Serial Larva

Kali ini saya akan membahas salah satu film seri animasi asal Korea Selatan yang saat ini sedang banyak diputar di TV lokal kita yaitu Larva. Tokoh utama film ini ada 2 ekor ulat mungil yang pada awalnya hidup di tengah kota New York. Kesuksesan serial ini menarik perhatian Netflix sehingga mereka mereka “mengambil” Larva dan mengubah latar belakang serial ini menjadi sebuah pulau.

Keunikan dari serial ini tentunya adalah bagaimana kedua tokoh utama berinteraksi di tengah-tengah lingkungan yang seolah-olah besar, padahal aslinya kecil. Red dan Yellow adalah 2 ulat yang menjadi tokoh utama pada serial ini. Red yang berbadan mungil, bersifat pemarah dan serakah. Sedangkan Yellow adalah ulat yang selalu bahagia dan cuek, tapi agak jorok. Nah kejorokan Yellow-lah yang sering membuat saya tertawa. Yellow sering munggunakan kentut dan ingus untuk hal yang aneh-aneh :’D. Selain itu, Larva sering kali mengambil latar belakang yang memang kotor sifatnya, seperti tong sampah, kotak bekas makanan dan lain-lain. Hal inilah yang membuat Larva, relatif kurang cocok ditonton sendirian oleh anak kecil. Sebaiknya ada orang dewasa yang mendampingi dan memberi bimbingan.

Humor gelap dan slapstick pada serial ini tentunya tidak baik apabila mentah-mentah ditiru oleh anak-anak. Tapi sejujurnya, humor gelap dan slapstick yang dihadirkan Larva sukses menghibur saya. Biasanya saya kurang suka dengan slapstick, tapi slapstick yang ditampilkan Larva, memang terbilang lucu. Larva sukses besar kalau dilihat dari sisi hiburan. Tapi pesan moral yang ditampilkan yaaaa memang relatif minim.

Walaupun menghadirkan beberapa adegan yang kurang pas untuk ditonton anak kecil sendirian, Larva masih layak untuk ditonton anak-anak kok. Tidak ada adegan sadis atau porno di sana. Slapstick yang dihadirkan jauh dari kata parah kalau dibandingkan denga Tom & Jerry atau Oggy and the Cockroaches. Film kartun yang satu ini memiliki rentang umur pemirsa yang cukup lebar. Tua dan muda pasti tertarik dan tidak kebosanan ketika menonton Larva. Saya rasa Larva pantas untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”.

Sumber: http://www.larva.re.kr

Iklan

Serial Shimmer and Shine

Film animasi anak Shimmer and Shine mengisahkan kehidupan 2 jin yang tinggal di Negeri Zahramay Falls, Shimmer (Eva Bella) dan Shine (Isabella Cramp). Mirip seperti kisah Aladin, setiap jin dapat mengabulkan permintaan tuannya. Hanya saja, untuk Shimmer dan Shine, keduanya memiliki 1 tuan, yaitu Leah (Alina Voley). Setiap hari, Leah dapat meminta 3 permintaan kepada Shimmer dan Shine, wuuuuah, asyik duong.

Eits, jangan senang dulu, Shimmer dan Shine sering sekali melakukan kesalahan ketika mengabulkan permintaan Leah, yaaah namanya juga jin anak-anak :’D. Bukan hanya Shimmer dan Shine, Leah pun masih anak-anak dan sering kali melalukan kesalahan ketika mengucapkan permintaan. Hal ini terkadang membuat keadaan semakin kacau dan permasalahan justru tidak selesai. Mereka pada akhirnya harus berusaha bekerja sama untuk menyelesaikan masalah yang ada di depan mata. Di sini penonton cilik diajarkan untuk tidak takut berbuat salah dan mau memaafkan. Pada dasarnya, itulah pesan moral yang hampir selalu ada di film seri anak-anak ini.

Film ini pun bebas hal-hal yang berbau dewasa dan adegan kekerasan. Tokoh antagonisnya pun dibuat tidak terlalu jahat. Zeta (Lacey Chabert) adalah penyihir yang berambisi untuk menjadi penyihir terkuat di Zaramey Falls. Ia menghalalkan segala cara untuk mencapai tuhuannya. Karakter ini tidak nampak terlalu jahat karena kehadiran naga mungil peliharaannya yaitu Nazboo. Tingkah lucu dan konyol Nazboo sering kali membuat rencana Zeta gagal. Tapi apapun yang terjadi, Zeta tetap menyayangi naga mungilnya.

Jujur saja, Nazboo adalah tokoh favorit saya pada Shimmer and Shine. Jalan cerita yang sangat sederhana, tentunya membuat penonton dewasa, agak bosan. Sumpah ini sebenarnya termasuk film seri paling membosankan yang sering saya tonton hehehehehe. Tingkah Nazboo terkadang dapat menjadi sedikit penyegar ketika saya menemani putri saya menonton Shimmer and Shine.

Film seri produksi Nickelodeon ini berhasil menarik anak saya karena gambar yang imut. Semuamuanya didominasi dengan warna pink dan ungu. Kemudian film ini banyak pula menampilkan sparkle atau bling-bking yang gemerlap, yaaah pokoknya perempuan sekalilahhh. Plusss, ada lagu dan tarian ala Bollywood yang menarik.

Dengan demikian, saya rasa film seri anak Shimmer and Shine layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Bersiaplah untuk diminta membelikan boneka Shimmer dan Shine, sebab bonekanya sudah banyak beredar di toko mainan :’D.

Sumber: http://www.nickjr.tv/shimmer-and-shine

Serial Sofia the First

Seperti pernah saya bahas pada Frozen (2013), Walt Disney sudah memiliki banyak film putri-putrian. Nah untuk pertama kalinya, Disney memiliki putri yang masih kecil sekali. Sofia (Ariel Winter) pada film seri anak Sofia the First merupakan putri termuda yang dimiliki Disney. Ia dikisahkan sebagai anak biasa yang tiba-tiba menjadi anggota keluarga kerajaan Enchancia setelah ibunya, Miranda (Sara Ramirez) menikahi Raja Rolland II (Travis Willingham). Tidak hanya memiliki ayah tiri baru, kini Sofia memiliki 2 kakak tiri baru yaitu si kembar, Pangeran James (Zach Callison) dan Putri Amber (Darcy Rose Byrnes). Pada awal-awal episodenya, Putri Amber sepertinya akan menjadi tokoh antagonis. Tapi lama kelamaan, Putri Amber mau menerima Sofia sebagai sudaranya. Disney nampaknya ingin mengajarkan bahwa saudara tiri atau orang tua tiri itu, belum tentu jahat loh.

Saya masih ingat film-film Indonesia era 80-an yang selalu menokohkan saudara tiri dan orang tua tiri sebagai pribadi yang jahat. Ini adalah anggapan salah yang sudah seharusnya dihapuskan. Menanamkan nilai ini sejak kecil, adalah hal yang baik bagi anak-anak.

Selain itu, Sofia the First pun mengajarkan bahwa persahabatan dan kebaikan akan menang melawan kejahatan dan rintangan apapun heheheh, sesuatu yang kelise sih. Sofia memang selalu berhasil menyelesaikan segala masalah yang ada dengan kebaikan, kedewasaan dan kegigihannya. Selain Putri Amber, ada beberapa karakter lain yang pada awalnya berniat jahat kepada Sofia, lalu kemudian luluh dan menjadi teman Sofia. Padahal Sofia tidak memiliki kekuatan apa-apa loh, ia hanya berbekal kalung ajaib yang dapat membuatnya berkomunikasi dengan binatang.

Putri-putri Disney yang lain, terkadang mengunjungi Sofia untuk memberikan bimbingan. Cinderella, Yasmin, Mulan, Belle, Ariel, Aurora, Putri Salju, Rapunzel dan Tiana, pernah hadir mengunjungi Sofia. Permasalahan yang Sofia hadapi memang terkadang agak pelik dan hampir tidak mungkin diselesaikan oleh anak sekecil Sofia. Tapi yaaaah, semua dapat selesai dan selalu ada akhir bahagia di sana. Semua serba mudah ditebak sehingga cerita pada serial ini agak membosankan bagi penonton dewasa.

Tapi penonton cilik sepertinya akan senang melihat Sofia the First yang menggunakan kerajaan Eropa sebagai latar belakangnya. Tentunya ada tambahan unsur sihir, kuda terbang dan hal-hal ajaib di mana-mana. Semua disajikan dengan animasi yang cantik dan nyanyian yang penuh kegembiraan.

Menelaah semua hal di atas, saya rasa Sofia the First masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Not bad laaaah.

Sumber: disneynow.go.com/shows/sofia-the-first

Serial Mr. Robot

robot1

Pernah menonton V for Vendetta (2005)? Atau membaca versi novel grafisnya? Kisah mengenai revolusi dengan simbol topeng ini cukup mudah diingat karena keunikannya. Masyarakat bangkit bersama-sama akibat aksi pemberontakan oleh seorang misterius, berbuntut lengsernya sebuah rezim. Sekitar tahun 2015 lalu, hadir sebuah serial yang ratif mirip dengan V for Vendetta (2005), judulnya Mr. Robot.

Siapa Mr. Robot? Mr. Robot adalah karakter misterius yang menggunakan topeng monopoli. Heh? Topeng monopoli? Kalau teman-teman pernah melihat permainan monopoli yang original, makan teman-teman pasti melihat karakter kakek tua yang menggunakan setelan jas, nah wajah si kakek tersebut sangat mirip dengan topeng Mr. Robot.

robot10

Apa yang Mr. Robot lakukan? Ia memimpin sekelompik hacker untuk menumbangkan sistem dunia yang hanya memperkaya segelintir orang. Sebagaimana kita lihat sendiri, saat ini untuk memperoleh yang kita kehendaki, terkadang kita harus berhutang. Sukur-sukur kalau ada yang mau meminjamkan. Nah bagaimana kalau tidak? Walaupun sopasti kena bunga, ya terpaksa berhutang ke bank atau lembaga keuangan alternatif lainnya. Dengan sistem ini maka sudah bukan hal baru ketika seseorang harus berhutang demi membeli rumah, menyekolahkan anak, memulai sebuah usaha, membeli kendaraan dan lain-lain. Dari seluruh masyarakat dunia, pastilah ada segelintir orang yang menikmati hasil dari hutang-hutang tersebut. Inilah yang Mr. Robot lawan dan ingin tumpas.

Berbeda dengan V for Vendetta (2005) yang menggunakan jalan kekerasan, Mr. Robot lebih memilih menggunakan kelemahan pada sistem komputer demi mencapai tujuannya. Pada pemutaran perdana serial Mr. Robot, perusahaan E menjadi target utamanya karena perusahaan E merupakan perusahaan yang menguasai segalanya sedemikian rupa sehingga banyak penduduk dunia yang berhutang dan atau memiliki ketergantungan terhadap perusahaan E. Pada episode-episode berikutnya, akan terpapar alasan pribadi Mr. Robot kenapa perusahaan E yang dia targetkan. Bukankah ada perusahaan lain yang seperti perusahaan E?

Perlawanan Mr. Robot ditampilkan melalui kacamata seorang Elliot Alderson (Rami Malek), seorang ahli komputer yang anti-sosial, mengalami depresi berkepanjangan dan ketergantungan kepada narkoba. Elliot direkrut masuk ke dalam fsociety oleh Mr.Robot yang bentuk fisiknya diperankan oleh Christian Slater. Fsociety sendiri merupakan kelompok hacker yang ingin memicu sebuah revolusi melawan sistem perekonomian dunia. Dalam prosesnya, Elliot banyak sekali mengalami konflik dengan Mr. Robot sebab Elliot masih ragu akan rencana besar Mr. Robot padahal rencana besar Mr. Robot sangat bergantung kepada kemampuan Elliot sebagai seorang hacker.

robot7

robot11

robot6

robot2

robot9

robot8

Saya melihat banyak kejutan pada serial Mr. Robot karena kelainan dan penyakit yang Elliot derita. Berhubung mayoritas cerita pada serial ini disajikan melalui kacamata seorang Elliot maka semuanya akan dipengaruhi oleh kondisi fisik dan mental Elliot.

robot5

robot3

robot12

robot13

Bukan hanya konsep ceritanya yang bagus, tapi penyajiannya pun pas sehingga secara keseluruhan serial Mr. Robot layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Namun Mr. Robot tidak pantas ditonton anak-anak karena mengandung hal-hal yang sifatnya dewasa, jadi jangan ajak anak-anak menonton serial ini :).

Sumber: www.whoismrrobot.com

Serial Supergirl

supergirl-1

Supergirl merupakan superhero dari DC Comics dengan kostum yang sangat mirip dengan Superman, bedanya hanya pada bagian rok Supergirl saja. Tidak hanya kostumnya saja yang mirip, kekuatan super mereka pun identik. Yaah bisa dibilang Supergirl adalah Superman versi perempuan. Kemiripan ini terjadi karena pada dasarnya Superman dan Supergirl sama-sama berasal dari planet Kripton yang sudah hancur. Mereka sama-sama memperoleh kekuatan dari matahari yang menyinari planet kita ini.

Apa hubungan antara Supergirl dan Superman? Supergirl atau Kara Zor-El (Melissa Benoist) ternyata adalah sepupu Superman atau Kal-El. Ketika Kripton meledak, Kara berhasil lolos dengan menggunakan kapsul menyelamat dan seharusnya ia bertugas untuk melindungi Kal-El yang usianya lebih muda. Namun tidak seperti Kal-El yang langsung mendarat di Bumi, kapsul Kara justru terjebak di zona Phantom sehingga Kara terjebak di sana tanpa menua sedetikpun.

Sekitar 24 tahun kemudian, Kara akhirnya dapat lolos dari zona Phantom dan mendarat di Bumi. Setibanya di sana, Kal-El sudah dewasa dan menjadi Superman. Di sinilah awal mula kisah serial Supergirl. Dikisahkan bagaimana asalmula Kara berusaha memanfaatkan kekuatan supernya agar berguna bagi lingkungan sekitarnya. Ia pun berusaha untuk melepaskan diri dari bayang-bayang kejayaan Superman yang sangat dominan. Perlahan tapi pasti, Kara berubah menjadi Supergirl yang dapat diandalkan oleh penduduk kota National ketika bahaya datang.

supergirl-2

supergirl-13

supergirl-9

supergirl-7

supergirl-11

Kalau Batman tinggal di Gotham, Superman di Metropolias, Flash di Central dan Arrow di Starling, nah Supergirl memilih National sebagai tempat tinggalnya. Mirip dengan Superman, sehari-harinya Supergirl menggunakan identitas samaran yaitu Kara Danvers yang bekerja sebagai asisten Cat Grant (Calista Flockhart) di CatCo Worldwide Media kota National, perusahaan media masa mirip Dailly Planet di Metropolis. Aaahhh identitas rahasia yang sekali-lagi sangat mirip dengan identitas rahasia Superman. Kara hanya melepaskan ikat rambut dan kacamata ketika berubah menjadi Supergirl. Di era tahun 70-an, penyamaran seperti itu mungkin masih ampuh. Tapi ini sudah abad 21, yaa ampun, mana mungkin bisa. Bos Kate, Cat Grant, saja hanya membutuhkan beberapa episode untuk mengetahui indentitas Supergirl. Saya rasa karakter Cat relatif lebih unik dan menonjol sepanjang pemutaran perdana serial Supergirl. Sayang pada musim pemutaran kedua Supergirl, Cat memutuskan untuk pergi dan menyerahkan kursi pimpinan Catco Worldwide Media kepada James Olsen (Mehcad Brooks).

supergirl-6

Sama seperti serial The Flash, si karakter utama jatuh cinta kepada tokoh berkulit gelap yang secara fisik tidak rupawan, tapi pada serial tersebut dibuat seolah-olah menjadi “rebutan” :’D. Nah, kalo Flash memiliki Iris West, Supergirl memiliki James Olsen. Dengan wujud Supergirl yang cantik, sepertinya hal ini tidak seimbang dengan Mas Olsen. Olsen praktis tidak memiliki kelebihan yang terlalu menonjol sepanjang saya menonton serial Supergirl.

Satu hal unik yang Olsen lakukan adalah ikut-ikutan menjadi superhero. Dengan menggunakan kostum besi dan perisai, Olsen berubah menjadi Guardian. Sebenarnya Guardian versi komik merupakan Captain America kawe 2 karena kemampuannya sama tapi kostumnya berbeda. Untunglah penampilan Olsen sebagai Guardian relatif bagus.

Saya perhatikan kostum superhero-superhero pendamping yang muncul pada serial Supergirl, lebih bagus dibandingkan serial Arrow. Pada serial Arrow, banyak tokoh tambahan yang menggunakan kostum bertopeng tapi terkesan asal-asalan, kurang elok bagi film seri yang diproduksi di abad 21.

Pada Supergirl, selain Guardian, hadirpula Martian Manhunter, Lar Gand, Bizarro, Siobhan Smythe dan…. Superman. Whaa, Superman sampai diterbangkan DC Comics ke kota National demi mendongkrak serial sepupunya hehehehehe. Bagaimanapun juga kehadiran mereka mampu menambah warna serial Supergirl.

supergirl-4

supergirl-5

supergirl-8

Kalau diliat dari segi cerita, Supergirl memang relatif hambar, kurang greget dan tidak mampu membuat saya penasaran. Yaaaa biasa saja, sebuah kisah superhero dengan kostum dan special effect yang bagus, tak lebih dari itu.

supergirl-15

supergirl-3

Secara keseluruhan, serial Supergirl masih layak untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Masih bisa dijadikan hiburan diwaktu senggang bersama keluarga meakipun mau diapakan juga, pamor Supergirl tidak akan menyamai pamor Superman.

Sumber: http://www.warnerbros.com/tv/supergirl

Serial NCIS, NCIS: Los Angeles & NCIS: New Orleans

ncis1

Awalnya saya pikir serial NCIS adalah serial CSI kawe 2, karena singkatan NCIS agak asing bagi saya dan pertama kali saya melihat iklan NCIS adalah ketika serial CSI sedang berjaya. Serial NCIS sendiri hadir pertama kali pada tahun 2003. Kemudian hadir 2 spin off dari serial ini yaitu serial NCIS: Los Angeles pada 2009 dan serial NCIS: New Orleans pada 2014.

Serial NCIS yang hadir mulai tahun 2003 menghadirkan sekelompok tim NCIS di bawah pimpinan Leroy Jethro Gibbs (Mark Harmon) yang kharismatik dan penuh pengalaman. Dalam menjalankan tugasnya, Gibbs dibantu oleh agen-agen lain seperti Anthony DiNozzo (Michael Weatherly), Timothy McGee (Sean Murray), Abby Sciuto (Pauley Perrette), Donald “Ducky” Mallard (David McCallum) dan lain-lain. Mereka bekerja di markas NCIS Washington DC dan menangani kasus-kasus NCIS di sekitar Washington DC. Di sela-sela penanganan kasus, serial ini membubuhkan beberapa komedi ringan yang mayoritas disumbang oleh DiNozzo, tapi entah kenapa lelucon yang dihadirkan terasa hambar bagi saya pribadi, hohohoho.

ncis13

ncis6

ncis7

ncis9

Sementara itu pada NCIS: Los Angeles dikisahkan bahwa NCIS bekerja sama dengan kepolisian Los Angeles dengan membentuk sebuah satuan tugas khusus. Di sana terdapat G. Callen (Chris O’Donnell), Sam Hanna (LL Cool J), Kensi Blye (Daniela Ruah), Marty Deeks (Eric Christian Olsen), Eric Beale (Barrett Foa), Nell Jones (Renée Felice Smith) dan lain-lain. Di sini terdapat banyak terjadi “cinta lokasi”, jadi saya lihat banyak terdapat flirting antara Kensi dan Deeks yang pada akhirnya sempat menjadi pasangan kekasih. Selain mereka ada pasangan lagi yang agak malu-malu kucing yaitu Eric dan Nell. Whaa bagaimana dengan Callen dan Sam? Mereka bukan pasangan LGBT kok hehehehe. Sam dan Callen adalah ujung tombak NCIS cabang Los Angeles yang handal.

ncis-la8

ncis-la4

Belum puas dengan 1 spin off, NCIS kembali menghadirkan 1 spin off lagi yaitu NCIS: New Orleans. Mengambil kotanya musik blues yang tidak seramai Washington dan Los Angeles, tim NCIS pada serial NCIS: New Orleans ini menangani berbagai kasus di sekitar sungai Missisipi sampai Texas. Dwayne Cassius Pride (Scott Bakula) hadir sebagai Gibbs-nya NCIS: New Orleans. Pride merupakan pemimpin tim NCIS cabang New Orleans yang memiliki ciri fisik dan karakteristik mirip dengan karakter Gibbs pada serial NCIS. Pride dibantu pula oleh beberapa agen NCIS seperti Christopher LaSalle (Lucas Black), Sebastian Lund (Rob Kerkovich), Loretta Wade (CCH Pounder), Patton Plame (Daryl “Chill” Mitchell) dan lain-lain. Mirip seperti serial NCIS, serial NCIS: New Orleans juga menyisipkan beberapa lelucon ringan. Bedanya, lelucon ringan NCIS: New Orleans rasanya lebih mengena dan tidak ketinggalan jaman. Latar belakang kota New Orleans pun memberikan nuansa yang berbeda pada serial ini. Rasanya saya paling suka dengan serial NCIS: New Orleans dibandingkan 2 serial NCIS lainnya.

ncis-orleans3

ncis-orleans2

ncis-orleans5

ncis-orleans6

ncis-orleans1

ncis-orleans7

ncis-orleans4

Apapun serialnya, setiap tim NCIS pada ketiga serial di atas pasti terdiri dari tim lapangan, ahli IT dan ahli otopsi. Mereka memadukan keahlian masing-masing untuk menyelesaikan kasus-kasus NCIS yang bernuansa polisi dan militer. Tapi tunggu dulu, NCIS memangnya kepanjangan dari apa sih? NCIS sendiri sebenarnya ternyata merupakan kepanjangan dari Naval Crime Ivestigative Service dan lembaga ini ternyata memang benar-benar ada di Amerika sana loh. Ah jelas saja saya tak kenal NCIS, NCIS memang kalah pamor dibandingkan FBI dan CIA yang sering sekali diangkat di film-film. Tujuan dari NCIS sendiri adalah menyelidiki dan menggagalkan segala kegiatan kriminal, terorisme dan espionase asing yang berhubungan dengan korps marinir dan angkatan laut Amerika Serikat.

Dengan demikian maka kasus-kasus yang hadir pada serial NCIS akan selalu berkaitan dengan korps marinir dan angkatan laut Amerika Serikat. Ingat, Amerika Serikat :’D. Saya tekankan kata-kata Amerika Serikat karena serial NCIS menampilkan kisah dengan latar belakang sesuai politik Amerika Serikat yang sangat memihak Israel dan sangat hobi memburu teroris di Timur Tengah. Tapi saya perhatikan mayoritas kasus-kasus yang diangkat pada serial NCIS merupakan kasus kriminal yang tidak berhubungan dengan misi atau tugas seorang tentara Amerika Serikat. Tapi yaaa sekalinya kisah yang diangkat berhubungan dengan tugas seorang tentara, yaaa sudah bisa ditebak, Israel akan menjadi kekasih tercinta NCIS dan wilayah Timur Tengah seolah menjadi sarang teroris. Aahhhh serial ini sangat Amerika sekali.

Secara garis besar, kasus-kasus yang dihadirkan terbilang biasa saja dan saya kurang suka dengan keberpihakan Amerika yang kadang terlalu ditonjolkan pada ketiga serial di atas. Saya rasa ketiganya masih bisa untuk untuk memperoleh nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Tidak jelek tapi tidak bagus juga, yaaaa begitulah, lumayan untuk dijadikan hiburan ringan.

Serial The Closer & Major Crimes

Major Crimes 1

Serial The Closer dan Major Crimes adalah film seri yang menemani saya berlari di atas treadmill setiap pulang kantor. Kedua serial ini saling berkaitan dan sama-sama mengisahkan mengenai sebuah kasus kriminal yang berbeda pada setiap episodenya, jadi berbeda dengan serial True Detective yaaa. Kasus-kasusnya selesai dan terpecahkan pada 1 episode. Episode berikutnya akan mengisahkan kasus lain.

Pada The Closer dikisahkan bagaimana sebuah divisi elit dari kepolisian Los Angeles, memecahkan berbagai kasus kejahatan yang datang ke meja mereka. Divisi ini dipimpin oleh Brenda Leigh Johnson (Kyra Sedgwick), seseorang yang ahli dalam melakukan interogasi hingga ia memperoleh pengakuan dari si pelaku. Berbagai taktik dan tipu daya Brenda lakukan untuk memperoleh pengakuan.

Major Crimes 11

Major Crimes 9

Major Crimes 15

Major Crimes 18

Major Crimes 10

Metode interogasi dan cara Brenda memimpin kadang menimbulkan friksi sehingga menimbulkan konflik dengan pihak internal dan eksternal kepolisian. Kehidupan pribadi Brenda pun memiliki porsi yang cukup banyak pada serial ini. Jadi The Closer memang tidak murni mengisahkan mengenai investigasi sebuah kasus kriminal saja, namun kuhidupan pribadi dan politik kantor yang ada di sekitar kasus-kasus itu pun, ikut dikisahkan.

Brenda tidak sendiri, ia dibantu pula oleh detektif-detektif veteran dalam menjalankan tugasnya. Di sana ada David Gabriel (Corey Reynolds), Louie Provenza (G. W. Bailey), Andy Flynn (Tony Denison), Michael Tao (Michael Paul Chan), Julio Sanchez (Raymond Cruz) dan Irene Daniels (Gina Ravera). Kecuali Gabriel dan Irene, detektif-detektif ini rasanya sudah uzur semua, yaaahh namanya juga divisi khusus yang dihuni para detektif veteran x__x. Ibu saya yang kurang hafal judul serial ini sering menyebut serial ini sebagai “film detektif tua” :’D.

Major Crimes 17

Major Crimes 12

Pada akhir The Closer season 7, divisi yang Brenda pimpin mengalami restrukturisasi sehingga season 7 merupakan season terakhir The Closer. Dengan diakhirinya serial The Closer, maka dimulailah serial Major Crimes. Sesuai judulnya, serial Major Crimes mengisahkan divisi major crimes, divisi yang Brenda dulu pimpin. Anggota major crimes kini diisi oleh David Gabriel, Louie Provenza, Andy Flynn, Michael Tao, Julio Sanchez dan Amy Sykes (Kearran Giovanni). Posisi Brenda sendiri digantikan oleh Sharon O’Dwyer Raydor (Mary McDonnell). Disini terlihat perbedaan kepemimpinan, Brenda agak lebih seenaknya sendiri, sedangkan Raydor lebih disiplin dan taat aturan. Dikisahkan bahwa pada beberapa kasus yang Brenda tangani, si pelaku dapat lolos di persidangan karena kurang bukti atau kesalahan prosedur. Raydor datang dengan kemampuan interogasi yang mirip dengan Brenda, hanya saja Raydor lebih kalem dan mau melakukan kompromi agar si pelaku tetap memperoleh hukuman meskipun bukan hukuman maksimum. Bagi Raydor, ini lebih baik ketimbang memaksakan agar si pelaku dikenai pasal-pasal dengan hukuman maksimum tapi si pelaku berhasil lolos di pengadilan.

Major Crimes 2

Major Crimes 14

Major Crimes 13

Major Crimes 5

Major Crimes 16

Drama akan kehidupan pribadi dan politik di sekitar divisi major crimes dikisahkan pula pada serial Major Crimes. Miriplaaaaa, hanya berganti judul dan sedikit susunan pemain, serta porsi Raydor pada Major Crimes tidak sebesar porsi Brenda pada The Closer.

Major Crimes 8

Major Crimes 6

Saya sendiri tidak menemukan kasus-kasus dan teknik interogasi yang “wah” pada The Closer dan Major Crimes. Drama yang dihadirkan lumayan menarik untuk diikuti, tapi tidak terlalu spesial. Secara keseluruhan, rasanya kedua serial ini mampu memberikan hiburan yang lumayan ok walaupun tidak diisi oleh polisi atau detektif yang kekar dan keren. Nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”, ikhlas saya berikan kepada The Closer dan Major Crimes :).

Sumber: majorcrimestv.net