Kung Fu Panda (2008) & Kung Fu Panda 2 (2011)

Kung Fu Panda 1

Kung Fu Panda (2008) Kung Fu Panda 2 (2011) adalah film animasi yang mengisahkan petualangan Po (Jack Black), seekor panda yang merupakan ahli bela diri. Dengan latar belakang negeri Cina zaman dulu, Po awalnya tidak bisa berkelahi. Ia adalah panda besar yang gemar makan, humoris dan baik hati. Selama ini Po mengidolakan sekelompok ahli kungfu yang dijuluki The Furiuos Five. Kelompok ini beranggotakan Tigress (Angelina Jolie), Monkey (Jackie Chan), Mantis (Seth Rogen), Viper (Lucy Liu) dan Crane (David Cross). Kelima ahli kung fu ini dibimbing oleh Master Shifu (Dustin Hoffman), seekor panda merah yang bertubuh kecil. Master Shifu pun memiliki mentor yaitu Master Oogway (Randall Duk Kim), seekor kura-kura yang pada suatu hari meramalkan akan datangnya sebuah bencana, sebuah bencana yang hanya akan dapat dihadapi oleh dragon warrior atau kesatria naga. Siapakah kesatria naga yang Oogway maksud?

Kung Fu Panda 18

Kung Fu Panda 6

Kung Fu Panda 25

Kung Fu Panda 17 Kung Fu Panda 2

Tanpa diduga, Oogway menunjuk Po sebagai kesatria naga. Shifu dan The Furious Five pun mencibir keputusan Oogway. Mereka tidak percaya bahwa seekor panda gendut seperti Po adalah sang pendekar naga. Namun bagaimana pun juga keputusan Oogway sudah final sehingga mulai saat itu juga Po harus mulai berlatih kung fu bersama Shifu dan The Furious Five. Walaupun pada awalnya semua meragukan kemampuan Po, akhirnya Po berhasil menjadi ahli kung fu setelah Shifu menemukan cara yang tepat untuk mengajari Po ilmu bela diri. Ternyata Po memang memiliki potensi dan kemampuan yang besar, hanya bagaimana membangkitkannya saja yang awalnya belum Shifu ketahui. Po pun pada akhirnya dapat memperoleh pengakuan dan kepercayaan dari The Furious Five.

Kung Fu Panda 15

Kung Fu Panda 11

Kung Fu Panda 22

Kung Fu Panda 29

Kung Fu Panda 30

Kung Fu Panda 27

Kung Fu Panda 12

Kung Fu Panda 7

Kung Fu Panda 5

Kung Fu Panda 21

Kung Fu Panda 10

Kung Fu Panda 31

Pada Kung Fu Panda (2008), Po dan kawan-kawan harus menghadapi Tai Lung (Ian McShane), seekor macan yang merupakan mantan murid Shifu. Tai Lung berhasil meloloskan diri dari penjara dan pergi menuju perguruan Shifu untuk mengambul gulungan kitab keramat yang tergantung di dalam perguruan Sifu. Po dan kawan-kawan harus mencegah Tai Lung meskipun tidak ada yang tahu apa itu isi dari gulungan kitab keramat tersebut. Sudah dapat ditebak, Po pasti berhasil menang, yaaaa namanya juga film animasi untuk segala umur ; ).

Kung Fu Panda 4

Kung Fu Panda 8

Kung Fu Panda 33

Kung Fu Panda 16

Selanjutnya pada Kung Fu Panda 2 (2011) dikisahkan bahwa Po sang kesatria naga dan kawan-kawan harus berhadapan dengan Lord Shen (Gary Oldman), penguasa kota Gongmen. Lord Shen berencana untuk menguasai Cina dan memusnahkan tradisi kung fu dengan menggunakan Gonne, sebuah meriam tangan yang cukup canggih. Po dan kawan-kawan pun datang ke Gongmen untuk menghentikan Lord Shen. Di sana, Po belajar bahwa ternyata Lord Shen memiliki hubungan yang erat dengan alasan kenapa Po menjadi anak angkat Mr. Ping (James Hong). Mr. Ping menemukan Po kecil di dalam sebuah keranjang, lalu semenjak itulah Mr. Ping menjadi orang tua angkat Po. Kemana orang tua kangdung Po? Ternyata Lord Shen dapat menjawabnya.

Kung Fu Panda 19

Kung Fu Panda 9

Kung Fu Panda 14

Kung Fu Panda 13

Kung Fu Panda 24

Kung Fu Panda 32

Kung Fu Panda 28

Kung Fu Panda 20

Saya suka sekali dengan jalan cerita Kung Fu Panda (2008) dan Kung Fu Panda 2 (2011). Di sana ada kepahlawanan, kelucuan dan kekompakan. Semua tokoh yang merupakan binatang dilukiskan dengan halus dan bagus sekali, animasinya ok. Kung Fu Panda (2008) dan Kung Fu Panda 2 (2011) adalah salah satu film animasi favorit saya dan keduanya pantas untuk mendapat nilai 5 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus Sekali”. Kung Fu Panda (2008) dan Kung Fu Panda 2 (2011) adalah film untuk segala umur yang pas untuk ditonton ramai-ramai bersama keluarga :).

Sumber: www.kungfupanda.com

Iklan

Maleficent (2014)

Maleficent 1

Hari sabtu lalu, saya dan istri menonton film Maleficent (2014) yang merupakan film untuk segala umur, filnya Disney gitu loooh ; ). Setelah 2 minggu berturut-turut menonton film action yang ke-laki-laki-an, saatnya gantian menonton film yang diambil dari dongeng. Dongeng? Dongeng Maleficent? Dongeng Putri Tidur atau Sleeping Beauty yang merupakan ciptaan dari Disney pada tahun 1959.

Kali ini Disney mengambil alur dan pendekatan yang berbeda dan kreatif dari dongeng lawas tersebut. Maleficent sendiri adalah nama dari karakter antagonis pada Sleeping Beauty (1959). Nah pada Maleficent (2014) ini, jalan cerita dilihat dari sisi Maleficent yang diperankan dengan apik oleh angelina Jolie.

Maleficent 6

Maleficent 11 Maleficent 4

Cerita Maleficent (2014) diawali dengan bagaimana Maleficent kecil yang kemudian tumbuh menjadi peri terkuat di Hutan Moor. Hutan Moor adalah sebuah wilayah yang penuh dengan sihir dan peri. Di samping Hutan Moor, terdapat wilayah yang dikiasai oleh manusia dengan raja yang haus akan kekuasaan.

Maleficent 8 Maleficent 2

Keserakahan manusia membuat Maleficent yang awalnya baik hati berubah menjadi jahat. Maleficent melampiaskan kebenciannya dengan mengutuk Putri Aurora (Elle Fanning), putri Raja Stefan (Sharlto Copley). Hhhmmmm kalau di film atau cerita Sleeping Beauty original, Raja Stefan digambarkan sebagai raja yang sayang anak dan baik hari, well pada film Maleficent ini justru sebaliknya. Sejahat-jahatnya Maleficent, masih lebih jahat Raja Stefan.

MALEFICENT

Maleficent yang memang pada dasarnya baik hati pun justru menjalim hubungan yang semakin baik dengan Putri Aurora. Lama kelamaan rasa sayang pun tumbuh antara Meleficent dengan anak kecil yang ia kutuk. Akankah Maleficent insyaf? Ataukah Maleficent (2014) akan memiliki akhir yang sama seperti Sleeping Beauty (1959)?

Maleficent 5 MALEFICENT

Maleficent 13Maleficent 7Maleficent 10 Maleficent 9

Rasanya Maleficent (2014) hanya meminjam nama sekaligus sedikit alur cerita Sleeping Beauty (1959). Sifat-sifat karakternya sendiri berbeda, tentunya jalan ceritanya pun tidaklah sama persis. Maleficent (2014) bukanlah Sleeping Beauty (1959), Maleficent (2014) adalah film yang berbeda. Saya tidak masalah dengan perbedaan jalan cerita, tidak masalah kalau jalan cerita sebuah film berbeda dengan cerita versi novel atau dongengnya asalnya hasilnya dapat lebih bagus ;). Nah untuk Maleficent (2014), saya sendiri hanya dapat memberi nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”. Sleeping Beauty termasuk dongeng yang membosankan, dari dulu saya memang kurang suka dengan kisah Sleeping Beauty. Maleficent (2014) rasanya lebih logis dan manusiawi ketimbang cerita Sleeping Beauty original, namun jalan ceritanya masih tetap terlalu sederhana, datar dan membosankan bagi saya. Walaupun demikian, Maleficent (2014) saya rekomendasikan untuk ditonton bersama dengan keluarga, cocok untuk segala umur dn memiliki sebuah nilai yang dapat dipetik. Cinta sejati pasti selalu ada dan mampu mengalahkan rasa benci yang ada di dalam dada :).

Sumber: movies.disney.com/maleficent