Menjual Unit Tipe Studio Hadap Danau di Apartemen Tifolia

Tifolia

Kebetulan rumah sepupu-sepupu saya dan rumah almarhum nenek saya dulu terletak di sekitar Rawamangun. Salah satu hiburan kami pada waktu itu adalah berjalan-jalan ke mall terdekat yaitu Mall Kelapa Gading. Setiap saya tiba di perempatan antara Jl. Perintis Kemerdekaan dan Jl. Kayu Putih Raya, tepat di muka gerbang Kelapa Gading, saya melihat Rumah Susun Pulomas bermotif batu bata merah yang ramai sekali. Statusnya memang rumah susun tapi setiap rumah ada AC dan parkir mobilnya ramai. Pada waktu itu AC adalah hal yang eksklusif bagi saya dan belum ada yang namanya apartemen di Jakarta. Yang tinggal di rumah susun tersebut pastilah bukan orang tak mampu pikir saya. Lama kelamaan zaman berganti dan rumah susun tersebut pun dirubuhkan.

Naaah, beberapa tahun yang lalu, saya dan famili saya mendapatkan penawaran untuk membeli unit Apartemen Tifolia yang akan dibangun tepat di bekas lokasi Rumah Susun Pulomas. Karena menurut saya dan famili saya lokasi tersebut cukup strategis dan kebetulan famili saya tersebut sedang memiliki dana yang menganggur, maka beliau memutuskan untuk membeli 1 unit studio di Apartemen Tifolia.

Saat ini pembayaran untuk unit studio Apartemen Tifolia tersebut sudah lunas. Unit yang famili saya miliki pun sudah jadi dan sudah serah terima pada pertengahan tahun 2014 lalu. Berhubung ada beberapa kebutuhan dan alasan lain, akhirnya sekarang famili saya memutuskan untuk menjual unit tersebut. Berikut spesifikasi dari unit apartemen yang beliau jual beserta lingkungannya:

  • Lokasi: Apartemen Tifolia, area Pulomas Park Center, Jl. Perintis Kemerdekaan, perempatan pintu gerbang Kelapa Gading.
  • Tipe: Studio A2.
  • Luas: 21m2.
  • Lantai: Lantai 31 dari 39 lantai.
  • Sertifikat: Sertifikat Hak Milik Strata Title (Sertifikat setara SHM).
  • Kondisi: Masih baru dan tanpa furniture.
  • Hadap: Selatan (view Danau di tengah Pacuan Kuda Pulomas).
  • Kolam Renang: Ada 1 di Ground Floor.
  • Rasio Parkir: 1:1.
  • Air Minum : PAM.
  • Listrik : 1300 KV
  • Genset Darurat: Tersedia.
  • Maintenance : Rp. 310,000/bulan.
  • Unit per Lantai : 42.
  • Jumlah Lift : 6.
  • Tangga Darurat : 2.

Tifolia 8

Tifolia 2

Tifolia 1

Walaupun saya belum pernah merasakan tinggal di unit tersebut, saya memiliki beberapa pengalaman terkait apartemen. Kebetulan saat ini saya dan istri saya tinggal di apartemen lain. Selain itu saya juga memiliki teman yang tinggal di apartemen lain dan pernah survey keluar masuk apartemen lain juga. Kurang lebih ada beberapa kelebihan dari unit yang famili saya jual berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya pribadi yaitu:

Lokasi Strategis
Lokasi adalah unsur yang paling penting ketika kita memilih tempat tinggal. Tapi strategis atau tidaknya suatu apartemen tentunya berbeda-beda bagi setiap orang. Bagi saya pribadi, Apartemen Tifolia memiliki lokasi yang strategis karena tidak terlalu jauh dari rumah famili saya dan sangat dekat dengan kawasan Kelapa Gading. Bagi saya yang hobi makan dan menonton bioskop, lokasi yang dekat dengan Kelapa Gading merupakan sebuah nilai plus. Kelapa Gading merupakan wilayah yang dipenuhi oleh kuliner-kuliner yang ok serta memiliki pilihan bioskop yang lebih dari 1.

Tifolia 16

Total, dari Apartemen Tifolia kita dapat dengan mudah menjangkau Mall Kelapa Gading, La Piaza, ITC Cempaka Mas, Rumah Sakit Gading Pluit, RS Mitra Keluarga, Sekolah BPK Penabur, Sekolah Al Azhar & kawasan kuliner Kelapa Gading tentunya.

Aksesbilitas Bagus Sekali
Banyak apartemen yang terletak di pinggir jalan raya namun yang dekat itu pagarnya saja atau lobi dari apartemen tersebut? :P. Ada loooh apartemen yang jarak dari lift tempat pemilik unit tiba di lantai dasar sampai ke jalan raya, sangat jauh. Kalau tidak punya kendaraan, mungkin terpaksa naik ojeg :P. Syukurlah jarak dari lift Apartemen Tifolia sampai ke halte busway yang terletak di Jl. Perintis kemerdekaan tidaklah jauh, dekat ; ). Berhubung di timur dari Jl. Perintis Kemerdekaan terdapat Terminal Pulo Gadung, maka sudah pasti banyak angkutan umum berbagai jurusan yang melewati Apartemen Tifolia, bukan hanya Busway. Sementara itu di barat dari Jl. Perintis Kemerdekaan terdapat Tol Dalam Kota yang sering sekali saya lewati ketika saya pergi dengan kendaraan pribadi. Baik Tol Dalam Kota maupun Terminal Pulo Gadung dapat ditempuh dengan mudah sekali, tinggal luruuuuuus mengikuti jalan di depan Apartemen Tufolia, tinggak pilih saja mau ke kanan (arah timur) atau ke kiri (arah barat) ; ).

Fasilitas Umum Lengkap & Bagus
Apartemen Tifolia dilengkapi oleh sarana keamanan dan perlindungan terhadap kebakaran. Saya lihat terdapat kamera pengaman di beberapa lorong dan di setiap lift. Semua kamera tersebut termasuk ke dalam layanan keamanan 24 jam yang tersedia di Apartemen Tifolia. Sarana pengamanan dari kebakaran pun lengkap tersedia. Semuanya menggunakan merk yang dari vendor yang cukup ternama sehingga kualitasnya tidak perlu diragukan lagi.

Tifolia 14

Tifolia 3

Tifolia 13

Tifolia 6

Tifolia 5

Tifolia 4

Selain itu saya juga dapat menemukan rumah genset yang dapat memberikan listrik bagi penghuni unit meskipun listrik PLN mati.

Tifolia 15

Seperti apartemen-apartemen lain pada umumnya, terdapat kolam renang yang dapat langsung saya lihat bila saya melihat ke bawah dari balkon unit yang dimiliki famili saya.

Tifolia 9

Selain fasilitas-fasilitas yang saya sebutkan di atas, akan dibangun pula Children Playground, Jogging Track, aneka toko & Access Card. Entah kapan dan dimana dibangunnya tapi itu sudah masuk ke dalam rencana pihak pengembang. Percaya atau tidak, tidak semua apartemen memiliki semua fasilitas seperti di atas lhooo, baik yang saya lihat sudah terbangun maupun yang belum terbangun. Jangan samakan Apartemen Tifolia dengan apartemen subsidi atau rusunami yang sempat menjamur setelah rusunami kalibata sukses dihuni dan diminati oleh banyak orang :’D.

Pemandangan
Keunggulan utama dari unit yang famili saya miliki adalah faktor pemandangan. Dari dalam unit tersebut, saya dapat melihat danau di tengah Pacuan Kuda Pulomas yang ternyata nampak kereeen bila dilihat dari atas, saya baru tahu ;).

Tifolia 7

Tifolia 10

Pandangan yang dapat dinikmati bila saya menoleh ke kiri dan ke kanan dari balkon pun bagus sekali. Pemandangannya lepas tidak tertutup oleh bangunan lain, mantabbbb :).

Tifolia 11

Tifolia 12

Tak ada gading yang tak retak, pasti ada sisi negatif dari semua yang ada, kekurangan dari unit yang saat ini famili saya jual adalah kurang luas bagi keluarga besar. Bagi saya yang sudah berkeluarga, apartemen dengan luas 21 m2 terlalu sempit bagi kami semua. Saya pasti lebih memilih unit apartemen dengan 2 kamar seperti unit apartemen yang saya tempati saat ini.

Sayang sebenarnya mau menjual unit ini karena walaupun tidak tempati, unit tersebut dapat disewakan, lumayan dapat pemasukan tambahan :). Unit studio yang kecil biasanya lebih laku disewakan dibandingkan unit lain yang luasnya lebih besar. Di samping Apartemen Tifolia memang sedang dibangun Apartemen Calia tapi unit-unit yang dijual pada apartemen tersebut memiliki ukuran yang lebih besar, tidak ada unit dengan ukuran studio 21m2 tersedia di sana. Yaaa semuanya sesuai dengan kebutuhan dan tujuan ketika membeli unit apartemen, butuhnya yang besar atau yang kecil luasnya, nantinya untuk disewakan atau ditempati sendiri, hidup adalah pilihan hehehe.

Apabila ada rekan-rekan yang berminat untuk membeli/menyewa unit apartemen milik famili saya tersebut dapat menghubungi langsung famili saya yang merupakan pemilik langsung dari unit tersebut, Pak Pras, di nomor telefon 081806011554, bisa lihat unit langsung di lokasi sesuai perjanjian. Ooooh iya, beliau buka harga Rp. 330.000.000 bersih :). Silahkan sebarkan tulisan ini bagi rekan-rekan lain yang mungkin berminat, siapa tahu jodoh. Jarang-jarang nih menulis blog yang buntutnya jualan heheheheehe ;).

Sumber: www.duta.com/eng/ppulomas.html

Iklan

Token, Taiwan Original Chicken

Token 1

Token adalah salah satu restoran terdekat dari rumah saya, yang terbilang sering saya kunjungi. Saya memilih singgah di Token karena restorannya bersih, nyaman dan porsinya sesuai dengan harganya. Token menyajikan hilangan ala Taiwan yang entah apakah benar dapat ditemui atau tidak di Taiwan sana :’D.

Mayoritas jenis hidangan yang Token sajikan adalah ayam goreng tepung tanpa tulang atau bento-bento yang dikombinasikan dengan nasi atau salad atau sup. Saya sendiri baru sempat mencicipi ali shan sunrise bento, fenchi hu station bento, hua lien memorable railway bento, fu long platform bento, chi sang station bento, Taiwan style braised minched chicken, yu shan enlightenment milk tea & mango green tea.

Ali shan sunrise bento konon merupakan menu andalan Token. Pada menu ini kita dapat menyantap ayam tanpa tulang goreng tepung berukuran XXL ala Taiwan seperti yang gerai-gerai Shihlin sajikan. Hanya saja bumbu yang yang ditaburkan ke atas ayam tersebut terasa gurih manis. Selain itu tak lupa ada nasi, salad dan sup yang menemaninya. Supnya beraroma ikan sekali tapi tidak amis dan terasa cukup ok ketika saya santap dengan ayam goreng tepungnya, yummm.

Ali Shan Sunrise Bento

Ali Shan Sunrise Bento

Ali shan sunrise bento memiliki 2 saudara kembar yaitu fenchi hu station bento & hua lien memorable railway bento. Kedua menu tersebut sama persis dengan ali shan sunrise bento hanya saja rasa dari taburan bumbu yang ditaburkan di atas ayam goreng tepungnya sedikit berbeda. Bumbunya fenchi hu station bento terasa sedikit pedas, sedangkan taburan bumbu hua lien memorable railway bento terasa sedikit masam dan gurih. Terus terang perbedaan rasa antara ketiga hidangan di atas hampir tak ada, perbedaan rasanya tidak terlalu terasa bagi lidah saya. Yang pasti rasanya sama-sama lumayan dan mampu membuat perut saya kenyang 🙂

Fu long platform bento mirip juga dengam ali shan sunrise bento, hanya saja ayam goreng tepungnya dipotong kecil-kecil sebelum digoreng dengan tepung sehingga rasanya lebih renyah, tapi otomatis rasa daging ayamnya menurun. Rasanya lumayan juga siy, bolehlaaa untuk variasi.

Fu Long Platform Bento

Fu Long Platform Bento

Tidak hanya menyajikan menu yang menggunakan daging ayam untuk ditemani oleh sup, salad dan nasi, Token juga menyajikan menu serupa yang menggunakan daging ikan, yaitu chi shang station bento. Rasanya sama sekali tidak amis dan mirip dengan ayam sehingga chi shang station bento cocok untuk dijadikan alternatif ketika kita ingin menyantap hidangan yang kadar kolesterolnya lebih rendah dan lebih berprotein.

Chi Sang Station Bento

Chi Sang Station Bento

Berbeda dengan menu-menu di atas, Taiwan style braised minched chicken merupakan semangkuk ricebowl yang terdiri dari nasi, ayam, telur, sayuran dan bawang. Rasanya kurang berbumbu dan relatif datar sehingga saya harus menambahkan cabe bubuk agar hidangan ini lebih terasa enak.

Taiwan Style Braised Minched Chicken

Taiwan Style Braised Minched Chicken

Yu shan enlightenment milk tea merupakan minuman teh susu dengan menggunakan gel atau jelly atau buble tapi teh yang dipergunakan adalah teh hijau. Jujur rasanya agak aneh, saya lebih suka teh susu biasa, hehehe.

Yu Shan Enlightenment Milk Tea

Yu Shan Enlightenment Milk Tea

Mango green tea merupakan minuman teh hijau dengan tambahan rasa mangga yang menyegarkan, rasa memang segar, I like it.

Mango Green Tea

Mango Green Tea

Semua hidangan di atas dapat kita temui di Token yang setahu saya terletak di:

  1. Apartemen Menteng Square, Tower A, Jl. Matraman Raya No. 30E, Cikini, Jakarta Pusat.
  2. Green Bay Pluit, Tower G/LGM No. 25 – 29. Jl. Pluit Karang Ayu 3, Pluit, Jakarta Utara.
Bagian Dalam Token

Bagian Dalam Token

Bagian Dalam Token

Bagian Dalam Token

Saya lihat strategi Token adalah membuka cabang di dalam lingkungan apartemen, bukan mall. Karena hadir di lingkungan apartemen-lah saya mampir di Token, setiap hari saya pasti melewati restorannya dan melihat orang-orang makan di sana.

Secara keseluruhan hidangan ala Taiwan-nya Token layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Ok-lah untuk dijadikan menu makan malam sepulang seharian penat kerja & bermacet-ria, bisa pesan antar langsung ke rumah pula ;).

**************************************Update13/02/2016**************************************
Cabang yang di Apartemen Menteng Square sudah tutup

Pengalaman Tinggal di Apartemen

Papan, sandang & pangan adalah kebutuhan primer manusia. Pada blog ini rasanya saya sering membahas pangan alias makanan dan minuman. Kali ini saya hendak membahas papan alias tempat tinggal, tempat tinggal yang saat ini saya tempati yaitu apartemen.

Tifolia 8

Gambar Salah Satu Apartemen di Jakarta Utara

Saya pribadi sementara ini lebih memilih untuk tinggal di apartemen bersubsidi atau rusunami karena saya masih berdua saja dengan istri, belum ada anak. Unit apartemen saya hanya berukuran 33 meter persegi, mungil yah :’D. Jadi pendapat saya mengenai apartemen di tulisan ini berdasarkan pengalaman saya tinggal di apartemen bersubsidi, bukan apartemen mewah ya. Di Jakarta banyak terdapat apartemen, mulai dari yang kelas lux sampai kelas sederhana seperti rusunami. Kelebihan tinggal di apartemen yang paling menonjol bagi keluarga saya adalah karena lokasinya yang dekat dengan berbagai fasilitas umum seperti akses jalan tol, pusat perbelanjaan, bioskop dan lain-lain. Namun entah kenapa sekarang ini banyak apartemen-apartemen yang dibangun nun jauh di sana, di pinggir kota, bahkan ada yang di pegunungan seperti Sentul, weleh-weleh. Kalau apartemen dibangun di Bekasi, kemungkinan fungsinya mirip seperti apartemen di tengah Jakarta, dekat keramaian, dekat tempat kerja pula. Di Bekasi sana banyak pabrik lohhh. Nah kalau apartemen yang dibangun di lokasi seperti Sentul, kemungkinan fungsinya seperti vila atau tempat liburan.

Selain karena istri saya senang memandang kota dari atas atau istilah kerennya city view, saya pribadi senang sekali dengan posisi apartemen saya karena dengan dekatnya jarak ke kantor, bukan karena alasan yang lain seperti tempat liburan dan wisata. Semakin cepat saya sampai rumah dan semakin siang saya bisa berangkat ke kantor, maka semakin banyak pula waktu saya bersama istri di apartemen, tidak tua di jalan, maklum Jabodetabek macetnya minta ampun.

Apapun fungsinya, unit apartemen biasanya memiliki luas yang mungil dibandingkan rumah. Tapi kalau keluarga kita masih mungil juga, luas unit apartemen yang mungil tersebut akan terasa cukup efisien. Luas yang harus dibersihkan otomatis kecil juga, tidak perlu bantuan pembantu rumah tangga. Kalaupun kita tidak sempat bersih-bersih, kita dapat membayar mas-mas atau mba-mba cleaning service untuk membersihkan unit kita di pagi dan sore hari. Di apartemen semua ada dan serba instan bin cepat asalkan ada fulus :P.

Mau makan? Selain laundry, supermarket, kantor travel, kantor ormas dan supermarket, di lantai bawah atau di pelataran apartemen biasanya bertebaran warung makan, mulai dari yang tidak punya nama sampai franchise ternama. Kalau malas keluar, tenaaang saja, kan ada layanan cathering & delivery order. Hampir setiap hari saya bertemu dengan pengantar KFC, Pizza Hut dan kawan-kawan di lift apartemen :P.

Tidak hanya sebatas pesan makan dan bersih-bersih saja, kalau ada AC rusak atau pipa rusak pun penghuni apartemen bisa langsung angkat telefon saja dan akan ada petugas datang memperbaiki. Tapi memang terkadang, petugas yang terlibat dalam layanan-layanan tersebut meminta tip meskipun tidak secara terang-terangan, yaaah macam di hotel saja mungkin. Masalahnya memang banyak juga unit apartemen yang disewakan mingguan atau harian, nah penghuni-penghuni mingguan/harian ini yang sering merusak kebiasaan petugas-petugas tersebut. Karena penghuni temporer ini terkadang merasa bahwa apartemen sama dengan hotel mungkin, jadi apa-apa langsung kasih tip, tip lagi, tip lagi kepada petugas yang datang walaupun sudah membayar ke pihak manajemen dari petugas tersebut :'(. “Situ uenak ae duite akeh & ga tinggal di sini tahunan, lha aku piye jal???”.

Masalah tip ini terjadi pula dalam hal parkiran apartemen yang terkenal ruwet. Saya akui mencari parkir di area apartemen itu susah untuk jam-jam tertentu, maka saya tidak keberatan memberikan tip kepada petugas parkir yang menolong saya, bukan oknum satpam yang hanya “nongkrong” sambil “awey-awey” kemudian menghampiri “sok-sok ngajak ngobrol gak penting blasss” yang secara halus artinya mau bilang “bagi tip duong bos” :’P, bah!

Mencari parkir di apartemen saya yang hanya 3 tower itu saja sudah cukup susah, entahlah bagaimana nasib kawan-kawan yang tinggal di apartemen dengan lebih dari 3 tower seperti superblock apartemen kalibata. Pada jam-jam tertentu, teman saya yang tinggal di sana membutuhkan sekitar 45 menit untuk parkir sampai tuntas atau untuk keluar dari area parkir apartemen menggunakan mobil. Andaikan 1 unit apartemen hanya diperbolehkan membawa 1 kendaraan, masalah ini tidak akan terjadi. Saya lihat sendiri ada 1 unit mungil berisikan 3 orang dan masing-masing orang pulang pergi mengunakan mobil. Selain 3 mobil tersebut mereka memiliki 1 motor dan 1 mobil lagi, waduh mau buka showroom apa?

Saya sendiri lebih sering naik angkot atau bus. Selain murah, banyak angkot atau bus melewati depan apartemen :). Tapi saya agak segan kalau naik ojeg atau bajaj dari depan apartemen, harganya relatif tinggi dan tidak mau ditawar. Berbeda kalau kalau abang ojeg atau bajaj melihat saya keluar dari jalan di seberang apartemen, harganya relatif lebih bisa ditawar :P.

Sayang sekali harga apartemen sekarang tidak bisa ditawar seperti tarif bajaj atau ojeg :P. Harga apartemen baru terus naik tapi terkadang sulit dijual, tergantung lokasi dan faktor-faktor lain. Mungkin karena status apartemen adalah Strata Tile? Sebenarnya Strata Tile sejajar dengan SHM. Karena statusnya yang sejajar, sertifikat Stratra Tile bisa dijadikan sebagai jaminan usaha juga lhooo. Sertifikat Strata Tile menjelaskan kepemilikan unit lengkap dengan panjang, lebar, batas utara, batas timur, batas barat, batas selatan, di bawah ada apa dan di atas ada apa. Bagimana dengan tanah, lift, koridor dan fasilitas umum yang ada di area apartemen? Dimiliki bersama oleh semua pemilik unit apartemen yang pengaturan dan pengelolaannya dilakukan oleh Perhimpunan Penghuni.

Perhimpunan Penghuni biasanya menjadi wadah yang mengatur kepentingan  penghuni termasuk asuransi. Undang-Undang No. 16 tahun 1985 dan Peraturan Pemerintah No. 4 tahun 1988 memang mewajibkan Perhimpunan Penghuni untuk mengasuransikan apartemen. Biasanya biaya asuransi ini diambil dari iuran bulanan. Setahu saya, iuran bulanan yang dimaksud biasa disebut service fee. Service fee wajib dibayar per bulan dan per meter persegi dari unit yang dimiliki.

Selain service fee, terdapat pula biaya listrik dan air. Jangan harap harga listrik dan air sama seperti harga PLN dan PAM. Masing-masing apartemen memiliki peraturan dan tarif yang berbeda terkait hal ini, namun biasanya harga listrik dan air di apartemen lebih mahal daripada harga listrik dan air di rumah.

Saya sendiri berencana untuk pindah ke pilihan tempat tinggal yang berbentuk rumah ketika keluarga kecil saya sudah bertambah besar. Kalau saya sudah pindah nanti, unit apartemen saya akan saya sewakan saja entah bulanan atau mingguan, yang pasti tidak harian apalagi jam-jam-an, saya tidak ingin unit apartemen saya dipergunakan untuk hal-hal yang negatif. Masalahnya sekarang saja saya sering mendapat selebaran iklan pijat diselipkan lewat bagian bawah pintu depan unit saya. Iklan tersebut berisikan layanan pijat siap dipanggil 24 jam oleh wanita/pria muda dan menarik. Ada pijat erotik, vitalitas dan lain-lain. Wah-wah, kok agak “menjurus” begini iklannya? Terkadang pelaku penyebar iklan seperti ini kena “grebek” warga apartemen karena meresahkan, tapi sayang mati 1 tumbuh 1000, iklan seperti ini tidak berhenti beredar. Mungkin karena ada penghuni yang menjadi konsumennya ya?

Saya sendiri tidak terlalu tahu siapa saja tetangga saya yang doyan pijit-pijitan karena lingkungan apartemen memang relatif lebih individualistis dibandingkan lingkungan perumahan. Tetangga sebelah rumah saya saja tidak pernah membalas senyum saya, apalagi bisa saling kenal. Hal ini dialami pula oleh teman saya yang tinggal di apartemen sebelah. Kalaupun bertemu di bus atau jalan, yaa pasti tidak akan saling sapa.

Hal inilah yang menyebabkan PP atau Perhimpunan Penghuni sering dikuasai oleh pihak pengembang. Kepengurusan PP terkadang diputuskan melalui voting, lha kalau sesama penghuni cuek semua ya hampir dipastikan pihak pengembang akan menang. Ada pengembang yang nakal, ada pula pengembang yang baik-baik saja. Saya dengar ada apartemen-apartemen yang penghuninya demo dikarenakan keputusan PP yang dianggap “memeras” dan mencampuri kehidupan sehari-hari penghuni. Beruntung hal tersebut tidak terjadi di apartemen tempat saya tinggal. Ada baiknya kita menyelidiki terlebih dahulu pihak pengembang apartemen kepada orang estimator bank, biasanya mereka mengetahui apakah pengembang tersebut bermasalah atau tidak.

Demikian sekelumit pengalaman saya selama saya tinggal di sebuah apartemen murah meriah yang terletak di Jakarta Pusat. Semoga bermanfaat bagi rekan-rekan yang berniat untuk membeli atau menyewa apartemen.