Tenet (2020)

Christopher Edward Nolan merupakan salah satu sutradara favorit saya. Mayoritas film besutannya masuk ke dalam daftar wajib tonton saya. Mulai dari Memento (2000), Inception (2010), Trilogi Batman, Interstellar (2014), sampai Dunkirk (2017). Beberapa diantaranya penuh intrik dan sangat membingungkan. Karya terbaru Nolan, Tenet (2020), sepertinya akan menjadi salah satu film Nolan yang paling membingungkan.

Nolan memang gemar bermain dengan ruang dan waktu. Semua itu mencapai puncaknya pada Tenet (2020). Untuk sepenuhnya memahami Tenet (2020), Saya sendiri perlu 2 kali menontonnya dan sedikit membaca literatur mengenai Time Inversion. Konsep Time Inversion merupakan konsep perjalanan menembus waktu yang tidak biasa. Suatu hal yang belum pernah saya temukan pada film-film lain.

Pada Time Inversion, ketika seseorang melakukan perjalanan waktu ke masa lalu, ia akan mengalami berbagai kejadian dalam keadaan terbalik. Tenaga yang ia gunakan merupakan arus waktu berbalik. Namun, kekuatan dari arus waktu berbalik bertumbukan dengan arus waktu lurus yang normal. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang terlihat berjalan terbaik, dan ada beberapa hal pula yang terlihat berjalan normal. Bingung? Tak usah malu, pemeran utama film ini saja tidak sepenuhnya faham dengan konsep Time Inversion :’D.

Anak dari Denzel Washington, yaitu John Davis Washington, menjadi pemeran utama Tenet (2020). Siapa yang John perankan? Seseorang yang sepanjang film hanya disebut dengan panggilan Sang Protagonis wkwkwkwk. Ajaib, Tenet (2020) memang benar-benar ajaib. Sepanjang film, Sang Protagonis memiliki misi untuk mencegah kehancuran Bumi akibat Time Inversion. Terdapat beberapa individu yang menyalahgunakan teknologi Time Inversion untuk kepentingannya sendiri.

Mirip seperti beberapa film Nolan sebelumnya. Kebingungan yang disajikan berhasil menjadi sesuatu yang menarik untuk diselidiki, dipikirkan dan dibahas. Dalam fisika, Time Inversion sendiri memang benar-benar ada. Secara tidak langsung, Tenet (2020) memang mengajak penontonnya untuk belajar Fisika @_@.

Tingkat kekompleksan Tenet (2020) melebihi Memento (2000), Inception (2020), Serial Dark, dan Interstellar (2014). Bagi saya pribadi, kekompleksan tersebut agak overdosis ya. Sepanjang film, saya dibuat berfikir dan terus kebingungan. Tenet (2020) gagal memberikan penjelasan yang agak jelas gamblang mengenai beberapa hal. Hal ini membuat saya terus berfikir tanpa bisa terlalu menikmati alur cerita yang ada. Padahal, kalau ditelaah lagi, cerita dari Tenet (2020) sendiri sebenarnya terbilang keren lohh.

Alur cerita yang bagus, menjadikan Tenet (2020) sebagai sebuah film yang memikat. Namun kekompleksan ceritanya, dapat menjadi daya tarik sekaligus sumber ketidakjelasan yang berlebih dari karya terbaru Opa Nolan tersebut. Dengan demikian, Tenet (2020) sudah sepantasnya memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Selamat belajar fisika teman-teman, hehehehehe.

Sumber: http://www.tenetfilm.com

Memento (2000)

memento1

Memento (2000) merupakan film misteri karya Christopher Nolan yang memperoleh banyak pujian. Setiap saya browsing film misteri terbaik, Memento (2000) pasti ada di dalamnya. Karena penasaran, akhirnya saya sendiri baru sempat menontonnya beberapa hari yang lalu.

Bercerita tentang apa sih film ini? Pada Memento (2000) dikisahkan bagimana Leonard (Guy Pearce) menemukan pembunuh istrinya. Pada suatu malam, istri Leonard diserang seorang misterius di dalam kamar mandi. Leonard yang berusaha menolong justru terluka di bagian kepala sehingga ia menderita anterograde amnesia.

memento5

Awww penyakit lupa ingatan model apa itu? Mirip seperti amnesia yang dikisahkan pada 50 First Dates (2004), amnesia ini terjadi setiap rentang waktu tertentu. Pada kasusnya Mas Leonard, lupa ingatan akan terjadi setiap sekitar 5 sampai 10 menit. Hal terakhir yang selalu akan Leonard ingat adalah peristiwa sebelum kepalanya terluka yaitu malam ketika istri Leonard diserang. Bagaimana dengan ingatan setelah peristiwa tersebut? Akan hilang setiap 5 sampai 10 menit. Untuk mengatasi masalah hilang ingatan ini, Leonard membuat catatan dan foto yang selalu ia bawa-bawa. Leonard bahkan membuat catatan penting dalam bentuk tato di sekujur tubuhnya. Dengan segala keterbatasannya, Leonard terus berusaha mencari orang yang menganiaya istri Leonard sekaligus menyebabkan kepala Leonard terluka. Penyakit yang tokoh utama derita cukup unik karena sepanjang film ia terpaksa untuk terus mempertanyakan siapa dan kepentingan sesungguhnya dari 2 karakter yang ia sering jumpai yaitu Teddy (Joe Pantoliano) dan Natalie (Carrie-Anne Moss).

memento3

memento4

memento6

memento7

Tidak hanya penyakit Leonard yang unik, namun alur cerita Memento (2000) juga unik. Alur cerita dibagi dua dengan urutan yang berbeda. Alur pertama bergerak mundur dari depan ke belakang dengan penggunaan warna normal. Alur yang kedua bergerak maju dari belakang ke depan dengan menggunakan warna hitam putih. Kedua alur cerita ini kemudian akan bertemu menjelang akhir film. Andaikan alur cerinya dibuat standard seperti film-film lain pada umumnya, Memento (2000) tentunya tidak akan semenarik ini.

memento9

memento8

memento2

Saya lihat Christopher Nolan, sang sutradara, berhasil membuat sebuah film yang kisahnya menarik, mampu membuat saya penasaran tanpa merasa terlalu kebingungan meskipun menggunakan 2 alur cerita yang arahnya berbeda. Memento (2000) sudah sepantasnya untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

The Dark Knight Rises (2012)

The Dark Knight Rises merupakan film ketiga dari trilogi film Batman arahan sutradara Christopher Nolan. Pada film pertama yaitu Batman Begins, diceritakan mengenai asal mula Bruce Wayne menjadi Batman. Sebelum menjadi Batman, Bruce Wayne (Christian Bale) dilatih oleh Ra’s Al Ghul & Laskar Bayangannya agar menjadi pribadi yang lebih kuat dan mampu memimpin Laskar Bayangan di kota Gotham kelak. Namun Bruce menghianati Ra’s Al Ghul ketika dia mengetahui bahwa Ra’s Al Ghul berencana untuk menghancurkan kota Gotham, Ra’s Al Ghul menganggap bahwa Gotham merupakan kota yang penuh “noda” dan harus dibumihanguskan. Setelah membakar markas besar Laskar Bayangan yang berpusat di Asia, Bruce kembali ke Gotham untuk melindungi kota tersebut dan menegakkan keadilan dengan menggunakan nama lain, Batman. Pada film kedua yaitu Dark Knight, Batman harus menghadapi Joker yang cerdik dan licik. Pada pertempuran ini Bruce alias Batman harus kehilangan sahabat masa kecilnya yang bernama Rachel. Selain itu dia juga terpaksa kehilangan sekutu utamanya dalam menumpas kejahatan di kota Gotham yaitu Harvey Dent.

Cerita pada film The Dark Knight Rises menceritakan keadaan 8 tahun setelah peristiwa pada The Dark Knight berakhir, Batman memang berhasil mengalahkan Joker dan memenjarakan ribuan penjahat, namun ia cukup terpukul akan kematian Harvey & Rachel. Bruce tidak mau menjadi Batman lagi dan menolak untuk keluar dari rumahnya. Ia lebih memilih untuk menyendiri dan menjalankan perusahaan dari rumahnya yang megah. Namun Bruce yang sudah lama tidak beraksi terpaksa keluar dari rumahnya untuk menolong Gotham sekali lagi karena Laskar Bayangan yang dahulu sudah dia kalahkan ternyata sudah memiliki pemimpin baru dan siap menghancurkan Gotham. Batman kali ini dibantu oleh Selina Kayle alias Catwoman (Anne Hathaway) dalam menghadapi Laskar Bayangan yang dipimpin oleh Bane (Tom Hardy). Pertanyaannya adalah apakah Bane benar-benar pemimpin baru Laskar Bayangan? Akan ada sedikit penghianatan pada film ketiga Batman ini. 🙂

Batman

Catwoman & Bat-Pod

The Bat

Model Aneka Tunggangan Batman

Batman The Dark Knight Rises

Bane Vs Batman

Durasi film The Dark Knight Rises lebih panjang daripada film kedua maupun pertama yaitu 164 menit, wheeew. Untunglah alur ceritanya tidak terlalu membosankan meski menurut saya alurnya serius banget ya, well Batman memang bukan film komedi so it’s ok. Adegan berantemnya biasa saja, namun peralatan yang dipakai oleh Batman kereeen, Batman sudah tidak pakai bat mobile lagi, tapi pakai motor dan pesawat. Menurut saya alur cerita & akhir dari cerita film ini lebih bagus daripada film yang kedua. Film Batman yang kedua berhasil membuat saya menguap di bioskop, syukurlah film yang ketiga ini tidak. Rasanya The Dark Knight Rises patut mendapat nilai 4 dari skala maksimal 5 yang artinya “Bagus”, saya tidak merasa rugi menontonnya di bioskop kemarin, cocok buat dijadikan hiburan menunggu waktu berbuka puasa. Dua jempol deh buat om Nolan.

Sumber: http://www.thedarkknightrises.com