Star Trek Beyond (2016)

Star Trek Beyond 1

Pada 2016 ini, awak kapak pesawat penjelajah USS Enterprise yang dipimpin oleh Kapten James Tiberius Kirk (Chris Pine), kembali hadir ke layar lebar pada Star Trek Beyond (2016). Kapten Kirk kembali didampingi oleh Komandan Spock (Zachary Quinto), LetKol Leonard “Bones” McCoy (Karl Urban), Letnan Nyota Uhura (Zoe Saldana), LetKol Montgomery Scott (Simon Pegg), Pavel Chekov (Anton Yelchin) dan Hikaru Solo (John Cho). Sebagai bagian dari United Federation of Planets (UFP), USS Enterprise melakukan penjelajahan terus menerus menuju titik-titik terluar angkasa raya yang belum terpetakan. Dalam perjalanannya, Kirk dan kawan-kawan pergi menyelamatkan awak kapal yang terdampar.

Star Trek Beyond 13

Tanpa diduga, ternyata hal ini adalah jebakan yang Krall (Idris Elba) pasang untuk mengambil artefak kuno yang terdapat di dalam USS Enterprise. Karena USS Enterprise bukanlah pesawat perang, maka armada perang Krall berhasil menghancurkan USS Enterprise dan menawan sebagian besar awaknya. Kirk, Spock, Bones, Chekov dan Scott berhasil melarikan diri dan terdampar di sebuah planet. Di sana, mereka bertemu dengan Jaylah (Sofia Boutella) yang mampu memberikan secercah harapan untuk menggagalkan rencana jahat yang Krall rancang.

Star Trek Beyond 8

Star Trek Beyond 11

Star Trek Beyond 17

Star Trek Beyond 14

Star Trek Beyond 19

Star Trek Beyond 18

Star Trek Beyond 12

Star Trek Beyond 15

Star Trek Beyond 4

Apa rencana Krall? Siapakah Krall itu? Krall adalah mahluk misterius yang asal muasalnya ternyata sangat berhubungan dengan UFP. Ia hendak melancarkan sebuah serangan dengan bantuan artefak kuno yang Kirk simpan di dalam USS Enterprise. Untuk melakukan rencananya, Krall dibantu oleh tangan kanannya, Menes, yang Joe Taslim perankan. Sayang porsi Joe Taslim sebagai perwakilan Indonesia tidak trerlalu banyak. Riasan yang harus Joe gunakan pun membuat wajahnya tidak terlihat jelas. Namun bagaimanapun juga patut saya akui bahwa kostum dan riasan pada Star Trek Beyond (2016) terbilang keren sehingga Joe tampil seperti ras mahluk asing yang misterius, tidak seperti aktor yang menggunakan topeng karet.

Star Trek Beyond 2

Star Trek Beyond 5

Star Trek Beyond (2016) memang bukan film murahan, special effect yang disajikan pun terbilang bagus dan halus. Gambaran akan planet, pesawat luar angkasa dan pertempuran luar angkasa mampu mendukung jalan cerita yang lumayan ok. Jalan cerita Star Trek Beyond (2016) memang tidak terlalu spesial tapi paling tidak mampu menghibur. Tidak hanya adengan aksi dan perang-perangan saja yang Star Trek Beyond (2016) tampilkan loh, disana terdapat pula kelucuan-kelucuan yang terkadang mampu membuat saya tertawa :D. Entah bagaimana, Bones menjadi karakter favorit saya pada film Star Trek kali ini. Saya lihat di sana terdapat pengurangan porsi “drama” pada hubungan antara Kirk dan Spock yang mendominasi 2 film Star Trek sebelumnya.

Star Trek Beyond 16

Star Trek Beyond 3

Star Trek Beyond 6

Star Trek Beyond 7

Secara keseluruhan, Star Trek Beyond (2016) termasuk film yang layak untuk ditonton di bioskop dan mampu memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan” :). Ohh yaa, Star Trek Beyond (2016) dapat dikatakan sebagai film terakhir Anton Yelchin sebagai Pavel Chekov sebab Anton meninggal dunia pada sebuah kecelakaan mobil sekitar sebulan sebelum Star Trek Beyond (2016) hadir di bioskop-bioskop Indonesia. Film Star Trek berikutnya akan kehilangan Pavel Chekov yang selalu menjawab perintah Kirk dengan semangat :’).

Sumber: www.startrekmovie.com

Iklan

Serial Bones

Bones 1

Film seri Bones termasuk serial yang sudah lama hadir di lauar kaca, sejak sekitar tahun 2005. Sampai sekarang pun serial Bones masih terus ada dan kisahnya tetap menarik untuk diikuti. Bones tidak termasuk telenovela yang bersambung terus, setiap episode Bones jarang ada yang bersambung. Kalaupun bersambung, paling hanya 2 episode saja :).

Kenapa judul serial ini Bones? Karena tokoh utama film seri ini bernama Dr. Temperance Brennan (Emely Deschanel) yang dijuluki bones. Brennan dijuluki bones karena keahliannya dalam ilmu tulang. Bones menggunakan keahliannya untuk menyelidiki berbagai kasus pembunuhan bersama dengan Seeley Booth (David Boreanaz), seorang agen FBI. Bones sendiri sebenarnya bekerja di Institut Jeffersonian, bukan FBI. Awalnya pun FBI hanya sesekali meminta bantuan Institut Jeffersonian. Namun lama kelamaan, setiap ada kasus yang melibatkan jasad manusia yang unik, Booth dan Bones ditugaskan untuk melakukan penyelidikan.

Bones 2 Bones 3 Bones 4 Bones 5 Bones 9 Bones 12 Bones 15

Sifat Bones yang terlalu logis, kurang mampu bersosialisasi, atheis ternyata cocok ketika dipertemukan dengan Booth yang beragama, mahir bersosialisasi dan dapat membaca prilaku manusia. Pertemuan keduanya menimbulkan dialog-dualig ringan yang lucu, tapi tidak sampai membuat saya tertawa lebar yaaa, Bones kan tetap termasuk film seri dengan latar belakang kriminal, bukan film komedi full seperti Big Bang Theory. Paling tidak kelucuan sesaat tersebut dapat menjadi bumbu penyedap setelah penonton terkadang dibuat jijik dengan keadaan jasad yang harus diperiksa oleh Bones. Namun bagaimanapun juga, keadaan jasad yang unik itulah yang juga membuat saya mau tetap menonton film seri Bones karena penasaran, kok bisa ya mayatnya jadi seperti itu? 😉

Bones 2 Bones 6 Bones 7 Bones 8

Bones 13 Bones 11

Kecocokan dan kekompakan 2 insan yang berbeda sifat tersebut ternyata berlanjut ke jenjang pernikahan sampai memiliki seorang anak, entah di season berapa saya lupa :’D. Hal ini terjadi pula kepada 2 rekan Bones di Institut Jeffersonian yaitu Angela Montenegro (Michaela Conlin) dan Dr. Jack Hodgins (T. J. Thyne). Angela adalah ahli komputer yang biasanya bertugas untuk membuat simulasi canggih akan seperti wajah korban ketika hidup atau simulasi bagaimana korban tewas. Sementara itu Hodgins adalah ahli mineral dan spora yang senang mereka-reka akan teori konspirasi. Angela dan Hidgins juga akhirnya menikah dan dikarunia anak pada season . . . entah saya tidak hafal :P.

Bones 10

Selain Angela dan Hidgins sebenarnya ada karakter-karakter lain yang hilir mudik atau tetap ada sampai season terbaru saat ini. Karakter-karakter tersebut antara lain adalah Dr. Camille Saroyan (Tamara Taylor), Dr. Lance Sweets (John Francis Daley), Dr. Gordon Wyatt (Stephen Fry), Dr. Zack Addy (Eric Millegan) dan lain-lain. Alasan menghilang atau munculnya beberapa karakter tersebut bermacam-macam, ada yang pensiun, tewas, bahkan ada yang berubah menjadi “jahat”. Ajaib, seorang rekan Bones yang sudah muncul selama sekitar 3 season tiba-tiba menjadi tokoh antagonis.

Kisah-kisah yang ditampilkan film seri Bones cukup menghibur, alur cerita sebenarnya mirip dengan serial-serial detektif lainnya dimana terdapat sebuah kasus kriminal dan tokoh protagonis melakukan investigasi sampai kasusnya terselesaikan. Perbesaan pada film seri Bones ada pada keanehan mayat yang ditemukan dan kisah cinta antara Bones & Booth serta bagaimana keduanya berkomunikasi. Proses analisa pada film seri inipun relatif tidak secepat dan sesakti pada film seri CSI jadi masih agak masuk akal :). Cerita pada episode-episode akhir setiap season pun cukup mengejutkan hasilnya. Sepertinya semua karakter pada film ini dapat “menghilang” kecuali Bones & Booth. Secara garis besar, Bones layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Sampai saat ini, saya sendiri masih menonton film seri ini di Fox atau Fox Crime.

Star Trek Into Darkness (2013)

Trek13Star Trek adalah film fiksi ilmiah tentang petualangan dari awak Enterprise, pesawat penjelajah luar angkasa dari Starfleet. Starfleet sendiri merupakan organisasi yang bertugas untuk melakukan operasi ekplorasi, pertahanan, diplomasi dan penelitian bagi UFP (United Federation of Planets), aliansi dari berbagai mahluk hidup yang berpusat di Bumi. Sejak tahun 1964 hingga saat ini Star Trek sudah hadir dalam bentuk novel, permainan, komik, film seri dan film layar lebar. Pada tahun 2013 ini, hadir film layar lebar Star Trek terbaru yang berjudul Star Trek Into Darkness.

Trek11

Uhura, Scotty & Bones

Trek6

Spock & Kirk

Trek5

Harison

Trek3

Kirk & Laksamana Pike

Kali ini dikisahkan, Kapten James T. Kirk (Chris Pine) bersama awak pesawat Enterprise pergi ke Kronos untuk memburu John Harrison (Benedict Cumberbatch), penghianat Starfleet yang melakukan aksi terorisme di Bumi dan membunuh Laksamana Pike (Bruce Greenwood). Misi ini menjadi misi yang bersifat pribadi bagi Kirk karena Pike adalah sahabat dekat ayahnya yang selama ini membimbing Kirk di Starfleet. Laksamana Marcus (Peter Weller), kawan dekat dari Laksamana Pike, mengirim Kirk dan kawan-kawan ke wilayah kekuasaan Klingon yang di sebut Kronos, Marcus memberikan Kirk 72 misil model terbaru untuk dipergunakan di Kronos, perintah Marcus cukup sederhana, datanglah ke Kronos, bunuh Harison, lalu pulang ke wilayah kekuasaan UFP sebelum diketahui oleh pihak kerajaan Klingon. Apabila terjadi insiden antara UFP dan Klingon di Kronos, maka kemungkinan besar akan terjadi perang antara UFP dan kerajaan Klingon mengingat hubungan keduanya memang tidak terlalu baik.  Sama seperti pada Star Trek The Future Begins (2009), petualangan Kirk didampingi oleh Spock (Zachary Quinto), Uhura (Zoe Saldana), Bones (Karl Urban), Scotty (Simon Pegg), Sulu (John Cho), Chekov (Anton Yelcin) dan lain-lain.

Trek9

Pertempuran di Kronos

Trek1

Interogasi Harison

Trek12

Helm Kirk

Trek7

Enterprise Jatuh

Di luar dugaan, Kirk tidak perlu menggunakan misil atau senjata lainnya untuk mengalahkan Harison karena Harison langsung menyerah ketika bertemu Kirk. Harison mengklaim bahwa ia adalah mahluk super dengan kekuatan, kelincahan & kecerdasan di atas manusia biasa, namun memiliki amarah dan keinginan berperang yang tinggi. Ia diperalat oleh Laksamana Marcus untuk membangun persenjataan canggih bagi Starfleet padahal saat ini UFP & Starfleet tidak sedang berperang dengan pihak manapun. Harison memberitahu kepada Kirk bahwa Markus memang menginginkan Enterprise datang ke Kronos & memicu perang besar antara UFC & Klingon. Markus menginginkan agar UFC mengambil wilayah kekuasaan Klingon. Belakangan diketahui bahwa 72 misil yang dibawa Enterprise bukanlah misil biasa. Selain itu, Harison juga mengaku bahwa nama aslinya adalah Khan, siapa itu Khan? Mungkin bagi yang pernah menonton film Star Trek 2 (1982), pasti tahu siapa Khan ;), karakter lama dari dimensi waktu yang berbeda. Entah siapa yang baik, siapa yang jahat :D.

Trek10

Chekov

Trek8

Misil dari Laksaman Marcus

Trek4

Scotty di dalam Pesawat Laksamana Marcus

Trek2

Spock di Tengah Kawah

Film ini dilengkapi oleh special effect yang bagus, ceritanya tidak monoton dan bisa membuat saya penasaran. Tidak hanya itu, sang sutradara juga membubuhkan sedikit bumbu-bumbu komedi yang bisa membuat saya dan penonton lain tersenyum. Persahabtan antara Kirk, yang spontan & pemberontak, dengan Spock, yang super logis & taat peraturan, benar-benar diuji di film ini. Menurut saya film ini layak mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Lebih bagus film ini daripada film Star Trek yang keluar tahun 2009 lalu.

Sumber: http://www.startrekmovie.com