It (2017)

IT

Film mini seri TV, It (1990), merupakan film horor pertama yang saya tonton secara utuh, dari awal sampai akhir. Film yang dibuat berdasarkan novel karya Stephen King ini, hadir di TV dalam bentuk mini seri yang terdiri dari 2 episode. Episode pertama bercerita di era 80-an ketika tokoh utama masih anak-anak. Sedangkan episode kedua bercerita ketika tokoh utama sudah beranjak dewasa. Pada tahun 2017 ini, kisah pada It (1990) episode pertama, dibuat ulang pada It (2017).

Mirip seperti mini seri It (1990), It (2017) berkisah mengenai sekelompok anak-anak yang harus berhadapan dengan sebuah mahluk misterius. Mahluk tersebut sudah ratusan tahun menggunakan trik dan ilusi untuk menakut-nakuti korbannya. Ia “memakan” rasa takut anak-anak untuk menjadi lebih kuat, semakin takut si korban, semakin kuatlah mahluk tersebut jadinya. Karena korbannya adalah anak-anak, mahluk tersebut sering menggunakan wujud Pennywise si badut sebagai wujud fisiknya. Tapi badut bukanlah wujud permanen mahluk ini. Ia sebenarnya tidak memiliki wujud dan nama yang jelas. Maka mahluk ini sering pula disebut “It”, sebuah kata umum dalam bahasa Inggris yang mengarah kepada suatu hal.

IT

IT

Lawan It (Bill Skarsgard) pada It (2017) adalah sekelompok anak-anak yang menamakan diri mereka The Losers Club. Kelompok ini terdiri dari William “Bill” Denbrough (Jaeden Lieberher), Stanley “Stan” Uris (Wyatt Oleff), Benjamin “Ben” Hanscom (Jeremy Ray Taylor), Beverly “Bev” Marsh (Sophia Lillis), Richard “Richie” Tozier (Finn Wolfhard), Edward “Eddie” Kaspbrak (Jack Dylan Grazer), Michael “Mike” Hanlon (Chosen Jacobs). Stan merupakan anak pemuka agama Yahudi yang enggan mendalami ajaran agamanya tapi terlalu takut untuk mengakuinya, ia termasuk anak yang mudah panik dan agak canggung. Richie merupakan anak paling cerewet yang takut badut … hhmmmm … mangsa yang sempurna bagi It. Eddie merupakan anak yang sangat dilindungi oleh ibunya karena penyakit yang Eddie derita, walaupun sebenarnya Eddie tidak sesakit dan selemah itu. Mike merupakan anak kulit hitam yang ditekan agar mampu menjadi tukang jagal hewan seperti almarhum ayahnya, Ben merupakan anak baru yang gemar membaca dan akhirnya mampu memberikan beberapa informasi terkait It kepada teman-temannya. Bev merupakan satu-satunya anak perempuan di dalam The Loosers Club yang mengalami berbagai pelecehan baik di sekolah maupun di rumah. Terakhir, Bill merupakan anak yang paling berpengaruh di dalam The Loosers Club walaupun ia bukan yang paling pintar, bukan yang paling supel dan bukan yang paling kuat. Bill seolah menjadi pemimpin perkumpulan anak-anak tersebut. Atas ajakan Bill pulalah, The Loosers Club melakukan penyelidikan terhadap hilangnya anak-anak di kota mereka yang ternyata sudah terjadi selama ratusan tahun. Bill sangat terobsesi dengan kasus-kasus tersebut karena adik Bill merupakan salah satu dari anak-anak yang hilang tersebut. Ahhhh, nasib buruk yang menimpa adik Bill ini dikisah pada bagian awal film, jadi penonton sopasti tahu siapa yang Bill dan kawan-kawan buru.

IT

IT

IT

IT

IT

IT

IT

Saya melihat It (2017) menyajikan aneka masalah yang dihadapi oleh masing-masing anggota The Loosers Club dengan berimbang. Hanya kasus Bill saja yang sedikit dominan tapi masih dalam takaran yang wajar. Semua masalah tersebut dapat terangkai menjadi satu dengan tema film ini sehingga semuanya nampak sebagai satu kesatuan yang utuh :). Bumbu masalah yang akan hadir di masa depan (andai film ini sekuelnya jadi dibuat), sudah terlihat sejak dini. Saya melihat benih-benih cinta segitiga antara Bill, Bev dan Ben. Kalau di versi novel dan mini seri It (1990), hal ini akan menjadi masalah besar yang memecahbelah persahabatan mereka.

Yang saya paling suka dari It (2017) adalah bagaimana The Loosers Club dapat berubah dari pecundang yang diburu, menjadi kelompok anak-anak yang kuat dan pemberani. Saya sangat suka dengan bagian klimaks dari film ini, jarang-jarang ada film horor yang akhirnya seperti ini. Yaah memang sih sedikit menggantung, tapi hal itu wajar karena pada mini seri It (1990) saja, film ini memang dibagi ke dalam 2 film.

IT

IT

IT

Penampakan It sebagai badut cukup menyeramkan tapi teknik jump scare yang dipergunakan terkadang sedikit hambar. Teknik yang si badut It lakukan untuk menakut-nakuti pun, kadang tidak terlihat menakutkan. Yang saya syukri dari It (2017) adalah tidak terlalu banyaknya adegan sadis yang menjijikkan seperti yang pernah saya lihat pada Saw (2004), sebuah film horor penuh kejutan tapi sangat sadis.

IT

IT

Saya suka dengan film horor yang satu ini. It (2017) tentunya layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Puas rasanya melihat nasib si jahat It pada bagian akhir film ini :).

Sumber: itthemovie.com

Iklan

SMS Aneh di Hari Selasa

Selama ini saya menggunakan HP dual SIM dengan nomor XL dan Telkomsel di dalamnya. Nomor XL biasanya saya pergunakan bagi orang-orang yang benar-benar saya kenal seperti famili, rekan kerja dan teman sekolah. Nah nomor Telkomsel saya biasa dipergunakan untuk jualan, mendaftar fitnes, TV kabel, undian berhadiah dan lain-lain yang sifatnya umum dan rawan disebarluaskan oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Nomor Telkomsel biasa saya gunakan untuk telefon saja, jarang sekali saya cek SMS-nya karena sudah dipenuhi oleh spam-spam murahan yang sudah basi. Untuk email, WA, BBM, Line dan lain-lain saya pergunakan nomor XL saya.

Pada suatu pagi yang cerah, nomor Telkomsel saya tiba-tiba menerima SMS seperti berikut:

SMS1

Aneh sekali, saya langsung berpendapat bahwa ini hanya SMS “mama minta pulsa” model baru, maklum nomor Telkomsel saya sering menerima SMS-SMS tak jelas.

Tak sampai 30 menit, muncul lagi SMS-SMS dari nomor tersebut.

SMS2

Ahhh tetap saja saya yakin bahwa 100% ini adalah SMS penipu. Orang ini mau SMS ke siapa? Nama saya saja tidak tahu. Siapa nama orang ini? Tidak ada perkenalan tuh. Siapa anaknya? Sekolah apa? Di mana? Tidak ada keterangan yang jelas dan valid. Ahhh, saya lebih berfikiran logis, daripada memberikan sejumlah uang kepada orang yang tidak jelas asal usulnya, lebih baik saya memberikan sedekah ke masjid atau panti asuhan yang jelas manfaat dan penggunaannya.

Tak lama kemudian, munculah yang saya tunggu-tunggu, nomor rekening BCA tempat menampung sumbangan.

SMS3

Hafni? Wha siapa itu? Tidak kenah tuh. Sudah pasti ini bukan famili dekat saya. Sebenarnya dari bahasa SMS-nya saja saya sudah dapat menebak asal daerah mahluk yang meng-SMS saya hari itu ;), letaknya jauuuuuh dari rumah saya :’P.

Kemudian muncul kembali rentetan SMS-SMS dari orang tak dikenal tersebut.

SMS4

Kalau dilihat, orang ini berhenti mengirim SMS pada sekitar pukul 2 siang. Sejak pagi hingga sekitar pukul 2 siang, ia mengirim SMS terus menerus dengan rata-rata interval setiap 5 menit sampai 30 menit, jam 12 sampai jam 1 siang sempat vakum sejam mungkin karena makan siang atau tidur siang :P.

Tak tahukah beliau bahwa HP saya selalu menerima SMS-SMS alert dari server sehubungan dengan pekerjaan saya? Alhamdulillah sepertinya tidak. Mau SMS berapa kalipun, SMS-nya pasti akan terkubur dengan SMS-SMS alert pekerjaan, mesin kok dilawan :P. Untuk komunikasi dengan keluarga dan rekan kerja pun saya menggunakan WA, hanya almarhum ayah saya yang suka meng-SMS saya. Jadi ceritanya mau neror nih? Silahkan saja, “bodo amet”, toh saya baru membaca keseluruhan SMS ini pada sore hari. Saya bukan tipe orang yang memeriksa HP setiap ada SMS masuk. Kalau ada pesan WA masuk, nah itu pasti langsung saya cek, kerjaan gitu loh.

SMS6

Saya kurang tahu apakah orang ini adalah penipu atau orang salah sambung atau orang iseng atau orang tak tahu malu. Ahhh, keesokan paginya saya SMS saja beliau, siapa tahu ini memang salah SMS, mungkin dia mau meng-SMS famili atau kawannya. Dan ternyata dia menjawab dengan jawaban yang membuat saya yakin orang ini tidak salah SMS.

SMS5

Entah penipu atau orang iseng atau orang tak tahu malu, sudah pasti saya dan dia tidak saling mengenal, ia pun hanya mau meminta tanpa menjelaskan jati diri yang valid. Meminta bantuan kok terkesan seperti mem-push dan separuh memaksa begini ya, tak ubahnya seperti oknum-oknum pengamen di angkot yang bergaya sok sangar supaya penumpang angkot takut. Customer saya yang jelas-jelas berkontribusi terhadap gaji bulanan saya saja, tidak seperti itu ketika memberikan request.

Saat itu kebetulan saya memang punya 400 ribu, tapi saya tidak sudi memberikannya kepada mahluk yang cara memintanya kurang elok seperti ini. Menyumbangkan 400 ribu memang tidak sebanyak menyumbangkan 400 juta atau 400 milyar, tapi tetap jumlah itu lebih banyak dari 40 puluh ribu atau 4 ribu bukan? Semua bisa dipandang relatif, termasuk mengaku miskin, apa benar anda miskin? Jangan menyombongkan kemiskinan bung! Sombong itu 2 arah, bisa dilakukan si kaya dan bisa juga dilakukan si miskin :’).

Kalau ini memang modus penipuan, semoga tidak ada yang menjadi korbannya. Kalau ini memang ulah orang iseng atau orang tak tahu malu, semoga beliau cepat memperoleh hidayah. Bagaimana menurut teman-teman? Ada yang pernah memperoleh SMS seperti ini? 🙂

Inside Out (2015)

Inside Out 1

Akhir-akhir ini saya mendapat rekomendasi dari teman-teman blogger untuk menonton film animasi terbaru Walt Disney & Pixar, Inside Out (2015). Tapi saya sendiri sebenarnya kurang tertarik untuk menonton Inside Out (2015) setelah beberapa kali menonton trailer-nya, apalagi kakak ipar saya mengatakan bahwa Inside Out (2015) biasa saja. Hhhhmmm karena penasaran, akhirnya akhir pekan lalu saya dan istri menonton Inside Out (2015) dengan harapan film animasi tersebut sebagus Up (2009), film animasi karya Pixar dengan trailer yang kurang meyakinkan dan konyol tapi ternyata memiliki cerita yang mampu memukau saya.

Berbeda dengan Up (2009), Inside Out (2015) menampilkan emosi-emosi manusia sebagai tokoh utamanya, aneh yaaaaa :’D. Ada Joy (Amy Poehler), Sadness (Phyllis Smith), Anger (Lewis Black), Fear (Bill Hader) dan Disgust (Mindy Kaling). Kelima emosi ini hadir di ruang kontrol utama setiap manusia termasuk Riley Anderson (Kaitlyn Dias). Diawali ketika Riley baru lahir, munculah Joy yang mengatur emosi kegembiraan Riley. 33 detik kemudian Riley menangis dan munculah Sadness yang mengatur emosi kesedihan Riley. Selanjutnya muncul Anger yang mengatur emosi marah Riley, lalu Fear yang mengatur rasa takut Riley dan Disgust yang mengatur emosi jijik Riley. Selama masa-masa awal pertumbuhan Riley, emosi kegembiraan mendominasi keseharian Riley sehingga peranan Joy sangat dominan di dalam ruang kontrol Riley.

Inside Out 3

Inside Out 11

Inside Out 13

Inside Out 8

Inside Out 4

Inside Out 2

Inside Out 9

Semua berubah ketika keluarga Riley pindah ke kota lain. Riley harus menghadapi lingkungan baru yang belum tentu ia sukai. Karena perubahan lingkungan tersebut, entah kenapa Sadness pelan-pelan mulai mendominasi ruang kontrol, hal ini berusaha Joy cegah karena Sadness adalah lambang dari kesedihan, Joy tidak ingin Riley sedih. Melalui sebuah pertikaian, Joy dan Sadness tidak sengaja terlempar keluar dari ruang kontrol. Kedua emosi yang bertolak belakang ini harus menemukan jalan pulang ke ruang kontrol karena tanpa adanya Joy di sana, Riley tidak dapat gembira. Bagaimana dengan Sadness? Bukankah terkadang manusia harus merasa sedih dulu agar dapat bahagia? 😉

Inside Out 6

Inside Out 14

Inside Out 5

Inside Out 10

Inside Out 7

Inside Out 16

Inside Out 12

Inside Out 15

Saya suka dengan pelajaran yang Inside Out (2015) berikan kepada penontonnya, cocok sekali kalau ditonton bersama anak-anak kecil. Saya melihat anak-anak beberapa kali tertawa ketika menonton Inside Out (2015). Sayang saya pribadi jarang tertawa ketika menonton film ini, mungkin hanya tersenyum terutama pada bagian awal film. Pada bagian tengah saya merasa bosan dan agak mengantuk. Nah pada bagian akhir ada bagian mengharukan yang bagus dan mendidik.

Ide kreatif film ini memang bagus dan unik tapi saya masih lebih senang dan terhibur oleh Up (2009) ketimbang Inside Out (2015). Pada akhirnya, saya setuju dengan pendapat kakak ipar saya, Inside Out (2015) biasa saja. Tapi film ini tetap bagus dan cocok untuk ditonton anak-anak kecil :). Bagi saya pribadi, Inside Out (2015) hanya mempu untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”, not bad laaahh :).

Sumber: movies.disney.com/inside-out

Paddington (2014)

Paddington 1

Pada akhir tahun 2014 & awal tahun 2015 banyak film-film segala umur hadir di bioskop. Dari beberapa film tersebut, ada 1 film yang sepupu-sepupu istri saya rekomendasikan, Paddington (2014). Nama Paddington sendiri adalah nama tokoh beruang kecil yang hadir pada beberapa buku anak-anak di Inggris pada tahun 1950-an. Sekarang, tokoh Paddington diangkat kembali dalam Paddington (2014).

Paddington 9

Mirip dengan versi bukunya, Paddington (2014) mengisahkan petualangan Paddington (Ben Whishaw), beruang kecil dari pedalaman hutan Peru yang super jenius, ia dapat berbicara dan berkomunikasi layaknya manusia. Paddington berkelana ke London untuk menemukan seorang petualang yang pernah tinggal bersama Paman & Bibi Paddington di pedalaman hutan Peru berpuluh-puluh tahun yang lalu.

Paddington 6

Petualang tersebut pernah berpesan bahwa apabila pada suatu hari nanti Paman Paddington berkunjung ke London, ia akan mendapatkan sambutan yang hangat. Sayang Paman Paddington tewas ketika terjadi bencana yang menghancurkan rumah keluarga Paddington. Paddington tidak memiliki rumah sekarang, ia berharap agar si petualang tersebut berkenan menampung dan memberikan rumah baru bagi Paddington.

Dalam perjalannya, Paddington bertemu dengan keluarga Brown yang baik hati. Mereka bersedia menolong Paddington agar Paddington dapat bertemu dengan si petualang yang Paddington cari. Kehadiran Paddington di dalam rumah keluarga Brown menghasilkan kekonyolan dan kekacauan. Tapi hal tersebut justru membuat hubungan antara Paddington dan seluruh anggota keluarga Brown menjadi semakin erat.

Paddington 7

Paddington 3

Paddington 5

Paddington 2

Paddington 4

Paddington 10

Diam-diam ada seorang tokoh jahat yang memonitor Paddington dan keluarga Brown. Tokoh antagonis misterius yang diperankan oleh Nicole Kidman ini ingin menculik dan mengawetkan Paddington sehingga Paddington dapat menambah koleksi spesimen hewan yang ia miliki. Namun motif dari tokoh misterius ini sebenarnya bukan itu saja, ia memiliki dendam pribadi yang hanya akan kita ketahui ketika kita sudah menonton bagian akhir Paddington (2014).

IMG_3700.CR2

Paddington 8

Saya tidak menyangka akan ada kejutan pada Paddington (2014). Biasanya, film yang diambil dari buku anak-anak relatif mudah ditebak jalan ceritanya. Namun, yang namanya film yang diambil dari cerita anak-anak pasti agak-agak “ngayal”. Beruang kok bisa bicara? Warga Inggris kok tidak takut melihat beruang jalan-jalan menggunakan baju dan topi? Sudah sering lihat ya? Hehehe yaaaah namanya juga tokoh dari cerita anak-anak, pasti banyak hal-hal yang tidak masuk akalnya ;).

Untunglah ketidakmasukakalan di atas dapat terobati dengan penyampaian yang bagus sekali. Pemanfaatan special effect masa kini pada Paddington (2014) terlihat tepat, kreatif dan bagus. Saya pun menikmati penyampaian cerita yang baik sekali baik dari segi alur maupun visual. Paul King, sang sutradara, berhasil menghidupkan sebuah cerita yang menarik dan menghibur.

Meskipun bukan merupakan film dengan genre favorit saya, Paddington (2014) layak untuk mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Pantas sepupu-sepupu istri saya ada yang menuntonnya lebih dari 1 kali :).

Sumber: paddington-movie.com

Stand by Me Doraemon (2014)

Stand Doraemon 1Aku ingin begini
Aku ingin begitu
Ingin ini itu banyak sekali
Semua semua semua
Dapat dikabulkan
Dapat dikabulkan
Dengan kantong ajaib
Aku ingin terbang bebas
Di angkasa
Hei… baling baling bambu
La… la… la….
Aku sayang sekali…
Doraemon…

Begitulah bunyi lagu pembuka dari film kartun serial Doraemon yang saya tonton setiap minggu pagi. Saya adalah termasuk generasi yang tumbuh dengan Doraemon, meskipun saya pribadi tidak pernah terlalu suka dengan film kartun serial Doraemon. Saya memang sering menonton film kartun serial Doraemon, tapi film kartun tersebut bukanlah favorit saya :).

Sejak 1969 hingga sekarang, Doraemon telah hadir dalam bentuk buku, film kartun serial, mainan, film layar lebar dan lain-lain. Menjelang akhir tahun 2014 lalu, hadir film layar lebar Doraemon terbaru yaitu Stand by Me Doraemon (2014). Kali ini visualisasi Doraemon dan karakter-karakter lainnya hadir dalam bentuk kartun 3D, gambarnya nampak bagus tanpa merubah ciri-ciri khas dari setiap karakter.

Cerita Stand by Me Doraemon (2014) pada dasarnya mirip dengan Doraemon versi komik. Hidup seorang anak bernama Nobita (Megumi Ōhara), ia memiliki sifat pemalas, ceroboh, kurang percaya diri, manja namun baik hati, setia kawan dan tulus. Nobita kurang pandai dalam urusan akademik dan olahraga, ia pun selalu di-bully oleh Gian (Subaru Kimura) dan Suneo (Tomokazu Seki). Gian berbadan besar dan kuat, sementara itu Suneo adalah anak arogan yang berasal dari keluarga yang kaya.

Stand Doraemon 10

Selain Gian dan Suneo, ada 1 lagi teman Nobita yang sangat Nobita suka, Shizuka Minamoto (Yumi Kakazu). Sayang sekali Shizuka ternyata pada akhirnya akan menikah dengan Hidetoshi Dekisugi (Shihoko Hagino) di masa depan. Bagaimana dengan Nobita? Nobita ternyata akan menikahi adik Gian di masa depan, hiks :’P. Nobita pun akan membangun sebuah perusahaan besar di masa depan, namun sayang perusahaan tersebut gagal dan hancur sehingga meninggalkan banyak hutang bagi keturunan-keturunan Nobita. :'(.

Stand Doraemon 6

Stand Doraemon 7

Stand Doraemon 9

Pada suatu ketika, dengan menggunakan mesin waktu, salah satu keturunan Nobita dari masa depan, Sewashi (Sachi Matsumoto), datang ke masa dimana ketika Nobita masih kecil. Sewashi muncul di laci kamar Nobita bersama seekor robot kucing berwarna biru, Doraemon (Wasabi Mizuta). Sewashi memprogram Doraemon untuk ditinggal di masa tersebut sampai Nobita kecil mencapai kebahagiaan dengan harapan bahwa hal ini akan mengubah masa depan Nobita dan nasib semua keturunan Nobita.

Stand Doraemon 5

Doraemon memiliki kantong ajaib yang dapat memunculkan berbagai alat canggih dari masa depan seperti baling-baling bambu, pintu ajaib dan lain-lain. Setiap Nobita mengalami kemalangan, Doraemon akan hadir dan menolong Nobita. Sayang, walaupun sudah mendapat bantuan dari Doraemon, sifat malas dan ceroboh Nobita kadang membawa bencana bagi Nobita sendiri. Alat-alat canggih dari Doraemon pun terkadang tidak dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Stand Doraemon 2

Stand Doraemon 4

Stand Doraemon 14

Kalau saya perhatikan, fokus dari Stand by Me Doraemon (2014) adalah bagaimana supaya Nobita dapat menikahi Shizuka di masa depan. Bagimana dengan perusahaan Nobita di masa depan yang hancur? Apakah itu ikut berubah juga? Bukankah awal mula kedatangan Sewashi adalah dikarenakan lilitan hutang dari kehancuran perusahaan Nobita tersebut bukan?

Sayang sekali, banyak hal-hal yang tidak dijelaskan pada Stand by Me Doraemon (2014). Meskipun memang ada momen lucu dan momen sedih yang menguras air mata, akhir dari Stand by Me Doraemon (2014) kurang memenuhi ekspektasi saya. Saya pikir Stand by Me Doraemon (2014) akan mengisahkan petualangan Doraemon dari awal sampai akhir. Memang Doraemon adalah sebuah karakter yang kisahnya tidak memiliki ending resmi, tapi sebelum wafat, Fujio F. , pengarang Doraemon, sudah mempersiapkan 3 alternatif ending bagi kisah petualangan Doraemon. Alternatif yang pertama adalah baterai Doraemon habis sehingga Doraemon tidak dapat berinteraksi lagi dengan Nobita. Alternatif yang kedua adalah ternyata selama ini Nobita berhalusinasi dan Doraemon hanyalah tokoh khayalannya saja. Alternatif yang ketiga adalah Nobita mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, Doraemon ingin memasukkan Nobita ke dalam surga. Alternatif yang kedua sangatlah gelap dan alternatif yang ketiga terlalu aneh, kisah fantasi kok bawa-bawa surga segala. Naaah alternatif yang pertamalah yang saya suka karena lebih sesuai dengan format cerita Doraemon sebagai cerita bagi semua umur. Saya pikir Stand by Me Doraemon (2014) akan memberikan sebuah ending, entah ending alternatif dari Fujio atau ending versi baru. Weleh-weleh ternyata saya salah, Stand by Me Doraemon (2014) hanya mengisahkan bagaimana Doraemon membantu Nobita agar kelak Nobita di sama depan dapat menikahi Shizuka.

Stand Doraemon 11

Stand Doraemon 13

Stand Doraemon 12

Stand Doraemon 3

Stand Doraemon 8

Namun bagimanapun juga dengan menonton Stand by Me Doraemon (2014) saya kembali ingat akan masa-masa kecil saya, masa-masa dimana saya menonton film kartu serial Doraemon di rumah orang tua saya yang lama. Menurut saya pribadi, Stand by Me Doraemon (2014) layak untuk mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan” :).

Sumber: doraemon-3d.com

Echo to Earth (2014)

Earth to Echo 1

Pada musim liburan kali ini, hadir kembali film ber-genre petualangan anak-anak yang berjudul Echo to Earth (2014). Film ini sebenarnya memiliki kisah yang senada dengan film E.T. (1982), pertemanan antara anak manusia dengan mahluk luar angkasa atau alien. Hanya saja, Echo to Earth (2014) menggunakan format found footage seperti yang pernah dilakukan Josh Tank pada Chronicle (2012). Seperti film dokumenter, cerita dikisahkan melalui rekaman-rekaman dari kamera yang dibawa oleh para pemeran atau media lain yang berhasil merekam cerita tersebut.

Earth to Echo 6 Earth to Echo 11 Earth to Echo 4

Pada Echo to Earth (2014), sebagian besar cerita didapat dari kamera yang dibawa oleh Alex (Teo Halm), Tuck (Brian Bradley) dan Munch (Reese Hartwig). Ketiga sahabat ini tanpa disengaja menemukan sebuah sinyal pengganggu yang pusatnya ada di tengah-tengah gurun Nevada. Walaupun lumayan jauh, mereka akhirnya berangkat menyelidiki apa yang terjadi di sana dengan menggunakan sepeda. Berhubung masih di bawah 18 tahun, sepeda memang adalah satu-satunya kendaraan yang dapat mereka gunakan untuk mencapai tempat tersebut. Mereka berangkat pada hari terakhir mereka tinggal di 1 komplek yang sama. Komplek tempat Alex, Tuck & Munch tinggal akan digusur untuk proyek pembangunan jalan raya. Masing-masing keluarga sudah memiliki tempat tinggal di tempat lain & sudah siap untuk pindah, ketiga sahabat ini akan terpisahkan oleh jarak, entah persahabatan mereka akan bertahan bila mereka sudah tinggal berjauhan. Petualangan ke Gurun Nevada bisa jadi merupakan petualang terakhir mereka.

Earth to Echo 8

Apa yang mereka temukan di gurun tersebut? Mereka menemukan suatu mahluk misterius dari luar angkasa yang mereka namakan Echo. Alex, Tuck & Munch akhirnya menjalin persahabatan dengan Echo dan memutuskan untuk membantu Echo pulang ke planetnya. Echo memasukkan peta ke dalam handphone yang dibawa Alex, Tuck & Munch. Peta tersebut memuat beberapa lokasi dari material yang Echo butuhkan untuk membangun suatu alat, alat yang dapat membantu Echo pulang. Dalam perjalannya, mereka bertemu dengan Emma (Ella Wahlestedt), teman satu sekolah Alex, Tuck & Munch yang akhirnya ikut bergabung untuk membantu Echo pulang. Perjalanan keempat anak tersebut tidaklah mudah karena mereka harus menghindari agen rahasia pemerintah yang ingin menangkap Echo.

Earth To Echo

Earth to Echo 10 Earth to Echo 7 EARTH TO ECHO

Earth to Echo 5 Earth to Echo 2

Agak klise, film-film dengan tema seperti Echo to Earth (2014) pasti akan menjadikan agen pemerintah sebagai tokoh antagonis. Pemerintah pasti dikisahkan ingin membedah Echo atau menjadikan Echo sebagai objek eksperimen. Tidak hanya itu, jalan cerita Echo to Earth (2014) pun agak sederhana dan mudah ditebak, mungkin karena Echo to Earth (2014) memang merupakan film untuk segala umur termasuk anak-anak. Bagi anak-anak, Echo to Earth (2014) merupakan tontonan yang bagus dan mendidik karena mengajarkan mengenai persahabatan dan kesetiaan antar mahluk hidup tanpa memandang perbedaan yang ada. Tapi bagi saya, Echo to Earth (2014) agak membosankan dan hanya dapat memperoleh nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”.

 Sumber: callhimecho.com