Serial Mr. Robot

robot1

Pernah menonton V for Vendetta (2005)? Atau membaca versi novel grafisnya? Kisah mengenai revolusi dengan simbol topeng ini cukup mudah diingat karena keunikannya. Masyarakat bangkit bersama-sama akibat aksi pemberontakan oleh seorang misterius, berbuntut lengsernya sebuah rezim. Sekitar tahun 2015 lalu, hadir sebuah serial yang ratif mirip dengan V for Vendetta (2005), judulnya Mr. Robot.

Siapa Mr. Robot? Mr. Robot adalah karakter misterius yang menggunakan topeng monopoli. Heh? Topeng monopoli? Kalau teman-teman pernah melihat permainan monopoli yang original, makan teman-teman pasti melihat karakter kakek tua yang menggunakan setelan jas, nah wajah si kakek tersebut sangat mirip dengan topeng Mr. Robot.

robot10

Apa yang Mr. Robot lakukan? Ia memimpin sekelompik hacker untuk menumbangkan sistem dunia yang hanya memperkaya segelintir orang. Sebagaimana kita lihat sendiri, saat ini untuk memperoleh yang kita kehendaki, terkadang kita harus berhutang. Sukur-sukur kalau ada yang mau meminjamkan. Nah bagaimana kalau tidak? Walaupun sopasti kena bunga, ya terpaksa berhutang ke bank atau lembaga keuangan alternatif lainnya. Dengan sistem ini maka sudah bukan hal baru ketika seseorang harus berhutang demi membeli rumah, menyekolahkan anak, memulai sebuah usaha, membeli kendaraan dan lain-lain. Dari seluruh masyarakat dunia, pastilah ada segelintir orang yang menikmati hasil dari hutang-hutang tersebut. Inilah yang Mr. Robot lawan dan ingin tumpas.

Berbeda dengan V for Vendetta (2005) yang menggunakan jalan kekerasan, Mr. Robot lebih memilih menggunakan kelemahan pada sistem komputer demi mencapai tujuannya. Pada pemutaran perdana serial Mr. Robot, perusahaan E menjadi target utamanya karena perusahaan E merupakan perusahaan yang menguasai segalanya sedemikian rupa sehingga banyak penduduk dunia yang berhutang dan atau memiliki ketergantungan terhadap perusahaan E. Pada episode-episode berikutnya, akan terpapar alasan pribadi Mr. Robot kenapa perusahaan E yang dia targetkan. Bukankah ada perusahaan lain yang seperti perusahaan E?

Perlawanan Mr. Robot ditampilkan melalui kacamata seorang Elliot Alderson (Rami Malek), seorang ahli komputer yang anti-sosial, mengalami depresi berkepanjangan dan ketergantungan kepada narkoba. Elliot direkrut masuk ke dalam fsociety oleh Mr.Robot yang bentuk fisiknya diperankan oleh Christian Slater. Fsociety sendiri merupakan kelompok hacker yang ingin memicu sebuah revolusi melawan sistem perekonomian dunia. Dalam prosesnya, Elliot banyak sekali mengalami konflik dengan Mr. Robot sebab Elliot masih ragu akan rencana besar Mr. Robot padahal rencana besar Mr. Robot sangat bergantung kepada kemampuan Elliot sebagai seorang hacker.

robot7

robot11

robot6

robot2

robot9

robot8

Saya melihat banyak kejutan pada serial Mr. Robot karena kelainan dan penyakit yang Elliot derita. Berhubung mayoritas cerita pada serial ini disajikan melalui kacamata seorang Elliot maka semuanya akan dipengaruhi oleh kondisi fisik dan mental Elliot.

robot5

robot3

robot12

robot13

Bukan hanya konsep ceritanya yang bagus, tapi penyajiannya pun pas sehingga secara keseluruhan serial Mr. Robot layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Namun Mr. Robot tidak pantas ditonton anak-anak karena mengandung hal-hal yang sifatnya dewasa, jadi jangan ajak anak-anak menonton serial ini :).

Sumber: www.whoismrrobot.com

Iklan

Serial Supergirl

supergirl-1

Supergirl merupakan superhero dari DC Comics dengan kostum yang sangat mirip dengan Superman, bedanya hanya pada bagian rok Supergirl saja. Tidak hanya kostumnya saja yang mirip, kekuatan super mereka pun identik. Yaah bisa dibilang Supergirl adalah Superman versi perempuan. Kemiripan ini terjadi karena pada dasarnya Superman dan Supergirl sama-sama berasal dari planet Kripton yang sudah hancur. Mereka sama-sama memperoleh kekuatan dari matahari yang menyinari planet kita ini.

Apa hubungan antara Supergirl dan Superman? Supergirl atau Kara Zor-El (Melissa Benoist) ternyata adalah sepupu Superman atau Kal-El. Ketika Kripton meledak, Kara berhasil lolos dengan menggunakan kapsul menyelamat dan seharusnya ia bertugas untuk melindungi Kal-El yang usianya lebih muda. Namun tidak seperti Kal-El yang langsung mendarat di Bumi, kapsul Kara justru terjebak di zona Phantom sehingga Kara terjebak di sana tanpa menua sedetikpun.

Sekitar 24 tahun kemudian, Kara akhirnya dapat lolos dari zona Phantom dan mendarat di Bumi. Setibanya di sana, Kal-El sudah dewasa dan menjadi Superman. Di sinilah awal mula kisah serial Supergirl. Dikisahkan bagaimana asalmula Kara berusaha memanfaatkan kekuatan supernya agar berguna bagi lingkungan sekitarnya. Ia pun berusaha untuk melepaskan diri dari bayang-bayang kejayaan Superman yang sangat dominan. Perlahan tapi pasti, Kara berubah menjadi Supergirl yang dapat diandalkan oleh penduduk kota National ketika bahaya datang.

supergirl-2

supergirl-13

supergirl-9

supergirl-7

supergirl-11

Kalau Batman tinggal di Gotham, Superman di Metropolias, Flash di Central dan Arrow di Starling, nah Supergirl memilih National sebagai tempat tinggalnya. Mirip dengan Superman, sehari-harinya Supergirl menggunakan identitas samaran yaitu Kara Danvers yang bekerja sebagai asisten Cat Grant (Calista Flockhart) di CatCo Worldwide Media kota National, perusahaan media masa mirip Dailly Planet di Metropolis. Aaahhh identitas rahasia yang sekali-lagi sangat mirip dengan identitas rahasia Superman. Kara hanya melepaskan ikat rambut dan kacamata ketika berubah menjadi Supergirl. Di era tahun 70-an, penyamaran seperti itu mungkin masih ampuh. Tapi ini sudah abad 21, yaa ampun, mana mungkin bisa. Bos Kate, Cat Grant, saja hanya membutuhkan beberapa episode untuk mengetahui indentitas Supergirl. Saya rasa karakter Cat relatif lebih unik dan menonjol sepanjang pemutaran perdana serial Supergirl. Sayang pada musim pemutaran kedua Supergirl, Cat memutuskan untuk pergi dan menyerahkan kursi pimpinan Catco Worldwide Media kepada James Olsen (Mehcad Brooks).

supergirl-6

Sama seperti serial The Flash, si karakter utama jatuh cinta kepada tokoh berkulit gelap yang secara fisik tidak rupawan, tapi pada serial tersebut dibuat seolah-olah menjadi “rebutan” :’D. Nah, kalo Flash memiliki Iris West, Supergirl memiliki James Olsen. Dengan wujud Supergirl yang cantik, sepertinya hal ini tidak seimbang dengan Mas Olsen. Olsen praktis tidak memiliki kelebihan yang terlalu menonjol sepanjang saya menonton serial Supergirl.

Satu hal unik yang Olsen lakukan adalah ikut-ikutan menjadi superhero. Dengan menggunakan kostum besi dan perisai, Olsen berubah menjadi Guardian. Sebenarnya Guardian versi komik merupakan Captain America kawe 2 karena kemampuannya sama tapi kostumnya berbeda. Untunglah penampilan Olsen sebagai Guardian relatif bagus.

Saya perhatikan kostum superhero-superhero pendamping yang muncul pada serial Supergirl, lebih bagus dibandingkan serial Arrow. Pada serial Arrow, banyak tokoh tambahan yang menggunakan kostum bertopeng tapi terkesan asal-asalan, kurang elok bagi film seri yang diproduksi di abad 21.

Pada Supergirl, selain Guardian, hadirpula Martian Manhunter, Lar Gand, Bizarro, Siobhan Smythe dan…. Superman. Whaa, Superman sampai diterbangkan DC Comics ke kota National demi mendongkrak serial sepupunya hehehehehe. Bagaimanapun juga kehadiran mereka mampu menambah warna serial Supergirl.

supergirl-4

supergirl-5

supergirl-8

Kalau diliat dari segi cerita, Supergirl memang relatif hambar, kurang greget dan tidak mampu membuat saya penasaran. Yaaaa biasa saja, sebuah kisah superhero dengan kostum dan special effect yang bagus, tak lebih dari itu.

supergirl-15

supergirl-3

Secara keseluruhan, serial Supergirl masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Masih bisa dijadikan hiburan diwaktu senggang bersama keluarga meakipun mau diapakan juga, pamor Supergirl tidak akan menyamai pamor Superman.

Sumber: http://www.warnerbros.com/tv/supergirl

Serial NCIS, NCIS: Los Angeles & NCIS: New Orleans

ncis1

Awalnya saya pikir serial NCIS adalah serial CSI kawe 2, karena singkatan NCIS agak asing bagi saya dan pertama kali saya melihat iklan NCIS adalah ketika serial CSI sedang berjaya. Serial NCIS sendiri hadir pertama kali pada tahun 2003. Kemudian hadir 2 spin off dari serial ini yaitu serial NCIS: Los Angeles pada 2009 dan serial NCIS: New Orleans pada 2014.

Serial NCIS yang hadir mulai tahun 2003 menghadirkan sekelompok tim NCIS di bawah pimpinan Leroy Jethro Gibbs (Mark Harmon) yang kharismatik dan penuh pengalaman. Dalam menjalankan tugasnya, Gibbs dibantu oleh agen-agen lain seperti Anthony DiNozzo (Michael Weatherly), Timothy McGee (Sean Murray), Abby Sciuto (Pauley Perrette), Donald “Ducky” Mallard (David McCallum) dan lain-lain. Mereka bekerja di markas NCIS Washington DC dan menangani kasus-kasus NCIS di sekitar Washington DC. Di sela-sela penanganan kasus, serial ini membubuhkan beberapa komedi ringan yang mayoritas disumbang oleh DiNozzo, tapi entah kenapa lelucon yang dihadirkan terasa hambar bagi saya pribadi, hohohoho.

ncis13

ncis6

ncis7

ncis9

Sementara itu pada NCIS: Los Angeles dikisahkan bahwa NCIS bekerja sama dengan kepolisian Los Angeles dengan membentuk sebuah satuan tugas khusus. Di sana terdapat G. Callen (Chris O’Donnell), Sam Hanna (LL Cool J), Kensi Blye (Daniela Ruah), Marty Deeks (Eric Christian Olsen), Eric Beale (Barrett Foa), Nell Jones (Renée Felice Smith) dan lain-lain. Di sini terdapat banyak terjadi “cinta lokasi”, jadi saya lihat banyak terdapat flirting antara Kensi dan Deeks yang pada akhirnya sempat menjadi pasangan kekasih. Selain mereka ada pasangan lagi yang agak malu-malu kucing yaitu Eric dan Nell. Whaa bagaimana dengan Callen dan Sam? Mereka bukan pasangan LGBT kok hehehehe. Sam dan Callen adalah ujung tombak NCIS cabang Los Angeles yang handal.

ncis-la8

ncis-la4

Belum puas dengan 1 spin off, NCIS kembali menghadirkan 1 spin off lagi yaitu NCIS: New Orleans. Mengambil kotanya musik blues yang tidak seramai Washington dan Los Angeles, tim NCIS pada serial NCIS: New Orleans ini menangani berbagai kasus di sekitar sungai Missisipi sampai Texas. Dwayne Cassius Pride (Scott Bakula) hadir sebagai Gibbs-nya NCIS: New Orleans. Pride merupakan pemimpin tim NCIS cabang New Orleans yang memiliki ciri fisik dan karakteristik mirip dengan karakter Gibbs pada serial NCIS. Pride dibantu pula oleh beberapa agen NCIS seperti Christopher LaSalle (Lucas Black), Sebastian Lund (Rob Kerkovich), Loretta Wade (CCH Pounder), Patton Plame (Daryl “Chill” Mitchell) dan lain-lain. Mirip seperti serial NCIS, serial NCIS: New Orleans juga menyisipkan beberapa lelucon ringan. Bedanya, lelucon ringan NCIS: New Orleans rasanya lebih mengena dan tidak ketinggalan jaman. Latar belakang kota New Orleans pun memberikan nuansa yang berbeda pada serial ini. Rasanya saya paling suka dengan serial NCIS: New Orleans dibandingkan 2 serial NCIS lainnya.

ncis-orleans3

ncis-orleans2

ncis-orleans5

ncis-orleans6

ncis-orleans1

ncis-orleans7

ncis-orleans4

Apapun serialnya, setiap tim NCIS pada ketiga serial di atas pasti terdiri dari tim lapangan, ahli IT dan ahli otopsi. Mereka memadukan keahlian masing-masing untuk menyelesaikan kasus-kasus NCIS yang bernuansa polisi dan militer. Tapi tunggu dulu, NCIS memangnya kepanjangan dari apa sih? NCIS sendiri sebenarnya ternyata merupakan kepanjangan dari Naval Crime Ivestigative Service dan lembaga ini ternyata memang benar-benar ada di Amerika sana loh. Ah jelas saja saya tak kenal NCIS, NCIS memang kalah pamor dibandingkan FBI dan CIA yang sering sekali diangkat di film-film. Tujuan dari NCIS sendiri adalah menyelidiki dan menggagalkan segala kegiatan kriminal, terorisme dan espionase asing yang berhubungan dengan korps marinir dan angkatan laut Amerika Serikat.

Dengan demikian maka kasus-kasus yang hadir pada serial NCIS akan selalu berkaitan dengan korps marinir dan angkatan laut Amerika Serikat. Ingat, Amerika Serikat :’D. Saya tekankan kata-kata Amerika Serikat karena serial NCIS menampilkan kisah dengan latar belakang sesuai politik Amerika Serikat yang sangat memihak Israel dan sangat hobi memburu teroris di Timur Tengah. Tapi saya perhatikan mayoritas kasus-kasus yang diangkat pada serial NCIS merupakan kasus kriminal yang tidak berhubungan dengan misi atau tugas seorang tentara Amerika Serikat. Tapi yaaa sekalinya kisah yang diangkat berhubungan dengan tugas seorang tentara, yaaa sudah bisa ditebak, Israel akan menjadi kekasih tercinta NCIS dan wilayah Timur Tengah seolah menjadi sarang teroris. Aahhhh serial ini sangat Amerika sekali.

Secara garis besar, kasus-kasus yang dihadirkan terbilang biasa saja dan saya kurang suka dengan keberpihakan Amerika yang kadang terlalu ditonjolkan pada ketiga serial di atas. Saya rasa ketiganya masih bisa untuk untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Tidak jelek tapi tidak bagus juga, yaaaa begitulah, lumayan untuk dijadikan hiburan ringan.

Serial The Closer & Major Crimes

Major Crimes 1

Serial The Closer dan Major Crimes adalah film seri yang menemani saya berlari di atas treadmill setiap pulang kantor. Kedua serial ini saling berkaitan dan sama-sama mengisahkan mengenai sebuah kasus kriminal yang berbeda pada setiap episodenya, jadi berbeda dengan serial True Detective yaaa. Kasus-kasusnya selesai dan terpecahkan pada 1 episode. Episode berikutnya akan mengisahkan kasus lain.

Pada The Closer dikisahkan bagaimana sebuah divisi elit dari kepolisian Los Angeles, memecahkan berbagai kasus kejahatan yang datang ke meja mereka. Divisi ini dipimpin oleh Brenda Leigh Johnson (Kyra Sedgwick), seseorang yang ahli dalam melakukan interogasi hingga ia memperoleh pengakuan dari si pelaku. Berbagai taktik dan tipu daya Brenda lakukan untuk memperoleh pengakuan.

Major Crimes 11

Major Crimes 9

Major Crimes 15

Major Crimes 18

Major Crimes 10

Metode interogasi dan cara Brenda memimpin kadang menimbulkan friksi sehingga menimbulkan konflik dengan pihak internal dan eksternal kepolisian. Kehidupan pribadi Brenda pun memiliki porsi yang cukup banyak pada serial ini. Jadi The Closer memang tidak murni mengisahkan mengenai investigasi sebuah kasus kriminal saja, namun kuhidupan pribadi dan politik kantor yang ada di sekitar kasus-kasus itu pun, ikut dikisahkan.

Brenda tidak sendiri, ia dibantu pula oleh detektif-detektif veteran dalam menjalankan tugasnya. Di sana ada David Gabriel (Corey Reynolds), Louie Provenza (G. W. Bailey), Andy Flynn (Tony Denison), Michael Tao (Michael Paul Chan), Julio Sanchez (Raymond Cruz) dan Irene Daniels (Gina Ravera). Kecuali Gabriel dan Irene, detektif-detektif ini rasanya sudah uzur semua, yaaahh namanya juga divisi khusus yang dihuni para detektif veteran x__x. Ibu saya yang kurang hafal judul serial ini sering menyebut serial ini sebagai “film detektif tua” :’D.

Major Crimes 17

Major Crimes 12

Pada akhir The Closer season 7, divisi yang Brenda pimpin mengalami restrukturisasi sehingga season 7 merupakan season terakhir The Closer. Dengan diakhirinya serial The Closer, maka dimulailah serial Major Crimes. Sesuai judulnya, serial Major Crimes mengisahkan divisi major crimes, divisi yang Brenda dulu pimpin. Anggota major crimes kini diisi oleh David Gabriel, Louie Provenza, Andy Flynn, Michael Tao, Julio Sanchez dan Amy Sykes (Kearran Giovanni). Posisi Brenda sendiri digantikan oleh Sharon O’Dwyer Raydor (Mary McDonnell). Disini terlihat perbedaan kepemimpinan, Brenda agak lebih seenaknya sendiri, sedangkan Raydor lebih disiplin dan taat aturan. Dikisahkan bahwa pada beberapa kasus yang Brenda tangani, si pelaku dapat lolos di persidangan karena kurang bukti atau kesalahan prosedur. Raydor datang dengan kemampuan interogasi yang mirip dengan Brenda, hanya saja Raydor lebih kalem dan mau melakukan kompromi agar si pelaku tetap memperoleh hukuman meskipun bukan hukuman maksimum. Bagi Raydor, ini lebih baik ketimbang memaksakan agar si pelaku dikenai pasal-pasal dengan hukuman maksimum tapi si pelaku berhasil lolos di pengadilan.

Major Crimes 2

Major Crimes 14

Major Crimes 13

Major Crimes 5

Major Crimes 16

Drama akan kehidupan pribadi dan politik di sekitar divisi major crimes dikisahkan pula pada serial Major Crimes. Miriplaaaaa, hanya berganti judul dan sedikit susunan pemain, serta porsi Raydor pada Major Crimes tidak sebesar porsi Brenda pada The Closer.

Major Crimes 8

Major Crimes 6

Saya sendiri tidak menemukan kasus-kasus dan teknik interogasi yang “wah” pada The Closer dan Major Crimes. Drama yang dihadirkan lumayan menarik untuk diikuti, tapi tidak terlalu spesial. Secara keseluruhan, rasanya kedua serial ini mampu memberikan hiburan yang lumayan ok walaupun tidak diisi oleh polisi atau detektif yang kekar dan keren. Nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”, ikhlas saya berikan kepada The Closer dan Major Crimes :).

Sumber: majorcrimestv.net

Serial Agents of S.H.I.E.L.D.

SHIELD1

Bagi penggemar komik-komik Marvel pasti tidak asing dengan nama S.H.I.E.L.D. (Strategic Homeland Intervention, Enforcement, and Logistics Division), organisasi espionase yang sering berhubungan dan bersinggungan dengan The Avengers. The Avengers sendiri merupakan kelompok superhero yang terdiri dari Iron Man, Thor, Captain America, Hulk, Ant Man dan lain-lain. Karena sering bekerjasama melawan musuh yang sama, S.H.I.E.L.D. hampir pasti selalu hadir ketika The Avengers menghadapi masalah, tak terkecuali masalah-masalah yang The Avengers hadapi pada The Avengers (2012) dan The Avengers: Age of Ultron (2015).

Kesuksesan film layar lebar The Avengers di atas melahirkan serial Agents of S.H.I.E.L.D. yang mengisahkan sepak terjang agen-agen S.H.I.E.L.D. dalam menghadapi lawan-lawan yang ada. Biasanya jalan cerita serial ini berjalan searah dan langsung berhubungan dengan jalan cerita dari film superhero Marvel yang sedang diputar di Bioskop termasuk Thor, Captain Amerika dan kawan-kawan. Hal ini cukup menarik karena dengan demikian Agents of S.H.I E.L.D. dapat dikatakan masuk ke dalam Marvel Cinematic Universe meskipun pada musim pemutaran pertamanya, semua tokoh utama pada serial ini tidak ada yang memiliki kekuatan super, yaaah hanya agen-agen yang didukung peralatan canggih tapi tidak secanggih Iron Man atau Batman. Aaahhhh kurang seru dong, serial bertemakan superhero kok tidak ada jagoannya yang “super”? Barulah pada musim pemutaran berikutnya ada beberapa tokoh utama Agents of S.H.I.E.L.D. yang memiliki kemampuan “super”, plus ada karakter superhero yang masuk ke dalam jajaran tokoh protagonis dari serial Agents of S.H.I.E.L.D., meskipun tokoh superhero tersebut bukanlah tokoh superhero yang populer :,D.

SHIELD9

SHIELD20

SHIELD12

SHIELD14

SHIELD4

SHIELD15

SHIELD18

LUKE MITCHELL, J. AUGUST RICHARDS

SHIELD5

SHIELD16

SHIELD11

SHIELD10

SHIELD13

SHIELD8

Kalau melihat komiknya, S.H.I.E.L.D. dipimpin oleh Nick Fury, dialah direktur dan pemimpin S.H.I.E.L.D.. Sayangnya, Nick Fury (Samuel L. Jackson) hanya muncul sesaat dalam serial Agents of S.H.I.E.L.D., mungkin bayarannya terlampau mahal yaaaa. Selebihnya, karakter Phil Coulsen (Clark Gregg) hadir sebagai figur pemimpin agen-agen S.H.I.E.L.D.. Baik Phil maupun Nick memang sudah beberapa kali hadir pada film-film layar lebar dari superhero-superhero Marvel, tapi Phil rasanya kalah jauuuhh dibandingkan Nick baik dari segi kharisma, kekuatan, sampai tampang :,P. Saya agak kecewa ketika melihat para agen S.H.I.E.L.D. kok justru dipimpin oleh mahluk yang satu ini? Tokoh yang tak ubahnya seperti tokoh figuran biasa tanpa keistimewaan apa-apa pada film The Avengers (2012). Kemana Nick Fury? Phil kurang pas untuk didaulat menjadi pemimpin para agen tersebut.

SHIELD19

SHIELD3

SHIELD17

SHIELD7

SHIELD6

Syukurlah dari segi cerita, serial Agents of S.H.I.E.L.D. mampu memanfaatkan special effect yang bagus untuk menghadirkan kejutan yang tidak saya duga-duga sebelumnya sehingga saya masih suka mengikuti jalan ceritanya. Hanya saja saya kadang agak malas kalau sudah tertinggal 1 episode karena serial ini selalu bersambung di setiap episodenya walaupun memang jumlah karakter dan masalahnya tidak sebanyak dan seruwet serial Heroes ;). Akhir kata, saya rasa serial Agents of S.H.I.E.L.D. masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Not bad laaaaah.

Sumber: shieldtv.net

Serial True Detective

True Detective 1

Serial True Detective merupakan miniseri produksi stasiun TV HBO yang mengisahkan penyelidikan sebuah kasus besar. Tidak hanya kasusnya saja yang dikisahkan, melainkan kehidupan pribadi si detektif yang menyelidiki pun ikut dikisahkan. Kisah para detektif yang hadir di Tru Detective nampak realistis dan lebih manusiawi dibandingkan film seri detektif-detektif-an yang dalam setiap episodenya mampu memecahkan suatu kasus rumit. Tapi yaah memang karena panjangnya dan banyaknya kisah yang hendak diceritakan, maka True Detective menjadi serial bersambung yang menggantung di setiap episodenya. . . kecuali episode terakhir dari suatu musim pemutaran.

Kasus dan detektif yang hadir pada setiap musim pemutaran True Detective, tidaklah sama. Pada musim pertama ada Detektif Rustin “Rust” Cohle (Matthew McConaughey) dan Detektif Martin Hart (Woody Harrelson) yang menyelidiki kasus pembunuhan berantai. Kasus ini cukup unik karena melibatkan lambang-lambang keagamaan dan pemujaan setan. Kedua detektif pada True Detective musim pertama tidak hadir kembali pada True Detective musim kedua.

True Detective 14

True Detective 16

True Detective 15

True Detective 13

True Detective 11

True Detective 12

True Detective musim kedua memiliki karakter yang lebih beraneka ragam. Ada Detective Raymond “Ray” Velcoro (Colin Farrell), Sersan Antigone “Ani” Bezzerides (Rachel McAdams) dan Opsir Paul Woodrugh (Taylor Kitsch) yang menyelidiki kematian dari rekan bisnis Francis “Frank” Semyon (Vince Vaughn). Frank sendiri merupakan tokoh kriminal dan Ray merupakan polisi yang berafiliasi dengan mafia setempat.

True Detective 21

True Detective 25

True Detective 28

True Detective 24

True Detective 23

True Detective 22

True Detective 26

Mirip seperti kisah pada musim pertama, tokoh-tokoh utama pada musim kedua pun tidak ada yang “suci”. Semua memiliki masalah atau masa lalu yang kelam. Semuanya berhasil diramu dengan baik sehingga mengasilkan serial yang menarik untuk diikuti meskipun untuk mengikuti jalan cerita True Detective, saya sendiri harus agak serius menontonnya karena ceritanya memang terkadang sedikit berputar-putar dan melompat-lompat antara kejaian masa kini dengan flashback kejadian di masa lalu. Tapi entah kenapa cara bercerita yang seperti itu tetap mampu membuat saya penasaran akan kelanjutan cerita True Detective. Dengan demikian, serial True Detective masih layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Oh yaa, True Detective mengandung adegan-adegan dewasa sehingga tidak layak untuk ditonton anak-anak lho.

Sumber: www.hbo.com/true-detective

Serial Heroes & Heroes Reborn

Heroes 01 Heroes 02

Heroes adalah serial yang hadir ketika saya sedang menganggur, baru lulus dan sedang mencari pekerjaan. Ceritanya mengenai orang-orang yang memiliki kekuatan super. Hal ini mengingatkan saya akan cerita di komik-komik Marvel dan DC, hanya saja tokoh-tokoh pada serial Heroes tidak ada yang menggunakan kostum superhero. Pada pemutaran perdananya, serial Heroes nampak realistis dan menarik. Tidak semua orang yang memiliki kekuatan super pasti menjadi superhero atau supervillain. Pada serial Heroes, saya melihat variasi dari hal-hal yang menimpa seseorang akibat kekuatan super yang mereka atau kerabat mereka miliki.

Film hasil kreasi Tim Kring ini menghadirkan banyak karakter dengan masalah mereka masing-masing. Dari sekian banyak karakter-karakter tersebut, terdapat beberapa karakter utama yang terus hadir dari musim pemutaran ke musim pemutaran berikutnya. Ada Peter Petrelli (Milo Ventimiglia) yang mampu mereplikasi kekuatan super siapapun yang ada di dekatnya. Ada Sylar (Zachary Quinto) yang mencuri kekuatan super orang lain dengan membedah kepala mereka hidup-hidup. Ada Hiro Nakamura (Masi Oka) yang mampu mengendalikan waktu sesuka hati. Ada Matt Parkman (Greg Grunberg) yang mampu membaca dan memanipulasi pikiran orang. Ada Claire Bennet (Hayden Panettiere) yang mampu pulih dari luka apapun. Ada Nathan Petrelli (Adrian Pasdar) yang mampu terbang seperti burung. Ada Noah Bennet (Jack Coleman) yang . . . . tidak memiliki kekuatan super namun memiliki pengetahuan yang luas akan manusia-manusia super, karakter yang satu ini penuh intrik dan teka-teki.

Selain mereka yang saya sebutkan di atas, terdapat banyak karakter-karakter lain yang datang dan pergi, karakter yang terlihat dominan di musim pemutaran perdana pun bisa saja dikisahkan tewas di musim oemutaran ketiga, serial Heroes memang tidak memiliki karakter utama yang terjamin posisinya. Tapi saya ragu apakah Tim Kring rela mematikan karakter Peter Petrelli dan Skylar? Keduanya merupakan karakter terpopuler pada serial Heroes.

Heroes22

Heroes18

Heroes3

Pada musim pertamanya, jumlah karakter dan jumlah masalah yang diangkat masih masuk ke dalam batas wajar. Tapi pada musim kedua dan seterusnya, jumlah karakter ditambah dan masalahnya semakin berbelit-belit sehingga Heroes tak ubahnya seperti opera sabun, saya pun agak pusing melihatnya @__@. Popularitas serial ini pun terus menurun sampai akhirnya sempat berhenti di musim keempat, tahun 2010.

Heroes7

Heroes1

Heroes6

Heroes13

Heroes4

Heroes10

Heroes9

Heroes15

Heroes16

Heroes8

Heroes14

Heroes2

Heroes5

Heroes12

Heroes11

Heroes17

Heroes19

Heroes21

Heroes23

Kemudian pada tahun 2015 ini, Tim Kring menghadirkan serial Heroes Reborn yang merupakan kelanjutan dari serial Heroes. Banyak karakter baru ditelurkan dan hanya sedikit karakter dari serial Heroes lama yang dihadirkan kembali. Aaahhh Opa Tim Kring mau membuat opera sabun superhero lagi yaa? Walaupun ceritanya tidak jelek, namun Heroes Reborn nampaknya tidak akan mampu bersaing dengan serial superhero-superhero dari penerbit komik ternama seperti The Flash, Daredevil, Agents of S.H.I.E.L.D. dan lain-lain. Apalagi pada pertengahan musim pemutaran Heroes Reborn, saya lihat kok kualitas special effect yang dipergunakan tiba-tiba nampak kurang halus? Apakah ini tanda-tanda Heroes Reborn mulai goyah? Aaahhh entahlah, saya agak ragu dengan kelangsungan hidup serial ini.

Heroes24

HeroesReborn3

Heroes Reborn 1

HeroesReborn4

HeroesReborn5

Heroes Reborn 2

HeroesReborn6

Secara keseluruhan, baik serial Heroes maupun Heroes Reborn, tetap mampu menghibur saya dan masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Misteri dan intrik yang terjadi pada setiap episodenya masih menarik untuk diikuti.

Sumber: www.nbc.com/heroes-reborn