Ringkasan Objek Wisata Bangkok & Pattaya

Bangkok

Mirip ketika sedang merencanakan perjalanan ke Singapura pada 2016, pada tahun 2017 awal, saya kembali membuat rangkuman dan contekan mengenai objek wisata yang mungkin saya kunjungi di daerah Bangkok dan Pattaya. Informasi singkat ini merupakan rangkuman mengenai hal-hal yang penting saja demi melancarkan perjalanan wisata saya dan keluarga pada Hari Pertama Membawa Bayi Ketika Wisata Bangkok & Pattaya, Hari Kedua Membawa Bayi Ketika Wisata Bangkok & Pattaya, Hari Ketiga Membawa Bayi Ketika Wisata Bangkok & Pattaya, Hari Keempat Membawa Bayi Ketika Wisata Bangkok & Pattaya, Hari Kelima Membawa Bayi Ketika Wisata Bangkok & Pattaya. Berikut rangkuman atau ringkasan yang saya susun pada tahun 2017 lalu:

Samut Prakan Area

Ancient City (Mueang Boran atau เมืองโบราณ)

Bangkok

Tipe: Sejarah
Website: http://www.ancientcitygroup.net/ancientsiam/
Alamat: 296/1,Sukhumvit Rd., Bang Pu, Muang Samut Prakan, Samutparkan, 10270, Thailand. Telp. +66 2 709 1644.
Jam Buka: 09:00-19:00 setiap hari
Harga Tiket Masuk 2017: 400 THB (kendaraan), 700 THB (dewasa) dan 350 THB (anak). Diskon via website: 600 THB (dewasa) dan 350 THB (anak).
Penjelasan: Sebuah taman luas yang berisi replika berbagai peninggalan Thailand dari era Dvaravati, Ayuthaya, Lanna (13th – 18th century), Sukhothai (12th – 14th century), U-Thong (12th – 15th century), dan lain-lain. Taman Mini nya Thailand.
Transportasi: Gunakan kereta sampai Stasiun Bearing. Lanjut naik taksi selama kurang lebih 30-45 menit menuju Mueang Boran.
Saran:
Sekitar 1,5 jam perjalanan dari pusat kota Bangkok.
Rata-rata pengunjung menghabiskan 2,5 jam di sana.
Terdapat fasilitas trem dan sepeda gratis.
Jam-jam tram adalah 10-12 am, 1-3 pm, 3-5 pm, 5-7 pm.
Sewa golf cart tidak gratis, tarif sewanya perjam.
Belilah tiket melalui situs resmi, biasanya diskon sampai 50%, tapi harus siapkan akun paypal.

Bangkok Inner City Area

Grand Palace (Phra Borom Maha Ratcha Wang atau พระบรมมหาราชวัง) & Wat Phra Kaew (วัดพระแก้ว)

Bangkok

Tipe: Sejarah
Website: palaces.thai.net/vt/vtgp
Alamat: Na Phra Lan Rd, Phra Nakhon, Bangkok, 10200, Thailand. Telp. +66 2 222 8181.
Jam Buka: 08:30-15:30 setiap hari (kecuali kalau ada perayaan).
Harga Tiket Masuk 2017: 500 THB
Transportasi: Gunakan kereta sampai Stasiun Saphan Taksin (S6). Exit nomor 2. Lanjut naik Chao Phraya Express dari Dermaga Sathorn (Central Pier) ke Dermaga Tha Chang.
Saran:
Rata-rata pengunjung menghabiskan 0,5-1,5 jam di sana.
Harus menggunakan pakaian sopan dengan bahu dan kaki tertutup. Kalau tidak maka dapat menyewa kain penutup.
Gunakan sepatu, jangan sandal.
Ada pintu masuk khusus wisatawan lokal dan ada pintu masuk khusus wisatawan asing. Jangan salah pintu, ada modus penipuan di dekat pintu masuk, tanyalah petugas, jangan warga lokal biasa.

Wat Pho (Wat Phra Chetuphon Vimolmangklararm Rajwaramahaviharn atau วัดพระเชตุพนวิมลมังคลารามราชวรมหาวิหาร)

Bangkok

Tipe: Sejarah
Website: watpho.com
Alamat: 2 Sanamchai Road, Grand Palace Subdistrict, Pranakorn District, Bangkok 10200, Thailand. Telp. +66 2 225 9595.
Jam Buka: 08:00-17:00 setiap hari (kecuali kalau ada perayaan).
Harga Tiket Masuk 2017: 100 THB.
Transportasi: Gunakan kereta sampai Stasiun Saphan Taksin (S6). Exit nomor 2. Lanjut naik Chao Phraya Express dari Dermaga Sathorn (Central Pier) ke Dermaga Tha Tian (N8). Jalan kaki sekitar 250 meter menuju Thai Wang Road. Atau bisa juga jalan kaki sedikit dari Grand Palace.
Saran:
Harus menggunakan pakaian sopan dengan bahu dan kaki tertutup. Kalau tidak maka dapat menyewa kain penutup.
Jalan antara Grand Palace dan Wat Pho rawan penipuan Tuktuk, waspadalaaaaah masbro.

Wat Arun (Wat Arun Ratchawaramahawihan atau วัดอรุณราชวราราม ราชวรมหาวิหาร)

Bangkok

Tipe: Sejarah
Website: http://www.watarun.net
Alamat: 158 Wang Doem Rd, Khwaeng Wat Arun, Khet Bangkok Yai, Krung Thep Maha Nakhon 10600, Thailand. Telp. +66 2 891 2185.
Jam Buka: 08:00-17:30 setiap hari.
Harga Tiket Masuk 2017: 50 THB
Transportasi:
Gunakan kereta sampai Stasiun Saphan Taksin (S6). Exit nomor 2. Lanjut naik Chao Phraya Express dari Dermaga Sathorn (Central Pier) ke Dermaga Tha Tian (N8). Gunakan fery penyeberangan menuju Wat Arun [N8].
Saran:
Harus menggunakan pakaian sopan dengan bahu dan kaki tertutup. Kalau tidak maka dapat menyewa kain penutup.
Paling bagus dilihat ketika sunset dari sisi seberang Dermaga Tha Tian.

Ananta Samakhom Throne Hall & Vimanmek Mansion

Bangkok

Tipe: Sejarah
Website: http://www.vimanmek.com/
Alamat: 16 Rajvithi Rd, Khwaeng Dusit, Khet Dusit, Krung Thep Maha Nakhon 10300, Thailand. Telp. +6626286300.
Jam Buka: 10:00-16:00 selasa-minggu kecuali kalau ada event.
Harga Tiket Masuk 2017: 150 THB.
Transportasi: Naik kereta jalur Sukhumvit dan turun di Stasiun Victory Monument. Exit Nomor 3. Jalan ke arah Jalan Rajavithee dan naik bus no. 515, 539, 28, atau 108.
Saran:
Harus menggunakan pakaian sopan dengan bahu dan kaki tertutup. Kalau tidak maka dapat menyewa kain penutup.
Gunakan sepatu, jangan sandal.
Tidak boleh membawa kamera atau ponsel ke dalam gedung.
Tiket Grand Palace dapat digunakan untuk masuk gratis, berlaku sampai 7 hari setelah kedatangan di Grand Palace.

Chatuchak Weekend Market (Jatujak Market atau ตลาดจตุจักร)
Tipe: Belanja
Website: http://www.chatuchak.org
Alamat: 587/10 Kamphaeng Phet 2 Rd, Khwaeng Chatuchak, Khet Chatuchak, Krung Thep Maha Nakhon 10900, Thailand.
Jam Buka: 07:00-18:00 di rabu & kamis, 18:00-24:00 di jumat, 09:00-18:00 di sabtu & minggu.
Transportasi:
Gunakan kereta sampai Stasiun Mo Chit atau Stasiun Chatucak Park.
Saran:
Ambil peta di meja informasi.
Taruh barang berharga di depan, awas copet.
Siapkan uang tunai karena ATM susah dicari dan mayoritas pedagang tidak menerima kartu kredit.
Waktu datang yang paling tepat adalah di awal Chatuchak mulai buka karena tokonya sudah buka tapi pengunjung belum terlalu ramai.
Makanan halal ada di dekat Clock Tower section 16.

Pratunam Market (ประตูน้ำ)
Jam Buka: 24 jam.
Transportasi: Gunakan kereta sampai Stasiun Ratchathewi atau Stasiun Phaya Thai.
Saran:
Pedagang di pagi hari, berbeda dengan pedagang di malam atau sore hari. 1 lapak kadang dipakai bergantian.
Harga pakaian relatif murah.
Biasanya harga bisa ditawar untuk pembelian minimal 3 potong pakaian.
Penawaran relatif berkisar antara 10%-20% dari harga awal.
Taruh barang berharga di depan, awas copet.
Siapkan uang tunai karena ATM susah dicari dan mayoritas pedagang tidak menerima kartu kredit.

Asiatique The Riverfront

Tipe: Belanja
Website: http://www.asiatiquethailand.com
Alamat: 2194 Chroenkrung Rd., Wat Prayakrai, Bangkoleam, Bangkok. Telp. +66901972554.
Jam Buka: 17:00-24:00.
Transportasi: Gunakan kereta sampai Stasiun Saphan Taksin (S6). Exit nomor 2. Lanjut naik perahu khusus Asiatique dari Dermaga Sathorn (Central Pier) ke Asiatique.
Saran:
Ada boat gratis menyusuri Sungai Chao Praya selama 15 menit.
Jadwal shuttle boat gratis Asiatique sudah beroperasi dari jam 16:00 sampai 23:30 dan bisa antri di Dermaga Sathorn.

Area Pattaya

Sanctuary of Truth (Thai Prasat Sut Ja-Tum atau ปราสาทสัจธรรม)

Bangkok

Tipe: Arsitektur
Website:
Alamat: 206/2 M., Soi Na Klua 5, Pattaya City, Bang Lamung District, Chon Buri 20150, Thailand.
Jam Buka: 08:00-17:00
Harga Tiket Masuk 2017: 500 THB di tempat. 792 THB berdua di http://www.hotels2thailand.com
Saran:
Lebih murah beli tiket via http://www.hotels2thailand.com tapi minimal pesan 2 tiket.
Optional extras at Sanctuary of Truth:
Biaya naik speed boat keliling istana 400 THB (20 menit).
Biaya naik perahu dayung keliling istana 250 THB per orang (20 menit).
Biaya naik gajak keliling istana 300 THB per orang (30 menit).
Biaya naik kereta kuda keliling istana 200 THB per orang (15 menit).
Biaya naik kuda didampingi staff 800 THB per orang (1 jam).
Biaya parkir per kendaraan 300 THB. Kalau sewa taksi, sebaiknya minta pak supir parker di luar saja. Nanti dijemput.
Pertunjukan budaya stiap 11:30 dan 15:30.

Nong Nooch Tropical Botanical Garden

Tipe: Taman
Website: http://www.nongnoochtropicalgarden.com
Alamat: 341/1 Moo 7, Na Jomtien, Pattaya, Thailand
Jam Buka: 08.00-18.00
Harga Tiket Masuk 2017: 500 THB.
Saran:
Beli tiket on-line lebih murah jatuhnya.
Ada bus keliling taman dengan tarif 100 THB per orang.
Pertunjukan gajah sehari ada 4 kali yaitu pada 09:45, 10:30, 15:00 dan 15:45.
Pengunjung rata-rata menghabiskan waktu 3 jam di tempat ini.

Laser Buddha (Kao Chi Chan atau พระพุทธรูปแกะสลักเขาชีจ รรย์)

Bangkok

Tipe: Modern
Alamat: Na Jomtien KM. 163, Na Jomtien, Pattaya, Thailand.
Jam Buka: 08:00-17:00.
Harga Tiket Masuk 2017: Gratis.
Saran:
Hanya untuk melihat sejenak saja plud foto-foto, isinya lapangan luas yang ada bukitnya saja.

Silverlake Vineyard (ไร่องุ่นซิลเวอร์เลค)
Tipe: Modern
Website: http://www.silverlakevineyard.com
Alamat: 32/62 Moo 7, Na Jomtien, Pattaya, Thailand.
Jam Buka: 09:00-18:00 di senin-jumat, 08:30-19:00 di sabtu-minggu dan tanggal merah.

Wat Phra Yai Pattaya

Bangkok

Tipe: Budaya
Alamat: Pattaya City, Bang Lamung District, Chon Buri 20150, Thailand. Telp. +66861252504.
Harga Tiket Masuk 2017: Gratis

No Telefon Penting

Taxi hotline: 1124
Tourist Assistance: 1337 ext 9
SOS – Police And Fire Department: 199/191/1195

Baca juga:
Hari Pertama Membawa Bayi Ketika Wisata Bangkok & Pattaya
Persiapan Wisata Thailand 2017
Bagaimana Cara Naik Kereta di Bangkok?
Bagaimana Cara Naik Chao Praya Express di Bangkok?

Iklan

Persiapan Wisata Thailand 2017

Bangkok

Setelah merasa sukses berwisata dengan membawa bayi ke Singapura pada tahun 2016 lalu, maka kami kembali merencanakan acara jalan-jalan lagi di tahun 2017. Dari beberapa kandidat tujuan wisata yang ada, kami akhirnya memilih Thailand. Kenapa Thailand? Bebas Visa, biaya wisata relatif ekonomis, waktu penerbangan yang relatif singkat, tempat belanja murah dan objek wisata yang agak berbeda dengan kita miliki di indonesia. Sekilas fisik orang Thailand mirip dengan Indonesia, tapi ternyata mereka memiliki bahasa dan budaya yang agak berbeda dengan Indonesia. Saya pribadi lebih tertarik untuk datang ke Thailand dibandingkan Filipina atau Malaysia, pada saat itu.

Kami kembali memilih untuk tidak menggunakan jasa travel dan mengurus semuanya sendiri. Selain lebih ekonomis, kami dapat memilih tujuan wisata sesuka hati. Memang sih lebih repot, tapi ini pasti lebih memuaskan. Pergi ke Thailand dengan membawa bayi tentunya akan menantang karena Thailand merupakan negara berkembang seperti Indonesia. Selain itu, konon mencari makanan halal di sana bukanlah hal yang mudah karena mayoritas penduduknya beragama Hindu dan Buddha. Dengan demikian, jangan kaget kalau objek wisata di sana kebanyakan memiliki keterkaitan dengan Buddha dan Hindu. Bagi yang keberatan untuk datang ke tempat yang memiliki lambang-lambang Buddha atau Hindu, sebaiknya jangan datang ke Thailand. Mayoritas objek-objek wisata Thailand yang unik memang memiliki banyak simbol Buddha dan Hindu di dalamnya.

Sebenarnya, kota di Thailand yang menarik untuk kami kunjungi adalah Bangkok, Pattaya dan Chiang Rai. Di sana terdapat peninggalan sejarah dan budaya yang unik. Kami memang ingin bertualang melihat hal baru yang unik dan beda di negara lain selagi kami masih memiliki waktu, stamina dan anggaran, meski terbatas ;P. Karena keterbatasan itulah maka kami memutuskan untuk mencoret Chiang Rai yang terletak nun jauh di utara Bangkok. Mungkin lain kali kami akan ke sana untuk melihat Wat Rong Khun mereka yang serba putih.

Berbagai persiapan yang matang perlu dipersiapkan untuk perjalanan Bangkok & Pattaya. Berikut hal-hal yang kami dipersiapkan beserta segala pertimbangannya, ketika kami berangkat ke Thailand pada 2017 lalu.

  1. Passport dan Visa

Bangkok

Untuk masuk ke Thailand, warga Indonesia hanya perlu membawa passport dan mengisi formulir imigrasi saja di Bandara, tidak perlu pakai visa-visa-an ;). Sama seperti Singapura, negara Thailand membebaskan warga negara ASEAN lain untuk masuk ke negaranya. Tapi tetap saja, sebaiknya masuk dengan menggunakan passport yang masih berlaku di atas 6 bulan. Kalau teman-teman galau masalah pembuatan passport, coba cek di Perpanjang Passport di Kanim Bekasi ;).

  1. Tiket Pesawat

Kami memperoleh tiket pesawat Jakarta – Bangkok melalui promo kerjasama antara BNI dan Garuda di sebuah Travel Fair. Kami harus antri dan berdesak-desakan untuk promo tersebut, wah perjuangan lah pokoknya. Sepengetahuan saya, dari banyak Travel Fair yang marak diadakan di berbagai tempat, tidak semuanya memberikan promo yang benar-benar promo. Kalaupun ada, pasti ada syaratnya dan persaingannya ketat. Jadi, saran saya kalau teman-teman mau berburu tiket murah di Travel Fair, pelajari dahulu persyaratan promo yang ada. Jangan lupa datang di awal dengan perkiraan tujuan wisata. Kalau asal datang saja tanpa perkiraan tujuan wisata yang jelas, biasanya jadi hanya bisa lihat-lihat saja dan kalaupun beli tiket, dapatnya yang non promo :’D.

Saya sendiri datang ke Travel Fair dengan perkiraan hendak membeli tiket ke Malaysia atau Thailand atau Hongkong. Jadi fokus kami ke sana mencari promo 1 diantara ketiga calon destinasi tersebut. Setelah mempertimbangkan dan menghitung berbagai hal, akhirnya kami mantab membeli tiket Jakarta – Bangkok di bulan April. Berdasarkan pengalaman kami ke Singapura pada Persiapan Wisata Singapura, kali ini kami mencocokkan tanggal dengan ramalam cuaca sehingga kami berangkat disaat Thailand sedang menghadapi musim kemarau. Berwisata ke Thailand di saat musim hujan akan sangat merepotkan karena mayoritas objek wisata di Thailand, terletak di luar ruangan. Tanpa sadari kami ternyata datang disaat Thailand sedang panas-panasnya. Karena tidak menggunakan sunblock selqma di sana, maka ketika pulang, kulit kami sekeluarga semakin dekil x__x.

Ada satu hal lagi yang kami lupa pertimbangkan ketika membeli tiket, yaitu faktor hari raya. Tanpa kami sadari, kami datang tepat di tengah-tengah perayaan Songkran yang biasanya berlangsung selama 3 hari. Di Thailand, Songkran itu seperti Idul Fitri di Indonesia. Mayoritas penduduk lokal mudik ke kampung halaman masing-masing. Bangkok relatif hanya dipadati oleh turis asing saja sehingga antrian kereta api dan kepadatan lalu lintas relatif rendah. Beberapa objek wisata kemungkinan akan ditutup pada jam-jam tertentu selama Songkran. Kemudian, Songkran itu ternyata identik dengan perang air. Jadi, jalanan di Thailand akan penuh dengan orang-orang yang saling siram air. Mereka percaya bahwa menyiramkan air ke pada orang lain adalah sama saja dengan memberikan rizki bagi orang tersebut. Wah, kami datang di saat Thailand sedang heboh-hebohnya nih. Seru juga sih, tapi kan kami datang bersama anak kami yang umurnya belum sampai 2 tahun x__x. Beruntung warga lokal Thailand memiliki aturan untuk tidak menyiram bayi di saat Songkran. Nah bagaimana dengan turis asing lain? Sayang mereka kadang kurang pafam dan tetap berusaha menyiram sampai diingatkan oleh warga lokal yang ada. Yaaah, lain kali kami harus waspada dengan hari besar di daerah yang hendak kami tuju. Datang tepat di saat Songkran benar-benar di luar dugaan saya. Di Indonesia tidak ada Songkran. Songkran sendiri merupakan pergantian tahun dalam agama Buddha di Thailand. Berbeda dengan kalender masehi dan hijriah, pergantian tahun bagi mereka berlangsung selama 3 hari, bukan 1 hari saja. Nah kami kemarin itu tiba di Bangkok tepat sehari sebelum Songkran, dan pulang tepat sehari setelah Songkran :’D.

  1. Booking Penginapan

Dalam menentukan penginapan, ada beberapa hal yang kami pertimbangkan yaitu:

  1. Tingkat keamanan.
  2. Tingkat kebisingan, kami memilih penginapan yang tidak memiliki klub malam atau diskotek.
  3. Jarak dari stasiun kereta terdekat (saya berencana untuk menggunakan kereta saja selama di Thailand).
  4. Jarak dari objek wisata yang dituju.
  5. Jarak dari restoran yang menyediakan makanan halal atau jarak dari 7 Elevan terdekat (7 Eleven banyak cabangnya dan menyediakan makanan halal yang dapat dijadikan bekal).

Tersedianya kolam renang atau TV kabel tidak masuk menjadi bahan pertimbangan karena kami tidak jauh-jauh ke Thailand hanya untuk wisata Hotel. Kami memilih untuk bertualang keliling Bangkok dan Pattaya seefisien mungkin.

Akhirnya kami memilih untuk menginap di Shadi Home melalui http://www.hotels2thailand.com. Dengan harga yang ekonomis, kami mendapatkan kamar yang luas walapun tidak ada kolam renang atau TV kabelnya. Lokasi penginapan tersebut sangat dekat dengan pertokoan Pratunam, Stasiun Rachaprarop dan 7-Eleven. 1 lagi yang membuat kami langsung memilih penginapan ini adalah karena bagi yang menginap di sana, otomatis mendapatkan sarapan pagi di restoran halal yang terdapat di bawah penginapan. Mencari makanan halal bukanlah hal yang mudah di Thailand. Di sana, restoran fastfood seperti McD, KFC dan Burger King saja tidak halal loh :(. Oh ya, kalo dari peta, penginapan ini pun nampak tidak terlalu jauh dari Kedubes Indonesia dan Masjid loh ;).

  1. Transportasi

Pilihan transportasi yang dapat kami gunakan di Thailand adalah bus, taksi, tuktuk, kereta dan perahu. Karena faktor bahasa dan keamanan, kami memilih untuk tidak menggunakan bus. Taksi dan tuktuk sebenarnya relatif aman dan efisien, hanya saja ada oknum-oknum supir yang gemar melakukan penipuan argo dan melakukan penawaran-penawaran sepanjang jalan. Jadi, sepanjang jalan, turis ditawarkan untuk masuk ke toko atau objek wisata tertentu. Kita harus memiliki itenari atau rencana perjalanan yang fix sebelum masuk ke dalam tuktuk atau taksi. Untuk perjalanan ke luar kota, membooking taksi selama sehari merupakan keputusan yang tepat. Tapi kalau di dalam kota dengan tujuan wisata yang berdekatan, taksi bukan pilihan yanv paling efisien. Akhirnya perahu dan kereta menjadi pilihan utama kami ketika berkunjung ke Bangkok.

Bangkok

Thailand dan Indonesia memang sama-sama negara berkembang, tapi sarana transportasi ibukota mereka setingkat di atas ibukota kita. Bangkok memiliki kereta MRT/LRT mirip dengan Singapura dan negara-negara maju lain. Walaupun tingkat kenyamanan dan konektivitasnya tidak sebaik Singapura, tapi sara transportasi ini masih bersahabat untuk digunakan oleh turis-turis asing seperti kami.

Karena kami membawa bayi dan masih kurang yakin bahwa kereta di Bangkok benar-benar nyaman dan aplikatif untuk perjalanan wisata kami, maka kami memilih untuk membeli Single-Trip Ticket yang harus dibeli di vending machine atau loket Stasiun sebagaimana saya bahas pada Bagaimana Cara Naik Kereta di Bangkok?, Semua ini kami lakukan baik ketika kami naik kereta milik BTS maupun SRT. Dengan memilih menggunakan Single-Trip Ticket, maka otomatis kami harus membeli tiket di loket atau vending machine setiap akan naik kereta. Hmmmm, bukankah ini lebih repot? Sebagaimana saya jelaskan pada Bagaimana Cara Naik Kereta di Bangkok?, pemilik kereta di Bangkok ada 3 yaitu SRT, BTS dan MRT. Ketiga memiliki Stasiun yang terpisah dan sistem tiket yang terpisah. Jadi misalkan kami kami membeli tiket Smart Pass Ticket atau One Day Pass Ticket milik BTS, maka tiket tersebut tidak dapat dipergunakan untuk naik kereta SRT atau MRT. Bagi saya pribadi, menggunakan Single-Trip Ticket adalah yang paling efisien. Namun kalau ada teman-teman yang tetap ingin menggunakan sistem pembayaran dengan hitungan deposit atau buffet supaya tidak perlu mencari loket atau vending machine, bisa langsung cusss berangkat, saya sarankan untuk menggunakan One Day Pass Ticket dan Smart Pass Ticket milik BTS. Kenapa BTS? Jalur kereta BTS ada di tengah kota dan melewati berbagai objek wisata belanja dan Dermaga menuju berbagai objek wisata budaya.

Andaikata teman-teman yakin akan menggunakan kereta seharian di tengah kota Bangkok, sebaiknya pilihlah untuk membeli One Day Pass Ticket dimana tiket akan berlaku selama satu hari untuk naik kereta sepuasnya. Tiket ini akan otomatis tidak berlaku pada tengah malam disaat kereta berhenti beroperasi. Tidak perlu membeli tiket di loket atau vending machine setiap akan naik kereta.

Andaikata temana-teman yakin akan naik kereta di tengah kota Bangkok dengan intensitas yang tidak merata di 1 hari, sebaiknya belilah Smart Pass Ticket. Sistem yang digunakan adalah deposit. Jadi kita menyimpan deposit di dalam tiket tersebut. Deposit akan berkurang setiap tiket digunakan. Kalau depositnya habis, kita dapat isi deposit tiket di loket Stasiun. Sayang kalau ada deposit yang tersisa di dalam tiket, maka sisanya tidak dapat diuangkan. Tiket inipun hanya berlaku selama 1 bulan, weleh-weleh.

  1. SIM Card

Bangkok

Karena fasilitas transportasi yang kurang terkoneksi, jarang tersedianya Wi-Fi gratisan, mahalnya harga paket roaming dan masalah bahasa, maka kami memutuskan untuk membeli SIM Card di Thailand yang dapat dibeli di Bandara Suvarnabhumi seperti saya kisahkan pada Hari Pertama Membawa Bayi Ketika Wisata Bangkok & Pattaya. Tujuan utama kami adalah untuk melihat peta on-line dan berkomunikasi lewat WhatsApp. Kami membutuhkan paket data yang tidak terlalu banyak karena kami bukan tipe turis yang doyan upload di media sosial seperti Facebook, Path, Instagram atau Tik Tok :P. Kami berusaha menikmati petualangan yang di depan mata, tanpa banyak buka-buka smartphone.

Di Thailand sendiri terdapat 3 operator besar, yaitu DTAC, AIS, TRUE MOVE. Ketiganya memiliki paket turis dan berbagai paket lainnya dengan harga yang beda-beda tipis. Kualitas ketiganya pun cukup bagus kalau di tengah kota. Karena beberapa tujuan wisata kami kali ini ada yang di pelosok dan tidak umum dikunjungi turis Indonesia, maka kami memustuskan untuk menggunakan AIS sebagai operator terbesar di Thailand. Pada akhirnya AIS memang tidak mengecewakan. Saya masih bisa melihat peta, chatting dan browsing dengan baik ketika sedang di atas kereta dan sedang dalam perjalanan di pinggiran kota.

  1. Peta

Peta yang saya siapkan adalah peta jalur kereta dan perahu yang saya download sejak di Indonesia. Pada akhirnya peta ini sangat terpakai untuk melihat arah jalur mana yang harus saya pilih seperti saya jelaskan pada Bagaimana Cara Naik Kereta di Bangkok? dan Bagaimana Cara Naik Chao Praya Express di Bangkok?. Peta ini dapat diperoleh juga di loket informasi Bandara.

Bangkok

 

Bagaimana dengan peta Bangkok atau Pattaya? Peta Thailand tidak tersedia untuk di-download pada Google Maps. Sebenarnya ada aplikasi alternatif lain yang menyediakan peta Thailand untuk di-download seperti MAPS.ME dan HERE We Go sih, tapi saya lupa mengunduh salah satunya sampai tak terasa sudah tiba waktunya untuk berangkat ke Bandara. Ah sudahlah toh kami berencana untuk membeli SIM-Card di sana. Lihat petanya on-line saja, lebih responsif.

  1. Stroller

Kali ini kami kembali membawa troller Chocollate Pockit Recline yang ringan dan kecil ketika dilipat. Tangga menuju Stasiun memang tinggi sekali, tapi kalau kita teliti, biasanya tersedia lift pada sudut Stasiun. Ketika kami akan naik perahu, maka stroller kami lipat. Sisi positif datang ke Bangkok di saat Songkran adalah Stasiun dan Dermaga dalam keadaan sepi. Hal ini mempermudah penggunaan stroller karena konon, kalau dalam kondisi normal, Stasiun dan Dermaga akan penuh sesak. Memang sarana transportasi Thailand tidak terlalu ramah stroller, tapi stroller masih masuk akal untuk digunakan di sana.

  1. Gendongan Bayi

Gendongan bayi ini wajib dibawa, kalau perlu yang paling nyaman. Walai sekilas semua gendongan bayi itu sama saja, tingkat kenyamanannya beda-bda lho. Kami sendiri menggunakan gendongan bayi yang relatif agak mahal tapi tidak membuat pegal. Ada beberapa kondisi dimana stroller tidak dapat digunakan dan harus dilipat. Kita tidak dapat memgandalkan stroller saja ketika berjalan jauh di negeri asing seperti ini.

  1. Itenari

Kalau saya perhatikan, mayoritas paket wisatanya jasa tour & travel tidak memasukkan Grand Palace, Wat Pho, Wat Arun, Ananta Samakhom dan Vimanmek Mansion ke dalam 1 paket perjalanan wisata, pasti salah satu atau beberapa tidak ada di dalam intenarinya. Kenapa ya? Padahal kan objek-objek tersebut sangat ikonik. Ketika membuat itenari pada perjalanan wisata ini, ternyata saya baru menyadari bahwa keempat objek wisata tersebut tidak terus menerus buka sepanjang tahun. Tanpa adanya masa berkabung dan Songkran saja, ada waktu-waktu dimana salah satu dari mereka tutup karena restorasi, renovasi, perluasan, hari raya dan berbagai alasan lainnya. Setelah mencari-cari, akhirnya saya menemukan daftar tutupnya Area Grand Palace di http://www.brh.thaigov.net, tepatnya di dalam halaman forum dengan link: http://www.brh.thaigov.net/webboard/index.php?topic=15.msg381#msg381. Semuanya dalam bahasa Thailand kecuali tabel tanggal dan alasan kenapa tutup. Biasanya, setiap tahun, daftarnya diupdate di forum tersebut, link di atas untuk tahun 2017.

Untuk objek lainnya, saya mengumpulkan keterangan dari Group Facebook Backpacker Indonesia dan Tripadvisor. Ada kemungkinan ketika saya datang di sana, Ananta Samakhom & Vimanmek Mansion akan tutup karena sedang berkabung dan direnovasi, maka keduanya sengaja saya jadikan objek wisata opsional yang mungkin akan kami kunjungi di hari terakhir.

BangkokApabila kami ikut dengan rombongan travel, kemungkinan objek-objek ini tidak terlalu diusahakan untuk dapat dilihat. Toh setiap anggota rombongan memiliki kesenangan yang berbeda-beda. Setiap orang atau keluarga memang pasti memiliki kesenangan masing-masing. Saya dan istri saya sendiri senang akan petualangan melihat tempat-tempat di Thailand yang unik dan tidak ada di Indonesia, biasanya berhubungan dengan budaya dan sejarah. Tentunya tetap akan ada slot untuk belanja di pusat perbelanjaan yang unik, murah dan meriah di sana ;). Kemudian akan ada slot dimana kami melihat binatang karena kami membawa anak kami yang senang melihat binatang :). Yang namanya acara melihat pembuatan kerajianan atau melihat kebun anggur akan kami lewatkan karena kami kurang senang dengan acara-acara seperti itu hehehehe. Setelah dimusyawarahkan semua disusun dalam bentuk itenari yang fix, lengkap dengan objek wisata cadangan agar perjalanan kami ini efektif.

Pada prakteknya, itenari atu rencana perjalanan ini memang pasti ada yang meleset sebagaimana saya kisahkan selengkapnya pada Hari Pertama Membawa Bayi Ketika Wisata Bangkok & Pattaya, Hari Kedua Membawa Bayi Ketika Wisata Bangkok & Pattaya, Hari Ketiga Membawa Bayi Ketika Wisata Bangkok & Pattaya, Hari Keempat Membawa Bayi Ketika Wisata Bangkok & Pattaya, Hari Kelima Membawa Bayi Ketika Wisata Bangkok & Pattaya. Tapi paling tidak kami memiliki patokan dan arahan ketika tiba di Thailand. Sayang kan kalau sudah jauh-jauh datang, eeeeh sampai di sana bingung mau ke mana. Berikut contoh itenari yang saya pergunakan pada 2017 lalu:

Hari Jam Kegiatan
11-Apr 9:40 Berangkat dari Soekarno Hatta terminal 2 menggunakan GA 866
13:10 Tiba di Suvarnabhumi International Airport Bangkok, urus imigrasi dan pergi ke Shadi Home
15:00 Tiba di Shadi Home
16:00 Keliling Pratunam Market
17:00 Menuju Asiatique The Riverfront
17:30 Jalan-jalan dan makan malam di Asiatique The Riverfront
20:00 Kembali ke Hotel
12-Apr 7:00 Dijemput dari Hotel ke Sanctuary of Truth di Pattaya oleh taksi bookingan
9:15 Tiba dan Jalan-Jalan di Laser Buddha
9:40 Pergi menuju Nong Nooch
10:00 Wisata dan makan siang di Nong Nooch
13:00 Pergi menuju Wat Phra Yai Pattaya
13:30 Tiba dan jalan-Jalan di Wat Phra Yai Pattaya
14:00 Menuju Sanctuary of Truth
14:30 Tiba dan jalan-jalan di Sanctuary of Truth
17:00 Acara bebas dan kembali ke Hotel di Bangkok
13-Apr 8:00 Menuju Grand Palace
9:00 Tiba dan wisata di Grand Palace
10:00 Menuju Wat Pho
10:30 Tiba dan wisata di Wat Pho
11:45 Makan siang di Tha Tien Market
13:00 Menuju Wat Arun
14:00 Wisata di Wat Arun
15:00 Menuju Pratunam Market
15:30 Keliling Pratunam Market
17:00 Menuju Yok Yor untuk dinner cruise
18:00 Tiba di Yok Yor
22:00 Kembali ke Hotel
14-Apr 10:00 Menuju Ancient City
11:30 Wisata dan makan di Ancient City
15:30 Menuju Chatuchak
17:00 Keliling Chatuchak dan acara bebas
15-Apr 8:00 Menuju Vimanmek Mansion
9:00 Wisata di Vimanmek Mansion
11:00 Acara bebas
15:00 Menuju Airport
16:00 Tiba di airport
17:15 Take off ke Jakarta
  1. Contekan & Coretan

Ketika saya sedang mempersiapkan hal-hal di atas, saya membuat coretan untuk setiap objek yang saya print untuk dijadikan contekan dan pertimbangan ketika memilih waktu kunjungan. Isinya kurang lebih mengenai informasi penting dari objek-objek yang masuk ke dalam itenari dan objek-objek cadangan. Yaa mana tau tiba-tiba terjadi suatu hal, kami tetap dapat manfaatkan kunjungan wisata kami dengan optimal. Contoh coretan yang saya pernah buat untuk perjalanan ini dapat dilihat pada ….

  1. Tiket Atraksi

Untuk objek wisata yang terletak di tengah kota Bangkok, kami memilih untuk membelinya langsung di loket ketika sudah tiba di sana. Dalam kasus ini, membeli on-line tidak memberikan keuntungan apapun. Membeli tiket secara on-line terkadang membuat kita untuk menentukan tanggal kedatangan. Kalau semuanya dibeli melalui on-line, rencana perjalanan kita otomatis tidak terlalu fleksibel. Saya akan membeli lewat on-line bila harganya memang lebih murah saja.

Berbeda dengan Bangkok, semua tiket masuk dari objek wisata yang akan kami kunjungi di luar kota Bangkok, sudah kami beli sejak masih di Indonesia lewat on-line. Ini sudah kami lakukan karena untuk objek-objek tersebut, membeli tiket lewat on-line memang akan lebih murah. Yaaaah, selama harganya lebih murah, sikaaattttt :D.

Sekian sedikit tips dari saya, semoga bermanfaat terutama bagi teman-teman yang berencana mengunjungi Bangkok dan Pattaya tanpa menggunakan paket tour lengkap.

Sumber:
http://www.chaophrayaexpressboat.com
http://www.bts.co.th
http://www.srtet.co.th
http://www.bangkokmetro.co.th

Baca juga:
Hari Pertama Membawa Bayi Ketika Wisata Bangkok & Pattaya
Ringkasan Objek Wisata Bangkok & Pattaya
Bagaimana Cara Naik Kereta di Bangkok?
Bagaimana Cara Naik Chao Praya Express di Bangkok?

Menjual Unit Tipe Studio Hadap Danau di Apartemen Tifolia

Tifolia

Kebetulan rumah sepupu-sepupu saya dan rumah almarhum nenek saya dulu terletak di sekitar Rawamangun. Salah satu hiburan kami pada waktu itu adalah berjalan-jalan ke mall terdekat yaitu Mall Kelapa Gading. Setiap saya tiba di perempatan antara Jl. Perintis Kemerdekaan dan Jl. Kayu Putih Raya, tepat di muka gerbang Kelapa Gading, saya melihat Rumah Susun Pulomas bermotif batu bata merah yang ramai sekali. Statusnya memang rumah susun tapi setiap rumah ada AC dan parkir mobilnya ramai. Pada waktu itu AC adalah hal yang eksklusif bagi saya dan belum ada yang namanya apartemen di Jakarta. Yang tinggal di rumah susun tersebut pastilah bukan orang tak mampu pikir saya. Lama kelamaan zaman berganti dan rumah susun tersebut pun dirubuhkan.

Naaah, beberapa tahun yang lalu, saya dan famili saya mendapatkan penawaran untuk membeli unit Apartemen Tifolia yang akan dibangun tepat di bekas lokasi Rumah Susun Pulomas. Karena menurut saya dan famili saya lokasi tersebut cukup strategis dan kebetulan famili saya tersebut sedang memiliki dana yang menganggur, maka beliau memutuskan untuk membeli 1 unit studio di Apartemen Tifolia.

Saat ini pembayaran untuk unit studio Apartemen Tifolia tersebut sudah lunas. Unit yang famili saya miliki pun sudah jadi dan sudah serah terima pada pertengahan tahun 2014 lalu. Berhubung ada beberapa kebutuhan dan alasan lain, akhirnya sekarang famili saya memutuskan untuk menjual unit tersebut. Berikut spesifikasi dari unit apartemen yang beliau jual beserta lingkungannya:

  • Lokasi: Apartemen Tifolia, area Pulomas Park Center, Jl. Perintis Kemerdekaan, perempatan pintu gerbang Kelapa Gading.
  • Tipe: Studio A2.
  • Luas: 21m2.
  • Lantai: Lantai 31 dari 39 lantai.
  • Sertifikat: Sertifikat Hak Milik Strata Title (Sertifikat setara SHM).
  • Kondisi: Masih baru dan tanpa furniture.
  • Hadap: Selatan (view Danau di tengah Pacuan Kuda Pulomas).
  • Kolam Renang: Ada 1 di Ground Floor.
  • Air Minum : PAM.
  • Listrik : 1300 KV
  • Genset Darurat: Tersedia.
  • Unit per Lantai : 42.
  • Jumlah Lift : 6.
  • Tangga Darurat : 2.

Tifolia 8

Tifolia 2

Tifolia 1

Walaupun saya belum pernah merasakan tinggal di unit tersebut, saya memiliki beberapa pengalaman terkait apartemen. Kebetulan saat ini saya dan istri saya tinggal di apartemen lain. Selain itu saya juga memiliki teman yang tinggal di apartemen lain dan pernah survey keluar masuk apartemen lain juga. Kurang lebih ada beberapa kelebihan dari unit yang famili saya jual berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya pribadi yaitu:

Lokasi Strategis
Lokasi adalah unsur yang paling penting ketika kita memilih tempat tinggal. Tapi strategis atau tidaknya suatu apartemen tentunya berbeda-beda bagi setiap orang. Bagi saya pribadi, Apartemen Tifolia memiliki lokasi yang strategis karena tidak terlalu jauh dari rumah famili saya dan sangat dekat dengan kawasan Kelapa Gading. Bagi saya yang hobi makan dan menonton bioskop, lokasi yang dekat dengan Kelapa Gading merupakan sebuah nilai plus. Kelapa Gading merupakan wilayah yang dipenuhi oleh kuliner-kuliner yang ok serta memiliki pilihan bioskop yang lebih dari 1.

Tifolia 16

Total, dari Apartemen Tifolia kita dapat dengan mudah menjangkau Mall Kelapa Gading, La Piaza, ITC Cempaka Mas, Rumah Sakit Gading Pluit, RS Mitra Keluarga, Sekolah BPK Penabur, Sekolah Al Azhar & kawasan kuliner Kelapa Gading tentunya.

Aksesbilitas Bagus Sekali
Banyak apartemen yang terletak di pinggir jalan raya namun yang dekat itu pagarnya saja atau lobi dari apartemen tersebut? :P. Ada loooh apartemen yang jarak dari lift tempat pemilik unit tiba di lantai dasar sampai ke jalan raya, sangat jauh. Kalau tidak punya kendaraan, mungkin terpaksa naik ojeg :P. Syukurlah jarak dari lift Apartemen Tifolia sampai ke halte busway yang terletak di Jl. Perintis kemerdekaan tidaklah jauh, dekat ; ). Berhubung di timur dari Jl. Perintis Kemerdekaan terdapat Terminal Pulo Gadung, maka sudah pasti banyak angkutan umum berbagai jurusan yang melewati Apartemen Tifolia, bukan hanya Busway. Sementara itu di barat dari Jl. Perintis Kemerdekaan terdapat Tol Dalam Kota yang sering sekali saya lewati ketika saya pergi dengan kendaraan pribadi. Baik Tol Dalam Kota maupun Terminal Pulo Gadung dapat ditempuh dengan mudah sekali, tinggal luruuuuuus mengikuti jalan di depan Apartemen Tufolia, tinggak pilih saja mau ke kanan (arah timur) atau ke kiri (arah barat) ; ).

Fasilitas Umum Lengkap & Bagus
Apartemen Tifolia dilengkapi oleh sarana keamanan dan perlindungan terhadap kebakaran. Saya lihat terdapat kamera pengaman di beberapa lorong dan di setiap lift. Semua kamera tersebut termasuk ke dalam layanan keamanan 24 jam yang tersedia di Apartemen Tifolia. Sarana pengamanan dari kebakaran pun lengkap tersedia. Semuanya menggunakan merk yang dari vendor yang cukup ternama sehingga kualitasnya tidak perlu diragukan lagi.

Tifolia 14

Tifolia 3

Tifolia 13

Tifolia 6

Tifolia 5

Tifolia 4

Selain itu saya juga dapat menemukan rumah genset yang dapat memberikan listrik bagi penghuni unit meskipun listrik PLN mati.

Tifolia 15

Seperti apartemen-apartemen lain pada umumnya, terdapat kolam renang yang dapat langsung saya lihat bila saya melihat ke bawah dari balkon unit yang dimiliki famili saya.

Tifolia 9

Selain fasilitas-fasilitas yang saya sebutkan di atas, akan dibangun pula Children Playground, Jogging Track, aneka toko & Access Card. Entah kapan dan dimana dibangunnya tapi itu sudah masuk ke dalam rencana pihak pengembang. Percaya atau tidak, tidak semua apartemen memiliki semua fasilitas seperti di atas lhooo, baik yang saya lihat sudah terbangun maupun yang belum terbangun. Jangan samakan Apartemen Tifolia dengan apartemen subsidi atau rusunami yang sempat menjamur setelah rusunami kalibata sukses dihuni dan diminati oleh banyak orang :’D.

Pemandangan
Keunggulan utama dari unit yang famili saya miliki adalah faktor pemandangan. Dari dalam unit tersebut, saya dapat melihat danau di tengah Pacuan Kuda Pulomas yang ternyata nampak kereeen bila dilihat dari atas, saya baru tahu ;).

Tifolia 7

Tifolia 10

Pandangan yang dapat dinikmati bila saya menoleh ke kiri dan ke kanan dari balkon pun bagus sekali. Pemandangannya lepas tidak tertutup oleh bangunan lain, mantabbbb :).

Tifolia 11

Tifolia 12

Tak ada gading yang tak retak, pasti ada sisi negatif dari semua yang ada, kekurangan dari unit yang saat ini famili saya jual adalah kurang luas bagi keluarga besar. Bagi saya yang sudah berkeluarga, apartemen dengan luas 21 m2 terlalu sempit bagi kami semua. Saya pasti lebih memilih unit apartemen dengan 2 kamar seperti unit apartemen yang saya tempati saat ini.

Sayang sebenarnya mau menjual unit ini karena walaupun tidak tempati, unit tersebut dapat disewakan, lumayan dapat pemasukan tambahan :). Unit studio yang kecil biasanya lebih laku disewakan dibandingkan unit lain yang luasnya lebih besar. Di samping Apartemen Tifolia memang sedang dibangun Apartemen Calia tapi unit-unit yang dijual pada apartemen tersebut memiliki ukuran yang lebih besar, tidak ada unit dengan ukuran studio 21m2 tersedia di sana. Yaaa semuanya sesuai dengan kebutuhan dan tujuan ketika membeli unit apartemen, butuhnya yang besar atau yang kecil luasnya, nantinya untuk disewakan atau ditempati sendiri, hidup adalah pilihan hehehe.

Apabila ada rekan-rekan yang berminat untuk membeli/menyewa unit apartemen milik famili saya tersebut dapat menghubungi langsung famili saya yang merupakan pemilik langsung dari unit tersebut, Pak Pras, di nomor telefon 081806011554, bisa lihat unit langsung di lokasi sesuai perjanjian. Ooooh iya, beliau buka harga Rp. 300.000.000 bersih :). Silahkan sebarkan tulisan ini bagi rekan-rekan lain yang mungkin berminat, siapa tahu jodoh. Jarang-jarang nih menulis blog yang buntutnya jualan heheheheehe ;).

Sumber: http://www.duta.com/eng/ppulomas.html

Chicking Dubai, Restoran Fastfood Ala Timur Tengah

Chicking

Hadir di UEA (Uni Emirates Arab) pada tahun 2000, Chicking Dubai saat ini telah melebarkan sayap sampai ke Asia, termasuk Indonesia. Setelah membuka cabang Indonesia pertamanya di Royal Plaza Shopping Mall Surabaya, saat ini Chicking Dubai sudah memiliki cabang lain di Jabodetabek yaitu Bassura, Mega Bekasi Hypermall, Lulu Hypermarket QBIG BSD, Cibinong City Mall dan Plaza Kalibata. Dengan lokasi yang tersebar di dalam pusat perbelanjaan, maka sudah pasti tempatnya nyaman dan bersih.

Chicking

Bagian Dalam

Hidangan yang Chicking Dubai tawarnya, cukup beragam. Sekilas mereka mirip sekali dengan hidangan restoran fastfood pada umumnya. Apakah rasanya sama? Diantara varian hidangan tersebut, saya sudah mencicipi royal wrap, tandoori burger sandwich, kopi arab, nasi chicking, ayam goreng dan ayam panggang.

Ayam goreng Chicking Dubai pada dasarnya merupakan ayam goreng crispy yang sudah biasa ada di mana-mana. Saya tidak melihat sesuatu yang istimewa di sana selain ukurannya yang besar. Saya rela menunggu 15 menit demi ayam goreng yang besar. Kalau mau yang bagian sayap, biasanya bisa langsung tersedia dan dapat potongan harga ;).

Nasi chicking (chicking rice) dan ayam panggang (grilled chicken) merupakan hidangan yang saya santap ketika pertama kali mampir di Chicking Dubai. Nasi chicking nampak unik, karena menggunakan beras basmati yang bentuknya panjang-panjang. Nasi yang berwarna kuning ini sebenarnya sudah dibumbui, tapi rasanya agak flat. Rasanya yaa memang tidak mungkin kalau kita makan nasi saja tanpa lauk. Maka saat itu saya memesan ayam panggang untuk menemani nasi chicking. Ayamnya tidak renyah tapi seperti sudah direndam oleh rempah-rempah bumbu nasi kebuli. Kalau nasi dan ayam tersebut digabung, maka hidangan ini akan terasa seperti nasi kebuli ayam yang lumayan rasanya. Ini jelas berbeda dengan ayam-ayam di restoran fastfood sebelah.

Chicking

Nasi Chicking & Ayam Panggang

Royal wrap pada dasarnya adalah balutan roti tortila dengan 2 chicken strip yang besar memanjang, sedikit sayur dan saus ala timur tengah di dalamnya. Potongan daging ayamnya, empuk dan besar sehingga sangat terasa ketika digigit. Saus khas timur tengahnya terasa sangat cocok dengan ayam dan tekstur roti tortila yang juga khas. Hidangan inilah yang menjadi hidangan favorit saya di Chicking Dubai.

Royal Wrap

Tandoori burger sandwich pada dasarnya sangat mirip dengan royal warp, hanya saja ia menggunakan roti burger, fillet ayamnya hanya 1 tapi super besar, dan ada tambahan saus tandoori di sana. Karena komposisi lainnya mirip dengan royal wrap, maka praktis rasa tandoori burger sandwich akan mirip dengan royal wrap. Hanya saja, rasa tandoori burger sandwich sedikit lebih asam. Rasa asam ini diperoleh dari saus tandoori yang pada umumnya terbuat dari yogurt, bawang, garam masala, saffron dan lain-lain. Hidangan ini terasa seperti burger India. Tandoori sendiri memang banyak digunakan di India. Kalau dibandingkan dengan royal wrap, ukuran tandoori burger sandwich memang lebih besar dan mengenyangkan. Tapi kalau soal rasa, royal wrap tetap lebih unggul. Potongan ayam dan rempah-rempah ala Timir Tengah memang tetap terasa, tapi tekstur roti tortila tetap lebih unggul dan saya sendiri tidak terlalu suka dengan rasa asam dari saus tandoori-nya.

Tandoori Burger Sandwich

Kopi arab pada dasarnya adalah kopi pahit dengan kapulaga di dalamnya. Saya sendiri tidak terlalu suka dengan kopi ini. Penggunaan kapulaga tidak memberikan nilai tambah atau rasa yang unik. Kapulaga tetap lebih enak kalau digunakan pada sop kambing seperti Warung Sate H. Mansur yang sering saya kunjungi hehehehehe.

Chicking

Kopi Arab

Secara keseluruhan, Chicking Dubai memang memberikan cita rasa yang berbeda dibandingkan restoran fastfood lainnya. Saya rasa Chicking Dubai pantas untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Ant-Man and the Wasp (2018)

Setelah euforia Avengers Infinity War (2018), Ant-Man and the Wasp (2018) akan menjadi MCU (Marvel Cinematic Universe) berikutnya yang hadir di layar lebar. Entah kenapa Ant-Man memang absen dari Avengers Infinity War (2018). Padahal ia menjadi salah satu superhero berpartisipasi pada Captain America: Civil War (2016), sebuah film MCU tepat sebelum Avengers Infinity War (2018). Hhhmmm, apa yang terjadi dengan Ant-Man pada periode antara Captain America: Civil War (2016) dan Avengers Infinity War (2018)? Saya rasa Ant-Man and the Wasp (2018) akan menjawab pertanyaan tersebut karena film ini mengambil waktu kejadian tepat setelah Captain America: Civil War (2016) dan sebelum Avengers Infinity War (2018).

Ant-Man and the Wasp

Sebagaimana pernah dikisahkan pada Ant-Man (2015), Scott Lang (Paul Rudd) adalah penjahat kelas teri yang dapat berubah menjadi Ant-Man setelah menggunakan kostum buatan Hank Pym (Michael Douglas). Ant-Man memiliki kemampuan untuk mengubah ukuran sebuah objek menjadi lebih kecil atau lebih besar. Pada suatu pertarungan di Ant-Man (2015), Ant-Man berhasil mengubah ukurannya menjadi sangat kecil sekali ke ukuran mikro hingga ia sempat mengunjungi dunia kuantum. Melalui teori kuantun, dijelaskan bahwa seseorang tidak akan mampu keluar dari dunia kuantum ketika ia berhasil menyusutkan tumbuhnya ke ukuran mikro. Scott yang saat ini menggunakan kostum Ant-Man, membuktikan bahwa teori ini salah. Ia berhasil kembali dari dunia kuantum dan mengalahkan Yellowjacket pada saat itu.

Nah, pada Ant-Man and the Wasp (2018), dikisahkan bahwa Scott ternyata membawa sesuatu dari dunia kuantum. Sesuatu yang Pym dan putrinya, Hope van Dyne (Evangeline Lily), dambakan selama 30 tahun terakhir. Semua berawal pada bencana yang terjadi sekitar 30 tahun yang lalu ketika Ant-Man dan Wasp menjalankan misi berbahaya yang menyebabkan terjebaknya Wasp di dalam dunia kuantum. Mengikuti jalan cerita komik Ant-Man tahun 1960-an, pada saat itu Hank Pym adalah Ant-Man dan istri Pym adalah Wasp. Ant-Man dan Wasp kurang kebih memiliki kemampuan yang serupa, hanya saja Wasp memiliki sayap untuk terbang. Kostum Wasp sendiri sebenarnya sudah pernah sekilas diperlihatkan pada bagian akhir Ant-Man (2015).

Ant-Man and the Wasp

Ant-Man and the Wasp

Sesuai dugaan, putri Pym, Hope van Dyke menggunakan kostum Wasp pada Ant-Man and the Wasp (2018). Bersama dengan Ant-Man, ia berusaha membuka portal menuju dunia kuantum dan menemukan ibunya yang sudah 30 tahun terjebak di sana. Perjalanan mereka tidak mudah karena ada pihak-pihak lain yang menginginkan hal tersebut pula.

Kali ini supervillain yang harus Ant-Man dan Wasp hadapi adalah Ghost (Hannah John-Kamen). Berbeda dengan di komik, karakter Ghost kali ini adalah perempuan dan memiliki motif yang tidak terlalu jahat. Walaupun memiliki kemampuan super yang cukup merepotkan Ant-Man dan Wasp, saya rasa Ghost tidak jahat. Iq hanya putus asa dan menghalalkan segala cara untuk bertahan hidup.

Ant-Man and the Wasp

Ant-Man and the Wasp

Ant-Man and the Wasp

Sebenarnya, karakter yang sesungguhnya benar-benar jahat adalah Sonny Burch (Walton Goggins). Tapi ia tidak memiliki kekuatan super apapun. Ia pun bukan bos besar yang berkuasa seperti Dr. Doom, Kingpin atau Lex Luthor. Yaaaah hanya penjahat kelas menengah yang memiliki koneksi ke FBI. Hal inilah yang cukup merepotkan Scott dan kawan-kawan karena status Scott adalah tahanan rumah yang tidak boleh kemana-mana. Setelah Scott ikut membantu pihak Captain America melanggar hukum pada Captain America: Civil War (2016), ia memilih untuk menjalani hukuman asalkan ia dapat bertemu putri semata wayangnya, Cassie (Abby Ryder Fortson). Ini memang berbeda dengan mayoritas superhero pendukung Captain America lainnya yang memilih menjadi buronan.

Ant-Man and the Wasp

Yaaaah, rasanya Ant-Man and the Wasp (2018) memang berbicara tentang keluarga. Hal-hal yang rela dikorbankan agar dapat hidup bersama keluarga. Di sana terlihat hubungan ayah anak yang kompak dan sedikit mengharukan. Semua dibalut dengan berbagai kelucuan dari Scott Lang :D. Unsur komedi pada film ini memang menjadi nilai plus yang sangat besar. Ditambah lagi adanya adegan aksi yang unik dan jarang saya lihat pada film superhero lainnya.

Ant-Man and the Wasp

Ant-Man and the Wasp

Ant-Man and the Wasp

Ant-Man and the Wasp

Ant-Man and the Wasp

Ant-Man and the Wasp

Sayang Ant-Man and the Wasp (2018) banyak menggunakan teori kuantum yang kurang komunikatif. Para karakter protagonis nampak bisa dengan cepat memperoleh solusi melalui teori dan ilmu pengetahuan yang kurang jelas maksudnya. Kalau kita menonton Ant-Man and the Wasp (2018) tanpa mengikuti dan melihat semua hal terkait teori kuantum dan lorong kuantum, film ini sebenarnya terbilang mudah dipahami dan mampu berdiri sendiri, kita tidak perlu menonton film superhero Marvel lain untuk memahami film ini. Meskipun yaaah memang akan lebih seru kalau kita sudah menonton film MCU lainnya, terutama Ant-Man (2015), Captain America: Civil War (2016) dan Avengers Infinity War (2018).

Ant-Man and the Wasp

Jauh berbeda dengan film superhero Marvel terakhir yang saya tonton sebelum menonton film ini, karakter antagonis film ini kurang menggigit. Film ini terasa hampa tanpa adanya tokoh antagonis yang benar-benar “antagonis” dan kuat. Ghost dan Burch gagal mengisi ruang tersebut.

Film ini sebenarnya terbilang bagus kalau dilihat dari sisi aksi dan komedi. Tapi saya pribadi kurang suka dengan alur ceritanya. Selain itu Ant-Man dan Wasp bukanlah superhero yang menurut saya keren. Coba saja bayangkan apabila keduanya menjadi superhero Indonesia, pastilah namanya menjadi manusia semut dan si lalat bukan? :’D. Saya rasa Ant-Man and the Wasp (2018) lebih pantas untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan” ;).

Sumber: https://marvel.com/antman

Get the Gringo (2012)

Get the Gringo

Gringo adalah bahasa Spayol yang artinya orang asing. Kata-kata ini biasa digunakan oleh warga Amerika Latin bagi orang-orang non latin yang datang ke negara mereka. Panggilan inilah yang diberikan kepada Richard Johnson (Mel Gibson) ketika ia terjebak di dalam sebuah penjara Amerika Latin. Selain nampak kumuh dan kelebihan narapidana, penjara ini cukup unik karena bagian dalam penjara ini seperti kota kecil yang dikuasai kartel.

Get the Gringo

Get the Gringo

Keluarga narapidana dapat tinggal di dalam penjara dengan membayar sejumlah uang. Maka di dalam penjara tersebut, terdapat gubuk, rumah, pasar, arena gulat sederhana dan lain-lain. Semuanya berjalan di bawah kendali Javi Huerta (Daniel Giménez Cacho), pemimpin sebuah kartel yang entah mengapa memilih untuk hidup di dalam penjara yang kumuh.

Get the Gringo

Keamanan dan kekuasaan ternyata bukanlah motif utama Javi. Ia memiliki sebuah motif yang berhasil Richard ketahui melalui perkenalannya dengan seorang ibu-anak yang diperankan oleh Dolores Heredia dan Kevin Hernandez. Semakin lama, Richard semakin dekat dan peduli dengan ibu-anak tersebut. Semua rencana Richard sedikit berbelok karenanya.

Get the Gringo

Get the Gringo

Get the Gringo

Sejak awal, karakter yang Mel Gibson peeankan ini seolah seperti memiliki rencana dan tahu apa yang hendak ia lakukan dengan porsi yang sewajarnya. Richard tidak selalu nampak super tenang, ia beberapa kali menampilkan raut muka ketakutan, sebuah hal menjadikan Get the Gringo (2012) nampak wajar.

Get the Gringo

Get the Gringo

Get the Gringo

Get the Gringo

Film ini memang tidak memiliki adegan atau plot yang sangat menakjubkan, tapi film ini termasuk film aksi yang menyenangkan dan menghibur untuk ditonton. Saya rasa Get the Gringo (2012) pantas untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Oh ya, film ini memiliki beberapa adegan sadis dan kurang pantas untuk di tonton anak kecil lho, ini bukan film keluarga.

The Perks of Being a Wallflower (2012)

Pada tahun 2012 dulu saya sudah beberapa kali melihat poster The Perks of Being a Wallflower (2012) beberapa kali. Saya bahkan sudah melihat trailer-nya dan saya sama sekali tidak tertarik. Ini sepertinya hanya film drama remaja biasa dengan jalan cerita dan tujuan yang itu-itu saja. Yaaah paling isinya mengenai masalah remaja di Amerika sana. Sudah begitu judulnya aneh pula, apa itu wallflower? bunganya tembok? :’D

Pada suatu minggu pagi, saya tidak bisa tidur setelah sholat subuh. Entah kesurupan apa, saya iseng-iseng menonton The Perks of Being a Wallflower (2013), yaaah paling nanti juga kebosanan, mengantuk, lalu tidur ronde 2 heheheheh. Jauh diluar dugaan, bukannya mengantuk, saya justru semakin tertarik dengan film ini. Bukannya tidur ronde 2, saya justru semakin melek dan menikmati apa yang saya tonton.

Ternyata judul dari film ini menunjuk kepada Charlie Kelmeckis (Logan Lerman) yang pemalu dan enggan untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Ia memang bagai bunga cantik yang terus menempel di tembok tanpa ada orang yang peduli atau memperhatikan. Dikisahkan bahwa Charlie baru saja masuk SMA setelah ia lulus SMP. Sebagai junior, Charlie selalu menyendiri dan tidak membuat teman baru. Ia hanya dapat berbicara sedikit akrab dengan guru bahasa Inggrisnya, Pak Anderson (Paul Rudd), agak menyedihkan bukan? :,D

The Perks of Being a Wallflower

Semua berubah ketika Charlie berkenalan dengan Patrick (Ezra Miller) dan Sam (Emma Watson), kakak kelas Charlie yang merupakan kakak-adik tiri. Melalui Patrick dan Sam, Charlie belajar untuk membuka diri dan menunjukkan kepada dunia siapa dirinya. Belakangan ketiganya menghadapi berbagai masalah remaja yang mungkin dialami oleh remaja jaman sekarang. Beberapa diantaranya tidak sesuai dengan budaya timur. Walaupun tidak ada adegan mesum pada The Perks of Being a Wallflower (2012), film ini kurang pas kalau ditonton oleh penonton yang belum dewasa.

The Perks of Being a Wallflower

The Perks of Being a Wallflower

The Perks of Being a Wallflower

The Perks of Being a Wallflower

Perjalanan Charlie menuju kedewasaan memang penuh rintangan. Apalagi belakangan diketahui bahwa sebelum masuk SMA , Charlie mengalami beberapa kejadian yang membuatnya depresi dan kadang berhalusinasi. Karena sehari sebelum menonton The Perks of Being a Wallflower (2012), saya menonton Shutter Island (2010), sepanjang film berjalan saya terus bertanya-tanya apakah film ini bercerita tentang gangguan jiwa?

The Perks of Being a Wallflower

The Perks of Being a Wallflower

The Perks of Being a Wallflower

The Perks of Being a Wallflower

The Perks of Being a Wallflower

Film ini beberapa kali berhasil menipu saya dengan cara yang cantik. Jalan cerita dan dialog film ini sungguh menarik dan masuk akal. Masalah yang muncul memang agak ekstrim, tapi semua nampak logis. Apalagi pemeran Charlie, Patrick dan Sam tampil dengan kuat dan meyakinkan. Ezra Miller tampil mengesankan sebagai Patrick, tapi maaf, sampai saat ini saya masih merasa Ezra tetap kurang pantas memerankan The Flash pada Justice League (2017) hehehehehe. Sumpah dulu saya kebingungan kok ya bisa ini aktor tak dikenal tiba-tiba memerankan The Flash. Melihat kemampuan aktingnya pada The Perks of Being a Wallflower (2012), memang masuk akal kalau Ezra patut diperhitungkan. Tapi yaaa seperti yang baru saya sebutkan, …. Ezra tetap kurang pas memerankan The Flash hohohoho.

Ok, kembali ke laptop. The Perks of Being a Wallflower (2012) merupakan film remaja dewasa yang menyenangkan untuk ditonton lebih dari sekali. Saya rasa film ini merupakan salah satu film terbaik yang dirilis tahun 2012 dan hampir saya lewatkan begitu saja. Nilai saya bagi The Perks of Being a Wallflower (2012) adalah 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Film ini layak untuk ditonton, asalkan tidak bersama anak kecil ;).

Sumber: lionsgateathome.com/perks-of-being-a-wallflower