The Cabin in the Woods (2012)

Cabin in the Woods

Sebuah rumah kayu atau kabin di tengah hutan terpencil dengan pemandangan yang indah, plus sebuah danau yang bersih. Itulah tempat liburan Curt Vaughan (Chris Hemsworth), Dana Polk (Kristen Connolly), Marty Mikalski (Fran Kranz) dan Holden McCrea (Jesse Williams) pada The Cabin in the Woods (2012). Kelima remaja ini tidak sadar bahwa terdapat maut mengintip mereka di balik keindahan alam yang mereka saksikan.

Cabin in the Woods

Cabin in the Woods

Secara tidak sengaja, mereka menemukan berbagai benda-benda kramat di bawah kabin tempat mereka menginap. Secara tidak sengaja pulalah mereka membangkitkan sesuatu yang jahat dari alam kubur. Selanjutnya sudah dapat ditebak, mereka diburu oleh mahluk-mahluk misterius yang mereka bangkitkan. Terdengar klise bukan? Hehehehehe.

Cabin in the Woods

Cabin in the Woods

Cabin in the Woods

Cabin in the Woods

Sekilas, The Cabin in the Woods (2012) memang nampak seperti film horor remaja pada umumnya. Tapi ternyata film ini berhasil membawa sesuatu yang berbeda sebab maksud dan tujuan dari semua yang menimpa kelima remaja tersebut tidaklah sedangkal film-film horor remaja lainnya.

Cabin in the Woods

Cabin in the Woods

Cabin in the Woods

Cabin in the Woods

Cabin in the Woods

Film ini secara kreatif memiliki alur yang berbelok tanpa membuat penontonnya kebosanan. Saya sendiri tidak menganggap The Cabin in the Woods (2012) sebagai film horor yang menakutkan, tapi misteri yang meyelimutinya mampu membuat saya penasaran. Saya ikhlas untuk memberikan The Cabin in the Woods (2012) nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: www.discoverthecabininthewoods.com

Iklan

Avengers Infinity War (2018)

Sejak tahun 2008 sampai sekarang, sudah hadir kurang lebih 18 film-film superhero yang diambil dari cerita buku komik keluaran salah satu perusahaan komik ternama di dunia yaitu Marvel. Meskipun nampak terpisah dengan cerita dan tokoh utama sendiri, semua film tersebut hidup di sebuah alam yang sama, sebuah alam yang biasa disebut Marvel Cinematic Universe (MCU), kecuali film-film X-Men dan Deadpool tentunya. Sepanjang penglihatan saya, meskipun masing-masing film MCU mampu berdiri sendiri, bagian akhirnya jelas dan tidak menggantung, film-film tersebut mampu membuat sebuah jaring cerita yang rapi antara satu dengan lainnya. Jaring-jaring cerita dari semua film tersebut, menyatu menjadi satu pada Avengers Infinity Wars (2018), sebuah film yang sudah lama saya tunggu-tunggu meskipun kurang lebih saya sudah mengetahui cerita versi komiknya :).

Pada dasarnya Avengers Infinity Wars (2018) merupakan kisah mengenai kematian, kehidupan, keputusasaan dan harapan yang dihadapi superhero-superhero MCU. Keperkasaan mereka seakan runtuh ketika bertemu Thanos (Josh Brolin). Dulunya Thanos merupakan penduduk Planet Titan yang saat ini sudah hancur. Ia menganggap bahwa kehancuran Titan disebabnya oleh ketidakseimbangan antara jumlah sumber daya dengan jumlah penduduk. Jumlah penduduk seharusnya dapat dikendalikan. Untuk mencegah agar alam semesta beserta isinya tidak mengalami nasib yang serupa dengan Titan, maka Thanos berniat untuk mengendalikan populasi alam semesta. Apakah yang Om Thanos menginginkan program KB (Keluarga Berencana)? Apakah Thanos itu Duta KB? 😛 Oooh tentu tidak, Thanos menginginkan sesuatu yang lebih ekstrim. Ia ingin membunuh separuh populasi alam semesta agar separuh populasi yang tidak ia bunuh, dapat hidup damai tanpa memperebutkan sumber daya. Dari sudut pandangnya sendiri, Thanos merasa bahwa ia melakukan kebaikan dan pengorbanan bagi masa depan alam semesta. Ini sungguh berbeda dengan tokoh antagonis lain yang mayoritas tujuan hidupnya adalah untuk meraih kekuasaan dan kekayaan semata. Tokoh Thanos tidaklah mengecewakan, ia memang pantas untuk menjadi lawan terkuat pada film crossover terbesar tahun ini.

Pada film-film MCU sebelumnya, tersirat bagaimana Thanos berusaha mencari 6 buah batu infinity yang dapat memberikan kekuatan tertentu bagi tuannya. Batu-batu tersebut pun sebenarnya sudah beberapa kali muncul dan menjadi rebutan beberapa karakter MCU. Apa itu batu infinity sebenarnya? Batu infinity merupakan batu yang tercipta ketika alam semesta tercipta. Masing-masing batu memiliki kekuatan penciptaan masing-masing yaitu batu kekuatan, batu pikiran, batu ruang, batu waktu, batu jiwa dan batu realita. Pada film-film MCU sebelum Avengers Infinity Wars (2018), dikisahkan bahwa memegang 1 batu saja sudah dapat memberikan kekuatan super dahsyat bagi pemegangnya. Bagaimana bila ada yang dapat memiliki keenam batunya?

Batu ruang, atau dikenal dengan nama tesseract, adalah batu infinity pertama yang dikenalkan MCU. Batu ini awalnya tersimpan di pedalaman Norwegia sampai pada suatu hari, Pasukan Nazi yang dipimpin Red Skull (Hugo Weaving) menemukannya pada Captain America: The First Avengers (2011). Kemudian batu tersebut menjadi rebutan pada film-film MCU berikutnya hingga akhirnya, batu ini berhasil disembunyikan Loki (Tom Hiddlestone) pada akhir dari Thor: Ragnarok (2017). Sayangnya, pada awal Avengers Infinity War (2018), tesseract berhasil Thanos rebut setelah ia menghancurkan armada Kerajaan Asgard yang sedang dalam perjalanan menuju Bumi. Thanos bahkan mampu membuat Loki, Thor (Chris Hemsworth) dan Hulk / Bruce Banner (Mark Ruffalo) bertekuk lutut padahal Thanos hanya datang dengan menggunakan 1 batu infinity, yaitu batu kekuatan.

Batu kekuatan, atau dikenal dengan nama orb, merupakan batu infinity yang menjadi rebutan pada Guardians of The Galaxy (2014). Batu yang pada dasarnya hanya dapat dikendalikan oleh Star-Lord / Peter Quill (Chris Pratt) ini, berhasil Thanos rebut dari Planet Xandar. Nova Corps yang bertugas melindungi Planet Xandar dan orb nampaknya mengalami nasib yang tragis sebab Thanos nampak sudah memiliki batu kekuatan sejak awal film Avengers Infinity War (2018).

Batu kekuatan sebenarnya bukanlah batu infinity pertama yang Thanos miliki. Sebelumnya, Thanos sempat memiliki batu pikiran yang ditempelkan pada bagian ujung tongkat chitauri. Tongkat ini kemudian Thanos pinjamkan kepada Loki untuk merebut tesseract di Bumi pada The Avengers (2012). Kemudian batu ini mengalami beberapa kali perpindahan kepemilikan sampai pada akhirnya batu ini berada di kening Vision (Paul Bettany) pada Avengers: Age of Ultron (2015). Vision sebenarnya merupakan sebuah super komputer canggih ciptaan Iron Man atau Tony Stark (Robert Downey Jr.). Dengan keberadaan batu pikiran pada Vision, Vision telah mampu berkembang menjadi organisme yang lebih kompleks. Ia bahkan dapat menjalin asmara dengan Scarlet Witch atau Wanda Maximoff (Elizabeth Olsen). Pada Avengers Infinity War (2018) ini, keduanya harus melarikan diri dari kejaran jendral-jendral tangan kanan Thanos yang berusaha mengambil batu pikiran dari kening Vision. Beruntung Captain America / Steve Rogers (Chris Evans), Natasha Romanoff / Black Widow (Scarlett Johansson) dan Sam Wilson / Falcon (Anthony Mackie) datang membantu. Mereka kemudian melarikan diri ke Wakanda, dengan dibantu oleh James “Rhodey” Rhodes / War Machine (Don Cheadle), untuk berlindung di dalam perisai negeri asal T’Challa / Black Panther (Chadwick Boseman) tersebut. Tak lupa sahabat Captain America dari masa lampau, Bucky Barnes / Winter Soldier (Sebastian Stan), sudah menanti pula di Wakanda.

Sementara Captain America dan kawan-kawan melarikan diri ke Wakanda, Hulk / Bruce Banner berhasil melarikan diri dari kapal Asgard yang dihancurkan Thanos. Banner berhasil melakukan teleport ke Bumi dan langsung menemui Iron Man / Tony Stark dan Stephen Strange / Doctor Strange (Benedict Cumberbatch) untuk memperingatkan akan kedatangan Thanos. Tak lama kemudian, mereka bersama dengan Peter Parker / Spider-Man (Tom Holland), harus mempertahankan batu waktu yang ada di dalam kalung mata agamoto milik Doctor Strange. Batu waktu pernah memicu konflik pada Doctor Strange (2016). Warnanya hijau, padat dan membuat pemegangnya mampu memutar waktu ke masa lalu dan masa lampau.

Berbeda dengan batu waktu yang padat, batu realitas atau aether berbentuk seperti cairan yang mengalir di udara. Aether pernah memicu konflik pada Thor: The Dark World (2013). Bangsa Asgard saat itu sudah memiliki dan menjaga batu ruang atau tesseract, sehingga mereka mempercayakan aether kepada Taneleer Tivan / The Collector (Benicio del Toro).

Nah bagaimana dengan batu jiwa? Sepengetahuan saya, batu ini belum pernah muncul atau menjadi rebutan pada film-film MCU sebelumnya. Namun, konon lokasi penyimpanan batu jiwa yang misterius ini sebenarnya sudah diketahui oleh salah satu dari anggota Guardians of The Galaxy. Siapakah itu? Apakah Star-Lord? Drax (Dave Bautista)? Mantis (Pom Klementieff)? Gamora (Zoe Saldana)? Groot (Vin Diesel)? Rocket (Bradley Cooper)? Atau bahkan Nebula (Karen Gillan)? Aaahhhh, saya tidak akan menulis spoiler di sini hehehehe.

Kali ini para pahlawan yang sudah memiliki film solo melalui film-film MCU sebelumnya, harus mencegah usaha Thanos mengumpulkan keenam batu infinity. Pada Avengers Infinity War (2018) ini akan ada beberapa tokoh utama yang berguguran. Kehadiran Thanos memang membawa aroma tersendiri di sini. Karena ketika Thanos muncul, siapapun bisa saja tewas. Tidak ada satu superhero-pun yang aman dari Thanos. Saya lihat, tokoh utama yang tewas di tangan Thanos ada pula yang merupakan tokoh legendaris icon Marvel, sungguh tidak terduga :’D.

Dengan kekuatan yang dahsyat, Thanos begitu ditakuti. Tapi kok kenapa Thanos baru turun tangan pada Avengers Infinity War (2018)? Thanos sudah ada sejak dulu, ia bahkan sudah lama memegang batu kekuatan sebelum Loki menghilangkannya pada The Avengers (2012). Jawabannya adalah karena tewasnya The Ancient One (Tilda Swinton) pada Doctor Strange (2016), Ego (Kurt Rusell) pada Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017), tewasnya Odin (Anthony Hopkins) pada Thor: Ragnarok (2017). Ketiga karakter ini memang sudah uzur namun terkenal akan kekuatannya sehingga Thanos tidak dapat leluasa bergerak. Keadaan semakin menguntungkan bagi Thanos ketika The Avengers pecah kongsi setelah terjadi skandal pembunuhan ayah Black Panther yang melibatkan Winter Soldier pada Captain America: Civil War (2016). Ahhhh, inilah saat yang tepat bagi Thanos untuk maju habis-habisan dengan segenap kekuatan dan prajurit yang ia miliki.

Saya sadar bahwa banyaknya karakter yang hadir, bisa saja membuat penonton kebingungan. Tapi pada kenyataannya, cerita pada film ini sudah dibuat sedemikian rupa sehingga tidak membingungkan bagi teman-teman yang belum menonton film-film MCU sebelumnya. Hadirnya berbagai karakter kuat dalam film inipun, ternyata mampu diramu dengan tepat sehingga menghasilkan satu kesatuan film yang baik dan menghibur. Jadi tidak ada karakter yang tenggelam atau terlalu dominan pada film ini. Saya beberapa kali tersenyum melihat humor-humor yang muncul, film ini tidak terlalu serius dan tidak membosankan. Hal ini patut saya acungi jempol. Sayang akhir dari Avengers Infinity War (2018) seperti belum tuntas dan masih menyisakan beberapa pertanyaan yang mungkin akan terjawab pada film Avengers berikutnya. Saya pun masih mereka-reka memgenai jalur cerita akan diambil oleh film ini. Pada versi komik, pertarungan antara Avenger dan Thanos memang panjang dan terjadi dengan berbagai versi. Entah Avengers Infinity War (2018) akan membawa MCU ke arah versi yang mana, atau justru memiliki versi sendiri yang berbeda?

Jalan cerita yang menarik dan membuat saya penasaran, serta didukung dengan adegan aksi, special affect dan kostum yang mumpuni, tentunya membuat saya ikhlas untuk memberikan Avengers Infinity War (2018) nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Film ini pada dasarnya ada film superhero dengan karakter antagonis sebagai karakter utamanya, sesuatu yang menarik ;).

Sumber: marvel.com/avengers

Thor: Ragnarok (2017)

Thor, sang dewa petir, adalah salah satu superhero Marvel Comics yang diambil dari mitologi nordik. Karakter-karakter dan lingkungan di sekitar Thor pun diambil dari mitologi nordik. Nah dalam mitologi nordik, terdapat peristiwa yang disebut Rangnarok. Konon Ragnarok adalah peristiwa hancur dan terbakarnya Asgard, kerajaan tempat Thor berasal. Kejatuhan Asgard disertai dengan gugurnya beberapa dewa pada mitologi nordik. Peristiwa legendaris inilah yang menjadi inti cerita film solo ketiga Thor, Thor: Ragnarok (2017).

Ramalan akan datangnya Ragnarok memang sudah lama diramalkan dan Thor (Chris Hemsworth) berusaha sekuat tenaga agar ramalan tersebut tidak terjadi. Setelah kematian Loki (Tom Hiddleston) peristiwa pada Thor: The Dark Wolrd (2013), sepertinya Thor tidak memiliki ambisi lain selain mencegah datangnya Ragnarok. Dalam usahanya mencegah Ragnarok, Thor memperoleh informasi bahwa Odin (Anthony Hopkins), ayah Thor, tidak ada di Kerajaan Asgard. Nah kalau begitu, siapakah sebenarnya yang saat ini sedang duduk di singgasana kerajaan Asgard?

Ternyata biang keladinya adalah Loki, saudara tiri Thor yang licik dan sudah menjadi tokoh antagonis utama pada Thor (2011) dan The Avengers (2012). Loki memang sudah menimbulkan berbagai kekacauan, namun semakin hari tokoh ini semakin menjadi antihero. Kriminal jahat yang masih memiliki kebaikan jauh di lubuk hatinya. Hal itu terlihat pada Thor: The Dark World (2013) dimana Thor dan Loki saling tolong menolong meskipun Loki tetap berlaku curang dan memiliki agenda sendiri. Hubungan benci tapi sayang antara Thor dan Loki akan kembali terlihat pada Thor: Ragnarok (2017). Berarti Loki bukanlah tokoh antagonis pada Thor: Ragnarok (2017)?

Loki bukanlah tokoh antagonis pada film layar lebar ketiga Thor ini. Ternyata anak Odin bukan hanya Thor dan Loki saja. Ada 1 anak lagi yang terbuang dan dipenjara oleh Odin. Hela (Cate Blanchett), sang dewi kematian, adalah anak tertua Odin yang hanya akan bebas dari penjara ketika Odin tewas. Odin menjadikan dirinya sebagai kunci penjara bagi putrinya sendiri. Kenapa Odin begitu tega? Di sinilah sejarah kelam Asgard mulai terkuak, mengenai bagaimana Asgard mampu menjadi kerajaan kaya raya yang sangat kuat dan berkuasa.

Pada pertemuan pertamanya dengan Hela, Thor dan Loki kalah telak sampai-sampai Mjolnir milik Thor, Hela hancurkan tak tersisa. Padahal Mjolnir adalah senjata andalan Thor yang sangat kuat. Tak hanya itu, pada pertemuan pertama tersebut, Thor dan Loki terlempar jauh ke Planet Sakaar. Hhhmmmmm, bagi yang gemar membaca komik Hulk atau menonton Planet Hulk (2010), tentunya sudah mengenal apa itu Planet Sakaar.

Di Planet Sakaar, Thor yang sudah kehilangan Mjolnir, dipaksa untuk bertarung hidup-mati di sebuah area gladiator oleh penguasa Sakaar, Grandmaster (Jeff Goldblum). Thor harus berhadapan dengan juara milik Grandmaster yaitu Hulk (Mark Ruffalo). Seperti pada Planet Hulk (2010), kondisi Planet Sakaar memungkinkan Hulk untuk mengambil alih kendali atas tubuh Bruce Banner dalam waktu yang sangat lama. Sejak peristiwa pada Avengers: Age of Ultron (2015) berakhir, Hulk sudah bertahun-tahun tinggal dan menjadi juara arena gladiator di Planet Sakaar. Berbeda dengan perlakuan penduduk Bumi, Hulk merasa ia lebih diterima dan dipuja oleh penduduk Planet Sakaar. Pada Thor: Ragnarok (2017) ini kita tidak hanya akan melihat Hulk ketika akan berkelahi saja. Hulk memiliki dialog dan porsi tampil yang lebih banyak dibandingkan film-film layar lebar Marvel sebelumnya.

Tidak hanya Hulk, di Planet Sakaar, Thor bertemu pula dengan Loki dan Scrapper 142 (Tessa Thompson). Siapa itu Scrapper 142? Ia adalah mantan pasukan elit Asgard yang gemar mabuk-mabukan. Kekalahannya ketika melawan Hela dahulu kala, membuatnya “lari dari kenyataan”.

Terdamparnya Thor di Planet Sakaar tidaklah percuma. Sebab, di sana ia menemukan teman lama dan baru yang bersedia membantu Thor menyelamatkan Asgard dari Hela yang telah memperoleh dukungan dari Skurge (Karl Urban) dan ratusan mayat hidup tentara Asgard. Hela memang memiliki ambisi jahat, tapi apakah kemunculan Hela memang akan menimbulkan Ragnarok?

Melihat konsep Asgard dan Ragnarok yang berbelok di akhir cerita, mampu menjadi nilai plus film ini. Jalan ceritanya menarik dan tidak membingungkan, bahkan bagi penonton yang belum pernah menonton film superhero Marvel sebelumnya. Selain itu, film ini sudah seperti film action comedy, adegan komedinya cukup banyak dan memang dapat membuat saya tertawa. Bisa jadi Thor: Ragnarok (2017) adalah salah satu film terlucu dari Marvel. Walaupun banyak adegan komedinya, adegan pertarungan pada film ini tetap seru kok, terutama ketika tubuh Thor diisi oleh petir dan adegan perkelahian yang diiringi lagu Immigrant Song milik Led Zeppelin :).

Cerita yang lucu dan menarik, plus adegan perkelahian yang seru, dibalut dengan nuansa 80-an, semuanya ditampilkan dari lagu dan visual dari film ini. Thor: Ragnarok (2017) memang jadi mirip sekali dengan Guardians of the Galaxy (2014) & Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017). Apalagi mayoritas latar belakang Thor: Ragnarok (2017) adalah Sakaar, Asgard dan luar angkasa, bukan Bumi seperti 2 film Thor sebelumnya. Namun hal ini bukanlah masalah besar, sebab Thor: Ragnarok (2017) tetap mampu memberikan hiburan yang menyenangkan bagi saya. Film ini layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: marvel.com/thor

Ghostbusters: Answer the Call (2016)

ghostbusters1

Ghostbusters merupakan judul komik yang saya baca ketika masih SD dulu. Disana dikisahkan bagaimana sekelompok ilmuwam menggunakan energi proton untuk menangkap hantu yang mengganggu warga New York. Selain itu Ghostbusters kemudiam hadir pula dalam bentuk film kartun di TV-TV. Ternyata baik Ghostbusters versi komik maupun film seri, keduanya dibuat berdasarkan film layar lebar Ghostbusters (1984) yang menuai berbagai pujian dan berhasil memperoleh nominasi piala Oscar. Kemudian beberapa tahun kemudian hadir sekuelnya yaitu Ghostbusters II (1989).

ghostbusters3Lama tak terdengar suaranya, Ghostbusters kembali hadir ke layar lebar melalui Ghostbusters: Answer the Call (2016). Tapi film ini tidak ada hubungannya dengan kedua film pendahulunya. Ghostbusters: Answer the Call (2016) lebih ke arah reboot sehingga tidak ada yang namanya trilogi Ghostbusters. Karakternya saja berbeda, tokoh utama yang dahulu diisi oleh 4 laki-laki, kini digantikan oleh 4 wanita.

ghostbusters10Dikisahkan bahwa Dr. Jillian Holtzmann (Kate McKinnon), Dr. Erin Gilbert (Kristen Wiig) dan Dr. Abigail “Abby” Yates (Melissa McCarthy) merupakam ilmuwan yang dicibir karena penelitian mereka mengenai hantu. Komunitas ilmuwan tidak menganggap bahwa hantu itu ada dan pantas untuk diteliti sampai pada suatu hari Abby dan kawan-kawan menemukan bahwa terjadi peningkatan kemunculan hantu di kota New York. Dalam perjalanannya mereka bertemu dengan Patty Tolan (Leslie Jones) yang memang tidak memiliki gelar doktoral namun memiliki pengetahuan akan sejarah dan keadaan kota New York. Keempatnya kemudian semakin sering melihat penampakan hantu-hantu di sekitar New York. Ada apa dengan New York? Apakah hantu-hantu ini muncul secara acak dengan tiba-tiba? Tentu tidak, ada seseorang yang memang sengaja membangkitkan hantu-hantu untuk menguasai kota New York.

ghostbusters7ghostbusters17

ghostbusters4

GHOSTBUSTERS

ghostbusters5

ghostbusters16

Abby, Holtzmann, Erin dan Patty akhirnya menggunakan senjata proton dan berbagai senjata modifikasi ciptaan Holzmann untuk menangkap hantu-hantu yang menteror New York. Kemudian mereka pun dikenal dengan nama Ghostbusters. Tak lupa keempat wanita ini merekrut Kevin Beckman (Chris Hemsworth) sebagai sekretaris untuk mengangkat telefon dan memgatur perjanjian dari pelanggan.

ghostbusters6ghostbusters9ghostbusters13ghostbusters11ghostbusters14ghostbusters15 Langkah Ghostbusters dalam menangkap hantu memperoleh perlawanan dari pihak pemerintah yang selalu menutup-nutupi keberadaan hantu-hantu dan selalu mendiskreditkan Ghostbusters di berbagai media masa. Sebuah masalah yang pernah diangkat pula pada Ghostbusters II (1989).

Mirip seperti 2 film pendahulunya, Ghostbusters: Answer the Call (2016) bukan termasuk film horor, genrenya lebih ke arah komedi. Saya beberapa kali tertawa melihat tingkah konyol pada film ini, terutama terkait kebodohan Kevin sang sekretaris :D. Pantas saja judul filmnya menggunakan kata-kata “answer the call” yang memang merupakan pekerjaan Kevin.

Kelucuan-kelucuan pada film ini dibalut dengan kostum dan special effect yang lumayan keren. Pada awalnya saya sempat sangsi akan kualitas adegan action film ini ketika tokoh utamanya diganti wanita semua. Ternyata saya salah sebab Ghostbusters masih mampu menampilkan berbagai keseruan ketika mereka berusaha menyelamatkan New York.

Di luar dugaan saya. Ghostbusters: Answer the Call (2016) ternyata masih layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala makaimum 5 yang artinya “Bagus”. Who you gonna call? Ghostbusters! 🙂.

Sumber: www.ghostbusters.com

The Huntsman: Winter’s War (2016) 

huntsman1

Dari berbagai dongeng yang semasa kecil pernah saya dengar, rasanya dongeng mengenai Putri Salju sampai saat ini masih merupakan salah satu dongeng anak-anak paling terkenal. Cerita tersebut diceritakan berulang-ulang dalam berbagai bentuk dan versi. Nah salah satu adaptasi dari dongeng tersebut sempat hadir ke layar lebar melalui Snow White and the Huntsman (2012). Lain dari yang lain, peranan sang pemburu atau huntsman, memperoleh porsi yang besar. Pada cerita aslinya, sang pemburu diutus oleh ibu tiri Putri Salju untuk membunuh Putri Salju, namun sang pemburu tak tega dan mengurungkan niatnya, ia pun melepaskan Putri Salju. Sudah sampai di sana saja peranan sang pemburu pada versi dongengnya. Nah pada Snow White and the Huntsman (2012), Eric (Chris Hemsworth), sang pemburu, ikut berperan dalam usaha Putri Salju (Kristen Stewart) merebut kembali tahta kerajaan dari Ravenna (Charlize Theron), si penyihir jahat. Di sana Putri Salju digambarkan sebagai wanita pemberani yang pada akhirnya ikut maju di garis terdepan bersama para pengikutnya. Terus terang film ini tidak ada gregetnya sama sekali, Kristen Stewart rasanya kurang pas memerankan Putri Salju. Ahhh, ini merupakan salah satu adaptasi Putri Salju terburuk yang pernah saya lihat. Yang saya ingat dari film tersebut hanyalah drama perselingkuhan antara Kristen Stewart dengan Rupert Sanders, sutradara Snow White and the Huntsman (2012) hehehehehe.

huntsman2

Pada tahun 2016, petualangan Eric sang pemburu berlajut pada The Huntsman: Winter’s War (2016). Film ini merupakan pekuel sekaligus sekuel dari Snow White and the Huntsman (2012). Di sana dikisahkan bagaimana Eric kecil diculik dan dilatih untuk menjadi pemburu yang handal oleh Ratu Freya (Emily Blunt), adik  dari Ravenna. Freya berubah menjadi penyihir jahat setelah kematian bayinya. Freya benci sekali dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan cinta, ia menyalahkan cinta atas kematian bayinya yang malang. Maka tak heran bila Freya murka ketika Eric jatuh cinta dengan Sara (Jessica Chastain). Eric dan Sara akhirnya berhasil Freya pisahkan. Eric berhasil melarikan diri ke negeri di luar wilayah kekuasaan Freya.

huntsman8

huntsman6

Bertahun-tahun kemudian, setelah kejadian pada Snow White and the Huntsman (2012), Eric memperoleh tugas untuk merebut kembali cermin Ravenna yang hilang. Perburuan Eric ini membawa Eric kembali ke wilayah kekuasaan Ratu Freya. Masa lalu Eric kembali hadir karena Eric mau tak mau harus berhadapan dengan Freya dan teman-teman masa kecilnya. Tabir akan rahasia cermin Ravenna dan masa lalu Freya pun akan ikut terbuka pada The Huntsman: Winter’s War (2016).

huntsman3

huntsman4

huntsman7

huntsman9

huntsman12

huntsman11

huntsman10

Saya rasa The Huntsman: Winter’s War (2016) memiliki jalan cerita yang lebih menarik dibandingkan Snow White and the Huntsman (2012). Karakter-karakternya relatif lebih kuat dan meyakinkan. Penempatan sang pemburu sebagai karakter utama yang dominan dirasa lebih tepat dibandingkan ketika ia harus berbagi tempat dengan Putri Salju pada film terdahulu. Action, special effect dan kostumnya terbilang lumayan, not bad but not special.

Hanya saja The Huntsman: Winter’s War (2016)  seolah seperti cerita “tambalan” yang tidak terencana sebelumnya. Pada Snow White and the Huntsman (2012) dikisahkan bahwa istri Eric dibunuh oleh adik Ravenna, eh tiba-tiba pada The Huntsman: Winter’s War (2016)  dikisahkan bahwa Ravenna punya seorang adik lagi yang bernama Freya. Kemudian ternyata sebelum menikah, Eric ternyata memiliki kekasih lain. Semua ini seolah-olah baru dikarang setelah Snow White and the Huntsman (2012)  selesai dibuat.

Terlepas dari kekurangsukaan saya terhadap Snow White and the Huntsman (2012), menurut saya The Huntsman: Winter’s War (2016) merupakan sekuel merangkap prekuel yang relatif lebih berkualitas. Dengan demikian maka The Huntsman: Winter’s War (2016) layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

Sumber: http://www.huntsmanmovie.co.uk

Avengers: Age of Ultron (2015)

Avengers Ultron 1

Ahhh, akhirnya salah satu gilm yang saya nantikan pada tahin 2015 ini hadir di Indonesia, Avengers: Age of Ultron (2015). Setelah 2 hari yang lalu saya kehabisan tiket, akhirnya kemarin saya dapat menonton Avengers: Age of Ultron (2015) di bioskop dekat kantor saya. Biskop yang memutar film ini penuh seperti pasar x__x. Selain waktu rilis yang bertepatan setelah ujian, magnet dari Avengers: Age of Ultron (2015) tentunya adalah hadirnya deretan superhero-superhero dalam 1 film yang sama.

Sekuel dari The Avengers (2012) ini kembali menghadirkan formasi utama The Avengers, yaitu Iron Man / Tony Stark (Robert Downey Jr.), Thor (Chris Hemsworth), Hulk / Bruce Banner (Mark Ruffalo), Captain America / Steve Rogers (Chris Evans), Black Widow / Natasha Romanoff (Scarlett Johansson) dan Hawkeye / Clint Barton (Jeremy Renner). Selain itu hadir pula Quicksilver / Pietro Maximoff (Aaron Tylor-Johnson), Scarlet Witch (Elizabeth Olsen) dan 1 karakter superhero misterius yang akan muncul di pertengahan film ;).

Avengers Ultron 2

Avengers Ultron 7

Avengers Ultron 4

Avengers Ultron 3

Avengers Ultron 6

Avengers Ultron 5

Avengers Ultron 8

Avengers Ultron 9

Avengers Ultron 10

Quicksilver memiliki kemampuan untuk bergerak sangat cepat seperti Flash. Saya lebih suka dengan karakter Quicksilver pada film X-Men: Days of Future Past (2014) karena Quicksilver pada film tersebut lebih humoris dan berkepribadian menarik meskipun secara fisik tidak seganteng Quicksilver pada film Avengers: Age of Ultron (2015). Quicksilver memiliki saudari kembar, yaitu Scarlet Witch yang memiliki kemampuan telekinetis dan mengendalihan pikiran mahluk lain. Kedua kakak beradik ini dalam posisi galau, tidak jelas hendak memihak siapa? Avengers, Hydra atau Ultron?

Avengers Ultron 27

Avengers Ultron 26

Ultron sendiri sebenarnya adalah suatu kecerdasan buatan atau artificial intelegence yang dirakit oleh Tony Stark & Bruce Banner dengan menggunakan pengetahuan yang mereka peroleh dari tongkat Loki. Sejarah kelam umat manusia memberikan persepsi yang melenceng kepada Ultron sehingga ia merakit robot-robot untuk menyerang umat manusia.

Avengers Ultron 22

Avengers Ultron 25

Avengers Ultron 13

Avengers Ultron 16

Avengers Ultron 18

Avengers Ultron 15

Kehadiran Ultron kembali merusak hubungan antar anggota Avengers yang memang relatif rapuh dan sering mengalami perpecahan. Masing-masing anggota memiliki ego, masalah dan ketakutan masing-masing. Hal inilah yang digali pada Avengers: Age of Ultron (2015) sehingga latar belakang Black Widow dan kehidupan rahasia Hawkeye pun ikut diceritakan di sana. 2 tokoh ini agak asing bagi saya, jadi kisah mereka menjadi sesuatu yang baru bagi saya. Yang paling menarik adalah adanya kisah asmara antara Natasha Romanoff / Black Widow dengan karakter favorit saya di Avengers, Bruce Banner / Hulk :).

Avengers Ultron 19

Avengers Ultron 17

Avengers Ultron 14

Avengers Ultron 21

Avengers Ultron 12

Avengers Ultron 20

Avengers Ultron 24

Avengers Ultron 23

Avengers Ultron 11

Saya suka dengan jalan cerita yang Avengers: Age of Ultron (2015) suguhkan apalagi suguhan tersebut didukung oleh special effect yang keren dan layak diacungi jempol. Twist yang muncul pada film ini ditampilkan dengan cara yang kreatif tapi tidak terlalu mengejutkan bagi saya, mungkin karena saya sudah beberapa kali mengikuti jalan cerita X-Men dimana setiap karater dapat berubah dari pendukung pihak protagonis menjadi pendukung pihak antagonis. Saya rasa Avengers: Age of Ultron (2015) pantas untuk mendapatkan nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Tidak rugi kalau kita menonton film in di bioskop :).

Sumber: marvel.com/avengers

Thor: The Dark World (2013)

Thor The Dark World 1

Thor adalah salah satu superhero Marvel yang saya ketahui namanya & wujudnya sejak saya masih kecil dulu, namun belum pernah sekalipun membaca komiknya sampai munculnya film layar lebar Thor (2011). Thor kalah tenar dibanding Batman, Superman & Spiderman :D. Sepertinya Thor mirip-mirip superhero Indonesia yang bernama Gundala Putra Petir, kekuatannya berhubungan dengan petir dan badai. Stan Lee, pengarang komik Thor, mengambil tema dan karakter Thor dari mitologi Norwegia. Nama & pengertian Thor, Mjolnir, Odin, Asgard, Midgard sampai Yggdrasil juga ternyata diambil dari mitologi Norwegia. Sama seperti Thor versi mitologi Norwegia, Thor karangan Stan Lee merupakan dewa petir yang sangat kuat dengan palu Mjolnir sebagai senjata andalannya. Thor merupakan anak dari Odin, raja Asgard. Asgard sendiri merupakan salah satu dari 9 dunia yang ada di alam Yggdrasil. Selain Asgard, terdapat beberapa dunia lain seperti Midgard, SvartálfheimHelNiflheim, Muspelheim, Jotunheim dan lain-lain.

Thor The Dark World 5 Thor The Dark World 15

Nah, dikisahkan bahwa Bumi tercinta kita ini merupakan bagian dari dunia Midgard. Kesembilan dunia di alam Yggdrasil selalu berputar dengan orbitnya masing-masing, seperti Bumi dan planet-planet lain mengelilingi Matahari. Pada Thor: The Dark World (2013), dikisahkan terjadi suatu peristiwa langka dimana kesembilan dunia yang ada pada Yggdrasil, sedang dalam posisi sejajar satu sama lain. Yaaa mirip dengan posisi Bumi, Bulan & Matahari pada gerhana matahari atau gerhana bulan laaa, posisi sejajar, bagi yang lupa, ayo dibuka buku IPA-nya :P. Dampak dari kesejajaran dunia-dunia tersebut adalah kekacauan, selama kesembilan dunia dalam posisi sejajar, pembatas antar dunia-dunia tersebut menjadi kabur. Di Bumi sendiri terdapat lubang-lubang menuju dunia-dunia lain yang akan tertutup ketika kesembilan dunia sudah tidak dalam posisi sejajar lagi. Jane Foster (Natalie Portman) tidak sengaja masuk ke dalam lubang-lubang tersebut dan dirasuki oleh Aether. Aether mengandung kekuatan yang sangat besar namun tubuh manusia tidak akan kuat & cocok menampung kekuatan Aether. Thor (Chris Hemsworth) datang menjemput Jane & mencari cara untuk menyembuhkan Jane di Asgard.

Thor The Dark World 11

Kedatangan Jane di Asgard membawa bencana karena Aether yang ada di dalam Jane mengundang kedatangan Malekith (Christopher Eccleston), pemimpin dari dark elves. Malekith beserta pasukan dark elves menyerang Asgard, pertempuran ini menyebabkan tewasnya Frigga (Renne Ruso), ibu dari Thor.

Thor The Dark World 9

Kematian Frigga, mengakibatkan bersatunya Thor dengan Loki (Tom Hiddleston), adik tiri Thor yang licik dan berusaha merebut tahta Asgard dari bapak kandung Thor. Loki menganggap Frigga sebagai ibunya sendiri, sehingga Loki bersedia membantu Thor membalas dendam. Mampukan kedua saudara yang beselisih ini bekerjasama untuk mencapai 1 tujuan yang sama? Apakah Loki benar-benar tulus membantu Thor? Karena pada versi komiknya, Loki berkerjasama dengan Malekith loooh. Loki & Malekith sama-sama benci Asgard & ayah Thor, Odin (Anthony Hopkins). Malekith adalah pemimpin dari sisa-sisa kaum dark elves yang beratus-ratus tahun lalu ditaklukkan oleh Bor, kakeknya Thor. Dark elves dibawah komando Malekith adalah kaum yang berasal dari dunia Svartálfheim dan ingin menguasai kesembilan dunia yang ada. Pada Thor: The Dark World (2013), dark elves nampak lebih kuat dibandingkan pasukan Asgard, kenapa kok begitu? Pertama, pesawat tempur dark elves bisa tidak terlihat oleh mata telanjang para pasukan Asgard. Kedua, dark elves perang menggunakan senapan & pistol, sedangkan pasukan Asgard menggunakan pedang & tameng saja, hadeewww, yaiyalah jelas kalah x__x. Well, perlu diingat versi komik dan versi film layar lebar tidaklah selalu sama loooh :mrgreen:.

Thor The Dark World 10

Thor The Dark World 4 Thor The Dark World 6 Thor The Dark World 7 Thor The Dark World 13

Dari berbagai karakter yang ada pada Thor: The Dark World (2013), karakter Loki cukup mencolok. Loki merupakan karakter yang suka bercanda dan tidak dapat ditebak. Tom Hiddleston memainkan karakter Loki dengan cukup baik, saya sendiri sempat tertawa melihat tingkah Loki. Entah bagaimana, saya lebih senang kalau Loki menjadi karakter protagonis, bukan antagonis. Karakter Loki lebih menghibur dibandingkan karakter Thor, berbeda dengan Loki di Thor (2011) & The Avengers (2012), Loki di sini tidaklah 100% tokoh antagonis. Pada Thor: The Dark World (2013), Loki menjadi karakter yang … entah mau jadi penjahat atau jagoan yaaaa .. tidak jelas, saya tidak akan menulis spolier di aliefworkshop.wordpress.com :P.

Thor The Dark World 14

Thor The Dark World 12

Seperti pada film-film layar lebar superhero Marvel lainnya, Thor: The Dark World (2013) menyuguhkan spesial efek yang lumayan bagus plus kostum yang lumayan ok juga, hanya saja kostumnya Thor sedikit kurang keren yaa, agak standard. Entah kenapa jalan cerita Thor: The Dark World (2013) kurang greget, agak standard bin biasa, mungkin karena Thor bukanlah superhero favorit saya yaa? Thor kan agak serius dan memang tidak sepintar Spiderman atau Batman. Walaupun jalan ceritanya agak standar saya merasa lumayan terhibur & tidak tertidur selama menonton Thor: The Dark World (2013) hari jumat lalu, padahal saya baru saja terkena musibah & lelah pulang dari kantor .. e e e e kok jadi curhat? hehehehe.

Thor The Dark World 2 Thor The Dark World 16 Thor The Dark World 17

Thor The Dark World 8 Thor The Dark World 3

Yaa secara garis besar Thor: The Dark World (2013) rasanya layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Oh yaaa diakhir film Thor: The Dark World (2013), terdapat peristiwa yang memastikan bahwa akan ada film Thor lagi di bioskop-bioskop, entah tahun depan atau tahun kapan. Meski saya bukan fans beratnya Om Thor, saya tidak kapok nonton film layar lebarnya Thor dan ingin menonton lagi kelanjutan dari petualangan dewa petir ini :).

Sumber: http://marvel.com/thor