F9: The Fast Saga (2021)

Terus menerus menonton film-film franchise Fast & Furious adalah salah satu kebodohan yang terus saya lakukan. Aahhh mungkin ada kalanya saya hanya ingin menonton film yang sarat aksi tanpa harus banyak berfikir. Toh selama ini film-filmnya Fast & Furious menampilkan adegan aksi yang tidak murahan dengan cerita yang lumayan.

Namun bagaimanapun juga, saya sadar betul bahwa film-film tersebut sudah semakin jauh melenceng dari tema awalnya. Dari yang pada awalnya mengangkat tema kriminal di arena balap liar. Kemudian temanya semakin melenceng ke arah tema terkait kriminal yang semakin besar dan besar dan besar sampai keamanan global. Aksi yang ditampilkan pun semakin dibuat bombastis sampai hampir tidak masuk akal.

Yaahhh, pada Fast & Furious 9 (2021) atau F9: The Fast Saga (2021) ini, semua sudah mencapai titik puncaknya. Sebagian adegan aksinya terbilang hampir tidak masuk akal. Sementara itu, sebagian lagi sama sekali tidak masuk akal wkwkwkwkwk. Sumpah, saya ini sedang menonton film superhero atau film apa x_x. Meskipun semua adegan aksinya ditampilkan dengan halus dan nyata, yah tetap saja …. sungguh terlalu … :’D.

Kalau dilihat dari segi cerita pun, F9: The Fast Saga (2021) nampak dangkal sekali. Sebuah kisah yang klise dan sudah banyak dikisahkan oleh film-film aksi lainnya. Dominic “Dom” Torreto (Vin Diesel) dan kawan-kawan harus berburu 2 komponen alat super canggih yang disebut Proyek Ares. Adik Dom pun memimpin sekelompok tentara untuk memperoleh alat tersebut. Konon, Proyek Ares dapat disalahgunakan untuk menguasai dunia. Lhoh, Dom tiba-tiba punya adik lagi tho? Yang lebih wow lagi, katakter yang dulu dikabarkan tewas pada film Fast & Furious sebelumnya, tiba-tiba … sim salabim abrakadabra … bisa hidup lagi setelah disulap pak sutradara.

Beruntung terdapat karakter Roman (Tyrese Gibson) yang jenaka. Tanpa kehadiran karakter ini, sopasti saya sudah berhenti menonton di pertengahan film. Karakter yang satu ini bahkan secara tersirat menyatakan bahwa semua yang tim Dom lakukan adalah sesuatu yang ajaib. Keajaiban yang sayangnya mulai membosankan.

Adegan aksi yang jauh dari akal sehat dan jalan cerita yang minus, membuat F9: The Fast Saga (2021) hanya layak untuk memperoleh nilai 2 dari skala maksimum 5 yabg artinya “Kurang Bagus”. Mungkin sudah saatnya saya berhenti menonton film-filmnya Fast & Furious.

Sumber: http://www.universalpictures.co.uk/micro/fast9

Fast & Furious: Hobbs & Shaw (2019)

Tak terasa franchise Fast & Furous sudah menelurkan lebih dari 8 film. Pada tahun 2019, franchase ini menelurkan spin-off pertama mereka Fast & Furious: Hobbs & Shaw (2019). Jangan harap Vin Diesel akan muncul pada film ini karena sesuai judulnya, Lucas Rebecca “Luke” Hobbs (Dwayne Johnson) dan Deckard Shaw (Jason Statham) akan menjadi bintang utamanya.

Hal ini tentunya menarik sebab Deckard Shaw adalah karakter antagonis utama pada Furious 7 (2015), film ketujuh dari franchise Fast & Furious. Pada film tersebut pun Hobbs hadir sebagai pihak yang berseberangan dengan Shaw. Bagaimana keduanya dapat bekerja sama? Konflik antara Hobbs dan Shaw berhasil diramu dengan baik hingga menghasilkan kelucuan dimana-mana. Sayangnya, sepertinya hanya inilah keunggulan dari Fast & Furious: Hobbs & Shaw (2019). Kedua karakter utama berhasil memberikan suasana yang menyenangkan, tapi hanya sampai di sana saja.

Jalan cerita yang hanya begitu-begitu saja, aksi yang juga begitu-begitu saja, tidak memberikan nilai tambah lagi bagi film ini. Sudah dapat ditebak, Hobbs & Shaw harus menyelamatkan Bumi dari sebuah virus yang hendak dicuri oleh Brixton Lore (Idris Elba) dan kawan-kawan. Karena ini merupakan spin-off dari Fast & Furious, tentunya terdapat barbagai aksi yang melibatkan mobil, motor dan bahkan helikopter. Well, bagia saya pribadi, tidak ada yang “wah” disana.

Tapi ya Fast & Furious: Hobbs & Shaw (2019) tetap berhasil menyuguhkan sebuah tontonan yang menyenangkan. Maka, film ini masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”

Sumber: http://www.hobbsandshaw.com

The Fate of the Furious (2017)

Kisah para pembalap jalanan kembali hadir melalui film Fast & Furious kedelapan atau Fast 8 atau F8 atau The Fate of the Furious (2017). Kecuali karakter Brian O’Conner dan istri, kali ini akan kembali hadir sahabat & anggota tim Dominic Toretto (Vin Diesel) yang tersisa dari insiden pada Furious 7 (2015) yaitu Luke Hobbs (Dwayne Johnson), Roman Pearce (Tyrese Gibson), Letty Ortiz (Michelle Rodriguez), Tej Parker (Chris ‘Ludacris’ Bridges) & Ramsey (Nathalie Emmanuel). Anggota tim Dom yang sudah seperti keluarga kali ini harus berhadapan dengan ….. Dom.

Wew, Dominic menghianati teman-temannya sendiri? Pada sebuah misi, Dom memilih untuk berhianat dengan membantu Cipher (Charlize Theron), seorang teroris yang ternyata menjadi dalang pada Fast & Furous 6 (2013) dan  Furious 7 (2015). Teman-teman Dom kini justru mendapatkan bantuan dari tokoh antagonis pada Fast & Furous 6 (2013) dan  Furious 7 (2015), mereka bersatu untuk menghentikan Cipher dan Dom.
Kenapa Dom berhianat? Sayangnya kisah mengenai asal mula kenapa Dom berhianat sudah dikisahkan dari awal film. Alasan utamanya ternyata berhubungan dengan karakter pada Fast Five (2011) yang sekali lagi sudah diungkapkan pada bagian tengah film. Saya rasa sebenarnya The Fate of the Furious (2017) memiliki peluang besar untuk membuat penontonnya penasaran seperti ketika menonton trailer-nya. Sayang sekali peluang tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik sehingga sekali lagi film franchise Fast & Furious menjadi film aksi yang mudah ditebak alurnya.

Saya akui adegan aksi yang ditampilkan terbilang ambisius. Di sana saya melihat mobil-mobil berjatuhan, aksi tank baja sampai kapal selam. Semuanya nampak keren dan memukau, tapi rasanya kok film-film franchise Fast & Furious sekarang seperti kehilangan roh awalnya? Bukankah film ini pada awalnya merupakan film mengenai balapan jalanan yang menampilkan mobil-mobil keren dengan aksi yang memukau? Memang sih lawan yang dulu dihadapi hanya kelas penyelundup dan pencuri saja, bukan teroris internasional. Tapi itu rasanya lebih rasional dan lebih asli.

Sekarang, musuhnya memang lebih bombastis, tapi hal itu membuat The Fate of the Furious (2017) tak olahnya seperti film-film Mission Imposible, Bourne dan James Bond. Sudah banyak franchise film yang mengangkat isu bombastuis nan kompleks seperti ini, pasaran. Fast & Furious seperti kehilangan jati diri. Adegan balapan pada The Fate of the Furious (2017) hanya terlihat pada bagian awal film saja demi menunjukkan kepada penonton bahwa tokoh utamanya adalah pembalap jalanan dan film ini layak disebut sebagai bagian dari franchise Fast & Furious :P.

Namun bagaimanapun juga, adegan aksinya terbilang lumayan bagus meskipun saya melihat beberapa adegan rumit tak masuk akal di sana. Jalan ceritanya sedikit banyak masih mampu mengimbangi adegan aksinya sehingga saya tidak mengatuk selama menonton film yang durasinya hampir 3 jam. Yaaa ampun, mau menyaingi durasinya Batman Dark Knigh Trilogi mas?

Secara keseluruhan, film ini masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Melihat bagian akhir film ini dan besar pendapatannya, saya rasa akan ada film Fast & Furious kesembilan. Entah tokoh Luke Hobbs akan tetap ada atau tidak, melihat perseteruan antara Vin Diesel dan Dwayne Johnson menjelang rilis The Fate of the Furious (2017).

Sumber: http://www.fastandfurious.com

Furious 7 (2015)

Furious7 4

Setelah pada Furious 6 (2013) Dominic “Dom” Toretto, Brian O’Conner (Paul Walker), Letty Ortiz (Michelle Rodriguez), Roman Pearce (Tyrese Gibson), Tej Parker (Chris Bridges), Han (Sung Kang) dan  Luke Hobbs (Dwayne Johnson) berhasil menggagalkan rencana Owen Shaw (Luke Evans), Dom dan kawan-kawan hidup damai tanpa menyadari bahaya yang datang. Pada Furious 7 (2015), dikisahkan bahwa ternyata Owen memiliki seorang kakak yang sangat berbahaya, Deckard Shaw (Jason Statham). Deckard adalah sebuah mesin pembunuh yang dulunya berkerja bagi pemerintah, sekarang pemerintah tidak dapat mengendalikan Deckard lagi, tak ada yang mampu mengendalikannya. Melihat adiknya terbaring tak berdaya di rumah sakit, Deckard bertekad untuk membalaskan kekalahan adiknya kepada Dom dan kawan-kawan.

Furious7 12

Operasi balas dendam Deckard diawali dengan membunuh Han, menyerbu kantor Luke Hobbs dan membom rumah keluarga Dom. Dalam upaya pemboman, keponakan Dom sekaligus anak dari Brian nyaris menjadi korban. Decker telah benar-benar membawa hawa peperangan ke dalam kehidupan Dom dan kawan-kawan. Deckard hadir sebagai sosok jagoan yang sulit diduga dan sulit dikalahkan, entah bagaimana cara Dom menyingkirkan mahluk satu itu. Dom dan kawan-kawan tidak bisa berdiam diri menunggu Deckard hadir dan membunuh mereka seperti Deckard membunuh Han. Pihak yang diburu harus mampu membalikkan keadaan menjadi pihak yang memburu.

Furious7 1

Furious7 8

Tiba-tiba hadir seorang misterius yang diperankan oleh Kurt Rusell datang menawarkan solusi bagi Dom. Sebuah perangkat canggih yang bernama God’s Eye telah hilang dan pemerintah membutuhkannya kembali sebelum God’s Eye dipergunakan oleh teroris. God’s Eye dapat menemukan siapapun, di manapun dengan menghimpun semua data yang terkumpul dari perangkat elektronik yang ada di dunia tanpa izin dari si pemilik perangkat-perangkat tersebut. Apabila Dom dan kawan-kawan berhasil menemukan dan merebut kembali God’s Eye, pemerintah akan membantu Dom untuk memburu Deckard dengan menggunakan God’s Eye.

Furious7 7

Furious7 6

Furious7 9

Aaahhh sebenarnya konsep perangkat semacam God’s Eye sudah sering diangkat pada film-film Amerika, tidak ada yang baru di sana. Yang baru adalah adegan aksi yang melibatkan mobil-mobil melompat beterbangan di angkasa, memang terlihat keren tapi agak mustahil sebenarnya hohohoho. Seperti film-film Fast & Furious sebelum Furious 7 (2015), Furious 7 (2015) menampilkan banyak aksi akrobatik yang melibatkan mobil. Tapi menurut saya, lama kelamaan film-film Fast & Furious bergeser dari film tentang balapan jalanan menjadi film tentang sekelompok mantan kriminal yang bersatu menjalankan sebuah misi bersama dengan menggunakan kemampuan mereka mengendalikan mobil. 2 Fast 2 Furious (2003), film kedua Fast & Furious, tetap menjadi film Fast & Furious favorit saya karena di sana masih ada kisah balapan jalanan yang detail beserta mobil-mobil yang nampak keren di eranya :).

Fast And Furious 6

Furious7 2

Furious7 5

Furious7 10

Furious7 3

Beruntung adegan aksi pada Furious 7 (2015) masih dibumbui oleh kekonyolan Roman Pierce yang kadang mampu membuat saya tertawa. Selain itu terdapat jalan cerita yang tidak terlalu mudah ditebak sehingga Furious 7 (2015) tidak terlalu menjemukan.

Rasaya, film terakhir Paul Walker ini layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Pada bagian akhir film ini terdapat persembahan khusus bagi Paul Walker yang tewas pada kecelakaan mobil sebelum Furious 7 (2015) dirilis ke pasaran. Saudara laki-laki Paul dan dengan dibantu oleh special effect diipergunakan untuk menyelesaikan Furious 7 (2015). Bagian akhir tersebut cukup menyedihkan mengingat Paul Walker selalu hadir pada film-film Fast & Furious sejak film pertama sampai ketujuh. Well sepertinya Paul akan absen pada Furious 8 yang mungkin akan hadir pada April tahun depan.

Furious7 13

Sumber: www.furious7.com