Ngebubur di Bubur Ayam Barokah Mas Anto Nyok

Tak jauh dari kebun milik orang tua saya, terdapat tukang bubur ayam yang entah mengapa setiap pagi terlihat kok ramai. Lapak tukang bubur yang satu ini bernama Bubur Ayam Barokah Mas Anto atau Bubur Ayam Barokah Bang Anto. Seperti tukang bubur pada umumnya, Mas Anto buka setiap pagi, dan sudah tutup di siang hari. Bubur ayam ini terletak di Jl. Taman Malaka Selatan No. 8B, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Karena terletak di dalam ruko, Bubur Ayam Barokah Mas Anto ini tentunya bersih dan relatif nyaman.

Bagaimana dengan buburnya? Seporsi standard bubur ayam terdiri dari suwiran daging ayam, cakwe,seledri,bawang goreng, kacang, kerupuk dan bubur tentunya. Di atas meja, tersedia bumbu kaldu cokelat yang terasa gurih seperti kare. Nah, saya rasa, bumbu cokelat inilah yang menjadi nilai plus bubur ayam racikan Mas Anto ini. Dengan menambahkan bumbu cokelat, bubur ayam terasa lezat. Apalagu suwiran daging ayamnya tidak pelit sehingga bubur ayam ini benar-benar terasa ayamnya ;).

Bagi yang tidak takut asam urat, bisa menambahkan pula satu usus, ampela dan usus ;). Sate jeroan di sana itu sudah direndam dengan bumbu yang guruh sehingga dapat menambah rasa bubur ayam yang ada. Kalaupun digado tanpa buburnya, sate jeroan ini tetap terasa nikmat loh ;). Oh bagaimana dengan sate telurnya? Saya pribadi kurang suka menambahkan telur puyuh ke dalam bubur ayam, enakan jeroan laaaah hehehehe.

Wah wah wah, tak heranlah kalau Bubur Ayam Barokah Mas Anto ini laris manis diserbu pelanggan. Saya rasa Mas Anto dan kawan-kawan pantas untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang arrinya “Enak”.

Iklan

Sushi Knight, Sushi On-Line yang Ekonomis

Dengan bergugurannya warung sushi murah meriah di dekat rumah saya, maka saya harus mencari warung sushi murah meriah baru. Kantong bisa jebol juga kalau setiap ingin makan sushi harus pergi ke restoran sushi sejenis Sushi Tei :’D. Akhirnya saya menemukan warung sushi yang lokasinya tak jauh dari kantor baru saya yaitu Sushi Knight. Yaah, tak dapat yang di dekat rumah tak apalah, paling tidak yang satu ini dekat dari kantor.

Warung sushi ini terletak di lorong kecil di ITC Kuningan Jakarta Selatan lantai 4, jembatan 2 nomor 57. Karena dulu saya biasa ke daerah ini untuk makan siang, maka menemukan Sushi Knight bukanlah hal yang sulit. Area sekitar Sushi Knight memang bisa digunakan untuk makan siang pekerja kantor di sekitar Mega Kuningan. Tapi bagi yang jarang ke ITC Kuningan atau Mall Ambassador, pasti pusing tujuh keliling :’D.

Dapur

Bentuk warungnya sendiri bersih tapi agak sempit dan terlihat sangat sederhana. Saya sendiri pernah makan di tempat dan pernah pula membawa pulang sushi pesanan saya ke rumah. Kalau saya lihat, mayoritas pelanggan Sushi Knight memang banyak yang memesan melalui aplikasi ojeg on-line, bukan datang sendiri seperti saya. Sushi Knight lebih populer sebagai restoran sushi yang produknya diantar dan disantap di rumah. Bukan disantap sambil bersantai di restorannya. Kalau saya lihat, packing take-away Sushi Knight memang sederhana tapi kuat dibawa jauh. Jadi tidak perlu khawatir kalau kita membawa pulang dengan naik motor atau naik angkot.

Packing

Kalau soal harga, saya rasa Sushi Knight termasuk warung sushi yang relatif murah di Jakarta. Tapi murahnya bukan yang jauuuuuh murah sekali ya. Tetap masuk range murah yang reasonable. Yah namanya juga sushi, bahan-bahannya terbuat dari salmon, tuna, abon, daging sapi dan bahan-bahan lain yang tidak murah.

Hhhmmmm, memangnya ada apa saja sih di Sushi Knight sana? Mirip seperti warung sushi pada umumnya, Sushi Knight menyajikan beranekaragam jenis fusion sushi, nigiri sushi, makimono, carpaccio dan lain-lain. Saya sendiri baru sempat mencicipi mentaiko crunchy salmon, unagi maki, volcano sushi, salmon cheese maki, spicy hanami dan salmon carpaccio.

Mentaiko crunchy salmon terdiri dari gulungan nasi, abon dan tempura dengan salmon dan saus mayo di atasnya. Tempura memberikan kerenyahan ketika saya menggigit sushi ini. Terasa sedikit aroma daging dari abon dan terasa pula tekstur abon dan salmon yang semakin lembut dengan keberadaan saus mayo. Rasanya realtuf lembut dan akan terasa lebih enak dengan tambahan kecap dan wasabi. Yuuuumm, enaaaakkkk. Tapi sayang wasabinya kurang terasa sehingga saya harus menggunakan agak banyak wasabi.

Mentaiko Crunchy Salmon

Spicy hanami terdiri dari gulungan nasi, kepiting, salmon, telur ikan dan saus merah. Saus tersebut memberikan rasa gurih, manis dan sedikit pedas. Ditambah tekstur dan aroma dari bahan-bahan lain, sushi ini terasa enak. Spicy hanami sudah cukup kaya akan rasa sehingga tidak perlu menambahkan kecap atau wasabi. Saya suka sekali dengan menu yang satu ini, yummmm enak.

Spicy Hanami

Sekilas, saya kira salmon carpaccio itu sashimi dengan topping mayonaise. Oh ternyata saya salah, salmon carpaccio merupakan potongan ikan tuna yang dibakar bersama-sama dengan mayonaise, abon, lemon, minyak zaitun dan daun bawang. Aroma dagingnya benar-benar harum dan mampu memperkaya hidangan ini. Salmonnya memang terlihat basah, tapi tidak ada rasa amis di sana. Paduan rasanya ternyata benar-benar enak walaupun hidangan ini praktis tidak melibatkan nasi atau bahan karbohidrat lainnya ;).

Salmon Carpaccio

Unagi maki merupakan gulungan nasi, belut dan saus kabayaki. Saya tidak jijik dengan belut tapi hidangan yang satu ini agak amis dan aromanya kurang ok. Yang pasti ini bukanlah hidangan favorit saya di Sushi Knight.

Sushi Knight

Unagi Maki

Volcano sushi merupakan sushi yang terdiri dari gulungan nasi, kepiting, tempura dan ebi kering, dengan siraman mayonaise dan tobiko di atasnya. Tempura dan ebi kering memberikan rasa renyah kriuk kriuk ketika saya menggigit sushi ini. Mayonaise yang melumuri sushi ini mampu memberikan rasa masam yang enak. Gabungan dari semua bahan yabg ada, memberikan sebuah sushi yang renyah dan lezat. Inilah sushi favorit istri saya di Sushi Knight ;).

Sushi Knight

Volcano Sushi

Salmon cheese maki merupakan gulungan nasi, salmon dan keju cair. Rasa kejunya benar-benar terasa. Tak disangka, salmon dan keju ternyata mampu memberikan rasa sederhana yang lumayan enak.

Sushi Knight

Salmon Cheese Maki

Ketika saya menunggu hidangan-hidangan di atas, saya mencium sedikit bau amis dari dalam dapur. Tapi ternyata, kecuali unahi maki, hidangan yang mereka sajikan ternyata tidak amis. Saya justru suka dengan beberapa hidangan yang mereka sajikan. Kondisi tempat makan yang sederhana sekali, tidak menjadi masalah yang berarti di mata saya. Saya rasa Sushi Knight layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.

Spesialnya Special Nasi Tumpang Mbok Nah

Pada saat saya dan keluarga dalam perjalanan menuju Semarang kemarin, kami terjebak macet cukup parah di daerah Ampel. Untuk melepas penat dan mengisi tenaga, kami mampir ke Special Nasi Tumpang Mbok Nah yang terletak di Jalan Raya Ampel Nomor 145, Kalitengah, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah. Warung yang konon sudah berdiri sejak 1973 tersebut, menyajikan nasi tumpang lengkap dengan sambalnya yang khas.

Saya yang sehari-hari tinggal di Jakarta sebenarnya agak asing dengan nasi tumpang. Nasi tumpang ternyata merupakan nasi dengan siraman sambal tumpang di atasnya. Sambal tumpang atau sambal lethok biasanya dibuat dari tempe bosok, santan, bawang, kencur, serai, daun jeruk, daun salam dan bumbu rempah lainnya.

Nasi tumpang yang saya santap di Special Nasi Tumpang Mbok Nah terdiri dari nasi, tahu, sayur dan guyuran sambal plus lauk pilihan lain sesuai selera. Di sana pengunjung dapat menambahkan lauk daging, telur, babat dan lain-lain. Paduan rasanya agak pedas-pedas manis dengan aroma harum yang khas. Keunggulan dari hidangan ini adalah di sambalnya, selain itu tidak ada yang terlalu spesial. Saya pribadi lebih senang menambahkan babat ke dalam nasi tumpang yang saya pesan, takstur babat terasa pas ketika bertemu dengan sambal tumpang.

Secara keseluruhan, Special Nasi Tumpang Mbok Nah dapat dijadikan pilihan mengisi perut yang lumayan ok di daerah Boyolali, walaupun konon bagi warga sekitar harganya sedikit mahal. Warung ini masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Menikmati Ojju K-Food, Hidangan Ala Korea Porsi Jumbo

Ojju

Meskipun Ojju K-Food mulai membuka cabang pertamanya di Mall Kota Kasablanka pada tahun 2016 dan kantor saya berada di atas Mall tersebut, saya baru sempat mencoba makan di Ojju pada awal tahun 2018. Saya lihat restoran ini selalu terlihat ramai pada jam-jam istirahat dan hari libur, antriannya amit-amit deh. Hal ini sangat jauh berbeda dibandingkan restoran lain yang dulu sempat menempati lokasi Ojju di Lantai UG Food Society Mall Kota Kasablanka. Saat ini Ojju sudah memiliki cabang lain selain cabang Mall Kota Kasablanka, yaitu Gandaria City, Margo City, Grand Indonesia. Semua cabangnya terletak di mall-mall besar yang nyaman. Restorannya pun dipenuhi oleh dekorasi ala Korea tentunya.

Restoran ini menyajikan aneka hidangan Korea modern seperti budae jjigae, rolling cheese, dosirak, ramyeon, seafood pajeon, gyeran bbang, oi muchim dan lain-lain. Menu unggulan Ojju adalah menu-menu yang porsinya relatif besar yaitu budae jjigae dan rolling cheese. Saya sendiri baru sempat mencicipi rolling cheese saja, menu ini dipesan oleh mayoritas pengunjung.

Ketika memesan rolling cheese, kita harus memilih lauk utama pada rolling cheese, apakah ingin menggunakan sayap ayam, paha ayam dan iga sapi. Kemudian kita akan memilih tingkat kepedasan dari saus yang akan menyertai. Setelah itu, akan ada petugas yang meletakkan lauk utama, potongan keju, kentang dan saus spesial ala Ojju. Semuanya diletakkan di atas kompor yang tersedia di setiap meja. Kemudian semua bahan makanan tersebut dimasak dan diolah sedemikian rupa hingga berubah wujudnya menjadi rolling cheese yang matang, harum dan penampilannya menggugah selera. lauk utama yang dipilih, terasa gurih-gurih manis dan enak ketika bertemu dengan saus, lelehan keju dan kentang, yuummmm uenaaakk :D. Saya memilih saus yang paling pedas dan setelah saya cicipi, ternyata tidak pedas sama sekali. Sayang jumlah sausnya kalah jauh dibandingkan jumlah lelehan kejunya. Terlalu banyak keju dalam satu suapan akan membuat rasa keseluruhan terlalu asin. Memang sih lelehan kejunya lembut, tidak pringus dan harum, tapi kalau terlalu banyak yaaa kurang ok jadinya. Jumlah kentangnya juga terlalu sedikit bila dibandingkan dengan lauk utama dan lelehan kejunya. Kentangnya pasti habis lebih dulu. Saran saya, pesan tambahan kentang saja, jangan menambah nasi. Menu ini terasa hambar kalau ditambahkan nasi x_x, kentang itu sudah paling passss. Oh yaaaa, 1 porsi rolling cheese dimaksudkan untuk disantap 2 atau 3 orang, kalau makan sendirian ya pasti kekenyangan pangkat tiga, porsinya jumboooo.

Selain terdapat kompor kecil, di setiap meja, terdapat terdapat pula 4 jenis banchan. Apa itu banchan? Banchan merupakan hidangan pendamping berporsi mungil yang biasa disantap bersama-sama dengan menu utama di Korea Selatan sana. Nah 4 banchan yang tersedia pada setiap meja adalah kimchi, krim jagung, salad makaroni dan oi muchim (asinan timun). Dari dulu saya memang kurang suka dengan banchan ala Korea yang kecut dan keasaman seperti kimchi dan oi muchim (asinan timun). Saya lebih suka menyantap hidangan utama saya dengan krim jagung dan salad makaroni yang sedikit manis. Rasanya tidak dominan sehingga mampu mendampingi rasa dari menu utama tanpa merusaknya.

Menurut saya pribadi, Ojju K-Food memang sudah sepantasnya dipenuhi pengunjung. Hanya saja memang sayangnya menu-menu unggulannya hanya tersedia dalam porsi jumbo sehingga sulit kalau datang ke Ojju sendirian :’D. Namun bagaimanapun juga, restoran ini masih layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.

Pezzo Pizza, A Carnival In Every Bite

Pezzo Pizza mulai berdiri di Singapura pada tahin 2012. Kemudian Pezzo Pizza mulai hadir di indonesia sekitar tahun lalu, kalau tidak salah. Salah satu cabangnya kebetulan terletak tepat di depan Masjid Mall yang biasa saya kunjungi. Berbeda dengan Pizza Hut, Domino Pizza dan Pizza Express, Pezzo Pizza relatif tidak menyediakan fasilitas untuk makan di tempat. Mereka membuka gerai-gerai mungil yang saat ini sudah tersedia di pusat-pusat perbelanjaan seperti Mall Ciputra, Mall Artha Gading, Kuningan City, Kota Kasablanka, Plaza Blok M, Pejaten Village Mall, Mall Kalibata City Square, harmoni Exchange, Plaza Atrium Senen, Cibubur Square, AEON Garden City, Living World, Summarecon Serpong, Mall Ciputra Cibubur, Lippo Mall Puri, Lippo Mall Kemang, Pasaraya Blok M.

Dari beberapa varian pizza yang ada, saya baru mencicipi hola hawaian, supremo, hot chick, chicken delight, pepperoni party dan meat munchers. Wha hampir semua yaaaa hehehee, saya memang pernah membeli banyak pizza di Pezzo Pizza pada waktu ada promo ulang tahun ;).

Hola hawaian merupakan pizza yang terdiri dari chicken ham, chiken Rasher, nanas dan keju mozarella. Rasa nanas yang manis asam ternyata terasa enak ketika dipadukan dengan chicken ham, chiken Rasher dan lelehan keju mozarella. Rasa asin dari keju mozarella dapat dimbangin dengan rasa nanas yang relatif dominan. Walaupun penampakannya nampak kurang menarik, ternyata rasanya pas sekali di lidah, ini merupakan salah satu pizza favorit saya di Pezzo.

Supremo merupakan pizza yang terdiri dari chicken ham, chiken Rasher, salami, pepperoni, bawang, paprika hijau, jamur dan keju mozzarella. Karena sepertinya menu ini terbilang sebagai menu yang paling lengkap, saya pikir rasanya akan seperti super supreme tempo dulu milik Pizza Hut. Ahhh saya ternyata salah, supremo terdiri dari aneka bahan tapi rasa asin dari lelehan keju mozarellanyalah yang justru relatif dominan. rasa paprika hijau dan bawang memang memberikan sedikit rasa yang berbeda apalagi potongannya besar-besar, tapi secara keseluruhan supremo terasa lumayan enak. Rasanya akan sedikit terlalu asin kalau tidak ditambahkan sambal belibis yang tersedia.

Hot chick merupakan pizza yang terdiri dari spicy shredded chicken, saus cabai merah, paprika merah, paprika hijau, keju mozzarella plus lumuran saus cabai di atasnya. Walaupun pada deskripsi di atas banyak menggunakan kata-kata hot, cabai dan spicy, sumpah pizza ini sama sekali tidak pedas bagi lidah Indonesia saya :D. Tapi patut saya akui, pizza hot chick memang lebih terasa berbumbu dibandingkan pizza-pizzanya Pezzo lainnya. Saya merasakan daging ayam empuk yang berbumbu cukup dominan pada hidangan ini. Rasanya ternyata enak juga loh :).

Chicken delight merupakan pizza yang terdiri dari potongan oregano chicken, chicken rasher, bawang, jamur dan keju mozzarella. Potongan ayam yang besar dan banyak membuat rasa ayam menjadi dominan pada pizza ini. Dengan menambahkan sambal, rasa pizza ini akan terasa lebih enak lagi :).

Meat munchers merupakan pizza yang terdiri dari daging cincang, pepperoni, chicken rasher, chicken ham, sosis dan tak lupa, keju mozzarella. Walaupun ada daging ayamnya, ternyata aroma dan rasa daging sapi relatif lebih terasa pada varian pizza yang satu ini :).

Pepperoni party merupakan varian pizza yang isiannya paling sederhana, hanya pepperoni dan keju saja. Tekstur pepperoni yang kasar dan dan aroma daging sapi yang harum, ternyata lumayan enak juga bila bertemu dengan keju dan sambal, yummm :).

Apapun varian rasanya, pizza yang dibuat Pezzo Pizza memiliki adonan roti yang empuk, rasa keju yang kental terasa, topping dengan potongan yang besar dan melimpah, serta porsi potongan yang besar per-potongnya. Karena pizzanya Pezzo Pizza memang dimaksudkan untuk menemani jalan-jalan di Mall atau di rumah, maka 1 potong pizza saja sudah cukup besar untuk mengisi perut, tidak beli per loyang kecil yang bentuknya bundar dan tidak praktis untuk disantap di jalan ;).

Tema karnaval yang penuh kegembiraan nampaknya cocok juga bagi pizza asal Singapura ini. Saya rasa Pezzo Pizza layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.

Disewakan Rumah Super Strategis di Jantung Kota Bekasi

Langsung saja, tanpa basa-basi, disewakan sebuah rumah di Jalan Gabus 1, Perumnas 2 Bekasi dengan spesifikasi:

Luas tanah: 136 m2.
Luas bangunan: 120 m2.
Kamar mandi: 3 (2 di bawah dan 1 di atas).
Kamar tidur: 4 (3 di bawah dan 1 di atas) .
Listrik: 2200 VA.
Fasilitas & Kunggulan: Halaman depan muat sekitar 2 mobil, menggunakan Jet Pump, jalan depan rumah lebarnya muat 2 mobil berpapasan. Lokasi sangat strategis karena dekat dengan Gerbang Tol Bekasi Barat, Metropolitan Mall, Grand Metropilitan Mall, Bekasi Cyber Park, Mega Bekasi Hypermall, Rumah Sakit Mitra Keluarga, Rumah Sakit Global Awal Bros, Rumah Sakit Hermina, Stasiun Bekasi & Pangkalan Halte Damri Bandara.

Biaya sewa per tahunnya adalah Rp. 36.000.000 (nego dan bisa per 6 bulan). Bagi yang berminat dapat menghubungi Pras di 081806011554 (WA/tlp/SMS). Thangkyuuu :).

Mblusuk-Mblusuk di Warung Selat Mbak Lies

Walaupun terletak tak jauh dari rumah mertua saya, baru sekitar bulan lalu saya mampir ke Warung Selat Mbak Lies. Warung ini sudah beberapa kali diliput oleh Stasiun TV dan direkomendasikan oleh Om saya yang pernah tinggal di Solo. Lokasinya ternyata agak “ngumpet” di sebuah jalan kecil, Jalan Veteran, Gang II, Nomor 42, Serengan, Solo.

Bentuk warung yang sudah berdiri sejak 1987 ini, memang agak unik. Seluruh warung dipenuhi oleh -koleksi-koleksi keramik milik Ibu Wulandari Kusmadyaningrum atau Mbak Lies. Pada beberapa bagian keramik, terdapat tanda tangan beberapa artis yang pernah berkunjung. Bagi beberapa pengunjung, dekorasi Warung Selat Mbak Lies dijadikan tempat foto-foto karena keunikannya tersebut.

Bagaimana dengan hidangannya? Sesuai judulnya, pengunjung memiliki selat sebagai hidangan andalannya. Selat berasal dari kata slaatje atau salad, hidangan yang biasa disantap orang-orang Belanda di masa penjajahan. Warga pribumi, ingin meniru hidangan tersebut tapi disesuaikan dengan lidah pribumi sehingga jadilah selat yang berkembang saat ini.

Warung Selat Mbak Lies sendiri menyajikan 2 jenis selat yaitu selat bestik dan selat gelatine. Berdasarkan rekomendasi dari famili saya, pada kunjungan pertama saya, saya mencicipi selat gelatine kuah segar. Hidangan ini terdiri dari potongan wortel, buncis, kentang, telur pindang, rolade daging, mustard, bawang dan selada. Kalau digabung, rasanya agak flat dengan sedikit rasa manis dan gurih di sana. Rolade dagingnya terasa agak dominan dengan rasa gurih yang lumayan enak, selain itu tidak ada yang terlalu spesial di sana. Lidah Jakarta saya mungkin tidak terlalu cocok dengan hidangan khas Jawa Tengah ini :’D.

Mungkin lain kali saya akan kembali ke sana untuk mencici menu lainnya. Sementara ini, saya rasa Warung Selat Mbak Lies layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Not bad-laaaah :).