Lion (2016)

Lion

Saya bukan penggemar film drama yang dibuat berdasarkan kisah nyata. Biasanya saya kurang suka dengan film-film jenis ini. Film-film seperti True Story (2015), Into the Wild (2017) dan Erin Brockovich (2000) sukses menjadi film-film yang sangat membosankan bagi saya pribadi. Entah kesurupan setan apa, saya kemarin menyempatkan diri untuk menonton Lion (2016), sebuah film drama yang dibuat berdasarkan kisah nyata dari Saroo Bierley.

Lion

Pada tahun 1986, Saroo kecil (Sunny Pawar) yang baru berumur 5 tahun, tinggal di India bersama dengan ibu, kakak dan adiknya. Pada suatu malam, Guddu Khan (Abhishek Bharate), kakak laki-laki Saroo, mengajak Saroo berjalan-jalan. Sayang malam itu sepertinya akan menjadi malam terakhir bagi Saroo untuk bertemu dengan keluarganya. Ia terpisah dari kakaknya dan tersesat sampai ke wilayah India yang tidak ia kenal. Anak kecil berumur 5 tahun ini hanya mengetahui bahwa namanya Saroo, nama kakaknya Guddu, nama ibunya Mum, dan kampungnya ada di Ginestalay. Ginestalay bukanlah sebuah nama resmi sebuah daerah, mungkin Saroo kecil salah mengeja atau lupa? Melalui berbagai peristiwa naas dan mujur, Saroo kecil akhirnya diadopsi oleh John Brierley (David Wenham) dan Sue Brierley (Nicole Kidman). Pasangan asal Australia ini membesarkan Saroo dengan penuh kasih sayang di Tasmania, Australia.

Lion

Lion

Lion

Lion

Lion

Lion

Tak terasa 20 tahun berlalu dan Saroo Brierley (Dev Patel) sudah mulai sekolah di perguruan tinggi. Walaupun sudah lama berlalu, Saroo masih terus teringat akan kampung halaman di India, ibunya dan kalaknya, Guddu. Bayang-bayang tersebut memotivasi Saroo untuk mencari lokasi kampung halamannya. Apakah Saroo akan berhasil? Apa yang Saroo temukan dari pencarian ini?

Lion

Lion

Lion

Lion

Lion

Aaahhhh tak disangka Lion (2016) merupakan film dengan jalan cerita yang sangat menarik untu diikuti. Film ini memiliki banyak adegan yang mengharukan. Mengharukan di sini bukan mengharukan ala sinetron Indonesia yaaa. Lion (2016) dengan cerdasnya mampu membuat penonton terharu akan kisah hidup Saroo.

Lion

Lion

Lion

Lion

Dengan didukung oleh akting yang baik dan sangat meyakinkan, saya tidak merasa bosan ketika menonton Lion (2016). Yaaah walaupun hanya Nicole Kidman saja pemain yang saya kenal. Lainnya yaaa saya kurang tahu, kebanyakan aktor dan aktris India. Saya jarang menonton film-film Bollywood jadi mungkin kurang “ngeh” ;). Kalau dilihat, pantas saja Lion (2016) berhasil meraih 12 penghargaan di Australia sana. Film ini ternyata film Australia lhoo, bukan film India, jadi jangan harap ada adegan joged-joged di balik pohon yaa ;).

Saya rasa Lion (2016) pantas untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Rasanya ini adalah film drama biografi pertama yang saya sukai. Oooh ya, alasan kenapa judul film ini Lion atau singa akan dijelaskan pada bagian paling akhir dari film ini.

Sumber: lionmovie.com

Meracik Sesuka Hati di Pepper Lunch

Pepper Lunch 1

Pepper Lunch adalah restoran asal Jepang yang sudah memiliki cabang di Korea Selatan, Cina, Taiwan, Amerika, Filipiina, Australia, Thailand, Singapura, Malaysia dan Indonesia. Di indonesia sendiri, Pepper Lunch dapat kita temui di:

  • Bintaro Jaya X, Ground Floor No 219, 232, 233, Change Boulevard Bintaro Jaya, Blok B7/C2, No. 1 Bintaro Jaya Sector 7, Tangerang, Banten. Telp. +62-61-2221-229.
  • Focal Point, GF#5 Focal Point, Jl. Setia Budi Indah II (Ringroad) Blok XI, No 24, Medan, Sumatera Utara. Telp. +62-61-8880-2080.
  • Baywalk, Unit 2-11C, Jl Pluit Karang Ayu, Jakarta Utara. Telp. +62-21-2962-9538.
    Centre Point, LG Floor, B-20, JI. Timor/ Jawa No.1, Medan, Sumatera Utara. Telp. +62-618-50-1749.
  • FX Sudirman, level 2 No.7, JL. Jendral Sudirman Jakarta Selatan. Telp. +62-21-2555-4266.
  • Plaza Ambarrukmo, Level 3 Unit B 36-40, Jl. Laksamada Adisucipto, Yogyakarta. Telp. +62-274-433-1111.
  • Lotte Shopping Avenue, Unit FCS-02, Jl. Prof Dr Satrio Kav 3-5, Karet Kuningan, Jakarta Selatan. Telp. +62-21-2988-9633.
  • Grand City, Food Loft Lantai 4, Unit 4.39, Jl. WalikotaMustajab & Jl. Kusuma Bangsa, Surabaya, Jawa Timur. Telp. +62-31-5240-5783.
  • Istana Plaza, L3 Unit TF-CR-1, Jl. Pasirkaliki No. 121-123, Bandung, Jawa Barat. Telp. +62-22-603-1600.
  • Kota Kasablanca, LG 97, Jl. Kasablanca Kav. 88, Jakarta Selatan. Telp. +62-21-2948-8662.
  • Beachwalk, L2 # A-2, Jl Pantai Kuta, Bali. Telp. +62-36-1846-5619.
  • Alam Sutera, 30D/18, Jl. Jalur Sutera, Alam Sutera, Serpong, Tangerang, Banten. Telp. +62-21-3044-9186.
  • SuperMal Karawaci, UG#3C, 105 Bulevar Diponegoro, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten. Telp. +62-21-546-2136.
  • Plaza Senayan, Level 3, Unit 318C, Jl. Asia Afrika No.8, Jakarta Pusat. Telp. +62-21-572-5551.
  • Plaza Indonesia, Level LB#57, 58-58B, Jl. M.H. Thamrin Kav. 28-30, Jakarta Pusat. Telp. +62-21-310-7621.
  • Mal Taman Anggrek, 4th Lvl, Lot No. 401C, Jl. Letjen S. Parman, Kav 21, Slipi, Jakarta Barat. Telp. +62-21-560-9978.
  • Paris Van Java, Unit RLA08 Level 1, Jl. Sukajadi No. 137-139, Bandung, Jawa Barat. Telp. +62-21-820-63-535.
  • Senayan City Mall, Food Court, 5th Floor, Shop Unit #5-10, Jl. Asia Afrika Lot 19, Jakarta Pusat. Telp. +62-21-727-81-164.
  • Plasa Tunjungan 3, 5th Floor, PC 5, 45-49 Jl. Basuki Rachmad, Surabaya, Jawa Timur. Telp. +62-31-534-2762.
  • Emporium Pluit Mall, Foodcourt 4th Floor, unit 20, Jl. Pluit Selatan Raya, Jakarta Utara. Telp. +62-21-666-76-590.
  • Mall Kelapa Gading 3, Unit FCI – 10 A, Food Temptation MKG3, Jl. Bulevard Kelapa Gading, Jakarta Utara. Telp. +62-21-4585-3612.
  • Galaxy Mall, Lantai 3, International Food Court, Jl. Dharmahusada Indah Timur 35-37, Surabaya, Jawa Timur. Telp. +62-31-591-5589.
  • Puri Mal, Unit #220, 2nd Floor, Jl. Puri Agung, Puri Indah, Jakarta Barat. Telp. +62-21-582-2635.
  • Mal Gandaria City, 2nd Floor, Unit #239, Jl. KH.M.Syafi’i Hadzami No.8, Gandaria, Jakarta Selatan. Telp. +62-21-2905-2934.
  • Mal Citraland, UG Floor, Unit UG30, Jl.Arteri S.Parman, Grogol, Jakarta Barat. Telp. +62-21-5695-4858.
  • Pondok Indah Mall 1, Food Court 1st Level, FCL #10A, Jl. Metro Duta Niaga, Jakarta Selatan. Telp. +62-21-7590-3378.
  • Ciputra World, Level 3, Jl. Mayjend Sungkono 87, Surabaya, Jawa Timur. Telp. +62-31-563-2828.
  • Trans Studio Mall, #B203, JL. Jend.Gatot Subroto No. 283, Bandung, Jawa Timur. Telp. +62-22-9109-1919.
  • Summarecon Mal, 2nd Floor, Sentra Gading Serpong, Jl. Boulevard Gading Serpong, Tangerang, Banten. Telp. +62-21-2931-408.
  • Kuningan City, Level 3, Jl. Prof. dr. Satrio Kav 18, Karet kuningan, Jakarta Selatan. Telp. +62-21-3048-595.
  • Central Park, LG No.236, Jl. S. Parman, Kav 28, Jakarta Barat. Telp. +62-21-2920-258.
  • Mall Ratu Indah, G-19A/20A/22A, Jl. Sam Ratulangi No. 35, Makassar, Sulawesi. Telp. +62-41-185-5604.
  • Cambridge City Square, LG No.B2-B3, Jl. S.Parman No. 217, Medan, Sumatera Utara. Telp. +62-61-452-1810.
Pepper Lunch 2

Bagian dalam Pepper Lunch

Kebetulan salah satu cabangnya sangat dekat lokasinya dengan kantor saya. Pepper Lunch nampak penuh pada jam makan siang meskipun rate harganya di atas KFC atau McDonalds. Pepper Lunch memang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan jaringan restoran import lainnya. Semua menu yang disajikan Pepper Lunch menggunakan hot plate yang super panas, kepanasannya mencapai 260 derajat Celcius. Aneka bahan yang sudah dibumbui, diletakan di atas hot plate tersebut. Kombinasi dari bahan-bahan makanan tersebut bergantung dari menu yang kita pilih. Menu utama Pepper Lunch menggunakan daging wagyu, ayam atau salmon yang segar seperti salmon pepper rice, teriyaki double salmon, wagyu pepper rice, curry chicken pepper rice with cheese, beef & salmon pepper rice, double hamburg steak with rice, chicken steak & bbq wagyu dan lain-lain. Saya lebih merekomendasikan menu yang menggunakan potongan besar daging sapi, ayam atau salmon dibandingkan mie. Rasa mie-nya mirip spaghetti & saya memang pada dasarnya kurang suka dengan spaghetti. Lebih enak yang ada potongan besar dagingnya deh pokoknya ;).

Pepper Lunch 4

BBQ Wagyu & Chicken Steak

Pepper Lunch 7

Teriyaki Chicken with Egg

Pepper Lunch 6

Salmon Pepper Rice

Pepper Lunch 9

Aglio Olio

Beef & Salmon Pepper Rice

Beef & Salmon Pepper Rice

Teriyaki Double Salmon

Teriyaki Double Salmon

Bahan daging pada menu-menu tersebut biasanya disajikan dalam keadaan mentah. Begitulah keadaan sajian ala Pepper Lunch ketika tiba di meja pengunjungnya. Selanjutnya kita harus mengaduk-aduk berbagai bahan makanan tersebut sambil menaburi bumbu tambahan seperti garam, merica, garlic soy sauce (Karakuchi) dan honey brown sauce (Amakuchi). Kita dapat mengaduk dan menambahkan bumby sesuka hati. Berdasarkan pengalaman saya, bumbu tambahan garam, garlic soy sauce (Karakuchi) dan honey brown sauce (Amakuchi) rasanya agak asin, hanya aromanya saja yang berbeda. Sebaiknya jangan terlalu banyak menaburkan ketiga bumbu ini ke dalam menu yang kita pesan. Saya pribadi biasa menambahkan merica yang banyak hehehehe ;). Enak atau tidaknya hidangan di Pepper Lunch terkadang memang ditentukan oleh si pengunjung sendiri, oleh karena itulah kita harus pelan-pelan dalam meracik hidangan yang kita pesan. Bagi yang malas mengaduk, pelayan Pepper Lunch siap membantu juga, tapi saya pribadi lebih senang kalau saya sendiri yang mengaduk dan meracik hidangan yang saya pesan, bukan inilah seninya makan di Pepper Lunch? 😉

Pepper Lunch 5

Garam, Karakuchi, Merica & Amakuchi

Pepper Lunch 3

Sup Miso

Terlepas dari keberuntungan kita sebagai pengunjung dalam mengaduk dan meracik menu-menu Pepper Lunch, bahan-bahan yang Pepper Lunch gunakan adalah bahan-bahan yang berkualitas, menyantap langsung bahan-bahan tersebut dalam keadaan hangat dan sungguh segar . . . Yummmmm, mantabbb apalagi kalau kita menyantabnya dengan sup miso, lebih yummmm lagi ;). Dengan demikian, saya iklas untuk memberikan Pepper Lunch nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Enak”.

My Kitchen Rules TV Show

MKR 1

My Kitchen Rules adalah acara kompetisi memasak yang diselenggarakan di Australia dan dipandu oleh Pete Evans & Manu Feildel. Kedua pemandu acara tersebut berperan juga sebagai juri utama My Kitchen Rules. Saya sendiri agak asing dengan kedua orang ini tapi dari logatnya, si Manu itu orang Prancis dan si Pete itu orang Australia. Kabarnyaaa,  Pete & Manu adalah koki terkenal di Australia sana.

Pete & Manu tidak sendirian berperan sebagai juri, mereka dibantu pula oleh beberapa juri tamu seperti Guy Grossi, Karen Martini, Liz Egan, Colin Fassnidge dan Tobie Puttock. Para juri tamu ini adalah orang-orang yang cukup terkenal di industri kuliner Australia sana, saya sendiri baru melihat mereka di acara My Kitchen Rules.

MKR 12MKR 5

MKR 14

Juri-juri ini memberikan penilaian kepada hasil masakan para peserta My Kitchen Rules yang terdiri dari beberapa kelompok kontestan. 1 kelompok kontestan terdiri dari 2 orang dan mewakili salah satu dari beberapa negara bagian yang ada di Australia. 1 kelompok kontestan dapat terdiri dari sepasang kekasih, ibu anak, suamu istri, sahabat, ibu-ibu, bapak-bapak dan lain-lain. Kelompok-kelompok kontestan ini diberikan tugas memasak masakan pembuka, utama atau penutup yang berbeda di setiap babaknya. Kadang mereka harus berkolaborasi dengan kelompok kontestan lain, kadang mereka harus belanja sendiri dalam berburu bahan baku, kadang mereka harus memasak di hadapan banyak orang, membuka lapak mini restoran dan lain-lain. Kelompok-kelompok kontestan yang memperoleh nilai terburuk atau terbawah harus bersiap-siap untuk terkena eliminasi.

MKR 9 MKR 8 MKR 15

MKR 10

MKR 3

MKR 4

Eliminasi tentunya menjadi sesuatu yang wajib ada pada acara kompetisi memasak seperti My Kitchen Rules. Tapi ada bedanya acara My Kitchen Rules dengan acara kompetisi memasak lainnya? Acara TV yang mengangkat kompetisi atau lomba memasak sudah banyak yang beredar bahkan sampai ada versi Indonesia-nya. Saya tertarik menonton acara My Kitchen Rules karena setiap kelompok seperti memiliki karakter yang mau ditonjolkan. Ada kelompok yang berkarakter periang, baik hati, norak, sombong sampai belagu hehehehehe.

Pada My Kitchen Rules, terkadang penilaian pada suatu babak tidak 100% ditentukan oleh dewan juri melainkan oleh sesama kontestan. Masing-masing kelompok boleh berkomentar mengenai hidangan yang dimasak oleh para pesaingnya. Naaaah, sesi komentar inilah yang seru. Sampai-sampai ada kelompok kontestan yang dianggap karakter jahat. Episode tiap episode saya lihat untuk melihat kejatuhan dari kelompok yang kurang saya sukai. Berikut adalah kelompok pasangan My Kitchen Rules yang menyebalkan menurut saya.

1. Sophia Pou & Ashlee Pham (Musim 4)
Duet ini adalah mahluk pualing menyebalkan yang pernah saya lihat di TV. Saya mulai menonton My Kitchen Rules pada saat kompetisi memasak tersebut sudah memasuki musim ke 4. Sophia & Ashlee adalah sahabat karib keturunan Asia yang mewakili Sydney, New South Wales. Komentar, mimik dan bahasa tubuh Sophia & Ashlee sangat kasar dan tidak sopan. Sophia nampak lebih lebih dominan dalam hal ini, sementara Ashlee nampak seperti pengikut yang taat dan penurut.
Selain perilaku buruk di atas, Sophia & Ashlee juga sering menggunakan kata “babe“, “ok babe”, “yes babe”, you do that babe”, haaissss norak abisss. Logat dan cara mereka mengatakan babe itulooh yang norak, dasar wong Australi kampung :’P.
Mereka menolak meminta maaf atas perilaku mereka yang kurang baik karena mereka memang ingin jujur dan tampil apa adanya tanpa kepura-puraan. Tapi rasanya, kalau saya atau manusia normal lainnya mau tampil apa adanya, kami tidak akan sekasar Sophia & Ashlee. Malu, sebagai orang Asia saya malu mempunyai wakil Asia seperti Sophia & Ashlee :(.

MKR 11 MKR 2

MKR 13

2. Kelly Ramsay & Chloe James (Musim 5)
Sahabat karib yang hobi melancong keliling dunia ini berhasil masuk ke Final My Kitchen Rules dan . . . syukurlah . . . kalah ;). Pada tayangan My Kitchen Rules, Kelly & Chloe nampak seperti kontestan yang sombong, suka mengejek kontestan lain dan menganggap remeh kontestan lain. Saya lihat kedua bocah asal Perth, Western Australian ini sering memandang satu sama lain sambil tertawa kecil ketika ada kontestan lain yang melakukan kesalahan. Selain itu komentar-komentar Kelly & Chloe juga cukup menyebalkan seolah mereka adalah kontestan yang paling jago masak.
Kelly & Chloe memang menyebalkan tapi mereka memang pandai memasak dan pantas untuk masuk Final. Berbeda jauh dengan Sophia & Ashlee (Musim 4) yang sangat menyebalkan & tidak mampu menyentuh babak final ;). Berhubung saya sudah melihat perilaku Sophia & Ashlee, maka tingkah Kelly & Chloe nampak tidak terlalu menyebalkan, hohoho. Apalagi Kelly mengklain bahwa produser My Kitchen Rules menyunting komentar mereka sehingga mereka nampak seperti tokoh jahat di My Kitchen Rules. Berarti dengan kata lain Kelly & Chloe tidak suka dengan penampilan mereka di TV, wajar, masih normal berarti :’P.

MKR 7 MKR 6 MKR 16

Perlu diingat juga, tanpa hadirnya kelompok-kelompok kontestan di atas, My Kitchen Rules tidak akan seseru ini. Daya tarik dari kompetisi memasak ini bukanlah dari pertunjukkan kemahiran masak dari para kontestannya, melainkan aksi “drama” yang hampir selalu ada di setiap episode-nya. Andaikan My Kitchen Rules hanya menyuguhkan lomba memasak se-Australia saja, saya pasti malas menontonnya. Selama beberapa minggu terakhir ini, My Kitchen Rules telah berhasil menjadi acara kompetisi favorit saya. Maka, My Kitchen Rules layak mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus” ;).

Sumber: au.tv.yahoo.com/my-kitchen-rules/