Serial Diva

Berawal dari mencari tontonan yang sehat dan berbahasa Indonesia bagi anak, saya menemukan beberapa video singkat produksi PT. Kastari Sentra Media, sebuah perusahaan lokal yang memproduksi konten-konten anak-anak. Mereka menayangkan konten mereka di Youtube, Vidio dan kepingan VCD. Video singkat mereka yang saya lihat adalah video Diva dan Pupus yang belajar huruf hijaiyah, berdoa dan menyanyi. Ini adalah tontonan yang sehat bagi anak muslim Indonesia.

Kemudian, sepertinya pihak Kastari membuat serial yang lebih plural dan dapat dinikmati oleh anak-anak dari berbagai agama dan suku yaitu Diva The Series atau Serial Diva. Tokoh utamanya masih Diva dan kuncingnya, Pupus Kanopus. Di sini, Diva Cantika Putri yang asli Banten dan beragama Islam, sehari-hari bermain bersama-sama dengan teman-temannya yang berasal dari agama dan suku yang berbeda. Ada¬†Mona “Mona” Dariani yang orang tuanya berasal dari Yogyakarta, Febiola “Febi” Hatumena yang orang tuanya berasal dari Ambon, Putu Surya Nugraha yang orang tuanya berasal dari Denpasar, Tomi “Tomi” Bagaskara yang orang tuanya berasal dari Jakarta. Diva, Tomi dan Mona, beragama Islam. Febi beragama Kristen. Sedangkan Putu beragama Hindu. Mereka mengajarkan bahwa kita semua dapat bersahabat walaupun memiliki perbedaan suku dan agama, jangan mau kalah dengan anak-anak ah.

Tidak hanya suku dan agama, masing-masing karakter memiliki sifat yang berbeda. Sebuah hal yang pasti akan anak-anak kita hadapi di dunia nyata. Mona hobinya makan dan sering menghabiskan uang jajannya untuk makanan, Putu suka menolong tapi terkadang agak pelit, Tomi manja dan kadang mau menang sendiri, Febi ramah dan suka berbagi. Diva sendiri memiliki sifat yang lebih stabil dan ada di tengah-tengah, tidak terpolar seperti teman-teman lainnya. Cerita dan konflik yang dihadirkan terbilang mendidik dan menghibur bagi anak-anak. Sepengetahuan saya, tidak ada konten dewasa pada serial yang satu ini. Semuanya dibungkus dalam bahasa Indonesia dan latar belakang yang sangat Indonesia sekali.

Hanya saja, dari segi animasi, memang wujud Serial Diva ini masih terbilang sederhana untuk kartun keluaran baru. Tidak bisa dibilang jelek, tapi tidak bisa juga dibilang bagus. Jangan bandingkan dengan animasinya Ipin dan Upin yang budgetnya besar yaaa.

Menurut saya, Serial Diva yang berbahasa Indonesia ini pantas untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Di tengah-tengah gempuran film kartun asing, konten lokal seperti ini rasanya layak untuk didukung ;).

Sumber: kastarianimation.com

Iklan

Cupid (2012)

Cupid 1

Sebenarnya sudah banyak film-film yang mengambil kata Cupid atau dewa cinta sebagai judul, mulai dari film romantis sampai film horor. Nah Cupid (2012) yang saya bahas kali ini adalah Cupid (2012) yang merupakan film TV produksi Hallmark & sekitar minggu-minggu ini sedang diputar juga di channel TV Diva Universal. Awalnya saya & keluarga tidak sengaja menonton Cupid (2012), awalnya kami tidak tahu mau menonton apa sampai akhirnya kami ngetem di channel Diva menonton Cupid (2012) :).

Film komedi romantis ini berkisah mengenai kisah cinta seorang pembawa acara TV terkenal, Eve Lovett (Joely Fisher). Di usianya yang sudah tidak terlalu muda lagi, Eve masih sendiri, acara makan malam ia lewatkan sendiri, tidak ada pacar ataupun suami. Karir Eve sebagai pembawa acara pun mulai meredup. Tekanan-tekanan kehidupan membuat Eve sedih dan mulai putus asa, akankah Eve memperoleh kebahagian?

Keadaan mulai berubah ketika produser Eve, Rick (Roark Critchlow) mengundang seorang pakar cinta, Vernon Gart (Jamie Kennedy), untuk menjadi bintang tamu di acara Eve. Kehadiran Vernon diharapkan dapat mendongkrak rating acara Eve yang mulai turun.

Cupid still

Tidak disangka, Vernon ternyata adalah seorang cupid atau dewa cinta, yang datang untuk mengajari Eve apa arti cinta & kebahagiaan. Cara Vernon mengajari Eve mengasilkan situasi yang unik dan lumayan lucu. Karakter Eve yang workaholic & takut akan komitmen membuat tugas Vernon agak sulit namun tidak mustahil sebab Eve memiliki kemauan yang besar untuk belajar dan berusaha mendapatkan kebahagiaan yang ia dambakan.

Cupid 2 Cupid still

Cupid still Cupid still

Komedi yang disuguhkan Cupid (2012) adalah komedi situasi yang ringan dengan nuansa percintaan sebagai latarnya. Bagusnya lagi, komedi yang dihadirkan Cupid (2012) tidak mengeksploitisir fisik dan tidak menggunakan banyolan-banyolan berbau fisik seperti yang disuguhkan beberapa acara komedi di TV nasional. Oleh karena itulah Cupid (2012) pantas untuk mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Cocok untuk dijadikan hiburan bersama keluarga setelah seharian berkutat dengan pekerjaan :mrgreen:.