Interstellar (2014)

Interstellar1

Setelah beberapa tahun lalu Christopher Nolan memukau saya dengan film fiksi ilmiah yang berjudul Inception (2010), tahun lalu ia kembali menghadirkan film fiksi ilmiah yang berjudul Interstellar (2014). Kali ini Nolan tidak bercerita mengenai alam mimpi, melainkan penjelajahan luar angkasa.

Dikisahkan bahwa umat manusia mengalami banyak bencana dan masalah di masa depan. Karena anomali gravitasi yang menimpa Bumi, terjadi kepunahan pada beberapa jenis tumbuhan yang dahulu bisa tumbuh dan menjadi sumber makanan bagi manusia. Perlahan tapi pasti, pilihan tanaman yang dapat manusia tanam semakin sedikit.

Secercah harapan muncul ketika NASA menemukan bahwa terdapat beberapa planet di balik worm hole yang muncul tidak terlalu jauh dari planet Saturnus. Planet manakah yang kira-kira mampu menjadi rumah baru bagi umat manusia? NASA kemudian meluncurkan Proyek Lazarus yang dipimpin oleh Dr. Mann (Matt Damon). Dr. Mann dan beberapa orang sukarelawan diluncurkan melewati worm hole tersebut dengan roket yang berbeda dan dengan planet tujuan yang berbeda. Mereka kemudian akan memberikan informasi ke Bumi terkait kondisi planet yang masing-masing mereka kunjungi.

Beberapa tahun kemudian, NASA menerima data yang menjanjikan dari 3 orang sukarelawan Proyek Lazarus yaitu Miller, Edmunds dan Mann. Sebagai petinggi NASA, Dr. John Brand (Michael Caine) kemudian mengutus sebuah tim baru untuk pergi ke planet Miller, planet Edmunds dan planet Mann. Mereka akan datang untuk memeriksa langsung keabsahan data yang Bumi terima sekaligus menentukan planet mana yang akan menjadi rumah baru umat manusia.

INTERSTELLAR

Interstellar10

INTERSTELLAR

INTERSTELLAR

Interstellar8

Diantara tim baru tersebut terdapat Dr. Amelia Brand (Anne Hathaway) dan Joseph “Coop” Cooper (Matthew McConaughey). Amelia tak lain adalah anak Dr. John sendiri yang jatuh cinta kepada Edmunds, salah satu sukarelawan Proyek Lazarus. Sedangkan Coop adalah salah satu pilot terbaik NASA yang sayang dengan kedua anaknya.

Kedua anaknyalah yang membuat Coop rela pergi menuju worm hole. Coop berharap ia dapat memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya. Tak disangka Interstellar (2014) ternyata tidak murni hanya berkisah mengenai penjelajahan sekelopok astronot, hubungan ayah-anak yang Coop dan anak-anaknya tunjukan sepanjang film ini cukup mengharukan. Inilah salah satu nilai plus film garapan Mas Nolan yang satu ini.

INTERSTELLAR

Nilai plus lainnya adalah Interstellar (2014) mampu menghadirkan nuansa ilmiah yang kental dengan mengulas beberapa teori fisika seperti Relativitas, Newton, Murphy dan lain-lain. Tak heran kalau menjelang akhir film, Interstellar (2014) akan nampak sedikit membingungkan. Sampai sekarang saja terdapat beberapa interpretasi akan akhir dari film ini meskipun menurut saya Interstellar (2014) tidak memiliki akhir yang menggantung yaaa. Film ini memang mengajak penontonnya untuk berfikir, heheheh.

Interstellar7

Interstellar6

Interstellar9

Dari segi jalan cerita sendiri, Interstellar (2014) tidak membosankan dan mampu menghadirkan sedikit kejutan. Apalagi film ini dipoles pula oleh special effect yang bagus. Saya tidak mengantuk ketika menonton film yang sempat saya lewatkan tahun lalu ini. Secara keseluruhan, Interstellar (2014) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: www.interstellarmovie.net

Iklan

The Matrix (1999)

The Matrix 1

The Matrix (1999) adalah film yang mengisahkan bagaimana seorang programer komputer biasa, Thomas Anderson alias Neo (Keanu Reeves), menjadi seorang pahlawan. Tanpa Neo sadari, ternyata selama ini ia tidak hidup di dunia nyata. Neo dan milyaran manusia lain ternyata hidup di dalam dunia buatan bangsa mesin yang disebut Matrix.

Pada dunia nyata, dunia sudah dikuasai oleh mesin yang pintar. Manusia berusaha membendung invasi mesin dengan menutup akses energi solar atau matahari bagi para mesin. Karena tidak memiliki akses terhadap sumber energi lain, maka para mesin terpaksa mengambil energi dari tubuh manusia. Manusia diperlakukan seperti baterai, manusia dimasukkan ke dalam tabung dalam keadaan hidup. Selama hidup di dalam tabung tersebut, energi manusia diambil sedikit demi sedikit. Selama hidup dan menjadi baterai bagi para mesin, manusia disibukkan dalam sebuah dunia buatan, dunia mimpi yang disebut Matrix.

The Matrix 13

The Matrix 14

The Matrix 11

The Matrix 12

Tidak semua manusia hidup di dalam dunia Matrix, sebagian ada yang bersembunyi dan terus mengobarkan perlawanan bagi para mesin. Kaum manusia membentuk sebuah pemerintahan di kota Zion yang koordinatnya tidak diketahui oleh para mesin. Morpheus (Laurence Fishburne) adalah kapten kapal Nebudchadnezzar dari kota Zion. Morpheus dan awaknya dapat masuk ke dalam dunia Matrix secara ilegal. Meskipun terus diburu oleg agen-agen mesin di dunia Matrix, Morpheus dan kawan-kawan tetap berkelana di dalam dunia Matrix. Kenapa? Berdasarkan pertemuan Morpheus dengan The Oracle, sebuah program berwujud nenek tua di dalam dunia Matrix yang dapat meramalkan berbagai kejadian yang akan terjadi di dalam dunia Matrix, Morpheus yakin bahwa ada seseorang di dalam dunia Matrix yang memiliki kemampuan lebih, sebuah kemampuan yang dapat membawa kemenangan atau perdamaian bagi umat manusia. Pencarian Morpheus mempertemukannya dengan Neo, Morpheus yakin bahwa Neo adalah orangnya. Padahal Neo dan beberapa bawahan Morpheus sendiri tidak yakin bahwa Neo adalah orang tersebut. Dalam perjalanannya, Neo akhirnya bergabung dengan Morpheus dan jatuh cinta dengan Trinity (Carrie-Anne Moss). Hubungan cinta antara Neo dan Trinity ternyata ada hubungannya dengan misi pencarian yang dilakukan Morpheus dan ramalan The Oracle.

THE MATRIX, Carrie-Anne Moss, Keanu Reeves, 1999. (c) Warner Bro

Perjalanan Morpheus, Neo, Trinity dan kawan-kawan sarat dengan adegan perkelahian dan tembak-tembakan yang seru. Adegan-adegan tersebut didukung oleh special effect yang sangat bagus, terutama efek bullet time yang menjadi trademark film ini. Apa itu bullet time? Bullet time menunjukkan jalur yang ditempuh sebuah peluru hasil tembakan sebuah senjata, jalur tersebut ditampilkan dalam gerakan lambat dan memutar yang menakjubkan :).

The Matrix 4 The Matrix 5

Tapi bukan special effect yang membuat saya suka dengan The Matrix (1999), melainkan kisah from zero to hero dari Mas Neo :). Oleh karena itulah saya tetap lebih senang dengan The Matrix (1999) dibandingkan 2 film sekuelnya yaitu The Matrix Reloaded (2003) & The Matrix Revolutions (2003). The Matrix Reloaded (2003) & The Matrix Revolutions (2003) lebih banyak menampilkan adegan perkelahian. Kalau dilihat dari segi cerita kedua sekuel tersebut masih kalah dibandingkan The Matrix (1999) meskipun akhir dari The Matrix (1999) sedikit menggantung. Yaaaahh, sebuah film tidak harus memiliki happy ending bukan? ;).

The Matrix 7 The Matrix 8 The Matrix 9 The Matrix 16 The Matrix 6

The Matrix 10

Mandatory Credit: Photo by Rex Features ( 303941c ) THE WACHOWSKI BROTHERS

The Matrix 15

Hal-hal di atas adalah alasan kenapa saya ikhlas untuk memberikan The Matrix (1999) nilai 5 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus Sekali”. Film yang hadir menjelang akhir abad 20 ini merupakan film fiksi ilmiah favorit saya sepanjang masa meskipun beberapa teman saya merasa bahwa jalan cerita The Matrix (1999) agak membingungkan, mereka pun ada yang menonton The Matrix (1999) lebih dari 1 kali. Saya pun menonton The Matrix (1999) lebih dari 1 kali tapi karena saya memang suka dengan film ini. Berapa kalipun The Matrix (1999) diputar di HBO atau stasiun TV lain, saya tidak pernah bosan :).

Sumber: www.warnerbros.com/movies/home-entertainment/the-matrix/37313ac7-9229-474d-a423-44b7a6bc1a54.html

Serial CSI (Crime Scene Investigation)

CSI 1

Siapa yang tidak tahu serial atau film seri CSI (Crime Scene Investigation)? Serial ini sudah hadir sejak saya masih SMA, sekitar tahun 2000. Sampai sekarang pun CSI masih ada episode barunya loh walaupun para pemainnya sudah berganti-ganti. Serial CSI bercerita mengenai penyelidikan berbagai tindak kriminal di Las Vegas yang dilakukan dari sudut oandang sebuah team CSI Las Vegas. CSI adalah bagian dari kepolisian, tapi CSI memecahkan sebuah kasus dengan mengolah semua barang bukti yang ada.

CSI Miami 5

Awalnya hanya terdapat 1 serial CSI yang mengambil latar kota Las Vegas. Kemudian muncul 2 spin off serial CSI lain yaitu CSI: New York & CSI: Miami. Tidak jauh berbeda dengan pendahulunya, kedua film seri tersebut juga mengisahkan tentang bagaimana suatu tim CSI memecahkan pembunuhan. Perbedaannya hanyalah pada kota tempat kasus terjadi dan komposisi dari anggota CSI yang menanganinya.

Tim CSI Las Vegas pada film seri CSI, awalnya dipimpin oleh Gil Grisom (William Peterson) sampai dengan season 9, kemudian kepemimpinan CSI terus berubah mulai dari Raymond Langston (Laurence Fishburne), D. B. Russell (Ted Danson) sampai Catherine Willows (Marg Helgenberger). Sementara anggota-anggotanya juga terus berubah-ubah dengan berbagai alasan dan kisah yang berbeda. Film seri CSI dengan latar kota Las Vegas ini adalah film CSI yang pertama yang berhasil melahirkan CSI: Miami & CSI: New York. Penyelidikan yang dilakukan di laboratorium dipergunakan untuk memecahkan berbagai kasus di kota judi, Las Vegas.

CSI 2 CSI 3 CSI 4 CSI 5 CSI 6 CSI 7 Dead Of The Class CSI: CRIME SCENE INVESTIGATION CSI 10

Sedangkan tim CSI pada CSI: Miami tidak mengalami perubahan kepimpinan, sejak awal season tim ini selalu dipimpin oleh Letnan Horatio Caine (David Caruso) yang biasa dipanggil “H”. Rasanya CSI: Miami tidak jauh berbeda dengan film seri pendahulunya, CSI. Hanya saja kondisi laboratorium beserta alamnya bernuansa pantai dan tropis, maklum kota Miami kan memang agak mendekati garis khatulistiwa sehingga udaranya lebih panas, Horatio pun hampir selalu menggunakan kaca mata hitam ketika sedang beraksi di luar laboratorium. Karakter-karakter lain pada film seri CSI: Miami tidak terlalu menarik untuk dibicarakan, tidak ada yang terlalu menonjol.

CSI Miami 1 CSI: MIAMI CSI: MIAMI CSI Miami 4

Mirip dengan film seri CSI: Miami, tim CSI pada CSI: New York selalu dipimpin oleh mantan marinir yang menjadi detektif kepolisian New York, Mac Taylor (Gary Sinise). Mac kehilangan istrinya ketika peristiwa 9/11 terjadi di New York. Berbagai kasus berhasil ia selesaikan sambil menyelesaikan berbagai masalah personalnya. Hal ini terjadi juga pada karakter-karakter lain di CSI: New York. Saya melihat kehidupan personal para personel CSI:New York lebih diekspos dan menarik dibandingkan film seri CSI dan film seri CSI: Miami. Jadi tidak terlalu bosan melihat laboratorium dan proses pemecahan kasus saja.

99555_D0227B.jpg CSI NY 9 CSI NY 1 Reignited CSI: NY CSI: NY CSI NY 5 CSI NY 6

Sayang CSI: New York & CSI: Miami saat ini mulai distop serial barunya padahal kedua film seri ini rasanya lebih segar dibandingkan film seri CSI yang sudah agak mulai membosankan bagi saya pribadi. Kalau boleh memilih, harusnya film CSI saja yang distop hehee. Saya pribadi lebih senang dengan CSI: New York dibanding kedua film seri CSI lainnya, alur penyelidikannya lebih seru dan tidak membosankan.

Saya akui CSI merupakan tonggak awal munculnya jagoan dari kaum analis laboratorium kepolisian. Film detektif klasik biasanya menempatkan detektif atau polisi sebagai pihak yang melakukan penyelidikan dan memecahkan suatu kasus kriminal. Namun kalau ditelaah lebih jauh lagi, banyak sekali hal-hal yang terlalu dilebih-lebihkan pada ketiga serial-serial CSI. Semudah itukah memperoleh gambar yang jelas dari sebuah foto atau relaman buram? Sampai plat nomor mobil atau wajah orang terlihat jelas? Jawabnya ya sopasti susah, tidak semudah di film. Kemudian kok semua personel CSI diperlihatkan sering mengejar orang dengan menggunakan senjata? Bukankah personel CSI bekerja di laboratorium saja? Yang tugasnya mengejar penjahat yaa detektif atau pak polisi duong x__x. Selain itu, uji-uji yang dilakukan oleh CSI pada kenyataannya dapat memakan waktu mingguan sampai bulanan, kok di film terlihat relatif cepat ya? Alatnya pakai alat canggih buatan dewa mana? 😛

CSI: NY CSI 8

Di luar berbagai ketidakmasukakalan yang saya temui pada ketiga film seri CSI, saya akui ketiga film seri ini cukup menghibur dan layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Sampai sekarang, saya sendiri sering menonton CSI di Fox, FX atau Fox Crime, jauh lebih bermutu dan berkualitas ketimbang sinetron-sinetron Indonesia. Sebagai anak bangsa, memang saya seharusnya mencintai produk dalam negeri termasuk sinetronnya, namun seharusnya produk dalam negeri juga terus berusaha maju agar memiliki kualitas dan keunggulan kompetitif sehingga pantas untuk dicintai. Kapan ya Indonesia memiliki film seri bertemakan misteri yang berkualitas seperti CSI? Hehehehe.

Ender’s Game (2013)

Ender's Game 1

Film Ender’s Game (2013) sebenarnya termasuk ke dalam salah satu target film yang wajib saya tonton tahun lalu, sayangnya Ender’s Game muncul di Indonesia pada bulan-bulan ketika saya sedang mempersiapkan diri untuk datang ke rumah orang tua pacar yang sekarang Alhamdulillah sudah jadi istri saya. Nah hari inilah saya baru sempat menonton film yang diangkat dari novel anak-anak lawas karangan Opa Orson Scott Card.

Karena diangkat dari novel anak-anak, sudah pasti jagoannya masih anak-anak :). Dikisahkan bahwa 50 tahun yang lalu manusia berhasil memenangkan perang besar melawan ras alien yang datang ke planet tempat manusia tinggal. Selama 50 tahun bangsa alien tersebut tidak pernah terlihat akan menginvasi lagi, namun pihak manusia agak parno & trauma takut kedatangan “tamu tak diundang” lagi, maka manusia terus berusaha melakukan langkah-langkah pencegahan yang semakin lama semakin agresif.

Pihak militer manusia yang disebut International Fleet merekrut anak-anak jenius sebagai pengatur strategi perang karena berdasarkan penelitian, anak-anak yang belum memasuki usia remaja ternyata memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengatur strategi perang. Ender Wiggin (Asa Butterfield) adalah salah satu anak jenius yang direkruit oleh Kolonel Graff (Harrison Ford) ke dalam sekolah militer pengatur strategi di luar angkasa. Jalan Ender untuk menjadi pengatur startegi yang handal sekaligus pemimpin yang dihormati tidaklah mudah & menarik untuk diikuti. Ender sangat pintar dalam mengatur segala tindakan yang dia lakukan. Segala akibat & kemungkinan yang muncul akibat tindakannya, sudah diperhitungkan.

Ender's Game 3 ENDER'S GAME Ender's Game 6 Ender's Game 9

ENDER'S GAME

Saya senang melihat bagian awal & tengah film ini, apalagi saya disuguhkan oleh special effect yang top, spesial effect-nya sukses mendukung film khayalan besutan Gavin Wood ini, hehehehe. Akting para pemainnya pun cukup bagus meski rasanya tidak ada yang terlalu menonjol. Namun sayang sekali menjelang bagian akhir dari Ender’s Game (2013), kok jalan ceritanya agak melempem yaaa, kurang menggigit. Akhirnya kok begitu ya? :/

ENDER'S GAME

Ender's Game 2 Ender's Game 5 Ender's Game 10 Ender's Game 11

Setelah menonton Ender’s Game (2013) sampai habis, saya menyimpulkan bahwa kenapa pihak militer memilih anak-anak untuk mengendalikan seluruh armada tempurnya ternyata adalah karena anak kecil masih bisa “dibodohi”, kemampuan emosionalnya masih belum dapat membedakan dengan jelas mana yang sebenarnya baik & mana yang jahat. Dapat diarahkan untuk fokus memenangkan permainan, mengorbankan segala sumber daya yang dimiliki untuk menang tanpa mengetahui bahwa sumber daya yang dipergunakan itu adalah manusia juga yang memiliki keluarga, dalam hal ini seorang jenius seperti Ender pun luput dalam mengetahui “tipuan kecil” bosnya.

Secara garis besar, Ender’s Game (2013) cukup menghibur hari sabtu saya & layak mendapat nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Awalnya saya hendak memberi nilai 4 atau 5, namun semakin menjelang ke akhir cerita, tingkat kepuasan saya akan Ender’s Game (2013) semakin menurun, tapi tidak sampe ke angka 2 kok ;).

Sumber: www.endersgamemovie.com

Pacific Rim (2013)

Pacific RimSejak tahun lalu, saya sering melihat trailer film Pacific Rim, baik di bioskop maupun di channel Warner Tv. Kelihatannya menarik, ceritanya tentang robot-robot raksasa yang di dalamnya dikendalikan oleh manusia biasa, musuhnya seperti musuhnya ultraman, monster-monster segede gaban yang datang menginvasi Bumi. Tapi monster-monster di Pacific Rim lebih cerdas dibandingkan monster-monster musuhnya Ultraman. Mereka muncul tidak hanya muncul di Jepang, tapi mereka muncul juga di Amerika, Hongkong, Manila dan lain-lain. Kalau monster yang ada di film Ultraman sih pasti mangkalnya di Jepaaang terus, padahal sudah tahu di Jepang ada Ultraman, ya pasti kalah. Coba sekali-kali ke Jakarta, langsung menang mungkin :P. Anyway, kemarin Pacific Rim mulai diputar di bioskop dan saya langsung beli tiket bioskopnya, nampaknya saya termasuk orang yang termakan  iklan trailer Pacific Rim hehehehe sekaligus melepas penat selepas kemarin dibantai di sidang Tesis huhuhuhu. Pusing dari kemarin melihat angka-angka, sekarang saatnya bersenang-senang :lol:.

Pacific Rim 16Pacific Rim 19 Pacific Rim 17

Pacific Rim 9Pacific Rim 18Pacific Rim sebenarnya merupakan sebutan bagi wilayah-wilayah yang ada di pinggiran samudera pasifik, termasuk Amerika, Meksiko, Peru, Australia, Indonesia, Jepang Korea dan lain-lain. Nah, pada film Pacific Rim yang disutradarai oleh Guillermo del Toro ini dikisahkan bahwa pada suatu hari muncul muncul monster-monster berukuran raksasa dari dalam samudera pasifik, monster-monster itu disebut Kaiju. Kaiju muncul dan merusak semua yang mereka lewati apapun itu. Kaiju mengakibatkan rusaknya harta benda & nyawa manusia. Manusia tentunya tidak tinggal diam. Umat manusia melawan Kaiju dengan menciptakan robot-robot yang besarnya sebesar Kaiju. Robot-robot yang dinamai Jaeger ini dikendalikan oleh manusia, 1 robot dikendalikan oleh lebih dari 1 orang manusia. Pada umumnya anggota tim pengendali Jaeger terdiri dari 2 orang, namun di dalam film ada yang 1 tim terdiri dari 3 orang. Otak dan pikiran 1 manusia tidak mampu mengendalikan 1 Jaeger. Kemampuan tempur Jaeger ditentukan pula oleh kemampuan tempur pengendalinya. Otak dan pikiran para anggota tim pengendali sebuah Jaeger dikalibrasikan dan dihubungkan sehingga satu sama lain bisa masuk ke pikiran rekan setimnya, sehingga semua anggota tim bergerak seirama dengan Jaeger yang dikendalikan. Oleh karena itu diperlukan kerjasama & kekompakan di dalam tim juga.

Pacific Rim 11 Pacific Rim 10 Pacific Rim 7 Pacific Rim 5 Pacific Rim trailer - videoPeperangan antara Kaiju dan Jaeger berlangsung beberapa tahun dan para Jaeger berhasil mempertahankan Bumi. Namun lama kelamaan durasi serangan Kaiju semakin sering & ukuran Kaiju yang menyerang juga semakin besar. Satu per satu Jaeger hancur dikalahkan Kaiju. Waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk membuat Jaeger lama kelamaan tidak bisa mengimbangi jumlah Jaeger yang hancur. Apabila ini dibiarkan, manusia akan kalah & Bumi dikuasai Kaiju.

Pacific Rim 8 Pacific Rim 3 Pacific Rim 20 Pacific Rim 6Pacific Rim 4Pacific Rim bercerita mengenai perjuangan, darah dan air mata para pengendali Jaeger yang dipimpin oleh Marshal Stacker (Idris Elba). Stacker dibantu oleh Raleigh (Charlie Hunnam), Mako (Rinko Kikuchi), Herc (Max Martini) & Chuck ( Robert Kazinsky) dalam menjalankan sebuah misi terakhir yang akan menentukan kelanjutan peperangan antara Jaeger & Kaiju. Di lain tempat sepasang peneliti, Newton (Charlie Day) & Gottlieb (Burn Gorman) menemukan rahasia dari Kaiju, mengapa Kaiju semakin hari semakin kuat, mengapa Kaiju datang ke Bumi melalui patahan di dasar samudera pasifik. Akankah Jaeger menang? Yaaa udah ketebak sih so paasti menang, tapi bagaimana & apa yang dikorbankan untuk meraih kemenangan tersebut? Monggo filmnya ditonton sendiri :mrgreen:.

Pacific Rim 14 Pacific Rim 13 Pacific Rim 12 Pacific Rim 15Pacific Rim mengingatkan saya akan film Ultraman dan Transformer. Special effect yang ditampilkan kereeen. Adegan peperangannya seru meski dari segi cerita sih biasa saja. Tapi saya tetap ejoy menonton Pacific Rim tanpa dihinggapi rasa kantuk. Di akhir film, saya sempat berfikir bahwa semua karakter di Pacific Rim tewas semua, ternyata tidak juga, masih ada yang selamat karena pengorbanan rekan seperjuangannya. Secara keseluruhan, Pacific Rim layak mendapat nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Saya tidak menyesal menonton Pacific Rim di bioskop, worthed ko :).

Sumber: http://www.pacificrimmovie.com

Iron Man 3 (2013)

IronMan3_1

Sudah sejak tahun lalu saya menanti film ketiga dari Iron Man. Akhirnya siang kemarin saya berhasil menontonnya di Kasablanka XXI setelah menganti bersama gerombolan-gerombolan ABG, entah kenapa kok baru jam 12 siang sudah antri kayak antri sembako (x_x). Maklum, cukup banyak orang yang menantikan film ini, mulai dari ABG sampai kuli kantoran seperti saya f(^_^)v.

IronMan3_4

IronMan3_9

Bulan April ini, Iron Man 3 hadir di bioskop-bioskop Indonesia. Film yang kembali dibintangi oleh Robert Downey Jr. & Gwyneth Paltrow mengambil setting kejadian setelah film Iron Man (2008), Iron Man 2 (2010) & The Avengers (2012). Setelah Iron Man bersama rekan-rekan superhero-nya mempertaruhkan nyawa melawan invasi mahluk dari luar angkasa di New York. Meski akhirnya menang, pertempuran tersebut menyebabkan Tony “Iron Man” Stark (Robert Downey Jr.) mengalami gangguan psikologis, ia mengalami kegelisahan yang mengakibatkan kesulitan tidur & gangguan kesehatan. Mahluk luar angkasa yang sempat menyerang New York, menunjukkan bahwa banyak mahluk di luar sana yang sangat kuat, sekuat dewa, lebih kuat dari Iron Man. Tony banyak menghabiskan waktunya untuk menyempurnakan baju tempur Iron Man miliknya hingga jumlahnya sudah mencapai 42 buah, wuuah mau duong Om Tony, bagi saya satuuu ajah, hehehe v(O.O). Tony berpendapat bahwa ia harus melakukan penyempurnaan sesempurna mungkin pada baju tempurnya agar ia dapat melindungi semua orang yang dia kasihi, terutama kekasih Tony, Pepper Potts (Gwyneth Paltrow). 

IronMan3_5

Iron Man 3 with Robert Downey Jr

IronMan3_7

Sementara itu, dunia sedang diteror oleh sesosok pria berjubah hijau yang mengaku bernama Mandarin (Ben Kingsley). Ketika pertama kali melihat Mandarin di film ini, saya agak heran. Sosok Mandarin di film ini agak berbeda dengan sosok Mandarin di komik, kurang Asia. Mandarin di komik memiliki kekuatan dari cincin-cincin yang dipergunakannya, sementara di film ini ditunjukkan bahwa Mandarin menggunakan pistol untuk membunuh seseorang, bukan menggunakan kekuatan dari cincinnya. Perbedaan-perbedaan di atas, sedikit terjawab menjelang akhir film ini ;).

IronMan3_2

IronMan3_3

Dengan dibantu oleh Aldrich Killian (Guy Pearce), Mandarin mengembangkan tentara super yang sangat kuat. Perseteruan antara Tony Stark dengan Mandarin diawali dengan terlukanya kepala keamanan Tony oleh salah satu tentara super anak buah Mandarin. Tony kemudian menantang Mandarin di depan televisi nasional. Mandarin lalu mengirim tentara-tentara supernya untuk menyerbu kediaman Tony yang diakhiri dengan hancurnya rumah Tony, terdamparnya Tony di tempat yang sangat jauh dari rumah dan hancurnya baju tempur Iron Man sebagaimana telah diperlihatkan oleh trailer-trailer resmi Iron Man 3. Mampukah Tony bangkit dari kekalahannya dan menggagalkan rencana jahat Mandarin? Mampukah Tony menang melawan tentara supernya Mandarin yang mempu menembus baju tempur Iron Man hanya dengan jari? Silahkan tonton filmnya, entah di bioskop atau DVD ;).

IronMan3_11

IronMan3_8

IronMan3_6

Dari trailer-nya, film ini memang menjanjikan adegan aksi yang cemerlang dengan didampingi oleh efek spesial yang keren. Sesuai dengan trailer-nya, memang itulah yang saya lihat. Tidak hanya itu, Iron Man 3 juga menampilkan adegan-adegan yang dapat membuat penonton tertawa, jadi tidak monoton hanya tembak-tembakan saja isinya. Bagi yang kurang suka dengan film yang tidak logis dan agak khayal, jangan tonton film ini karena Iron Man 3 memang film fiksi, ceritanya saja didasarkan dari cerita komik terbitan Marvel. Berhubung sejak dulu saya memang doyan dengan komik & kisah superhero, maka saya rasa Iron Man 3 patut mendapat nilai 4 dari skala maksimal 5 yang artinya “Bagus”. Saya kemarin menonton versi 3D-nya, tumben lumayan terasa 3D-nya, mungkin efek karena menontonnya di bioskop baru :P.

Sumber: http://marvel.com/ironman3

The Avengers (2012)

Ini dia film yang sudah saya tunggu-tunggu sejak tahun lalu. The Avengers sudah mulai diiklankan pada film Hulk, Thor, Iron Man & Captain America. Penasaran? so pasti! Film yang berhasil membuat saya penasaran ini pada awalnya merupakan komik Marvel karangan Stan Lee & Jack Kirby pada tahun 1963. Versi filmnya yang baru saja saya tonton menceritakan mengenai bersatunya beberapa superhero untuk menghadapi Loki & pasukannya yang datang untuk menguasai Bumi.

Kartun The Avengers

Film The Avengers

Loki (Tom Hiddleston) datang ke Bumi dan berhasil merebut Tesseract, sumber energi potensial yang sampai saat ini belum mampu dikendalikan oleh para ilmuwan. Nick Fury (Samuel L. Jackson), Direktur S.H.I.E.L.D., menghidupkan kembali anggota “The Avenger Project” dengan mengumpulkan Black Widow (Scarlett Johansson), Hawkeye (Jeremy Renner), Thor (Chris Hemsworth), Iron Man (Robert Downey Jr), Captain America (Chris Evans) & Hulk (Mark Ruffalo) untuk merebut Tesseract kembali dan mencegah Bumi dari kehancuran. Usaha Nick Fury hampir gagal sebab para anggota The Avengers bukannya bersinergi melawan Loki, tapi justru saling berkelahi satu dengan yang lainnya. Kematian seorang teman, berhasil mempersatukan The Avenger agar dapat berjuang bersama dan selamat dari perpecahan.

Nick Fury

Loki

Iron Man Dataaang!

Thor & Captain America

Black Widow

Sudah bisa ditebak, film-film superhero seperti ini pasti akhirnya happy ending. Saya tidak ada masalah dengan akhir cerita yang dapat ditebak, sebab The Avengers (2012) berhasil memberikan hiburan bagi saya. Efek spesial yang bagus, branding superhero yang tampil, promosi yang agresif dan pemeran yang terkenal menjadi magnet bagi pecinta film, baik yang mengenal semua superhero Marvel atau tidak, untuk berbondong-bondong datang menonton.

Hulk Versus Aeroplane

Iron Man

Hawkeye & Hulk

Adegan favorit saya adalah ketika Hulk melawan Loki, puas rasanya melihat tokoh antagonis menjadi “mainan” raksasa hijau yang agak bodoh :D. Entah kenapa setelah menonton film ini, saya jadi senang dengan Hulk, padahal dahulu biasa saja. Hulk adalah karakter di film ini yang berhasil membuat saya tertawa dan berhenti mengunyah cemilan saya di bioskop :). Sebenarnya setiap superhero pada film ini memiliki berbagai keistimewaan masing-masing. Black Widow ahli mengorek informasi dengan cara-cara yang pintar dan tidak terduga. Thor sangat kuat dapat mengendalikan petir tapi terlalu sentimental ketika harus berhadapan dengan adiknya, Loki. Captain America tidak terlalu spesial, dia tidak dapat terbang ataupun memanggil petir, namun dia seorang pemimpin natural yang pantang menyerah dalam menghadapi berbagai musuh. Iron Man adalah seorang milyuner yang memiliki semua persenjataan canggih, selain itu dia juag seorang yang jenius dan humoris, namun agak sulit diatur dan kurang senang bekerja dalam tim. Hawkeye … who?? ini dia superhero yang menurut saya bukan superhero, hare gene masih pake panah? sekarang sudah tahun 2012 Bang, sudah jamannya pakai pistol, bazzoka, RPG dan lain-lain XD. Ada atau tidak ada Hawkeye, rasanya tidak terlalu berpengaruh karena keistimewaannya tidak terlalu menonjol dan “wah” di film ini.

Hawkeye, Captain America & Black Widow

Iron Man & Captain America

Ada yang sedikit ganjalan mengenai konstum Captain America dan Iron Man. Rasanya kok terkadang kostum kedua karakter ini nampak tidak sekeren kostum mereka saat ada di film Captain America The First Avenger dan Iron Man 2. Menurut saya bentuknya agak beda dan sedikit aneh ketika kostum mereka masih dalam keadaan bersih, belum kotor karena perkelahian. Untunglah keunggulan-keunggulan lain dari film ini berhasil menutup kejanggalan yang saya rasakan. Menurut saya, nilai akhir untuk film ini adalah 4 dari skala nilai maksimal 5 yang artinya “Bagus”. Dijamin tidak akan menyesal deh. Film ini adalah film action yang mengundang tawa & decak kagum para penonton. Mungkin akan lebih seru lagi kalau menonton The Avengers (2012) di IMAX dan 3D. Kemarin saya menonton di Bioskop yang standar saja, biasa … nyari yang murah :P. Selamat menonton!

Sumber: marvel.com/avengers_movie