Serial Entong

Bertahun-tahun lalu, terdapat sinetron Si Entong yang biasa diputar di TV. Kemudian hadir beberapa spin-off dari sinetron tersebut, sampai pada akhirnya dibuatlah versi serial animasinya dengan judul Entong. Saya sendiri hampir tidak pernah menonton versi sinetronnya. Saya menonton Entong versi animasi karena menemani anak saya menonton TV. Sampai saat saya menulis tulisan ini, Etong merupakan salah satu serial animasi yang kerap hadir di salah satu stasiun TV nasional.

Mirip dengan versi sinetronnya, serial animasi yang satu ini memiliki seorang tokoh utama bernama Entong sebagai tokoh utamanya. Entong tinggal di sebuah perkampungan yang terletak di tengah-tengah kota Jakarta. Di sini, diperlihatkan kemajemukan kota Jakarta. Entong yang berasal dari suku Betawi, mampu berinteraksi dengan karakter-karakter lain yang berasal dari berbagai macam suku.

Tentunya, berbagai kebaikan diajarkan pada setiap episodenya. Tema yang diambil sekilas memang cukup klise. Kebaikan melawan kejahatan dimana Entong digambarkan sebagai tokoh baik. Kemudian, hadir Memed sebagai tokoh jahat yang selalu berseteru dengan Entong pada setiap episodenya.

Konflik antara Entong dan Memed memang menjadi cerita utama pada serial ini. Sayang, serial yang harusnya untuk anak-anak ini digarap dengan gaya sinetron. Memed seolah-olah seperti iblis yang memiliki berbagai sifat buruk. Ia bahkan kadang berhasil menang melawan Entong. Loh kok menang? Sekilas memang seolah-olah kebaikan selalu menang. Akantetapi kalau ditelaah, maka terlihat jelas bahwa pada dasarnya terkadang Entong berada dipihak yang kalah. Pada film seri ini, Entong tidak digambarkan sebagai malaikat yang tidak punya dosa. Entong digambarka sebagai anak manusia yang pada dasarnya merupakan anak baik. Semua sifat baik tentunya melekat pada karakter Entong. Namun beberapa tindakan Memed, berhasil membuat Entong sedikit berbelok. Terkadang, Entong bermaksud melakukan perbuatan baik, namun dengan cara yang kurang tepat. Bak iblis, Memed berhasil memancing Entong agar Entong turut serta menerima hukuman seperti dirinya. Aaaah sungguh sinetron sekali hehehehehe.

Dari segi visual, animasi Entong pun terbilang lumayan bagus dan menarik, tak kalah dengan film kartun luar negeri. Hal ini tentunya sukses membuat anak-anak betah menonton Entong. Not bad laaad :).

Saya rasa serial Entong layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Ketika menonton film ini, jangan lupa mendampingi anak-anak kecil karena film kartun ini digarap seperti menggarap sebuah sinetron. Jadi sopasti ada karakter anak kecil yang bersifat seperti iblis. Padahal pada dunia nyata, setiap individu ada sifat baiknya bukan? Apalagi anak-anak kecil yang seharusnya masih polos dan minim dosa.

Sumber: http://www.mncanimation.com/products/view/entong