Knives Out (2019)

Kisah detektif selalu menjadi sesuatu yang menarik bagi saya. Ketika masih sekolah dulu, novel detektif dari Alfred Hitchcock dan Agatha Christie sudah menjadi bacaan saya. Sayang beberapa kisah detektif yang diangkat ke layar kaca, tidak sebagus novelnya. Mungkin juga hal ini dikarenakan saya sudah tahu jalan cerita beserta akhir ceritanya :’D. Knives Out (2019) tidak dibuat berdasarkan novel apapun. Jadi saya benar-benar buta akan film ini. Trailer-nya saja belum pernah lihat hehehee.

Berbeda dengan beberapa film detektif yang pernah saya lihat, mayoritas sudut pandang Knives Out (2019) justru dilihat dari sisi seorang Marta Cabrera (Ana de Armas), salah satu tersangka pembunuhan. Marta adalah perawat dari seorang penulis novel misteri terkenal, Harlan Thrombey (Christopher Plummer). Harlan tewas meninggalkan anak-anak dan cucu-cucunya yaitu Walter “Walt” Thrombey (Michael Shannon), Donna Thrombey (Riki Lindhome), Jacob Thronbey (Jaeden Martell), Joni Thrombey (Toni Collete), Megan “Meg” Thrombey (Katherine Langford), Linda Drysdale (Jamie Lee Curtis), Richard Drysdale (Don Johnson), dan Hugh Ransom Drysdale (Chris Evans). Tak lupa pula ibu Harlan yang sudah sangat uzur, Wanetta Thrombey (Katherine Elizabeth Borman). Yahh itulah nama-nama tersangka atas sebuah kasus yang masih dipersebatkan apakah itu merupakan kasus kriminal atau murni hanya bunuh diri saja.

Detektif Benoit Blanc (Daniel Craig) beserta kepolisian setempat datang ke TKP dan melakukan penyelidikan. Melihat bagaimana Blanc melakulan penyelidikan, sungguh unik apalagi kalau dilihat dari sudut pandang salah satu tersangka. Setiap tersangka pada kasus ini memiliki ketergantungan finansial terhadap Harlan. Bahkan tersangka yang pada awalnya minim motif, tiba-tiba memiliki motif.

 

Saya suka dengan bagaimana Knives Out (2019) memutar-mutar fakta yang ada. Film ini sukses membuat saya penasaran dan sama sekali tidak mengantuk sampai akhir film. Akhir film ini ya sebenarnya biasa saja dan tidak terlalu mengejutkan, tapi jalan ceritanya sungguh menarik. Banyaknya karakter yang terlibat sama sekali tidak membuat saya kebingungan. Latar belakang dan motif setiap tersangka berhasil disampaikan dengan sangat informatif. Komedi hitam yang ada di dalamnya pun mengena meski agak sedikit basi :’D.

Tanpa saya duga, ternyata akting Daniel Craig terbilang sangat baik. Ketila melihat karakter detektif yang ia perankan, saya sama sekali tidak melihat James Bond di sana. Craig seolah menjadi detektif handal dengan aksen koboy yang kental.

Saya rasa, Knives Out (2019) adalah film detektif terbaik sepanjang tahun 2019. Film arahan Rian Johnson ini sudah sepantasnya untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: knivesout.movie

Spectre (2015)

Spectre1

Tidak terasa sudah hampir 10 tahun lamanya Daniel Craig memerankan tokoh mata-mata paling populer di dunia, James Bond. Spectre (2015) merupakan film keempat Bond bagi Daniel setelah Casino Royale (2006), Quantum of Solance (2008) dan Skyfall (2012). Spectre sendiri sebenarnya merupakan singkatan dari Special Executive for Counter-intelligence, Terrorism, Revenge and Extortion, sebuah organisasi kriminal yang melatarbelakangi semua prahara yang terjadi pada ketiga film Bond sebelum Spectre (2015). Uniknya, organisasi ini menggunakan gurita sebagai lambangnya, mirip lambang Hydra, musuhnya Captain Amerika di dunia Marvel, entah siapa yang meniru siapa x__x.

Spectre9

Spectre2

Itulah kenapa anggota Spectre biasa menggunakan cincin dengan ukiran gurita. Cincin inilah yang Bond temukan ketika ia sedang menjalankan instruksi terakhir M (Judi Dench) sebelum M tewas pada Skyfall (2012). Pada Spectre (2015), Gareth Mallory (Ralph Fiennes) sudah diangkat menjadi M menggantikan M sebelumnya yang tewas. Di London, M yang baru ini menghadapi tekanan untuk membubarkan MI6 dan mematikan program 00. Cara kerja program 00 termasuk agen 007, James Bond, dinilai sudah kadaluarsa. Di era yang serba canggih ini, mata-mata seperi Bond tidak lagi diperlukan. Program Nine Eyes digadang-gadang untuk menggantikan fungsi program 00. Nine Eyes sendiri merupakan gabungan database dari seluruh organisasi espionase dunia yang diolah oleh komputer canggih sehingga dunia dapat diawasi dan dijaga keamanannya. Sebenarnya timbulah masalah klasik, kalau memang Nine Eyes mampu mengawasi segalanya, maka siapakah yang mengawasi Nine Eyes?

Tekanan bagi M semakin besar setelah Bond melakukan berbagai operasi yang hasilnya kortroversial. Bond melakukan ini ketika Bond sedang membongkar dan menyelidiki Spectre. Bond kembali bertemu dengan salah satu karakter antagonis dari Casino Royale (2006) dan Quantum of Solance (2008) yaitu Mr. White (Jesper Christensen). Kedua film Bond tersebut hadir pada 2006 dan 2008, di Skyfall (2012) saja perihal Mr. White tidak diangkat ke permukaan. Otak saya agak hang ketika tiba-tiba Mr. White dan masa lalu Bond terkait Casino Royale (2006) dan Quantum of Solance (2008) diangkat dengan cara yang kurang komunikatif, seolah-olah para penonton masih ingat dan hafal betul apa yang telah terjadi pada kedua film Bond tersebut :(.

Spectre11

Spectre14

Spectre7

Spectre8 Spectre5

Spectre13

Spectre10

Spectre6

Selain itu, entah kenapa terdapat kebodohan-kebodohan film-film masa lalu Hollywood pada Spectre (2015). Tokoh antagonis membeberkan semua rencana jahatnya kepada tokoh protagonis tanpa alasan yang kuat. Kemudian ketika tokoh protagonis ditangkap, kenapa tidak langsung dibunuh? Tokoh antagonis justru sibuk berbicara, berbicara dan berbicara . . .  aaaaaahhh tokoh jahat yang bodoh, pantas Mr. Bond bisa meloloskan diri dan meraih kemenangan :P.

Spectre3

Spectre4

Saya melihat penurunan kualitas yang jelas pada Spectre (2015) dibandingkan Skyfall (2012). Agak mengecewakan memang, lokasi syuting yang bagus dan adegan aksi yang keren, dipergunakan di dalam sebuah film yang kurang bagus ceritanya. Bagi saya pribadi, Spectre (2015) hanya mampu memperoleh nilai 2 dari skala maksimum 5 yang artinya “Kurang Bagus”, sorry Mr. Bond.

Sumber: www.007.com/spectre/

Skyfall (2012)

Skyfall adalah film Bond yang ke-23, cerita tentang agen mata-mata Inggris yang legendaris dan sudah ada sejak saya belum lahir. Film ini diawali dengan adegan kejar-kejaran antara James Bond (Daniel Craig) dengan seseorang yang bernama Patrice. Patrice berhasil mencuri hardisk yang memuat daftar nama agen-agen MI6 yang sedang melakukan penyamaran, sedangkan Bond sendiri jatuh ke sungai setelah secara tidak sengaja tertembak oleh peluru dari senapan agen MI6 lainnya. Bond dinyatakan tewas dan London dilanda teror bom. Otak dari teror di London dan pencurian daftar agen MI6 adalah orang yang sama, orang yang memendam rasa dendam kepada atasan Bond, M (Judi Dench).
Sudah bisa ditebak, Bond pasti tidak tewas meski sudah dinyatakan tewas oleh MI6. Bond kembali ke London untuk merebut kembali daftar nama agen-agen MI6 dan menghentikan teror yang melanda London. Q mengizinkan Bond untuk langsung kembali bertugas meski Bond belum 100% pulih, menembak tepat ke sasaran saja belum bisa (x_x). Dalam melakukan misinya, Bond tentunya tidak sendiri tapi dibantu oleh Q yang baru (Ben Whishaw) & Moneypenny (Naomi Harris).

Menurut saya sejauh ini Skyfall adalah film Bond terbaik yang pernah saya tonton karena film ini tidak terus menerus menunjukkan adegan action, sesekali ada adegan atau kata-kata yang lucu, jadi kan tidak membosankan. Jalan ceritanya sendiri lumayan bagus, tidak terlalu mudah ditebak seperti film-film Bond terdahulu yang pernah saya tonton. Bond pada Skyfall tidak dilengkapi oleh peralatan yang canggih-canggih, cukup simple dan klasik, tapi justru hal ini yang menarik, jaman sekarang sudah terlalu banyak film yang menampilkan si jagoan menang dengan dibantu alat-alat yang futuristik & canggih. Filmnya Mister Bond kali ini layak mendapat nilai 4 dari skala nilai maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Good job Mister Bond!

Sumber: http://www.skyfall-movie.com/site/