Running Man TV Show

Running Man 1

Walaupun akhir-akhir ini Indonesia masih sedikit mengalami demam K-Pop dan serba serbi yang berasal dari dunia hiburannya Korea Selatan, saya bukan termasuk mahluk yang mengikuti trend tersebut. Saya pun tidak pernah hafal grup musik Korea yang anggotanya 1 kelurahan, banyak beneeer, bagi honornya gimana yah :P. Uniknya, hanya ada 2 hal yang saya tau dan hafal dari dunia hiburan Korea Selatan yaitu Gang Nam Style dan Running Man :). Saya pertama kali menonton Running Man di Laptop saya yang merupakan hasil download-an teman saya. Entah asalnya dari mana :’D.

Running Man sendiri merupakan acara kompetisi yang kreatif dan variatif. Peserta tetap Running Man adalah MC atau penyanyi atau bintang film yang pada awalnya berjumlah 8. Kemudian terjadi perubahan jumlah anggota menjadi 9, lalu terakhir, sampai tulisan ini saya buat jumlahnya menjadi 7 orang yaitu Yo Jae Suk (Grasshopper), Ji Suk Jin (Big Nose), Kim Jong Kook (Sparta Kook), Ha Dong-Hoon (Haha), Kang Gary (Peaceful Gary), Song Ji Hyo (Ace) & Lee Gwang Soo (Icon of Betrayal).

Dalam setiap episodenya, terdapat bintang tamu yang hadir sebagai peserta. Biasanya bintang tamu yang hadir itu datang sekaligus mempromosikan film barunya atau album musik barunya atau acara barunya. Anggota tetap Running Man bersama para bintang tamu biasanya melakukan aneka lomba di tempat-tempat yang terkenal atau bersejarah. Kadang, tempat yang dipilih adalah tempat yang sedang melakukan promosi, yaaah sekalian iklan. Tapi kadang tempatnya adalah tempat yang konyol seperti kosan salah satu kontestan, saya ingat ada episode dimana lokasinya adalah rumahnya Haha x__x.

Running Man 18

Running Man 16

Running Man 15

Running Man 10

Pokoknya dimanapun tempatnya, lomba-lomba yang diadakan di sana seru dan membuat semua orang berlari, yaaa judulnya saja Running Man bukan Walking Man bukan? ;). Biasanya anggota tetap Running Man dan bintang tamunya dipecah menjadi kelompok dan setiap kelompok harus melaksanakan misi tertentu. Ada kondisi dimana sesama anggota kelompok harus atau dapat menghianati anggota lainnya, pokoknya tidak ada lawan abadi dan tidak ada sekutu abadi, semua dapat berubah dalam hutungan detik, heheheh.

Running Man 7

Running Man 14 Running Man 9 Running Man 3 Running Man 4 Running Man 2 Running Man 5

Running Man 21 Running Man 17 Running Man 11 Running Man 6 Running Man 23

Running Man 13 Running Man 12

Cara eleminasi yang khas dari beberapa lomba yang dilakukan pada acara Running Man adalah dengan melepaskan tempelan nama yang terpasang pada bagian punggung lawan. Kim Jong Kook adalah peserta yang paling ditakuti dalam hal ini. Badan yang kekar disertai dengan agresifitas yang tinggi membuat anggota yang lain lari kocar kacir setiap Kim datang. Tapi mereka lari bukan untuk menyerah, melainkan lari untuk mempersiapkan strategi bagaimana cara mengelabui Kim. Kadang keberuntungan dan kecerdasan dapat membuat seseorang memenangkan kompetisi pada Running Man.

Running Man 22

Running Man 8

Running Man 20

Running Man 19

Pada episode-episode awal, pemenang kompetisi tidak mendapatkan apa-apa, tapi bagi yang kalah akan mendapatkan hukuman, hukuman yang agak konyol dan memalukan. Sekarang, pada episode-episode yang baru, pemenang akan mendapatkan hadiah, mulai dari hadiah yang konyol sampai hadiah yang wow seperti keliling Eropa hhhmmmm, mau duong keliling Eropa gratizzz :).

Lomba-lomba dan misi-misi yang ditampilkan Running Man tidak monoton, penuh kejutan, lucu dan seru untuk ditonton. Acara ini termasuk acara paling kreatif yang pernah saya tonton. Olehkarena itulah Running Man layak untuk mendapat nilai 5 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus Sekali”.

My Kitchen Rules TV Show

MKR 1

My Kitchen Rules adalah acara kompetisi memasak yang diselenggarakan di Australia dan dipandu oleh Pete Evans & Manu Feildel. Kedua pemandu acara tersebut berperan juga sebagai juri utama My Kitchen Rules. Saya sendiri agak asing dengan kedua orang ini tapi dari logatnya, si Manu itu orang Prancis dan si Pete itu orang Australia. Kabarnyaaa,  Pete & Manu adalah koki terkenal di Australia sana.

Pete & Manu tidak sendirian berperan sebagai juri, mereka dibantu pula oleh beberapa juri tamu seperti Guy Grossi, Karen Martini, Liz Egan, Colin Fassnidge dan Tobie Puttock. Para juri tamu ini adalah orang-orang yang cukup terkenal di industri kuliner Australia sana, saya sendiri baru melihat mereka di acara My Kitchen Rules.

MKR 12MKR 5

MKR 14

Juri-juri ini memberikan penilaian kepada hasil masakan para peserta My Kitchen Rules yang terdiri dari beberapa kelompok kontestan. 1 kelompok kontestan terdiri dari 2 orang dan mewakili salah satu dari beberapa negara bagian yang ada di Australia. 1 kelompok kontestan dapat terdiri dari sepasang kekasih, ibu anak, suamu istri, sahabat, ibu-ibu, bapak-bapak dan lain-lain. Kelompok-kelompok kontestan ini diberikan tugas memasak masakan pembuka, utama atau penutup yang berbeda di setiap babaknya. Kadang mereka harus berkolaborasi dengan kelompok kontestan lain, kadang mereka harus belanja sendiri dalam berburu bahan baku, kadang mereka harus memasak di hadapan banyak orang, membuka lapak mini restoran dan lain-lain. Kelompok-kelompok kontestan yang memperoleh nilai terburuk atau terbawah harus bersiap-siap untuk terkena eliminasi.

MKR 9 MKR 8 MKR 15

MKR 10

MKR 3

MKR 4

Eliminasi tentunya menjadi sesuatu yang wajib ada pada acara kompetisi memasak seperti My Kitchen Rules. Tapi ada bedanya acara My Kitchen Rules dengan acara kompetisi memasak lainnya? Acara TV yang mengangkat kompetisi atau lomba memasak sudah banyak yang beredar bahkan sampai ada versi Indonesia-nya. Saya tertarik menonton acara My Kitchen Rules karena setiap kelompok seperti memiliki karakter yang mau ditonjolkan. Ada kelompok yang berkarakter periang, baik hati, norak, sombong sampai belagu hehehehehe.

Pada My Kitchen Rules, terkadang penilaian pada suatu babak tidak 100% ditentukan oleh dewan juri melainkan oleh sesama kontestan. Masing-masing kelompok boleh berkomentar mengenai hidangan yang dimasak oleh para pesaingnya. Naaaah, sesi komentar inilah yang seru. Sampai-sampai ada kelompok kontestan yang dianggap karakter jahat. Episode tiap episode saya lihat untuk melihat kejatuhan dari kelompok yang kurang saya sukai. Berikut adalah kelompok pasangan My Kitchen Rules yang menyebalkan menurut saya.

1. Sophia Pou & Ashlee Pham (Musim 4)
Duet ini adalah mahluk pualing menyebalkan yang pernah saya lihat di TV. Saya mulai menonton My Kitchen Rules pada saat kompetisi memasak tersebut sudah memasuki musim ke 4. Sophia & Ashlee adalah sahabat karib keturunan Asia yang mewakili Sydney, New South Wales. Komentar, mimik dan bahasa tubuh Sophia & Ashlee sangat kasar dan tidak sopan. Sophia nampak lebih lebih dominan dalam hal ini, sementara Ashlee nampak seperti pengikut yang taat dan penurut.
Selain perilaku buruk di atas, Sophia & Ashlee juga sering menggunakan kata “babe“, “ok babe”, “yes babe”, you do that babe”, haaissss norak abisss. Logat dan cara mereka mengatakan babe itulooh yang norak, dasar wong Australi kampung :’P.
Mereka menolak meminta maaf atas perilaku mereka yang kurang baik karena mereka memang ingin jujur dan tampil apa adanya tanpa kepura-puraan. Tapi rasanya, kalau saya atau manusia normal lainnya mau tampil apa adanya, kami tidak akan sekasar Sophia & Ashlee. Malu, sebagai orang Asia saya malu mempunyai wakil Asia seperti Sophia & Ashlee :(.

MKR 11 MKR 2

MKR 13

2. Kelly Ramsay & Chloe James (Musim 5)
Sahabat karib yang hobi melancong keliling dunia ini berhasil masuk ke Final My Kitchen Rules dan . . . syukurlah . . . kalah ;). Pada tayangan My Kitchen Rules, Kelly & Chloe nampak seperti kontestan yang sombong, suka mengejek kontestan lain dan menganggap remeh kontestan lain. Saya lihat kedua bocah asal Perth, Western Australian ini sering memandang satu sama lain sambil tertawa kecil ketika ada kontestan lain yang melakukan kesalahan. Selain itu komentar-komentar Kelly & Chloe juga cukup menyebalkan seolah mereka adalah kontestan yang paling jago masak.
Kelly & Chloe memang menyebalkan tapi mereka memang pandai memasak dan pantas untuk masuk Final. Berbeda jauh dengan Sophia & Ashlee (Musim 4) yang sangat menyebalkan & tidak mampu menyentuh babak final ;). Berhubung saya sudah melihat perilaku Sophia & Ashlee, maka tingkah Kelly & Chloe nampak tidak terlalu menyebalkan, hohoho. Apalagi Kelly mengklain bahwa produser My Kitchen Rules menyunting komentar mereka sehingga mereka nampak seperti tokoh jahat di My Kitchen Rules. Berarti dengan kata lain Kelly & Chloe tidak suka dengan penampilan mereka di TV, wajar, masih normal berarti :’P.

MKR 7 MKR 6 MKR 16

Perlu diingat juga, tanpa hadirnya kelompok-kelompok kontestan di atas, My Kitchen Rules tidak akan seseru ini. Daya tarik dari kompetisi memasak ini bukanlah dari pertunjukkan kemahiran masak dari para kontestannya, melainkan aksi “drama” yang hampir selalu ada di setiap episode-nya. Andaikan My Kitchen Rules hanya menyuguhkan lomba memasak se-Australia saja, saya pasti malas menontonnya. Selama beberapa minggu terakhir ini, My Kitchen Rules telah berhasil menjadi acara kompetisi favorit saya. Maka, My Kitchen Rules layak mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus” ;).

Sumber: au.tv.yahoo.com/my-kitchen-rules/

Serial CSI (Crime Scene Investigation)

CSI 1

Siapa yang tidak tahu serial atau film seri CSI (Crime Scene Investigation)? Serial ini sudah hadir sejak saya masih SMA, sekitar tahun 2000. Sampai sekarang pun CSI masih ada episode barunya loh walaupun para pemainnya sudah berganti-ganti. Serial CSI bercerita mengenai penyelidikan berbagai tindak kriminal di Las Vegas yang dilakukan dari sudut oandang sebuah team CSI Las Vegas. CSI adalah bagian dari kepolisian, tapi CSI memecahkan sebuah kasus dengan mengolah semua barang bukti yang ada.

CSI Miami 5

Awalnya hanya terdapat 1 serial CSI yang mengambil latar kota Las Vegas. Kemudian muncul 2 spin off serial CSI lain yaitu CSI: New York & CSI: Miami. Tidak jauh berbeda dengan pendahulunya, kedua film seri tersebut juga mengisahkan tentang bagaimana suatu tim CSI memecahkan pembunuhan. Perbedaannya hanyalah pada kota tempat kasus terjadi dan komposisi dari anggota CSI yang menanganinya.

Tim CSI Las Vegas pada film seri CSI, awalnya dipimpin oleh Gil Grisom (William Peterson) sampai dengan season 9, kemudian kepemimpinan CSI terus berubah mulai dari Raymond Langston (Laurence Fishburne), D. B. Russell (Ted Danson) sampai Catherine Willows (Marg Helgenberger). Sementara anggota-anggotanya juga terus berubah-ubah dengan berbagai alasan dan kisah yang berbeda. Film seri CSI dengan latar kota Las Vegas ini adalah film CSI yang pertama yang berhasil melahirkan CSI: Miami & CSI: New York. Penyelidikan yang dilakukan di laboratorium dipergunakan untuk memecahkan berbagai kasus di kota judi, Las Vegas.

CSI 2 CSI 3 CSI 4 CSI 5 CSI 6 CSI 7 Dead Of The Class CSI: CRIME SCENE INVESTIGATION CSI 10

Sedangkan tim CSI pada CSI: Miami tidak mengalami perubahan kepimpinan, sejak awal season tim ini selalu dipimpin oleh Letnan Horatio Caine (David Caruso) yang biasa dipanggil “H”. Rasanya CSI: Miami tidak jauh berbeda dengan film seri pendahulunya, CSI. Hanya saja kondisi laboratorium beserta alamnya bernuansa pantai dan tropis, maklum kota Miami kan memang agak mendekati garis khatulistiwa sehingga udaranya lebih panas, Horatio pun hampir selalu menggunakan kaca mata hitam ketika sedang beraksi di luar laboratorium. Karakter-karakter lain pada film seri CSI: Miami tidak terlalu menarik untuk dibicarakan, tidak ada yang terlalu menonjol.

CSI Miami 1 CSI: MIAMI CSI: MIAMI CSI Miami 4

Mirip dengan film seri CSI: Miami, tim CSI pada CSI: New York selalu dipimpin oleh mantan marinir yang menjadi detektif kepolisian New York, Mac Taylor (Gary Sinise). Mac kehilangan istrinya ketika peristiwa 9/11 terjadi di New York. Berbagai kasus berhasil ia selesaikan sambil menyelesaikan berbagai masalah personalnya. Hal ini terjadi juga pada karakter-karakter lain di CSI: New York. Saya melihat kehidupan personal para personel CSI:New York lebih diekspos dan menarik dibandingkan film seri CSI dan film seri CSI: Miami. Jadi tidak terlalu bosan melihat laboratorium dan proses pemecahan kasus saja.

99555_D0227B.jpg CSI NY 9 CSI NY 1 Reignited CSI: NY CSI: NY CSI NY 5 CSI NY 6

Sayang CSI: New York & CSI: Miami saat ini mulai distop serial barunya padahal kedua film seri ini rasanya lebih segar dibandingkan film seri CSI yang sudah agak mulai membosankan bagi saya pribadi. Kalau boleh memilih, harusnya film CSI saja yang distop hehee. Saya pribadi lebih senang dengan CSI: New York dibanding kedua film seri CSI lainnya, alur penyelidikannya lebih seru dan tidak membosankan.

Saya akui CSI merupakan tonggak awal munculnya jagoan dari kaum analis laboratorium kepolisian. Film detektif klasik biasanya menempatkan detektif atau polisi sebagai pihak yang melakukan penyelidikan dan memecahkan suatu kasus kriminal. Namun kalau ditelaah lebih jauh lagi, banyak sekali hal-hal yang terlalu dilebih-lebihkan pada ketiga serial-serial CSI. Semudah itukah memperoleh gambar yang jelas dari sebuah foto atau relaman buram? Sampai plat nomor mobil atau wajah orang terlihat jelas? Jawabnya ya sopasti susah, tidak semudah di film. Kemudian kok semua personel CSI diperlihatkan sering mengejar orang dengan menggunakan senjata? Bukankah personel CSI bekerja di laboratorium saja? Yang tugasnya mengejar penjahat yaa detektif atau pak polisi duong x__x. Selain itu, uji-uji yang dilakukan oleh CSI pada kenyataannya dapat memakan waktu mingguan sampai bulanan, kok di film terlihat relatif cepat ya? Alatnya pakai alat canggih buatan dewa mana? 😛

CSI: NY CSI 8

Di luar berbagai ketidakmasukakalan yang saya temui pada ketiga film seri CSI, saya akui ketiga film seri ini cukup menghibur dan layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Sampai sekarang, saya sendiri sering menonton CSI di Fox, FX atau Fox Crime, jauh lebih bermutu dan berkualitas ketimbang sinetron-sinetron Indonesia. Sebagai anak bangsa, memang saya seharusnya mencintai produk dalam negeri termasuk sinetronnya, namun seharusnya produk dalam negeri juga terus berusaha maju agar memiliki kualitas dan keunggulan kompetitif sehingga pantas untuk dicintai. Kapan ya Indonesia memiliki film seri bertemakan misteri yang berkualitas seperti CSI? Hehehehe.

Tips Memilih Undangan Pernikahan

Sebuah acara pernikahan tentuka tidak akan ramai apabila tamu yang datang sedikit. Agar para tamu mau datang, mereka harus diberikan undangan yang tepat tapi tentunya tidak membuat kantong mempelai kebobolan. Teman-teman yang seumuran dengan saya sebenarnya cukup mudah diundang, bisa melalui email atau facebook atau SMS. Namun bagaimana dengan orang-orang yang sudah tua? Sopasti mereka harus diberikan undangan fisik. Walaupun undangan fisik itu tidak mendukung go green, ketika akan melangsungkan resepsi pernikahan kemarin, saya berburu undangan fisik, bagaimana ya caranya?

Berdasarkan pengalaman beberapa bulan yang lalu, hal plaing pertama yang saya lakukan adalah melihat beberapa undangan yang pernah mampir ke rumah, adakah yang modelnya bagus & sesuai dengan selera?

Dari beberapa undangan pernikahan tersebut, saya catat nama & informasi dari vendor yang membuat undangan tersebut. Biasanya di bagian bawah undangan, terdapat nama vendor beserta alamat, email & nomor telefonnya. Untuk mengetahu harga & detail lain dari undangan yang pernah kita terima, kita dapat hubungi vendor undangan tersebut dan tinggal menyebutkan siapa nama mempelai dari model undangan yang pernah kita terima, biasanya mereka menyimpan databasenya.

Selain itu, saya juga survei di internet & datang langsung ke beberapa tempat penjual undangan di Pasar Kalibata. Banyak sekali hal-hal yang harus ditanyakan kepada vendor undangan menyangkut harga & kualitas undangan. Biasanya harga & kualitas itu berbanding terbalik yaaah x__x.

Berikut adalah beberapa hal yang mempengaruhi harga suatu undangan:

  • Apakah menggunakan huruf timbul atau tidak.
  • Apakah menggunakan lulisan cetak emas/perak atau tidak sama sekali.
  • Undangan Hardcover/softcover. Kalau softcover biasanya bisa laminating atau tidak, namun baik dilaminating ataupun tidak, harganya tetap lebih murah daripada hardcover.
  • Pakai ucapan terimakasih yang berupa kertas kecil atau tidak.
  • Tingkat kesulitan dari model undangan.
  • Kuantitas undangan yang dipesan.
  • Ukuran undangan.  Beberapa toko ada yg memiliki jangka ukuran standard tertentu dimana bila undangan pesanan kita masih memiliki ukuran di dalam jangka ukuran tersebut, biayanya sama. Namun bila diluar, baru lah dikenakan biaya. Contoh ukuran standard adalah antara 0x0 sampai 25×15, bila ukuran undangan pesanan kita ada di dalam range 0x0 sampai 25×15, tidak kena biaya tambahan, namun selain itu kena biaya tambahan.
  • Berat kertas.
  • Jenis kertas.
  • Warna cetak, apakah 1 warna, 2 warna, 3 warna atau full color.
  • Sudah termasuk finishing atau belum. Maksud termasuk Finishing adalah bila sudah termasuk penempelan label nama undangan yang sudah rapi diketik & undangan tersebut sudah dimasukkan ke dalam plastik, tinggal kirim saja. Label nama yang dipergunakan juga sering disebut dengan istilah Tom Jerry sebab merk label yang biasa ditempelkan di undangan bermerk Tom & Jerry. Label tersebut ada yang berwarna putih polos, ada pula yang transparan.

Setelah memilih model undangan & vendor undangan, kemarin saya langsung bayar DP (Down Payment). Setelah itu saya & vendor undangan melakukan diskusi mengenai disain, warna dan detail undangan lainnya sampai terjadi kesepakatan atau acc desain. Kadang untuk model tertentu hanya tersedia warna tertentu saja. Sebelum acc, biasanya vendor mencetak 1 contoh fisik untuk kita tinjau apakah sudah memuaskan atau belum. Kalau sudah memuaskan, maka dapat dilanjutkan untuk pencetakan masal dan biasanya kita diminta untuk membayar sekitar 50% dari biaya total. Pembayaran lunas dilaksanakan ketika semua undangan sudah tiba di rumah saya. Contoh fisik ini sangat penting untuk ditinjau, jangan percaya kata-kata bahwa ini hanya contoh jadi kalau ada yang jelek, nanti diperbaiki ketika cetak masal. weeehhh, gombal tuuh! Pokoknya contoh fisik harus sempurna & bagus sesuai kesepakatan, daripada ketika sudah cetak masal eh ternyata salah semua, waduuhhh.

Naaahhh ada lagi hal yang paling menyebalkan dari vendor-vendor undangan yang saya lihat, mereka sering sekali menyelesaikan order undangannya mepet dengan hari H, sudah mepet waktu hasilnya belum tentu benar, kadang ada salah disana & disini. Mungkin sengaja diselesaikan ketika menjelang hari H yaahhh supaya kalaupun ada salah-salah, konsumen agak maklum atau “terpaksa” menerima saja. Ini berdasarkan pengalaman pribadi & beberapa teman saya loooh. Payaaaahhhh.

Untuk mencegah hal ini, adabaiknya panitia pernikahan yang mengurusi undangan, secepatnya menyelesaikan diskusi desian dengan vendor undangan agar proses pencetakan masal dapat secepatnya dilaksanakan. Setahu saya, semua vendor undangan itu mencetak masal undangan ke perusahaan percetakan lain.Selain itu, sebaiknya jangan memilih vendor undangan di tempat yang jauh, apalagi beda kota. Selain biaya pengiriman yang membutuhkan biaya juga, sebaiknya ada panitia yang sesring mungkin datang ke kantor vendor undangan untuk “menekan” mereka agar dapat menyelesaikan order undangan kita sesuai kesepakatan. Awalnya saya tidak percaya bahwa sebagian vendor undangan sebegitu ngawur kerjanya sampai saya mengalami sendiri.

Undangan pernikahan saya sendiri hasilnya cukup memuaskan, namun sayang proses dari diterimanya contoh cetak fisik undangan sampai hasil cetak masal benar-benar tiba di rumah orang tua saya, dipenuhi dengan ketegangan & pakai acara marah-marah dengan vendor undangan yang dengan sangat menyesal telah saya & istri saya pilih pada waktu itu. Semoga tulisan ini bermanfaat & tidak ada yang salah memilih vendor undangan pernikahan :).