Frozen (2013)

Walt Disney sudah merilis banyak sekali film animasi dengan tema putri-putri-an. Sampai-sampai ada istilah Disney Princes yang hadir dalam berbagai barang dagangan Disney :’D. Yaaaah, setiap beberapa tahun, Disney rajin menambah jumlah Disney Princess mereka.

Kisah-kisah putri-putrian klasik yang Disney angkat, banyak berkutat pada kisah cinta putri dan pangeran dimana pada akhirnya sang putri dan pangeran hidup bahagia selamanya. Lihhat saja Snow White and the Seven Dwarfs (1937), Cinderella (1950), Sleeping Beauty (1959), The Little Mermaid (1989). Bagi saya pribadi, tidak ada yang menonjol diantara kisah-kisah tersebut karena kiasahnya bersifat universal dan sudah ada banyak didongengkan oleh pihak lain selain Disney.

Kemudian Disney merubah kisah putri yang diangkat sedemikian rupa sehingga kisah cintanya menjadi kisah cinta tak biasa antara sang putri dengan seeorang yang pangkatnya bukan pangeran, tapi yaaaaa masih cinta-cintaan sih. Semua dapat dilihat pada Beauty and the Beast (1991), Aladdin (1992), Pocahontas (1995), Mulan (1998), The Princess and the Frog (2009) dan Tangled (2010). Bagi saya pribadi, Mulan (1998) terbilang sangat menghibur dan lucu. Sedangkan Pocahontas (1995) terlalu ingin memberikan banyak pesan moral dan memberikan kisah yang membosankan. Aaahhh saya masih belum menemukan Disney Princess yang benar-benar ok kecuali Mulan (1998).

Akhirnya, Disney benar-benar melepaskan drama cinta-cintaan pada Brave (2012). Film ini lebih mengisahkan mengenai hubungan antara ibu dan anak ketimbang lamaran dari pangeran atau kepala suku. Film ini lebih mendidik dan cocok untuk ditonton anak saya yang masih Playgroup ketimbang film-film Disney Princes sebelumnya ;). Tapi yaaaa ceritanya kok ya rasanya datar-datar saja, kurang lucu dan putri saya pun tak terlalu tertarik dengan Brave (2012).

Kemudian … pada 2013, Disney merilis Frozen (2013) yang terbilang fenomenal karena sampai 2018 saja, pernak pernik Frozen (2013) masih laku di pasaran. Inilah film kartun favorit anak saya. Dengan didukung sountrack “Let It Go” yang enak didengar, cerita yang menarik, dan animasi yang lumayan ok, Frozen (2013) terus mendulang popularitas. Sampai-sampai, Disney memisahkan produk-produk Frozen (2013) dari Disney Princes karena Frozen (2013) dianggap cukup perkasa untuk berdiri sendiri.

Memang bercerita tentang apa sih Frozen (2013) itu? Film ini mengisahkan tentang hubungan kakak adik yang bermasalah karena si kakak memiliki kekuatan yang sulit tuk dikendalikan. Alkisah Raja dari Negeri Arendelle memiliki 2 putri yang saling menyayangi dan sering bermain bersama. Namun, sebuah insiden membuat si kakak, Elsa (Idina Menzel) menjaga jarak dan tidak mau bermain dengan adiknya lagi, Elsa (Kristen Bell). Akses Elsa terhadap dunia luar pun dibatasi. Pelayan dan petugas yang berinteraksi dengan Elsa dibatasi jumlahnya. Kenapa yaaa?

Sejak kecil, Elsa, memiliki kekuatan untuk mengendalikan es dan salju. Sayang ia mengalami kesulitan untuk mengendalikan kekuatan tersebut, sampai-sampai ia tidak sengaja melukai Anna ketika bermain. Masalah ini terus berlanjut hingga Elsa dan Anna tumbuh dewasa, bahkan ketika Sang Raja dan Ratu Arendelle tewas dalam sebuah kecelakaan. Mau tak mau, Elsa harus muncul di depan publik untuk naik tahta menjadi Ratu Arendelle.

Disinilah konflik antara Anna dan Elsa meruncing. Keduanya bertengkar dan Elsa tidak sengaja mengeluarkan kekuatan yang belu dapat ia kendalikan. Merasa berbeda, malu dan disudutkan, Elsa melarikan diri dan pergi keluar dari Arendelle untuk berubah menjadi Ratu Es yang tinggal di Istana Es yang megah. Anak saya senang sekali dengan Istana Es ini melebihi Istana milik negeri Arendelle :’D. Istana pulalah yang menjadi mayoritas latar belakang video klip OST (Original Soundtrack) Frozen (2013), Let It Go. Let It Go inilah yang menjadi awal mula anak saya senang dengan Frozen (2013). Saya pribadi, mengakui bahwa OST yang satu ini adalah OST terbaik sampai saat ini :D. Saya saja, lebih dulu mendengarkan lagu Let It Go, barulah saya menonton filmnya hehehehe.

OST yang bagus, diikuti pula dengan cerita putri-putrian yang berbeda dengan cerita putri klasik seperti Putri Salju dan kawan-kawan. Frozen (2013) mengisahkan bagaimana Anna, sekuat tenaga berusaha membawa pulang Elsa dan menghentikan badai salju yang Elsa, Sang Ratu Es, buat. Dalam perjalanannya, Anna dibantu oleh Olaf (Josh Gad), Kristoff (Jonathan Groff) dan Sven (Frank Welker). Di sini terdapat sedikit twist dimana seolah-olah Frozen (2013) adalah kisah cinta beda kasta yaitu antara Anna dan Kristoff. Padahal fim ini tetap konsisten bercerita mengenai hubungan adik-kakak. Kisah cinta-cintaan hanyalah bumbu tambahan yang masih aman ditonton oleh penonton cilik.

Kisah dan tokoh yang menarik, pesan moral yang baik, serta didukung oleh OST yang enak sekali, tentunya menjadi nilai plus Frozen (2013). Saya rasa Frozen (2013) sudah selayaknya memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: https://frozen.disney.com

Iklan

Escape Plan (2013)

Escape Plan 1

Escape Plan (2013) adalah film action thriller yang mengisahkan bagaimana Ray Breslin (Sylvester Stallone) & Emil Rottmayer (Arnold Schwarzenegger) melarikan diri dari sebuah penjara misterius milik CIA. Ray sebenarnya adalah konsultan yang bertugas mencari titik lemah penjara-penjara yang ada di dunia sehingga titik lemah tersebut dapat diperbaiki dan tidak ada narapidana yang berhasil kabur. Ia telah berhasil meloloskan diri dari berbagai penjara dan menulis buku berdasarkan pengalamannya itu.

Kali ini Ray ditugaskan oleh CIA untuk mencari titik lemah salah satu penjara teroris mereka yang dibuat berdasarkan buku yang Ray tulis. Ray masuk ke dalam penjara tersebut sebagai narapidana sehingga ia dapat melakukan pengamatan dengan detail. Biasanya Ray dibantu oleh sebuah tim yang memberikan Ray dukungan dari jauh. Khusus untuk kasus terbaru ini, Ray tidak dibantu oleh timnya karena CIA ingin tahu seberapa besar kemungkinan penjaranya dapat dibobol oleh narapidana baru tanpa dukungan dari luar penjara.

Malang, ternyata Ray dijebak, tidak ada seorang pun yang percaya siapa Ray sebenarnya walaupun Ray sudah memberikan kode kepada sipir penjara, sebuah kode yang menunjukkan identitas asli Ray. Ray terpaksa harus meloloskan diri dari penjara tersebut agar ia tidak terjebak seumur hidup di sana.

Escape Plan 5

Di dalam penjara, Ray berkenalan dengan Emil yang sudah memiliki banyak koneksi di dalam penjara tersebut. Emil memang baru saja Ray kenal, entah apakah Emil dapat dipercaya atau tidak, tapi Ray tak punya pilihan lain. Keduanya kemudian bahu membahu bekerja sama agar dapat keluar dari penjara yang konstruksi dan posisinya masih misterius ini.

Escape Plan 3

Meskipun akhir dari film seperti Escapa Plan (2013) mudah ditebak seperti apa, saya tertarik ketika melihat bagaimana Ray & Emil melakukan observasi, penyelidikan dan perencanaan untuk meloloskan diri dari penjara. Terlebih lagi, ada sedikit kejutan terkait siapakah Emil sebenarnya :).

Escape Plan 2

Escape Plan 4

Escape Plan 8

Escape Plan 7

Sayangnya, saya lihat Escape Plan (2013) masih memuat sedikit adegan aksi yang agak mustahil seperti adegan dimana si jagoan tidak terkena peluru walaupun sudah ditembaki oleh banyak orang x__x. Yaaah berhubung adegan-adegan tersebut relatif sedikit, saya masih ikhlas untuk memberikan Escape Plan (2013) nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: http://www.escapeplanmovie.com

World War Z (2013)

World War Z 1

Film World War Z (2013) merupakan adaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama. Z pada judul film tersebut adalah sebutan bagi manusia yang sudah terinfeksi sebuah virus. Virus ini mengubah manusia menjadi zombie yang sangat agresif. Berbeda dengan zombie-zombie yang ada pada film-film lain, zombie pada World War Z (2013) dapat berlari seperti orang kesurupan dan sangat sensitif dengan bunyi-bunyian. Mereka tidak segan-segan berlari dan melompat untuk menghampiri sumber dari bunyi-bunyian yang mereka dengar. Hal inilah yang membuat World War Z (2013) sukses menghadirkan suasana mencekam di kamar saya kemarin malam.

World War Z 4 World War Z 2

World War Z 7

World War Z 3

World War Z 10

World War Z 6

Melihat World War Z (2013) sebagai film bergenre horor yang mengangkat tema zombie, awalnya saya sama sekali tidak tertarik untuk menonton film tersebut. Yaaaelaah film zombie-nya Amerika yaaa paling begitu-begitu saja. Ceritanya hanya menceritakan seseorang atau beberapa tokoh utama yang berlari & bersembunyi dari kejaran zombie. Ending-nya pun paling dibuat sangat menggantung dengan kemenangan di pihak zombie atau dibuat zombienya yang kalah karena ditembak oleh sepasukan angkatan bersenjata sebuah negara, boring :(.

Setelah menonton World War Z (2013) kemarin malam, saya sadar bahwa saya salah. World War Z (2014) menceritakan bagaimana Gerry Lane (Brad Pitt), seorang mantan prajurit PBB, berkelana ke Korea, Israel dan Wales untuk mencari vaksin yang dapat menyembuhkan manusia-manusia yang sudah berubah menjadi Z. Walaupun pada akhirnya bukan vaksin penawar wabah Z yang ia temukan, petualangan Gerry ini cukup keren dan membuat saya penasaran.

WORLD WAR Z WORLD WAR Z World War Z 5

WORLD WAR Z

Kalau harus dibandingkan dengan film-film zombie lainnya seperti I am Legend (2007) atau Dawn of The Dead (2004), World War Z (2013) memiliki jalan cerita yang lebih menyenangkan untuk diikuti. Film zombie klasik seperti Dawn of The Dead (2004) tentunya sudah umum dan mudah ditebak seperti apa ceritanya, sedangkan film zombie yang mengambil jalan cerita yang unik seperti I am Legend (2007) memang menampilkan sesuatu yang berbeda namun belum tentu bagus. Tidak semua yang berbeda itu bagus lhooo, I am Legend (2007) adalah contohnya, film ini termasuk film terburuk yang pernah saya tonton, payaaaaahh :(. Rasanya World War Z (2013) layak mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”, film horor bertemakan zombie pertama yang mendapat nilai 4 dari saya ;).

Sumber: worldwarzmovie.com

Blood Ties (2013)

Blood Ties 1

Film Blood Ties (2013) merupakan adaptasi dari novel Prancis yang berjudul Les liens du sang, novel Prancis yang saya sendiri belum pernah baca :P. Saya tidak tahu versi novelnya seperti apa, tapi yang pasti nuansa 1970-an benar-benar terasa pada Blood Ties (2013), mulai dari lokasi, gaya rambut, pakaian sampai musik. Menonton Blood Ties (2013) pun rasanya seperti menonton film yang dibuat tahun 1970 namun sudah memiliki resolusi gambar yang bagus :).

Sebenarnya film ini bercerita tentang apa sih? Blood Ties (2013) bercerita mengenai perjalanan hidup kakak beradik, Chris Pierzynski (Clive Owen) & Frank Pierzynski (Billy Crudup) dengan latar belakang Amerika Serikat era 1970-an, itulah sebabnya nuansa 1970-an sangat melekat dengan film ini. Walaupun memiliki hubungan darah, kedua saudara ini kurang akur & sering berbeda pendapat, profesinya pun saling bertentangan. Chris adalah seorang mantan narapidana yang baru saja keluar dari penjara, sedangkan Frank adalah seorang polisi.

Blood Ties 8 Blood Ties 5

Setelah keluar dari penjara, Chris menumpang di rumah Frank. Awalnya Chris berniat untuk “bersih”, mencari pekerjaan yang halal. Namun godaan duniawi tetap menggodanya untuk kembali ke jalan kelam. Apalagi Chris membutuhkan biaya untuk membangun keluarga baru bersama kekasih barunya, Natalie (Mila Kunis), serta Chris juga harus menghidupi anak-anak dari pernikahan sebelumnya dengan Monica (Marion Cotillard) yang telah kandas. Akankah Chris kembali melakukan aksi kejahatan demi uang? Hhhmmm, seperti sih … 😛

Blood Ties 2 Blood Ties 4

Berbeda dengan Chris, Frank adalah polisi jujur yang berdedikasi tinggi. Frank tidak ada masalah dengan mata pencaharian & pendapatan, namun kisah asmara Frank agak suram. Pada suatu hari Frank menangkap seorang perampok yang ternyata merupakan suami dari mantan kekasihnya. Frank masih tergila-gila & berusaha mendapatkan kembali cinta mantan kekasihnya tersebut.

Blood Ties 3

Pada suatu titik perjalanan hidup kakak beradik ini, mereka akan saling bertemu & terpaksa berbentur. Akankah ikatan persaudaraan sedarah mengalahkan segalanya? …. Saya tidak akan menulis spoiller di blog saya, tenaaaang 😉

Blood Ties 6 Blood Ties 7

Meski dikategorikan sebagai film thriller kriminal, menurut saya unsur drama pada Blood Ties (2013) lebih kental ketimbang thriller-nya meskipun Blood Ties (2013) memang dilatarbelakangi oleh kriminalitas. Sayangnya saya bukanlah penggemar film drama, apalagi Blood Ties (2013) tidak ada “gereget”-nya sama sekali, maka rasanya Blood Ties (2013) hanya layak mendapat nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya ” Kurang Bagus”.

Sumber: http://bloodtiesthefilm.com/

Odd Thomas (2013)

Odd Thomas 1

Minggu lalu adalah masa-masa dimana saya & istri kelelahan setah menjadi panitia suatu acara yang melelahkan namun menyenangkan :’D, jadi malas keluar rumah sehingga waktu kami untuk bertapa di rumah ditemani TV semakin panjang. Suatu saat saya melihat ada Odd Thomas (2013) diputar di Channel Cinemax, hhhmmm perasaan pernah lihat posternya di bioskop tapi masih masuk kategori coming soon, bukunya juga pernah ada, karangan Dean Koonz. Sepertinya boleh juga ni film, dari yang biasanya menonton channel Fox Crime, malam minggu itu kami pindah ke channel Cinemax.

Film apa sih Odd Thomas (2013) itu? Odd Thomas (2013) bercerita mengenai kisah hidup Odd Thomas (Anton Yelchin) yang memiliki kekuatan supranatural, Odd Thomas dapat melihat arwah penasaran orang yang sudah meninggal, firasat akan kejadian yang akan terjadi & dapat melihat mahluk jahat yang disebut bodach. Bodach akan muncul di dekat kejahatan dan hal-hal yang bersifat negatif ada.

Odd Thomas 6

Odd Thomas 2

Pada suatu hari, Odd Thomas bermimpi akan suatu kejadian berdarah di kota kecil tempat Odd Thomas tinggal, Pico Mundo. Mimpi tersebut sepertinya merupakan salah satu firasat yang harus ditangani oleh Odd Thomas karena ia juga semakin hari semakin banyak Bodach hadir di kota Pico Mundo.

Odd Thomas menyelidiki fenomena ini dengan dibantu oleh Stormy (Adfison Timlin), kekasihnya. Meskipun mereka berdua didukung oleh kepala polisi, Wyatt Porter (Willem Dafoe), namun semakin lama, hasil penyelidikan mereka justru membuat anak buah Wyatt menaruh curiga kepada Odd Thomas. Akankah peristiwa berdarah menimpa kota Pico Mundo? Bisa dilihat di Cinemax atau Blueray player :’P.

Odd Thomas 3 Odd Thomas 4

Odd Thomas 5

Meski ada banyak unsur kejutan akan siapa yang ternyata menjadi tokoh protagonis beserta rencana tokoh-tokoh protagonis tersebut, jalan cerita Odd Thomas (2013) terkesan biasa saja, tidak ada ketegangan atau sesuatu yang “wah” dari film ini. Seperti film-film pada umumnya, jagoan pada film ini akhirnya menang tapi ada sedikit kejutan lagi diakhir film Odd Thomas (2013) yang mengharukan hingga membuat istri saya menangis huhuhuhu.

Odd Thomas (2013) pantas untuk dijadikan hiburan di rumah tapi rasanya kurang sepadan kalau harus jauh-jauh ke bioskop untuk menontonnya. Saya pribadi menilai Odd Thomas (2014) layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Not bad laaah ;).