Thor: Ragnarok (2017)

Thor, sang dewa petir, adalah salah satu superhero Marvel Comics yang diambil dari mitologi nordik. Karakter-karakter dan lingkungan di sekitar Thor pun diambil dari mitologi nordik. Nah dalam mitologi nordik, terdapat peristiwa yang disebut Rangnarok. Konon Ragnarok adalah peristiwa hancur dan terbakarnya Asgard, kerajaan tempat Thor berasal. Kejatuhan Asgard disertai dengan gugurnya beberapa dewa pada mitologi nordik. Peristiwa legendaris inilah yang menjadi inti cerita film solo ketiga Thor, Thor: Ragnarok (2017).

Ramalan akan datangnya Ragnarok memang sudah lama diramalkan dan Thor (Chris Hemsworth) berusaha sekuat tenaga agar ramalan tersebut tidak terjadi. Setelah kematian Loki (Tom Hiddleston) peristiwa pada Thor: The Dark Wolrd (2013), sepertinya Thor tidak memiliki ambisi lain selain mencegah datangnya Ragnarok. Dalam usahanya mencegah Ragnarok, Thor memperoleh informasi bahwa Odin (Anthony Hopkins), ayah Thor, tidak ada di Kerajaan Asgard. Nah kalau begitu, siapakah sebenarnya yang saat ini sedang duduk di singgasana kerajaan Asgard?

Ternyata biang keladinya adalah Loki, saudara tiri Thor yang licik dan sudah menjadi tokoh antagonis utama pada Thor (2011) dan The Avengers (2012). Loki memang sudah menimbulkan berbagai kekacauan, namun semakin hari tokoh ini semakin menjadi antihero. Kriminal jahat yang masih memiliki kebaikan jauh di lubuk hatinya. Hal itu terlihat pada Thor: The Dark World (2013) dimana Thor dan Loki saling tolong menolong meskipun Loki tetap berlaku curang dan memiliki agenda sendiri. Hubungan benci tapi sayang antara Thor dan Loki akan kembali terlihat pada Thor: Ragnarok (2017). Berarti Loki bukanlah tokoh antagonis pada Thor: Ragnarok (2017)?

Loki bukanlah tokoh antagonis pada film layar lebar ketiga Thor ini. Ternyata anak Odin bukan hanya Thor dan Loki saja. Ada 1 anak lagi yang terbuang dan dipenjara oleh Odin. Hela (Cate Blanchett), sang dewi kematian, adalah anak tertua Odin yang hanya akan bebas dari penjara ketika Odin tewas. Odin menjadikan dirinya sebagai kunci penjara bagi putrinya sendiri. Kenapa Odin begitu tega? Di sinilah sejarah kelam Asgard mulai terkuak, mengenai bagaimana Asgard mampu menjadi kerajaan kaya raya yang sangat kuat dan berkuasa.

Pada pertemuan pertamanya dengan Hela, Thor dan Loki kalah telak sampai-sampai Mjolnir milik Thor, Hela hancurkan tak tersisa. Padahal Mjolnir adalah senjata andalan Thor yang sangat kuat. Tak hanya itu, pada pertemuan pertama tersebut, Thor dan Loki terlempar jauh ke Planet Sakaar. Hhhmmmmm, bagi yang gemar membaca komik Hulk atau menonton Planet Hulk (2010), tentunya sudah mengenal apa itu Planet Sakaar.

Di Planet Sakaar, Thor yang sudah kehilangan Mjolnir, dipaksa untuk bertarung hidup-mati di sebuah area gladiator oleh penguasa Sakaar, Grandmaster (Jeff Goldblum). Thor harus berhadapan dengan juara milik Grandmaster yaitu Hulk (Mark Ruffalo). Seperti pada Planet Hulk (2010), kondisi Planet Sakaar memungkinkan Hulk untuk mengambil alih kendali atas tubuh Bruce Banner dalam waktu yang sangat lama. Sejak peristiwa pada Avengers: Age of Ultron (2015) berakhir, Hulk sudah bertahun-tahun tinggal dan menjadi juara arena gladiator di Planet Sakaar. Berbeda dengan perlakuan penduduk Bumi, Hulk merasa ia lebih diterima dan dipuja oleh penduduk Planet Sakaar. Pada Thor: Ragnarok (2017) ini kita tidak hanya akan melihat Hulk ketika akan berkelahi saja. Hulk memiliki dialog dan porsi tampil yang lebih banyak dibandingkan film-film layar lebar Marvel sebelumnya.

Tidak hanya Hulk, di Planet Sakaar, Thor bertemu pula dengan Loki dan Scrapper 142 (Tessa Thompson). Siapa itu Scrapper 142? Ia adalah mantan pasukan elit Asgard yang gemar mabuk-mabukan. Kekalahannya ketika melawan Hela dahulu kala, membuatnya “lari dari kenyataan”.

Terdamparnya Thor di Planet Sakaar tidaklah percuma. Sebab, di sana ia menemukan teman lama dan baru yang bersedia membantu Thor menyelamatkan Asgard dari Hela yang telah memperoleh dukungan dari Skurge (Karl Urban) dan ratusan mayat hidup tentara Asgard. Hela memang memiliki ambisi jahat, tapi apakah kemunculan Hela memang akan menimbulkan Ragnarok?

Melihat konsep Asgard dan Ragnarok yang berbelok di akhir cerita, mampu menjadi nilai plus film ini. Jalan ceritanya menarik dan tidak membingungkan, bahkan bagi penonton yang belum pernah menonton film superhero Marvel sebelumnya. Selain itu, film ini sudah seperti film action comedy, adegan komedinya cukup banyak dan memang dapat membuat saya tertawa. Bisa jadi Thor: Ragnarok (2017) adalah salah satu film terlucu dari Marvel. Walaupun banyak adegan komedinya, adegan pertarungan pada film ini tetap seru kok, terutama ketika tubuh Thor diisi oleh petir dan adegan perkelahian yang diiringi lagu Immigrant Song milik Led Zeppelin :).

Cerita yang lucu dan menarik, plus adegan perkelahian yang seru, dibalut dengan nuansa 80-an, semuanya ditampilkan dari lagu dan visual dari film ini. Thor: Ragnarok (2017) memang jadi mirip sekali dengan Guardians of the Galaxy (2014) & Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017). Apalagi mayoritas latar belakang Thor: Ragnarok (2017) adalah Sakaar, Asgard dan luar angkasa, bukan Bumi seperti 2 film Thor sebelumnya. Namun hal ini bukanlah masalah besar, sebab Thor: Ragnarok (2017) tetap mampu memberikan hiburan yang menyenangkan bagi saya. Film ini layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: marvel.com/thor

Iklan

Transformers: The Last Knight (2017)

 

Transformers: The Last Knight

Tidak terasa Transformers sudah 4 kali hadir di Bioskop. Ditambah dengan Transformers: The Last Knight (2017) yang baru diputar minggu ini, total Transformers sudah 5 kali hadir di bioskop. Berawal dari mainan robot-robotan yang saya mainkan sewaktu TK dulu, Transformers sudah menjelma menjadi franchise yang dinantikan banyak orang. Bahkan ada kabar bahwa Transformer akan dijadikan cinematic universe seperti cinematic universe milik Marvel dan DC Comics. Entah mungkin nantinya akan ada film Optimus Prime solo atau Bumblebee solo.

Pada Transformers: The Last Knight (2017) kali ini, tokoh Bumblebee (Erik Aadahl) dan Optimus Prime (Peter Cullen) tetap menjadi Autobots paling dominan. Hanya saja kali ini Optimus menghilang dari Bumi setelah peristiwa pada Transformers: Age of Extinction (2014). Optimus pergi untuk mencari pencipta Transformers. Sekembalinya ke Bumi, Optimus berubah, Optimus bukanlah Optimus yang Autobots kenal. Optimus berubah menjadi Transformer yang sepaham dengan Decepticons.

Sebagaimana sudah diketahui dari film Transformers sebelumnya, Autobots dam Decepticons adalah 2 kelompok mahluk luar angkasa yang di sebut Transformers. Mereka sama-sama terdampar di Bumi karena planet mereka, Cybertron, diambang kehancuran. Autobots ingin Bumi dan penduduknya hidup damai berdampingam dengan Transformers. Tapi Decepticons ingin agar Transformers memiliki rumah kembali dengan mengahalalkan segala cara, kebangkitan Cybertron adalah segala-galanya bagi Decepticons.

Hadirnya sebuah Planet mirip Cybertron yang terus bergerak menuju Bumi menimbulkan tanda tanya bagi penduduk Bumi. Timbulnya beberapa tanduk raksasa misterius di permukaan Bumi semakin menambah daftar pertanyaan di benak penduduk Bumi. Ternyata semua ini berhubungan dengan sejarah antara Bumi dan Cybertron. Kedua Planet ini ternyata sudah berhubungan sejak zaman dinosaurus. Autobots dan Decepticons juga bukanlah Transformers pertama yang hadir di Bumi. Pada film kelima Transformers ini dikisahkan seberapa besar keterlibatan Transformers pada berbagai peristiwa bersejarah dan penting yang pernah terjadi di muka Bumi, mulai dari kejayaan Camelot sampai kejatuhan NAZI.

Apa yang menjadi daya tarik Bumi sehingga Transformer terus berdatangan ke Bumi? Sampai-sampai kali ini Planet-nya datang menghampiri? Aaahhh sekali lagi saya disuguhkan kisah perburuan artefak Transformers kuno yang super sakti dan untuk yang kesekian kalinya disembunyikan di Bumi. Kenapa kok tidak di Mars atau Venus atau Planet lainnya ya? Pada film-film Transformers terdahulu Bumi sudah pernah dijadikan tempat tersembunyinya artefak AllSpark, Creation Matrix dan Ark. Aahhhhh sudah dapat ditebak pastilah ceritanya berkisar pada perburuan sebuah artefak super kuat bin sakti mandraguna :P.

Dalam perburuan kali ini Autobots kembali didukung oleh beberapa manusia biasa seperti Cade Yeager (Mark Wahlberg), Sir Edmund Burton (Anthony Hopkins), William Lenox (Josh Duhamel), Viviane Wembly (Laura Haddock) dan Izabella (Isabela Moner). Masing-masing memiliki peran penting dalam perburuan artefak kuno ini. Uniknya, The Last Knight yang dijadikan judul film ini bukanlah dari ras Transformers, melainkan manusia biasa. Sayang saya tidak melihat banyak keistimewaan dari Si Last Knight ini, lhah kalau begitu apa gunanya ada Si Last Knight sampai dimasukkan ke dalam judul? Toh Autobots dan Decepticons tetap memperoleh porsi yang lebih besar.

Saya rasa akar cerita Transformers kali ini kurang kuat sehingga beberapa bagian pada film ini terkesan mengada-ada. Ditambah lagi jalan cerita yang secara garis besar memiliki beberapa kemiripan dengan film Transformers sebelumnya, membuat Transformers: The Last Knight (2017) terkesan klise dan agak membosankan. Film-film Transformers terdahulu masih memiliki unsur kejutan dan beberapa adegan yang menakjubkan. Sedangkan Transformers: The Last Knight (2017) tidak ada kejutannya sama sekali, mudah ditebak. Adegan yang bisa dibilang menakjubkan tidaklah banyak kecuali kalau ini merupakan film Transformers pertama yang saya tonton. Yang sedikit dapat menyelamatkan Transformers: The Last Knight (2017) tak lain adalah adegan aksi Transformers yang tetap memukau, yaaah inilah kelebihan semua film Transformers dan menjadi magnet bagi orang-orang untuk datang menonton di Bioskop, siapa sih yang tak senang menonton pertarungan dan kejar-kejaran antara beberapa robot yang dapat berubah menjadi mobil, pesawat, tank dan motor. Tak lupa humor dan romansa antara Cade dan Viviane mampu memberikan tontonan yang menarik dan sedikit mengurangi rasa bosan yang datang.

Saya rasa Transformers: The Last Knight (2017) memang tidak sebaik film-film Transformers sebelumnya, tapi Transformers: The Last Knight (2017) masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Film ini juga sepertinya lebih difokuskan sebagai gerbang menuju Transformers Cinematic Universe sehingga akar masalah dan cara penyelesaiannya dibuat tidak seteliti dan seseru film-film Transformers sebelumnya, sayang sekali.

Sumber: http://www.transformersmovie.com

Kidnapping Mr. Heineken (2014)

Kidnapping Heineken 1

Mendengar judul Kidnapping Mr. Heineken (2014) mengingatkan saya pada merk minuman keras berwarna hijau, Heineken. Film ini sendiri tidak berbicara mengenai lomba minum bir atau bisnis bir, melainkan peristiwa penculikan CEO dari perusahaan minuman keras Heineken, Freddy Heineken (Anthony Hopkins) yang memang benar-benar terjadi di Belanda pada tahun 80-an. Peristiwa ini menjadi populer pada masanya karena besarnya tebusan yang dibayarkan dan tingginya posisi dari orang yang berhasil diculik.

Penculikan Heineken dilakukan oleh 5 sahabat yang gagal menjalani bisnis halal dan beralih ke bisnis kriminal. Kelima sahabat tersebut adalah Willem Holleeder (Sam Worthington), Cor van Hout (Jim Sturgess), Jan Boellaard (Ryan Kwanten), Martin Erkamps (Thomas Cocquerel) & Frans Meijer (Mark van Eeuwen). Aksi mereka disetarakan dengan aksi teroris internasional padahal mereka hanyalah penjahat kelas teri pada saat itu.

Kidnapping Heineken 9

Kidnapping Heineken 2

Film-film yang mengambil tema penculikan biasanya mengisahkan penculikan dari sisi polisi atau si korban. Kalau pun dari sisi si penculik, biasanya dikisahkan bahwa orang yang diculik itu jahat atau si penculik itu memiliki alasan yang baik atau sangat terpaksa. Saya tidak melihat itu semua pada Kidnapping Mr. Heineken (2014). Kidnapping Mr. Heineken (2014) seolah-olah hanya memperlihatkan sejarah peristiwa penculikan dari sisi si penculik dan orang yang diculik tanpa ada sesuatu yang spesial, semua terasa hambar dan datar.

Kidnapping Heineken 10

Kidnapping Heineken 5

Kidnapping Heineken 8

Kidnapping Heineken 7

Kidnapping Heineken 6

Kidnapping Heineken 11

Kidnapping Heineken 4

Kidnapping Heineken 3

Sorry to say tapi Mr. Heineken dan kawan-kawan hanya layak untuk mendapat nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”. Beruntung saya tidak menonton Kidnapping Mr. Heineken (2014) di bioskop. Kalaupun ditayangkan di TV, Kidnapping Mr. Heineken (2014) paling cocok kalau ditayangkan di History Channel, bukan Fox atau HBO.

Sumber: http://www.beckerfilmgroup.com/kidnapping-mr-heineken/

Thor: The Dark World (2013)

Thor The Dark World 1

Thor adalah salah satu superhero Marvel yang saya ketahui namanya & wujudnya sejak saya masih kecil dulu, namun belum pernah sekalipun membaca komiknya sampai munculnya film layar lebar Thor (2011). Thor kalah tenar dibanding Batman, Superman & Spiderman :D. Sepertinya Thor mirip-mirip superhero Indonesia yang bernama Gundala Putra Petir, kekuatannya berhubungan dengan petir dan badai. Stan Lee, pengarang komik Thor, mengambil tema dan karakter Thor dari mitologi Norwegia. Nama & pengertian Thor, Mjolnir, Odin, Asgard, Midgard sampai Yggdrasil juga ternyata diambil dari mitologi Norwegia. Sama seperti Thor versi mitologi Norwegia, Thor karangan Stan Lee merupakan dewa petir yang sangat kuat dengan palu Mjolnir sebagai senjata andalannya. Thor merupakan anak dari Odin, raja Asgard. Asgard sendiri merupakan salah satu dari 9 dunia yang ada di alam Yggdrasil. Selain Asgard, terdapat beberapa dunia lain seperti Midgard, SvartálfheimHelNiflheim, Muspelheim, Jotunheim dan lain-lain.

Thor The Dark World 5 Thor The Dark World 15

Nah, dikisahkan bahwa Bumi tercinta kita ini merupakan bagian dari dunia Midgard. Kesembilan dunia di alam Yggdrasil selalu berputar dengan orbitnya masing-masing, seperti Bumi dan planet-planet lain mengelilingi Matahari. Pada Thor: The Dark World (2013), dikisahkan terjadi suatu peristiwa langka dimana kesembilan dunia yang ada pada Yggdrasil, sedang dalam posisi sejajar satu sama lain. Yaaa mirip dengan posisi Bumi, Bulan & Matahari pada gerhana matahari atau gerhana bulan laaa, posisi sejajar, bagi yang lupa, ayo dibuka buku IPA-nya :P. Dampak dari kesejajaran dunia-dunia tersebut adalah kekacauan, selama kesembilan dunia dalam posisi sejajar, pembatas antar dunia-dunia tersebut menjadi kabur. Di Bumi sendiri terdapat lubang-lubang menuju dunia-dunia lain yang akan tertutup ketika kesembilan dunia sudah tidak dalam posisi sejajar lagi. Jane Foster (Natalie Portman) tidak sengaja masuk ke dalam lubang-lubang tersebut dan dirasuki oleh Aether. Aether mengandung kekuatan yang sangat besar namun tubuh manusia tidak akan kuat & cocok menampung kekuatan Aether. Thor (Chris Hemsworth) datang menjemput Jane & mencari cara untuk menyembuhkan Jane di Asgard.

Thor The Dark World 11

Kedatangan Jane di Asgard membawa bencana karena Aether yang ada di dalam Jane mengundang kedatangan Malekith (Christopher Eccleston), pemimpin dari dark elves. Malekith beserta pasukan dark elves menyerang Asgard, pertempuran ini menyebabkan tewasnya Frigga (Renne Ruso), ibu dari Thor.

Thor The Dark World 9

Kematian Frigga, mengakibatkan bersatunya Thor dengan Loki (Tom Hiddleston), adik tiri Thor yang licik dan berusaha merebut tahta Asgard dari bapak kandung Thor. Loki menganggap Frigga sebagai ibunya sendiri, sehingga Loki bersedia membantu Thor membalas dendam. Mampukan kedua saudara yang beselisih ini bekerjasama untuk mencapai 1 tujuan yang sama? Apakah Loki benar-benar tulus membantu Thor? Karena pada versi komiknya, Loki berkerjasama dengan Malekith loooh. Loki & Malekith sama-sama benci Asgard & ayah Thor, Odin (Anthony Hopkins). Malekith adalah pemimpin dari sisa-sisa kaum dark elves yang beratus-ratus tahun lalu ditaklukkan oleh Bor, kakeknya Thor. Dark elves dibawah komando Malekith adalah kaum yang berasal dari dunia Svartálfheim dan ingin menguasai kesembilan dunia yang ada. Pada Thor: The Dark World (2013), dark elves nampak lebih kuat dibandingkan pasukan Asgard, kenapa kok begitu? Pertama, pesawat tempur dark elves bisa tidak terlihat oleh mata telanjang para pasukan Asgard. Kedua, dark elves perang menggunakan senapan & pistol, sedangkan pasukan Asgard menggunakan pedang & tameng saja, hadeewww, yaiyalah jelas kalah x__x. Well, perlu diingat versi komik dan versi film layar lebar tidaklah selalu sama loooh :mrgreen:.

Thor The Dark World 10

Thor The Dark World 4 Thor The Dark World 6 Thor The Dark World 7 Thor The Dark World 13

Dari berbagai karakter yang ada pada Thor: The Dark World (2013), karakter Loki cukup mencolok. Loki merupakan karakter yang suka bercanda dan tidak dapat ditebak. Tom Hiddleston memainkan karakter Loki dengan cukup baik, saya sendiri sempat tertawa melihat tingkah Loki. Entah bagaimana, saya lebih senang kalau Loki menjadi karakter protagonis, bukan antagonis. Karakter Loki lebih menghibur dibandingkan karakter Thor, berbeda dengan Loki di Thor (2011) & The Avengers (2012), Loki di sini tidaklah 100% tokoh antagonis. Pada Thor: The Dark World (2013), Loki menjadi karakter yang … entah mau jadi penjahat atau jagoan yaaaa .. tidak jelas, saya tidak akan menulis spolier di aliefworkshop.wordpress.com :P.

Thor The Dark World 14

Thor The Dark World 12

Seperti pada film-film layar lebar superhero Marvel lainnya, Thor: The Dark World (2013) menyuguhkan spesial efek yang lumayan bagus plus kostum yang lumayan ok juga, hanya saja kostumnya Thor sedikit kurang keren yaa, agak standard. Entah kenapa jalan cerita Thor: The Dark World (2013) kurang greget, agak standard bin biasa, mungkin karena Thor bukanlah superhero favorit saya yaa? Thor kan agak serius dan memang tidak sepintar Spiderman atau Batman. Walaupun jalan ceritanya agak standar saya merasa lumayan terhibur & tidak tertidur selama menonton Thor: The Dark World (2013) hari jumat lalu, padahal saya baru saja terkena musibah & lelah pulang dari kantor .. e e e e kok jadi curhat? hehehehe.

Thor The Dark World 2 Thor The Dark World 16 Thor The Dark World 17

Thor The Dark World 8 Thor The Dark World 3

Yaa secara garis besar Thor: The Dark World (2013) rasanya layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Oh yaaa diakhir film Thor: The Dark World (2013), terdapat peristiwa yang memastikan bahwa akan ada film Thor lagi di bioskop-bioskop, entah tahun depan atau tahun kapan. Meski saya bukan fans beratnya Om Thor, saya tidak kapok nonton film layar lebarnya Thor dan ingin menonton lagi kelanjutan dari petualangan dewa petir ini :).

Sumber: http://marvel.com/thor