya lihat :). Berbeda jauh dengan Quinny Zap yang kalau dilipat harus dipecah 2 dan memakan tempat. Sayang harga Quinny Zap Xtra 2 terbilang lumayan mahal bagi saya yaitu sekitar 5 juta plus harus membeli bantalan tambahan yang nyaman atau car seat maxi cosi untuk bayi dibawah 6 bulan, pas sekali atau bahkan sedikit di atas limit budget saya untuk stroller. Yaaah ada harga, ada rupa hehehehe.

Quinny Zap Xtra 2 Merah Berbagai Posisi

Quinny Zap Xtra 2 Merah Berbagai Posisi

Quinny Zap Xtra 2 Dilipat

Quinny Zap Xtra 2 Dilipat

Mamas Papas Urbo 2
Sesaat sebelum saya dan istri memutuskan untuk membeli Quinny Zap Xtra 2, saya berpapasan dengan dengan pasangan suami istri yang menggunakan sebuah stroller berbahan stainless stell yang kokoh dengan handle kulit yang nampak mewah. Setelah berbincang-bincang dengan mereka, ternyata mereka menggunakan stroller Mamas Papas Urbo 2. Saya dan istri langsung suka begitu melihat penampilan Mamas Papas Urbo 2. Didukung dengan pilihan warna yang memikat, stroller ini nampak lebih kokoh dan mewah dibandingkan Baby Elle Citilite 2 atau Quinny Zap Xtra 2. Kalau dilihat dari ukuran seatbox dan dimensi ketika dilipat, Mamas Papas Urbo berada diantara Baby Elle Citilite 2 dan Quinny Zap Xtra 2, tapi putri kami masih terlihat nyaman ketika kami masukkan ke dalam seatbox Mamas Papas Urbo 2 yang berukuran 53 cm x 83 cm.

Aneka Warna Mamas Papas Urbo 2

Aneka Warna Mamas Papas Urbo 2

Stroller18

Om Kanye West Pakai Urbo 2

Stroller16

Tante Kim Pakai Urbo 2

Mamas Papas Armadillo Flip
Mamas Papas Armadillo Flip merupakan alternatif yang sedikit lebih murah dari Mamas Papas Urbo 2 dengan lipatan yang sedikit lebih mudah dari Mamas Papas Urbo 2, namun memiliki ukuran seatbox yang sedikit lebih luas dari Mamas Papas Urbo 2. Wujud dan fungsi Mamas Papas Armadillo Flip mirip dengan Mamas Papas Urbo 2, tapi Mamas Papas Armadillo Flip tidak memiliki rangka stainless steele dan tidak memiliki pegangan kulit sehingga Mamas Papas Urbo 2 nampak lebih eksklusif daripada Mamas Papas Armadillo Flip.

Mamas Papas Armadillo Flip

Mamas Papas Armadillo Flip

Saya dan istri sudah melihat langsung kandidat-kandidat kuat di atas, namun kami tetap bimbang mau pilih yang mana. Kami pun melihat video contoh penggunaan di youtube dan review-review dari para pengguna. Yaaah kedua hal itu cukup membantu memberi kejelasan dari produk yang akan dibeli meskipun beberapa review agak kurang netral, seperti barisan sakit hati tidak kesampaian beli stroller merk tertentu heheheh. Kalau memang membeli Mamas Papas Sola yaa tidak perlu berlebihan mengejek Mamas Papas Urbo, sampai-sampai gambar Urbo lebih banyak dipajang di review-nya ketimbang Urbo :’P. Kalau memang kurang setuju akan penggunaan stroller berharga puluhan juta yang agak besar dimensinya, yaaa tak perlulah diulang-ulang keburukannya ditulis, harusnya untuk 4 musimlah, mobilnya tak muatlah, itu diulang-ulang. Hidup adalah pilihan dan pilihan kami akhirnya mengerucut kepada Quinny Zap Xtra 2 dan Mamas Papas Urbo 2 :).

Kalau dilihat dari luas seatbox dan tingkat kepraktisannya, Quinny Zap Xtra 2 lebih unggul. Kalau dilihat dari kekokohan dan penampilan, Mamas Papas Urbo 2 lebih unggul. Dan pemenangnya. . . . . adalah. . . . . . Mamas Papas Urbo 2 :).

Nah sekarang mau beli Mamas Papas Urbo 2 di mana yaahh? Setelah lihat sana-sini, ternyata harga Mamas Papas Urbo 2 yang termasuk paling ekonomis ada di yukibabyshop.com, babysandmom.com dan http://www.sweetmomshop.com. Lucunya, kok yukibabyshop.com dan babysandmom.com memiliki alamat yang sama yaaaaah? Toko yang sama dengan 2 situs yang terpisah. Keduanya sama-sama beralamat di Jl. Daan Mogot Raya KM 20 Nomor 42, Tangerang (dekat Polsek Batu Ceper). Sementara itu http://www.sweetmomshop.com beralamat di komplek Pluit Timur Blok D Utara No. 9, Jakarta Utara. Mana yang saya pilih? Mau ke Barat atau Utara? Diantara pilihan warna yang Mamas Papas tawarkan di Urbo 2, kami senang dengan warna camel dan Donna Wilson. Berhubung babysandmom.com memiliki Mamas Papas Urbo 2 Donna Wilson, maka kami berangkat ke arah Barat menuju babysandmom.com atau yukibabyshop.com. Warna camel sendiri habis, mayoritas toko menjual warna magenta.

Mamas Papas Urbo 2 Donna Wilson

Mamas Papas Urbo 2 Donna Wilson

Perjalanan menuju babysandmom.com yang konon terletak tak jauh dari Polsek Batu Ceper cukup panjang bagi saya, sudah seperti pergi ke planet lain :’D. Aaahhh tapi itu setimpal, di sana terdapat banyak pilihan stroller dan akhirnya kami tetap jadi membeli Mamas Papas Urbo 2 Donna Wilson.

Sampai Juga di babysandmom.com

Sampai Juga di babysandmom.com

Stroller tersebut cukup memuaskan dari segala aspek kecuali dari sisi dimensi ketika dilipat. Ketika dilipat, stroller ini muat untuk ditaruh di bagasi Honda Jazz atau Isuzu Panther. Namun bila diletakkan di bagasi Honda Brio yang super sempit, saya harus memecah stroller menjadi 2 bagian dan memcopot salah satu roda depan. Jadi bagian dorongannya diletakkan di dalam bagasi, sedangkan seatbox-nya diletakkan di tempat duduk. Yaaah, kalau mau muat semua ke dalam bagasi Honda Brio yah harusnya beli Quinny Zap Xtra 2. Yah hidup adalah pilihan, semua ada positif negatifnya. Sebenarnya hasil lipatan Mamas Papas Urbo 2 tidak terbilang jumbo untuk ukuran stroller. Saya rasa, bagasi Honda Brio memang super mungil hehehehehe.

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Stroller Perdana Kami

Gagang Stroller Perdana Kami di Bagasi Honda Brio

Dorongan Stroller Perdana Kami di Bagasi Honda Brio

Seatbox Stroller Perdana Kami di Bagasi Honda Brio

Seatbox Stroller Perdana Kami di Bagasi Honda Brio

Dengan demikian, berakhirlah petualangan saya dan istri dalam berburu stroller perdana kami. Walaupun Mamas Papas Urbo 2 dapat digunakan hingga anak umur 3 tahun, tidak menutup kemungkinan kami akan membeli stroller pocket yang mungil tapi untuk anak-anak 6 bulan ke atas karena posisinya hanya bisa duduk. Well, sampai jumpa di perburuan berikutnya. . . ;). Oooh yaa ada yang tahu siapa itu Mba Donna Wilson? Saya membeli Mamas Papas Urbo 2 Donna Wilson karena suka dengan corak warnanya, entah siapa itu Mba Donna :’D.

Who is Mba Donna Wilson?

Who is Mba Donna Wilson?

Sumber: www.bambinogoodies.co.uk, www.dailymail.co.uk, www.everythingmomandbaby.com, www.pinterest.com, www.pushchairexpert.com, www.quinny.com, www.mamasandpapas.com, http://www.minhasdikas.com, www.beddingsquare.com.au.

Fitur-Fitur Microsoft Excel

Pada waktu SMP dulu, saya diajarkan untuk menggunakan program komputer WS untuk menghasilkan tulisan yang biasanya pada akhirnya akan dicetak. Selain WS, saya pun diajarkan Lotus yang biasa dipergunakan untuk melakukan perhitungan masal dan bentuknya tabel. Sekarang, WS dan Lotus sudah tinggal sejarah. Fungsi WS sudah tergantikan oleh Microsoft Word dan fungsi Lotus sudah tergantikan oleh Microsoft Excel. Sewaktu saya kuliah, saya sering sekali menggunakan Microsoft Word dan merasa bahwa Microsoft Excel tidak terlalu berguna. Setelah bekerja, saya baru merasakan betapa bermanfaatnya Microsoft Excel karena sehari-hari saya sering melakukan olah data. Olah data secara masal akan lebih mudah dengan bantuan fitur-fitur yang Microsoft Excel berikan. Dari ratusan fitur-fitur tersebut berikut fitur-fitur Microsoft Excel yang paling sering saya pergunakan.

1. Formula vlookup
Vlookup dipergunakan untuk melakukan pencocokan dan menampilkan pasangan karakter yang hendak ditampilkan. Berikut cara-caranya:

a. Misalkan saya memilki 2 Sheet yaitu Sheet Report1 dan Sheet No TCR. Saya ingin mencari tahu isi kolom Site ID dan Status dari HCR No. pada Sheet No TCR. Jawabannya sebenarnya ada pada Sheet Report1, di sana terdapat pasangan-pasangan dari setiap Site ID, Status dan HCR No. Dengan vlookup, pencocokan masal dapat dilakukan dengan cepat.
Excel1 Excel2

b. Pilih kolom yang ingin kita ketahui nilainya dari pencocokan, lalu cari VLOOKUP pada Name Box yang ada di sekitar kiri atas dan tekan Enter. Berikutnya akan muncul Function Arguments.

Excel3

c. Sort nilai yang akan dicocokkan, dalam kasus ini seluruh kolom A pada Sheet No TCR.

Excel4

d. Masukkan nilai sumber pencocokkan pada Table_array, dalam kasus ini adalah seluruh kolom A dan B pada Sheet Report1.

Excel5

e. Masukkan berapa kolom yang diperlukan dari kolom HCR No. ke kolom Site ID pada Col_index_num, dalam kasus ini nilai 2 yaitu kolom A & B pada Sheet Report1. Misalkan yang hendak dicari adalah GM Area dari HCR No. , maka Col_index_num nilainya 7 yaitu jumlah kolom dari kolom A sampai kolom G pada Sheet Report1.

Excel6

f. Masukkan angka 0 yang artinya False pada Range_lookup agar pencocokan dilakukan untuk nilai yang sama persis, bukan mendekati. Nantinya hasil akan keluar bisa nilai A pada Sheet Report1 sama persis dengan nilai A pada Sheet No TCR.

Excel7

g. Nilai B2 Sheet No TCR sama dengan nilai B9 Sheet Report1 karena nilai A2 Sheet No TCR dan A9 Sheet Report1 sama-sama HCR00023 nilainya.

Excel8

h. Berikut hasilnya bila cara yang sama diberlakukan untuk mencari nilai kolom B & C Sheet No TCR.

Excel92. Formula Menemukan Durasi Waktu
Saya biasa menggunakan TODAY pada pengurangan waktu untuk memperoleh nilai durasi hari yang terhitung sampai tanggal terkini, tanggal ketika file excel tersebut dibuka. Berikut cara-caranya:

a. Misalkan saya ingin memasukkan ke dalam kolom D, informasi akan durasi hari dari dari yang ditunjukkan oleh kolom C hingga hari ketika saya membuka file Excel tersebut. Pada kolom cell D2, saya masukkan formula =TODAY()-C2 sehingga muncul sebuah deretan informasi tapi masih dalam bentuk tanggal, bukan hari.

Excel10b. Pada cell D2, lakukan klik kanan mouse, lalu pilih “Format Cells…” dan mengganti kategori menjadi “Number” sehingga muncullah durasi dalam satuan hari pada cell D2 :). Karena saya membuat contoh ini pada 31-8-2015, maka muncul angka 50 pada D2.

Excel11

Excel12

Excel13

c. Lakukan “copy” dan “paste” cell D2 ke dalam cell-cell di bawahnya sehingga diperoleh durasi hari pada kolom D.

Excel14

3. Formula If

Ahhhh if adalah formula yang ada pada berbagai bahas pemrograman seperti C++, Pascal, Basic dan kawan-kawan. Mirip seperti pada bahasa pemrograman, if pada Excel dipergunakan untuk menentukan nilai benar atau salah dari hasil ekpresi logika. Formulanya kurang lebih seperti ini: = if(ekspresi logika;nilai benar;nilai salah). Formula ini dapat dibuat bertingkat atau nested seperti ini: =if(ekspresi logika;nilai benar;if(ekspresi logika 2;nilai benar;if(…. dan seterusnya maksimal sampai 8 tingkat. Formula ini dapat digunakan bersambung di kolom atau cell lain pula. Agar lebih jelas, berikut contohnya:

a. Misalkan saya ingin mengelompokkan nilai-nilai pada kolom D apakah termasuk kecil sekali atau kecil atau sedang atau besar atau besar sekali dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Nilai D adalah Kecil Sekali bila nilainya lebih kecil sama dengan 0.
  2. Nilai D adalah Kecil bila nilainya lebih besar dari 0 dan lebih kecil sama dengan dari 100.
  3. Nilai D adalah Sedang bila nilainya lebih besar dari 100 dan lebih kecil sama dengan dari 200.
  4. Nilai D adalah Besar bila nilainya lebih besar dari 200 dan lebih kecil sama dengan dari 300.
  5. Nilai D adalah Besar Sekali bila nilainya lebih besar dari 300 dan lebih kecil sama dengan dari 400.
  6. Nilai D adalah Error bilai nilainya lebih besar dari 400.

Excel38

b. Masukkan nilai =IF(D2<=0;”Kecil Sekali”;IF(D2<=100;”Kecil”;IF(D2<=200;”Sedang”;M2))). Pada contoh kali ini, saya coba buat contoh untuk formula if yang bersambung ke cell lain, dalam hal ini cell M2. Karena pengelompokkannya terdiri dari 6 aturan, maka sebenarnya semua dapat dimuat dalam 1 formula tanpa harus bersambung.

Excel39

c. Masukkan =IF(D2<=300;”Besar”;IF(D2<=400;”Besar Sekali”;”Error”)) pada cell M2.

Excel40

d. Lakukan copy dan paste pada cell-cell di bawahnya dan diperoleh hasil pengelompokan pada kolom L. Kolom M hanyalah coretan untuk contoh penggunaan formula if yang bersambung.

Excel41

4. Grafik
Dalam setiap laporan atau presentasi, saya sering harus membuat grafik dari tabel data yang cuantik :P. Ahhhh, supaya lebih jelas, berikut contohnya:

a. Misalkan saya ingin membuat grafik dari data pada beberapa cell di kolom A dan D seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah.

Excel15

b. Sort cell-cell tersebut lalu pilih menu “Insert” sehingga muncul pilihan jenis grafik apa yang ingin ditampilkan. Misalkan grafik batang yang hendak ditampilkan, maka pilihlah “Column” dan varian dari grafik batangnya, apakah yang datanya dijejerkan? Apakah yang datanya dijadikan dalam 1 batang Apakah bentuk batangnya tajam-tajam?

Excel16

c. Misalkan jenis grafik batang yang dipilih adalah grafik batang yang tidak tajam dan datanya dibuat berjejer tidak disatukan dalam 1 batang, maka akan muncul gambar seperti di bvawah ini.

Excel17

d. Warna yang otomatis muncul biasanya biru, tapi itu bisa diubah dengan memilih warna-warna lain yang terletak pada menu “Design”.

Excel18

e. Bosan dengan warna yang itu-itu saja? Yuk kita coba tambahkan variasi yang dapat mempercantik grafik. Lakukan klik kanan pada gambar grafik dan pilih “Format Chart Area”.Excel19

f. Pilih “Fill” lalu silahkan pilih jenis variasi yang hendak dibubuhkan pada grafik.

Excel20

Excel21

5. Pivot
Pivot digunakan untuk membuat pengklasifikasian bertingkat sekelompok data. Inilah salah satu fungsi yang sering saya pergunakan untuk memperoleh jumlah dari beberapa data yang disajikan terpisah namun masih dalam 1 tabel data yang sama, bingung? Aaaahhhh supaya jelas, berikut contohnya:

a. Misalkan saya ingin mengetahui berapa tiket HCR berstatus solved yang dibuat oleh Alief Cakep untuk GM Area Route 2 dan berapa tiket berstatus open yang dibuat oleh Tono untuk GM Area Route 1. Kemudian saya ingin melihat bagaimana perbandingan jumlah creator, status dan GM Area dengapn meisahan setiap Mgr. Area dalam 1 grafik yang sama. Data tiket HCR ada pada kolom A, data creator ada pada kolom E, data status ada pada kolom G, data GM Area ada pada kolom H dan data Mgr. Area ada pada kolom I. Maka pertama-tama pilih “Insert” lalu “Pivot Table” dan Pivot Chart”.

Excel22

b. Pilih semua cell pada kolom A, E, G, H dan I, atau boleh juga semua kolom asalkan terdapat kolom A, E, G, H dan I di dalamnya.

Excel23

c. Perhatikan pilihan judul kolom yang terletak di bawah tulisan “Choose fields to add to report”, posisinya ada di bagian kanan. Di antara pilihan tersebut, tarik “Created by” (judul kolom E) dan “GM Area” (judul kolom H) ke dalam kotak yang berjudul “Row Labels”. Lalu tarik pula “HCR No.” (judul kolom A) ke dalam kotak yang berjudul “Values”. Kemudian tarik “Status” (judul kolom G) ke dalam kotak “Column Labels”. Terakhir, tarik “Mgr. Area” (judul kolom H) ke dalam kotak “Report Filter”.

Excel24

d. Diperoleh data bahwa tiket HCR berstatus solved yang dibuat oleh Alief Cakep untuk GM Area Route 2 adalah sebanyak 1. Sedangkan tiket berstatus open yang dibuat oleh Tono untuk GM Area Route 1 adalah sebanyak 1.

Excel25

e. Muncul grafik yang dipisahkan berdasarkan data Mgr. Area.

Excel26

6. Text to Column
Seringkali saya memperoleh deretan data yang bentuknya tidak rapi atau ideal ketika di paste ke Excel. Di sanalah fungsi text to column dapat dipergunakan, berikut contohnya:

a. Misalkan saya hendak memisahkan karakter sebelum huruf R dengan karakter sesudah huruf R pada semua cell di kolom H. Pilih “Data”, kemudian “Text to Column”.

Excel33

b. Pilih “Delimited”.

Excel34

c. Pilih “Other” lalu masukkan “R” pada cell kosong disamping pilihan “Other”. Cell kosong tersebut hanya dapat dimasukkan 1 karakter, bukan kata apalagi kalimat.

Excel35

d. Lihat “Data Preview” apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan? Kalau sudah, pilih “Finish”.

Excel36

e. Karakter sebelum huruf R akan muncul di kolom H dan karakter setelah huruf R akan muncul di sebelah kolom H yaitu kolom I.

Excel37
7. Formula SEARCH dan MID

Gabungan formula Search & Mid dapat dipergunakan untuk menampilkan potongan karakter dari cell lain dengan karakter/kata/kalimat sebagai tanda pemisah, berikut contohnya:

a. Misalkan saya ingin menampilkan di kolom K, 5 karakter setelah kata-kata CR dari semua cell di kolom A.

Excel30

b. Masukkan formula =MID(A2;SEARCH(“CR”;A2);5) pada K2. Pada formula ini, SEARCH dipergunakan untuk mencari kata-kata CR pada kolom A2 itu ada pada karakter keberapa dihitung dari karakter pertama. Kemudian informasi tersebut dipergunakan untuk melengkapi fungsi MID sehingga diperoleh 5 karakter setelah kata-kata CR pada A2. Pada contoh di bawah ini, saya masukkan pula SEARCH(“CR”;A2) pada J2 untuk melihat hasil dari fungsi SEARCH sebelum digabungkan dengan fungsi MID.

Excel31

c. Lakukan copy paste pada cell-cell di bawahnya sehingga kita memperoleh hasil seperti di bawah ini.

Excel32

 

Sekian kumpulan fitur-fitur Excel yang relatif sering saya pergunakan di kantor. Semoga bermanfaat :).

Pengalaman Membeli Mobil di Akhir Tahun 2014

Menjelang akhir tahun 2014 lalu saya berniat untuk membeli mobil yang akan saya pergunakan di sekitar Jabodetabek. Karena saya kurang faham akan mesin dan serba serbi tentang mobil, saya berencana membeli mobil baru saja, bukan mobil bekas, takut salah beli, mobil itu bukan barang murah bagi saya. Setiap mobil memiliki waktu pakai masing-masing, mobil bekas sudah pasti usia pakainya lebih tua dibandingkan mobil bekas. Selain itu kita tidak tahu apa saja yang pernah menimpa mobil bekas tersebut, pernah kena banjir, kecelakaan atau lainnya. Sebenarnya semuanya tidak masalah andaikan kita lihai dan faham akan serba serbi permobilan. Bagaimanapun juga, mobil bekas sopasti lebih murah ketimbang mobil baru lhooh.

Setelah memutuskan untuk membeli mobil baru, saya berburu ke dealer-dealer mobil terdekat. Awalnya saya bingung ingin memilih untuk membeli mobil yang seperti apa jenisnya. Kalau dari bentuk, saya pribadi lebih senang dengan mobil jip seperti Toyota Rush, Mitsubishi Pajero dan kawan-kawan. Berhubung pengguna mobil ini nantinya bukan saya seorang saja, melainkan istri saya juga, mobil dengan bentuk jip tidak masuk lagi ke dalam kategori pencarian saya. Maka saya mulai mempertimbangkan fungsi dan harga dalam pencarian mobil ini.

Mobil Pajero

Mitsubishi Pajero

Mobil Pajero Spec1

Spec Pajero

Mobil Pajero Spec2

Spec Pajero

Kalau dilihat dari fungsi dan harga, sepertinya mobil-mobil 3 baris tempat duduk seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda Mobilio, Suzuki Ertiga dan kawan-kawan akan lebih cocok bagi saya dan istri saya. Karena di akhir tahun 2014 lalu Toyota Avanza diskon gila-gilaan untuk menghabiskan stok 2014, saya pribadi sangat tergoda untuk membelinya, sayang istri saya kurang senang dengan Toyota Avanza karena bentuknya terlalu pasaran, membosankan dan kurang bagus. Weleh-weleh, entah kenapa saya sedikit setuju juga dengan pendapat tersebut, bentuk Avanza dan Xenia memang sudah lama seperti itu saja, tidak berevolusi.

Mobil Avanza 1

Toyota Avanza

Mobil Avanza 2

Fitur & Spec Avanza Veloz

Hhhhmmmm, kalau begitu mobil apa yah yang kira-kira cocok? Setelah browsing-browsing, akhirnya kami tergoda dengan Chevrolet Spin, mobil 3 baris tempat duduk yang bermesin diesel dengan cc rendah (1,3 cc) dan dirakit di Bekasi. Sayang belakang baru diketahui bahwa pabrik GE (General Motors) yang merakit Chevrolet Spin di Bekasi akan ditutup dan karyawannya terkena PHK semua :(. Terlepas dari tutupnya pabrik tersebut, saya tergoda dengan hadirnya mesin diesel cc kecil, biasanya mesin diesel memiliki cc yang besar, cc besar biasanya lebih boros bahan bakar. Harga mesin diesel sendiri sebenarnya relatif lebih mahal mahal ketimbang mesin berbahan bakar bensin biasa, namun mesin diesel lebih sederhana dan relatif lebih kuat, perawatannya cenderung tidak banyak mengeluarkan biaya, selain itu harga Solar lebih murah dibandingkan harga Premium atau Pertamax. Sayang sekali ketika saya hampir membayar DP ke dealer Chevrolet, saya & istri saya berubah pikiran. Selain harga jual mobil bekas non Jepang biasanya turun drastis dan suku cadangnya pun relatif mahal serta sulit diperoleh, kami memutuskan untuk mengalokasikan sebagian dana yang kami miliki untuk membangun rumah. Terpaksalah kami harus mencari mobil dengan harga yang lebih rendah lagi. Hmmmm bingung lagi deh mau mobil yang seperti apa :(.

Mobil Spin 1

Chevrolet Spin

Mobil Spin 2

Spec Spin

Spec Spin

Spec Spin

Berhubung Nissan March saat itu sedang discount besar juga dan harganya dibawah Toyota Avanza atau Chevrolet Spin, maka saya & istri saya datang ke dealer Nissan untuk test drive dan tanya-tanya. Mulai saat itu kami memutuskan untuk membeli mobil tipe hatchback. Memang sih kapasitasnya terbatas, tapi kalau dipikir-pikir toh kami belum memiliki anak. Kalaupun nanti ada anak, rasanya mobil berkapasitas 4 sampai 5 orang seperti Nissan March masih dapat dipergunakan. Selain itu, kami saat ini masih tinggal di Apartemen yang parkirannya amit-amit penuhnya. Parkirnya relatif sulit karena agak mepet-mepet, lebih praktis kalau menggunakan mobil kecil. Tapi sebenarnya saya pribadi kurang suka dengan bentuk Nissan March sejak awal. Maaf tapi menurut saya bentuknya agak “culun”. Untunglah tambahan disain V di bagian depan Nissan March terbaru memang berhasil memperganteng tampilan Nissan March, meskipun setelah dipikir-pikir, . . . . yaaa tetap kurang ok juga :’D.

Mobil March 1

Nissan March

Mobil March 2

Fitur Nissan March

Mobil March 3

Spec March

Setelah lama berfikir, akhirnya kami memutuskan untuk turun derajat lagi. Kami mulai melihat mobil-mobil tipe termurah dari produsen mobil Jepang terkemuka yang mayoritas dihuni oleh mobil-mobil hatchback mungil dan masuk ke dalam kategori LCGC (Low Cost Green Car). Apa itu LCGC? Teorinya sih LCGC adalah mobil murah ramah lingkungan. Terlepas dari perdebatan politis apakah LCGC benar berguna bagi bangsa dan negara atau tidak, saya tertarik untuk meninjau kemungkinan membeli mobiil LCGC. Mobil yang masuk ke dalam spesifikasi LCGC pastilah mengalami downgrade dibandingkan produk lainnya meskipun sudah memperoleh keringanan pajak dari pemerintah. Sepengetahuan saya, ada 5 mobil LCGC yang saat itu beredar di Indonesia, yaitu Suzuki Karimun Wagon R, Datsun Go+ Panca, Honda Brio Satya, Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. Wah wah wah, mau pilih yang mana ya?

Mobil Datsun 1

Datsun Go+ Panca

Mobil Datsun 2

Spect Datsun Go+ Panca

Mobil Karimun 1

Suzuki Karimun Wagon R

Mobil Karimun 2

Spec Karimun Wagon R

Mobil Agya Ayla 1

Toyota Agya

Mobil Agya Ayla 2

Spec Toyota Agya

Brio 1

Honda Brio Satya

Brio 3

Spec Honda Brio

Keenamnya memiliki harga yang beti alias beda-beda tipis, mirip, tak jauh berbeda. Datsun Go+ Panca lebih dahulu tereleminasi karena kasus knuckle dan cakramnya yang berkarat. Walaupun jawaban resmi dari Datsun adalah bahwa komponen tersebut memang tidak dilapisi anti karat tapi Datsun menjamin kekuatan dan umur dari komponen tersebut, saya termasuk orang yang tidak mau mengambil resiko, apalagi Datsun bukanlah merk yang terbilang populer di Indonesia belakangan ini.

Melihat dari bentuk, spesifikasi keamanan dan jumlah silinder, singkat kata akhirnya kami memilih untuk membeli Honda Brio Satya karena Honda Brio Satya memiliki 4 silinder, bentuk yang sesuai dengan selera kami dan fitur keamanan yang relatif lebih lengkap dibandingkan para pesaingnya. Mobil 4 silinder tentunya relatif lebih kuat dan memiliki getaran yang lebih sedikit dibandingkan mobil 3 silinder. Fitur keselamatan Honda Brio Satya pun relatif lebih lengkap dan meyakinkan karena dilengkapi oleh dual SRS airbag, ABS + EBD, pretensioner with load limiter seatbelt & G-CON + ACE.

Brio 4

Exterior Brio Satya

Brio 5

Interior Brio Satya

Brio 6

Interior Brio Satya

Brio 7

Fitur Keamanan Brio

Brio 8

Fitur Keamanan Brio

Kelemahan Honda Brio adalah pada bagian belakangnya yang didominasi oleh kaca, yaahh mirip Honda Civic tahun 80-an. Masalahnya apakah kaca tersebut cukup kuat? Saya percaya bagian belakangnya cukup kuat karena saya melihat demo membanting bagasi belakang Honda Brio dan hasilnya tidak retak atau pecah. Selain itu saya belum mendengar banyak kasus terkait masalah pada bagian belakang “mobil setrikaan” ini.

Brio 2

Bagian Belakang Honda Brio

Oh iya, ada satu lagi kelemahan Honda Brio Satya. Mobil ini dijual oleh dealer Honda yang terkenal pelit diskon atau promo :(. Hal ini sangat kontras bila dibandingkan dengan para pesaingnya. Akhirnya setelah berputar-putar dari 1 dealer Honda ke dealer Honda lainnya, akhirnya kami menemukan sales Honda yang relatif banyak memberikan promo dan diskon dibandingkan sales lainnya. Meskipun bekerja kepada 1 dealer yang sama, setiap sales bisa saja memberikan promo dan diskon yang berbeda-beda lhooo, tergantung orangnya ;).

Setelah test drive, akhirnya kami jadi membeli Honda Brio Satya merah walaupun konon warna mobil selain warna hitam, abu-abu atau putih relatif sulit dijual. Saya bosan dengan mobil warna abu-abu atau putih karena warna mobil saya sebelumnya berwarna abu-abut dan putih. Yah sudahlah, toh kami bukan tipe orang yang bosenan atau gonta ganti mobil. Rencananya mobil ini akan kami pergunakan sampai “habis” masa pakainya, sampai mogok-mogok tak jelas suatu hari nanti :).

Untuk tipe Honda Brio Satya yang kami beli, kami memilih tipe E dengan transmisi manual. Tipe E memang tipe yang paling lengkap dan mahal, tapi itu sebanding karena interiornya memang lebih bagus ketimbang 2 tipe di bawahnya. Pada awalnya kami ingin membeli Honda Brio Satya E yang bertransmisi automatic, tapi melihat jeda harga sekitar 20 juta-an, yaaah lebih baik kami membeli Brio Satya E yang bertransmisi manual saja. Mobil-mobil manual jaman sekarang sudah empuk dan ringan kok perpindahan giginya, tidak seperti mobil-mobil manual jadul yang pernah saya miliki sebelumnya x__x.

Brio 9

Tipe-Tipe Honda Brio

Setelah beberapa bulan mobil tersebut saya pergunakan di jalanan Jakarta yang macet, ternyata bensinnya sekitar 1:11, tidak sehemat yang saya prediksi sih :(. Apalagi kalau saya lihat di manual Honda Brio Satya, kendaraan mungil ini didisain untuk menggunakan bahan bakar RON (Research Octane Number) 90 ke atas padahal saya biasa menggunakan bensin Premium (RON 88). Bahan bakar di Indonesia yang memiliki nilai RON di atas 90 adalah Pertamax (RON 92), Pertamax Plus (RON 95), Shell Super (RON 92), Shell V-Power (RON 95) dan lain-lain, yang pasti harga per liternya lebih mahal daripada Premium :(. Kalau saya tetap menggunakan Premium, maka pembakaran di karburator mobil saya tidak akan optimum karena bahan bakar terbakar tidak pada waktu yang tepat sehingga terjadi detonasi pada mesin yang pada akhirnya akan mengurangi “usia” mesin mobil saya. Kalau mobil ini ingin saya pergunakan kira-kira sampai 4 atau 5 tahun, sebaiknya saya menggunakan Premium saja, toh pemilik setelah saya yang akan terkena dampaknya hehehehe. Tapi kalau saya bermaksud untuk menggunakan mobil ini sampai lebih dari 5 tahun, yaa dengan berat hati sebaiknya saya menggunakan Pertamax dan kawan-kawan :(, … entah … sampai saat ini saya masih menggunakan Shell Super tapi bukan tidak mungkin besok saya pindah ke Premium karena faktor harga.

Walaupun tidak sehemat yang saya prediksi dan didisain untuk menggunakan bahan bakar non subsidi, mobil yang saya beli tersebut ternyata cukup nyaman kalau dipergunakan ke luar kota seperti Puncak. Tidak ada masalah ketika kami bermacet ria di jalanan yang menanjak :).

Setelah seharian dipergunakan, entah di dalam kota atau di Puncak, mobil tentunya harus dicuci. Saya biasa mencuci mobil sendiri, lebih hemat hohohoho. Ketika sedang mencuci mobil tersebut, saya merasakan dan melihat bahwa plat body-nya Honda Brio Satya ini terasa tipis, berbeda dengan Honda New Brio (CBU). Plat Honda Brio Satya memang lebih “kaleng” dibandingkan plat Honda Jazz dulu yang pernah saya kemudikan, yaaah namanya juga mobil LCGC, pastilah berbeda dengan Honda Jazz dan New Honda Brio (CBU) yang tergolong bukan mobil LCGC. Tapi paling tidak ketipisan plat body tersebut ternyata tidak membuat mobil bergoyang ketika mobil kami dilewati bus atau kendaraan besar berkecepatan tinggi ketika kami sedang melaju di jalan tol.

Dari segi penampilan, Honda Brio Satya sama saja dengan Honda Brio Sport (CBU) meskipun harganya jauh berbeda karena Honda Brio Sport (CBU) bukan mobil LCGC dan diimport dari luar. Banyak pemilik Honda Brio Satya yang mengubah stiker belakang supaya mobilnya dikira Honda Brio Sport (CBU). Bah, percuma, setiap saya melihat Honda Brio sopasti itu Honda Brio Satya kecuali kalau warnanya biru atau hijau. Perlu diketahui, warna biru dan hijau hanya dimiliki oleh Honda Brio Sport (CBU), sedangkan warna oranye hanya dimiliki oleh Honda Brio Satya. Sementara itu warna lainnya seperti merah, hitam, putih dan lain-lain dimiliki oleh Honda Brio Satya dan Honda Brio Sport (CBU) hehehehe.

Apapun warnanya, apapun tipenya, semurah apapun harganya, saya bersyukur sudah dapat membeli kendaran dengan jerih payah sendiri. Semoga berkah dan tidak kena baret motor :P. Pendapat saya di atas adalah pendapat saya pribadi, mohon maaf kalau ada yang menyinggung terutama teman-teman yang bekerja di bidang otomotif :).

Sumber: www.chevrolet.co.id, www.toyota.astra.co.id, www.honda-indonesia.com, www.daihatsu.co.id, www.suzuki.co.id, www.nissan.co.id, www.datsun.co.id.

Tips Mencari Rumah

Memiliki rumah adalah pilihan tempat tinggal nomor 1 bagi mayoritas orang Indonesia, termasuk saya. Rumah yang saya maksud di sini adalah rumah yang sudah berdiri, entah itu rumah second atau rumah baru gress. Keuntungan membeli rumah yang sudah jadi antara lain adalah dapat ditinggali dengan cepat, kecuali kalau rumah barunya sedang dibangun pengembang atau rumah bekasnya sedang direnovasi.

Kelebihan dan kekurangan dari rumah yang dipilih semuanya bergantung dari lokasi, lingkungan, harga dan lain-lain. Kesemuanya adalah pedang bermata dua, bisa jadi merupakan keuntungan, bisa jadi merupakan kekurangan.

Yang pasti, rumah itu berdiri di atas tanah yang kian hari harganya terus naik. Dari segi finansial, untuk jangka panjang, membeli rumah tetap relatif lebih menguntungkan daripada membeli apartemen ;). Tapi memilih rumah yang pas untuk kita tidaklah mudah, saya pernah merasakannya :’D. Berikut hal-hal yang menjadi pertimbangan saya ketika mencari rumah dulu:

1. Lokasi, Lokasi & Lokasi
Lokasi saya tulis 3 kali, bukan sekali, karena lokasih adalah hal yang paling penting dalam memilih rumah. Lokasi dari rumah yang kita pilih sebaiknya strategis. Tapi strategis dalam hal apa? Strategis itu subjektif sekali loooooh. Strategis dalam hal kenaikan harga di masa depan, atau strategis dalam hal jauh dekatnya ke tempat-tempat tertentu.
Strategis dalam hal kenaikan harga tentunya sangat menggiurkan. Biasanya rumah yang seperti ini memiliki lokasi yang beberapa tahun kedepan akan ada fasilitas tambahan dibangun di dekatnya seperti pusat perbelanjaan, jalan tol dan lain-lain. Memprediksikan hal-hal yang seperti ini sulit namun tidak mustahil. Saya sendiri pernah membeli rumah yang pada saat saya beli hanya terdapat 2 mall dan 1 akses gerbang tol di dekatnya, kemudian sekitar 5 tahun kemudian sudah ada 6 mall, 1 akses gerbang tol di dekat rumah yang saya beli. Harga rumah pun melonjak sekitar 4 kali lipat :). Entah kapan saya bisa menemukan yang seperti itu lagi, susahhh.
Nah strategis dalam hal jaraknya dengan tempat-tempat tertentu pastilah setiap orang tidak sama. Ada yang lebih memilih kalau rumahnya dekat dengan kantor atau dekat dengan rumah famili. Perlu diingat bahwa ada kalanya kita pindah tempat kerja, jadi kalau memilih rumah berdasarkan jaraknya ke kantor, rasanya kurang pas, tapi kalau terlalu jauh dari kantor ya kurang bagus juga, bisa tua di jalan nanti x_x. Sebaiknya seimbang saja, relatif tidak jauh dari kantor atau rumah famili.
Bagaimana kalau kita pendatang dan tidak punya famili? Biasanya pasti kita bertanya kepada teman yang tinggal di kota tersebut perihal lokasi mana yang strategis. Nah disinilah biasanya muncul pendapat-pendapat lebay yang terlalu membangga-banggakan tempat tinggal masing-masing, pokoknya lokasi tempat tinggal saya lebih baik dari lokasi mana pun di Bumi :P. Apabila hal ini terjadi, sebaiknya cukup ingat saja plus minusnya, tetaplah objektif dan jangan terpancing apalagi langsung terhipnotis, dengarlah pendapat orang lain juga :).

2. Pendanaan
Harga rumah semakin hari semakin mahal. Hampir dipastikan karyawan biasa seperti saya harus kredit ke bank apabila ingin memiliki rumah di Jabodetabek, wilayah yang jaraknya dari kantor, relatif masuk akal untuk saya tempuh setiap hari. Kalau dulu saya masih mampu membeli rumah di Bekasi, maka junior-junior saya sekarang mungkin mampunya membeli rumah-rumah yang lebih ke pinggir lagi. Olehkarena itulah, saran saya bagi teman-teman yang baru mulai bekerja, kalau bisa, kredit rumahlah dahulu, baru kredit kendaraan kemudian. Harga rumah akan terus naik, harga kendaraan akan turun per tahunnya.
Membeli rumah dengan tunai memang akan lebih murah dibandingkan dengan kredit ke bank karena ada bunga bank. Masalahnya apakah kita memiliki dana sebesar itu saat akan membeli rumah? Kalau tidak, ya terpaksa meminjam dana dari bank melalui KPR (Kredit Pemilikan Rumah).
Kalau mengajukan permohonan KPR ke bank, sebaiknya langsung ajukan permohonan kepada lebih dari 1 bank. Kenapa? Biasanya maksimal bank hanya meminjamkan 70% dari harga rumah untuk rumah pertama. Kalau kita sedang mencicil properti lainnya, maksimal bank hanya akan meminjamkan 60% dari harga rumah. Harga rumah yang dimaksud disini adalah harga rumah menurut estimator bank yang bersangkutan. Nah hasil taksiran ini bermacam-macam, tidak sama untuk setiap bank sehingga dana yang cair pun berbeda-beda untuk setiap bank. Kalau kita mengajukan permohonan ke beberapa bank, maka kita akan memiliki opsi dalam waktu yang singkat. Belum tentu pemilik rumah yang hendak kita beli, bersedia menunggu terlalu lama lho.
Persyaratan KPR relatif serupa tapi tak sama untuk setiap bank. Berdasarkan pengalaman saya, berikut persyaratan KPR:
a. WNI dan berdomisili di Indonesia
b. Telah berusia 21 tahun atau telah menikah.
c. Memiliki Pekerjaan dan Penghasilan Tetap sebagai pegawai tetap/wiraswasta/profesional dengan masa kerja/usaha minimal 1 tahun.
d. Memiliki NPWP Pribadi.
Setiap bank memiliki kebijakan dan persyaratan lain yang tentunya tidaklah sama. Yang sama adalah pasti ada bunganya, eeeng inggg eeeng x__x. Wahduh, bunga bank ada yang fix untuk beberapa tahun pertama, ada pula yang fluktuatif mengikuti BI rate. Sayangnya kalau rate naik, bunga akan naik tapi kalau rate turun bunganya ogah ikutan turun, kira harus rajin komplain :(.
Dana yang kita cicil ke bank pun ada yang berbentuk piramida, ada pula yang berbentuk piramida terbalik. Singkat kata, dari total dana yang kita cicil pada tahun pertama, bisa saja 90%-nya digunakan untuk membayar bunga bank, 10%-sisanya dipergunakan untuk membayar hutang pokok. Bank ingin cepat untung dan tetap untung besar apabila kita ingin melunasi KPR sebelum waktunya. Harga rumah terus naik dan bank juga ingin mengambil keuntungan dari keadaan ini. Kalau ada jalan lain, sebaiknya tidak usah KPR.
Saran saya adalah sebaiknya kita cari pinjaman dana dari saudara terdekat dahulu, pinjaman tanpa bunga. Lumayan khan kalau bisa dapat, asalkan kita tetap amanah, jangan mentang-mentang dana dari famili dekat, tidak dibayar-bayar, bisa rusak tuh hubungan persaudaraannya ;’/.

4. Sumber Informasi
Bagimana kita mengetahui rumah mana saja yang dijual? Cara yang paling tradisional adalah berkeliling mencari rumah yang dipasangi spanduk dengan tulisan “Dijual”. Wahh tapi itu sangat melelahkan yaaaa.
Cara yang murah meriah dan cukup tepat adalah meminta bantuan satpam untuk mencarikan rumah yang dijual. Biasanya satpam-satpam memiliki info yang akurat untuk hal ini. Komisinya pun tidak semahal broker rumah. Tapi cakupan wilayahnya tidak besar dan mereka tidak bisa diajak diskusi mengenai KPR dan lain-lain.
Kalau meminta bantuan broker rumah, sudah pasti kita akan ditanyakan perihal anggaran dan spesifikasi dari rumah yang dicari. Cakupan wilayah pencarian luaaaasss tapi komisinya besaaaarrr, amit-amit deh. Banyak rumah di lingkungan rumah orang tua saya harganya “rusak” gara-gara broker rumah :'(. Broker rumah dapat berperan mencarikan rumah, dapat pula berperan menjualkan rumah. Harga rumah menjadi mahal, mahal karena mereka menjanjikan bahwa mereka mampu menjualkan sebuah rumah dengan harga yang tinggi. Selain ini komisi mereka pun membuat harga rumah yang sudah dibuat tinggi tersebut semakin tinggi :(. Sebenarnya tidak semua broker rumah melakukan hal ini, ada juga broker rumah yang lebih rasional dan fair. Membeli lewat broker rumah ada positifnya juga lho, mereka membantu proses KPR, surat-surat dan lain-lain. Pas sekali bagi teman-teman yang ingin cepat dan tidak repot. Semoga teman-teman ketemu dengan broker rumah yang tidak terlalu memberatkan :).
Pertama kali saya berhubungan dengan broker rumah adalah ketika saya mencari rumah lewat internet. Daripada mencari iklan rumah di koran, lebih praktis mencarinya di internet. Selain karena dapat dengan mudah dibuka di HP, saya suka mencari rumah melalui internat karena di sana saya dapat langsung melihat gambar, alamat, harga dan detail-detail lainnya. Search-nya pun dapat difilter semau kita. Berikut daftar situs pencarian rumah yang pernah saya pergunakan:
http://www.trovit.co.id
http://www.urbanindo.com
http://www.rumah123.com
http://www.rumahku.com
http://www.kaskus.co.id
http://www.olx.co.id
http://www.rumah.com
http://www.propertiproperti.com
http://www.griyakita.com
carirumah.net
http://www.lamudi.co.id
rumahdijual.com
http://www.rumahcitra.com
Jangan kaget kalau disana banyak terdapat broker rumah karena memang lebih banyak broker rumahnya ketimbang pemilik rumah langsung ;). Kalau ada rumah yang kita minati sebaiknya langsung telefon saja karena bisa saja rumah yang diiklankan langsung laku atau bisa saja itu iklan palsu. Iklan agar kita menghubungi yang bersangkutan. Nanti dia akan menanyakan spesifikasi rumah yang kita cari. Dia akan bantu carikan dengan imbalan dalam bentuk komisi ;). Mencari rumah itu tidak mudah looh, ada kalanya kita memang membutuhkan bantuan dari broker profesional.
Sebenarnya iklan di situs-situs jual rumah tidak hanya berisikan broker atau pemilik langsung, ada pula pihak marketing dari real estate, mulai dari real estate kecil-kecilan sampai yang sudah punya nama. Tidak ada salahnya membeli rumah dari real estate kecil-kecilan, siapa tahu cocok ;).

5. Kualitas Rumah
Membeli rumah baru dari siapapun, baik dari real estate kecil-kecilan maupun real estate ternama membutuhkan pengawasan yang teliti. Apakah spesifikasi dari rumah baru yang dibeli sesuai dengan perjanjian dimuka? Contohnya adalah apakah dengan menggunakan batako di lantai 1, rumah tersebut dapat direnovasi menjadi rumah 2 lantai dikemudian hari? Apa yang harus dilakukan? Pastilah berbeda untuk setiap kasus.
Kalau kita membeli rumah dari perorangan, pastilah akan ada biaya renovasi keluar dari kantong kita, yaaaah namanya juga rumah bekas.
Kemungkinan-kemungkinan ini harus dijadikan bahan pertimbangam ketika akan membeli rumah. Syukur-syukur gejala ketidak beresan dapat terlihat dimuka. Terkadang, ada gejala yang tidak terlihat kasat mata karena si penjual sangat jago memoles rumah yang hendak dijualnya.
Pengalaman seorang kawan saya, dia membeli rumah dan sekitar 3 bulan kemudian salah satu bagian rumah tersebut miring. Semakin lama, semakin miring, hanya waktu robohnya saja yang belum nampak x__x. Saran saya adalah berdoa dan berusaha. Teliti sebelum membeli dan berdoa sebelum tanda tangan surat jual beli di kantor notaris ;).

6. Waspada Terhadap Penipu!
Penipu ada dimana-mana, ketika dulu saya sedang mencari rumah saya beberapa kali berpapasan dengan penipu. Secara garis besar ada 2 jenis kasus terkait hal ini.
Kasus pertama adalah ketika saya melihat iklan rumah dijual dengan harga yang sangat murah. Iklan tesebut dilengkapi dengan spesifikasi rumah, alamat rumah, gambar rumah. Dari alamatnya saya tahu itu dekat rumah orang tua saya, namun karena iklan dipasang pada pagi hari, saya sudah terlanjur ke kantor. Sekitar 1 jam setelah iklan dipasang, saya mencoba telefon si pemasang iklan beberapa kalo. Namun sayang, nada sibuk saja yang saya dapatkan. Ketika menjelang jam makan siang, saya coba telefon lagi dan hasilnya ada yang menjawab. Ketika saya menanyakan perihal rumah yang dijual, si penjual mengatakan bahwa tadi pagi rumah tersebut sudah ada yang lihat dan langsung bayar DP. Kemudian dia mengatakan kepada saya bahwa kalau saya minat serius, sebaiknya transfer uang DP ke dia saat ini juga sebelum DP dari orang yang katanya sudah melihat rumah tadi pagi, lunas terbayarkan. Siapa yang tercepat memberikan DP, dialah yang disahkan menjadi pembelinya. Bah, belum lihat rumah, belum ketemu langsung kok minta transfer uang??? Karena curiga, saya desak untuk bertemu sekarang juga atau paling tidak alamat lengkap rumah yang dijual supaya famili saya saja yang datang langsung untuk melihat-lihat. Apa jawabnya? 1000 alasan dikeluarkan, pokoknya intinya si penjual ini mengaku bahwa dia tidak mau pusing-pusing lagi, kalau minat transfer saja, kalau tidak ya silahkan tutup telefon. Saya pun memilih untuk menutup telefon. Keesokan harinya, karena penasaran, saya menghampiri alamat dari rumah yang katanya dijual itu dan apa hasilnya? Tidak ada rumah yang dijual dia alamat tersebut. Ya, sah! Si penjual yang kemarin saya telefon adalah penipu. Beberapa minggu kemudian saya melihat aksi penjual dengan modus yang sama. Saya tetap berusaha menelefon karena siapa tahu benar-benar ada penjual yang sedang butuh dana cepat. Tapi kalau si penjual langsung minta transfer tanpa saya lihat dahulu rumahnya, maka saya memilih mundur dengan alasan takut ditipu dan tidak percaya dengan si penjual :).
Kasus kedua adalah ketika saya telah menghubungi si penjual dan sudah setuju untuk bertemu di depan runah yang dijual. Sayangnya, saya tidak dapat masuk ke dalam rumah tersebut dengan alasan rumah tersebut sedang dikontrakan dan kontraknya baru akan habis bulan depan. Sebelum saya datang, sudah ada orang lain yang melihat ke dalam, jadi tak elok rasanya kalau di hari yang sama saya masuk lagi ke dalam. Si pengontrak pastilah tidak senang. Alhasil saya hanya dapat melihat bagian depan rumah secara langsung tapi informasi sisanya dalam wujud foto saja. Kemudian si penjual mengatakan bahwa calon pembeli yang datang sebelum saya sudah mentransfer DP untuk pembelian rumah tersebut dengan harga tertentu. Apabila saya berminat, maka saya diminta untuk membayar DP untuk pembelian dengan harga di atas harga yang sudah disetujui oleh si penjual dan calon pembeli sebelum saya. Saya pribadi langsung menolak meskipun rumah tersebut memang dijual dengan harga awal sedikit di bawah harga rata-rata, tidak terlalu mencurigakan. Masalahnya apakah rumah tersebut benar-benar milik si penjual? Kalaupun benar milik si penjual, apakah benar rumah tersebut sedang dikontrakkan? Jangan-jangan itu hanya alasan supaya saya tidak melihat kelemahan dari rumah tersebut, entah dalamnya sudah keropos, lapuk, miring atau . . . Kalaupun rumah tersebut dalam kondisi baik dan memang benar sedang dikontrakkan, apakah si penjual dapat saya percaya? Saya rasa tindakan si penjual yang menawarkan saya untuk membeli dengan harga yang lebih tinggi dari calon pembeli sebelum saya, bukanlah tindakan gentelmen, calon pembeli sebelum saya tersebut sudah lunas membayar DP lho, saya pun diperlihatkan kuitansinya. Nanti kalau saya sudah lunas membayar DP, jangan-jangan saya akan “dikhianati” seperti calon pembeli sebelum saya, ogaaah.
Dari kedua contoh kasus di atas, pada intinya jangan mentransfer uang kepada siapapun sebelum kita benar-benar melihat langsung rumah yang akan dibeli. Selain itu kita juga harus tahu betul bahwa yang bersangkutan adalah pemilik sah dari rumah yang dijual. Jangan mau ditekan untuk memutuskan suatu hal dengan terburu-buru. Usaha boleh maksimal, tapi kalau itu rumah memang bukan rezeki kita, apa mau dikata ;).

7. Kondisi Lingkungan
Lingkungan dari rumah yang akan kita beli tentunya sangat penting karena hal ini akan mempengaruhi tingkat kenyamanan ketika kita menghuni rumah tersebut nantinya. Apakah lingkungannya rawan kejahatan? Apakah lingkungannya merupakan sarang bandit? Lingkungan dapat mempengaruhi kita juga terutama bagi kawan-kawan yang memiliki anak. Nanti anak-anak saya akan bergaul dengan anak yang seperti apa ya kalau tinggal di rumah itu? Anak-anak yang berpendidikan atau anak-anak tukang mabuk? Hal ini harus dipikirkan juga, jangan sampai menyesal dikemudian hari.

8. Probabilitas Terjadinya Bencana
Bencana memang tak dapat ditolak, tapi manusia harus berusaha mencegahnya. Kalau kita memang besar di suatu daerah tertentu, kita pasti tau daerah mana yang rawan banjir dan daerah mana yang rawan longsor. Tapi bagimana dengan orang luar daerah yang belum tahu apa-apa? Cobalah bertanya kepada tukang becak, warung atau tukang ojeg terdekat mengenai kondisi daerah rumah yang akan kita beli. Jangan bertanya kepada pemilik rumah atau broker rumah. Biasanya mereka akan bengatakan bahwa rumah tersebut bebas banjir. Kalaupun daerah dekat rumah tersebut sudah terkenal langganan banjir, biasanya mereka akan “ngeles” yaaa hanya jalannya yang banjirlah, yaaa sudah ada BKT-laaah, yaaa sudah ada tanggul-laaaah, yaaa . . . . yang pasti rumahnya belum tenggelam :P. Tapi kalau teman-teman tidak keberatan apabila harus menghadapi banjir tahunan atau 4 tahunan, ya tidak masalah ;).

9. Gengsi
Di setiap daerah pasti ada suatu wilayah yang dianggap bergengsi bagi beberapa orang tertentu. Contohnya adalah Jakarta Selatan, Bintaro, Cinere.
Jakarta Selatan saya akui memang relatif lebih hijau dibandingkan dengan kawasan Jakarta lainnya tapi tidak semua wilayah di Jakarta Selatan itu lebih baik. Saya ingat ada beberapa teman sekolah dulu yang merasa hebat karena rumahnya masuk Jakarta Selatan padahal lokasi rumahnya super macet, banjir dan aksesnya kurang baik. Bagi si empunya merasa bangga, tapi bagi teman-temannya yang sudah datang ke sana merasa prihatin. Di sini saya kadang merasa sedih :P.
Agak lebih ke Selatan Jakarta lagi ada wilayah yang disebut Bintaro. Bintaro memang masuk ke dalam wilayah Jakarta Selatan tapi kemudian bermunculan perumahan-perumahan di selatan Bintaro original dengan menggunakan nama perumahan yang ada kata-kata Bintaro-nya. Lama kelamaan daerah yang dulunya masuk Serpong coret pun diakui sebagai Bintaro, Bintaro KW :P. Nama Bintaro terus digunakan mungkin karena gengsi dan lebih menjual? Buktinya beverapa orang yang tinggal di wilayah Bintaro KW kalau ditanya rumahnya dimana pasti akan menjawab Bintaro padahal rumahnya sudah masuk Tangerang Selatan atau Serpong :). Selama 4 tahun bekerja di wilayah Bintaro KW, saya akui pertumbuhannya sangat pesat, harga tanahnya naik dengan cepat juga, cocok untuk investasi :). Sayang ada pertimbangan-pertimbangan pribadi lain yang membuat saya enggan untuk membeli properti di sana.
Tidak jauh berbeda dengan Bintaro KW, ada sebuah wilayah yang bernama Cinere. Cinere itu masuk Depok looooh, tapi kenapa kebanyakan teman-teman saya yang tinggal di Cinere selalu menyebut Cinere sebagai lokasi rumahnya, bukan Depok. Sementara itu mayoritas teman-teman saya yang tinggal di wilayah lain tapi termasuk Depok, menyebutkan Depok sebagai lokasi rumahnya. Apakah mungkin karena Cinere lebih terkenal? Maaf tapi bagi saya pribadi, Cinere itu terasa jauuuuuhh dari kantor atau tempat tinggal saya, hehee. Jadi tidak semua orang memiliki respon yang wow ketika mendengar kata Cinere. Banyak sekali famili saya yang tinggal di sana sehingga saya memang beberapa kali merasakan perjalanan menuju Cinere.
Mohon maaf bagi teman-teman yang rumahnya di Jakarta Selatan, Bintaro atau Cinere, contoh di atas adalah contoh gengsi lokasi. Ini hanya pendapat pribadi dari seseorang yang sudah terlanjur nyaman tinggal di Jakarta Pusat. Saya rasa dari sudut pandang lain pastilah ada yang mengatakan bahwa Jakarta Pusat bergengsi atau tidak nyaman atau rawan maling atau . . . tapi menurut saya pribadi, Jakarta Pusat sama seperti wilayah-wilayah lainnya, ada baik dan buruknya. Sebaiknya jangan memasukkan faktor gengsi ketika sedang mencari rumah, baik gengsi lokasi, bentuk rumah, lingkungan dan lain-lain. Lingkungan bergengsi yang penuh artis, belum tentu lingkungannya sehat bagi keluarga kita. Bentuk rumah yang keren, siapa tahu justru mudah bocor atau rusak karena desainnya aneh-aneh.

Akhir kata, sebaiknya lihatlah poin nomor 1 sampai 8 di atas. Poin nomor 9? Jangan dijadikan pertimbangan, jadikanlah pengingat saja agar jangan membeli rumah karena gengsi. Tapi belilah karena hal lain terlepas apakah rumah tersebut memiliki gengsi dalam hal tertentu dan bagi orang-orang tertentu. Selamat berburu rumah ;).