Traffic Bun, Makanan Pinggir Jalan yang Sedap

Traffic Bun merupakan restoran cepat saji yang sudah lama saya kenal dari Instagram. Cabangnya pun sudah tersebar di dekat rumah saya. Tapi kok tidak terlihat? Ahhh ternyata lokasi-lokasinya memang di pinggibjalan ramai. Namun ukurannya terbilang mungil-mungil, plus sharing pula dengan franchise lain dari Group Nikmat. Traffic Bun ternyata memang bernaung di bawah group franchise restoran tersebut.

Dalam waktu singkat, cabang-cabang Traffic Bun dengan cepat tersebar di wilayah Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, Cikarang, Karawang, Bandung, Cimahi, Sidoarjo, Malang, Surabaya, Bali, Lombok, Makassar, dan Samarinda. Saya sendiri biasa ke Traffic Bun yang terletak di Jalan Jatiwaringin Raya No. 234, tak jauh dari Universitas Krisnadwipayana dan Universitas Islam Assyafiiyyah.

Ada apa di Traffic Bun? Hidangan unggulannya adalah aneka burger seperti Chicago Cheese Burger, Black Montana Burger dan lain-lain. Burger-burgernya Traffic Bun memiliki stempel pada bagian atas rotinya. Kemudian semuanya menggunakan patty dari daging olahan yang khas.

Chicago Cheese Burger terdiri dari roti burger, saus keju, potongan bawang, tomat dan beff party. Saus Kejunya sedikit manis dengan aroma keju yang harum. Yummm, burger ini terada Lumayan enak, beda deh dengan cheese burger pada umumnya. Inilah burger favorit anak sulung saya :).

Black Montana Burger terdiri dari roti burger, saus lada hitam, potongan bawang, tomat, keju dan beff patty. Saus lada hitamnya sangat berani. Jadi, rasa burger ini memang lada hitam sekali, mantab deh. Rasa pedasnya tidak terlalu menyengat sehingga burger ini ramah juga bagi teman yang kurang suka pedas. Rasa dan tekstur dari beef patty, berhasil mendampingi saus lada hitam yang dominan. Inilah burger favort saya di Traffic Bun.

Dengan demikian, Traffic Bun layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Kalau teman-teman kesulitan mencari lokasi Tarffic Bun, pesan saja lewat aplikasi ojek online, gampang ;).

Serial Lamput

Lamput merupakan serial kartun anak produksi India yang biasa diputar di Channel Cartoon Network. Dikisahkan bahwa karakter Lamput lahir dari sebuah eksperimen di Laboratorium. Dengan kemampuan berubah wujud, Lamput berhasil kabur dari Laboratorium. Kemudian Skinny & Specs diutus pihak Laboratorium untuk menangkap Lamput dengan cara apapun. Adegan kejar mengejar antara Lamput dengan kedua utusan Laboratorium inilah yang menjadi topik utama dari serial Lamput.

Tidak hanya mampu berubah wujud, Lamput pun cukup cerdik sehingga Specs & Skinny selalu gagal menangkapnya. Hadir dengan animasi yang sederhana dan tanpa dialog, adegan kejar mengejar ini terasa enak untuk diikuti, baik bagi penonton dewasa maupun penonton cilik.

Kalau dilihat dari segi pesan moral, Lamput memang hampir tidak memiliki pesan moral apapun, hehehehe. Hanya saja terkadang ada beberapa episode yang menunjukkan persahabatan antara Lamput dengan kedua orang yang memburunya. Saya tidak melihat ada karakter jahat di sana. Semua hanyalah hiburan segar yang dapat dijadikan selingan di sela-sela kesibukan.

Saya merasa terhibur oleh Lamput. Kisahnya lebih menyenangkan untuk lihat dibandingkan serial-serial lainnya yang sejenis. Saya rasa Lamput layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimal 5 yang artinya “Bagus”. Serial ini mampu memberikan hiburan segar dengan sedikit pelajaran moral di dalamnya.

Sumber: lamput.cartoonnetworkasia.com

Nasi Ayam Ambyar, Kelezatan Asli Nusantara

Nasi Ayam Ambyar merupakan salah satu restoran yang hanya dapat dipesan melalui layalan ojek online seperti GoFood. Mereka menggunakan cloud kitchen sehingga dalam waktu singkat, Nasi Ayam Ambyar sudah memiliki banyak titik dapur bersama di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya & Medan.

Uniknya, Nasi Ayam Ambyar menggunakan bungkusan berupa besek rotan khas Yogyakarta. Untuk menu ayam, pada dasarnya di dalam setiap besek tersebut terdapat nasi, kremesan, sambal dan ayam. Untuk menu terbaru bahkan terdapat bebek sebagai pengganti ayam.

Untuk ayamnya terdapat ayam geprek, ayam goreng dan ayam bakar. Sementara itu untuk sambalnya, terdapat sambal bawang, sambal kemiri, sambal uleg, sambal rawit dan sambal ireng.

Kombinasi dan variasi menu di Nasi Ayam Ambyar terbilang banyak. Saya sendiri baru sempat mencicipi kombinasi antara ayam geprek dan ayam bakar, dengan sambal rawit, bawang, uleg dan kemiri.

Masing-masing sambal memiliki aroma khas yang sedikit berbeda. Rasanya pun agak beda-beda tipis sih sebenarnya. Semua terasa cukup pedas terutama sambal uleg. Sambal kemiri dan rawit adalah yang tidak terlalu pedas dan memiliki sedikit rasa asam. Sambal bawang terbilang paling stabil, tidak terlalu pedas dan tidak terlalu asam. Beberapa jenis sambal saya beli terpisah sehingga saya dapat mencicipi 1 varian ayam dengan beberapa jenis sambal :).

Sambal Kemiri & Sambal Rawit

Ayam geprek hadir dengan wujud seperti ayam goreng tepung crispy. Tepung crispynya agak gurih sehingga ayam gepreknya relatif cocok dengan sambal bawang dan sambal uleg. Sambal uleg yang sangat pedas, menjadikan ayam geprek terasa gurih pedas. Sambal bawang merupakan yang paling pas karena rasa gurih dan kekrispian ayam tidak terkubur oleh rasa sambal yang pedas gurih. Sedangkan menyantap ayam gepreknya dengan sambal kemiri dan rawit, akan membuat hidangan terasa terlalu gurih.

Ayam Geprek Sambal Bawang

Ayam bakar terasa manis dan terasa paling enak bila ditemani dengan sambal uleg yang pedas. Rasa pedas manis terasa lebih pas di sana. Bagaimana dengan sambal lainnya? Saya rasa sambal lainnya mampu memberikan rasa yang berbeda dan tidak ada masalah di sana.

Ayam Bakar Sambal Uleg

Besek yang khas Indonesia dengan sambal yang beraroma rempah Indonesia, tentunya dapat menjadi pilihan ketika lapar di rumah tapi malas keluar. Dengan demikian, Nasi Ayam Ambyar layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Serial The Amazing World of Gumball

Serial The Amazing World of Gumball atau sering disingkat Gumball saja, mengisahkan Gumball Watterson (Jacob Hopkins) lengkap dengan dunianya yang agak absurd. Gumball sendiri adalah seekor anak kucing yang berwarna biru. Ia sangat dekat dengan adik angkatnya yang merupakan seekor ikan mas, Darwin Watterson (Terrell Ransom Jr.). Mana ada kucing berwarna biru? Ikan mas kok punya kaki? Jangan pikirkan itu, karena akan banyak hal-hal yang jauh dari akal sehat pada serial ini.

Anehnya, keabsurdan dunia Gumball bukanlah merupakan sebuah keburukan. Serial ini berhasil menampilkan sebuah dunia yang menggabungkan berbagai gaya dan desain dari berbagai objek. Mulai dari stop motion, puppet CGI, animasi Adobe Flash, animasi tradisional sampai live action. Gaya animasi nano-nano ala Gumball ini memikat dan menjadi salah satu keunggulan serial tersebut.

Gaya animasi yang unik tersebut disertai dengan cerita yang absurd tapi lucu :’D. Komedi memang menjadi daya tarik Gumball. Terkadang terdapat komedi gelap dan sarkasme di sana, bukan hanya drama komedi saja. Semuanya menarik untuk ditonton sehingga penonton dewasa pun masih dapat menikmati serial ini.

Apakah Gumball hanya bercerita mengenai komedi dengan grafis dan gaya yang unik saja? Dibalik semua itu, sebenarnya Gumball mampu mengangkat topik yang cukup serius seperti cyber bullying, kesehatan mental, pernikahan, filosofi, toleransi, politik dan lain-lain. Topik-topik tersebut memang ditampilkan dengan halus, tapi tetap saja harus ada orang dewasa yang mendampingi penonton cilik ketika menonton serial ini.

Biasanya saya kurang suka dengan film yang absurd, agak aneh dan tidak jelas arahnya. Tapi kali ini, Gumball berhasil menarik perhatian saya. Serial ini pun pantas untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya ‘Bagus”.

Sumber: gumball.cartoonnetworkasia.com

Serial The Loud House

A casa dei Loud atau The Loud House adalah serial animasi yang mengisahkan keseharian sebuah keluarga besar. Keluarga tersebut adalah keluarga Loud yang sangat padat karena memiliki 11 orang anak. Masing-masing anak mekiliki minat dan bakat yang berbeda. Ada yang gemar mengikuti mode, gemar bermusik rock, gemar dengan ilmu pengetahuan, gemar melakukan kegiatan feminin, gemar berolahraga, gemar melucu, gemar melakukan kegiatan pertukangan, gemar bergaya gothic dan lain-lain.

Wah, banyaknya kepala dengan minat dan bakat yang jauh berbeda begitu, pastilah sering terjadi kegaduhan. Dari kesebelas anak-anak tersebut, ada 1 anak yang paling terdampak dengan segala kegaduhan tersebut. Anak tersebut adalah Lincoln Loud (Asher Bishop / Grant Palmer / Collin Dean) karena ia adalah satu-satunya anak laki-laki di keluarga Loud. Kesepuluh adik dan kakak Lincoln adalah anak perempuan.

Kemudian, di sana terdapat pula tingkatan perbedaan umur yang membedakan tingkat kedewasaan dari masing-masing karakter. Kekuatan dari masing-masing anak keluarga Loud terlihat kuat. Hal ini berhasil mendukung berbagai alur cerita yang penuh komedi dan menarik untuk diikuti oleh penonton dari berbagai usia.

Kalau dilihat dari segi pesan moral. Serial The Loud House mengajarkan bagaimana perbedaan tidak sertamerta membuat perpecahan. Pertengkaran memang wajar untuk terjadi. Potensi perpecahan sangat mungkin terjadi di dalam keluarga Loud. Namun semua dapat diselesaikan dengan kekeluargaan.

Hadir dengan gaya animasi yang unik, The Loud House semakin tidak membosankan untuk dilihat. Ditambah lagi dengan kelebihan-kelebihan lainnya, maka serial ini layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Hanya saja saja terdapat sedikit bagian dari serial ini yang tidak sesuai dengan budaya konservatif Indonesia. Ada baiknya kalau kita tetap mendampingi anak-anak kita ketika menonton The Loud House. Toh serial ini masih dapat dinikmati oleh penonton dewasa ;).

Sumber: http://www.nick.com

Serial Nussa

Serial animasi anak Nussa merupakan salah satu film yang anak-anak saya tonton. Pada setiap episodenya, serial ini mengisahkan keseharian seorang anak muslim yang bernama Nussa (Muzakki Ramdhan). Nussa hidup bersama ibunya yang dipanggil Umma (Jessy Milianti), dan adiknya yang bernama Rarra (Aysha Razaana Ocean Fajar).

Dari berbagai tokoh yang ada, Nusa paling sering berinteraksi dengan Rarra. Rarra yang polos dan kekanakkanakan sangat cocok ketika bertemu Nussa yang dewasa. Tingkah Rarra menjadi nilai plus serial ini karena beberapa kelucuan memang dipicu oleh Rarra.

Ketika terdapat masalah, Nussa sering kali hadir dengan solusi dan nasehat beserta Fiman atau Hadist terkait. Terkadang, Nussa pun memperoleh masukan dari Umma dan karakter lain di serial ini. Semua kisahnya terbilang mudah dimengerti dan berhasil memberikan pendidikan islam tanpa terlihat menggurui.

Fokus serial Nussa sepertinya memang pendidikan anak muslim. Jadi sangat masuk akal kalau karakter-karakternya menggunakan baju muslim. Kemudian mayoritas karakter-karakternya pun beragama Islam. Tak jarang Nussa menghadirkan berbagai doa yang sebaiknya seorang muslim ucapkan sebelum melakukan sesuatu.

Dari sudut pandang saya yang seorang muslim, Nussa tentunya menjadi sebuah serial yang mendidik bagi keluarga saya. Ini bukan serial untuk para calon teroris yah. Sama sekali tidak ada kekerasan di sana. Saya rasa rekan-rekan non muslim pun masih bisa menonton film seri ini. Banyak sekali pesan moral yang diajarkan di sana. Tidak semumuanya terkait pendidikan Islam saja.

Dengan demikian, saya ikhlas untuk memberikan Nussa nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Semoga serial ini dapat kembali berlanjut tanpa disangkutpautkan oleh konflik politik identitas yang melanda Indonesia :).

Sumber: http://www.nussaofficial.com

Burger Bros, Serving You Only Delightful Burger Feast Experience!

Pada masa penyembuhan dari Covid-19, mobiltas saya agak terhambat. Pada waktu itu saya masih disarankan untuk tetap isolasi mandiri di rumah. Memesan makanan melalui aplikasi ojek online adalah solusi untuk dapat tetap jajan di saat yang kurang mengenakan tersebut. Disitulah saya pertama kali mengenal Burger Bros. Karena sudah bekerjasama dengan gojek dalam hal cloud kitchen, maka saya tidak perlu khawatir soal ongkos kirim. Salah satu cloud kitchen Burger Bros terletak dekat sekali dengan rumah saya hohohoho.

Burger Bros memang hanya dapat dipesan melalui aplikasi ojek online. Tapi jangan khawatir sebab titik pemesannya tersebar banyak sekali di Jakarta. Saat ini Burber Bros sudah merambah sampai ke Bandung, Surabaya dan Medan juga loh.

Hhhmm, Burger Bros menjual apa saja sih? Yang jelas ada burgernya laaah hehee. Saya sendiri baru mencicipi cheese burger to love, chicago beef burger, she caught the chicken burger dan OG chicken burger.

Cheese burger to love terdiri dari roti burger, beef patty, selada, saus barberque, keju cheddar dan saus keju. Dari penampilannya, burger ini nampak akan memberikan rasa yang keju sekali. Namun ternyata, keju cheddar-nya tersamar oleh saus keju kental yang menyelimuti beef patty. Tapi entah kenapa, rasa kejunya sih tidak dominan, hanya terasa sedikit. saus barberque berhasil memberikan aroma barberque yang harum dengan rasa asam yang khas. Tapi, dari semua bahan yang ada, beef patty-nyalah yang justru terasa dominan. Sesaat setelah digigit, beef patty tersebut langsung hancur berhamburan di dalam mulut memberikan sebuah tekstur yang enak untuk digigit. rasanya semakin enak ketika ditambahkan mayo salad dressing dan sambal, yummm, enaaak.

Chicago beef burger terdiri dari roti burger, beef patty, saus barberque, daging asap, mustard madu, selada dan sayuran lainnya. Terus terang rasanya sangat barberque sekali, mulai dari asam sampai aromanya yang harum. Rasa manis dari mustard madu sedikit mengurangi keasamannya, dan sedikit memberikan rasa manis yang unik. Dengan beef patty yang tebal dan bertekstur unik, rasa burger ini semakin enaaakk :).

She caught the chicken burger terdiri dari roti burger, potongan keju cheddar, filet ayam goreng tepung, saus barberque, saus wijen Jepang, wortel dan aneka sayuran. bentuk burgernya agak tinggi sehingga mulut saya harus menganga agak lebar untuk menyantap satu ini (^_^). Kejunya sendiri tidak terlalu terasa karena sudah tersamar dengan saus lainnya yang membuat hidangan ini terasa gurih dan nikmat. Tak lupa terdapat kerenyahan ayam goreng tepung yang sangat terasa. Daging ayamnya pun jauh dari kata pelit. Paduannya menghasilkan rasa daging ayam dengan kerenyahan dan kegurihan yang unik dan khas. Enaaakk.

Kalau dilihat dari namanya, OG chicken burger tentunya akan lebih sederhana dari hidangan lain di atas. OG sendiri mengacu pada gaya old school yang melegenda. Kita lihat, apakah OG chicken burger memang pantas disebut legenda. Burger ini terdiri dari roti burger, ayam filet goreng tepung, saus mayo dan selada. Rasanya agak halus dan memberikan filet ayam renyahnya untuk lebih bersinar. Yah, inilah burger yang rasa daging ayamnya sangat dominan. Agak mengingatkan saya kepada burger ayam KFC pada jaman dahulu, hanya saja Burger Bros memberikan daging ayam yang lebih besar, Mantabbb.

Saya rasa keunggulan dari burger-burger dari Burger Bros adalah pada beef patty-nya dan fillet ayam goreng tepungnya. Yang pasti beef patty nya terasa khas karena teksturnya yang beda. Keberadaan urat pada dagingnya semakin menambah keunikan dari burger. Fillet ayamnya selalu tampil berlimpah dan besar, tidak pelit. Ditambah dengan kerenyahan goreng tepungnya, yummm sopasti burgernya semakin nikmat. Kemudian, pada beberapa bagian filet, masih terdapat seperti semacam lapisan kulit ayam yang membuat filet ini terasa beda.

Selain itu, berbeda dengan fast food pada umumnya, Burger Bros tidak memberikan saus tomat. Posisi saus tomat digantikan oleh mayo salad dressing. Otomatis saya menyantap semua burger di atas dengan kedua saus tersebut. Rasanya mampu memberikan sesuatu yang berbeda. Bagi saya pribadi sih mayo salad dressing ternyata cocok juga kalau dipergunakan untuk menyantap burger.

Dengan demikian, Burger Bros layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”. Jaman pandemi seperti sekarang ini memang paling tepat untuk memesan makanan dengan layanan pesan antar saja, tidak perlu jalan keluar apalagi makan di luar.

F9: The Fast Saga (2021)

Terus menerus menonton film-film franchise Fast & Furious adalah salah satu kebodohan yang terus saya lakukan. Aahhh mungkin ada kalanya saya hanya ingin menonton film yang sarat aksi tanpa harus banyak berfikir. Toh selama ini film-filmnya Fast & Furious menampilkan adegan aksi yang tidak murahan dengan cerita yang lumayan.

Namun bagaimanapun juga, saya sadar betul bahwa film-film tersebut sudah semakin jauh melenceng dari tema awalnya. Dari yang pada awalnya mengangkat tema kriminal di arena balap liar. Kemudian temanya semakin melenceng ke arah tema terkait kriminal yang semakin besar dan besar dan besar sampai keamanan global. Aksi yang ditampilkan pun semakin dibuat bombastis sampai hampir tidak masuk akal.

Yaahhh, pada Fast & Furious 9 (2021) atau F9: The Fast Saga (2021) ini, semua sudah mencapai titik puncaknya. Sebagian adegan aksinya terbilang hampir tidak masuk akal. Sementara itu, sebagian lagi sama sekali tidak masuk akal wkwkwkwkwk. Sumpah, saya ini sedang menonton film superhero atau film apa x_x. Meskipun semua adegan aksinya ditampilkan dengan halus dan nyata, yah tetap saja …. sungguh terlalu … :’D.

Kalau dilihat dari segi cerita pun, F9: The Fast Saga (2021) nampak dangkal sekali. Sebuah kisah yang klise dan sudah banyak dikisahkan oleh film-film aksi lainnya. Dominic “Dom” Torreto (Vin Diesel) dan kawan-kawan harus berburu 2 komponen alat super canggih yang disebut Proyek Ares. Adik Dom pun memimpin sekelompok tentara untuk memperoleh alat tersebut. Konon, Proyek Ares dapat disalahgunakan untuk menguasai dunia. Lhoh, Dom tiba-tiba punya adik lagi tho? Yang lebih wow lagi, katakter yang dulu dikabarkan tewas pada film Fast & Furious sebelumnya, tiba-tiba … sim salabim abrakadabra … bisa hidup lagi setelah disulap pak sutradara.

Beruntung terdapat karakter Roman (Tyrese Gibson) yang jenaka. Tanpa kehadiran karakter ini, sopasti saya sudah berhenti menonton di pertengahan film. Karakter yang satu ini bahkan secara tersirat menyatakan bahwa semua yang tim Dom lakukan adalah sesuatu yang ajaib. Keajaiban yang sayangnya mulai membosankan.

Adegan aksi yang jauh dari akal sehat dan jalan cerita yang minus, membuat F9: The Fast Saga (2021) hanya layak untuk memperoleh nilai 2 dari skala maksimum 5 yabg artinya “Kurang Bagus”. Mungkin sudah saatnya saya berhenti menonton film-filmnya Fast & Furious.

Sumber: http://www.universalpictures.co.uk/micro/fast9

The Hunt for Red October (1990)

Saya mengenal nama Tom Clancy dari beberapa video game besutan Ubisoft yang belum pernah saya mainkan, tidak punya console-nya, hehee. Yang pasti temanya pastilah soal militer. Video-video game tersebut tentunya dibuat berdasarkan novel karangan Tom Clancy. Tidak hanya video game, novel Opa Clancy juga sudah lama merambah dunia film layar lebar. Saya sendiri pernah membahas Jack Ryan: Shadow Recruit (2014), salah satu film yang dibuat berdasarkan novel Tom Clancy. Tapi Jack Ryan: Shadow Recruit (2014) bukanlah yang pertama. The Hunt for Red October (1990) merupakan film pertama yang dibuat berdasarkan novel Tom Clancy dengan judul yang sama. Film ini menampilkan 2 nama besar pada era tahun 90-an yaitu Sean Connery & Alec Baldwin.

Sean Connery berperan sebagai Marko Ramius, seorang Kapten kapal selam Uni Soviet yang sangat terkenal di dunia militer. Ia sangat dihormati dan berhasil melatih kapten-kapten kapal selam handal bagi Uni Soviet. Dengan reputasinya yang gemilang, Ramius diberi kepercayaan untuk memimpin para awak dari kapal selam terbaru Uni Soviet, yaitu Red October.

Sementara itu Jack Ryan (Alec Baldwin) merupakan analis intelejen CIA yang cerdas. Ia melihat bahwa terdapat kemungkinan bahwa Ramius bermaksud untuk membelot dari Uni Soviet. Menurut Ryan, Red October hendak Ramius berikan kepada pihak Amerika Serikat yang pada saat itu menjadi rival terberat Uni Soviet.

Latar belakang film ini adalah era perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet sebelum era kepemimpinan Mikhail Gorbachev. Kedua negara bersaing keras dalam berbagai bidang, tapi tidak secara langsung berperang saling baku hantam. Unsur politis ini pun berhasil diolah menjadi sesuatu yang menarik pada The Hunt for Red October (1990). Politisi dari kedua belah pihak saling berargumen mengenai hal-hal yang sebenarnya terjadi di Samudra Atlantik. Kesalahan berbicara sedikit saja dapat memicu perang dunia ketiga.

Apa yang sebenarnya terjadi di Samudra Atlantik? Ramius melakukan beberapa aksi di luar perintah atasannya. Akibatnya Uni Soviet Mengirim hampir semua kapal selamnya untuk mengejar Red October yang dipimpin Ramius. Pihak Amerika sendiri kebingungan. Apakah Ramius nekat hendak melakukan aksi agresi militer ke dalam wilayah Amerika Serikat? Apakah Ramius datang dengan damai dan hendak bergabung dengan Amerika Serikat?

Selain itu, aksi Ramius tentunya berpotensi menimbulkan pemberontakan di antara para awak Red October. Belum lagi terdapat agen KGB di dalam Red October. Penghianatan di dalam dan luar Red October memang menghantui film ini

Berbagai konflik yang ada berhasil ditampilkan dengan seru dan mudah dimengerti. Walaupun terbilang minim adegan perang, The Hunt for Red October (1990) berhasil memberikan atmosfer ketegangan yang menarik disepanjang film.

Saya pribadi ikhlas untuk memberikan The Hunt for Red October (1990) nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Pantas saja setelah The Hunt for Red October (1990), novel Tom Clancy terus dibuat versi layar lebarnya.

Sumber: http://www.paramount.com

Space Jam: A New Legacy (2021)

Dalam dunia bola basket, era 90-an adalah era kejayaan Michael Jeffrey Jordan dan Chicago Bulls. Jordan berhasil membawa Bulls menjadi juara NBA (National Basketball Association) 6 kali yaitu pada tahun 1991, 1992, 1993, 1996, 1997, 1998, 1999. Wah sepanjang tahun 90-an, Bulls gagal menjuarai pada tahun 1994 dan 1995. Itupun karena pada tahun tersebut, Jordan jenuh menjadi atlet baseball profesional. Peristiwa kejenuhan inilah yang menjadi latar belakang Space Jam (1996). Demi menyelamatkan anaknya, Jordan yang sedang menjadi atlet baseball, harus bermain bola basket lagi. Jordan harus bermain basket bersama tokoh-tokoh Looney Toons seperti Bugs Bunny, Porky Pig, Tweety, Elmer Fud, Lola Bunny, Daffy Duck, Tasmanian Devil, Road Runner dan lain-lain. Dengan kepopuleran Jordan saat itu, film ini sukses besar. Hampir semua teman sekelas saya di SD menonton film tersebut :’D.

25 tahun kemudian, Space Jam: A New Legacy (2021) hadir tapi tanpa Jordan. Posisi Jordan pada Space Jam: A New Legacy (2021), digantikan oleh LeBron Raymone James. Pada saat Space Jam: A New Legacy (2021), LeBron memang bisa dibilang pemain basket yang paling menonjol dan memenangkan berbagai trofi. Walaupun belum melegenda seperti Jordan, LeBron patut bangga dengan 4 gelar juara NBA Bersama Miami Heat, Cleveland Cavaliers dan Los Angles Lakers.

Mirip seperti Space Jam (1996), LeBron harus menyelamatkan Dominic “Dom” James (Cedric Joe), anak bungsunya yang diculik oleh sebuah AI (Artificial Intelligence) milik Warner Bros, yaitu AI-G Rythm (Don Cheadle). AI ini dilengkapi oleh algoritma super canggih sehingga ia memiliki kekuasaan absolut terhadap semua karakter-karekter yang hidup di dalam server-server super mewahnya Warner Bros. Ia bahkan mampu membubarkan Looney Toons dan membuat dunia Toons menjadi dunia yang sekarat. AI-G Rythm mengganggap Looney Toons sudah kuno dan kurang menjual. Para Looney Toons di pecah-pecah untuk bermain di dunia The Matrix, DC Comics, Game of Thrones dan dunia-dunia lain di dalam server Warner Bros.

Uniknya, kali ini tim LeBron tidak melawan monster yang super besar. Mereka akan melawan karakter video game ciptaan Dom, anak LeBron sendiri. Selama ini, LeBron menuntut dan mendorong agar semua anaknya mengikuti langkahnya sebagai pemain profesional NBA. Namun Dom memiliki minat yang agak berbeda. Ia ingin menjadi developer video game. Dengan menggunakan rekaman gerakan dan gaya bermain rekan-rekan ayahnya di NBA, Dom berhasil membuat berbagai karakter video game yang piawai bermain basket.

AI-G Rythm memanfaatkan konflik antara Dom dan LeBron untuk memenangkan pertandingan. Dom sendiri merasa bahwa ini adalah kesempatan baginya untuk membuktikan bahwa ia mampu menghasilkan sesuatu yang spektakuler dari bidang di luar basket.

Pertandingan basketnya sendiri sangat berbeda dengan pertandingan NBA. Mereka bermain di dalam dunia imajinasi. Terdapat berbagai peraturan yang tidak mungkin ada di dunia nyata. Masing-masing pemain memiliki semacam ilmu atau jurus spesial. Hal-hal seperti ini juga memang ada di Space Jam (1996), tapi tidak sebanyak ini. Saya rasa semua jurus dan aturan tambahan tersebut agak overdosis ya. Pertandingan yang disuguhkan terasa seperti bukan pertandingan basket lagi. Beruntung semua hal di atas dapat ditampilkan dengan jelas dan baik. Paling tidak saya tidak kebingungan ketika melihat film ini.

Secara visual, Space Jam: A New Legacy (2021) memang memanjakan para penonton dengan special effect yang cantik, megah & halus. Karakter kartun beserta dunia yang menjadi latar belakang Space Jam: A New Legacy (2021), berhasil menyatu dengan karakter non kartun seperti LeBron dan keluarganya. Jurus-jurus super para pemain basket ini pun dapat ditampilkang dengan dengan sangat baik. Semuanya berhasil menjadi keunggulan utama Space Jam: A New Legacy (2021).

Jalan ceritanya sendiri memang sangat mirip dengan Space Jam (1996). Mirip bukan berarti sama. Paling tidak Space Jam: A New Legacy (2021) berhasil mengangkat sesuatu yang berbeda melalui konflik antara LeBron dengan Dom. Sayang beberapa aksi konyol dari Looney Tunes dirasa kurang lucu. Kemudian akting LeBron sendiri terlihat sedikit kaku, maklumlah dia kan dasarnya atlet, bukan aktor.

Melihat hal-hal di atas, Space Jam: A New Legacy (2021) masih dapat memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Bagaimanapun juga film ini merupakan nostalgia bagi penonton-penonton seperti saya. Sebagus atau sejelek apapun Space Jam: A New Legacy (2021) , sopasti saya akan tetap tonton.

Sumber: http://www.spacejam.com