Justice League: The Flashpoint Paradox (2013)

Melihat pembahasan mengenai film seri The Flash musim kedua, saya sering mendengar kata-kata Flashpoint Paradox, aaahhh ternyata itu judul seri komik dan film animasi DC Comics yang cukup populer dengan Flash sebagai tokoh sentralnya, tumben bukan Superman atau Batman hehehe. Biasanya film-film animasi DC didominasi oleh 2 nama tersebut.

Pada Justice League: The Flashpoint Paradox (2013), Batman dan Superman tetap ada kok, judulnya saja mengandung kata-kata Justice League. Tak hanya Flash alias Barry Allen (Justin Chambers), Superman alias Clark Kent (Sam Daly) dan Batman alias Bruce Wayne (Kevin Conroy), hadir pula Wonder Woman alias Diana (Vanessa Marshall), Aquaman alias Arthur Curry (Cary Elwes), Cyborg alias Victor Stone (Michael B. Jordan) dan Green Lantern alias Hal Jordan (Nathan Fillion), wah lengkap juga yahhh. Dikisahkan bahwa Flash dengan dibantu Justice League, berhasil menangkap Professor Eobard “Zoom” Thawne atau Reverse-Flash (C. Thomas Howell) dan beberapa supervillain lain yang ikut mengeroyok Flash. Baik di komik maupun di film, Zoom sering hadir sebagai musuh besar Flash, tak terkecuali pada Justice League: The Flashpoint Paradox (2013).

Setelah Zoom tertangkap, Barry Allen beristirahat dan kemudian terbangun dari tidur pendeknya. Setelah Barry bangun, ia menemukan dirinya berada di dunia yang berbeda. Barry mendadak kehilangan kekuatannya dan semua anggota Justice League mengalami takdir yang berbeda sehingga mereka pun bukan superhero yang Barry kenal. Batman bukanlah Bruce Wayne, Superman tidak dibesarkan oleh keluarga Kent, Hal Jordan tidak terpilih menjadi Green Lantern dan Cyborg menjadi tangan kanan presiden Amerika. Bagaimana dengan Wonder Woman dan Aquaman? Keduanya terlibat cinta segitiga dan perselingkuhan yang mengakibatkan perang besar antara bangsa Amazon dan Atlantis. Dunia yang satu ini diambang kehancuran akibat perseteruan antara kedua bangsa super tersebut. Manusia biasa hanya dapat menonton dan pasrah sebab superhero lain nampak tak berdaya. Di tengah-tengah kebingungan ini, Barry melihat ibunya yang seharusnya sudah meninggal. Pada dunia ini, ibu Barry ternyata masih hidup, aaah ada secercah kebahagiaan di sana.

Bagaimana semua ini bisa terjadi? Barry yakin bahwa Zoom telah pergi ke masa lalu dan mengubah masa lampau sehingga dunia menjadi sekacau ini. Dengan dibantu Batman, Barry berusaha mereplikasi kecelakaan yang merubah Barry menjadi Flash. Barry harus berlari sekencang mungkin, menembus kecepatan cahaya untuk pergi ke masa lalu untuk memperbaiki ini semua. Rencana hanyalah rencana, hal itu tak mudah diraih. Dalam perjalanannya, banyak tokoh-tokoh superhero yang tewas. Beberapa adegannya agak sadis ya bagi anak-anak. Justice League: The Flashpoint Paradox (2013) lebih cocok untuk ditonton oleh orang dewasa meskipun berwujud film animasi atau kartun.

Perbedaan akan nasib para superhero dan supervillain menarik untuk diikuti, beberapa bahkan mencengangkan untuk dilihat. Saya lihat terdapat kesedihan pada hubungan antara Flash dengan ibunya dan hubungan antara Bruce Wayne dengan keluarganya. Jadi film ini bukan hanya film kartun yang sarat adegan pukul-pukulan atau tembak-tembakan saja :). Apalagi terdapat sedikit kejutan pahit pada bagian akhir film ini, asalkan teman-teman tidak membaca sinopsis di beberapa tulisan yang tidak bertanggung jawab yaa. Entah kenapa untuk film yang satu ini, banyak orang memasukkan spoiler ke dalam sinopsis mereka. Sesuatu yang harusnya terungkap di akhir film justru diumbar di sinopsis :P.

Saya rasa Justice League: The Flashpoint Paradox (2013) layak untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Ternyata, walaupun sejauh ini film-film DC Comics di layar lebar relatif kalah dibandingkan film-filmnya Marvel, DC Comics mampu menelurkan film animasi yang berkualitas. Ahhh kenapa yang seperti ini tidak saya lihat pada film-film bioskop DC Comics terbaru? ;’)

Sumber: http://www.dccomics.com/movies/justice-league-the-flashpoint-paradox-2013

Iklan

Batman V Superman: Dawn of Justice (2016)

Superman Batman 1

Setelah penantian panjang, akhirnya pada tahun 2016 ini DC Comics menghadirkan 2 superhero mereka yang paling terkenal dalam 1 film layar lebar. Superman dan Batman tidak hanya menjadi icon DC Comics yang paling terkenal, namun rasanya kedua superhero tersebut merupakan 2 superhero paling terkenal dan terpopuler sepanjang masa. Bagi saya pribadi, nama besar keduanya mampu mengalahkan deretan superhero-superhero keluaran Marvel mulai dari Spiderman, Iron Man, Hulk, Deadpool, X-Men, Punisher, Ant Man sampai Thor :).

Kali ini Superman dan Batman hadir dalam Batman V Superman: Dawn of Justice (2016) yang mengambil latar belakang keadaan beberapa bulan setelah pertempuran maha dahsyat pada Man of Steel (2013) berakhir. Pemeran Superman atau Clark Kent masih sama seperti pada Man of Steel (2013) yaitu Henry Cavill. Sedangkan Batman atau Bruce Wayne tidak diperankan lagi oleh Christian Bale yang sebelumnya suskes memerankan Batman pada Trilogi Dark Knight. Ben Affleck lah yang kali ini hadir sebagai Batman.

Superman Batman 12

Superman Batman 11

Superman Batman 15

Dikisahkan bahwa perkelahian antara Superman dan Jendral Zod (Michael Shannon) pada Man of Steel (2013) memakan banyak korban jiwa. Sebagian masyarakat menganggap Superman sebagai pahlawan, namun sebagian lagi sangat membenci Superman dan menyalahkan Superman atas kehancuran dan kematian yang terjadi pada Man of Steel (2013).

Superman Batman 9

Superman Batman 13

Superman Batman 7

Superman Batman 6

Hal ini dimanfaatkan oleh Lex Luthor (Jesse Eisenberg) untuk memperburuk hubungan antara Superman dan Batman. Batman memang beraksi di Gotham dan Superman beraksi di Metropolis, dua kota yang berbeda. Namun keduanya saling melihat dan mengamati aksi satu sama lain. Beberapa tindakan Batman tidak sesuai dengan pemikiran Superman, sebaliknya Batman pun kurang setuju dengan beberapa tindakan Superman meskipun keduanya sama-sama membela kebenaran dan memerangi kejahatan. Pada bagian ini, saya rasa alasan kenapa Batman dan Superman kurang suka satu sama lain tidak setajam alasan perseteruan Superman dan Batman yang dikisahkan pada komik The Dark Knight Returns karya Frank Miller pada 1986 :(.

Superman Batman 8

Superman Batman 10

Superman Batman 2

Superman Batman 16

Superman Batman 14

Superman Batman 5

Well, pada akhirnya, sesuai judulnya, Superman memang akan berkelahi dengan Batman pada Batman V Superman: Dawn of Justice (2016). Perkelahian yang lumayan seru namun tidak seheboh dan sedahsyat perkelahian mereka berdua melawan . . . . . . Doomsday.

Superman Batman 3

Bagi teman-teman yang membaca komik Superman pasti tau siapa Doomsday. Bagian akhir dari film ini pun pasti hampir bisa ditebak arahnya kemana. Kemunculan Doomsday merupakan akhir sekaligus awal dari sesuatu, sesuatu itu merupakan alasan kenapa saya sudah pasti akan menonton sebuah film DC Comics berikutnya ;).

Tapi terus terang saya agak heran, fisik Doomsday pada film ini memang keren dan menyerupai komiknya, namun asal mula kelahiran Doomsday pada Batman V Superman: Dawn of Justice (2016) rasanya jauh melenceng dibandingkan asal mula kelahiran Doomsday pada versi komik. Alasan kenapa Lex Luthor menginginkan kematian Superman pun tidak terlihat jelas. Selain itu ceritanya terkadang nampak lompat-lompat karena film ini ingin menampilkan jalan cerita dari beberapa tokoh tapi perpindahannya kurang halus.

Berbicara soal tokoh, ternyata selain Batman dan Superman, ada tokoh-tokoh superhero lain yang muncul di Batman V Superman: Dawn of Justice (2016). Kita dapat melihat Wonder Woman (Gal Gadot), The Flash (Ezra Miller), Aquaman (Jason Momoa) dan Cyborg (Ray Fisher). Diantara keempatnya, Wonder Woman memperoleh porsi yang cukup besar. Lagu pengiring ketika Wonder Woman hadir dan ikut berkelahi pun merupakan lagu pengiring yang keren dan mampu membuat adegan perkelahian semakin seru. Adegan perkelahian yang melibatkan Wonder Woman merupakan bagian paling seru dari film ini.

Superman Batman 19

Superman Batman 18

Superman Batman 17

Saya nilai adegan perkelahian pada Batman V Superman: Dawn of Justice (2016) memang tidak sebanyak Man of Steel (2013), namun rasanya lebih proporsional. Adegan perkelahian pada Man of Steel (2013) memang keren tapi agak terlalu banyak, overdosis :’D. Dengan didukung oleh special effect d an kostumyang keren, Batman V Superman: Dawn of Justice (2016) mampu memberikan visualisasi yang cantik dan bagus untuk ditonton :).

Superman Batman 4

Film superhero DC Comics kali ini memang seru dan keren, namun beberapa kelemahan pada plot ceritanya membuat saya hanya mampu untuk memberikan nilai 3 dari skala maksimum 5 yang artinya “Lumayan”. Bagaimanapun juga, film Batman V Superman: Dawn of Justice (2016) tetap layak untuk dijadikan hiburan dan kita tidak rugi kalau menontonnya di bioskop, durasinya 2 jam lewat gitu loh hehehehehe.

Sumber: batmanvsuperman.dccomics.com

Serial The Flash

The Flash 1

Superman & Batman adalah 2 superhero paling terkenal yang pernah DC Comics hadirkan. Pada 2014 dan 2015 DC Comics bergerilya menghadirkan beberapa film seri superhero keluaran DC Comics di tengah-tengah bombardir film-film layar lebar superhero dari Marvel, pesaing DC Comics. Setelah menghadirkan film seri Arrow, DC Comics menghadirkan film seri Constantine dan The Flash.

Bagi saya, The Flash jauuh lebih terkenal dibandingkan Arrow dan Constantine. Menurut saya The Flash adalah superhero DC Comics paling terkenal setelah Superman dan Batman. Saya sudah mengenal The Flash sejak saya kecil sebab film seri The Flash sudah hadir di TV pada tahun 90-an :). Barry Allen atau The Flash yang memiliki kemampuan bergerak secepat kilat diperankan oleh John Wesley Shipp pada saat itu.

Old Flash

Pada tahun ini, John Wesley Shipp kembali hadir pada film seri The Flash yang hadir di Trans TV tapi tidak sebagai The Flash. Ia hadir sebagai Henry Allen, ayah dari Barry Allen (Grant Gustin). Henry dipenjara karena ia dianggap bertanggung jawab terhadap kematian istri Henry yang merupakan ibu dari Barry. Barry Allen tidak percaya akan tuduhan pihak berwenang kepada Henry. Sejak kecil Barry tertarik dan termotivasi untuk menyelidiki dan menemukan siapa pembunuh ibunya sehingga ia tertarik akan teknik-teknik penyelidikan kejahatan, sampai-sampai akhirnya ia pun bekerja sebagai ilmuwan forensik di kepolisian.

Pada suatu malam, terjadi ledakan di Labarotorium STAR yang menghasilkan awan radiasi di atas kota. Dari awan tersebut muncul petir-petir yang salah satunya menyambar Barry. Setelah tersambar petir tersebut Barry tiba-tiba memiliki kemampuan untuk bergerak secepat kilat. Selain itu ia juga memiliki kemampuan untuk pulih dari berbagai luka dalam waktu yang sangat cepat. Dengan kemampuan barunya, Barry menjelma menjadi The Flash, superhero berkostum merah tua yang menggunakan kekuatannya untuk kebaikan :).

The Flash 16

The Flash 4

The Flash 12

The Flash 14

The Flash 2

The Flash 8

Pada episode-episode awal The Flash, sang pahlawan harus berhadapan dengan meta human, sebutan bagi manusia yang ikut terkena dampak dari ledakan Laboratorium STAR. Di sana ada Firestorm, Peek-a-boo, Rainbow Raider, Mr. Bliss, Grodd, Multiplex, Blackout, Plastique, Deathbolt, Reverse-Flash dan lain-lain. Mereka memiliki kemampuan unik yang terkadang menjadi kutukan bagi mereka sendiri. Ada yang memiliki kemampuan teleport atau mengeluarkan energi listrik atau terbang sambil mengeluarkan api atau cloning atau bergerak secepat kilat seperti The Flash.  Sebenarnya pola kisah seperti ini pernah saya jumpai pula pada episode-episode awal film seri Smallville. Pada Smallville, Clark harus berhadapan dengan individu-individu yang terkena dampak dari jatuhnya sebuah meteor. Tapi saya tetap lebih suka dengan The Flash karena penyelesaian masalahnya tidak hanya mengandalkan kekuatan super The Flash saja, tapi ada taktik dan strategi juga di sana sebab The Flash selalu dibantu oleh teman-temannya dari belakang layar.

The Flash 18

The Flash 19

The Flash 15

The Flash 9

The Flash 11

Selain meta-human The Flash juga berhadapan dengan tokoh-tokoh superhero dan supervillain ternama DC Comics lainnya seperti Arrow, Zoom, Black Canary, Arrow, The Atom dan lain-lain. Pada episode di musim berikutnya The Flash menghadirkan lebih banyak lagi karakter superhero atau supervillain dari DC Comic :). Namun yang membuat kisah The Flash selalu menarik dan unik dibandingkan tokoh DC Comics lainnya adalah bahwa The Flash merupakan superhero DC Comics yang sering bersinggungaan dengan perjalanan menembus waktu. Dengan kecepatannya, The Flash terkadang mampu berlari menembus waktu dan merubah sejarah. Semua karakter yang ada pada film seri The Flash bisa saja baik, bisa saja jahat, bisa saja tewas, bisa saja hidup kembali, bisa saja membuat saya bingung hehehehehe. Yaaahhh sejarah dan masa lalu memang dapat mengubah segalanya termasuk The Flash sendiri. Entah kapan The Flash akan bertemu dengan The Flash Biru, Barry Allen dari masa depan yang hendak membunuh Barry Allen muda, sampai sekarang The Flash pada film seri The Flash baru bertemu Reverse-Flash saja, belum The Flash biru.

The Flash 7

The Flash 5

The Flash 6

The Flash 3

The Flash 17

The Flash 10

The Flash 13

The Flash 22

Saya tahu sudah banyak film-film yang mengangkat tema perjalanan menembus waktu, tapi film seri The Flash berbeda dan unik. Film seri ini tidak menggunakan perjalanan waktu sebagai unsur utama di setiap episodenya. Perjalanan waktu hanya dijadikan pemanis segar yang membuat kisah The Flash semakin menarik. Intrik-intrik yang ada pada film seri ini terbilang menarik dan membuat saya penasaran, lebih penasaran dibandingkan ketika saya menonton film seri The Flash and Lois & Clark: The New Adventures of Superman versi tahun 90-an :).

The Flash memang tidak sesuper Clark atau Superman tapi paling tidak film seri The Flash memiliki seorang superhero yang benar-benar superhero lengkap dengan atributnya :). Apalagi warna atribut The Flash saat ini yang berwarna merah tua rasanya lebih keren dibandingkan atribut The Flash yang diperankan oleh John Wesley Shipp pada tahun 90-an, merahnya terlalu menyala, yaaaahh warna merah menyala itu memang warna The Flash seperti di komiknya sih tapi kok kayaknya kurang pas untuk dilihat di zaman sekarang ini.

Kalau dibandingkan dengan The Flash versi tahun 90-an, The Flash versi era abad 21 ini memang lebih ramping dan tidak memiliki otot yang kekar seperti binaraga. Kalau melihat versi komiknya, The Flash memang seharusnya memiliki badan yang berotot sih. Ahhh tapi hal ini hanyalah hal kecil yang tidak akan mengurangi keantusiasan saya ketika mengikuti jalan cerita The Flash versi abad 21.

The Flash 20

The Flash 21

Film seri The Flash sudah sepantasnya untuk memperoleh nilai 4 dari skala maksimum 5 yang artinya “Bagus”. Ceritanya lebih menarik dan sukses membuat saya penasaran. Film seri The Flash tidak hanya mengandalkan kisah heroik The Flash saja, ada kisah-kisah kemanusiaan yang diangkat di sana, tak heran film seri The Flash memperoleh rating yang bagus di Amerika sana :).

Sumber: www.dccomics.com/tv/the-flash-2014-present