Justice League: The Flashpoint Paradox (2013)

Melihat pembahasan mengenai film seri The Flash musim kedua, saya sering mendengar kata-kata Flashpoint Paradox, aaahhh ternyata itu judul seri komik dan film animasi DC Comics yang cukup populer dengan Flash sebagai tokoh sentralnya, tumben bukan Superman atau Batman hehehe. Biasanya film-film animasi DC didominasi oleh 2 nama tersebut.

Pada Justice League: The Flashpoint Paradox (2013), Batman dan Superman tetap ada kok, judulnya saja mengandung kata-kata Justice League. Tak hanya Flash alias Barry Allen (Justin Chambers), Superman alias Clark Kent (Sam Daly) dan Batman alias Bruce Wayne (Kevin Conroy), hadir pula Wonder Woman alias Diana (Vanessa Marshall), Aquaman alias Arthur Curry (Cary Elwes), Cyborg alias Victor Stone (Michael B. Jordan) dan Green Lantern alias Hal Jordan (Nathan Fillion), wah lengkap juga yahhh. Dikisahkan bahwa Flash dengan dibantu Justice League, berhasil menangkap Professor Eobard “Zoom” Thawne atau Reverse-Flash (C. Thomas Howell) dan beberapa supervillain lain yang ikut mengeroyok Flash. Baik di komik maupun di film, Zoom sering hadir sebagai musuh besar Flash, tak terkecuali pada Justice League: The Flashpoint Paradox (2013).

Setelah Zoom tertangkap, Barry Allen beristirahat dan kemudian terbangun dari tidur pendeknya. Setelah Barry bangun, ia menemukan dirinya berada di dunia yang berbeda. Barry mendadak kehilangan kekuatannya dan semua anggota Justice League mengalami takdir yang berbeda sehingga mereka pun bukan superhero yang Barry kenal. Batman bukanlah Bruce Wayne, Superman tidak dibesarkan oleh keluarga Kent, Hal Jordan tidak terpilih menjadi Green Lantern dan Cyborg menjadi tangan kanan presiden Amerika. Bagaimana dengan Wonder Woman dan Aquaman? Keduanya terlibat cinta segitiga dan perselingkuhan yang mengakibatkan perang besar antara bangsa Amazon dan Atlantis. Dunia yang satu ini diambang kehancuran akibat perseteruan antara kedua bangsa super tersebut. Manusia biasa hanya dapat menonton dan pasrah sebab superhero lain nampak tak berdaya. Di tengah-tengah kebingungan ini, Barry melihat ibunya yang seharusnya sudah meninggal. Pada dunia ini, ibu Barry ternyata masih hidup, aaah ada secercah kebahagiaan di sana.

Bagaimana semua ini bisa terjadi? Barry yakin bahwa Zoom telah pergi ke masa lalu dan mengubah masa lampau sehingga dunia menjadi sekacau ini. Dengan dibantu Batman, Barry berusaha mereplikasi kecelakaan yang merubah Barry menjadi Flash. Barry harus berlari sekencang mungkin, menembus kecepatan cahaya untuk pergi ke masa lalu untuk memperbaiki ini semua. Rencana hanyalah rencana, hal itu tak mudah diraih. Dalam perjalanannya, banyak tokoh-tokoh superhero yang tewas. Beberapa adegannya agak sadis ya bagi anak-anak. Justice League: The Flashpoint Paradox (2013) lebih cocok untuk ditonton oleh orang dewasa meskipun berwujud film animasi atau kartun.

Perbedaan akan nasib para superhero dan supervillain menarik untuk diikuti, beberapa bahkan mencengangkan untuk dilihat. Saya lihat terdapat kesedihan pada hubungan antara Flash dengan ibunya dan hubungan antara Bruce Wayne dengan keluarganya. Jadi film ini bukan hanya film kartun yang sarat adegan pukul-pukulan atau tembak-tembakan saja :). Apalagi terdapat sedikit kejutan pahit pada bagian akhir film ini, asalkan teman-teman tidak membaca sinopsis di beberapa tulisan yang tidak bertanggung jawab yaa. Entah kenapa untuk film yang satu ini, banyak orang memasukkan spoiler ke dalam sinopsis mereka. Sesuatu yang harusnya terungkap di akhir film justru diumbar di sinopsis :P.

Saya rasa Justice League: The Flashpoint Paradox (2013) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Ternyata, walaupun sejauh ini film-film DC Comics di layar lebar relatif kalah dibandingkan film-filmnya Marvel, DC Comics mampu menelurkan film animasi yang berkualitas. Ahhh kenapa yang seperti ini tidak saya lihat pada film-film bioskop DC Comics terbaru? ;’)

Sumber: http://www.dccomics.com/movies/justice-league-the-flashpoint-paradox-2013

Iklan

Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017)

Guardian of the Galaxy Vol. 2 (2017) termasuk film 2017 yang tidak akan saya lewatkan. Film ini tentunya akan kembali mengisahkan petualangan sekelompok mahluk luar angkasa yang terdiri dari Star-Lord atau Peter Quill (Chris Pratt), Gamora (Zoe Saldana), Drax the Destroyer (Dave Bautista), Rocket (Bradley Cooper) dan Groot (Vin Diesel). Memang sih tokoh-tokohnya tidak sepopuler The Avengers, tapi kisah The Guardians of the Galaxy tentunya akan tetap menarik diikuti karena kandungan humor yang lebih kental di sana. Selain itu, konon The Guardian of the Galaxy akan bergabung dengan The Avengers juga untuk melawan mega villain Thanos pada film berikutnya yang akan datang, bukan pada Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017) tentunya ;).

Berbeda dengan film superhero Marvel lainnya, Guardians of the Galaxy mengambil luar angkasa sebagai latar belakangnya, yaaa latar belakangnya jadi mirip Star Trek. Tentunya kita akan melihat pesawat luar angkasa, planet dan mahluk-mahluk luar angkasa yang unik. Mirip seperti film pertamanya, penampakan Bumi sebagai latar belakang rasanya hanya secuil saja, yaitu ketika mengisahkan latar belakang Peter Quill.

Masih segar diingatan saya, Guardians of the Galaxy (2014) diawali dengan asal mula Peter Quill atau Star Lord. Ibu Peter adalah manusia biasa yang meninggal dunia karena kanker otak. Kemudian Peter diambil dari Bumi oleh Yondu Udonta (Michael Rooker), pemimpin Ravengers. Ravangers sendiri merupakan sebuah kelompok pencuri, penyelundup dan bajak laut luar angkasa. Di sinilah Peter dibesarkan dan dilatih oleh Yondu sehingga Peter dapat memimpin Guardians of the Galaxy. Yondu selama ini telah menjadi figur ayah bagi Peter, namun tetap saja Yondu bukanlah ayah kandung Peter. Siapakah ayah Peter sebenarnya?

Mirip seperti Guardians of the Galaxy (2014), Guardian of the Galaxy Vol. 2 (2017) diawali dengan Bumi di erah 80-an sebagai latar belakangnya. Untuk pertama kalinya, wujud ayah Peter muncul di sana. Bertahun-tahun kemudian, dalam sebuah pertempuran luar angkasa, Guardians of the Galaxy diselamatkan oleh sosok misterius yang tak lain adalah ayah Peter. Dengan kekuatan dan teknologi yang dimiliki, Ego (Kurt Russell) datang menolong anaknya yang telah lama ia cari. . . . . . Ow ow ow ow tunggu sebentar, lha kok yang muncul malah Ego? Pada versi komik, ayah Peter Quill adalag J’son, raja dari bangsa Spartoi. Sementara itu Ego versi komik adalah sesuatu yang berbeda yaa, rasanya Ego lebih banyak berinteraksi dengan Thor dibandingkan Guardians of the Galaxy. Aahhh apakah Ego sama dengan J’son? Apakah Ego benar ayah Peter? Terlepas dari versi komiknya, Ego yang diperankan Kurt Russell bukanlah raja, melainkan semacam kaum celestial yang memiliki kemampuan penciptaan. Kaum ini bagaikan dewa bagi mahluk-mahluk luar angkasa karena umur dan kemampuannya yang luar biasa. Peter ternyata mewarisi beberapa kemampuan yang Ego miliki. Hanya saja, Peter separuh manusia sehingga ia memiliki hati nurani dan perasaan, hal itulah yang tidak dimiliki Ego sebagai kaum celestial murni.

Mendengar kabar bahwa Peter sudah bertemu dengan Ego, Yondu langsung berangkat menyusul Peter. Dahulukala, Yondu mengambil Peter dari Bumi atas permintaan Ego, namun Yondu tidak mengantarkan Peter kepada Ego. Yondu justru “menculik” Peter karena menurut Yondu, Peter berbakat menjadi anggota Ravangers seperti dirinya. Film Guardian of the Galaxy kali ini mengambil “keluarga” sebagai temanya dengan hubungan antara Peter dengan Ego dan Yondu berada di pusat. Ego, seorang dewa abadi yang maha kuat dan berkuasa, namun tidak pernah ada untuk Peter. Yondu, seorang penjahat yang agak brengsek dan keras, namun selalu ada untuk Peter dengan caranya sendiri. 2 figur ayah yang sama-sama memiliki kekurangan dan keabnormalan, tentunya menjadikan kisah Guardian of the Galaxy Vol. 2 (2017) menjadi semakin unik.

Tidak hanya keluarga Peter, hubungan di dalam keluarga Gamora pun ikut ditampilkan di sini. Nebula (Karen Gillan) yang menjadi salah satu tokoh antagonis pada Guardians of the Galaxy (2014), kini hadir akantetapi sebagai sekutu Peter dan kawan-kawan. Asal mula hubungan benci tapi cinta antara Nebula dan Gamora dikemas dengan apik. Nebula dan Gamora adalah anak dari Thanos, dimana ketiganya saling benci satu sama lain.

Tidak hanya memperoleh Nebula sebagai sekutunya, hadir pula Mantis (Pom Klementieff) sebagai sekutu baru Guardians. Mantis memiliki kemampuan mendeteksi perasaan sekaligus mengubah perasaan mahluk lain, namun Mantis sendiri mempunyai kemampuan bersosialisasi yang buruk. Ketidakmanpuan Mantis bersosialisasi ini sering memancing tawa.

Bak film komedi saya sering tertawa ketika menonton film ini, terlebih lagi ketika melihat tingkah si kecil Groot yang hanya dapat berkata,”I am Groot” :D. Tokoh Guardians favorit saya bukanlah Peter, Gamora, Drax atau Rocket, melainkan Groot :D. Mimik dan tingkah yang lucu tidak mengurangi kontribusi Groot terhadap Guardians ketika bahaya datang. Tubuh yang mungil justru menjadi kelebihan Groot karena diam-diam Groot dapat menyusup ke dalam lorong-lorong sempit, hal yang tak dapat anggota Guardians lainnya.

Saya rasa Guardian of the Galaxy Vol. 2 (2017) berhasil menjadi film yang lengkap. Di sana ada tawa canda, ada tangis yang mengharukan, tak lupa tentunya ada banyak adegan aksi yang apik dengan didukung special effeck yang bagus :). Saya rasa film ini lebih baik daripada film pertamanya.

Guardian of the Galaxy Vol. 2 (2017) tentunya layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Pada film Marvel kali ini, Stan Lee bukanlah satu-satunya karakter yang sekilas muncul, hadir pula Sylvester Stallone sebagai . . . . aaahhh silahkan tonton sendiri filmnya, bagus kok ;).

Sumber: marvel.com/guardians

Resident Evil: The Final Chapter (2016)

residentfinal1

Sejak kehadirannya pada 2002, tercatat sudah ada 6 film Resident Evil sampai saat ini. Pada dasarnya film ini mengisahkan bagimana Alice (Milla Jovovich) berjuang melawan perusahaan Umbrella yang menciptakan T-Virus. T-Virus dapat menyebabkan seseorang berubah menjadi zombie. Hingga akhirnya pada Resident Evil: Retribution (2012), umat manusia diambang kepunahan dan dunia dikuasai oleh zombie dan monster-monster akibat virus-virus racikan Umbrella. Pada bagian akhit film kelima Resident Evil tersebut, dikisahkan bahwa umat manusia melakukan pertempuran terakhir mereka di Gedung Putih. Alice ikut bergabung dengan Albert Wesker (Shawn Roberts) dan kekuatan militer terakhir yang manusia miliki. Sayang ternyata Wesker berhianat sehingga pihak manusia kalah dan umat manusia semakin diambang kepunahan. Disinilah awal dari perjalanan Alice yang dituangkan pada Resident Evil: The Final Chapter (2016).

residentfinal15

residentfinal6

Diluar dugaan Wesker, Alice ternyata selamat dan merencanakan balas dendam. Tanpa diduga, Alice mendapatkan bantuan dari Red Queen, sistem komputer super jenius milik Umbrella, yang pada film sebelumnya menjadi lawan utama Alice. Berdasarkan arahan dari Red Queen, Alice pergi menuju kota Racoon apabila ingin mengejar Wesker. Oowww, Racoon adalah latar belakang semua peristiwa pada film pertama Resident Evil lhooo. Di kota inilah terdapat The Hive yang menjadi labiratorium T-Virus milik Umbrella.

residentfinal8

Pada Resident Evil (2002), Alice berhasil meledakkan The Hive, namun ternyata usahanya kurang berhasil sebab ternyata masih banyak bagian dari The Hive yang selamat dan T-Virus tetap berhasil keluar dari laboratorium, menginveksi seluruh dunia. Sekarang, saatnya bagi Alice untuk memperbaiki semuanya. Apalagi berdasarkan Red Queen, di sana terdapat antivirus yang mampu membunuh T-Virus.

Kalaupun hal itu memang benar dan Alice berhasil, nyawa Alice tentunya akan terancam karena T-Virus ada di dalam darah Alice. Alice adalah manusi dengan gen unik yang dapat menerima T-Virus dengan baik, ia tidak berubah menjadi zombie seperti orang lain. T-Virus justru membuat Alice semakin kuat, Alice memiliki kemampuan di atas rata-rata manusia biasa. Aaahhh tapi ini bukan alasan kenapa kok terdapat beberapa adegan dimana lawan Alice gagal menembak Alice padahal jarak dan jangkauannya sangat memungkinkan. T-Virus memang membuat Alice kuat, tapi saya rasa T-Virus tidak akan membuat Alice “hoki” :P. Yaaah, saya melihat 1 adegan aksi seperti itu pada Resident Evil: The Final Chapter (2016) yaitu ketika Alice yang menaiki motor, dikejar dengan sekelompok pasukan tank Umbrella. Bagaimana dengan adegan aksi lainnya? Adegan aksi lainnya, terbilang bagus dan tidak berlebihan. Diluar dugaan saya, film ini terbilang penuh aksi yang berhasilkan ditampilkan dengan keren meskipun agak sadis :).

residentfinal11

residentfinal5

residentfinal14

residentfinal2

residentfinal10

residentfinal16

residentfinal3

residentfinal4

residentfinal7

residentfinal12

residentfinal13

residentfinal9

Tidak hanya berisi adegan aksi saja, Resident Evil: The Final Chapter (2016) mengisahkan asal mula T-Virus yang ternyata berkaitan erat dengan asal muasal Alice dan Red Queen. Apa rencana besar Umbrella selama ini pun akhirnya terkuak pada Resident Evil: The Final Chapter (2016).

Bagi saya, Resident Evil: The Final Chapter (2016) dapat dianggap sebagi akhir yang manis bagi deretan film-film Resident Evil selama ini. Akhir dari film-film Resident Evil lainnya terbilang agak menggantung. Resident Evil: The Final Chapter (2016) merupakan film Resident Evil dengan akhir paling tidak menggantung. Namun apakah Resident Evil: The Final Chapter (2016) merupakan film Resident Evil terakhir? Saya rasa tidak yaaa, masih banyak celah untuk menghadirkan film Resident Evil berikutnya.

Saya rasa Resident Evil: The Final Chapter (2016) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Bagi yang belum menonton semua film Resident Evil sebelum Resident Evil: The Final Chapter (2016), tidak perlu khawatir. Teman-teman tidak perlu menonton semua film tersebut untuk mengerti jalan cerita Resident Evil: The Final Chapter (2016) kok, jalan ceritanya cukup komunikatif.

Sumber: www.evilcomeshome.com

The Jungle Book (2016)

jungle7

Saya mengenal The Jungle Book sebagai film kartunnya Walt Disney yang mengisahkan kehidupan Mowgli di hutan belantara, yaaaah semacam kawe satunya Tarzan laaahh. Maklum, keduanya sama-sama hidup di hutan sebatang kara, dibesarkan oleh hewan dan mampu berkomunikasi dengan hewan. Namun Tarzan memang lebih populer dibandingkan Mowgli-nya The Jungle Book, jelas saja saya menganggap bahwa Tarzan lebih dulu hadir daripada Mowgli. Ternyata saya salah besar . . .

Tarzan pertama kali hadir pada novel karangan Edgar Rice Burroughs, Tarzan of the Apes, pada 1914. Sedangkan Mowgli hadir pada buku karangan Rudyard Kipling, The Jungle Book, pada 1894. What?? Mowgli ternyata hadir lebih dahulu dibandingkan Tarzan. Biasa jadi justru Tarzan-lah yang merupakan Mowgli kawe 1. Apakah keduanya merupakan tokoh yang sama? Ooo tentu tidak, Tarzan adalah keturunan Inggris, sedangkan Mowgli adalah keturunan Asia Tengah. Tarzan dibesarkan oleh kera, sedangkan Mowgli dibesarkan oleh serigala. Tarzan tinggal di tengah-tengah hutan Afrika, sedangkan Mowgli tinggal di tengah-tengah hutan India. Aaahhh, serupa tapi tak sana.

Lucunya, pada tahun 2016 lalu, baik Tarzan maupun Mowgli hadir ke layar lebar. Tarzan hadir lebih dahulu di pertengahan tahun melalui The Legend of Tarzan (2016) yang pernah saya bahas beberapa bulan yang lalu pada blog ini. Mowgli hadir menjelang akhir tahun melalui The Jungle Book (2016). Mana yang lebih unggul?

Pada The Jungle Book (2016) dikisahkan bahwa hiduplah seorang anak kecil, Mowgli (Neel Sethi), hidup di tengah-tengah hutan India pada era kolonial dimana wilayah India masih dikuasai Inggris. Mowgli dibesarkan oleh kawanan serigala dan mampu berkomunikasi dengan seluruh hewan penghuni hutan. Kehadiran Mowgli sebagai satu-satunya manusia di tengah hutan tersebut, tidak disukai oleh Shere Khan (Idris Elba) sang harimau. Mowgli tidak pernah melukai Shere Khan, namun Shere Khan memang memiliki dendam pribadi terhadap manusia.

jungle2

Ketidaksukaan ini memicu pertikaian antara Shere Khan dengan kawanan serigala yang sudah menganggap Mowgli sebagai keluarga. Merasae jadi beban bagi kawanan serigala, Mowgli akhirnya memutuskan untuk pergi ke ujung hutan untuk masuk ke dalam perkampungan manusia. Ia merasa bahwa mungkin tempatnya bukanlah di hutan, melainkan di perkampungan manusia bersama-sama dengan manusia lainnya. Dalam perjalanannya Mowgli ditemani oleh Bagheera (Ben Kingsley), seekor panther yang sejak Mowgli kecil sudah mengajarkan Mowgli bagaimana hidup di hutan. Bagheera pada awalnya berniat untuk mengantarkan Mowgli sampai ke perkampungan manusia, namun akibat berbagai rintangan yang datang, terkadang Bagheera dan Mowgli terpisah sehingga Mowgli harus menghadapi bahaya sendirian. Beruntung tidak semua mahluk yang Mowgli temui berniat jahat, taruhlah Baloo (Bill Murray), seekor beruang oportunis yang Mowgli temui. Baloo menjadi sahabat baru Mowgli yang kemudian ikut memani Mowgli.

jungle6

jungle8

jungle3

jungle9

Ketika Mowgli sudah dekaaat sekali dengan perkampungan manusia, ia justru mendapatkan kabar bahwa Shera Khan membunuh pemimpin kawanan serigala. Seketika itu juga Mowgli berniat untuk membalas dendam dengan berbekal . . . akal manusia. Bagaimanapun juga, Mowgli adalah manusia yang dikaruniai akal pikiran. Ia menggunakan akalnya tidak hanya untuk melawan Shera Khan, melainkan untuk menolong hewan yang membutuhkan pertolongan.

jungle5

Film ini memang sudah dapat ditebak akhirnya, tapi saya tetap suka dengan bagaimana The Jungle Book (2016) mengisahkan perjalanan Mowgli, ceritanya menghibur dan sarat akan pesan moral yang baik bagi kita semua. Berbeda dengan The Legend of Tarzan (2016) yang lebih banyak adegan aksinya tapi pesan moralnya minim sekali.

Baik The Jungle Book (2016), maupun  The Legend of Tarzan (2016), sama-sama mampu memberikan visual yang bagus terkait hutan dan hewan-hewan penghuninya, tapi rasanya penampilan hewan-hewan pada The Jungle Book (2016) nampak lebih cantik dan lucu :).

jungle1Jelas sudah bagi saya pribadi, The Jungle Book (2016) lebih unggul dibandingkan The Legend of Tarzan (2016). The Jungle Book (2016) sudah sepantasnya untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: thelawofthejungle.com

Zootopia (2016)

zootopia1

Zootopia (2016) adalah film animasinya Walt Disney yang bercerita mengenai kota Zootopia. Apa istimewanya Zootopia? Kota tersebut dihuni oleh berbagai hewan, mulai dari yang mungil sampai yang besar, mulai dari herbivora sampai karnivora. Divergensi merupakan daya tarik Zootopia, semua dapat menjadi apapun. Setidaknya itulah yang Judy Hopps (Ginnifer Goodwin) percaya sejak kecil.

zootopia11

Jody merupakan seekor kelinci yang tumbuh dipeternakan wortel milik keluarganya. Sejak kecil ia bercita-cita untuk menjadi polisi, sebuah pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh hewan-hewan bertubuh besar seperti gajah, banteng, macan dan lain-lain. Setelah melalui berbagai rintangan, akhirnya Judy berhasil menjadi kelinci pertama yang menjadi polisi dan ditugaskan di kepolisian Zootopia. Sayang karena tubuhnya yang mungil dan stigma bahwa kelinci itu “imut” dan kurang “garang”, maka iapun disepelekan dan diberikan tugas sebagai penjaga parkir oleh atasannya.

zootopia10

zootopia9

zootopia7

zootopia6

Apakah Judy menerima nasibnya begitu saja? Tentu tidak. Pada suatu kesempatan, Judy berhasil mendesak atasannya agar Judy ditugaskan untuk mencari hewan yang hilang, sebuah tugas yang lebih serius dan dapat dijadikan ajang pembuktian.

zootopia4

zootopia8

Untuk melacak hewan yang hilang, Judy bekerjasama dengan Nicholas P. “Nick” Wilde (Jason Bateman), seekor rubah yang berprofesi sebagai penipu karena stigma di masyarakat yang menganggap bahwa rubah merupakan hewan cedik namun licik, tidak dapat dipercaya. Hey bukankah di Zootopia kabarnya semua dapat menjadi segalanya? Aahhh slogan, hanyalah slogan. Stigma masyarakat terhadap hewan tertentu terus menempel walaupun cap tersebut belum tentu benar.

zootopia3

zootopia5

zootopia2

Di sini Judy dan Nick harus dapat membuktikan bahwa cap masyarakat terhadap suatu jenis hewan tertentu tidaklah tepat. Judy yang dimasa kecilnya pernah berselisih dengan rubah, harus dapat bekerjasama dengan rubah lain yang sifatnya belum tentu sama dengan rubah yang Judy temui saat ia masih kecil dulu.

Saya lihat Zootopia (2016) berhasil memberikan cerita dengan pesan moral yang baik dengan balutan humor dan gambar yang bagus pula. Ceritanya memang tidak terlalu lucu, tapi unsur misterinya relatif terlihat meskipun saya sudah dapat menebak siapa penjahat sesungguhnya di pertengahan cerita. Jarang-jarang nih ada film detektif seperti Zootopia (2016).

Akhir kata, Zootopia (2016) sekali lagi menunjukkan kepada saya bahwa Walt Disney masih mampu membuat film yang bagus di tengah-tengah persaingan yang sengit. Lihat saja tahun 2016 ini ada berapa film animasi yang masuk bioskop. Saya rasa Zootopia (2016) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.



Sumber: http://www.disneyanimation.com/projects/zootopia

Memento (2000)

memento1

Memento (2000) merupakan film misteri karya Christopher Nolan yang memperoleh banyak pujian. Setiap saya browsing film misteri terbaik, Memento (2000) pasti ada di dalamnya. Karena penasaran, akhirnya saya sendiri baru sempat menontonnya beberapa hari yang lalu.

Bercerita tentang apa sih film ini? Pada Memento (2000) dikisahkan bagimana Leonard (Guy Pearce) menemukan pembunuh istrinya. Pada suatu malam, istri Leonard diserang seorang misterius di dalam kamar mandi. Leonard yang berusaha menolong justru terluka di bagian kepala sehingga ia menderita anterograde amnesia.

memento5

Awww penyakit lupa ingatan model apa itu? Mirip seperti amnesia yang dikisahkan pada 50 First Dates (2004), amnesia ini terjadi setiap rentang waktu tertentu. Pada kasusnya Mas Leonard, lupa ingatan akan terjadi setiap sekitar 5 sampai 10 menit. Hal terakhir yang selalu akan Leonard ingat adalah peristiwa sebelum kepalanya terluka yaitu malam ketika istri Leonard diserang. Bagaimana dengan ingatan setelah peristiwa tersebut? Akan hilang setiap 5 sampai 10 menit. Untuk mengatasi masalah hilang ingatan ini, Leonard membuat catatan dan foto yang selalu ia bawa-bawa. Leonard bahkan membuat catatan penting dalam bentuk tato di sekujur tubuhnya. Dengan segala keterbatasannya, Leonard terus berusaha mencari orang yang menganiaya istri Leonard sekaligus menyebabkan kepala Leonard terluka. Penyakit yang tokoh utama derita cukup unik karena sepanjang film ia terpaksa untuk terus mempertanyakan siapa dan kepentingan sesungguhnya dari 2 karakter yang ia sering jumpai yaitu Teddy (Joe Pantoliano) dan Natalie (Carrie-Anne Moss).

memento3

memento4

memento6

memento7

Tidak hanya penyakit Leonard yang unik, namun alur cerita Memento (2000) juga unik. Alur cerita dibagi dua dengan urutan yang berbeda. Alur pertama bergerak mundur dari depan ke belakang dengan penggunaan warna normal. Alur yang kedua bergerak maju dari belakang ke depan dengan menggunakan warna hitam putih. Kedua alur cerita ini kemudian akan bertemu menjelang akhir film. Andaikan alur cerinya dibuat standard seperti film-film lain pada umumnya, Memento (2000) tentunya tidak akan semenarik ini.

memento9

memento8

memento2

Saya lihat Christopher Nolan, sang sutradara, berhasil membuat sebuah film yang kisahnya menarik, mampu membuat saya penasaran tanpa merasa terlalu kebingungan meskipun menggunakan 2 alur cerita yang arahnya berbeda. Memento (2000) sudah sepantasnya untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Trolls (2016)

trolls-1

Ketika saya masih kecil, saya pernah melihat beberapa kawan saya memiliki mainan boneka Troll yang bentuknya menyerupai kurcaci tapi memiliki rambut panjang ke atas dengan beraneka warna. Terus terang saya sama sekali tidak tertarik dengan boneka tersebut sebab mainan tersebut tidak populer di lingkungan saya, masih kalah pamor dibandingkan mainan Transformer dan Silverhawk :). Ketika versi filmnya muncul pada bulan November inipun, saya tidak terlalu “ngeh” sampai istri  mengajak saya menontonnya, dengar-dengar sih bagus :).

Trolls (2016) mengisahkan bahwa pada suatu daerah, hidup bangsa Troll yang selalu ceria dan penuh kegembiraan. Kegiatan Troll sehari-hari dipenuhi dengan kegiatan bernyanyi, menari dan berpelukan. Troll yang nampak bahagia ternyata membawa petaka bagi mereka sebab menjadi bahagia ternyata tidaklah mudah bagi seluruh mahluk.

Bangsa Bergen merupakan bangsa yang ukuran tubuhnya jauh lebih besar daripada Troll namun selalu murung. Bangsa Bergen menjalani hidup dengan muram dan penuh kesedihan. Melihat kebahagian bangsa Troll, bangsa Bergen ingin menjadi bahagia seperti bangsa Troll. Para tetua bangsa Bergen berpendapat bahwa seorang Bergen akan menjadi bahagia bila ia memakan Troll.

trolls-6

Kisah mengenai bangsa Bergen inilah yang membuat Branch (Justin Timberlake) selalu menolak untuk ikut bersenang-senang bersama para Troll lainnya. Menurut Branch, bangsa Troll harusnya warpada dan berhati-hati agar lokasi desa Troll tetap tidak diketahui oleh bangsa Bergen. Sayangnya semua mengabaikan saran Branch dan justru melakukan sebuah pesta super heboh yang secara tidak sengaja memberitahukan kepada bangsa Bergen di mana lokasi desa Troll berada.

trolls-7

trolls-2

trolls-5

Bencana datang ketika koki dari sebuah kerajaan Bergen datang dan menculik sebagian besar penghuni desa Troll. Putri Poppy (Anna Kendrick) merupakan salah satu Troll yang selamat dan merasa bertanggung jawab atas datangnya bangsa Bergen ke desa mereka. Poppy mengajak dan membujuk Branch untuk memulai perjalanan menuju kerajaan bangsa Bergen untuk menyelamatkan teman-teman mereka. Di sini 2 karakter dengan sifat yang belawanan terpaksa bekerjasama untuk mencapai 1 tujuan yang sama. Poppy yang periang dan optimis harus bekerjasama dengan Branch yang muram, pesimistis dan sangat berhati-hati. Mampukan mereka berhasil?

trolls-9

trolls-10

trolls-11

trolls-4

trolls-12

Yang namanya film animasi ya sudah pasti bisa ditebak akhirnya. Berhubung Trolls (2016) merupakan film segala umur yang dimaksudkan terutama untuk anak-anak, yaa pasti akhirnya bahagia. Tapi bukan berarti film ini tidak menarik lho, sebab saya melihat sebuah pelajaran pesan moral yang bagus terkait kebahagian pada film ini. Kebahagiaan terdapat pada semua orang, namun terkadang kita membutuhkan orang lain untuk memunculkan kebahagian. Dari kebahagiaan akan muncul rasa optimis dan percaya diri dalam menjalani hidup yang tidak mudah. Pesan moral tersebut dikemas dengan apik dalam wujud film animasi yang penuh warna dan nyanyian.

Warna dunia Troll pada Trolls (2016) penuh dengan warna yang menyala. Ditambah dengan karakter yang bentuk dan tingkahnya lucu, anak-anak pasti senang menonton film ini, bioskop tempat saya menonton Trolls (2016) kemarin saja dipadati anak-anak :D.

trolls-8

Film ini memang film segala umur yang cenderung lebih ke arah film anak-anak, tapi bukan berarti orang dewasa tidak akan ikut terhibur lho. Kebapa? Sebab nyanyian yang muncul pada Trolls (2016) cenderung bersahabat bagi telinga saya. Biasanya saya paling tidak suka dengan film yang banyak acara nyanyi-nyanyinya. Tapi kali ini, lagu-lagunya relatif saya kenal dan enak didengar :).

Akhir kata Trolls (2016) merupakan film segala umur dengan pesan moral yang baik dan dikemas sedemikian rupa sehingga penonton dari segala umur betah menontonya. Saya rasa Trolls (2016) masih layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.



Sumber: www.dreamworks.com/trolls