The Maltese Falcon (1941)

The Mantese Falcon

The Maltese Falcon (1941) merupakan film hitam putih yang disebut-sebut sebagai film detektif terbaik sepanjang masa. Saya sendiri sudah mendengar tentang film ini tapi baru sempat menontonnya beberapa minggu yang lalu, ketika anak istri sedang mudik. Mantese Falcon, yang menjadi judul film ini, adalah sebuah patung burung terbuat dari emas yang menjadi rebutan banyak orang. Intrik-intrik dalam perebutan patung inilah yang menjadi daya tarik The Maltese Falcon (1941).

Film ini diawali ketika seorang detektif swasta, Sam Spade (Humphrey Bogart), menyelidiki kematian rekannya yang sedang menyelidiki sebuah kasus atas permintaan Ruth Wonderly (Mary Astor). Semakin dalam Sam menyelidiki, semakin dalam pula keterlibatan Sam di dalam perebutan Mantese Falcon. Dalam perebutan Mantese Falcon, Sam terpaksa harus berhadapan dengan Joel Cairo (Peter Lorre), Kasper Gutman (Sydney Greenstreet) dan Wilmer Cook (Elisha Cook Jr.). Selain itu pihak kepolisian terus mencurigai Sam atas terbunuhnya rekan Sam. Ada indikasi Sam membunuh rekannya agar Sam dapat menikahi istri rekan Sam sendiri.

The Mantese Falcon

The Mantese Falcon

The Mantese Falcon

Di sini terlihat bahwa Sam bukanlah orang suci, tapi Sam tetap merupakan detektif handal yang cerdik. Karakter Sam yang keras dan dingin, diperankan dengan sangat baik oleh Opa Bogart. Pada film ini ia memang menjadi pusat perhatian dan nampak menonjol.

The Mantese Falcon

Pada dasarnya The Maltese Falcon (1941) sangat minim latar belakang tempat kejadian dan relatif hanya didominasi oleh dialog-dialog antara Sam, Ruth, Joel, Kasper dan Wilmer. Sebagai karakter yang sesekali muncul selain mereka hanya ada sekretaris Sam, kapten kapal dan 2 orang polisi. Sangat sedikit sekali yaaaa :’D. Tapi saya rasa inilah yang menakjubkan dari The Maltese Falcon (1941). Keseluruhan film terasa menarik untuk diikuti. Jalan cerita dan dialog-dialognya terbilang bagus dan mampu membuat saya penasaran. Mereka dapat melakukan itu semua tanpa special effect abad 21 atau ribuan figuran loh, kereeeen.

The Mantese Falcon

Sudah pasti The Maltese Falcon (1941) merupakan salah satu film misteri dan detektif terbaik yang pernah saya tonton. The Maltese Falcon (1941) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Iklan

Chinatown (1974)

chinatown1

Sewaktu ditinggal istri mudik beberapa minggu yang lalu, saya memilih untuk menonton film-film misteri atau detektif. Pilihan saya jatuh ke film detektif lawas yang sempat populer di masanya, Chinatown (1974). Pada film ini dikisahkan bahwa J.J. “Jake” Gittes (Jack Nicholson) menyelidiki kasus dugaan perselingkuhan yang berkembang menjadi kasus pembunuhan. Jake merupakan detektif swasta dengan spesialisasi kasus-kasus perceraian. Sebelum menjadi detektif swasta, Jake sempat menjadi detektif kepolisian di wilayah Chinatown atau Pecinaan. Apakah inilah kenapa judul film ini Chinatown? Hhmmm, saya rasa antara ya dan tidak.

chinatown7

Pengalaman Jake bekerja di Pecinaan menyisakan berbagai kenangan pahit yang sepertinya terpaksa harus terulang kembali. Berbeda dengan sekarang, Pecinaan di era tersebut memang seperti daerah yang tidak terlalu dipedulikan sehingga berlaku hukum rimba di sana. Apa yang terjadi di Pecinaan tidak akan dipedulikan dan akan tetap menjadi rahasia umum orang-orang Pecinaan.

Jake tidak mempedulikan atas pengalaman di Pecinaan dan terus berusaha melakukan hal yang benar. Apa hasilnya? Aahhh, jauh dari kata memuaskan, jangan harap Chinatown (1974) memiliki akhir yang bahagia bak dongeng Putri Salju. Akhir dari film ini sangat tidak menyenangkan dan seolah mengajarkan untuk tidak berusaha melalukan hal yang benar hehehehe. Mungkin pesan moralnya lebih ke arah kalaupun melakukan sesuatu yang benar dan gagal, maka terimalah sebab takdir tak dapat diubah :’/.

chinatown4

chinatown5

chinatown6

chinatown3

Terlepas dari akhir yang kurang saya sukai, alur film ini menarik dan saya menikmati ketika melihat bagaimana Jake melakukan penyelidikannya. Terdapat banyak belokan dan kejutan di sana dan di sini. Bahkan dapat dikatakan terdapat sebuah kejutan akan perbuatan asusila yang jarang ditemui pada saat Chinatown (1974) dirilis.

chinatown2

Walaupun didukung akting Jake Nicholson yang meyakinan, saya rasa Chinatown (1974) hanya dapat memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Ini hanya pendapat pribadi lhooo, maaf kalau berbeda, sebab di luar sana film ini dianggap sebagai salah satu film detektif terbaik sepanjang masa.

Zootopia (2016)

zootopia1

Zootopia (2016) adalah film animasinya Walt Disney yang bercerita mengenai kota Zootopia. Apa istimewanya Zootopia? Kota tersebut dihuni oleh berbagai hewan, mulai dari yang mungil sampai yang besar, mulai dari herbivora sampai karnivora. Divergensi merupakan daya tarik Zootopia, semua dapat menjadi apapun. Setidaknya itulah yang Judy Hopps (Ginnifer Goodwin) percaya sejak kecil.

zootopia11

Jody merupakan seekor kelinci yang tumbuh dipeternakan wortel milik keluarganya. Sejak kecil ia bercita-cita untuk menjadi polisi, sebuah pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh hewan-hewan bertubuh besar seperti gajah, banteng, macan dan lain-lain. Setelah melalui berbagai rintangan, akhirnya Judy berhasil menjadi kelinci pertama yang menjadi polisi dan ditugaskan di kepolisian Zootopia. Sayang karena tubuhnya yang mungil dan stigma bahwa kelinci itu “imut” dan kurang “garang”, maka iapun disepelekan dan diberikan tugas sebagai penjaga parkir oleh atasannya.

zootopia10

zootopia9

zootopia7

zootopia6

Apakah Judy menerima nasibnya begitu saja? Tentu tidak. Pada suatu kesempatan, Judy berhasil mendesak atasannya agar Judy ditugaskan untuk mencari hewan yang hilang, sebuah tugas yang lebih serius dan dapat dijadikan ajang pembuktian.

zootopia4

zootopia8

Untuk melacak hewan yang hilang, Judy bekerjasama dengan Nicholas P. “Nick” Wilde (Jason Bateman), seekor rubah yang berprofesi sebagai penipu karena stigma di masyarakat yang menganggap bahwa rubah merupakan hewan cedik namun licik, tidak dapat dipercaya. Hey bukankah di Zootopia kabarnya semua dapat menjadi segalanya? Aahhh slogan, hanyalah slogan. Stigma masyarakat terhadap hewan tertentu terus menempel walaupun cap tersebut belum tentu benar.

zootopia3

zootopia5

zootopia2

Di sini Judy dan Nick harus dapat membuktikan bahwa cap masyarakat terhadap suatu jenis hewan tertentu tidaklah tepat. Judy yang dimasa kecilnya pernah berselisih dengan rubah, harus dapat bekerjasama dengan rubah lain yang sifatnya belum tentu sama dengan rubah yang Judy temui saat ia masih kecil dulu.

Saya lihat Zootopia (2016) berhasil memberikan cerita dengan pesan moral yang baik dengan balutan humor dan gambar yang bagus pula. Ceritanya memang tidak terlalu lucu, tapi unsur misterinya relatif terlihat meskipun saya sudah dapat menebak siapa penjahat sesungguhnya di pertengahan cerita. Jarang-jarang nih ada film detektif seperti Zootopia (2016).

Akhir kata, Zootopia (2016) sekali lagi menunjukkan kepada saya bahwa Walt Disney masih mampu membuat film yang bagus di tengah-tengah persaingan yang sengit. Lihat saja tahun 2016 ini ada berapa film animasi yang masuk bioskop. Saya rasa Zootopia (2016) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.



Sumber: http://www.disneyanimation.com/projects/zootopia

Serial NCIS, NCIS: Los Angeles & NCIS: New Orleans

ncis1

Awalnya saya pikir serial NCIS adalah serial CSI kawe 2, karena singkatan NCIS agak asing bagi saya dan pertama kali saya melihat iklan NCIS adalah ketika serial CSI sedang berjaya. Serial NCIS sendiri hadir pertama kali pada tahun 2003. Kemudian hadir 2 spin off dari serial ini yaitu serial NCIS: Los Angeles pada 2009 dan serial NCIS: New Orleans pada 2014.

Serial NCIS yang hadir mulai tahun 2003 menghadirkan sekelompok tim NCIS di bawah pimpinan Leroy Jethro Gibbs (Mark Harmon) yang kharismatik dan penuh pengalaman. Dalam menjalankan tugasnya, Gibbs dibantu oleh agen-agen lain seperti Anthony DiNozzo (Michael Weatherly), Timothy McGee (Sean Murray), Abby Sciuto (Pauley Perrette), Donald “Ducky” Mallard (David McCallum) dan lain-lain. Mereka bekerja di markas NCIS Washington DC dan menangani kasus-kasus NCIS di sekitar Washington DC. Di sela-sela penanganan kasus, serial ini membubuhkan beberapa komedi ringan yang mayoritas disumbang oleh DiNozzo, tapi entah kenapa lelucon yang dihadirkan terasa hambar bagi saya pribadi, hohohoho.

ncis13

ncis6

ncis7

ncis9

Sementara itu pada NCIS: Los Angeles dikisahkan bahwa NCIS bekerja sama dengan kepolisian Los Angeles dengan membentuk sebuah satuan tugas khusus. Di sana terdapat G. Callen (Chris O’Donnell), Sam Hanna (LL Cool J), Kensi Blye (Daniela Ruah), Marty Deeks (Eric Christian Olsen), Eric Beale (Barrett Foa), Nell Jones (Renée Felice Smith) dan lain-lain. Di sini terdapat banyak terjadi “cinta lokasi”, jadi saya lihat banyak terdapat flirting antara Kensi dan Deeks yang pada akhirnya sempat menjadi pasangan kekasih. Selain mereka ada pasangan lagi yang agak malu-malu kucing yaitu Eric dan Nell. Whaa bagaimana dengan Callen dan Sam? Mereka bukan pasangan LGBT kok hehehehe. Sam dan Callen adalah ujung tombak NCIS cabang Los Angeles yang handal.

ncis-la8

ncis-la4

Belum puas dengan 1 spin off, NCIS kembali menghadirkan 1 spin off lagi yaitu NCIS: New Orleans. Mengambil kotanya musik blues yang tidak seramai Washington dan Los Angeles, tim NCIS pada serial NCIS: New Orleans ini menangani berbagai kasus di sekitar sungai Missisipi sampai Texas. Dwayne Cassius Pride (Scott Bakula) hadir sebagai Gibbs-nya NCIS: New Orleans. Pride merupakan pemimpin tim NCIS cabang New Orleans yang memiliki ciri fisik dan karakteristik mirip dengan karakter Gibbs pada serial NCIS. Pride dibantu pula oleh beberapa agen NCIS seperti Christopher LaSalle (Lucas Black), Sebastian Lund (Rob Kerkovich), Loretta Wade (CCH Pounder), Patton Plame (Daryl “Chill” Mitchell) dan lain-lain. Mirip seperti serial NCIS, serial NCIS: New Orleans juga menyisipkan beberapa lelucon ringan. Bedanya, lelucon ringan NCIS: New Orleans rasanya lebih mengena dan tidak ketinggalan jaman. Latar belakang kota New Orleans pun memberikan nuansa yang berbeda pada serial ini. Rasanya saya paling suka dengan serial NCIS: New Orleans dibandingkan 2 serial NCIS lainnya.

ncis-orleans3

ncis-orleans2

ncis-orleans5

ncis-orleans6

ncis-orleans1

ncis-orleans7

ncis-orleans4

Apapun serialnya, setiap tim NCIS pada ketiga serial di atas pasti terdiri dari tim lapangan, ahli IT dan ahli otopsi. Mereka memadukan keahlian masing-masing untuk menyelesaikan kasus-kasus NCIS yang bernuansa polisi dan militer. Tapi tunggu dulu, NCIS memangnya kepanjangan dari apa sih? NCIS sendiri sebenarnya ternyata merupakan kepanjangan dari Naval Crime Ivestigative Service dan lembaga ini ternyata memang benar-benar ada di Amerika sana loh. Ah jelas saja saya tak kenal NCIS, NCIS memang kalah pamor dibandingkan FBI dan CIA yang sering sekali diangkat di film-film. Tujuan dari NCIS sendiri adalah menyelidiki dan menggagalkan segala kegiatan kriminal, terorisme dan espionase asing yang berhubungan dengan korps marinir dan angkatan laut Amerika Serikat.

Dengan demikian maka kasus-kasus yang hadir pada serial NCIS akan selalu berkaitan dengan korps marinir dan angkatan laut Amerika Serikat. Ingat, Amerika Serikat :’D. Saya tekankan kata-kata Amerika Serikat karena serial NCIS menampilkan kisah dengan latar belakang sesuai politik Amerika Serikat yang sangat memihak Israel dan sangat hobi memburu teroris di Timur Tengah. Tapi saya perhatikan mayoritas kasus-kasus yang diangkat pada serial NCIS merupakan kasus kriminal yang tidak berhubungan dengan misi atau tugas seorang tentara Amerika Serikat. Tapi yaaa sekalinya kisah yang diangkat berhubungan dengan tugas seorang tentara, yaaa sudah bisa ditebak, Israel akan menjadi kekasih tercinta NCIS dan wilayah Timur Tengah seolah menjadi sarang teroris. Aahhhh serial ini sangat Amerika sekali.

Secara garis besar, kasus-kasus yang dihadirkan terbilang biasa saja dan saya kurang suka dengan keberpihakan Amerika yang kadang terlalu ditonjolkan pada ketiga serial di atas. Saya rasa ketiganya masih bisa untuk untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Tidak jelek tapi tidak bagus juga, yaaaa begitulah, lumayan untuk dijadikan hiburan ringan.

Serial Sherlock

Sherlock1

Siapa yang tak kenal Sherlock Holmes? Detektif Inggris paling terkenal di dunia. Pada awalnya, tokoh karangan Sir Arthur Conan Doyle ini muncul di majalah-majalah pada tahun 1887. Latar belakang kisah-kisah Sherlock Holmes pun seputaran Inggris era 1880-an sampai 1914-an. Kemudian Sherlock muncul di novel-novel dan beberapa film, salah satunya adalah film seri produksi BBC yaitu Sherlock.

Pada serial Sherlock, dikisahkan bahwa Sherlock Holmes (Benedict Cumberbatch) hidup di abad 21. Bersama-sama dengan sahabat karibnya, Dr. John Watson (Martin Freeman), Sherlock menangani berbagai kasus misterius. Pada awalnya kasus-kasus yang Sherlock tangani merupakan kasus-kasus yang pernah dikisahkan Sir Arthur Conan Doyle zaman dahulu kala, tapi kisah tersebut diadaptasi sehingga cocok dengan keadaan abad 21, bukan abad 18. Adaptasi dari kisah-kisah ini cukup menghibur karena dilakukan dengan takaran yang tepat. Kemudian mulai muncul kisah-kisah yang tidak dikisahkan pada cerita Sherlock Holmes asli karya Sir Arthur Conan Doyle. Kisah-kisah tersebut juga termasuk lumayan bagus, dapat membuat saya penasaran.

Sherlock2

Sherlock7

Sherlock Sherlock12

Lama kelamaaan nama Sherlock semakin meroket dan dikenal publik Inggris, ia pun menghadapi lawan-lawan yang semakin menantang seperti Jim Moriarty (Andrew Scott) dan Charles Augustus Milverton (Lars Mikkelsen). Keduanya merupakan tokoh antagonis cerdik yang mampu membuat Sherlock mati langkah. Saya melihat penyelesaian tak terduga dari Sherlock ketika menghadapi keduanya meskipun saya melihat beberapa celah pada beberapa ceritanya. Pada beberapa kesempatan, rasanya kedua lawan Sherlock tersebut memiliki kesempatan dan kekuatan untuk membunuh Sherlock, tapi Sherlock tetap hidup karena lawannya terlalu banyak bicara atau terlalu menikmati persaingan melawan Sherlock :’D.

Sherlock15

Sherlock10

Yaaah, lawan-lawan Sherlock memang agak eksentrik seperti Sherlock. Menurut saya, keunikan serial Sherlock produksi BBC  ini dibandingkan Sherlock-Sherloc-kan lainnya adalah karakter eksentrik Sherlock holmes yang Benedict Cumberbatch bawakan. Sherlock Holmes versi Benedict agak arogan, sombong, narsis, anti sosial, seenaknya sendiri dan kurang pintar dalam hal perasaan. Di sinilah gunanya Watson, Watson dapat menyeimbangkan kekurangan Sherlock tersebut sehingga Sherlock dapat memanfaatkan ketelitian dan kecemerlangan otaknya untuk memecahkan kasus yang ada di depan mata. Sherlock memiliki istana pikiran yang mampu menghasilkan analisa cemerlang khas Sherlock Holmes.

Sherlock8

Sherlock5

SHERLOCK

Sherlock6

Aaahhh sayang kedekatan Sherlock dengan Watson terkadang dianggap seperti hubungan gay bagi beberapa rekan saya yang memiliki fantasi agak menyimpang :P, saya rasa kedekatan mereka masih dalam batas wajar. Dahulu kala, ketika LGBT belum seperti sekarang ini, melihat 2 sahabat pria kemana-mana berdua bukanlah hal yang “mencurigakan”. Sekarang? yaaah jadi ada praduga aneh-aneh, apalagi kalau keduanya belum menikah, kalaupun sudah menikah nanti dibilang AC-DC :P.

Sherlock14

Terlepas dari hal di atas, serial Sherlock mampu menghibur saya. Terlebih lagi serial ini lebih memilih untuk menghasilkan episode yang jam tayangnya lebih panjang daripada menghasilkan episode-episode dengan jam tayang yang lebih singkat tapi terus bersambung. Tak heran kalau dalam 1 musim pemutaran Sherlock, hanya ada 3 episode. Saya kurang suka dengan serial-serial yang bersambuuuuung terus di setiap episodenya, kecuali kalau serial tersebut memang benar-benarrr menarik. Walaupun bukan serial detektif terbaik yang pernah saya tonton, Sherlock masih layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus” :).

 Sumber: www.bbc.co.uk/programmes/b018ttws

Serial Body of Proof

Body of Proof 1

Satu lagi film seri yang sering saya & istri saya tonton, Body of Proof judulnya. Film seri Body of Proof ini mengambil penggalan kisah kehidupan Dr. Megan Hunt (Dana Delany), seorang dokter bedah syaraf yang beralih profesi menjadi penyelidik medis di kepolisian.

Dr. Hunt mengalami kecelakaan mobil yang menyebabkan beberapa syaraf tangannya bermasalah, ia tidak dapat lagi melakukan operasi bedah syaraf yang memerlukan presisi tinggi. Kemudian Dr. Hunt banting setir menjadi penyelidik medis kepolisian yang sering berinteraksi dengan mayat korban pembunuhan. Saya lihat Dr. Hunt ini memiliki karakter yang “ngeyel”, ceplas ceplos, sulit diatur dan optimistis. Karakter inilah yang membawa Dr. Hunt pada kesuksesan di profesi barunya sebagai penyelidik medis. Dengan pengetahuan medis yang mumpuni, disertai dengan insting yang baik, Dr. Hunt berhasil memecahkan kasus-kasus pembunuhan yang mampir ke meja otopsinya.

Body of Proof 8

NICHOLAS BISHOP, DANA DELANY, GEOFFREY AREND

Body of Proof 6

Body of Proof 5

DANA DELANY, WINDELL D. MIDDLEBROOKS

Body of Proof 11

Body of Proof 9

Kesuksesan memecahkan berbagai kasus tidak diikuti oleh kesuksesan dalam kehidupan pribadi Dr. Hunt. Status Dr. Hunt adalah orang tua tunggal, ia sudah bercerai dan memiliki 1 anak perempuan dari pernikahannya tersebut. Ibu Dr. Hunt adalah seseorang yang berkuasa di pemerintahan. Hubungan antara ibu Dr. Hunt dengan Dr. Hunt sendiri pada awalnya kurang dekat dan cenderung bermasalah, Ayah Dr. Hunt sendiri sudah lama meninggal dengan dugaan karena bunuh diri. Hubungan antara Dr. Hunt dengan anak semata wayangnya pun, penuh masalah dan konflik, masalah yang harus seorang orang tua tunggal menghadapi anaknya yang semakin hari semakin tumbuh dewasa. Menjaga keseimbangan antara karir dan kehidupan pribadi menjadi PR tambahan bagi Dr. Hunt.

Body of Proof 10

Body of Proof 4

Body of Proof 3

Body of Proof memang mengambil latar belakang yang mirip dengan film seri CSI, namun kadar drama Body of Proof tentunya relatif lebih kental. Hal inilah yang menyebabkan Body of Proof sering ditonton oleh saya dan istri saya bersama-sama. Saya senang karena ada unsur misteri dan investigasi. Sementara itu istri saya senang karena ada dramanya. Namun karena agak “nanggung” terkadang kasus-kasus yang dihadirkan terkadang kurang menarik, Dr. Hunt nampak berperan sangat besar melampaui peranannya sebagai penyelidik medis, ia mengikuti aksi interogasi, pengejaran tersangka dan lain-lain. Hal ini agak mustahil dan tidak masuk akal. Drama yang munculpun kebanyakan adalah drama keluarga biasa. Saya rasa Body of Proof pantas untuk mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”.

22 Jump Street (2014)

22 Jump St 1

Pada waktu TK dulu saya sering menonton film seri 21 Jumpt Street di RCTI. Tidak terasa serial TV tersebut sudah diangkat ke layar lebar dan sekuelnya sudah hadir di bioskop-bioskop pada bulan Juni ini. Melanjutkan film layar lebar 21 Jump Street (2012), kini hadir sekuelnya dengan judul yang mirip, 22 Jump Street (2014).

Kali ini duet polisi bocor, Schmidt (Jonah Hill) dan Jenko (Channing Tatum) kembali ditugaskan untuk menyamar. Mereka tidak ditugaskan untuk menyamar di SMA lagi, melainkan di sebuah perguruan tinggi. Kedua sahabat ini melakukan penyelidikan atas kematian seorang mahasiswi yang tewas setelah mengkonsumsi narkoba jenis baru, whyphy. Karena latar belakang dan kemampuan yang bertolak belakang, tugas penyamaran ini kembali menguji seberapa besar kekompakan Shmidt & Jenko.

22 Jump St 10 22 Jump St 5

Jenko yang berbadan besar namun agak telmi menjadi pemain andalan di tim american football perguruan tinggi dengan nama samaran Brad. Jenko semakin lama semakin menikmati & nyaman dengan samarannya sebagai Brad. Jenko bahkan berfikir untuk keluar dari kepolisian dan tetap menjadi Brad.

22 Jump St 8 Jenko (TATUM) and Zook (WYATT RUSSELL) out on the field 22 Jump St 2

Sementara itu Schmidt yang fisiknya lebih lemah dari Jenko, justru menjalin hubungan cinta dengan mahasiswi jurusan seni yang ternyata adalah . . . Kenyataan siapa sebenarnya kekasih baru Schmidt berhasil membuat saya & istri tertawa terbahak-bahak :D.

22 Jump St 11 22 Jump St 7

Sayangnya, kelucuan seperti itu sedikit sekali saya alami selama menonton 22 Jump Street (2014). Film ini memang mengusung genre action comedy tapi sayangnya beberapa guyonannya agak garing. Saya masih menikmati bagian awal dan tengah 22 Jump Street (2014), tapi sayang menjelang bagian akhirnya agak garing, berlebihan dan sedikit membosankan. Maksud saya dengan berlebihan di sini adalah jalan ceritanya yang terlalu lebay dan tidak masuk akal :(, akting mas Channing dan mas Jonas sendiri cukup ok.

22 Jump St 9 22 Jump St 12

22 Jump St 6

Jonah Hill;Channing Tatum

Terlepas dari adegan kerjar-kejaran dan perkelaian yang garing pada bagian akhir film, 22 Jump Street (2014)  cukup menghibur & layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Oh yaaa, beberapa guyonan pada 22 Jump Street (2014) agak kasar dan porno, kurang pas untuk ditonton anak kecil.

Sumber: www.22jumpstreetmovie.com/site/