Token, Taiwan Original Chicken

Token 1

Token adalah salah satu restoran terdekat dari rumah saya, yang terbilang sering saya kunjungi. Saya memilih singgah di Token karena restorannya bersih, nyaman dan porsinya sesuai dengan harganya. Token menyajikan hilangan ala Taiwan yang entah apakah benar dapat ditemui atau tidak di Taiwan sana :’D.

Mayoritas jenis hidangan yang Token sajikan adalah ayam goreng tepung tanpa tulang atau bento-bento yang dikombinasikan dengan nasi atau salad atau sup. Saya sendiri baru sempat mencicipi ali shan sunrise bento, fenchi hu station bento, hua lien memorable railway bento, fu long platform bento, chi sang station bento, Taiwan style braised minched chicken, yu shan enlightenment milk tea & mango green tea.

Ali shan sunrise bento konon merupakan menu andalan Token. Pada menu ini kita dapat menyantap ayam tanpa tulang goreng tepung berukuran XXL ala Taiwan seperti yang gerai-gerai Shihlin sajikan. Hanya saja bumbu yang yang ditaburkan ke atas ayam tersebut terasa gurih manis. Selain itu tak lupa ada nasi, salad dan sup yang menemaninya. Supnya beraroma ikan sekali tapi tidak amis dan terasa cukup ok ketika saya santap dengan ayam goreng tepungnya, yummm.

Ali Shan Sunrise Bento

Ali Shan Sunrise Bento

Ali shan sunrise bento memiliki 2 saudara kembar yaitu fenchi hu station bento & hua lien memorable railway bento. Kedua menu tersebut sama persis dengan ali shan sunrise bento hanya saja rasa dari taburan bumbu yang ditaburkan di atas ayam goreng tepungnya sedikit berbeda. Bumbunya fenchi hu station bento terasa sedikit pedas, sedangkan taburan bumbu hua lien memorable railway bento terasa sedikit masam dan gurih. Terus terang perbedaan rasa antara ketiga hidangan di atas hampir tak ada, perbedaan rasanya tidak terlalu terasa bagi lidah saya. Yang pasti rasanya sama-sama lumayan dan mampu membuat perut saya kenyang 🙂

Fu long platform bento mirip juga dengam ali shan sunrise bento, hanya saja ayam goreng tepungnya dipotong kecil-kecil sebelum digoreng dengan tepung sehingga rasanya lebih renyah, tapi otomatis rasa daging ayamnya menurun. Rasanya lumayan juga siy, bolehlaaa untuk variasi.

Fu Long Platform Bento

Fu Long Platform Bento

Tidak hanya menyajikan menu yang menggunakan daging ayam untuk ditemani oleh sup, salad dan nasi, Token juga menyajikan menu serupa yang menggunakan daging ikan, yaitu chi shang station bento. Rasanya sama sekali tidak amis dan mirip dengan ayam sehingga chi shang station bento cocok untuk dijadikan alternatif ketika kita ingin menyantap hidangan yang kadar kolesterolnya lebih rendah dan lebih berprotein.

Chi Sang Station Bento

Chi Sang Station Bento

Berbeda dengan menu-menu di atas, Taiwan style braised minched chicken merupakan semangkuk ricebowl yang terdiri dari nasi, ayam, telur, sayuran dan bawang. Rasanya kurang berbumbu dan relatif datar sehingga saya harus menambahkan cabe bubuk agar hidangan ini lebih terasa enak.

Taiwan Style Braised Minched Chicken

Taiwan Style Braised Minched Chicken

Yu shan enlightenment milk tea merupakan minuman teh susu dengan menggunakan gel atau jelly atau buble tapi teh yang dipergunakan adalah teh hijau. Jujur rasanya agak aneh, saya lebih suka teh susu biasa, hehehe.

Yu Shan Enlightenment Milk Tea

Yu Shan Enlightenment Milk Tea

Mango green tea merupakan minuman teh hijau dengan tambahan rasa mangga yang menyegarkan, rasa memang segar, I like it.

Mango Green Tea

Mango Green Tea

Semua hidangan di atas dapat kita temui di Token yang setahu saya terletak di:

  1. Apartemen Menteng Square, Tower A, Jl. Matraman Raya No. 30E, Cikini, Jakarta Pusat.
  2. Green Bay Pluit, Tower G/LGM No. 25 – 29. Jl. Pluit Karang Ayu 3, Pluit, Jakarta Utara.
Bagian Dalam Token

Bagian Dalam Token

Bagian Dalam Token

Bagian Dalam Token

Saya lihat strategi Token adalah membuka cabang di dalam lingkungan apartemen, bukan mall. Karena hadir di lingkungan apartemen-lah saya mampir di Token, setiap hari saya pasti melewati restorannya dan melihat orang-orang makan di sana.

Secara keseluruhan hidangan ala Taiwan-nya Token layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Ok-lah untuk dijadikan menu makan malam sepulang seharian penat kerja & bermacet-ria, bisa pesan antar langsung ke rumah pula ;).

**************************************Update13/02/2016**************************************
Cabang yang di Apartemen Menteng Square sudah tutup

Gado-Gado Bon Bin, Meracik Gado-Gado Sejak 1960

Bon Bin 1

Terletak di Jl. Cikini 4 No. 5, Jakarta Pusat, Gado-Gado Bon Bin sudah beroperasi sejak 1960. Namanya menggunakan Bon Bin yang merupakan kepanjangan dari Kebun Binatang. Jl. Cikini 4 dahulu kala namanya memang Jl. Kebun Binatang sebelum Kebun Binatang Jakarta pindah ke Ragunan. Karena sudah memiliki nama sejak lama, maka Gado-Gado Bon Bin sudah memiliki pelanggan tetap meskipun kondisi restorannya tergolong sederhana dan kuno. Harganya pun tergolong mahal untuk ukuran gado-gado.

Bon Bin 2

Gado-gado yang dihidangkan Gado-Gado Bon Bin menggunakan bumbu kacang yang sangat halus dan kental. Bumbu kacang tersebut disiramkan ke atas kacang panjang, kangkung, toge, lontong dan lain-lain. Tidak lupa ada emping dan kerupuk udang diletakkan di atas taburan bumbu kacang. Bahan-bahan yang dipergunakan terasa segar dan berkualitas. Ada catatan khusus bagi lontong yang dipergunakan, lontongnya sangat padat dan kenyal, pokoknya berbeda dengan lontong-lontong yang saya santap di warung gado-gado lainnya.

Bon Bin 3

Kombinasi rasa gado-gado di Gado-Gado Bon Bin lumayan enak, yaaah not bad lahhh. Sayang Gado-Gado Bon Bin sama sekali tidak pedas. Walaupun saya sudah menambahkan tambahan sambal yang disediakan, tetap kurang pedas.

Bon Bin 4

Saya rasa Gado-Gado Bon Bin layak untuk mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Nilai yang terbilang cukup bagus dari seseorang yang lebih doyan daging dibandingkan sayuran :).

Bubur Cikini, Buburnya HR Sulaiman

Bubur Ayam Cikini HR Sulaiman sudah berdiri sejak 1987. Awalnya Pak Sulaiman berjualan martabak, kemudian dia mencoba berjualan bubur, eh lama kelamaan justru buburnya jadi lebih terkenal ketimbang martabaknya. Bubur yang disajikan oleh restoran ini menggunakan bahan pilihan sehingga harganya juga harga pilihan hehee. Berasnya menggunakan beras dengan kualitas yang baik, kemudian kecapnya khusus menggunakan kecap manis Oedang Sari & kecap asin Tjap Tiga Jari yang khusus didatangkan dari Cirebon.

Lokasi BurCik

Bagian dalam BurCik

Bubur Ayam Telur

Komposisi buburnya sendiri mirip seperti bubur ayam lain yaitu bubur diberi kuah kari ayam, daging ayam, cakwe & emping. Kemudian pelanggan juga dapat memesan apakah buburnya hendak ditambahkan telur atau sate ati ampela atau bubur ayam saja. Sate ati ampelanya mirip sate ati ampela di tukang bubur lain, sementara telurnya dikubur diletakkan di dalam bubur sehingga kita bisa menemukan telurnya bila buburnya kita aduk. Walaupun tekstur buburnya lembut, rasa bubur ayamnya secara keseluruhan  cenderung kurang “berbumbu” jadi kita harus menambahkan sendiri sambal & merica. Menurut saya rasa bubur di restoran ini hanya dapat memperoleh nilai 3 dari skala maksimal 5 yang artinya “Lumayan”. Bila anda tertarik mencicipi Bubur legendaris ini, silahkan mampir ke  Jl. Cilosari 121-A, Cikini, Jakarta Pusat. 🙂